-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Provider Favorit Netizen: Telkomsel vs Smartfren

Penggunaan smartphone tidak lepas dari kartu perdana yang digunakan sebagai alat untuk mengakses internet . Kartu perdana yang hadir dipasaran pun cukup beragam dengan berbagai penawaran yang menarik. Kecepatan dan kemudahan untuk berselancar di dunia maya menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen dalam mengakses internet. Netray mencoba mencari tahu provider favorit netizen dengan membandingkan Telkomsel dengan Smartfren. Netray memantau dua brand tersebut dimulai pada 13 Maret 2020 s.d 19 Maret 2020. Berikut hasil pantauan Netray.
Telkomsel

Berdasarkan pantauan Netray dapat diketahui jumlah Impression hingga hingga Potential Reach. Adapun total cuitan keyword Telkomsel mencapai 16.6K dengan didominasi cuitan bersentimen negatif. Berikut grafik cuitan Telkomsel periode 13 Maret 2020 s.d 19 Maret 2020.


Melalui grafik tersebut terlihat perbincangan warganet terkait Telkomsel memuncak pada tanggal 16 Maret 2020. Perbincangan warganet pada tanggal tersebut meninggi dipengaruhi oleh kebijakan yang diluncurkan oleh pihal Telkomsel, yaitu memberikan bonus akses 30gb kuota internet bagi pengguna Telkomsel untuk mengakses Zenius dan Ruangguru. Hal tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah yang tengah menerapkan gerakan #SocialDistance sehingga sebagian besar sekolah-sekolah di beberapa wilayah Indonesia telah diliburkan. Oleh sebab itu, pihak Telkomsel mendukung kebijakan tersebut demi memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan memberi akses belajar online gratis.


Pada tanggal tersebut cuitan warganet mencapai 3,363 cuitan. Perbincangan warganet seputar kebijakan tersebut membuat warganet, khususnya pelajar merasa senang dan berterima kasih pada Telkomsel. Meski demikian secara keseluruhan pada periode ini Telkomsel didominasi cuitan bersentimen negatif, mengapa demikian? berikut beberapa cuitan warganet terkait Telkomsel.

Cuitan negatif tersebut dipengaruhi oleh sebagian pelanggan Telkomsel yang melakukan complain di media social Twitter. Melalui pantauan Netray sebagian besar warganet mengeluhkan jaringan Telkomsel yang kurang stabil. Berikut tanggapan warganet pelanggan Telkomsel yang puas dengan pelayanan Telkomsel dan mempengaruhi jumlah cuitan positif brand ini.

Smartfren

Pada periode yang sama, Netray memantau provider Smartfren. Melalui gambar di atas dapat diketahui hasil pantauan Netray. Berbeda halnya dengan Telkomsel, pada periode ini Smartfren didominasi oleh cuitan bersentimen positif.


Berdasarkan pantauan Netray terlihat perbincangan terkait Smartfren memuncak pada tanggal 17 Maret. Pada tanggal tersebut sebagian warganet membahas terkait peluncuran kartu perdana Smartfren 10N+. Seperti halnya Telkomsel, peluncuran tersebut juga berkaitan dengan COVID-19 yang tengah meluas di Indonesia dan gerakan Social Distance yang dihimbau pemerintah. Peluncuran tersebut menjadi bentuk dukungan provider Smartfren untuk pelanggan setianya sehingga dapat tetap mengakses internet meski tengah mengkarantina diri.


Terlihat pada tanggal tersebut perbincangan warganet terkait Smartfren mencapai 1.206 cuitan. Peluncuran tersebut merupakan bentuk dukungan Smartfren terhadap program pemerintah untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19. Meski demikian, Smartfren tetap memperoleh sentimen negatif terkait beberapa keluhan warganet. Adapun cuitannya adalah sebagai berikut.

Permasalahan terkait jaringan menjadi salah satu masalah utama yang kerap menjadi sasaran complain pelanggan Smartfren. Permasalahan tersebut juga menjadi pengaruh utama sentimen negatif pada brand ini. Akan tetapi, Smartfren juga memiliki tingkat kepuasan pelanggan yang cukup mepengaruhi total sentimen positif pada periode pantauan Netray.

Telkomsel vs Smartfren

Penelusuran Netray terkait Telkomsel dan Smartfren dimulai pada tanggal 13 Maret 2020 s.d 19 Maret 2020. Pada periode tersebut bertepatan dengan semakin meluasnya wabah COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai Pandemik. Dalam hal ini pemerintah menerapkan kebijakan untuk masyarakat melakukan gerakan Social Distancing atau menjauhi keramaian. Dengan demikian sebagian besar sekolah pun ikut dinonaktifkan dan digantikan dengan tugas atau belajar dari rumah. Telkomsel mendukung gerakan pemerintah tersebut dengan cara bekerja sama dengan Zenius dan Ruangguru. Telkomsel memberi akses paket gratis sebesar 30gb sehingga siswa dapat tetap terfasilitasi untuk belajar secara online. Demikian halnya Smartfren yang juga mendukung gerakan Social Distancing meluncurkan perdana 10N+ yang juga banyak menawarkan benefit yang menarik pada penggunanya.
Meski keduanya memiliki sentimen negatif terkait beberapa keluhan pelanggan namun kedua provider tersebut berupaya untuk memberikan layanan terbaik. Terlihat keduanya mendukung gerakan pemerintah dengan memberikan kemudahan akses internet meski tengah beraktivitas di rumah.
Semoga pandemi Covid-19 ini segera selesai, dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti biasa
-
Netizen dan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) berdasarkan amanat UU NO. 24/2011. BPJS Kesehatan merupakan salah satu dari lima program Sistem Jaminan Sosial Nasional yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. BPJS Kesehatan merupakan salah satu bentuk dari Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Sebelumnya BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan dahulu bernama Jamsostek. Sebagai BHMN BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan tugasnya langsung dipertanggung jawabkan kepada Kepala Negara atau Presiden.

Netray memantau laman Facebook akun BPJS Kesehatan untuk menemukan bagaimana tanggapan dari netizen terhadap BPJS Kesehatan. Monitoring tersebut dimulai 01 Maret 2020 s.d 20 Maret 2020

Gambar di atas menunjukan hasil laporan selama periode monitoring Netray. Berdasarkan hasil pantauan tersebut ditemukan 30 postingan dengan jumlah menyukai mencapai 111.1k dan postingan tersebut didominasi sentimen positif.

Adapun Peak Time Post terjadi pada tanggal 02 Maret 2020 pukul 17:00. Pada tanggal tersebut terdapat 3 postingan dengan 1 bersentimen positive dan 2 diantaranya neutral. Sedangkan Peak Time Comment terjadi pada 09 Maret 2020 dengan total 149 comment, 38 Sentiment Positive, 70 Sentiment Neutral, dan 41 Sentiment Negative. Peak Time Comment tersebut terjadi pukul 18:00. Berikut grafik sentiment trend post dan sentiment trend comment.



