Home Blog Page 112

Warganet Nobar “The End Game” Kesaksian Gugurnya Pegawai KPK Menempuh TWK

Belum lama ini Watchdoc merilis film dokumenter bertajuk KPK “The End Game” babak terakhir melawan korupsi. Film besutan Dandhy Laksono ini mengangkat kesaksian dari para pegawai KPK yang dinyatakan gagal dalam menempuh Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Film yang resmi dirilis pada 13 Juni 2021 di kanal Youtube milik Watchdoc ini pun mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Antusiasme ini pun dapat disaksikan pada media sosial Twitter yang ramai dengan perbincangan terkait topik ini. Hal tersebut dapat diamati melalui hasil pantauan Media Monitoring Netray berikut ini.

the end game

Netray mengamati perbincangan warganet terkait topik ini sejak 01 Juni 2021 sampai dengan 15 Juni 2021. Melalui pantauan tersebut ditemukan sebanyak 1.403 total tweets dengan didominasi oleh tweets bersentimen negatif. Adapun impresi pada topik ini mencapai 110.2K dengan menjangkau lebih dari 23.3M akun. Sementara itu, melalui grafik di bawah terlihat intensitas perbincangan warganet terkait topik ini selama periode pantauan Netray.

Perbincangan terkait “The End Game” terlihat mulai mencuat sejak 06 Juni 2021 dan puncaknya terjadi pada 14 Juni 2021. Sebelumnya, revisi Undang-Undang KPK mengalami penolakan hingga demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia namun akhirnya resmi disahkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hal ini yang kemudian memicu polemik baru dan kini mengakibatkan dipecatnya 75 pegawai KPK dengan dalih tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan. Peristiwa tersebut pun menyisakan tanya, mengingat salah satu pegawai yang dinyatakan tidak lolos tes tersebut merupakan Penyidik Senior KPK yaitu Novel Baswedan. Warganet yang penasaran akan hal tersebut pun antusias untuk menyaksikan langsung dokumenter kesaksian para pegawai yang tersingkirkan tersebut.

Bila diamati melalui Top Words di atas terlihat beberapa kosa kata yang digunakan warganet dalam membahas isu seputar topik ini, seperti nobar, watchdoc, pelemahan, keren dan beberapa kosa kata lainnya. Selain itu, pada Top Words di atas juga terlihat beberapa tagar yang digunakan warganet, seperti belumlulustwk, kpkendgame, beranijujurpecat, dan theendgame.

Nonton “The End Game” Warganet: Kenyataan Yang Menyedihkan

Dipecatnya 75 pegawai KPK merupakan dampak langsung dari disahkannya revisi Undang-Undang KPK beberapa waktu lalu. Pasalnya, dalam aturan perundang-undangan yang kontroversial tersebut para pegawai KPK akan berubah status menjadi aparatur sipil negara. Dengan dalih tersebut lah TWK dilaksanakan yang merujuk pada Undang-Undang setelah revisi, yaitu UU no 19 tahun 2019 pasal 1 ayat 6 yang menyebutkan bahwa “Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi adalah aparatur sipil negara sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan mengenai aparatur sipil negara.”

Sayangnya, banyak pertanyaan saat TWK yang tidak memiliki hubungan dengan pemberantasan korupsi. Bahkan tuduhan radikalisme justru dikoarkan ke publik. Hal tersebut menjadi janggal hingga banyak pihak yang menduga bahwa TWK hanyalah alat untuk menyingkirkan sebagian pegawai lembaga tersebut. Momen inilah yang akhirnya ditangkap oleh Watchdoc yang sebelumnya dikenal luas oleh publik dan kontroversi melalui film Sexykiller pada 2019.

Melalui beberapa tweets di atas terlihat impresi warganet setelah menyaksikan The End Game”. Warganet mengungkapkan kesedihan akan kenyataan korupsi yang terjadi di negeri ini. Tak hanya itu, bahkan The End Game berhasil mengundang keresahan yang mendalam dan menguak fakta terkait isu dilemahkannya KPK dengan berbagai cara, termasuk melalui Undang-Undang.

Gelar Nobar “The End Game” Watchdoc Laporkan Alami Akun Diretas

Sebelum dirilis melalui kanal resmi Youtube Watchdoc, nobar The End Game telah dilaksanakan di beberapa tempat, termasuk di KPK yang digelar oleh Novel Baswedan dan kawan-kawan pada 07 Juni 2021. Namun, sebelum nobar tersebut dilaksanakan tepatnya pada 06 Juni 2021 akun Twitter dan Instagram Watchdoc pun sempat dibajak. Hal ini juga menjadi kejanggalan yang dipertanyakan oleh warganet.

Tak hanya diambil alih, pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut juga menghapus seluruh tweets yang telah diunggah akun Watchdoc. Selain Watchdoc, panitia nobar The End Game Pontianak juga melaporkan alami sejumlah teror. Dilansir dari laman Tempo.co Jaringan Masyarakat Sipil Nasional menyatakan keprihatinan terhadap berbagai upaya peretasan terhadap anggota Gerakan Antikorupsi (Gertak) Kalimantan Barat saat menyelenggarakan nonton bareng atau nobar film dokumenter KPK End Game. Beberapa anggota Gertak mengalami upaya peretasan, food bombing, penyebaran data pribadi (doxing), hingga teror digital berupa telepon (robocall) dari berbagai nomor tidak dikenal. Hal ini tak hanya bukti lain kejanggalan dari pelemahan KPK namun juga mengancam kebebasan demokrasi masyarakat Indonesia.

Top Categories

Pada kategori Top Accounts terlihat @amnestyindo menempati urutan teratas kategori ini diikuti oleh beberapa akun lainnya, termasuk @LBH_Jakarta dan @YLBHI. Sementara itu, pada kategori Top Organization terlihat KPK menjadi organisasi yang paling banyak diperbincangkan oleh warganet. Hal ini sesuai dengan topik The End Game yang membahas isu pada lembaga tersebut.

Pada kategori Top Complaints terlihat beberapa kosa kata yang kerap digunakan warganet yaitu down, korupsi, dibajak, serta beberapa keluhan lainnya. Berdasarkan penelusuran Netray, kata down berkaitan dengan tweets warganet yang mengajak untuk segera menyaksikan film The End Game di yang telah dirilis di Youtube karena dikhawatirkan konten tersebut berpotensi di take down atau menghilang.

Setelah “Sexykiller” pada 2019 yang menjadi kontroversi kini Wacthdoc kembali merilis film dokumenter “The End Game”. Film tersebut ramai menjadi perbincangan warganet yang kecewa akan dipecatnya 75 pegawai KPK yang dinilai janggal. The End Game mendapat sambutan hangat dari warganet meski harus merasa sedih menerima kenyataan bahwa negara ini dikuasai oleh para koruptor yang ingin melumpuhkan dan melemahkan KPK

Demikian hasil pantauan Netray, simak analisis lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Prabowo Subianto Disentil Isu Mafia Alutsista

Nama Prabowo Subianto kian santer dibicarakan di dunia maya, baik di Twitter maupun media massa daring. Namanya melejit di jagat Twitter setelah dirinya hadir dalam Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di kanal Youtube pada tanggal 13 Juni 2021. Sebelumnya, Menhan Prabowo juga sempat menjadi trending Twitter pada 4 Januari 2021 lalu yang turut menggelitik Netray untuk memantau di kanal tersebut dan tertulis dalam artikel berjudul Menhan Prabowo Kembali Menjadi Sorotan, dari Sea Glider hingga Pembubaran FPI.

Lalu, dalam video podcast berdurasi 58 menit 17 detik tersebut selain menceritakan perihal kehidupannya di dunia politik dan militer, Menhan Prabowo menyinggung perihal isu pengadaan alutsista yang dianggarkan lebih dari Rp 1.700 triliun. Pada diskusi yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, Prabowo menegaskan bahwa pengadaan anggaran tersebut hingga saat ini masih menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo dan kementerian lainnya.

Isu Mafia Alutsista

Isu mafia alutsista menjadi sorotan publik setelah adanya pernyataan dari Connie Rahakundini Bakrie yang muncul dalam kanal YouTube milik POIN. Dalam video wawancara tersebut, Connie menjelaskan adanya dugaan korupsi dalam sistem pertahanan. Kasus tenggelamnya KRI Nanggala 402 dinilai sebagai akibat dari adanya kecurangan anggaran yang dilakukan oleh TNI.

Pemerhati Militer dan Pertahanan tersebut mengungkapkan terkait adanya mafia berinisial Mr. M yang mengambil keuntungan dalam transaksi alutsita. Sontak pernyataan ini pun menyentil Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Dilansir dari RMOL, Prabowo Subianto meminta Connie R. Bakrie untuk menunjukkan siapa Mr. M tersebut. Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa Prabowo menilai sikap dan pernyataan Connie tersebut tidak mencerminkan suatu kritik yang lahir dari seorang akademisi. Dahnil pun mengungkapkan bahwa pernyataan Connie sangat bertolak belakang dengan semangat perjuangan para jendral yang tengah bertugas di Kementerian Pertahanan dan TNI.

Dengan adanya kejadian ini Menteri Prabowo menyarankan agar Connie melaporkan sosok Mr M ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun kepolisian untuk menghindari rumor dan fitnah. Dikutip dari Harian Jogja, Prabowo akan sangat berterima kasih apabila Connie membuka tabir sosok yang dimaksud sebagai Mr. M tersebut.

