-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Tren Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja; Ramah Investor Hingga Opini Pemerintah Otoriter

Pro kontra perumusan omnibus law masih terus bergulir. RUU Cipta Lapangan Kerja atau yang sekarang dipangkas penyebutannya menjadi RUU Cipta Kerja menjadi topik yang paling banyak dipermasalahkan sejauh ini. Melalui pantauan Netray di sosial media Twitter dan pemberitaan online, masyarakat khususnya kelas buruh merasa dirugikan dengan beberapa poin yang terdapat dalam RUU tersebut. Namun dengan berbagai dalih mempermudah masuknya investasi, pemerintah terus mengupayakan RUU tersebut agar diselesaikan secepatnya.
Untuk melihat perkembangan topik terkait perumusan omnibus law, Netray memantau pembahasan topik tersebut di media pemberitaan online sejak awal Januari. Netray juga menelusuri pembahasan topik ini di Twitter untuk mengetahui respon masyarakat terkait perumusan omnibus law sampai pertengahan Februari ini.
Omnibus Law untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Omnibus Law adalah undang-undang yang dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus sehingga menjadi lebih sederhana. Saat ini, pemerintah tengah menyusun dua draf omnibus law yaitu RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Ekonomi dan RUU Cipta Lapangan Kerja yang ditargetkan rampung pada Januari. Namun, omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja atau yang sekarang dipangkas penyebutannya menjadi Cipta Kerja masih terkendala dalam sejumlah poin ketenagakerjaan , yaitu soal upah minimum, outsourcing, pekerja asing, uang pesangon, jam kerja, dan sanksi.

Potret Demo Buruh Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja
Dari pantauan Netray di media pemberitaan online terkait topik omnibus law, tercatat bahwa aksi demo masa buruh beberapa kali terjadi. Mereka menolak omnibus law RUU Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah karena dianggap merugikan para buruh. Beberapa kekhawatiran para buruh dalam perumusan RUU tersebut adalah soal upah minimum yang akan beralih jadi upah per jam dan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan dipermudah karena jumlah pesangon bakal dihapus. Selain itu, RUU baru tersebut juga mendukung perekrutan karyawan dengan masa kontrak tanpa batas waktu dan mengizinkan outsourcing.
Gelaran aksi sserikat buruh tidak hanya berpusat di depan gedung DPR Senayan Jakarta, melainkan juga terjadi di berbagai daerah seperti Aceh, Batam, Surabaya, hingga Semarang. Aksi penolakan dari para buruh setidaknya sudah terjadi selama empat kali, yaitu pada 13, 15, 20 Januari, hingga 12 Februari 2020.
Polemik Draf RUU Cipta Kerja
RUU Ominbus Law Cipta Kerja diserahkan ke DPR RI pada 12 Februari 2020. Berkas tersebut diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk selanjutnya dibahas kembali bersama 7 Komisi DPR RI sebelum disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, pada 17 Februari masyarakat kembali dikejutkan dengan pemberitaan terkait draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. Dalam draf RUU pemerintah dapat mencabut undang-undang (UU) lewat peraturan pemerintah (PP).

Pemberitaan terkait draf RUU Cipta Kerja tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan. Namun, pimpinan DPR hingga Menko Polhukam Mahfud MD sepakat menganggapnya sebagai salah ketik karena Undang-Undang seharusnya tidak bisa diubah dengan PP atau Perpres kecuali melalui Perppu.

Netray kemudian menelusuri pembahasan topik omnibus law hingga diskusi lebih lanjut terkait RUU Cipta Kerja di Twitter selama bulan Februari 2020. Berikut pantauan Netray.
Pembahasan Topik Omnibus Law di Twitter

Pembahasan topik omnibus law selama seminggu terakhir (14-20 Februari 2020) didominasi oleh sentimen negatif. Hal tersebut dapat dilihat dari pergerakan sentimen negatif yang hampir selalu mengungguli sentimen positif. Bahkan, pada 18 Februari ketika warganet banyak membahas topik ini, sentimen negatif menunjukkan angka paling tinggi. Dari penelusuran Netray, diketahui bahwa warganet banyak mempersoalkan draf RUU Cipta Kerja yang diduga salah ketik oleh sejumlah petinggi dan pimpinan DPR.
Untuk mengetahui lebih lanjut bahasan warganet di Twitter terkait topik tersebut, berikut Netray sajikan saringan kumpulan kosa kata yang paling banyak muncul dalam cuitan warganet.

Dari kumpulan kosa kata di atas dapat diketahui bahwa topik utama yang paling banyak dibahas warganet adalah omnibus (law), dan (ruu) cipta kerja/ ciptaker/ cilaka. Sementara objek yang menjadi persoalan adalah buruh/pekerja, pemerintah/negara, dan rakyat pada umumnya. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, pembahasan topik ini bermuatan negatif. Hal ini dapat dibuktikan dari munculnya kata tolak dan menolak di tiga deretan kosa kata yang paling banyak muncul. Bahkan, tagar #omnibuslawsampah pun masuk dalam deretan utama kosa kata yang paling banyak muncul. Ini juga membuktikan bahwa tagar tersebut banyak digunakan warganet untuk menyuarakan ketidaksetujuannya dalam pembahasan topik omnibus law. Kata cipta di deretan pertama juga menunjukkan bahwa rumusan omnibus law yang paling banyak tidak disetujui adalah ruu cipta kerja.

Tagar #omnibuslawsampah sejauh ini sudah digunakan dalam 5,216 cuitan oleh 3,670 warganet yang sebagian besar cuitannya bersentimen negatif. Tagar tersebut memuncak pada 18 Februari dan masih terus digunakan hingga saat ini.