Laman BPJS Kesehatan pada 02 Maret 2020 juga mengunggah terkait pencegahan penyebaran COVID-19 dan pada 09 Maret 2020 mengunggah jumlah peserta JKN-KIS. Kedua unggahan tersebut menjadi pemicu terjadinya peak time post dan peak time comment pada tanggal tersebut.

Tidak hanya isu terkait COVID-19 melainkan juga perbincangan terkait batalnya kenaikan iuran BPJS yang ditetapkan oleh MA menjadi topik perbincangan netizen di laman tersebut. Tidak sedikit netizen bertanya terkait keabsahan pemberitaan tersebut.

Selain memantau laman BPJS Kesehatan di Facebook, Netray juga memantau tiga grup berbagi informasi di Facebook terkait BPJS Kesehatan. Ketiga akun tersebut memuat diskusi terkait informasi mengenai BPJS Kesehatan.



Berdasarkan pantauan Netray, grup BPJS Kesehatan (Tanya Jawab Seputar JKN) menjadi grup yang memiliki total member terbanyak. Selain memiliki jumlah member terbanyak grup tersebut juga menjadi grup yang memiliki total unggahan mencapai 667 unggahan selama masa periode pantauan Netray. Grup sharing tersebut menjadi ruang publik untuk netizen yang ingin bertanya dan berbagi informasi terkait pelayanan BPJS Kesehatan.

Dengan menggunakan kata kunci ketiga grup tersebut dan satu laman BPJS Kesehatan Netray menemukan 5 Topik terkait BPJS Kesehatan dengan Top Words pada setiap topik. Topik 2 menjadi topik yang memiliki persentase pembahasan terbesar, yakni dengan total 45%.


Melalui pantauan Netray dalam Topik 2 ditemukan perbincangan dengan didominasi bersentimen negatif dengan Top Tag ditempati oleh Kritik. Dengan demikian hal tersebut sesuai dengan sentimen negatif yang mendominasi topik tersebut.


BPJS Kesehatan menjadi Top Entity dan Top Page pada topik ini. Laman BPJS Kesehatan memiliki peran untuk membagikan informasi kepada warganet Facebook.


Finance Insurance menjadi Top Category dalam pembahasan terkait BPJS Kesehatan. Adapun Top Grup pada topik ini ditempati oleh BPJS Kesehatan (Tanya Jawab Seputar JKN). Berdasarkan pantauan Netray grup tersebut menjadi grup paling aktif membagikan informasi. Meski bukan merupakan grup resmi, grup tersebut memiliki jumlah member terbanyak.

Pertanyaan seputar pelayanan dan fasilitas terkait BPJS Kesehatan menjadi pembahasan oleh netizen yang membutuhkan informasi. Dengan adanya ruang grup tersebut memudahkan masyarakat untuk saling bertukar informasi seputar BPJS Kesehatan. Hal tersebut terlihat melalui Top Post pantauan Netray.

Selain bertukar informasi terkait pelayanan BPJS Kesehatan, netizen Facebook juga banyak membahas terkait topik terkini, seperti halnya Virus Corona yang penyebarannya tengah meluas di Indonesia, selain topik tersebut batalnya kenaikan iuran BPJS oleh MA juga menjadi perbincangan hangat warganet Facebook.
-
Kebijakan Pemerintah Dalam Menangani Covid-19

Penyebaran virus Corona kian meluas sejak diumumkannya pasien positif pertama di Indonesia pada tanggal 02 Maret 2020. Hingga per 16 Maret 2020 ditemukan sebanyak 134 kasus dengan total sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan sembuh. Mengingat semakin meluasnya penyebaran virus tersebut mengharuskan pemerintah segera mengambil tindakan. Pemerintah pusat menghimbau masyarakat untuk melakukan gerakan social distance atau menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang. Social Distance berfungsi untuk mengkarantina diri sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.
Meluasnya penyebaran virus Corona di Indonesia pemerintah daerah juga ikut menentukan sikap. Sebelum Presiden RI menghimbau masyarakat untuk melakukan Social Distance, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah lebih dulu menginisiasi untuk menutup kegiatan-kegiatan di DKI Jakarta. Pendapat tersebut disampaikannya pada awal Maret, dengan realisasi pembatasan izin keramaian yang dimulai pada akses moda transportasi Trans Jakarta, MRT, dan LRT yang hanya akan beroperasi pukul 06.00 hingga pukul 18.00. Kebijakan tersebut dinilai mengarah pada tindakan lockdown yang kemudian menuai pro kontra di masyarakat, khususnya DKI Jakarta.

Netray melakukan penelusuran dengan menggunakan kata kunci #GerakanSocialDistancing, #lockdown, dan #InaSOSCorona. Berdasarkan ketiga kata kunci tersebut Netray menemukan sebanyak 40.9M Potential Reach, 139.2K total Impression, dengan cuitan didominasi bergender laki-laki.


Perbincangan terkait kebijakan pemerintah tersebut memuncak pada 16 Maret 2020. Presiden RI Joko Widodo menghimbau masyarakat untuk melakukan gerakan Social Distance. Berbeda halnya dengan kebijakan Anies Baswedan yang justru dinilai mengarah pada tindakan lockdown. Meski demikian, Anies juga tidak dapat menyampaikan secara gamblang. Mengingat ketetapan untuk menerapkan kebijakan Lockdown bukan merupakan wewenang Pemprov melainkan Pemerintah Pusat. Terlebih, kebijakan Anies tersebut justru menghadirkan permasalahan baru. Terbatasnya jumlah moda transportasi justru menyebabkan antrean yang sangat panjang.


Menyikapi penyebaran Covid-19 Pemerintah Pusat mendeklarasikan tindakan Social Distancing yang merupakan tindakan menghindari keramaian. Himbauan tersebut disampaikan oleh Jokowi pada 15 Maret 2020. Ia menghimbau agar rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, tetap produktif dan meningkatkan kewaspadaan sehinggap penyebaran Covid-19 dapat dihambat dan distop. Masyarakat Indonesia dihimbau untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah. Selain itu, ia menegaskan inilah saatnya masyarakat Indonesia untuk bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, bersatu padu, bergotong royong. Sehingga permasalahan Covid-19 dapat terselesaikan.

Pemerintah Pusat mempertimbangkan untuk melakukan lockdown, dan memilih untuk menerapkan Social Distancing. Berbeda halnya dengan kebijakan yang lebih dulu diterapkan oleh Anies Baswedan yang justru menuai pro kontra di masyarakat. Penumpukan penumpang akibat dibatasinya moda transportasi justru menimbulkan keramaian baru yang justru berpotensi menyebarkan Covid-19. Selain itu, masyarakat menilai kebijakan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendahului kebijakan Pemerintah Pusat.