Berita Alutsista Terkini

Lantas seperti apa pemberitaan terkait alutsista dewasa ini? Berikut ulasan dan pantauan Media Monitoring Netray.

Netray memantau isu ini dengan membubuhkan kata kunci alutsista dan prabowo subianto. Dengan periode pemantauan 1-14 Juni, Netray berhasil menghimpun sebanyak 1.396 artikel yang mengandung kedua kata kunci tersebut. Dari gambar (all keyword) di atas, dapat kita lihat sebanyak 113 media massa daring Indonesia memberitakan kedua kata kunci ini. Dengan filter keyword yang dimiliki Netray, kita juga dapat melihat seberapa banyak artikel yang khusus membicarakan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia. Seperti apa berita terbaru terkait hal ini?

Berdasarkan pantauan Netray, pemberitaan terkait topik ini terus menjadi sorotan media massa. Nama Prabowo dan kementeriannya kian santer diberitakan. Hal ini dapat kita lihat dari gambar Peak Time di bawah ini yang menunjukkan grafik kemunculan topik yang mencuat di setiap harinya selama periode pemantauan. Gambar Peak Time di bawah ini merupakan grafik pemberitaan terkait kata kunci alutsista. Terlihat di beberapa tanggal tertentu topik ini menjulang hingga menghasilkan 94 artikel per harinya. Apa yang tengah menjadi bahan pemberitaan media?

Rabu, 2 Juni 2021 merupakan hari diadakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR. Raker kelanjutan yang dihadiri oleh Kementerian Pertahanan ini digelar secara tertutup. Dikutip dari Tempo, dalam rapat tersebut agenda pembahasan yang disampaikan ialah perihal strategi dan kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 atau alutsista. Berdasarkan draf Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2020-2024 yang beredar, kebutuhan anggaran Alpalhankam untuk Renstra 2020-2044 mencapai USD 124 miliar atau setara dengan Rp 1.773 triliun.

Nilai fantastis ini pun menjadi sorotan publik yang pada akhirnya memberikan sumbangan sentimen negatif pada topik ini. Pemberitaan terkait besarnya anggaran yang diusulkan menuai kritik dari beberapa akademisi, seperti Guru Besar Emeritus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Emil Salim. Dilansir dari Detik, mantan menteri era Soeharto tersebut mengkritik hal ini melalui akun Twitternya yang diunggah pada 2 Juni 2021. Dalam tweet-nya Emil Salim mempertanyakan seberapa besar urgensi pemerintah hingga berencana mengucurkan dana sebesar Rp 1.700 triliun di tengah kondisi pandemi yang dialami Indonesia.

Selain itu, Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin juga memberikan tanggapan terkait hal ini. Seperti yang ditulis Jakarta News, Sultan mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah dengan pertimbangan yang matang sebelum akhirnya direalisasikan. Wakil Ketua DPD ini juga mengatakan bahwa permintaan ini bukan tanpa alasan karena dalam kontraksi ekonomi yang sedang terjadi, baginya banyak sektor lain yang harus mendapatkan prioritas dari pemerintah, seperti digunakan untuk kebutuhan bangsa dalam bidang ekonomi, sosial budaya pendidikan, kesehatan, hingga teknologi.

Prabowo Subianto Menjalankan Sesuai Prosedur

Meski banyak menuai kritik dari beberapa pihak terkait besarnya anggaran yang direncanakan, juga terdapat pihak yang mendukung tentang hal ini. Respons positif yang diberitakan oleh media ini pun berhasil memberikan sentimen positif bagi topik ini.

Seperti yang diberitakan oleh Jawa Pos National Network, Pengamat pertahanan dan analis LAB45 Andi Widjajanto menilai tindakan yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Andi berpendapat bahwa proses kalkulasi kebutuhan anggaran untuk pengadaan alutsista sudah baku sejak 2006, saat Undang-Undang (UU) Pertahanan, UU TNI, dan UU Industri Pertahanan terbit sehingga formula tersebut tetap dilakukan sampai sekarang. Ia juga menambahkan, pada 2005-2006 telah terbit dokumen perencanaan alutsista jangka panjang yang disebut Kekuatan Pokok Minimum atau KPM (Minimum Essential Force/MEF) yang disusun untuk memenuhi kebutuhan hingga 2024.

Hingga saat ini pemberitaan bernada positif masih mendominasi, setelah adanya pernyataan terbuka dari Menhan Prabowo pada acara Podcast Deddy Corbuzier hingga berita dukungan terhadap PT. PAL Indonesia (Persero) dalam dalam rangka mewujudkan kemandirian produksi alat utama sistem senjata atau alutsista laut. Dikutip dari Medcom, hingga sekarang Indonesia sudah memiliki pelaku industri strategis seperti PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad yang dinilai dapat memberikan cara efektif membangun kemandirian nasional.

Perbincangan Warganet Twitter

Pantauan Media Monitoring Netray pada kanal Twitter menunjukkan kata kunci alutsista dan deddy && prabowo mendapatkan sebanyak lebih dari 38 juta impresi dengan potensi jangkauan 89.3 juta akun. Sementara itu, dengan kata kunci alutsista ditemukan sebanyak 16.572 tweet dengan perbandingan sentimen negatif dan positif yang tidak berbeda jauh. Sedangkan kata kunci deddy && prabowo ditemukan sebanyak 949 tweet dengan puncak perbincangan yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2021 tepat satu hari setelah podcast tersebut diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Lantas apa yang tengah menjadi perbincangan warganet terkait kedua kata kunci? Hal ini dapat kita amati melalui fitur Top Words yang dimiliki oleh Netray. Secara garis besar dapat kita tarik kesimpulan perbincangan warganet terkait kedua kata kunci ini ialah perihal hadirnya prabowo dalam podcast tersebut dan tentang pengadaan alutsista yang tengah dianggarkan oleh Kementerian Pertahananan. Lalu, dengan fitur Top Complaint, kita dapat melihat tweet-tweet apa saja yang terindikasi sebagai bentuk keluhan atau kritik atas topik ini.

Dilihat dari gambar Top Complaint di atas terlihat kata korupsi mendominasi jajaran komplain. Seperti yang diberitakan dalam media massa, pengadaan alutsista yang dianggarkan hingga mencapai ribuan triliun tersebut ternyata juga membuat sangsi warganet akan adanya korupsi. Bahkan warganet juga menyinggung terkait mangkraknya kasus dugaan korupsi Heli AgustaWestland (AW) 101 yang hingga saat ini belum menemui titik terang.

Namun, seperti yang dapat kita lihat pada grafik sentiment trend sebelumnya, jumlah sentimen positif dan negatif pada topik inii tak berbanding jauh satu sama lain. Dari 16 ribu tweet, 6.656 di antaranya terindikasi sebagai tweet bersentimen positif. Dukungan atas upaya pengadaan alat pertahanan tersebut juga digaungkan warganet dengan permintaan adanya transparansi. Selain itu, warganet juga menilai upaya yang dilakukan Menhan Prabowo ini sebagai bentuk terobosan untuk memperkuat sistem pertahanan NKRI.

Dengan demikian, pemberitaan dan perbincangan seputar pengadaan alutsista ini tak lepas dari pro dan kontra. Besarnya anggaran yang direncanakan Kementerian Pertahanan patutnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah di tengah kondisi pandemi yang melanda Indonesia. Selain itu, transparansi juga menjadi permintaan publik yang diwakili warganet untuk menepis adanya dugaan korupsi yang kemungkinan besar bisa terjadi. Upaya yang dilakukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan perlu mendapat dukungan apabila hal ini benar-benar dinilai sebagai terobosan dalam memperbaiki sistem pertahanan NKRI.

Petisi Tolak Tambang Emas Sangihe Bergulir di Twitter Ketika Media Tak Banyak Bersuara

Berpulangnya Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi warga Kepulauan Sangihe dan masyarakat Sulut, tetapi juga menyingkap persoalan izin tambang emas di wilayah tersebut. Helmud merupakan salah satu pemimpin yang menolak tegas keberadaan PT Tambang Mas Sangihe (TMS) beroperasi di Sangihe. Helmud bahkan sempat mengirimkan surat penolakan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Kementerian ESDM pada 28 April 2021. Namun pada 9 Juni 2021 kemarin, Helmud meninggal dunia dalam perjalanan udara di pesawat Lion Air rute Denpasar-Makassar. Selain menimbulkan kecurigaan yang berlebihan mengingat sepak terjang Helmud dalam memperjuangkan rakyatnya, insiden ini secara langsung membuka mata publik terhadap polemik perizinan tambang emas di Sangihe yang sebelumnya nyaris senyap.

Apa yang Dibicarakan Media untuk Sangihe?

Dari hasil pantauan Media Monitoring Netray, isu seputar perizinan tambang emas di kepulauan Sangihe tidak banyak diberitakan. Dari total 1,6 ribu artikel terkait kata kunci sangihe sejak 1 Januari-14 Juni 2021, hanya ditemukan 48 artikel dengan kata kunci yang lebih spesifik berkaitan dengan masalah tambang && sangihe. Artinya, topik seputar persoalan izin tambang di Sangihe tidak begitu mendapat perhatian di media pemberitaan. Pemberitaan bertopik ‘sangihe’ justru lebih banyak menyoroti bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut.

