Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • 2019-nCoV: Virus Mematikan Yang Menggemparkan Dunia

    2019-nCoV: Virus Mematikan Yang Menggemparkan Dunia

    Wabah 2019-nCoV atau Novel Coronavirus merupakan virus yang berasal dari Wuhan China. Virus mematikan tersebut mulai terdeteksi sejak akhir Desember lalu. Namun Organisati Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali mengumumkan pada tanggal 9 Januari 2020. WHO juga mengatakan wabah tersebut mirip dengan flu, berdasarkan sejumlah kasus pneumonia yang telah dilaporkan di Wuhan. Virus tersebut diduga berasal dari hewan, hal tersebut dikarenakan mereka yang terinfeksi kebanyakan bekerja atau sering berbelanja di pasar grosir makanan laut yang berada di Wuhan China.

    Virus yang dapat menyebar antar manusia tersebut kini telah menyita perhatian dunia. Hingga saat ini virus tersebut telah menyebar ke 16 negara seperti China, Singapura, Jepang, Taiwan, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand, Sri Lanka, Amerika Serikat, Australia, Prancis, Kanada, Jerman, dan Vietnam. Dengan jumlah kematian sebanyak 106 dan 4.515 orang lainnya telah terindikasi terinfeksi virus tersebut.

    Monitoring News

    Netray memantau pemberitaan terkait Virus Corona sejak tanggal 21 Januari 2020 s.d 27 Januari 2020. Ditemukan sebanyak 7,233 total pemberitaan yang berasal dari 106 media. Kesehatan dan gaya hidup menjadi Top Categories dengan persentase sebanyak 54.5% diikuti kategori pemeritahan dan transportasi.

    Pemberitaan mengenai Virus Corona meningkat pada tanggal 27 Januari 2020. Pada tanggal tersebut ditemukan sebanyak 2,766 pemberitaan, berikut beberapa diantaranya.

    Meski belum ditemukan paparan Virus Corona di Indonesia namun antisipasi menjadi tugas utama pemerintah setiap wilayah. Pemerintah telah menyiapkan beberapa rumah sakit di setiap wilayah apabila terdapat pasien yang terindikasi virus corona. Apalagi banyaknya wisatawan asing yang masuk ke Indonesia, terutama wilayah seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

    Akibat peristiwa merebaknya virus tersebut, aktivitas di Wuhan pun dilumpuhkan sementara, seperti stasiun dan bandara yang tidak lagi beroperasi. Hal tersebut kemudian berdampak pada stok makanan yang semakin menipis hingga menyebabkan warga saling adu jotos di pusat perbelanjaan.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi Top person dalam topik mengenai Virus Corana. Selain itu, Xi Jinping yang merupakan Presiden ke 7 Republik Rakyat Tiongkok juga menjadi Top person pada topik ini. Sementara itu, WHO selaku Organisasi Kesehatan Dunia menjadi Top Organization.

    Sebagai salah satu pintu masuk pelancong atau warga asing, pelabuhan juga tak luput untuk melakukan pengawasan ketat. Terlihat Kantor Kesehatan Pelabuhan menjadi Top Facility. Hingga Disneyland yang dikabarkan tutup menjadi ramai dipemberitaan. Hal tersebut dilakukan agar meminimalisir kontak antar manusia yang dapat menularkan Virus Corona. Pada Top Portal terlihat Tribun News menjadi media utama yang banyak menerbitkan pemberitaan terkait Virus Corona.

    Monitoring Warganet Twitter

    Tidak hanya menjadi topik utama dalam pemberitaan. Virus Corona juga menjadi pembahasan utama warganet Twitter. Sejak tanggal 21 Januari hingga 27 Januari 2020 pembicaraan terkait Virus Coron terus meningkat.

    Dapat diketahui melalui gambar di atas pembicaraan terkait Virus Corona memuncak pada tanggal 26 Januari 2020. Pada tanggal tersebut terdapat 38,729 cuitan warganet dengan didominasi sentimen negatif.

    Sebelumnya warganet sempat dibuat panik oleh adanya pemberitaan terdapat dua orang yang terindikasi Virus Corona dan tengah disuspek di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Akan tetapi, beberapa waktu lalu RSHS mengumumkan bahwa keduanya negatif Corona. Hal tersebut tentu menjadi kabar yang melegakan. Warganet juga diingatkan kembali beberapa virus berbahaya yang sebelumnya sempat menggemparkan dunia, seperti SARS dan Flu Burung. Hal tersebut menyebabkan ketakutan dunia terjadi kembali.

    Selain termasuk dalam Top Portal @detikcom juga menjadi Top Initiator pada topik mengenai Virus Corona. Masyarakat yang merasa takut dan waspada terhadap virus mematikan tersebut juga berharap pemerintah dapat bertindak tegas untuk melarang kedatangan turis terutama yang berasal dari China. Terlihat melalui gambar di atas kata beberapa kosa kata populer terkait Virus Corona.

    Jaringan percakapan terkait Virus Corona, terlihat akun @jokowi menjadi akun utama yang paling banyak ditandai oleh warganet. Jokowi yang merupakan Presiden RI diharap kebijakannya dapat melindungi masyarakat dari resiko Virus Corona. Selain akun @jokowi terdapat juga akun @KemenkesRI yang paling paling banyak ditandai oleh warganet.