Berdasarkan pantauan Netray terlihat akun @aniesbaswedan paling banyak ditandai oleh warganet. Dalam menyikapi Covid-19 Pemerintah Pusat tidak dapat langsung mengambil tindakan untuk menerapkan Lockdown di Indonesia. Pemerintah khawatir tindakan untuk langsung me-lockdown justru akan berdampak besar pada perekonomian Indonesia.
-
Gerakan Menolak Omnibus Law Cipta Kerja

Pada tanggal 12 Februari 2020 pemerintah menyerahkan draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja kepada DPR RI. Adapun tujuan Omnibus Law salah satunya adalah memotong prosedur yang dapat menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, hal tersebut justru dirasa sebaliknya oleh kalangan pekerja yang justru merasa dirugikan akan beberapa pasal dalam RUU sapu jagat tersebut.

Sejak diserahkannya draf tersebut serikat para pekerja telah beberapa kali melakukan aksi penolakan. Aksi tersebut tidak hanya terjadi Ibu kota melainkan dibeberapa wilayah seperti, Aceh, Batam, Surabaya, Semarang, hingga Yogyakarta. Perbincangan terkait penolakan tersebut pun terus bergulir di media sosial seperti Twitter.


Perbincangan terkait topik Omnibus Law terus memuncak di Twitter hingga tanggal 09 Maret 2020. Hal tersebut berkaitan dengan terjadinya aksi #GejayanMemanggil pada tanggal yang sama. Aliansi Rakyat Bergerak kembali melayangkan Mosi tidak percaya pada pemerintah menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi serupa sebelumnya telah dilakukan pada akhir tahun 2019 menolak RUU KPK dan RKUHP.
Pemerintah menegaskan tidak ada pasal titipan dalam Omnibus Law. Akan tetapi, masyarakat masih merasa pasal-pasal dalam Omnibus Law tersebut tidak berpihak pada pekerja justru berpihak pada investor. Beberapa pasal yang menjadi polemik diantaranya sebagai berikut.
● Pasal tenaga kerja asing
● Pasal pekerja kontrak
● Pasal alih daya/outsourcing
● Pasal jam kerja
●Pasal upah minimum
● Pasal kecelakaan kerja

Berdasarkan pantauan @netray ditemukan sebanyak 10.350 cuitan warganet Twitter. Pada tanggal tersebut gaungan #GejayanMemanggil kembali terjadi. Aksi yang berpusat di Jln. Affandi atau dikenal dengan Jln. Gejayan tersebut kembali menyuarakan penolakan. Permasalahan dalam Omnibus Law tersebut tidak hanya ketidakberpihakan pemerintah terhadap para pekerja melainkan ketidakberpihakan pada lingkungan. Hal tersebut yang menyebabkan penolakan semakin keras digaungkan.


Dalam topik Omnibus Law terlihat beberapa kosa kata seperti, menolak, merapat, merusak, ekologi, gejayan, dan beberapa kosa kota lainnya. Selain itu, terlihat beberapa akun yang menjadi Top Initiator pada topik ini. Selain akun media, Akun-akun yang menjadi Top Intitiator dalam topik Omnibus Law justru merupakan akun yang setuju terkait kebijakan Omnibus Law, seperti akun @jesostro, @spakenata, dan akun @AjiRomli. Berikut beberapa cuitan akun tersebut.


Akun tersebut justru menyuarakan persetujuannya terkait kebijakan Omnibus Law dengan mengangkat tagar #GejayanGerakanProvokasi. Mereka menganggap kebijakan pemerintah sudah tepat dan tentunya bersebrangan dengan akun-akun lainnya yang meyuarakan penolakan mereka terhadap Omnibus Law.


Percepatan pembangunan ekonomi Indonesia dikatakan menjadi tujuan utama bagi pemerintah. Hal tersebut mengharuskan pemerintah mempermudah masuknya investasi. Akan tetapi, hal tersebut justru menjadi bumerang bagi masyarakat Indonesia. Keuntungan yang didapat dari investasi dinilai tidak sebanding dengan kerusakan alam dan nasib para pekerja.

Dalam hal ini akun @jokowi atau Joko Widodo selaku Presiden RI menjadi akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Omnibus Law yang dinilai mengancam lingkungan dan kesejahteraan buruh dirasa perlu dikaji ulang. Meskipun pemerintah tidak hanya memiliki kewajiban untuk mempercepat pembangunan tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian pengkajian ulang terhadap Omnibus Law dirasa perlu dilakukan agar mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
-
Umroh Dilarang, Kenapa?

Merebaknya virus corona mempengaruhi semua aspek pemerintahan di belahan negara di dunia ini. Kabar terbaru ialah munculnya larangan umroh dari pemerintah Arab Saudi untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut. Berikut pantauan Netray, terkait pemberitaan tersebut dalam sudut pandang media berita dan masyarakat. Pantauan dilakukan selama satu pekan, periode tanggal 26 Februari 2020 – 3 Maret 2020.
NEWS
Terdapat 1,189 artikel pemberitaan terkait larangan umroh oleh Arab Saudi. Pemberitaan tersebut diterbitkan oleh 82 portal berita yang berbeda selama periode pengambilan data 26 Februari 2020 – 3 Maret 2020. Pembahasan media didominasi oleh kategori pemerintahan (government) sebanyak 66,78%.
Peak Time

Gambar 1. Topik larangan umroh oleh pemerintah Arab Saudi, mulai naik ke media pada 27 Februari 2020 pukul 17.00, terkait isu menyebarnya virus corona yang sudah menyentuh Timur Tengah, pemberitaan ini diterbitkan oleh Republika dengan sentimen positif. Puncak pemberitaan terjadi 27 Februari 2020 dengan mayoritas pemberitaan bersentimen positif sebanyak 648 artikel berita dan 224 artikel berita bersentimen negatif.
Pada 27 Februari 2020 sebanyak 508 artikel berita dengan puncak pemberitaan pada pukul 17.00 sampai 18.00 WIB. Pembahasan berita terkait tanggapan Menteri Agama yang menghormati keputusan Arab Saudi untuk larangan umroh. Terdapat pula keputusan AMPHURI terkait larangan umroh, dan cerita beberapa jamaah umroh asal palembang yang tertahan di bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Gambar 2. Top Person, Top Organization, Top Facility

Gambar 3. Joko Widodo selaku presiden Republik Indonesia, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Fachrul Razi selaku Menteri Agama menjadi tokoh yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait penundaan sementara umroh dari Arab Saudi. Sementara lembaga dan organisasi yang paling banyak disorot adalah Pemerintah Arab Saudi, Indonesia, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kemudian fasilitas yang paling banyak disoroti ialah Masjid Nabawi, Bandara Soekarno-Hatta, dan Terminal 3 Bandara Soetta.
Top Portal

Gambar 4. Portal berita nasional yang paling banyak memberitakan topik terkait penundaan umroh oleh Arab Saudi adalah Detik dengan jumlah berita sebanyak 164 artikel berita. Republika berada di urutan kedua dengan jumlah 160 artikel dan ketiga ditempati oleh Tribun News sebanyak 69 artikel.
TWITTER
Topik penundaan atau larangan umroh yang dikeluarkan oleh Arab Saudi karena untuk meminimalisir penyebaran virus corona ini banyak diperbincangkan di media sosial. Terdapat sebanyak 5,906 cuitan dari akun warganet yang membahas topik ini di Twitter. Berikut gambar peak time cuitan warganet.