Bahkan, melalui fitur Peak Time Netray di bawah, dapat dilihat bahwa persoalan tambang emas Sangihe baru mendapat porsi intens di minggu kedua Juni, tepatnya setelah kabar kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong menyita perhatian publik. Sebelumnya hampir senyap, hanya ditemukan 6 artikel terkait selama periode Januari-April 2021.

Topik ini paling banyak disuarakan oleh portal media CNN Indonesia dan sejumlah portal media lokal seperti Berita Manado dan Tribun Manado. Media paling banyak menyoroti tokoh wabup Helmud Hontong, Bupati Sangihe Jabes, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Polemik ini mengikat sejumlah lembaga seperti Kementerian ESDM, PT Tambang Mas Sangihe, Jaringan Advokasi Tambang, dan Ditjen Minerba. Di sisi terpisah Kepolisian RI intens disebut terkait penyelidikan kematian Helmud.

Persoalan Tambang Mas Sangihe Lebih Keras Disuarakan di Twitter

Sementara dari pemantauan di media sosial, Netray justru melihat adanya pergerakan yang lebih awal dan masif. Netray menemukan bahwa topik soal sangihe, terutama menyangkut persoalan tambang emas mendapat perhatian warganet sejak 7 Juni 2021.

Akun BBC News Indonesia dan Jatam Nasional terpantau sebagai pemantik berkembangnya isu ini di Twitter. Liputan BBC Indonesia berdurasi 4:55 menit yang mengangkat masalah perizinan tambang emas di kepulauan Sangihe menarik perhatian publik dan menciptakan diskusi yang lebih luas di Twitter. Sementara Jatam Nasional, mengutip dari bionya mendeklarasikan sebagai komunitas yang mendukung masyarakat Indonesia melawan dehumanisasi dan perusakan lingkungan akibat industri pertambangan, minyak, dan gas. Oleh karena itu, akun ini turut aktif bersuara soal isu lingkungan dalam polemik perizinan tambang emas di Sangihe.

Seiring dengan banyaknya impresi yang memenuhi tweet akun BBC Indonesia dan Jatam Nasional, perbincangan seputar Sangihe terus merangkak naik. Pada 8 Juni, akun @ChangeOrg_ID membagikan petisi untuk menyelamatkan Pulau Sangihe dari perusakan lingkungan akibat tambang. Dengan mengusung tagar #SaveSangiheIsland, petisi ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Twitter yang kemudian turut menyuarakan keprihatinannya.

Lalu apa saja yang menjadi pokok diskusi warganet ketika menyoroti isu yang terjadi di Sangihe? Simak gambaran apa yang diperbincangkan warganet melalui fitur Top Words berikut.

Dari gambar Top Words di atas dapat diamati bahwa isu pokok yang sedang menjadi sorotan adalah persoalan tambang emas di kepulauan Sangihe yang secara spesifik mengerucut pada masalah perizinan dan misteri kematian Wabub Helmud Hontong. Sejumlah kosakata negatif seperti menolak, tolak, penolakan, terancam yang dominan dalam Top Words mengindikasikan bahwa topik ini diperbincangkan secara negatif di Twitter.

Secara umum, kita juga dapat melihat sejumlah alasan yang mendasari sentimen negatif atau suara penolakan warganet terhadap topik ini melalui fitur Top Complaints di atas. Di antaranya adalah merusak pulau, merusak lingkungan, merusak alam, dan merusak hutan. Sementara sisanya berupa ungkapan emosional seperti keterlaluan dan bangsat. Namun, yang menarik, ada komplain korupsi di sini. Dari pantauan Netray, selain menyoroti dampak lingkungan dalam polemik perizinan tambang di Sangihe, warganet juga membaca adanya indikasi korupsi dalam proyek tambang tersebut.

Kematian Wabub Helmud; Satu Suara Berhenti, Ribuan Suara Lain Menyusul

Kematian Wabup Helmud Hontong pada 9 Juni 2021 menarik atensi publik. Ucapan belasungkawa dan doa baik untuk mengiringi kepergian beliau menggema di Twitter. Tak hanya berduka lantaran kehilangan sosok pemimpin yang tegas memperjuangkan hak-hak masyarakatnya, warganet juga diliputi oleh pertanyaan dan kecurigaan terhadap apa yang sedang terjadi saat ini.

Warganet, baik yang mengenal beliau secara langsung maupun tidak, mengaku kagum dengan apa yang telah diperjuangkan dalam menolak keberadaan perusahaan tambang yang berpotensi merusak pulau Sangihe dan berdampak buruk terhadap penghidupan penduduk di sana. Kematian Helmud menyisakan tanda tanya besar bagi publik. Kecurigaan dan asumsi negatif adanya kaitan antara kematian beliau dengan sikapnya menolak tambang menjadi salah satu yang tidak bisa dibendung. Maka, permintaan untuk mengusut kematian beliau pun banyak disuarakan agar polemik ini menjadi terang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perbincangan soal polemik perizinan tambang emas di Sangihe mengalami peningkatan tajam setelah kabar kematian Helmud menjadi sorotan publik. Banyak warganet yang akhirnya mengetahui apa yang sedang terjadi, apa yang tengah diperjuangkan oleh masyarakat Sangihe.

Keresahan Warganet Apabila Proyek Tambang Emas di Sangihe Diloloskan

Beberapa hal yang menjadi keresahan masyarakat apabila izin penambangan emas di Sangihe tetap diloloskan di antaranya adalah menyangkut nasib kawasan hutan lindung Sahendarumang yang merupakan sumber air utama masyarakat pesisir Sangihe serta di dalamnya terdapat habitat burung khas Sangihe. Akun @indiratendi mengungkapkan bahwa ada 10 spesies burung endemik di Kepulauan Sangihe yang 7 di antaranya masuk dalam kategori satwa dilindungi negara. Mengacu pada hal tersebut, ia merasa bahwa melindungi habitatnya merupakan sebuah keharusan.

Warganet juga menyoroti harga pembebasan lahan sebesar Rp5000 rupiah per meter yang dirasa tidak masuk akal. Bahkan lebih murah dibanding harga kangkung satu ikat atau jajanan. Akun @moodswinggg__ yang mengaku tinggal di kota Manado merasa tidak tahu apa-apa tentang permasalahan ini sehingga ia merasa lucu dengan adanya sosialisasi pembebasan lahan yang tiba-tiba padahal tidak dilibatkan secara langsung dalam proses perizinan tambang sejak awal

Di balik semangat positif warganet terhadap naiknya isu ini ke publik sehingga banyak mendapat dukungan dalam proses perjuangannya menolak tambang, warganet kembali dihinggapi rasa khawatir. Warganet takut isu ini kembali menguap tanpa hasil yang diinginkan. Seperti apa yang coba diingatkan oleh akun @tubirfess bahwa seringkali isu-isu besar dibarengi dengan isu artis yang terjerat narkoba. Atau seperti yang diungkapkan @Obiejun_4 bahwa keramaian seputar bts mcd atau kasus pelecehan seksual Gofar merupakan pengalihan terhadap isu tentang dunia perpolitikan yang terjadi bersamaan, mulai dari kenikan ppn hingga pertambangan sangihe.

Akun yang Paling Berpengaruh dalam Penggalangan Suara untuk Sangihe

Atensi yang besar di Twitter terkait penolakan perizinan tambang yang sempat diperjuangkan oleh Wabup Helmud Hontong tidak terlepas dari kekuatan yang dimiliki akun-akun berikut. Kekuatan yang dimaksud di sini menyangkut pada potensi keterjangkauan yang besar yang dimiliki sebuah akun atau pengaruh yang timbul akibat impresi atau reaksi warganet terhadap apa yang mereka tuliskan.

Dari pantauan Netray, topik yang menarik 11 ribu akun untuk turut bersuara atau mengungkapkan pendapatnya soal polemik perizinan tambang emas di Sangihe ini tidak terlepas dari keterlibatan akun-akun media berita besar seperti BBC Indonesia, Asumsi.co, NarasiNwsroom, TirtoID ataupun komunitas Jatamnas dan GUSDURians yang memiliki kecenderungan arah opini yang sama. Mereka memberikan informasi tentang apa yang terjadi di Sangihe, baik dengan muatan netral maupun secara tegas menolak dengan membeberkan dampak-dampak negatif yang berpotensi muncul apabila proyek tersebut akhirnya diloloskan.

Demikian pantauan Netray. Semoga apa yang tengah diperjuangkan oleh masyarakat Sangihe dapat didengar dengan baik oleh pemerintah sehingga diperoleh keputusan yang tidak memberatkan salah satu pihak.

Kontroversi Gelar Profesor Megawati, Ketika Politik Mencari Legitimasi Dunia Akademik

Mantan presiden RI Megawati Soekarnoputri baru saja mendapatkan gelar profesor kehormatan sekaligus status guru besar tidak tetap dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada hari Jumat 11 Juni 2021. Pemberian gelar itu diadakan dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertanahan Bidang Kepemimpinan Strategik, Fakultas Strategi Pertahanan, Unhan Pertahanan RI.

Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian mengatakan Megawati Soekarnoputri adalah seorang putri terbaik bangsa Indonesia. Salah satu buktinya adalah saat dirinya menjabat presiden pada tahun 2001 hingga 2004. Megawati menerbitkan berbagai kebijakan yang sangat mendukung tugas-tugas Kementerian Pertahanan RI dan TNI. 