    Mewabahnya Virus Corona yang menggemparkan dunia tidak hanya mengancam kesehatan satu negara, melainkan seluruh dunia. Hal tersebut tentu menyebabkan kepanikan diberbagai wilayah di belahan dunia. Terlebih 16 Negara telah mengkonfirmasi keberadaan Virus tersebut telah mewabah hingga ke wilayah mereka. Dengan demikian kita hanya dapat berupaya melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan semoga virus tersebut tidak semakin meluas.

  • Kilas Balik Perkembangan Topik BUMN di Media

    Kilas Balik Perkembangan Topik BUMN di Media

    Sejak pelantikan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada 23 Oktober lalu, perkembangan yang paling menonjol diperlihatkan oleh Kementerian BUMN. Pemberitaan terkait Kementrian BUMN dan kinerja Erick Thohir selaku menteri BUMN selalu berhasil menarik perhatian media.

  • Kilas Balik Perkembangan Topik BUMN di Media

    Kilas Balik Perkembangan Topik BUMN di Media

    Sejak pelantikan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pada 23 Oktober lalu, perkembangan yang paling menonjol diperlihatkan oleh Kementerian BUMN. Pemberitaan terkait Kementerian BUMN dan kinerja Erick Thohir selaku menteri BUMN selalu berhasil menarik perhatian media. Genap tiga bulan menjabat sebagai menteri, program bersih-bersih BUMN dan otak-atik struktur yang dilakukannya sudah dapat dilihat. Secara langsung hal tersebut mampu memberikan citra baik bagi kepemimpinannya di Kementerian BUMN. Namun, berita buruknya, beberapa perusahaan pelat merah yang tersangkut skandal tidak baik harus tercoreng namanya karena menjadi bulan-bulanan media.

    Netray memantau pemberitaan terkait topik BUMN di media daring selama kurun waktu 23 Oktober 2019-23 Januari 2020. Hal ini sehubungan dengan pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN periode 2019-2024 sekaligus menjadi titik awal perjalanan karirnya sebagai menteri. Berikut pantauan Netray selengkapnya.

    Pemberitaan Topik BUMN

    Topik BUMN diberitakan sebanyak 35.3 ribu kali oleh 124 media portal berbeda selama periode 23 Oktober 2019-23 Januari 2020. Pemberitaan terkait topik BUMN sebagian besar membahas isu Pemerintahan (43,6%) dan Keuangan (35%).

    Pergerakan Topik dan Sentimen

    Selama kurun waktu 3 bulan terakhir, pemberitaan untuk topik BUMN lebih banyak memuat sentimen positif. Meskipun demikian, di beberapa titik sentimen negatif pun sempat mengungguli sentimen positif, seperti terlihat pada periode 14-19 November, 6 Desember, dan 27 Desember.

    Puncak Pemberitaan

    Dari grafik di atas, terlihat bahwa topik BUMN tak pernah sepi dari pemberitaan. Puncak pemberitaan untuk topik BUMN terjadi pada 6 Desember 2019 dengan total 1,231 artikel. Pada periode tersebut, sentimen negatif lebih tinggi dari sentimen positif. Berikut puncak-puncak periode pemberitaan untuk topik BUMN selengkapnya.

    • 23-25 Oktober 2019: Pelantikan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan Budi Gunadi Sadikin (mantan Direktur PT Inalum) serta Kartika Wirdjoatmojo (mantan Dirut PT Mandiri Tbk) sebagai Wakil Menteri BUMN
    • 14 November: Pro Kontra Pemanggilan Ahok atas Instruksi Sebagai Bos BUMN serta Pemberhentian Sesmen dan Deputi Kementerian BUMN 
    • 22-25 November: Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris BUMN
    • 5-9 Desember: Erick Thohir Copot Dirut Garuda Ari Askhara, Skandal Penyelundupan Harley dan Brompton hingga Pemecatan 5 Direksi Garuda
    • 13 Desember: Anak dan Cucu Perusahaan PT Pertamina dan Garuda Indonesia
    • 23 Desember: Pengangkatan Zulkifli Zaini sebagai Dirut PLN Menepis Isu Rudiantara sebagai Dirut PLN
    • 27 Desember: Kasus Gagal Bayar Jiwasraya
    • 10-15 Januari: Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri

    Top Person

    Berikut adalah 5 tokoh yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait BUMN sejak Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN.

    1. Erick Thohir

    Pemberitaan terkait penataan struktur dan bersih-bersih kementerian yang dilakukan Erick Thohir menjadi alasan namanya kerap muncul dan menjadi Top Person topik BUMN di media. Sentimen untuk Erick Thohir dalam pemberitaan terkait topik BUMN lebih banyak positif daripada negatif.

    2. Joko Widodo

    Sebagai orang nomor satu di Indonesia, tak heran apabila namanya kerap muncul dalam media pemberitaan. Sebagian besar pemberitaan untuk topik BUMN selalu berkaitan dengan isu pemerintahan. Oleh karena itulah, nama Joko Widodo sebagai pemegang jabatan di atas BUMN menjadi penting dalam pemberitaan topik ini.