Gambar 5. Topik penundaan umroh ini mulai naik di Twitter sejak 27 Februari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB. Cuitan tersebut didominasi oleh cuitan dengan sentimen negatif. Berikut beberapa cuitan warganet pada pukul 16.00-17.00 WIB.

Gambar 6. Warganet membahas mengenai keputusan Arab yang menghentikan kunjungan umroh untuk beberapa waktu. Penundaan atau larangan umroh ini terkait merebaknya virus corona yang sudah menyerang negara di Timur Tengah. Sejak 27 Februari 2020, pembahasan terkait topik ini terus mengalami kenaikan. Puncak cuitan terjadi pada 28 Februari 2020 dengan total cuitan bersentimen negatif lebih banyak daripada cuitan bersentimen positifnya. Penelusuran Netray, warganet membahas pro kontra mengenai keputusan Arab Saudi untuk penundaan umroh tersebut.
Top Words dan Top Initiator
Berikut kosa kata yang sering muncul pada saat pembahasan mengenai penundaan umroh oleh Arab Saudi, dan akun yang paling banyak membahas topik ini.

Gambar 7. Arab, Saudi, Corona, Umroh, dan Virus menjadi entitas kosa kata yang paling sering muncul. Arab dan Saudi merupakan lokasi untuk tujuan ibadah umroh, juga sebagai kata utama yang memberitahukan penundaan umroh sementara waktu. Sedangkan virus corona merupakan alasan utama pemerintah Arab Saudi mengeluarkan pemberitahuan penundaan umroh. Hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran virus, ke daerah Arab Saudi dan sekitarnya.
Cuitan Positif dan Cuitan Negatif Warganet
Berikut beberapa cuitan populer warganet terkait topik larangan atau penundaan umroh dari Arab Saudi dengan nilai sentimen negatif dan positif.

Gambar 8. 
Gambar 9. Cuitan warganet di atas, rata-rata mendukung dan menerima keputusan Arab Saudi yang melarang sementara para jamaah untuk beribadah umroh di Tanah Suci. Hal tersebut karena kekhawatiran semakin menyebarnya virus corona, sehingga larangan itu upaya untuk meminimalisir penyebaran virus di Timur Tengah. Beberapa cuitan warganet dengan sentimen negatif merupakan kontra dengan keputusan Arab Saudi. Namun mayoritas cuitan negatif justru menyayangkan bahwasanya Indonesia dinilai malah membuka akses agar kunjungan luar Negeri tetap masuk ke Indonesia.
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
Pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati memang patut untuk diterpakan. Pasalnya penyebaran virus terkadang lebih cepat masuk dalam tubuh apabila tubuh memiliki daya tahan yang menurun. Oleh sebab itu, banyak ahli kesehatan menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dan pola hidup sehat, agar meniminalisir tertularnya virus tersebut. Semoga segalanya semakin membaik, lekas pulih dan sentosa.
-
Euforia JogjaROCKarta 2020

Minggu, 1 Maret 2020 konser musik rock bertajuk “Jogjarockarta” telah sukses diselenggarakan. Festival tahunan yang digelar promotor Rajawali Indonesia tersebut berlangsung di Stadion Kridosono Yogyakarta. Tidak hanya mengundang band rock lokal seperti Powerslavers, Kelompok Penerbang Roket, Navikula, hingga Godbless, panggung Jogjarockarta juga turut menyuguhkan band mancanegara sekelas Scorpion, Whitesnake, hingga The Hu.
Netray memantau pembahasan topik Jogjarockarta di media berita online dan Twitter pada 27 Februari-4 Maret 2020 untuk mengetahui antusiasme masyarakat dalam menyambut dan merayakan festival musik rock tersebut. Berikut penelusuran Netray.
Jogjarockarta di Media Berita Online


Topik Jogjarockarta mulai muncul di media pada 28 Februari 2020. Puncak pemberitaan topik ini terjadi pada 1-2 Maret dengan dominansi sentimen netral-positif. Hingga 4 Maret, topik Jogjarockarta masih diulas media meskipun jumlahnya sudah mulai surut.
Jogjarockarta di Media Sosial Twitter


Di Twitter, pembahasan topik Jogjarockarta didominasi oleh sentimen netral-positif. Cuitan terkait topik ini juga memuncak pada 1 Maret 2020, yaitu sebanyak 87 cuitan dalam sehari. Pembahasan topik masih terus berlanjut hingga dua hari pasca festival musik rock tersebut digelar. Dari pantauan Netray, warganet sudah mulai berhenti membahas topik ini pada 4 Maret 2020.
Kosakata Populer
Berikut adalah kumpulan kosakata populer yang paling banyak muncul dalam cuitan warganet ketika membahas topik Jogjarockarta.

Dalam pembahasan topik Jogjarockarta, warganet sering menggunakan tagar #JogjaROCKarta2020 sehingga frekuensi kemunculan tagar tersebut paling tinggi dalam pembahasan topik ini.
Melihat nama Scorpions dan Whitesnake yang turut masuk dalam deretan kosakata populer menunjukkan bahwa pembahasan topik Jogjarockarta sebagian besar menyasar pada penampilan kedua band mancanegara tersebut.
Kata mongolia pun masuk dalam deretan kosakata populer. Hal ini menyangkut pembahasan band The Hu asal Mongolia yang sedang naik daun hingga isu corona yang sempat menjadi kekhawatiran warganet.
Top Inisiator dan Top Portal Media
Berikut adalah top inisiator dan top portal media yang paling banyak membagikan informasi terkait topik Jogjarockarta.


Potret dan Video Populer
Berikut adalah beberapa potret dan video populer konser musik Jogjarockarta yang dibagikan warganet.

Review Jogjarockarta dari Warganet Twitter
Dari penelusuran Netray, pembahasan topik Jogjarockarta, baik dari media berita maupun Twitter didominasi oleh sentimen positif. Kepuasan warganet terhadap penyelenggaraan konser musik rock Jogjarockarta edisi keempat tersebut dapat diamati dari cuitan-cuitan berikut.
Bahkan, banyak warganet yang menyesal karena tidak turut serta menyaksikan pagelaran konser musik rock tersebut.
Dari sekian banyak cuitan terkait topik Jogjarockarta di Twitter hanya sedikit cuitan yang bersentimen negatif, yaitu soal fasilitas toilet dan kritik warganet terhadap portal berita yang salah menyebut nama personel band kesayangan mereka, Whitesnake.
Demikian pantauan Netray terkait topik Jogjarockarta selama periode 27-04 Maret 2020 di media berita online dan Twitter.
-
Covid-19 Pasien Positif Pertama Di Indonesia Hingga Kepanikan Masyarakat

Covid-19 atau Corona virus telah mewabah ke berbagai negara sejak pertama kali ditemukan pada Desember tahun lalu di Wuhan, China. Penyebarannya terus meluas hingga pada tanggal 02 Maret 2020 Presiden Indonesia resmi mengumumkan dua warga Indonesia yang positif terinfeksi virus tersebut. Sontak hal tersebut menyebabkan kepanikan masyarakat. Berikut hasil pantauan Netray.