Selain karena jasa-jasanya, seseorang harus aktif di dalam dunia akademik sebelum ditetapkan sebagai profesor. Keaktifan tersebut dapat dilihat dari karya tulis yang biasa disebut dengan jurnal ilmiah. Karya ilmiah yang dibuat Megawati menyeret perhatian publik lebih jauh lagi ke dalam wacana pemberitaan. Yang akhirnya menarik Netray Media Monitoring untuk membuat pemantauan. Hasilnya bisa dilihat di bawah ini.

Laporan Statistik Pemantauan Topik Gelar Profesor dan Megawati

Topik pemberitaan pemberian gelar kepada Megawati oleh Universitas Pertahanan dipantau selama sepekan antara tanggal 4 Juni hingga 11 Juni 2021. Pemantauan pemberitaan media massa nasional dilakukan dengan menggunakan kata kunci megawati, profesor, dan unhan sebagai filter. Dari sini Netray menemukan sejumlah data statistik untuk kemudian dianalisis lebih dalam lagi.

Salah satu data statistik utama yang diperoleh adalah jumlah artikel yang terbit selama periode pemantauan dan mengandung kata kunci. Netray mendapatkan 891 artikel yang diterbitkan oleh 92 media massa nasional. Yang perlu diingat bahwa jumlah ini tidak ditujukan secara spesifik untuk isu pengangkatan profesor. Total artikel ini menunjukkan seberapa banyak nama Megawati muncul dalam berita nasional selama sepekan.

Jika pemantauan dispesifikasikan pada isu pemberian gelar profesor, maka hasilnya adalah 204 artikel yang diterbitkan oleh 59 kantor berita daring dalam negeri. Artinya, tidak hanya wacana pemberian gelar profesor dari Universitas Pertahanan yang mencatut nama mantan presiden RI tersebut. Ada sejumlah sudut pandang pemberitaan lain yang sedikit banyak akan mempengaruhi persepsi publik terhadap sosok Megawati Soekarnoputri.

Isu pengangkatan profesor sendiri tidak muncul di awal periode pemantauan. Meskipun nama Megawati sudah banyak masuk ke dalam artikel mengingat posisinya sebagai tokoh politik penting nasional. Isu tersebut baru muncul pada tanggal 8 Juni 2021. Kategori “Education” menggeser kategori “Politic” yang menjadi sudut pandang utama kala membicarakan sosok putri kandung bapak proklamator ini.

Rencana Pemberian Gelar Profesor kepada Megawati

Sejak awal isu ini berkembang, tidak ada tanda-tanda bahwa wacana pemberian gelar akan berubah. Rencana untuk mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai profesor terus berlanjut meskipun menghadirkan kontroversi. Universitas Pertahanan sudah mempersiapkan acara pengukuhan tersebut pada Jumat 11 Juni 2021. Hampir sebagian besar media massa memberitakan rencana ini. Sebelum akhirnya merilis artikel yang bersifat kontra terhadapnya.

Kontroversi Tulisan Ilmiah, Megawati Menulis Tentang Dirinya Sendiri

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa gelar akademik membutuhkan prasyarat akademik pula untuk mendapatkannya. Tak ada privilege khusus bahkan kepada mantan presiden. Megawati tetap harus membuat karya ilmiah sebagai syarat mendapatkan gelar profesor. Karya ilmiah ini yang akhirnya mendatangkan kontroversi di ranah publik.

Alih-alih membuat karya yang terlihat meyakinkan, Megawati justru menulis kajian tentang kepemimpinannya di masa masih menjabat sebagai presiden. Karya ilmiah tersebut merupakan kajian atas bagaimana sepak terjang dirinya sendiri kala menghadapi krisis multidimensional yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia di tahun 2001 hingga 2004. Perdebatan apakah karya ini subyektif atau obyektif sama seperti bertanya apakah ayam berasal dari telur.

Argumen Kelayakan Pemberian Gelar Profesor

Meskipun begitu sejumlah pihak tetap memberikan pembelaan, bahwa Megawati Soekarnoputri memang layak mendapat gelar profesor. Yang paling utama tentu saja datang dari kampus Universitas Pertahanan. Mereka berargumen bahwa Megawati memiliki kualitas tersendiri saat menjabat sebagai presiden. Padahal pada saat itu sejumlah wilayah di Indonesia sedang dilanda konflik antara lain di Poso, Ambon, hingga Bom Bali. Isu semacam ini memang menjadi kajian utama dari kampus Unhan.

Tak hanya datang dari kampus pemberi gelar, Megawati sebenarnya sudah lama mendapatkan apresiasi dalam bidang akademik dari berbagai institusi. Menurut Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian, sejumlah mahaguru dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan universitas mancanegara juga memberikan rekomendasi akademis tentang gelar profesor kehormatan untuk Megawati.

Gelombang Kritik atas Kelayakan Megawati Mendapat Gelar Profesor

Tak hanya mempermasalahkan kualitas karya ilmiah yang dibuat oleh Megawati, publik pada dasarnya mempertanyakan legitimasi pengukuhan itu sendiri. Seperti yang disampaikan Peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis (LESPERSSI) Beni Sukadis. Pihaknya menilai rekam jejak Megawati terhitung belum cukup untuk ranah hanneg (pertahanan negara). Akan tetapi, hal itu bisa dimaklumi karena tujuannya adalah politik.

Alasan politik memang menjadi arus utama gelombang kritik dari topik pemantauan. Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai pemberian gelar profesor ini jelas berbau politis. Pasalnya untuk memperoleh gelar tersebut butuh proses panjang dan berliku. Hal ini bahkan bisa berbahaya bagi dunia akademik karena secara tidak langsung merusak dan mencemari nilai-nilai di dalamnya. Banyak akademisi yang rela berdarah-darah untuk mendapatkan gelar tersebut sedangkan kepentingan politik dengan mudah mementahkannya.

Ucapan Selamat dari Sejumlah Politisi, Apakah Cukup Menjadi Bukti?

Politik seperti bergeming menghadapi gelombang kritik di atas. Pada hari Jumat minggu lalu, Megawati resmi mendapat gelar dan ucapan selamat datang membanjiri. Kemendikbud Ristek melalui Menteri Nadiem Makarim, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, hingga Bupati Bogor Ade Yasin telah menyampaikan selamat.

Bahkan ucapan selamat juga datang dari Presiden Joko Widodo. Baginya keputusan Unhan untuk memberi gelar profesor kepada Megawati Soekarnoputri adalah sebuah keputusan yang tepat. Sedangkan Ridwan Kamil memuji pidato Megawati yang ia nilai penuh dengan nasihat. Guru Besar Universitas Negeri Jakarta menyanjung karya ilmiah yang dianggap menjadi inspirasi internasional.

Ditengah mutu pendidikan yang sedang terjun bebas akibat berbagai macam problematika, isu ini tentu semakin menjenuhkan. Sebagai promotor penting bagi berkembangnya ilmu pengetahuan, keberadaan dunia akademik baiknya sangat dihargai dan sebisa mungkin dibebaskan dari anasir politik. Kecuali untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Selamat kepada Megawati Soekarnoputri untuk penghargaan profesornya dan selamat kepada dunia pendidikan Indonesia yang mendapat tantangan baru.

Suara Penolakan Warganet pada Wacana Penerapan PPN Sembako

Beredarnya kabar kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mulai meresahkan masyarakat. Pajak yang dikenakan untuk pertambahan nilai barang ataupun jasa, kali ini menyasar pada sembako. Selain sembako, pemerintah juga berkeinginan untuk menerapkan PPN pada jasa pendidikan, yakni biaya sekolah. Namun, rencana kenaikan PPN yang paling banyak menuai sorotan media adalah PPN untuk sembako. Rencana kenaikan pajak sembako ini tertulis dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Pada revisi Undang-Undang tersebut, PPN sembako mengacu pada Pasal 4A RUU KUP yang tertulis bahwa sembako telah dihapus sebagai kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. 

Seperti diketahui, pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 144 Tahun 2000 sembako tidak dikenakan PPN. Mengingat sembako merupakan bahan utama dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sri Mulyani dan jajarannya menjadi figur utama yang paling disoroti atas rencana PPN sembako pada RUU KUP tersebut. Tetapi, Kementerian Keuangan seperti enggan memberikan klarifikasi atas beredarnya rencana PPN tersebut di tengah masyarakat. Hal itu membuat rencana kenaikan PPN sembako menggema di media sosial Twitter hingga menduduki trending pada 10 Juni kemarin. 

Seperti apa impresi masyarakat yang diwakili oleh warganet Twitter terkait rencana PPN tersebut? 

Media Monitoring Netray melakukan pemantauan selama sepekan pada media sosial Twitter. Hasilnya topik PPN telah diperbincangkan warganet sebanyak 70,7 ribu tweet. Mayoritas perbincangan didominasi dengan tweet bersentimen negatif. Pembahasan rencana penerapan PPN tersebut memang menarik perhatian warganet. Hal itu dibuktikan dengan angka impresi yang diperoleh topik menyentuh 78,2 juta

Selama periode pemantauan pada 6-12 Juni 2021, Netray memperlihatkan seperti apa pergerakan grafik untuk perbincangan seputar kenaikan PPN. Pada gambar di atas, terlihat grafik pergerakan perbincangan mengalami kenaikan pada 10 Juni 2021. Puncak grafik tersebut bertepatan dengan topik PPN sembako menduduki trending di Twitter. Setelah tanggal tersebut, keramaian warganet masih memenuhi lini masa twitter dengan memperbincangkan seputar topik rencana penerapan PPN. Seputar apa saja pembahasan warganet?