    3. Ahok/ Basuki Tjahaja Purnama

    Nama ‘Ahok’ kerap muncul dalam pemberitaan terkait BUMN pada periode 14-25 November 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Pada periode tersebut pemberitaan di media untuk topik BUMN adalah seputar penunjukan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Sentimen negatif mendominasi di awal kemunculan isu Ahok sebagai Bos Pertamina lantaran beberapa serikat pekerja di BUMN menolak Ahok sebagai petinggi Pertamina.

    4. Arya Sinulingga

    Arya Sinulingga merupakan Staf Khusus Kementerian BUMN bidang komunikasi. Namanya mulai muncul mengikuti topik BUMN sejak pengangkatannya sebagai Staf Khusus pada 9 November lalu. Puncak cuitan untuk Arya terjadi pada 26 November 2019 ketika ia ditunjuk untuk mengisi posisi komisaris PT Inalum menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang telah diangkat sebagai wakil menteri. Arya juga berperan sebagai jubir BUMN sehingga ia kerap muncul memberi pernyataan dan tanggapan untuk isu-isu BUMN yang sedang bergulir.

    5. Ari Ashkara

    Ari Ashkara merupakan direktur utama PT Garuda Indonesia sejak 12 September 2018. Nama ‘Ari Ashkara’ kerap muncul di pemberitaan pada periode 5-13 Desember 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Dalam hubungannya dengan topik BUMN, Ari Ashkara banyak disebut karena tersangkut skandal penyelundupan Harley Davidson dan Brompton hingga akhirnya ia dicopot oleh Erick Thohir pada 7 Desember 2019.

    Top Organisation

    Berikut adalah 5 Top Organisation yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait topik BUMN.

    1. Kementerian BUMN

    Kementerian BUMN disebut sebanyak 21.7 ribu kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Dari kurva di atas terlihat bahwa sentimen positif lebih kerap mengungguli sentimen negatif. Meskipun demikian, puncak pemberitaan untuk Kementerian BUMN terjadi pada 14 November 2019 terkait pemanggilan Ahok dan Perombakan Pejabat Eselon 1, Sesmen, dan Deputi Kementerian BUMN di Era Rini Soemarno.

    2. PT Pertamina

    Salah satu badan usaha milik negara yang paling banyak disorot adalah PT Pertamina. Pemberitaan untuk Pertamina mulai naik sejak 14 November hingga memuncak pada 25 November 2019 ketika Ahok resmi menjabat sebagai komisaris utama Pertamina.

    3. PT Garuda Indonesia

    PT Garuda Indonesia mulai ramai disebut-sejak 4 Desember 2019 hingga memuncak pada 6 Desember dengan sentimen negatif lebih tinggi daripada sentimen positif. Hal tersebut berkaitan dengan terbongkarnya kasus penyelundupan barang mewah yang dilakukan oleh dirut Garuda Indonesia Ari Ashkara yang berdampak pada pencopotan secara tidak hormat. Nama Garuda Indonesia kembali naik pada 22 Januari 2020 dengan dominasi sentimen positif terkait pergantian direksi dan komisaris baru oleh Erick Thohir.

    4. PT Asuransi Jiwasraya

    PT Asuransi Jiwasraya mulai ramai diperbincangkan pada akhir Desember 2019 dengan dominasi sentimen negatif. Hal tersebut terkait kasus gagal bayar yang dialami Jiwasraya hingga memunculkan penyelidikan lebih dalam untuk membongkar kasus dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian besar bagi negara tersebut.

    5. Komisi Pemberantasan Korupsi

    Dalam pemberitaan bertopik BUMN, lembaga yang bersifat independen ini kerap disebut-sebut. Dari kurva di atas, terlihat bahwa sentimen negatif mendominasi pemberitaan yang memunculkan nama KPK. Puncak pemberitaan terjadi pada 18 November dan 9 Desember 2019 terkait pemanggilan mantan petinggi KPK Chandra Hamzah yang diisukan akan menempati posisi di BUMN serta pemeriksaan beberapa pejabat BUMN dalam kasus korupsi dan suap dirut Garuda.

    Top Portal

    Berikut adalah Top 10 Portal Media yang paling banyak menerbitkan berita bertopik BUMN selama kurun waktu 3 bulan terakhir.

    Tribun News, CNBC, dan Detik menjadi tiga teratas portal media yang paling banyak menerbitkan berita bertopik BUMN.

    Dari pantauan Netray selama tiga bulan terakhir, Kementerian BUMN telah berhasil menyita perhatian media melalui 35 ribu lebih artikel yang terbit untuk topik terkait BUMN. Selain Erick Thohir sebagai sorotan, tiga bulan terakhir pemberitaan untuk topik BUMN dihiasi oleh nama-nama seperti Joko Widodo, Ahok, Ari Ashkara, dan Arya Sinulingga. Sementara lembaga atau badan yang kerap diberitakan selain dari Kementerian BUMN adalah PT Pertamina, PT Garuda Indonesia, PT Jiwasraya, dan KPK. PT Pertamina memiliki kaitan erat dengan pemberitaan tentang Ahok. PT Garuda Indonesia berkaitan dengan skandal Ari Ashkara. Sementara PT Jiwasraya berkaitan dengan lembaga KPK terkait kasus dugaan korupsi yang tengah menimpanya.

    Demikian pantauan Netray terkait perkembangan pemberitaan topik BUMN di media selama tiga bulan terakhir.