Melalui tagar tersebut, warganet mengungkapkan kekecewaanya terhadap kebijakan pemerintah dalam perumusan omnibus law. Isu salah ketik draf RUU Cipta Kerja yang muncul pada 18 Februari menambah ramai pembahasan topik ini di Twitter. Warganet curiga jika dugaan salah ketik tersebut hanyalah untuk mencari alasan. Selain itu, seperti yang sejak awal menjadi polemik, warganet juga terus mempermasalahkan soal RUU Cipta Kerja yang dinilai pro investasi, rugikan buruh, lingkungan hidup, dan umat islam terkait sertifikasi makanan halal di Indonesia.
Diskusi Warganet di Twitter
Beberapa poin yang menjadi bahasan populer sebagian besar warganet di Twitter adalah soal aturan baru RUU Cipta Kerja yang dianggap ramah kepada investor namun merugikan buruh, perkara salah ketik PP dapat mengubah atau menggantikan UU, dan regulasi sertifikasi halal.
Ramah Investasi, Ancam Kesejahteraan Buruh
Sejak mulanya, beberapa poin terkait ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja yang dirancang untuk mendorong masuknya investor justru dirasa merugikan tenaga kerja atau kaum buruh. Demo yang terjadi beberapa kali menjadi bukti bahwa aturan tersebut banyak ditolak oleh masyarakat. Berikut bebarapa cuitan populer warganet yang khawatir terhadap kesejahteraan para buruh.




Perkara Salah Ketik PP Dapat Mengubah UU
Selain memperjuangkan hak para buruh, warganet juga menyuarakan kecurigaan terhadap dugaan salah ketik draf RUU Cipta Kerja yang di dalamnya PP dapat mengubah UU. Perkara salah ketik dalam draf RUU tersebut bahkan menggiring opini warganet terhadap dugaan pemerintahan otoriter karena presiden memiliki kuasa di atas segala lembaga dan dapat berlaku sewenang-wenang.


Sertifikasi Halal MUI Diserahkan pada Ormas
Persoalan baru yang mencuat di pertengahan Februari terkait omnibus law adalah soal regulasi sertifikasi makanan halal. Dalam draf RUU Cipta Kerja disebutkan bahwa penetapan kehalalan suatu produk juga dapat dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) Islam. Sebelumnya, otoritas sertifikat halal dipegang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Regulasi baru tersebut membuat warganet khawatir sebab ormas Islam di Indonesia cukup banyak. Apabila kehalalan suatu produk ditentukan oleh ormas Islam, maka kemungkinan perbedaan pendapat dapat saja terjadi. Hal ini mengingat penentuan hilal untuk melaksanakan puasa pun seingkali terjadi perbedaan pendapat antara ormas yang satu dengan yang lainnya.

Perlu Dikaji Ulang
Pada akhirnya, atas beberapa polemik yang terus berkembang dalam perumusan omnibus law RUU Cipta Kerja ini beberapa lembaga dan masyarakat sepakat untuk dilakukan pembahasan dan pengkajian ulang.

Usaha pemerintah dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi tentu baik, namun jangan sampai kebijakan baru yang digagas untuk mempermudah masuknya investasi tersebut justru mengancam kesejahteraan buruh. Selain itu, pengkajian ulang dirasa sangat perlu mengingat isu dugaan salah ketik dalam poin PP dapat mengubah UU saat ini sudah melebar pada opini soal pemerintah otoriter.
Jaringan Percakapan Warganet
Berikut adalah jaringan percakapan warganet dalam pembahasan topik omnibus law di Twitter selama 14-20 Februari 2020.

Kumpulan jaringan akun dengan titik hijau di bagian atas menunjukkan adanya satu kesatuan topik berupa penggunaan tagar #omnibuslawsampah. Sementara di bagian bawah terdapat jaringan dengan titik warna putih yang mendominasi. Titik ini menunjukkan kesatuan topik omnibus law yang menjadi pembahasan warganet.
Dalam pembahasan topik omnibus law terlihat akun @DPR_RI, @DavidGosal4, @karniilyas, @mohmahfudmd, @jokowi, @msaid_didu, @haris_azhar, @TirtoID, hingga @psi_id. Akun-akun tersebut banyak disebut dan muncul dalam diskusi topik ini dengan muatan sentimen negatif. Sementara penggunaan tagar #omnibuslawsampah dalam sekumpulan jaringan hijau di atas diramaikan oleh akun @QiraniAyara, @RMNg_Sadewo02, @HAdhiprojo, @sorotnews dan beberapa akun lain.
-
Gaungan Legalisasi Ganja Dari Riset Hingga Ekspor

Pro kontra legalisasi ganja di Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Meski belum mendapat titik terang, pemerintah kembali melakukan pertimbangan terkait legalisasi tersebut. Terlebih setelah kasus Fidelis mencuat menjadi perbincangan publik pada tahun 2017. Fidelis menjadi narapidana terkait kepemilikan ganja yang ia tanam untuk mengobati istrinya Riawati yang menderita penyakit syringomyelia. Meski setelah tes urine dirinya negatif narkoba namun ia tetap ditahan. Fidelis resmi ditahan pada 19 Februari 2017 oleh BNNK Sanggau, Kalimantan Barat. Sepeninggalan Fidelis ke penjara, kondisi Yeni berangsur-angsur menurun dan dia meninggal pada 25 Maret 2017 . Setelah kasus tersebut mencuat, legalisasi ganja terus menjadi perbincangan publik. Hal tersebut juga dipicu berbagai negara yang telah melegalkan ganja.
Belum lama ini seorang Anggota DPR Komisi VI Rafly Kande dari PKS mengemukakan pendapatnya terkait kebijakan untuk mengekspor ganja. Ide tersebut diusung sebagai upaya mengentas kemiskinan, terutama dibeberapa wilayah di Indonesia. Melihat potensi Indonesia memiliki kualitas ganja yang menjadi salah satu terbaik di dunia hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Akan tetapi kebijakan tersebut kembali mendapat respon pro dan kontra dimasyarakat. Berikut hasil pantauan Netray.

Netray memantau perbincangan terkait legalisasi ganja di Indonesia sejak tanggal 29 Januari sampai dengan 13 Februari 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 8.324 cuitan terkait isu legalisasi ganja dengan dominasi cuitan bersentimen negatif. Ganja menjadi tumbuhan yang kontroversi, meski secara medis tumbuhan ini sebenarnya kaya manfaat. Akan tetapi, penyalahgunaan menyebabkan tumbuhan ini di Indonesia digolongkan kedalam Psikotropika golongan I yang berarti dilarang keras.


Berdasarkan pantauan Netray perbincangan tersebut memuncak pada tanggal 07 Februari 2020, pada tanggal tersebut ditemukan 1.517 cuitan. Hal tersebut disebabkan debat seru terkait legalisasi ganja dalam acara yang dipandu oleh Rosiana Silalahi yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Acara yang tayang pada tanggal 06 Februari 2020 tersebut kemudian menyita perhatian warganet. Adapun beberapa tokoh yang menjadi narasumber dalam acara tersebut diantaranya, Anggota DPR Komisi VI Rafly Kande dari PKS, Pandji Pragiwaksono, Dhira Narayana, dan Arman Depari.