Untuk melihat secara garis besar apa saja yang diperbincangkan warganet seputar topik ini, kita dapat melihatnya melalui fitur Top Words. Secara garis besar warganet memperbincangkan ketimpangan antara pajak sembako, pajak mobil mewah, dan pajak sekolah. Hal itu terlihat dari kata sembako, sekolah, dan ppnbm menempati jajaran kata utama dengan ukuran besar. Warganet mempertanyakan ketidakadilan pemerintah dalam menerapkan PPN sebesar 12% untuk sembako dan sekolah sedangkan PPN untuk pembelian barang mewah 0%. 

Melihat Puncak Perbincangan dan Populer Tweet untuk Kenaikan PPN

Setelah membaca secara garis besar perbincangan warganet melalui Top Words, berikut gambar impresi cuitan warganet pada tanggal puncak perbincangan beserta populer tweet yang paling banyak menuai interaksi warganet. 

Pada gambar di atas, puncak perbincangan tanggal 10 Juni dipenuhi kritikan pedas dari beberapa akun, seperti akun @SetyaBuditama. Setya mengkritik bahwa PPN 12% yang diterapkan untuk sembako dinilai belum tepat di saat pandemi seperti ini. Warganet merasa geram karena penerapan peraturan pemerintah semakin hari semakin membebani rakyat.

Kemudian gambar sisi kanan merupakan gambar tweet populer selama sepekan periode pemantauan. Gambaran isi tweet tidak jauh berbeda dari puncak perbincangan yakni seputar kritik yang ditujukan kepada pemerintah terkait penerapan PPN 12% untuk sembako. Pada tweet populer keseluruhan, terdapat tweet dari akun-akun dengan platform yang cukup berpengaruh. Seperti halnya, tweet dari akun resmi DPP PKS @PKSejahtera, lalu tweet dari mantan juru bicara KPK @febridiansyah, serta stafsus Kemenkeu @prastow. Ketiga akun tersebut membeberkan impresi dari sudut pandang masing-masing terkait penerapan PPN. Tweet dari @PKSejahtera dan @febridiansyah sama-sama berada di kubu ketidaksetujuan atas RUU KUP untuk sembako. Lalu @prastow justru menuliskan tweet terkait pandangan masyarakat yang dinilai memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya pajak. 

Impresi Warganet untuk PPN Sembako 12% 

Beberapa cuitan dari akun dengan platform yang cukup besar seperti contoh di atas, menarik interaksi murni dari warganet. Tidak sedikit warganet turut menuliskan impresi di Twitter tentang betapa mirisnya wacana PPN tersebut. 

Melalui beberapa tweet yang terangkum pada gambar di atas, warganet meminta kepada presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani supaya memdipertimbangkan kembali terkait kenaikan pajak untuk sembako. Sebab masyarakat dari kalangan bawah akan kesusahan untuk mendapatkan bahan pokok tersebut. 

PPNBM Dapat Diskon 100%

Selain menyoroti tentang penerapan PPN untuk sembako, warganet juga menyoroti pemerintah yang memberikan diskon 100% untuk PPnbm. Apa itu PPnBM? PPnBM merupakan pajak penjualan atas barang mewah atau pajak barang mewah. Pajak ini dikenakan atas transaksi barang kena pajak yang tergolong mewah baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Beredarnya kabar pajak 0% untuk barang mewah, bersamaan dengan kabar penerapan pajak untuk sembako tentu menimbulkan kekecewaan warganet.

Beberapa cuitan di atas merupakan ungkapan aspirasi warganet yang merasa adanya ketimpangan atas aturan perpajakan. Warganet mengkritik bahwa masyarakat dengan kalangan atas yang sanggup membeli barang mewah justru tidak dikenakan pajak, sedangkan masyarakat kalangan bawah ingin membeli bahan pokok dikenakan pajak 12%. Ketimpangan tersebut membuat warganet kecewa atas birokrasi pemerintahan saat ini.

Wacana Sekolah akan Dikenai PPN 

Pada pembahasan seputar topik penerapan PPN untuk sembako, turut pula menyeret isu tentang pajak yang akan diterapkan untuk sekolah. Kabar simpang siur tersebut memang belum dikonfirmasi dari pihak Kementerian Keuangan, namun warganet telah mengulas impresinya dalam menanggapi kabar tersebut. 

Seperti dilansir dari tweet detikcom, apabila wacana penerapan pajak untuk sekolah benar direalisasikan oleh pemerintah, akan semakin banyak siswa putus sekolah. Warganet mengungkapkan, baru di era pemerintahan saat ini jasa pendidikan akan diterapkan PPN. Padahal beberapa negara lain menerapkan sekolah gratis, tetapi Indonesia justru membebani sekolah dengan pajak pertambahan nilai. Oleh karena itu, rasanya wacana penerapan pajak untuk sekolah memang harus dipertimbangkan kembali.

Jaringan Percakapan 

Netray membingkai keramaian warganet pada jaringan percakapan yang terbentuk dari mention. Dari jaringan percakapan by mention berikut, dapat terlihat akun apa saja yang paling sering dimention oleh warganet ketika memperbincangkan seputar topik PPN.

Berdasarkan gambar jaringan percakapan di atas, hanya terdapat dua akun yang menjadi sorotan perbincangan warganet. Akun tersebut ialah akun resmi @jokowi selaku Kepala Negara Republik Indonesia. Kemudian selanjutnya ialah akun @prastow atau Prastowo Yustinus sebagai salah satu staf khusus dari Kementerian Keuangan. Kedua akun tersebut merupakan akun yang dinilai berpengaruh atas wacana penerapan PPN. Selain itu pada gambar jaringan di atas, garis yang berada disekitar akun @jokowi terlihat dipenuhi oleh garis merah, yang artinya banyak suara penolakan warganet seputar wacana penerapan PPN tersebut. Kemudian, dari sisi garis yang berada di sekitar akun @prastow berkebalikan dari warna garis yang berada di sekitar akun @jokowi. Hal ini memperlihatkan dari awal analisis yang telah dijabarkan, Prastowo banyak menuliskan tweet atas sisi positif dari adanya penerapan PPN ini. Karena cuitannya dianggap kontroversial maka banyak memancing perhatian dari warganet. 

Penutup 

Wacana penerapan PPN untuk sembako sebesar 12% menuai banyak kritikan dari masyarakat. Suara ketidaksetujuan masyarakat muncul karena adanya ketimpangan. Masyarakat merasa pemerintah tidak adil, sebab beban pajak untuk barang mewah ialah 0% sedangkan untuk bahan pokok sehari-hari sebesar 12%. Masyarakat merasa pemerintah tidak memihak rakyat kecil yang dibebani dengan aturan pajak mencekik. Namun sampai saat ini, pihak pemerintah maupun Kementerian Keuangan belum juga memberikan klarifikasi. Semoga wacana penerapan PPN ini dapat dipertimbangkan kembali oleh pemerintah. Demikian analisis Netray. 

Bahas Kuliner Jogja di Twitter, Mana Rekomendasi Warganet?

Yogyakarta atau yang paling mudah dilafalkan sebagai Jogja merupakan salah satu destinasi yang banyak diminati. Selain menawarkan beragam tempat wisata yang menarik, Jogja juga kaya akan kuliner enak dengan harga yang ramah di kantong. Nah, beberapa waktu lalu warganet Twitter ramai bahas topik ini. Netray pun tertarik untuk memantau dan menyajikannya ke dalam infografik khusus untukmu. Kira-kira, kalau kamu kulineran ke Jogja tempat mana saja yang wajib ada dalam list? Kalau masih bingung, baca aja dulu rekomendasi warganet berikut.

Pembahasan topik kuliner Jogja di Twitter terlihat ramai pada tanggal 26-29 Mei 2021. Dari pantauan Netray, kenaikan topik ini mulanya dipicu oleh twit dari akun @txtdarijogja yang membagikan video terkait  kekecewaan seorang wisatawan terhadap harga pecel lele di Malioboro. Beragam tanggapan pun menghiasi kolom komentar. Mulai dari yang merasa sama kecewanya hingga adu argumen soal kuliner Jogja.

Keramaian kian bertambah setelah akun @arieparikesit turut meminta rekomendasi top 5 kuliner Jogja. Warganet pun berbondong-bondong memberikan tanggapan dan rekomendasi. Dan berikut inilah yang paling banyak mengisi cuitan warganet ketika membahas kuliner Jogja.

1. Malioboro

Mengunjungi kota Jogja rasanya tidak lengkap jika belum menginjakkan kaki di Malioboro. Merupakan nol kilometernya Jogja, Malioboro juga menjadi yang paling banyak disinggung ketika membahas kuliner Jogja. Namun bukan sebagai rekomendasi, warganet justru mewanti-wanti agar wisatawan yang berniat mencari kuliner murah untuk menghindari kawasan ini. Selain harga yang belum tentu murah, tidak semua jajanan di Malioboro merupakan kuliner otentik khas Jogja. Malioboro untuk berwisata, berburu pernak-pernik, tapi tidak untuk kulineran. Demikian saran warganet.

2. Gudeg

Makanan khas Jogja satu ini menjadi rekomendasi wajib ketika warganet berniat kulineran di Jogja. Beberapa nama seperti Gudeg Mbah Lindu, Gudeg Ahmad, Gudeg Yu Djum, hingga Gudeg Song Djie menghiasi twit warganet yang ingin berbagi pengalaman mereka soal kuliner Jogja.