  • KFC Apa McD Nih, Pilihan Warganet?

    KFC Apa McD Nih, Pilihan Warganet?

    Cepat dan juga enak, dua kata yang mungkin terlintas di pikiran ketika menndengar nama restoran cepat saji KFC dan McD. Netray mencoba membandingkan dua bisnis waralaba restoran cepat saji yang paling terkenal dan laku di Indonesia hingga mendunia tersebut. Berikut hasil pantauan Netray terkait keduanya.

  • Indomie Vs Mie Sedaap

    Indomie Vs Mie Sedaap

    Praktis dan menggugah selera, itulah kesan pertama saat mendengar kata mie instan. Berikut adalah hasil pantauan Netray terkait dua brand mie instan populer di Indonesia: indomie vs mie sedaap.

  • Kemelut di Tubuh Jiwasraya

    Kemelut di Tubuh Jiwasraya

    Hingga saat ini PT Jiwasraya masih menjadi sorotan publik. Badan Usaha Milik Negara tersebut gagal membayar polis JS Saving Plan milik nasabah yang mencapai triliunan rupiah. Jiwasraya mengalami kemelut sejak lama, dimulai pada tahun 2004 cadangan yang dimiliki perusahaan lebih kecil dari seharusnya dengan insolvency mencapai Rp 2,769 triliun. Kemelut tersebut berlanjut hingga pada Oktober 2018 Perusahaan tersebut mengumumkan ketidaksanggupan membayar polis JS Saving Plan milik nasabah senilai Rp 802 miliar.

    Hingga tahun ini keuangan Jiwasraya tak kunjung membaik. Aset perusahaan tercatat senilai Rp 23,26 triliun, akan tetapi kewajibannya mencapai angka Rp 50,5 triliun. Ekuitas negatif Rp 27,24 dan liabilitas produk JS Saving Plan mencapai Rp 15,75 triliun. Permasalahan di tubuh Jiwasraya menyebabkan berbagai tanggapan dari warganet yang berharap kasus ini segera diusut tuntas. Berikut hasil pantauan Netray.

    Berdasarkan pantauan @netrayID terdapat 26.3 ribu cuitan warganet yang membahas topik terkait kasus Jiwasraya sejak tanggal 01 Januari s.d 15 Januari 2020. Cuitan tersebut didominasi oleh sentimen negatif sebanyak 12 ribu dan sebanyak 4.366 cuitan bersentimen positif.

    Perbincangan terkait Jiwasraya meningkat pada tanggal 07 Januari 2020. Pada tanggal tersebut terdapat 4.889 cuitan warganet. Berikut beberapa cuitan warganet pada tanggal tersebut.

    Permasalahan yang dialami PT Jiwasraya menjadi perhatian publik karena dapat berdampak pada ekonomi negara. Hal tersebut juga semakin menggerus kepercayaan publik pada pemerintah. Oleh karena itu, warganet berharap kasus ini dapat diusut tuntas dan terbuka.

    Gambar di atas menunjukkan kosa kata populer terkait Jiwasraya. Kasus Jiwasraya menambah deretan kasus yang tengah dialami oleh BUMN. Setelah sebelumnya skandal Garuda Indonesia hingga Asabri.

    Berdasarkan pantauan @netrayID terlihat akun @ustadtengkuzul, @digeeembok, dan @msaid_didu menjadi Top Initiator pada topik Jiwasraya.

    Pantauan Berdasarkan News

    Berdasarkan pantauan @netrayID sejak tanggal 01 Januari s.d 15 Januari 2020 terdapat 3.410 total pemberitaan dari 80 media. Sejak tanggal tersebut terlihat topik Finance & Insurance menguasai Top Categories dengan persentase sebanyak 51%. Diikuti topik mengenai Government sebanyak 33% dan Law 12%.

    Pemberitaan terkait Jiwasraya memuncak pada tanggal 15 Januari 2020. Pada tanggal tersebut terdapat 638 total pemberitaan. Pemberitaan di berbagai media online tersebut semakin meningkat setelah ditetapkannya Benny Tjokro sebagai tersangka.

    Investasi bodong yang dilakukan oleh PT Jiwasraya menyebabkan kerugian besar hingga tidak dapat membayar polis JS Saving Plan milik nasabah dengan jumlah besar. Pemberitaan mengenai perkembangan kasus yang merugikan negara tersebut terus dinanti publik. Berikut beberapa Top Initiator pada topik Jiwasraya.

    Joko Widodo sebagai Presiden RI menjadi Top Initiator pada topik Jiwasraya. Diikuti nama Erick Thohir selaku Menteri BUMN dan Heru Hidayat yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya. Ketiga nama tersebut merupakan nama yang paling banyak disebut dalam pemberitaan.

    Adapun Top Organization pada topik ini yaitu Jiwasraya, diikuti Kejaksaan Agung, Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan BUMN sebagai Naungan dari Jiwasraya.

    Gedung Kejaksaan Agung RI atau disebut juga Gedung Bundar menjadi Top Facility pada topik ini. Diikuti Rutan Cipinang, Komplek Parlemen dan Gedung Mahkamah Agung.