Netray memantau perkembangan terkait topik Corona sejak 26 Februari 2020 s.d 03 Maret 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 134,026 cuitan terkait Corona dengan didominasi sentimen bercuitan negatif. Dilaporkan per Rabu 04 Maret 2020 Corona telah mewabah dan menyebar ke 77 negara dengan total infeksi sebanyak 94.225 dan jumlah kematian mencapai 3.214 jiwa secara global.


Perbincangan terkait Corona terus mencuat sejak mewabahnya virus tersebut ke berbagai negara. Adapun puncak perbincangan selama periode tersebut terjadi pada 02 Maret 2020. Pada tanggal tersebut Jokowi mengumumkan terkait dua warga negara Indonesia yang positif Corona. Kasus tersebut menjadi kasus Corona pertama di Indonesia.


Terlihat beberapa kosakata populer terkait topik Corona dan akun @CNNIndonesia yang menjadi Top Intitiator pada topik ini. Ditemukannya kasus Corona positif pertama di Indonesia menyebabkan kepanikan di masyarakat. Kepanikan tersebut mengakibatkan krisisnya masker dan handsanitizer yang biasanya tersedia di market-market ataupun apotek.


Sulitnya menemukan masker saat ini diakibatkan terjadinya penimbunan oleh beberapa oknum. Hal tersebut tentu semakin menambah keresahan masyarakat yang memang memerlukan masker untuk berkegiatan. Padahal penggunaan masker untuk mencegah Corona bukan tindakan yang tepat. Untuk dapat mencegah terinfeksi Corona kita dapat melakukan beberapa hal berikut.
● Sering mencuci tangan dengan sabun
● Gunakan masker bila flu atau batuk
● Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah
● Istirahat dan olahraga yang cukup
● Jangan mengkonsumsi daging yang belum dimasak
● Bila merasa batuk, pilek, dan sesak nafas segeralah mendatangi fasilitas kesehatan.
Beberapa tips di atas dapat dilakukan agar kita terhindar dari Corona. Hindari kepanikan yang berlebih yang justru semakin memperburuk keadaan. Pada tanggal 03 Maret 2020 warganet Twitter melayangkan tagar #StopPanikLawanCorona, tagar tersebut berhasil menjadi trending dengan jumlah cuitan mencapai 4,898. Berikut jaringan percakapan warganet.

Demikian hasil pantauan Netray terkait perkembangan terkait Corona Virus. Perang melawan Corona masih berlangsung di tiap negara yang terpapar. Meski demikian masyarakat diharap mampu untuk dapat mengantisipasi dengan lebih tenang. Dalam hal ini, Pemerintah juga menegaskan mengatasi permasalahan ini dengan serius. Semoga masyarakat di Indonesia tetap sehat dan aman.
-
Menilik Zero Waste Sebagai Gaya Hidup Kaum Millenial dan Gen Z

Setiap tahunnya sebanyak 8 ton sampah plastik dibuang ke lautan. Sayangnya hanya 9% dari plastik tersebut yang berakhir menjadi bahan daur ulang. Darurat sampah tidak hanya terjadi disuatu negara melainkan di tiap negara dibelahan dunia. Terlebih Indonesia yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Darurat sampah menyebabkan permasalahan yang berkelanjutan. Sampah yang dibuang ke aliran air atau sungai tentu akan menyebabkan pendangkalan atau bahkan penyumbatan. Belum lagi sampah yang berakhir dibuang ke lautan, tentu akan merusak ekosistem.
Penggunaan plastik sekali pakai yang digunakan masyarakat tidak sepadan dengan penanganan dan efek domino yang terjadi terhadap lingkungan. Bahkan daur ulang sebagai solusi yang ditawarkan pun belum sebanding dengan jumlah sampah yang tidak terdaur ulang. Itulah sebabnya gaya hidup Zero Waste belakangan bermunculan dan mulai dipopulerkan oleh para aktivis lingkungan. Bagaimana tanggapan warganet terkait gaya hidup yang belakangan dipopulerkan tersebut. Berikut hasil pantauan Netray.

Sedikitnya terdapat 246 cuitan yang berbicara terkait lingkungan. Zero Waste merupakan gaya hidup bebas sampah atau semua produk dapat digunakan kembali sehingga tidak ada sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Netray memantau perbincangan warganet terkait Zero Waste dimulai pada 01 Februari 2020 s.d 26 Februari 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 246 cuitan dengan didominasi cuitan bersentimen positif.


Perbincangan terkait Zero Waste memuncak pada tanggal 21 Februari s.d 22 Februari 2020. Hal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2020. Terjadinya kerusakan lingkungan akibat sampah plastik menyebabkan sebagian masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai atau dengan menerapkan gaya hidup Zero Waste. Zero Waste belakangan semakin dipopulerkan dengan kampanye mengganti kantong plastik sekali pakai dengan tas kain.
Dalam hal ini, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di setiap pusat perbelanjaan. Hal tersebut guna mengubah gaya hidup masyarakat. Selain itu, sebagian gerai makanan juga sudah tidak lagi menyediakan sedotan plastik. Apabila ingin menggunakan sedotan maka konsumen harus membawa sedotan sendiri. Biasanya sedotan tersebut berbahan dasar stainless atau bambu dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Berdasarkan gambar di atas terlihat beberapa kosa kata populer seperti sampah, gogreen, zero waste. Ketiga kosa kata tersebut juga berkaitan dengan beberapa dinas lingkungan yang berada di DKI Jakarta yang memiliki pasukan orange yang bertugas menjaga kebersihan lingkungan Ibu Kota.
Untuk dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat memang diperlukan keterlibatan pemerintah. Dalam hal ini pemerintah berperan aktif untuk dapat menekan industri dengan membuat peraturan yang ramah lingkungan. Pemerintah dapat membuat kebijakan untuk mengkontrol desain produk, kemasan, dan penentuan bahan yang digunakan.