3. Bakmi Jawa

Selain Gudeg, Jogja juga punya menu bakmi Jawa yang tidak kalah menarik. Beberapa warganet menyarankan sejumlah nama seperti bakmi Pak Tanto, bakmi Jawa Shibisu, hingga bakmi Kadin.

4. Ayam Olive

Sebenarnya Olive bukan menu makanan khas Jogja. Sama seperti restoran ayam cepat saji pada umumnya yang menjual ayam goreng kentucky. Selain harganya yang murah, keberadaan Olive yang sulit ditemukan di luar wilayah Yogyakarta membuat warganet turut merekomendasikan ayam goreng bercita rasa khas ini. 

5. Sate Klatak

Selain Gudeg dan Bakmi Jawa, wisatawan yang berkunjung ke Jogja biasanya tak ketinggalan berburu sate kambing khas Pleret yang sangat populer, Sate Klatak. Penggunaan ‘klatak’ sebagai nama sate ini dikatakan karena adanya bunyi ‘klatak-klatak’ ketika garam ditaburkan ke sate yang tengah dibakar. Sate Klatak akan mudah ditemukan di kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta.

6. Kopi Klotok hingga Kopi Joss

Kopi Klotok dibuat dengan cara merebus air bersama dengan bubuk kopi dan dimasak di atas panci dengan tungku arang. Kemudian baru disiram air sampai mendidih sehingga menghasilkan bunyi “klotok-klotok”. Sementara Kopi Joss memanfaatkan arang panas untuk dicelupkan pada kopi yang akan diminum.

Sebenarnya masih banyak sekali kuliner khas Jogja yang direkomendasikan warganet. Mulai dari jajanan, makanan, hingga wedangan khas seperti Wedang Uwuh dan Wedang Ronde. Namun, beberapa menu di atas merupakan rekomendasi populer yang paling banyak disebut warganet. Jadi, kalau kamu mau kulineran ke Jogja jangan lewatkan menu-menu di atas yaa. Atau mungkin kamu punya kuliner favorit lain? Bolehlah di share di kolom komentar.

BTS Meal Laris Manis; Terima Kasih McD, Army, dan Ojol

Lagi-lagi kolaborasi Boy Band Korea dan salah satu brand di Indonesia berhasil meraup untung besar. Bagaimana tidak? Launching BTS Meal yang diproduksi oleh McDonald’s telah banyak menyita perhatian publik, terutama Army. Kabar kolaborasi antara McD dan BTS ini telah berembus di publik sejak 19 April 2021 lalu. Sontak pengumuman resmi dari akun Twitter McD tersebut menyita perhatian warganet dan Media Monitoring Netray yang kemudian diulas dalam artikel berjudul Antusias Warganet Sambut BTS Meal. Lalu seperti apa animo di hari H peluncuran produk ini?

Tak hanya menyita perhatian Army, para pemburu berita pun berbondong-bondong menuliskan artikel terkait topik ini. Hal ini disebabkan oleh membludaknya pesanan yang diterima McDonald’s dari mitra kerja mereka, yakni layanan makanan pesan antar ojol. Banjirnya pesanan yang menyebabkan kerumunan hingga nilai jual bungkus bekas pun menjadi sorotan publik dan media berita. Lalu seperti apa media mengangkat fenomena ini? Dan bagaimana keriuhan warganet, terutama Army dalam menyambut produk yang telah lama dinanti-nanti tersebut?

Media Berita Ikut Menyoroti Larisnya BTS Meal

Kabar banjirnya driver ojol di outlet McD menjadi bahan utama pemberitaan media massa. Dengan kata kunci BTS meal, Netray mulai memantau pemberitaan media daring dalam menyoroti fenomena ini. Dalam periode pemantauan mulai dari Senin 7 Juni 2021 hingga Jumat 11 Juni 2021, ditemukan sebanyak 629 artikel dari 89 portal media yang mengandung kata kunci tersebut. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa topik ini memanglah menjadi pusat perhatian media massa.

Kerumunan menjadi kata kunci utama yang menjadi bahan pemberitaan awal dari media massa terhadap topik ini. Hal ini menjadi sorotan, lagi-lagi disebabkan oleh kondisi pandemi yang tak kunjung usai. Membludaknya antrean di gerai-gerai McD turut serta menjadi sorotan pemerintah. Hal ini terlihat dari tabel di atas yang menunjukkan kategori Hukum dan Pemerintahan berada di bawah Hiburan dan Kesehatan.

Buntut Kerumunan, Gerai McD Ditutup Sementara

Gerai McD menjadi lautan manusia pada Rabu, 9 Juni 2021 terkait adanya launching BTS Meal di gerai McD seluruh Indonesia. Dilansir dari Warta Kota, Pemerintah Daerah DKI Jakarta melakukan penutupan sementara 32 gerai McD yang tersebar di Ibu Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa jajarannya akan kembali menindak tegas dengan memberikan denda sebesar 50 juta apabila hal ini terulang kembali. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menjelaskan 32 gerai itu tersebar di lima kota, yaitu 6 gerai di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur; 5 gerai di Jakarta Utara; dan 9 gerai di Jakarta Selatan.

Penutupan sementara ini diakibatkan oleh pelanggaran Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dilakukan oleh pihak McD. Aturan tersebut menyebutkan bahwa setiap manajemen atau pengelola tempat usaha wajib melaksanakan pengaturan jarak antar konsumen, membatasi 50 persen kapasitas, dan mengusahakan tidak terjadinya kerumunan. Tak hanya terjadi di Ibukota, penutupan sementara gerai McD juga terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti yang dituliskan oleh media iNews.id, 5 dari 11 gerai McDonald’s di Bandung ditutup sementara oleh Pemda setempat. Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi mengatakan gerai yang disegel berada di Buahbatu, Cibiru, dan Kopo Mas Babakan Ciparay.

Donasi Army untuk Ojol

Meski sempat mendapat berita bersentimen negatif, BTS Meal ini juga menghadirkan pandangan positif bagi McD dan Army. Tak hanya berburu makanan edisi khusus ini, para Army juga menyempatkan penggalangan dana bagi ojol. Dikutip dari media CNN Indonesia, dalam waktu 24 jam ARMY Indonesia telah mengumpulkan Rp80.099.923. Hal ini pun menjadi kejutan bagi driver ojol yang konon rela antre hingga berjam-jam demi customer mereka.

Hingga hari ketiga, pada 10 Juni 2021 penggalanan donasi bagi ojol yang diinisiasi oleh Army ini mencapai Rp 209.340.844. Dilansir dari Detik, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan sangat mengapresiasi terhadap galang donasi tersebut. Namun, ia mengingatkan agar donasi itu diberikan kepada pihak yang tepat. Dalam penyalurannya, Igun berpendapat hal ini akan lebih baik apabila disalurkan melalui konsumen BTS Meal kepada driver ojol secara langsung sehingga dapat meminimalisir terjadinya kembali kerumununan.

BTS Meal dalam Kanal Twitter

Warganet Twitter pun tak ingin tertinggal untuk menunjukkan antusiasnya dalam menyambut makanan edisi khusus dari McD ini. Dengan kata kunci dan periode yang sama dengan kanal media massa, Netray berhasil menghimpun sebanyak 104.150 tweet dengan total impresi mencapai lebih dari 8 juta. Sama halnya dengan media massa, topik memang sangat menarik perhatian publik, terlihat dari data di bawah ini yang menujukkan topik ini dapat menjangkau hingga lebih dari 189 juta akun.

Dari 104.150 tweet yang terhimpun, hampir 60 ribu diantaranya terdeteksi sebagai tweet bersentimen positif. Artinya lebih dari 50 persen tweet ini memberikan respons positif terhadap fenomena ini. Lalu apa yang menjadi topik perbincangan warganet?

Terima kasih McD, Army, dan Ojol

Launching BTS Meal di seluruh gerai McD Indonesia menjadi penantian publik, terutama Army sejak pengumuman resminya pada 19 April 2021 lalu. Produksi makanan edisi khusus ini disediakan oleh McD sebagai salah satu bentuk tanda kasih terhadap pelanggan setianya yang juga merupakan member dari fanbase boy band tersebut.

Banjir ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Army kepada driver ojol. Hal ini lantaran kegigihan para ojol yang rela antre hingga berjam-jam demi melayani pesanan mereka. Begitu sebaliknya, driver ojol juga memberikan ungkapan terima kasih karena di balik banjirnya pesanan ini para Army telah menyiapkan hadiah sebagai apresiasi atas kerja samanya.

Warganet Keheranan

Di balik ramainya BTS Meal, ternyata tak semua warganet mengetahui apa itu BTS Meal. Bahkan ada juga yang terheran-heran apa yang menjadi incaran dari menu tersebut hingga ojol pun rela antre demi melayani customer-nya.

Menu BTS Meal berisikan 1 kentang goreng ukuran medium, 9 potong McNugget nugget ayam khas McDonald’s dilengkapi dengan saus cajun dan saus sweet chilli, serta 1 cup minuman cola ukuran medium. Dari isi yang disajikan, tak heran banyak warganet yang mempertanyakan apa yang menjadi spesial dari menu ini. Ternyata, kolaborasi makanan edisi khusus ini dibungkus dengan kemasan paper bag yang menjadi incaran Army.