    CNBC Indonesia menjadi Top Portal dalam topik pemberitaan terkait Jiwasraya. CNBC Indonesia memuat sebanyak 243 artikel pemberitaan, diikuti oleh Tribun News dan Kompas.

    Hingga saat ini, baik warganet Twitter maupun pemberitaan media online terkait Jiwasraya masih menjadi perbincangan. Pasalnya kasus ini menambah deretan kasus yang tengah dialami oleh BUMN. Setelah ditetapkannya beberapa tersangka beberapa waktu lalu, warganet berharap kasus ini dapat segera menemukan titik terang serta diusut secara tuntas dan transparan.

  • Kemelut di Tubuh Jiwasraya

    Kemelut di Tubuh Jiwasraya

    Badan Negara Milik Negara PT Jiwasraya gagal membayar polis JS Sving Plan milik nasabah yang mencapai triliunan rupiah. Seperti diketahui, Jiwasraya sejak tahun 2004 telah mengalami permasalahan. Bahkan, hingga tahun ini, keuangan Jiwasraya tak kunjung membaik.

  • Arah Perbincangan Media Menuju Pilgub DKI 2022: Risma Kian Menggema

    Arah Perbincangan Media Menuju Pilgub DKI 2022: Risma Kian Menggema

    Pesta demokrasi bagi warga Jakarta masih terhitung dua tahun lagi. Namun, nama-nama calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub DKI sudah samar-samar tercium. Setelah pelantikan Gubernur DKI Anies Baswedan beserta pasangannya Sandiaga Uno pada 16 Oktober 2017 lalu, jagat politik kembali mempersiapkan nama-nama calon yang akan diusung dalam Pilgub DKI 2022. Tak hanya pihak-pihak yang berkepentingan dengan politik secara langsung, warganet pun sudah mulai angkat suara perihal calon gubernur 2022.

    Infografik Pembahasan Topik Pilgub DKI

    Netray menulusuri topik ‘pilgub dki’ di media sosial Twitter dan media berita daring selama kurun waktu 1-14 Januari 2020.

    Gambar 1. Total News, Media, dan Entities

    Di media pemberitaan daring, topik ‘pilgub dki’ dibahas dalam 148 artikel oleh 43 media berita yang berbeda. Pembahasan topik tersebut berkaitan dengan isu pemerintahan (73%), bencana (15%), dan politik (3%).

    Gambar 2. Total Tweets, Sentiment, Impression, Potential Reach, dan Gender

    Sementara di media sosial Twitter, total cuitan terkait topik ‘pilgub dki’ ialah sebanyak 1,019 cuitan dengan lebih banyak cuitan bersentimen negatif (655) daripada cuitan bersentimen positif (655). Berikut grafik pergerakan topik Pilgub DKI di media berita daring dan Twitter.

    Gambar 3. Media Daring
    Gambar 4. Twitter

    Arah Perbincangan Media Menuju Pilgub 2022

    Berikut adalah kumpulan kosakata populer yang kerap muncul dalam pembahasan terkait topik ‘pilgub dki’ di media berita daring dan Twitter selama dua minggu terakhir.

    Gambar 5. Media Daring

    Gambar 6. Twitter

    Di media berita daring, topik ‘pilgub dki’ dibahas bersama topik ‘banjir jakarta’. Sementara tokoh-tokoh yang kerap disebut dalam pemberitaan adalah Anies Baswedan, Rismaharini, Ahok, Jokowi, dan Megawati. Sementara entitas organisasi yang kerap mengikuti adalah PDIP dan Gerindra. Tidak jauh berbeda, di Twitter tokoh yang kerap disebut dalam cuitan warganet terkait topik ‘pilgub dki’ adalah Anies, Risma, Ahok, dan Jokowi.

    Gambar 7. Top Person dan Top Organization

    Di media pemberitaan, Anies Baswedan dan Risma atau Tri Rismaharini menjadi dua top person teratas yang paling banyak disebut dalam pembahasan topik ‘pilgub dki’. Seperti diketahui, Anies Baswedan merupakan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Setelah menang Pilgub DKI 2017 lalu, Anies disebut-sebut akan menjadi kandidat capres 2024. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anies Baswedan tidak akan memperpanjang masa jabatannya sebagai gubernur Jakarta.

    Tri Rismaharini Kian Menggema

    Rismaharini merupakan Wali kota Surabaya yang akan purna tugas pada 2020 ini. Berbeda dengan Anies Baswedan yang diisukan akan maju pada Pilpres 2024, Tri Rismaharini justru santer dikabarkan akan menjadi calon gubernur dalam Pilgub DKI 2022 nanti.

    Dari pantauan Netray, pemberitaan Rismaharini sebagai bakal calon gubernur DKI 2022 terus mengalami peningkatan dengan dominasi sentimen positif.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-25.png
    Gambar 8. Media Daring
    Gambar 9. Twitter

    Topik ‘risma’ di Twitter pun terus mengalami peningkatan sejak awal Januari lalu. Peningkatan yang cukup tajam mulai terjadi sejak adanya pemberitaan terkait pujian Megawati, ketua umum PDIP untuk Risma dalam Rakernas I PDIP pada 11 Januari lalu. Terkait pujian tersebut, Risma digadang-gadang memiliki peluang besar untuk diboyong pada Pilgub DKI 2022.