Memulai gaya hidup Zero Waste tentu harus dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Metode zero waste adalah 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Rot (membusukkan sampah). Metode tersebut menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.
Selain 5R, langkah kecil untuk dapat memulai Zero Waste dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut.
- Memanfaatkan kembali barang yang tidak dipakai
- Mulai memilah sampah organik dan anorganik
- Membeli makanan secukupnya
- Think before you buy it
Keempat langkah diatas dapat mulai diterapkan sebagai wujud nyata kita menyanyangi bumi. Merawat bumi memang menjadi kewajiban bagi setiap manusia. Perilaku manusia modern dan urban kerap menyisakan permasalahan yang buruk terhadap lingkungan. Mulai dari daya beli yang meningkat hingga perilaku konsumtif.
Menerapkan gaya hidup Zero Waste menjadi salah satu upaya untuk kita sadari bahwa apa yang kita konsumsi berdampak pada lingkungan. Sudah selayaknya dan sepatutnya kita merawat Bumi yang menjadi tempat kita tinggal. Terlebih kaum muda yang harus lebih bersemangat dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk dapat merawat lingkungan guna keberlangsungan hidup yang lebih baik.
-
Pengaruh Isu Ketidaksejahteraan Buruh Terhadap Citra Brand Aice

Beberapa hari terakhir, aksi mogok kerja yang dilakukan oleh buruh PT Alpen Food Industry telah menyita perhatian warganet. Dari pemberitaan yang beredar, buruh Aice meminta hak-haknya yang selama ini tidak dipenuhi oleh perusahaan. Berbagai isu terkait duka lara pekerja di PT Alpen Food Industry pun seketika menyebar, mulai dari upah yang tidak sebanding dengan beban kerja hingga kesejahteraan buruh yang luput dari perhatian perusahaan. Berita tersebut seolah menjawab rasa penasaran warganet terkait harga es krim Aice yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga es krim serupa dari brand lain. Narasi untuk memboikot produk es krim ini pun ramai di Twitter hingga muncul tagar #BoikotAICE beserta potret aksi mogok buruh Aice.
Netray menelusuri pembahasan topik tersebut di Twitter selama seminggu terakhir, yaitu 21-28 Februari 2020. Bagaimana respon warganet terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh Aice? Lalu, apakah isu ini mempengaruhi citra brand Aice dan atau perusahaan PT Alpen Food Industry? Berikut pantauan Netray selengkapnya.
Infografik Pembahasan Topik Aice di Twitter

Selama seminggu terkahir, terdapat 5,087 cuitan yang membahas es krim Aice, baik mengulas produk maupun membahas isu terkait yang sedang berkembang. Cuitan terkait topik Aice mulai melonjak sejak 26 Februari 2020 hingga mencapai puncaknya pada 27 Februari dengan total 2,780 cuitan dalam sehari. Dari penelusuran Netray, lonjakan cuitan pada periode 26-28 Februari dipicu oleh munculnya aksi mogok buruh Aice yang menuntut kesejahteraan.
Topik yang Dibahas Warganet; Kualitas Produk Hingga Isu yang Beredar
Berikut adalah kumpulan kosakata populer yang kerap muncul dalam cuitan warganet ketika membahas topik Aice pada periode 21-28 Februari 2020.

Dari ilustrasi di atas dapat diketahui bahwa selain aice, warganet banyak menyebut kata makan, murah, kerja, krim, buruh, beli, dan enak. Dari deretan kosakata yang paling sering muncul ini dapat diketahui bahwa pembahasan topik Aice di Twitter selama seminggu terakhir berkaitan dengan persoalan kerja buruh dan kualitas produk yang dinilai murah dan enak. Kemudian di deretan kedua terdapat kata es krim, harga, pekerja, industry, food, dibalik, hamil, padahal, kondisi. Dikaitkan dengan topik Aice, kosakata tersebut mengarah pada pembahasan harga es krim dan hubungannya dengan kondisi pekerja Aice.
Deretan selanjutnya terdapat kata fess, walls, kasus, mogok, mochi, alpen, perusahaan, banget, dan pabrik. Munculnya brand kompetitor Walls dalam deretan kosakata populer ini menunjukkan bahwa pembahasan topik Aice pada akhir Februari mulai mengarah pada perbandingan brand. Apabila digambarkan, ilustrasi keterhubungan antartopik dalam pembahasan Aice di Twitter selama seminggu terakhir adalah sebagai berikut.

Topik 2 berisi pembahasan kualitas produk Aice tanpa dikaitkan dengan isu yang sedang bergulir. Topik 10 berisi pembahasan isu ketidaksejahteraan buruh Aice tanpa dikaitkan dengan kualitas produk Aice. Sementara Topik 1,4,3,7 dan topik-topik lain yang saling bersinggungan di tengah berisi pembahasan ketidaksejahteraan buruh Aice dan kaitannya dengan kualitas produk Aice di mata warganet. Cuitan-cuitan berisi simpati terhadap buruh dan dilema mengonsumi es krim Aice yang dirasa murah dan enak banyak ditemukan di Twitter.
Perkembangan Topik Aice di Twitter

Dari grafik di atas terlihat bahwa topik Aice mengalami kenaikan sejak 26 Februari 2020, yaitu sebanyak 874 cuitan dari yang sebelumnya hanya mencapai 77 cuitan pada 25 Februari. Dari penelusuran Netray, warganet mulai ramai membahas isu ketidaksejahteraan buruh Aice pada tanggal tersebut.


Kumpulan gambar berisi poster maupun tulisan tentang aksi mogok buruh Aice pun mulai bertebaran di Twitter pada 26 Februari.


Dari penelusuran Netray terkait awal mula isu ini masuk di Twitter ditemukan bahwa isu aksi mogok kerja buruh Aice sudah pernah dicuitkan oleh akun @AThanjer pada 24 Februari 2020.

Namun, cuitan ini tidak banyak mendapat tanggapan dari warganet. Bahkan sampai tanggal 25 Februari pembahasan topik Aice di Twitter masih belum menyinggung soal aksi mogok kerja buruh. Barulah pada tanggal 26 Februari isu ini ramai diperbincangkan di Twitter setelah akun @FOODFESS2 membagikan cuitan berisi tangkapan layar artikel tentang aksi mogok kerja buruh Aice.

Cuitan akun @FOODFESS2 tersebut pun banyak mendapat tanggapan dari warganet sehingga isu ini menyebar dengan mudah di Twitter. Sejak 26 Februari, pembahasan topik Aice pun berkaitan dengan permasalahan buruh pekerja yang menimbulkan simpati warganet.
Pengaruh Isu Ketidaksejahteraan Terhadap Sentimen Brand Aice

Isu ketidaksejahteraan buruh Aice hingga aksi mogok kerja yang menyebar di Twitter secara langsung berpengaruh pada sentimen brand Aice yang kemudian didominasi oleh sentimen negatif sejak 25 Februari 2020. Terlebih lagi, akun media seperti @tirto dan @asumsico ikut membahas isu ini pada 27 Februari sehingga cuitan terkait topik pun memuncak pada periode ini.


Dilema Warganet: Aice Enak dan Murah, Tapi?
Sebagian besar warganet dilema ketika menanggapi isu yang sedang beredar. Warganet yang sudah terlanjur menggemari es krim yang harganya ramah di kantong tersebut merasa miris mengetahui problematika buruh Aice.