Wah, kekuatan Army begitu besarnya ya. Brand campaign yang dilakukan McDonald’s ternyata benar-benar mampu menyita perhatian fans BTS Indonesia. Meski terselip berita buruk terkait kerumunan yang terjadi di gerai McD, di sisi lain ‘kekuatan’ solidaritas Army disalurkan dengan memberikan donasi bagi para ojol yang sedang bekerja menerima pesanan mereka. Fenomena ramainya penjualan atas kerjasama dengan boy band Korea tak hanya terjadi pada perusahaan McD. Kolaborasi yang diupayakan perusahaan ini patutnya menjadi apresiasi di tengah keterpurukan ekonomi yang melanda Indonesia. Kerjasama antara McD, Army, dan Ojol dapat menjadi cerminan betapa masih membutuhkannya kita semua satu sama lainnya.

Demikian analisis dari Media Monitoring Netray. Simak ulasan isu terkini lainnya hanya di https://analysis.netray.id/

Heboh Produk Nestle Tidak Sehat, Kinerja BPOM Menjadi Sorotan

Belakangan brand Nestle menjadi topik perbincangan hangat media sosial setelah dokumen internal perusahaan tersebut bocor ke publik. Hal ini pun menjadi pembahasan luas di berbagai media yang menyoroti sekitar 60 persen produk dari brand tersebut dinyatakan tidak sehat. Warganet pun menjadi heboh mengingat banyak produk dari brand Nestle yang menjadi konsumsi sehari-hari warganet. Media Monitoring Netray memantau perbincangan terkait topik ini di media sosial Twitter, seperti apakah perbincangan warganet terkait topik ini? Simak selengkapnya.

Nestle

Netray memantau perbincangan warganet terkait topik ini sejak 07 Juni 2021 sampai dengan 10 Juni 2021. Selama periode tersebut ditemukan 9,812 tweets dengan didominasi oleh tweet bersentimen negatif. Adapun jumlah impresi mencapai 107.4M dengan potensi jangkauan mencapai 57.6M. Jumlah tersebut menunjukkan topik ini merupakan topik hangat yang diperbincangkan warganet selama beberapa waktu. Seperti apa intensitas perbincangan tersebut dapat diamati melalui grafik di bawah ini.

Melalui grafik tersebut dapat diamati perbincangan warganet meningkat secara signifikan pada 06 Juni 2021. Puncak perbincangan ini terjadi setelah Nestle mengakui lebih dari 60 persen produk makanan dan minumannya tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Pengakuan tersebut terjadi setelah dokumen internal perusahaan bocor ke publik. Pemberitaan tersebut pun menyebar luas hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut menjadi sorotan.

Berdasarkan Top Words di atas terlihat beberapa kosakata yang kerap digunakan warganet dalam perbincangannya di media sosial Twitter, seperti BPOM, sehat, nestle, bocor, milo, dan beberapa kosakata lainnya. Turut menjadi sorotan BPOM pun menjelaskan pemberitaan terkait 60 persen produk Nestle tak memenuhi standar kesehatan yang pada dasarnya tidak terkait dengan keamanan dan mutu pangan. BPOM menyampaikan informasi produk Nestle tak sehat tersebut lebih menyoroti soal kandungan gizi produk, khususnya kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

BPOM mengatakan bahwa kandungan gizi produk (GGL) merupakan salah satu faktor risiko penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Sementara terkait persoalan keamanan dan mutu pangan BPOM mengklaim telah melakukan proses evaluasi terhadap berbagai aspek termasuk keamanan, mutu, gizi dan label.

Produk Nestle Tak Sehat, Warganet Bahas Produk Favorit Dari Brand Ini

Sebagai perusahaan multinasional, Nestle memiliki wilayah operasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan makanan nutrisi dan minuman nutrisi seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat, dan lain-lain. Beragam produk tersebut pun dikenal luas dan cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, seperti halnya Milo yang turut menjadi perbincangan warganet hingga muncul pada kategori Top Words.

Terlepas dari perbincangan hangat terkait kandungan gizi dan kabar tak sehat tersebut warganet justru ramai membahas produk dari Nestle yang menjadi favorit mereka. Seperti salah satu unggahan warganet di atas yang mengatakan baru menyadari kandungan kadar gula dari Milo ternyata sebanyak 16g dalam satu kemasannya. Namun karena rasanya yang nikmat membuat warganet tetap mengkonsumsi produk tersebut.

Meluasnya isu tersebut membuat Nestle akhirnya angkat suara. Pihak Nestle mengakui bahwa 60 persen produk yang dipasarkan oleh mereka tidak memenuhi standar kesehatan. Namun, produk tersebut di luar produk untuk anak, gizi khusus, hewan peliharaan, dan produk kopi. Head of Corporate Communication Nestle Indonesia Stephan Sinisuka menegaskan bahwa laporan yang menyatakan bahwa 60 persen produk Nestle tak memenuhi standar kesehatan hanya mencakup sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk Nestle Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa studi tersebut tidak mencakup seluruh portofolio produk Nestle Indonesia.

Top Categories Perbincangan Seputar Nestle

Pada kategori Top Accounts dan Top People terlihat akun @RodriChen dan @ChairmanGLC menempati urutan teratas kedua kategori tersebut. Sementara itu, sebagai lembaga yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia BPOM turut menjadi sorotan dalam perbincangan warganet terkait topik ini. Hal tersebut membuat lembaga ini menempati urutan teratas kategori Top Organizations diikuti PT Nestle Indonesia, DPR, dan beberapa media pemberitaan daring.

Kabar terkait produk Nestle yang tak memenuhi standar kesehatan membuat warganet heboh di media sosial Twitter. Topik tersebut pun menjadi perbincangan hangat hingga mengalami kenaikan yang signifikan pada periode pantauan Netray. Hal tersebut menyebabkan BPOM turut menjadi sorotan dan Nestle pun angkat bicara serta membenarkan kabar tersebut. Nestle memastikan beberapa produknya tersebut tidak memenuhi standar kesehatan bukan berarti mengandung racun dan membahayakan. Sementara itu, BPOM menyarankan agar masyarakat lebih bijak dan teliti sebelum mengkonsumsi agar nantinya tidak merasa dirugikan.

Demikian hasil pantauan Netray, simak hasil analisis lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Wacana Sekolah Tatap Muka Semasa Pandemi, Memicu Pro dan Kontra

Setelah pandemi melanda, kini Indonesia mulai merangkak beradaptasi dan menyesuaikan segala kondisi untuk terus mempertahankan semua aspek yang terdampak pandemi. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem belajar mengajar harus dilakukan secara jarak jauh atau online untuk mengurangi penularan virus. Proses belajar mengajar jarak jauh tersebut telah berlangsung hampir dua tahun seiring dengan virus corona di Indonesia. 

Kini pemerintah berencana memulai proses belajar mengajar di sekolah secara tatap muka. Wacana sekolah tatap muka akan dimulai pada 1 Juli 2021. Kabar wacana tersebut telah dikonfirmasi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Menteri Nadiem mendorong pembelajaran tatap muka untuk segera dilaksanakan dengan mengikuti panduan protokol kesehatan. Arahan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri. SKB yang rilis pada 30 Maret 2021 menghimbau bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan yakni guru dan tenaga pendidik telah divaksinasi secara merata agar segera melayani pembelajaran tatap muka. 

Melihat ramainya kabar wacana sekolah tatap muka di media pemberitaan dan media sosial, Media Monitoring Netray melakukan pemantauan. Seperti apa media pemberitaan mengawal kabar wacana tersebut? Apakah wacana tersebut menuai pro kontra di kalangan masyarakat yang diwakili oleh warganet Twitter? Simak ulasan berikut ini. 

Gambaran perbincangan keramaian wacana sekolah tatap muka tersebut secara garis besar, yakni tentang vaksinasi dan prosedur. Hal itu terlihat dari jajaran Top Words di atas yakni adanya kata terbatas dan vaksinasi. Selain kata anak, tatap, sekolah, dan muka yang berukuran besar, kata terbatas dan vaksinasi juga tidak kalah menonjol dari keempat kata tersebut. Media pemberitaan dan warganet memperbincangkan tentang prosedur vaksinasi yang diterapkan oleh pemerintah kepada tenaga pendidik serta arahan presiden Jokowi terkait pembatasan jumlah siswa dalam proses pembelajaran tatap muka di masa pandemi.

News Media Monitoring untuk Wacana Sekolah Tatap Muka 

Pertama-tama Netray melakukan pemantauan pada media pemberitaan. Seberapa banyak media pemberitaan yang mengulas wacana sekolah tatap muka? 

Selama sepekan pemantauan dengan periode 3-9 Juni 2021, topik tentang kabar wacana sekolah tatap muka telah diberitakan sebanyak 316 artikel dari 84 portal media. Media terus memberitakan terkait rencana pemerintah yang akan segera melakukan pembelajaran tatap muka agar masyarakat lebih sadar sejak awal dan dapat mempersiapkan anak-anak sesuai protokol kesehatan untuk beradaptasi pada pembelajaran tatap muka tersebut. 