    Isu Rismaharini bakal maju Pilgub 2022 tersebut semakin mendapat sambutan baik dari warganet. Namun demikian, ada juga warganet yang mengkhawatirkan adanya politisasi agama seperti yang sudah-sudah, yaitu perihal aturan wanita menjadi seorang pemimpin.

    Demikian pantauan Netray terkait arah perbincangan media menuju Pilgub DKI 2022.

  • #NatunaBukanNaCina

    #NatunaBukanNaCina

    Mengawali tahun baru 2020 dengan pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan perasaan. Pemberitaan mengenai kapal asing dari China memasuki perairan laut Pulau Natuna, Kepulauan Riau tanpa izin. Pasalnya gerak-gerik kapal tersebut ingin mengambil ikan secara ilegal di perairan laut yang masih masuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Banyak warga Indonesia mengeluhkan permasalah ini. Terlebih tidak sedikit cuitan mereka di media sosial khususnya Twitter.

    Netray mencoba melakukan pantauan, kemudian menganalisis beberapa cuitan warganet Indonesia mengenai berita ini. Banyak cuitan warganet yang dituliskan sesuai perasaan hati. Mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalah ini dan Natuna tetap milik Indonesia. Berikut data hasil pantauan Netray mulai 1 – 7 Januari 2020.

    Jumlah Penayangan, Persebaran Pengguna Jenis Kelamin, dan Alat Elektronik

    Gambar 1.

    Gambar 1 memperlihatkan total interaksi warganet sebanyak 556,2 ribu dengan 147,4 juta kali penayangan untuk topik bahasan Natuna. Warganet banyak menggunakan perangkat genggam 80% daripada website yang hanya 20%. Persebaran jenis kelamin warganet didominasi oleh laki-laki sebanyak 13,4 ribu sedangkan peremupuan hanya 3,371 saja. Berikut data semua cuitan yang terkumpul selama 7 hari pemantauan Netray.

    Grafik Data Cuitan Warganet

    Gambar 2.

    Penjelasan gambar 2 merupakan grafik dari data keseluruhan cuitan warganet. Total keseluruhan data sebanyak 20,386 cuitan. Terlihat pada gambar tersebut puncak cuitan terjadi pada 6 Januari dengan jumlah 9,551 cuitan. Mulai awal 1 Januari data terbilang sedikit sampai pada tanggal 4 Januari. Kemudian pada tanggal 5 data mulai mengalami kenaikan hingga puncaknya tanggal 6, lalu tanggal 7 penurunan data kembali sebanyak 4,688 cuitan selisihnya. Berikut persebaran sentimen cuitan warganet.

    Puncak Cuitan Grafik Tertinggi pada 6 Januari 2019

    Gambar 3.

    Gambar 3 adalah total cuitan warganet pada grafik tertinggi. Keseluruhan total cuitan sebanyak 9,551 dengan rincian senitmen positif sebanyak 1,914 cuitan. Kemudian diikuti oleh sentimen netral sebanyak 3,662 cuitan dan sentimen negatif sebanyak 3,975 cuitan. Pada puncak grafik data didominasi oleh cuitan dengan sentimen negatif. Warganet melakukan aktivitas di sosial media Twitter pada pukul 6.00 mulai mengalami kenaikan dengan puncaknya pukul 19.00 WIB.

    Kurva Sentimen Cuitan Warganet

    Gambar 4.

    Kurva pergerakan sentimen cuitan warganet pada 1 sampai 7 Januari 2020. Pada gambar tersebut terlihat bahwa sentimen negatif dengan kurva garis warna merah mendominasi keseluruhan data. Gerakan garis kurva mulai 1 Januari lurus kemudian mengalami kenaikan hingga puncaknya tanggal 6 Januari, setelah itu mengalami penurunan kembali pada 7 Januari. Total cuitan bersentimen negatif sebanyak 9,135 sedangkan total cuitan bersentimen positif, kurva garis hijau sebanyak 3,754 cuitan. Puncak garis kurva sentimen negatif terjadi pada 6 Januari 2020.

    World Could dan Top Initiator

    Gambar 5.
    Gambar 6.

    Gambar 5 memperlihatkan kata yang paling sering digunakan ialah Natuna, China, Kapal, dan Indonesia. Keempat kata tersebut merupakan topik utama pembahasan yang penting di kalangan warganet.

    Gambar 6 merupakan top inisiator, berisi rangkuman mengenai akun-akun Twitter yang paling sering membahas pemberitaan Natuna. Urutan pertama ditempati oleh media pemberitaan yang mengulas topik mengenai Natuna. Portal berita Detik, melalui akun twitternya @detikcom sangat sering beraktifitas di sosial media Twitter untuk topik Natuna. Urutan kedua ditempati seorang politis dan juga dosen bernama Hidayat Nur Wahid dengan akun Twitter @hnurwahid, beliau sering mengutarakan berita mengenai Natuna. Top ketiga berisi portal pemberitaan CNN Indonesia melalui akun Twitternya @CNNIndonesia. Ketiga inisiator tersebut sering melakukan aktivitas ataupun ditandai oleh warganet terkait topik Natuna.

    Cuitan Keresahan Warganet Terkait Natuna

    Gambar 7.

    Gambar 8.