Meski mendapat pro dan kontra dimasyarakat ganja perlu dilihat sebagai komoditas melalui ilmu pengetahuan dan sains. Kandungan dan manfaat ganja dapat diketahui secara pasti apabila dilakukan sebuah riset yang berizin dari pemerintah. Sementara itu, penelitian mengenai ganja yang telah lebih dulu dilakukan diketahui bahwa ganja memiliki 600 senyawa kimia yang bermanfaat untuk medis.
Tanggapan Warganet


Cuitan di atas menunjukkan pro dan kontra terkait ekspor ganja yang sempat diusulkan oleh Rafli anggota DPR fraksi PKS. Pendapat tersebut kemudian dibantah oleh Hidayat Nur Wahid yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ke-2. Melalui cuitannya Hidayat Nur Wahid menyampaikan teguran keras yang didapat oleh Rafli akibat usulan ekspor ganja tersebut. Kemudian Rafli menarik usulan tersebut dan meminta maaf. Berbeda halnya dengan akun @Atjehsultane yang cuitannya dinilai pro dan menganggap tanaman tersebut penuh manfaat baik.


Sebagai rumah bagi para aktivis ganja Lingkar Ganja Nusantara atau biasa disebut LGN merupakan komunitas yang berupaya mengadvokasi dan mengedukasi mengenai tanaman ganja. Komunitas ini mengangkat isu kontroversial, yakni legalisasi ganja. Dhira Narayana selaku Ketua LGN juga sempat menjadi panelis di acara Potensi Ganja Aceh sebagai Strategi Pengentas Kemiskinan. Dalam hal ini ganja dilihat melalui kacamata ekonomis guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Gaungan mengenai ijin untuk melakukan riset terhadap ganja pun terus dilakukan. Dalam hal ini ganja dilegalkan bukan sebagai rekreasi melainkan untuk pengobatan atau kebutuhan medis. Selain itu, ganja dapat dipandang sebagai komoditi ekspor yang perlu ditinjau kembali manfaatnya.

Dalam jaringan percakapan tersebut terlihat akun @LGN_ID, @pandji, @KompasTV, dan @DhiraNarayana. Akun-akun tersbut menjadi akun yang paling banyak ditag oleh warganet dalam cuitan mereka mengenai ganja.
Legalisasi ganja di Indonesia masih terus menjadi polemik. Indonesia masih menggolongkan ganja dalam narkotika golongan I diantara negara lainnya yang telah melegalkan ganja baik untuk penggunaan medis bahkan legal sepenuhnya. Dalam hal ini pemerintah dirasa perlu mengkaji kembali terkait manfaat tumbuhan ganja dan memandangnya dalam berbagai sudut, baik kegunaan medis maupun sebagai komoditi ekspor yang dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.
-
Tren Pembahasan Produk Perbankan di Twitter Selama Januari

Bank memiliki fungsi utama untuk menghimpun dan menyalurkan dana. Selaras dengan hal tersebut, munculah beragam produk perbankan dengan berbagai manfaat yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat, seperti layanan kredit, transfer, tabungan, uang elektronik, deposito, maupun giro. Masing-masing produk bank tersebut memiliki keunggulan dan tingkat risiko yang berbeda-beda sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkannya dengan bijak.
Netray memantau respon masyarakat terhadap beberapa produk bank yang beredar di masyarakat selama bulan Januari 2020. Dari pantauan ini, dapat diketahui jenis produk bank yang sedang ramai dibahas dan bagaimana perkembangan topik tersebut selama bulan Januari 2020. Berikut pantauan Netray.
Kata Kunci
Netray memantau beberapa produk bank seperti berikut; e-money, deposito, internet banking, kartu kredit, kpr, kredit bank, mobile banking, pinjaman online (pinjol), reksa dana, dan sms banking.
Top Words
Berikut adalah kumpulan kosakata populer yang paling sering muncul dalam cuitan warganet ketika membahas produk bank selama bulan Januari 2020.

Kata deposito, kredit, kartu, dana, bank, reksa, investasi, saham, banking, dan pinjol menjadi Top 10 kata yang paling banyak muncul. Apabila dikaitkan dengan produk bank, dapat disimpulkan sementara bahwa, deposito, kartu kredit, reksa dana, mobile banking, pinjol merupakan produk bank yang paling sering dibicarakan warganet Twitter selama bulan Januari 2020. Lebih jelasnya, berikut uraian Netray untuk 5 produk perbankan yang paling banyak dibicarakan di Twitter.
1. Deposito
Deposito merupakan produk simpanan sejenis investasi sederhana dari bank yang menjanjikan suku bunga tetap dengan jangka waktu tertentu. Sebagai ganti dari tingkat bunga yang cukup tinggi, dalam jangka waktu tersebut pemilik deposito sepakat untuk tidak menarik atau mengakses uang yang didepositokan. Deposito menjadi produk bank yang paling banyak dibicarakan warganet selama bulan Januari 2020. Berikut infografik pembahasan topik deposito di Twitter.


Pembahasan topik deposito mengalami naik turun yang cukup fluktuatif selama bulan Januari 2020. Meskipun secara umum sentimen positif lebih banyak daripada sentimen negatifnya, pergerakan sentimen tidak selalu didominasi oleh sentimen positif.
Topik deposito sering muncul ketika warganet membahas daftar keinginan, seperti pada 1 Januari ketika warganet membahas resolusi 2020 hingga pada 11 Januari ketika akun @ohmybeautybank menanyakan barang apa saja yang diinginkan warganet dalam seserahan.



Pada pertengahan Januari, topik ini banyak dibahas dengan muatan negatif. Hal ini terkait isu korupsi yang sedang marak berhembus selama bulan Januari, seperti Jiwasraya hingga Asabri. Warganet khawatir isu korupsi tersebut akan berdampak pada deposito milik nasabah.

Bahkan, muncul pula kasus dugaan korupsi aset deposito yang menyangkut beberapa bank sehingga menambah keruh kekhawatiran warganet terkait kelancaraan berinvestasi melalui deposito.