Warganet Beramai-ramai Membongkar Sisi Buruk Aice
Setelah beredarnya isu ketidaksejahteraan buruh Aice, warganet pun beramai-ramai membongkar sisi buruk perusahaan es krim asal Singapura tersebut. Berbagai pengalaman warganet saat bekerja di bawah naungan PT Alpen Food Industry (AFI) pun dibagikan. Sebagian besar warganet membongkar sisi buruk PT AFI dalam cuitannya seperti berikut.


Warganet Boikot Aice; Mogok Makan Es Krim Aice
Setelah muncul isu ketidaksejahteraan buruh yang ikut diramaikan oleh beberapa akun dan media besar di Twitter, warganet pun beramai-ramai menggaungkan tagar #BoikotAice diikuti narasi mogok makan es krim tersebut.


Aksi mogok es krim dirasa warganet sebagai satu-satunya jalan mudah untuk mendukung dan membantu menyuarakan buruh yang sedang berjuang mendapatkan hak-haknya.
Beralih Ke Brand Kompetitor, Walls
Banyak warganet yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke es krim Walls, salah satu brand kompetitor yang lebih dulu dikenal masyarakat ketimbang Aice.


Seperti yang diketahui, sebelum Aice masuk, masyarakat Indonesia sudah mengenal es krim Walls. Hadirnya es krim Aice dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga es krim serupa di pasaran mampu merebut perhatian masyarakat hingga kelas bawah.
Nasib Distributor Aice Bagaimana?
Isu ketidaksejahteraan buruh dan narasi boikot es krim Aice menyisakan kekhawatiran bagi penjual Aice di warung-warung.


Apabila warganet benar-benar melakukan aksi mogok es krim tersebut, maka yang pertama kali merasakan kerugian justru penjual es krim Aice di warung-warung kecil.
Jaringan Percakapan Warganet
Berikut adalah potret jaringan percakapan warganet dalam pembahasan topik Aice di Twitter selama 21-28 Februari 2020.

Dari gambar di atas dapat diamati bahwa pembahasan topik Aice di Twitter membentuk jaringan besar yang menyebar. Jaringan paling besar pertama dimiliki oleh akun @sherrrinn dengan dominan cuitan bersentimen negatif. Akun ini merupakan salah satu akun yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan topik Aice di Twitter. Pada 26 Februari ia membuat sebuah utas membahas permasalahan buruh Aice di Twitter dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.
Selain itu, akun lain yang berpengaruh dalam pembahasan topik Aice di Twitter adalah @FOODFESS2, @kochengmerah, @TirtoID, dan @asumsico. Jaringan percakapan dalam topik ini didominasi oleh sentimen negatif. Hal ini dapat diamati dari banyaknya garis merah yang terhubung dalam jaringan tersebut.
Pengaruh Isu Terhadap Brand Aice
Dari pantauan Netray terkait topik Aice di Twitter selama seminggu terakhir dapat diketahui bahwa aksi mogok kerja dan isu ketidaksejahteraan buruh yang beredar di Twitter sedikit banyak mampu mempengaruhi citra brand Aice. Semenjak isu tersebut naik ke Twitter, sentimen untuk topik Aice kemudian didominasi oleh sentimen negatif setelah sebelumnya selalu didominasi oleh sentimen positif. Dari kumpulan cuitan yang ditemukan terlihat bahwa sebelum tanggal 26 Februari, cuitan warganet berisi pujian terhadap es krim Aice yang menjadi kegemaran warganet. Namun, setelah isu tersebut naik warganet mulai mempertimbangkan kembali untuk memakan es krim tersebut meskipun murah dan enak mengingat polemik ketidaksejahteraan buruh yang belum usai. Bahkan, cuitan warganet yang ingin beralih pada brand es krim Walls menunjukkan keseriusan isu tersebut terhadap keputusan warganet dalam memilih suatu brand. Demikian pantauan Netray untuk opik Aice di Twitter selama seminggu terakhir dan pengaruhnya terhadap citra brand Aice serta pertimbangan konsumen.
-
Arah Perbincangan Media dalam Bursa Capres 2024; Anies dan Prabowo Paling Populer

Belum genap lima bulan pelantikan presiden dan wakil presiden, pembicaraan terkait nama-nama tokoh yang diprediksi masuk dalam bursa capres 2024 mulai menghiasi pemberitaan pada akhir Februari. Beberapa lembaga survei, seperti Indo Barometer, Parameter Politik Indonesia (PPI), hingga Politika Research Consulting (PRC) berlomba-lomba merilis hasil pantauan mereka di media. Sontak saja, media pun beramai-ramai membahas topik tersebut.
Netray menelusuri pemberitaan bursa capres di media berita online selama Februari 2020 untuk mengetahui arah perbincangan media menuju Pilpres 2024. Selain itu, dari pantauan ini dapat diketahui nama-nama tokoh yang paling sering dibicarakan dalam topik pemberitaan.
Infografik Pembahasan Topik Bursa Capres di Media

Selama sebulan terakhir, topik ‘bursa capres’ diberitakan sebanyak 668 kali oleh 60 media berita yang berbeda. Pembahasan topik tersebut menyasar pada isu politik (59%) dan pemerintahan (38%). Berikut pergerakan topik bursa capres di media online selama Februari 2020.

Frekuensi pembahasan topik bursa capres 2024 mulai menanjak pada 23 Februari dan memuncak pada 24 Februari dengan total 154 artikel terkait topik tersebut dalam sehari. Kenaikan ini dipicu oleh banyaknya pemberitaan dari lembaga survei terkait elektabilitas beberapa tokoh yang diprediksi bakal menjadi kandidat terkuat Pilpres 2024 seperti berikut.


Arah Perbincangan Media dalam Bursa Capres 2024
Berikut adalah kumpulan kosakata populer yang kerap muncul dalam pembahasan terkait topik bursa capres di media berita daring selama bulan Februari 2020.

Dari kumpulan kosakata di atas, dapat diketahui bahwa pembahasan topik bursa capres didominasi oleh pemberitaan seputar survei. Nama Prabowo dan Anies cukup menonjol di antara entitas tokoh yang lain, seperti Jokowi, Sandiaga, Qadari, Ganjar, Ahok, Puan, Ridwan Kamil, Yudhoyono, maupun Megawati. Sementara entitas organisasi kelembagaan yang kerap mengikuti adalah lembaga survei Indo Barometer serta organisasi partai seperti Gerindra, Demokrat hingga PDIP.

Di media pemberitaan, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menjadi dua top person teratas yang paling banyak disebut dalam pembahasan terkait topik ‘pilpres 2024’. Selain itu, muncul nama nama lain seperti Joko Widodo, Ganjar Pranowo hingga Sandiaga Salahudin Uno sebagai Top 5 Person yang paling banyak disebut dalam pembahasan topik bursa capres 2024.
Anies Baswedan
Anies Baswedan merupakan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Namanya muncul di urutan pertama dalam pembahasan topik bursa capres 2024 di media berita online selama Februari.