    Kedua gambar tersebut merupakan akun media pemberitaan. Cuitan kedua akun tersebut terkait hubungan IndonesiaChina yang memanas terkait masuknya kapal Coast Guard China yang mengawal kapal-kapal ilegal China melebihi Zona Ekonomi Eksekutif Indonesia. Selain itu terdapat pula cuitan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang terkenal dengan slogan beliau “tenggelamkan”, yaitu Ibu Susi Pudjiastuti.

    Gambar 9.

    Pada gambar 9 cuitan @susipudjiastuti, mengenai persoalan Natuna, beliau meminta membedakan antara sahabat, investor, dan pencuri. Seperti kita ketahui bagaimana sepak terjang kinerja beliau yang dikenal sangat tegas. Memang sudah seharusnya diberi ketegasan untuk permasalahan di Natuna agar tidak semakin meluas dan menjadi kegelisahan di masyarakat. Tidak hanya cuitan Ibu Susi yang menjadi pusat perhatian warganet. Terdapat pula cuitan aktivis HAM dan jurnalis yang sempat terseret kasus ketika demo mahasiswa, yakni Dandhy Dwi Laksono.

    Gambar 10.

    Gambar 10 di atas, memperlihatkan cuitan seorang aktivis yang sangat kritis. Akun @Dandhy_Laksono mengungkapkan keresahannya atas ketimpangan yang terjadi di Indonesia. Cuitan beliau sangat kritis mengenai permasalahan di Natuna, dengan memberikan penggambaran lain. Berikut gambar jaringan percakapan yang terbentuk dari aktivitas warganet terkait topik Natuna.

    Jaringan Percakapan

    Gambar 11.

    Gambar 11 adalah jaringan percakapan yang terbentuk oleh kumpulan akun-akun Twitter. Semua akun tersebut merupakan akun yang beraktivitas langsung ataupun ditandai oleh warganet terkait kasus Natuna. Berikut dibawah ini gambar jaringan percakapan ketika diperbesar sehingga akun-akun yang paling sering disebut, ditandai, dan beraktivitas langsung terlihat.

    Zoom Jaringan Percakapan

    Gambar 12.

    Jaringan percakapan ketika diperbesar seperti gambar di atas, akan terlihat nama-nama beberapa akun yang paling sering terlibat. Banyaknya kumpulan nama akun yang muncul, tidak sedikit nama akun tokoh pemerintahan. Hal tersebut dikarenakan permasalahan Natuna menjadi perhatian penting bagi pemerintah. Terdapat akun Presiden Republik Indonesia @jokowi, selain itu akun @prabowo, @susipudjiastuti, dan @detikcom menjadi akun yang paling sering ditandai dan pusat dalam jaringan percakapan.

    Kedaulatan Indonesia Itu Paten, dan Natuna Milik Indonesia

    Berdasarkan hasil pemantauan Netray, juga segala ulasan di atas dapat ditarik sebuah benang merah bahwa mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia itu sangat penting. Selain itu bersatu padu menjaga sepenuhnya keutuhan NKRI juga harga mati. Terima kasih kepada jajaran Pemerintah, TNI AL, Badan Kemanan Laut RI, TNI AU, TNI AD, Polri, dan Warga Indonesia untuk upaya penanganan, pengusiran kapal China keluar dari ZEE Indonesia. Mari saling bahu membahu bersama Pemerintah bertaruh raga dan rasa untuk menjaga negara Indonesia tercinta dari berbagai hal yang ingin mencurangi kita. Hal itu agar dikemudian hari tidak muncul permasalahan Natuna-Natuna yang lainnya. Semoga Indonesia selalu jaya, kompak, dan tidak mudah terpecah belah.

  • Hubungan Panas AS Vs Iran Picu Perang Dunia Ketiga

    Hubungan Panas AS Vs Iran Picu Perang Dunia Ketiga

    Hubungan antara AS dan Iran kian memanas sejak terbunuhnya Jenderal Qassim Soelemani. Diketahui Jenderal Qassim Soelemani merupakan seorang petinggi pasukan militer Iran atau pemimpin pasukan Quds Force. Pada tanggal 03 Januari ia dikabarkan tewas akibat serangan udara yang diluncurkan AS dekat Bandara Internasional Baghdad.

    Hal tersebut memicu reaksi berbagai kalangan di berbagai belahan dunia. Hingga dalam beberapa waktu lalu topik mengenai #Iran, #Soleimani, dan #WWIII menduduki trending topik dunia. Berikut hasil pantauan @netrayID terkait cuitan warganet di Twitter dan pemberitaan di berbagai Media Online.

    Pantauan Melalui Twitter

    Netray memantau pergerakan cuitan warganet terkait serangan AS terhadap Iran dengan kata kunci Donald Trump, Iran, AS, Soleimani, dan WWIII (World War III). Adapun pantauan tersebut dimulai sejak tanggal 03 Januari 2020 sampai dengan 08 Januari 2020.

    Melalui pantauan @netrayID ditemukan sebanyak 32.482 cuitan warganet terkait topik AS dan Iran. Cuitan tersebut memuncak pada tanggal 08 Januari 2020. Adapun sentimen yang mendominasi cuitan terkait topik tersebut adalah cuitan bersentimen negatif.