2. Kartu Kredit
Selain deposito, produk bank yang sering dibicarakan warganet pada bulan Januari adalah kartu kredit. Produk bank ini juga banyak diminati karena nasabah dapat menggunakannya sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai dengan sistem meminjam bank terlebih dahulu. Berikut infografik pembahasan topik kartu kredit di Twitter.


Topik kartu kredit hampir selalu didominasi oleh sentimen negatif selama bulan Januari 2020. Pergerakan topik ini mulai mengalami peningkatan pada 28 Januari hingga memuncak pada 31 Januari 2020 dengan sentimen negatif jauh mengungguli sentimen positif.
Pada 31 Januari, warganet banyak membahas topik kartu kredit dengan tagar #FIFADAsemuapastiada. Tagar tersebut diinisiasi oleh e-commerce FIFADA yang memberikan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit.
Cuitan negatif warganet terkait kartu kredit cukup banyak pada akhir Januari. Hal ini terkait pengalaman buruk warganet yang pernah menggunakan kartu kredit sehingga memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi.

Meskipun demikian, tetap ada saja warganet yang tertarik untuk membuat kartu kredit seperti berikut.

3. KPR
Produk perbankan yang juga menarik perhatian warganet adalah KPR. KRR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan fasilitas pembiayaan berupa kredit untuk memiliki rumah. Berikut infografik pembahasan topik KPR di Twitter pada bulan Januari.


Pembahasan topik KPR mengalami peningkatan pada 28 Januari hingga memuncak pada 29 Januari 2020 dengan sentimen positif jauh mengungguli sentimen negatif. Namun sentimen negatif mengambil alih mengungguli sentimen positif pada 30-31 Januari 2020.
Topik terkait KPR naik pada 29 Januari terkait isu penghapusan DP Rp 0 pada KPR yang disampaikan oleh Erick Thohir dalam sebuah podcast yang dibagikan oleh akun media @detikfinance.
Sentimen negatif untuk topik KPR memuncak pada 30 Januari terkait cuitan yang dibagikan oleh @tsatsiaaa. Cuitan ini mendapat banyak tanggapan warganet yang ingin ikut membagikan pengalamannya ketika mengambil KPR.
4. Reksa Dana
Sejak beberapa waktu terakhir, topik reksa dana juga menyita perhatian warganet. Layanan pengelolaan dana bagi sekumpulan investor dalam instrumen-instrumen investasi yang dapat dibeli melalui bank dan pasar modal ini juga sedang banyak dilirik selain deposito. Berikut pembahasan topik reksa dana pada bulan Januari 2020.


Topik reksa dana mengalami naik turun yang cukup signifikan. Dari kurva di atas terlihat bahwa sentimen positif dan negatif menyebar dan tidak saling mendominasi. Pada 9-12 Januari topik ini lebih banyak memuat sentimen positif. Hal ini terkait beberapa cuitan warganet yang membahas reksa dana sebagai salah satu investasi favorit.

Sementara di akhir Januari sentimen negatif justru lebih unggul daripada sentimen positif. Hal ini terkait isu saham gorengan yang kerap berhembus pada Januari seiring kasus Jiwasraya yang ramai dibicarakan pada Januari 2020.

5. Mobile Banking
Produk bank selanjutnya yang juga banyak disebut warganet selama bulan Januari 2020 adalah mobile banking. Mobile banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi perbankan melalui ponsel atau smartphone. Total warganet membahas topik ini selama bulan Januari adalah 357 cuitan.


Topik mobile banking banyak memuat sentimen negatif. Topik ini banyak dibahas di akhir Januari dengan sentimen positif lebih unggul pada 29-30 Januari. Namun, sentimen negatif mengalami kenaikan tajam dan memuncak pada 31 Januari 2020 terkait layanan mobile banking yang sedang bermasalah.


Penutup
Pada bulan Januari 2020, deposito masih menjadi trend pembahasan warganet Twitter terkait produk perbankan. Deposito hampir selalu masuk dalam daftar keinginan warganet, baik dalam resolusi awal tahun maupun tiap pertanyaan yang memuat daftar keinginan. Selain deposito, pembahasan warganet terkait produk perbankan juga tak lepas dari aktivitas kredit. Oleh karena itu, produk perkreditan yang ditawarkan bank seperti Kartu Kredit dan layanan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) banyak dibicarakan warganet. Kemudahan transaksi yang disuguhkan kartu kredit menjadi candu bagi peminatnya namun sekaligus menjadi momok bagi warganet yang takut terlilit utang karena tidak bisa memanfaatkannya dengan bijak. Begitu pula dengan KPR. Banyak warganet generasi muda yang mulai merencanakan KPR sebelum menikah sehingga diskusi terkait proses pengajuan hingga pengalaman buruk ber-KPR sering muncul dalam cuitan warganet.
Meskipun bukan murni produk perbankan, Reksa Dana kini juga banyak dilirik warganet. Kemudahan pembelian instrumen investasi melalui bank ini menjadi salah satu alasan Reksa Dana mulai banyak dibicarakan sebagai alternatif lain dari deposito. Begitu pula dengan layanan Mobile Banking yang semakin mempermudah para nasabah untuk mengecek saldo dan melakukan transfer tanpa harus ke bank atau ATM. Di era digital yang serba cepat ini, Mobile Banking semakin banyak diminati bahkan mampu menggeser peran SMS Banking maupun Internet Banking.
Demikian pantauan Netray terkait beberapa produk perbankan yang sedang menjadi tren pembahasan pada Januari 2020.
-
Ekonomi Indonesia di Awal Tahun 2020: Bagaimana Tanggapan Warganet?

Sepanjang tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,02 persen. Hal tersebut dianggap tidak mudah ditengah ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi sepanjang tahun lalu. Meski dianggap stabil hal ini menjadi catatan agar di tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh besar dibanding tahun sebelumnya. Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan tersebut dibutuhkan adanya reformasi struktural dalam negeri, baik pajak, investasi, dan UMKM yang menjadi tugas berat pemerintah. Reformasi tersebut dianggap dapat menarik dana asing dan menciptakan lapangan pekerjaan baru demi terciptanya ekonomi yang baik.
Infografik Pandangan Masyarakat Terhadap Isu Ekonomi Terkini
Netray memantau perbincangan warganet terkait isu ekonomi terkini sepanjang bulan Januari 2020. Diketahui sepanjang bulan tersebut perbincangan warganet didominasi dengan cuitan bersentimen negatif.