Anies Baswedan dalam topik bursa capres diberitakan dengan sentimen positif lebih banyak daripada sentimen negatif. Namun, di akhir Ferbruari sentimen negatif untuk Anies ikut melonjak naik mengikuti pemberitaan bersentimen positif yang memuncak pada periode 23-25 Februari. Dari penelusuran Netray, pemberitaan seputar banjir DKI menjadi pemicu melonjaknya sentimen negatif untuk Anies.


Dikaitkan dengan topik bursa capres yang sedang ramai diperbincangkan, berita banjir DKI disinyalir mampu menggerus elektabilitas Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat capres terkuat.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto tercatat ikut maju dalam Pilpres sebanyak tiga kali berturut-turut, yaitu pada tahun 2009, 2014, dan 2019. Pada tahun 2009 ia maju sebagai cawapres mendampingi Megawati (PDIP) melawan SBY-Budiono. Kemudian pada tahun 2014 ia maju sebagai capres didampingi Hatta Rajasa (PAN) melawan Jokowi-Jusuf Kalla. Sementara pada tahun 2019 lalu, ia maju kembali sebagai capres didampingi Sandiaga Uno (Gerindra) melawan Jokowi-Ma’ruf Amien. Namun hingga periode ketiga, Prabowo belum berhasil meraih kemenangannya. Pada akhirnya, ia memilih masuk dalam kabinet presiden terpilih Jokowi-Ma’ruf sebagai Menteri Pertahanan untuk periode 2019-2024. Dalam pembahasan topik bursa capres 2024, nama Prabowo kembali disorot media sebagai salah satu kandidat capres terfavorit.

Pemberitaan terkait Prabowo dalam topik bursa capres 2024 didominasi oleh sentimen positif. Media dan lembaga survei menyoroti nama Prabowo sebagai kandidat capres terkuat melawan Anies Baswedan.


Hingga pembahasan bursa capres 2024, nama Prabowo masih populer meskipun ia sudah tiga kali maju sebagai capres maupun cawapres secara berturut sejak 2009 lalu. Namun, keinginan publik untuk memiliki pemimpin dari latar belakang militer masih kuat.

Hal ini dapat diketahui dari rilisan lembaga survei terkait pasangan capres-cawapres yang diinginkan publik. Hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan bahwa latar belakang pasangan militer dan sipil masih jadi favorit publik.

Joko Widodo
Joko Widodo telah memenangkan Pilpres selama dua periode berturut-turut, yaitu pada 2014 yang didampingi Jusuf Kala dan pada 2019 lalu yang didampingi Ma’ruf Amin. Meskipun demikian, namanya masih kerap disebut-sebut dalam pembahasan topik bursa capres 2024.

Nama Jokowi dalam pembahasan topik bursa capres didominasi oleh sentimen positif. Menurut lembaga survei Indo Barometer, Jokowi masih memiliki elektabilitas tertinggi dalam bursa pencalonan presiden periode 2024-2029.


Bahkan dikatakan bahwa nama Prabowo, Anies, Sandiaga, Ganjar maupun AHY masih berada jauh di bawah Jokowi.

Namun, melihat kondisi yang ada, meskipun elektabilitas Jokowi masih tertinggi, namanya tidak akan muncul dalam Pilpres 2024 karena telah menjabat sebagai presiden selama dua periode berturut-turut. Oleh karena itu, media lebih tertarik membahas pujian Jokowi untuk Sandiaga yang dinilai sebagai sinyal dukungannya terhadap Sandiaga untuk Pilpres 2024.

Pada akhir Februari sentimen negatif melonjak naik. Hal ini terkait pemberitaan bursa capres yang dinilai masih terlalu dini sehingga menimbulkan opini terkait eksistensi Jokowi sebagai presiden saat ini yang seolah tidak dianggap.

Ganjar Pranowo
Kandidat capres selanjutnya adalah Ganjar Pranowo. Namanya kembali disorot dalam pembahasan topik bursa capres 2024. Saat ini Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah untuk periode keduanya sejak Agustus 2013.

Nama Ganjar Pranowo dalam pembahasan topik bursa capres mulai melonjak pada akhir Februari. Hal ini terkait beberapa hasil rilisan lembaga survei untuk nama-nama kandidat capres potensial Piplres 2024.

Dari hasil survei PRC dan PPI dinyatakan bahwa Sandiaga, Anies, dan Ganjar menjadi tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi untuk Pilpres 2024.
Sandiaga Salahudin Uno
Sandiaga Salahudin Uno merupakan seorang pengusaha dan politikus. Sebelumnya, ia mendampingi Prabowo dalam pencalonan Pilpres 2019 melawan Jokowi-Ma’ruf. Kini namanya kembali disebut-sebut dalam pembahasan topik bursa capres 2024.

Pada awal Februari, namanya dibicarakan sebagai kandidat capres 2024 setelah mendapat pujian dari presiden Jokowi. Pujian Jokowi tersebut disinyalir media sebagai dukungan Jokowi untuk Sandiaga dalam Pilpres 2024.


Meskipun media membaca pujian Jokowi sebagai sinyal dukungan, Sandiaga tidak menanggapinya serius.

Tokoh, Lembaga Organisasi, dan Media Populer dalam Pembahasan Topik Bursa Capres 2024
Selain kelima nama di atas, beberapa tokoh lain yang kerap disebut dan disoroti media dalam pembahasan topik bursa capres 2024 adalah sebagai berikut.

Apabila diamati, hampir sebagian besar tokoh di atas dibahas dalam konteks kandidat Pilpres 2024. Hanya nama Jokowi dan Qodari yang tidak dapat dimasukkan dalam kandidat capres 2024. Dari pantauan Netray, nama Qodari banyak disebut media dalam kapasitasnya sebagai direktur eksekutif sekaligus juru bicara lembaga survei Indo Barometer.
Organisasi kelembagaan yang kerap disorot media dalam pembahasan topik bursa capres 2024 adalah sebagai berikut.

Dari deretan di atas, dapat diketahui bahwa entitas organisasi kelambagaan yang paling kerap disorot dalam pembahasan topik ini adalah organisasi partai dan lembaga survei. Terdapat 3 lembaga survei populer yang dibicarakan dalam topik ini, yaitu Indo Barometer, Parameter Politik Indonesia (PPI), dan Politika Research Consulting (PRC). Sementara organisasi partai populer dalam pembahasan ini adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PDI Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Berita terkait topik bursa capres 2024 paling banyak diterbitkan oleh portal media berikut.

Maraknya pembahasan topik bursa capres 2024 di media berita beberapa waktu terakhir dipicu oleh munculnya rilisan survei kandidat capres dari tiga lembaga survei secara bersamaan pada 23 Februari 2020. Hasil survei dari tiga lembaga tersebut pun tidak jauh berbeda. Demikian pantauan Netray terkait topik Pilpres 2024 yang sedang ramai diperbincangkan media berita online selama Februari 2020.
Home Home