    Terdapat beberapa kosa kata populer terkait topik AS dan Iran, diantaranya Soleimani, Iran, Trump, Amerika, Serangan, Baghdad, dan lain sebagainya. Beberapa kosa kata tersebut muncul terkait intensitas yang kerap dicuitkan oleh warganet. Selain itu, portal media pemberitaan online @detikcom dan @BBCIndonesia menjadi Top Initiator pada topik tersebut.

    Terkait serangan tersebut, Iran merespon akan melakukan serangan balik terhadap AS. Hal tersebut dibuktikan dengan tembakan roket Iran ke pangkalan AS di Irak pada Rabu 08 Januari 2020. Tidak hanya itu, dalam pidato prosesi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani tersebut pihaknya menyatakan akan memberi hadiah untuk siapa saja yang dapat membawa kepala Donald Trump dan tidak takut untuk melakukan penyerangan langsung ke Gedung Putih sebagai bentuk balas dendam atas kematian tokoh revolusi mereka.

    Sementara itu, Donald Trump menyatakan akan menyerang 52 wilayah Iran dengan dasar bahwa Iran dapat membahayakan warga dan kepentingan AS.

    Berikut jaringan percakapan warganet terkait serangan AS kepada Iran. Terdapat beberapa akun yang terlihat melalui jaringan percakapan pantauan @netrayID, salah satunya akun @realDonaldTrump yang merupakan Presiden dari negara Amerika Serikat. Akunnya banyak dimention oleh waganet yang melayangkan protes dan menyayangkan peristiwa tersebut.

    Serangan tersebut banyak disesali warganet diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sebagian besar warganet berpikir bahwa hubungan panas kedua negara tersebut dapat memicu terjadinya perang dunia ketiga atau #WWIII. Berikut ini beberapa cuitan warganet.

    Melalui gambar di atas dapat diketahui beberapa cuitan kekesalan dan kemarahan waraganet terkait peristiwa tersebut. Hingga tagar #WWIII menjadi trending topic dunia.

    Pantauan Media Pemberitaan Online

    Peristiwa serangan AS terhadap Iran tentu menjadi topik pemberitaan hangat di media berbagai belahan dunia. Demikian halnya media pemberitaan online. Berikut hasil pantauan @netrayID.

    Melalui pantauan @netrayID terdapat sekitar 3.735 total pemberitaan di media online. Diantaranya terdapat 94 total media dan terdapat 14.8k total entities person.

    Pemberitaan di media online didominasi oleh pemberitaan bersentimen negatif. Selain itu, pemberitaan memuncak pada tanggal 08 Januari 2020, pada tanggal tersebut terdapat 1.277 pemberitaan. Berikut ini beberapa pemberitaan pada tanggal 08 Januari 2020.

    Pemberitaan tersebut terkait dengan situasi terkini AS dan Iran. Terdapat Headlines berita mengenai rudal balas dendam Iran hingga harga emas yang melonjak akibat peristiwa tersebut.

    Seperti halnya Top Words pada Twitter, kosa kata Iran, Soleimani, Serangan, dan Amerika pun menjadi kosa kata populer pada pemberitaan di media online.

    Beberapa pemberitaan mengenai situasi dan isu terkini terkait topik AS dan Iran. Diketahui bahwa Iran melakukan serangan balik dengan melepaskan tembakan rudal ke Pangkalan Militer AS di Irak. Terkait tindakan balas dendam tersebut FAA adanya penerbangan lintasi wilayah Iran. Hingga adanya wacana untuk mengevakuasi WNI di Iran apabila AS melakukan serangan balik kembali.

    Melalui pantauan @netrayID dapat diketahui Top Facility pada topik ini adalah Bandara Internasional Baghdad yang merupakan lokasi serangan AS yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani. Kemudian diikuti top facility lainnya, seperti Gedung Putih, dan Pangkalan Militer AS yang diserang oleh rudal Iran.

    Adapun Top Person pada topik ini yaitu Donald Trump yang dikonfirmasi bahwa serangan yang menewaskan Soleimani tersebut atas perintahnya. Selain itu, Top Person lainnya adalah Jenderal Qassem Soleimani yang merupakan tokoh revolusioner Iran yang tewas akibat serangan AS tersebut.

    Amerika Serikat menjadi Top Organization pada topik ini, diikuti oleh Iran dan Pentagon milik Amerika. Hingga pada tanggal 08 Januari 2020 Iran telah memborbardir Pangkalan Militer AS sebagai bentuk balas dendam.

    Kemudian, CNBC Indonesia menjadi Top Portal terkait pemberitaannya di Media Online. Sejak tanggal 03 Januari 2020 hingga 08 Januari 2020 CNBC Indonesia diketahui telah mengeluarkan sebanyak 321 artikel pemberitaan. Diikuti oleh Republika dengan jumlah artikel sebanyak 223, dan delapan portal berita lainnya.

    Demikian hasil pantauan @netrayID terkait memanasnya hubungan AS dan Iran yang mencuatkan perang dunia ketiga atau #WWIII. Aksi balas dendam yang terus dilakukan oleh kedua negara tersebut tentu berdampak pada negara-negara lainnya yang mengkhawatirkan terjadinya aksi perang yang semakin besar. Tidak hanya berdampak pada perekonomian dunia, perang yang terjadi tersebut tentu akan merugikan asas kemanusiaan dan berbagai sektor lainnya.