Berdasarkan pantauan @netrayID terlihat puncak cuitan yang terjadi pada beberapa waktu, diantaranya 07 dan 30 Januari 2020. Diketahui perbincangan warganet pada akhir Januari mulai memuncak sejak tanggal 28 Januari hingga 31 Januari.
Puncak Cuitan Warganet Twitter
- 07 Januari 2020


Pada awal tahun ini, publik dihebohkan dengan pemberitaan Badan Usaha Milik Negara PT Jiwasraya gagal membayar polis JS Saving Plan milik nasabah yang mencapai triliunan rupiah. Diketahui Jiwasraya sejak tahun 2004 telah mengalami permasalahan.Bahkan hingga tahun ini keuangan Jiwasraya tak kunjung membaik. Aset perusahaan tercatat senilai Rp 23,26 triliun, akan tetapi kewajibannya mencapai angka Rp 50,5 triliun. Ekuitas negatif Rp 27,24 dan liabilitas produk JS Saving Plan mencapai Rp 15,75 triliun.
Hal tersebut kemudian menarik perhatian warganet hingga pada tanggal 07 Januari 2020 perbincangan terkait topik tersebut mencapai 1,319 cuitan. Selain itu, pada tanggal ini perbincangan terkait masuknya kapal China di Natuna juga hangat diperbincangkan. Masyarakat merasa geram terkait keberadaan kapal asing tersebut dan berharap pemerintah dapat bertindak tegas.
2. 30 Januari 2020


Puncak cuitan selama Januari terjadi pada 30 Januari 2020. Pada tanggal tersebut ditemukan sebanyak 2,772 cuitan. Setelah skandal Jiwasraya mencuat ke publik pada bulan ini Asabri juga menjadi perhatian publik. Masyarakat mencium aroma skandal yang terjadi di perusahaan milik pemerintah tersebut. Akan tetapi, Dirut Asabri mengecam tudingan tersebut dan menegaskan keamanan Asabri dan terjamin.

Banyaknya kasus gagal pembayaran asuransi dan investasi menyebabkan sebanjang Januari perbincangan warganet semakin memuncak. Seperti halnya investasi bodong Memiles yang juga terungkap pada Januari 2020 yang tidak sedikit memakan korban.
Penyelesaian skandal Jiwasraya masih berlanjut hingga akhir bulan Januari. Hingga DPR RI memutuskan untuk membentuk Panitia Kerja terkait kasus tersebut. Dalam hal ini OJK sebagai lembaga independen juga ikut dievaluasi. Setelah beberapa tersangka ditetapkan terkait penyelesaian kasus tersebut, Erick Thohir selaku Menteri BUMN memastikan pengembalian dana nasabah Jiwasraya akan dimulai pada akhir Maret 2020.
Top Initiator

Pada topik ini akun @msaid_didu menjadi Top Initiator. M said Didu merupakan mantan komisaris PT Bukit Asam Tbk. Ia memiliki karir yang cukup cemerlang sebelum akhirnya mundur sebagai aparatur sipil negara. Diketahui sebelum mengundurkan diri ia kerap melayangkan kritik pada pemerintah. Pada topik terkait pandangan masyarakat terkait ekonomi terkini namanya kembali muncul sebagai Top Initiator.

Tidak hanya seputar topik skandal Jiwasraya, pada bulan ini masyarakat juga dihebohkan dengan masuknya kapal asing ke perairan Indonesia. Nama M Said Didu muncul dan mencuitkan tanggapannya terkait masuknya kapal China diperairan Natuna. Pemerintah seolah tidak tegas karena China merupakan salah satu investor negara, kemudian ia mengajak publik untuk menilai tindakan pemerintah tersebut. Hal senada juga dicuitkan oleh Susi Pudjiastuti, namanya juga masuk sebagai Top Initiator. Selaku Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan ia merasa berang melihat masuknya kapal asing ke wilayah teritorial Indonesia dan pemerintah justru meminta agar tak meributkan pelanggaran kedaulatan oleh China yang dikhawatirkan dapat mengganggu investasi yang berdampak pada pembangunan dan perekonomian negara.
Kosa Kata Populer

Sepanjang bulan Januari 2020 kata Investasi, Jiwasraya, Asuransi, China, Natuna, dan Investor menjadi kosa kata populer. Hal tersebut disebabkan beberapa peristiwa yang terjadi sepanjang bulan ini. Kata investasi dan asuransi tentu berkaitan dengan skandal Jiwasraya. Sedangkan kata investor, China, dan Natuna juga saling berkaitan pada bulan ini. Hal tersebut berkaitan dengan masuknya kapal China di perairan Natuna yang justru tidak ingin dipermasalahkan oleh pemerintah karena dikhawatirkan akan mengganggu investasi. Tidak hanya itu kata China juga terkait kasus merebaknya virus Corona yang tidak hanya menggemparkan dunia dan juga berdampak pada perekonomian.
Pada tahun ini pemerintah berupaya untuk menggenjot investasi untuk membangun Indonesia. Hal tersebut juga menuai pro kontra dari masyarakat. Masyarakat menilai pemerintah hanya mementingkan dana asing dan investasi sementara masyarakat merasa tertindas akan kepentingan tersebut. Belum lagi terkait kasus Jiwasraya yang berdampak ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Opini Publik

Skandal Jiwasraya menjadi Top Issue sepanjang bulan Januari. Perbincangan terkait topik ini terus bergulir, tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj juga angkat bicara. Ia mengatakan kegagalan perusahaan asuransi milik negara Jiwasraya dan beberapa perusahaan lainnya yang juga terindikasi merupakan catatan buruk pengelolaan industri asuransi di Indonesia. Ia menyayangkan kejadian tersebut karena dapat berdampak pada distrust atau ketidakpercayaan masyarakat pada industri asuransi.

Nasabah Jiwasraya merasa senang terkait perkembangan penyelesaian kasus tersebut. Namun mereka juga berharap mendapat kepastian terkait pengembalian dana nasabah. Meski demikian, Erick Thohir selaku Menteri BUMN telah memastikan pengembalian dana tersebut yang akan dimulai pada akhir Maret mendatang.
Jaringan Percakapan

Berdasarkan jaringan percakapan tersebut terlihat akun @jokowi, @erickthohir, @KemenBUMN, dan akun-akun lainnya yang kerap ditandai oleh warganet. Selaku Menteri BUMN nama Erick Thohir menjadi media darling sejak diungkapnya beberapa skandal yang terjadi di tubuh BUMN, dari Garuda hingga Jiwasraya.
Penutup
Tahun 2019 ditutup dengan pertumbuhan ekonomi diangka 5,02 persen. Meski tidak tumbuh dengan angka yang signifikan, angka tersebut dianggap cukup baik ditengah ketidakpastian ekonomi global yang terus terjadi sepanjang tahun lalu. Awal tahun menjadi catatan buruk terkait skandal yang terungkap di tubuh PT Jiwasraya. Perusahaan BUMN tersebut tidak mampu membayar saving plan nasabah yang mencapai triliunan rupiah. Tidak hanya itu, sederetan perusahaan lainnya milik BUMN terindikasi mengalami permasalahan yang sama. Hal tersebut menyebabkan sepanjang awal tahun 2020 pandangan masyarakat terkait perekonomian Indonesia didominasi oleh perbincangan bersentimen negatif. Hingga akhir bulan Januari topik terkait Jiwasraya masih menjadi perbincangan hangat warganet. Warganet berharap kasus tersebut dapat segera diselesaikan secara terbuka. Selain itu, masuknya kapal milik China di perairan Natuna juga menjadi topik perbincangan warganet. Akan tetapi, pemerintah justru mengambil sikap yang dinilai lunak, dan berharap masyarakat tidak meributkan hal tersebut. Mengingat China merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia. Hal tersebut yang kemudian membuat anggapan warganet semakin negatif terhadap pemerintah.
-
Polemik WNI Eks ISIS, Minta Pulang?

Pemberitaan mengenai rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS ke tanah air menuai banyak polemik di kalangan masyarakat online. Beberapa statement dari warganet mengungkapkan bahwasanya, keputusan untuk memilih bergabung dengan ISIS merupakan keputusan pribadi, lantas kenapa sekarang meminta untuk dipulangkan. Oleh karena itu di sosial media twitter muncul tagar seperti #tolakpulangkankombatanisis, #tolakeksisis, dan #cabutstatuswniproisis, beberapa tagar tersebut trending di sosial media waktu lalu.
Netray @netray.id, mencoba melakukan pemantauan dari awal bulan Februari sampai tanggal 7 Februari 2020. Seperti apa reaksi warganet terkait topik tersebut ya? simak yuk uraian berikut.
Impression, Persebaran Pengguna, dan Perangkat

Gambar 1. Cuitan warganet terkait topik rencana pemulangan WNI eks ISIS ini mendapat impression sebanyak 347 ribu dengan total potensi topik ini pada twitter sebanyak 141,2 juta kali. Pada gambar di atas pengguna dengan jenis kelamin laki-laki lebih mendominasi daripada perempuan. Mayoritas warganet menuliskan cuitannya menggunakan mobile phone.
Grafik Puncak Cuitan

Gambar 2. 
Gambar 3. Gambar 2. grafik mulai tanggal 1 sampai 7 Februari 2020. Pantauan selama tujuh hari menghasilkan data sebanyak 35,210 cuitan. Puncak grafik terjadi pada 6 Februari 2020 seperti pada gambar 3 di atas. Sebanyak 13,171 cuitan warganet membahas terkait topik tersebut. Pada hari kamis, bahasan cuitan warganet mengenai dukungan untuk Presiden Jokowi yang menolak untuk memulangkan 600 WNI eks ISIS ke Indonesia.
Kurva Pergerakan Sentimen

Gambar 4. Garis kurva pada gambar 4 membentuk gerakan yang memuncak dengan puncaknya pada 6 Februari 2020. Hasil pantauan memperlihatkan bahwa cuitan warganet terkait topik pemulangan WNI eks ISIS didominasi dengan cuitan sentimen negatif sebanyak 17,766 kalah berbanding jauh dengan cuitan sentimen positifnya yang hanya 7,179 cuitan.
Top Word dan Top Inisiator

Gambar 5. Kata “isis” dan “indonesia” berukuran paling besar diantara kata lainnya. Hal itu sudah pasti kedua kata tersebut menjadi top word, karena topik pembahasan terkait dengan kedua kata tersebut. Sedangkan untuk top inisiator urutan pertama ditempati oleh akun @yusuf_dumdum yang paling sering menuliskan cuitan terkait topik bahasan. Berikut beberapa cuitan penolakan warganet terkait rencana pemulangan WNI eks ISIS.
Sepakat dengan Putusan Pribadi Bapak Jokowi

Gambar 6. 
Gambar 7. 
Gambar 8. Gambar-gambar di atas kumpulan dari keseluruhan cuitan warganet yang menunjukkan rasa penolakannya dengan ungkapan sepakat terhadap ucapan penolakan pribadi Presiden RI Bapak Joko Widodo.
Informasi WNI ISIS Membakar Paspor dan KTP Indonesia

Gambar 9. 
Gambar 10. 
Gambar 11. Cuitan penolakan warganet dengan dasar pembahasan pembakaran paspor WNI ISIS. Diketahui berdasarkan informasi pemberitaan yang menyebar bahwa beberapa WNI yang tergabung ISIS sengaja membakar paspor mereka di depan forum dunia. Menurut para warganet, tindakan tersebut menunjukkan bahwa mereka para WNI ISIS tidak mau pulang ke Indonesia dan akan setia mengabdi pada ISIS. Berikut gambar jaringan percakapan warganet terkait topik WNI ISIS.

Gambar 12. Pusat jaringan percakapan tersebut ialah akun sosial media Kementerian Agama Indonesia @Kemenag_RI yang paling sering disebut juga ditandai oleh warganet. Selain itu terdapat juga akun sosial media, portal berita Detik @detikcom dan BBC Indonesia @BBCIndonesia yang juga sering ditandai oleh warganet.
Pemberitaan Online Rencana Pemulangan WNI Eks ISIS
Pantauan Netray pada pemberitaan online, tidak hanya pada twitter terkait rencana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia.

Gambar 13. Selama satu minggu terakhir, topik rencana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia diberitakan sebanyak 909 kali oleh 69 portal media pemberitaan. Sentimen positif mendominasi pemberitaan untuk topik ini.

Gambar 14. Topik rencana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia mulai naik ke media pada 5 Februari 2020 dengan total 189 artikel berita. Pergerakan kurva berita online didominasi dengan kurva positif sebanyak 698 artikel dan kurva negatif sebanyak 187 artikel berita.
Awal Mula Pemberitaan

Gambar 15. Gambar di atas merupakan awal mula artikel berita yang diberitakan oleh beberapa portal berita pada 6 Februari 2020. Tanggal dimana paling banyak berita mengenai pembahasan rencana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. Masih menjadi polemik pemerintah atas rencana tersebut, banyak pihak pro serta kontra, sehingga perlu menjadi pertimbangan matang untuk memutuskan memulangkan apa tidak.
Suara Hati Warganet Akan Kekhawatiran Negara +62
Reaksi warganet dengan rencana pemulangan WNI eks ISIS yang paling gencar disuarakan oleh Menteri Agama RI Bapak Fachrul Razi ini ternyata menuai penolakan keras dari masyarakat dan warganet. Bagaimana tidak terjadi penolakan keras, sebab warganet merasa khawatir akan keadaan bangsa Indonesia apabila WNI eks ISIS tersebut kembali ke tanah air. Seperti diketahui ISIS mendidik pengikutnya untuk bersikap radikal dengan pemahaman agama yang keras. Tidak hanya itu banyak kejadian bom di Indonesia juga karena anggota ISIS radikal. Hal itulah yang menjadi kekhawatiran juga ketakutan para warganet, karena sejatinya para warganet hanya ingin hidup damai di negara tercinta Republik Indonesia. Namun semua kembali pada keputusan pemerintah, karena sebuah keputusan besar yang diambil oleh pemerintah sudah pasti dipikirkan secara matang untuk kebaikan semua pihak. Semoga kedamaian serta kesejahteraan selalu menyelimuti, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
-
Fore Coffe di Mata Warganet Seperti Apa?

Bisnis olahan kopi memang sedang banyak diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu brand kopi yang mulai unjuk gigi ialah Fore Coffe. Mengangkat tema alam, Fore Coffe mempunyai tujuan untuk membahagiakan setiap orang yang meminum kopinya, seperti alam yang senantiasa membahagiakan setiap makhluk hidup. Netray mencoba memantau brand Fore Coffe di media sosial Twitter dan Instagram. Bagaimana tanggapan konsumen terkait produk Fore Coffe, berikut hasil pantauan Netray.
-
Naik Gojek Apa Grab Nih?

Perkembangan digital terus melesat hingga ke ranah transportasi. Ojek online merupakan salah satu produk digital di bidang transportasi yang kini akrab di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Gojek dan Grab menjadi dua brand yang paling populer dalam hal ini.
-
Polemik Penghapusan Tenaga Honorer

Penghapusan tenaga honorer yang telah disepakati pemerintah menjadi polemik dimasyarakat. Komisi II DPR RI dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah sepakat untuk meniadakan pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya mengenal dua jenis status kepegawaian secara nasional, yaitu PNS dan PPPK.
Diterapkannya kebijakan tersebut menuai pro dan kontra hingga kemudian menjadi ramai dipemberitaan. Berikut hasil pantauan Netray.

Netray memantau pemberitaan terkait isu tersebut sejak tanggal 20 Januari 2020 s.d 03 Februari 2020. Dalam kurun waktu tersebut ditemukan sebanyak 720 pemberitaan dengan 79 total media. Sementara itu, sebanyak 89% kategori terkait isu tersebut mengenai pemerintahan, diikuti kategori pendidikan sebanyak 8%. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya tenaga pengajar di berbagai wilayah di Indonesia yang juga mengandalkan tenaga honorer.


Pemberitaan terkait penghapusan tenaga honorer memuncak pada tanggal 23 Januari 2020. Pada tanggal tersebut terdapat 121 total pemberitaan. Berikut beberapa pemberitaan pada tanggal tersebut.

Kebijakan tersebut menyebabkan polemik di masyarakat. Bagaimana tidak jika faktanya sebagian besar instansi pemerintah banyak dibantu oleh tenaga honorer. Hal tersebut bahkan memenuhi segala sektor instansi milik pemerintah, baik tenaga kesehatan, lembaga administrasi, hingga sektor pendidikan. Tidak sedikit masyarakat yang berpendapat apabila tenaga honerer dihapus dapat menyebabkan lumpuhnya pendidikan dibeberapa wilayah.


Terlihat Top Person pada topik ini yaitu Tjahjo Kumolo selaku Menteri dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo. Demikian halnya dalam Top Organization, keduanya merupakan lembaga yang dipimpin oleh Tjahjo Kumolo dan Arif Wibowo. Komisi II DPR RI berharap agar seleksi CPNS formasi khusus tenaga honorer tetap dilaksanakan. Akan tetapi, para tenaga honorer juga mengeluhkan terkait adanya batas usia maksimal yang ditentukan.

Jawa Pos National Network menjadi portal pemberitaan yang paling banyak menerbitkan terkait penghapusan tenaga honorer. Tidak hanya ramai dipemberitaan, perbincangan terkait kebijakan tersebut pun ramai di media sosial Twitter.


Perbincangan terkait topik tersebut memuncak pada 28 Januari 2020. Pada tanggal tersebut terdapat 151 cuitan. Putusan tersebut menuai pro kontra dikalangan warganet. Berikut beberapa cuitan warganet.


Penghapusan tenaga honorer menjadi putusan yang kontroversi. Terlebih mereka berharap adanya pengangkatan untuk menjadi PNS setelah masa pengabdian yang lebih dari 5 tahun. Peran honerer dalam berbagai instansi pemerintah terbilang tidak mudah. Tidak sedikit dari mereka yang kabarnya mendapat upah kecil. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi permasalahan. Itulah sebabnya pemerintah berharap dengan tidak adanya lagi perekrutan honerer diharap pegawai yang bekerja di lembaga pemerintahan merupakan ASN yang terjamin kemampuannya dengan kesejahteraan yang ditanggung oleh negara.
-
Eksistensi Bimbel Online: Ruangguru, Zenius, atau Quipper?

Tidak sekadar kebutuhan, bimbel online kini telah menjadi tren di kalangan pelajar. Selain pengemasan yang lebih segar dan menarik, bimbel online juga lebih efektif karena tidak terikat waktu dan tempat. Netray memantau 3 brand bimbel online yang sampai saat ini akrab di kalangan pelajar Indonesia: Ruangguru, Zenius, dan Quipper.
-
Polemik Revitalisasi Monas: Akhirnya Dihentikan

Setelah awal Januari 2020 lalu DKI ramai disorot publik akibat banjir yang melanda, kini di akhir Januari Pemprov DKI kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, publik ramai-ramai menyoroti proyek Revitalisasi Monas pada pertengahan Januari lalu. Pasalnya, proyek yang dipimpin Anies Baswedan ini tidak mengantongi izin dari pusat. Permintaan penghentian proyek telah dilakukan oleh DPRD DKI sejak diketahui bahwa proyek tersebut tidak sesuai prosedur. Namun, pembangunan tetap dilaksanakan hingga menimbulkan kontroversi di jagat maya Twitter. Kegeraman warganet Twitter pun tertuang dalam sejumlah tagar provokatif, seperti #TolakRevitalisasiMonas hingga #Polisikan4nies yang menjadi trending beberapa waktu terakhir.
Netray memantau perkembangan topik ‘revitalisasi monas’, baik dari sudut pandang media pemberitaan maupun warganet Twitter pada periode 16-30 Januari 2020.

Selama dua minggu terakhir, topik Revitalisasi Monas diberitakan sebanyak 873 kali oleh 47 portal media pemberitaan. Sentimen negatif mendominasi pemberitaan untuk topik ini.

Topik Revitalisasi Monas naik ke media pada 16 Januari 2020 dengan total tiga artikel yang diterbitkan oleh Tempo.
Awal Mula



Koalisi Pejalan Kaki di lingkungan Monas meragukan program penghijauan atau penambahan Ruang Terbuka Hijau yang dijanjikan Anies karena banyaknya pohon yang ditebang dalam proyek Revitalisasi Monas. Namun pihak Anies mengklaim bahwa pohon yang ditebang akan ditanam lagi nantinya. DPRD DKI Jakarta pun memanggil Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) terkait penebangan 190 pohon di kawasan selatan Monas tersebut.
Revitalisasi kawasan Medan Merdeka dan Tugu Nasional (Monas) telah dilakukan sejak November 2019 dan ditargetkan rampung pada Desember 2019. DPRD DKI telah menyetujui anggaran revitalisasi Monas sebesar Rp 114,47 miliar karena ada kaitannya dengan penyelenggaraan Formula E.
DPRD DKI Sidak ke Kawasan Revitalisasi
Pada 20 Januari Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan sidak ke kawasan selatan Monas. Sekretaris Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Pandapotan Sinaga merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan urgensinya revitalisasi Monas. Menurutnya, pembangunan Plaza Selatan Monas tak sesuai dengan kondisi saat ini. Terkait hal tersebut, DPRD DKI pun meminta pengerjaan proyek dihentikan.
Polemik PT Bahana Prima Nusantara
PSI melaporkan proyek Revitalisasi Monas ke KPK atas kecurigaannya terhadap kejanggalan kontraktor PT Bahana Prima Nusantara pada 23 Januari 2020. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana menyoroti lokasi PT Bahana Prima Nusantara yang dirasa tidak meyakinkan karena diduga berada di kawasan perkampungan. Justin juga mempertanyakan jadwal lelang yang sangat mepet. Namun, laporan PSI yang di dalamnya juga termuat dugaan korupsi tersebut ditolak KPK lantaran kekurangan bukti dokumen.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Heru Hermawanto mengungkapkan, PT Bahana Prima Nusantara yang menggarap proyek revitalisasi Monas bukan kontraktor abal-abal. PT Bahana Prima memang menyewa kantor di Jalan Nusa Indah, nomor 33, RT 01, RW 07, Ciracas, Jakarta Timur sehubungan dengan surat menyurat perizinan. Namun, alamat kantor utama PT Bahana Prima Nusantara dikatakan berada di Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat.
Belum Ada Izin, DPRD dan Mensesneg Minta Pembangunan Dihentikan
Polemik proyek Revitalisasi Monas kembali memuncak pada 28 Januari 2020. Diberitakan media bahwa, Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan izin dari Kementerian Sekretaris Negara dalam proyek tersebut. Ketua Komisi D DPRD DKI pun meminta pemerintah untuk menunda sementara proyek tersebut karena belum mendapatkan rekomendasi dari Mensetneg.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyurati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi Monas. Pasalnya, Anies belum mengantongi izin untuk menjalankan proyek revitalisasi tersebut. Anies harus tetap mengikuti prosedur jika ingin menjalankan proyek revitalisasi Monas. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan proyek revitalisasi monas melenceng dari konsep awal ketika proses penganggaran di DPRD DKI. Setelah dilakukan pengecekan dan perundingan, Revitalisasi Monas akhirnya disetop sementara mulai 29 Januari 2020 hingga menunggu keputusan lebih lanjut.
Respon Warganet Terkait Revitalisasi Monas
Selain heboh di media pemberitaan, polemik Revitalisasi Monas juga ramai dibahas oleh warganet Twitter.

Cuitan warganet yang membahas proyek Revitalisasi Monas mencapai seribu lebih dengan dominasi sentimen negatif.

Isu ini berhembus di Twitter pada 18 Januari 2020, dua hari setelah diberitakan oleh Tempo di media.

Kontroversi Revitalisasi Monas terus bergulis di Twitter hingga memunculkan tagar #RevitalisasiMonas untuk mewadahi segala bentuk keresahan dan bagi pendapat terhadap polemik Revitalisasi Monas. Bahkan, tagar provokatif #Polisikan4nies sempat menjadi trending pada 30 Januari 2020 lalu. Dalam tagar tersebut warganet menyampaikan kegeramannya terhadap Gubernur Anies Baswedan yang dirasa sudah keterlaluan karena tetap menjalankan proyek tanpa izin.


Gemparnya pemberitaan terkait Revitalisasi Monas yang dinilai tidak sesuai prosedur menyebabkan warganet membanjiri akun Pemprov DKI dan Anis Baswedan dengan cuitan bersentimen negatif. Warganet menyayangkan tindakan Anies Baswedan dengan kebijakannya yang justru mengurangi ruang hijau di tengah Ibu Kota. Selain meminta Anies mengganti pepohonan yang telah disingkirkannya, warganet juga mengingikan gubernur tersebut dilaporkan dan diproses oleh pihak yang berwajib.
Demikian, pantauan Netray terkait isu hangat yang sedang bergulir. Semoga menjadi evaluasi.
Home Home