Arahan Presiden Jokowi Terkait Sekolah Tatap Muka 

Presiden Joko Widodo memberikan arahan tentang rencana penyelenggaran sekolah tatap muka. Dilansir dari iNews.id, arahan presiden yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tersebut meminta agar rencana sekolah tatap muka hanya dihadiri oleh 25 persen siswa dari total keseluruhan siswa. Kemudian jadwal sekolah tatap muka dalam sepekan hanya dilakukan dua hari dengan rentang waktu pembelajaraan masing-masing maksimal 2 jam. Arahan tersebut hanya berlaku pada sekolah atau lembaga pendidikan yang telah memenuhi syarat vaksinasi covid-19 bagi seluruh guru dan tenaga pendidik yang bersangkutan.  

Federasi Serikat Guru Indonesia, Layangkan Ketidaksetujuan Rencana Sekolah Tatap Muka

Rencana pemerintah terkait pembelajaran sekolah tatap muka semasa pandemi ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang tidak setuju atas rencana pemerintah tersebut datang dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Dalam hal ini FSGI khawatir apabila pembelajaran tatap muka justru menambah klaster baru pada kasus covid-19. Selain itu, tidak sedikit pula anak-anak di seluruh negeri yang belum menerima vaksin. Oleh karena itu, FSGI meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk melibatkan Epidemiolog dan Ikatan Dokter Anak Indonesia di setiap daerah supaya turut serta memberikan pertimbagan dalam memutuskan rencana sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

Ikatan Dokter Indonesia, Rencana Sekolah Tatap Muka Harus Dipertimbangkan

Kekhawatiran atas rencana sekolah tatap muka tidak hanya diungkapkan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia, tetapi Ikatan Dokter Indonesia juga turut mengungkapkan kekhawatiran serupa. Dilansir dari media Jawa Pos, Ikatan Dokter Indonesia merasa bahwa rencana pembelajaran tatap muka harus dipertimbangkan kembali. Pasalnya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan pada orang dewasa dinilai masih minim apalagi para peserta didik dengan usia yang terbilang sangat muda yakni anak-anak, pasti kurang menerapkan prokes secara ketat. Selain itu, rangkaian interaksi di sekolah berpotensi cukup besar dalam menimbulkan penularan virus pada sesama hingga dalam keluarga. Ikatan Dokter Indonesia menyarankan untuk lebih dahulu fokus terhadap pencegahan serta pengendalian virus corona dengan memperbanyak testing dan tracing dalam mencegah infeksi yang bergejala maupun tidak. 

Sekolah Tatap Muka dalam Sudut Pandang Media Sosial Twitter

Selain melakukan pemantauan pada media pemberitaan, Netray juga melakukan pemantauan pada media sosial Twitter. Bagaimana respons warganet terkait rencana sekolah tatap muka tersebut? 

Selama periode 3-9 Juni 2021, topik rencana pemerintah untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka diperbincangkan warganet sebanyak 4,093 tweet. Perbincangan topik tersebut menyentuh jangkauan luas sebanyak 112,1 juta dengan angka impresi hanya 263,3 ribu. Artinya topik tersebut banyak dijangkau oleh akun-akun dengan platform besar tetapi sedikit menarik interaksi murni dari warganet. Seperti apa interaksi warganet atas rencana tersebut?

Pro pada Rencana Sekolah Tatap Muka

Warganet menanggapi dengan baik rencana pemerintah untuk kembali membuka sekolah tatap muka yang akan dimulai pada Juli mendatang. Berikut beberapa tweet warganet yang pro pada rencana tersebut. 

Melihat contoh tweet di atas, warganet merasa senang atas rencana pemerintah yang akan kembali menerapkan sekolah tatap muka. Beberapa warganet merasa kangen dengan teman-teman, para guru, serta situasi sekolah yang tidak dapat dirasakan pada saat pembelajaraan online. Akun twitter dari radio @Prambors turut menyuarakan kesenangan atas wacana pemerintah tersebut. 

Kontra pada Sekolah Tatap Muka

Selain mendapat sambutan baik dari warganet, rencana sekolah tatap muka tersebut pun mendapat sambutan yang kurang begitu baik. Kubu kontra warganet atas rencana pemerintah ini terbentuk atas dasar rasa kekhawatiran. 

Seperti beberapa contoh tweet di atas, warganet merasa resah atas rencana pemerintah dikarenakan kasus covid belum benar-benar selesai. Kemudian, warganet juga sangsi apabila sekolah tatap muka sudah kembali dibuka, tetapi para peserta didik belum menerima vaksin secara keseluruhan.  

Susunan Top Akun 

Dalam gambar jajaran Top Akun di atas, terlihat beberapa akun dengan platform jangkauan luas seperti akun @fadlizon dan @CNNIndonesia sebagai akun yang paling sering menyoroti isu rencana sekolah tatap muka. Sisi kiri merupakan jajaran top akun berdasarkan popularitas yakni akun-akun yang paling sering menarik interaksi warganet. Kemudian gambar sisi kanan merupakan jajaran top akun berdasarkan jumlah tweet terbanyak yang mengandung kata kunci. Akun-akun yang tertera dalam jajaran top akun berdasarkan jumlah merupakan akun-akun yang paling sering menuliskan tweet terkait topik.

Penutup 

Rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka membentuk dua kubu respons pro dan kontra. Masyarakat yang pro pada rencana pemerintah tersebut menilai bahwa tatap muka sekolah dapat mendidik siswa agar tidak malas karena terlalu lama belajar online. Lalu masyarakat yang kontra pada rencana tersebut, khawatir apabila sekolah tatap muka nantinya justru menambah kasus baru pada klaster Covid-19. Namun, pemerintah terus memantau perkembangan rencana tersebut serta selalu menghimbau untuk menerapkan protokol kesehatan dan membatasi interaksi para peserta didik. Nantinya diharapkan rencana sekolah tatap muka dapat berjalan lancar sesuai arahan pemerintah. Demikian analisis Netray. 

Simpang Siur Pengelolaan Dana Haji, Publik Minta Transparansi

Pemerintah Indonesia telah memastikan tak akan memberangkatkan jemaah haji pada tahun ini. Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 3 Juni 2021. Sama seperti tahun lalu, pandemi Covid-19 yang melanda dunia masih menjadi alasan utama sehingga kesehatan dan keselamatan jiwa jemaah harus diprioritaskan. Namun, di tengah keputusan penundaan haji sebagai dampak pandemi yang masih berlangsung, publik justru menaruh perhatian pada pengelolaan dana haji. Untuk melihat apa saja isu yang berkembang terkait pengelolaan dana haji dalam beberapa waktu terakhir, berikut hasil pantauan Media Monitoring Netray.

Netray menemukan 355 artikel dari total 82 portal media yang berhasil dihimpun Netray. Dari total tersebut 131 artikel memiliki muatan sentimen negatif. Pemberitaan soal dana haji mulai naik sejak 3 Juni 2021 setelah pemerintah resmi mengumumkan penundaan pemberangkatan ibadah haji. Arah pembahasan paling dominan menyasar pada ranah Pemerintahan, baru kemudian Keuangan dan Agama. Selain berpusat pada Kementerian Agama RI, topik penundaan ibadah haji juga menyasar pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Keuangan. Hal tersebut karena berkembangnya isu di masyarakat yang mempertanyakan pengelolaan dana haji yang kembali tidak jadi dialokasikan. Berikut sejumlah isu yang kerap menjadi bahan pemberitaan di media berita daring.

Isu Peniadaan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Akibat Utang Indonesia di Arab Saudi

Meskipun telah disampaikan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Pemberangkatan Ibadah Haji 1442 H/2021 M soal alasan pandemi sebagai bahan pertimbangan, publik agaknya memiliki kekhawatiran lain. Beredar isu bahwa peniadaaan keberangkatan calon jemaah haji ialah akibat utang Indonesia di Arab Saudi yang menumpuk.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa seluruh dana calon jemaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M aman dan akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M. Yaqut membantah jika disebut keputusan pemerintah tidak memberangkatkan haji tahun 2021 karena Indonesia masih memiliki utang dengan Arab Saudi. Kepala BPKH Anggito Abimanyu menegaskan bahwa dalam Laporan Keuangan BPKH sampai dengan tahun 2020, tidak ada catatan utang dalam kewajiban BPKH kepada pihak penyedia jasa perhajian di Arab Saudi.

Isu Alokasi Dana Haji untuk Pembangunan Infrastruktur

Selain isu utang kepada Arab Saudi, pembatalan pemberangkatan haji juga diiringi oleh adanya isu penyelewengan dana haji untuk proyek infrastruktur pemerintah. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid meminta BPKH menjelaskan secara transparan kondisi dana haji. Selain itu, Hidayat mengaku akan mencoba mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) dana haji di DPR RI. Hal ini untuk mengusut nasib dana haji setelah pemerintah mengumumkan WNI batal berangkat haji tahun ini.

Dana Haji Bisa Ditarik atau Disimpan di BPKH untuk Diinvestasikan

Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal dana haji yang diisukan akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, Anggito Abimanyu menawarkan opsi; menarik dana haji atau tetap menyimpannya di BPKH untuk selanjutnya diinvestasikan ke bank syariah. Dalam hal ini muncul pula kekhawatiran lain soal kemungkinan kegagalan investasi.

Anggito menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ditemui kesulitan atau gagal investasi. Tahun 2020, kata Anggito, BPKH membukukan surplus keuangan lebih dari Rp5 triliun dan dana kelolaan tumbuh lebih dari 15 persen. Alokasi investasi ditujukan kepada investasi dengan profil risiko low to moderate. Sebesar 90 persen dalam bentuk surat berharga syariah negara dan sukuk korporasi.

Krisis Kepercayaan Hingga Permintaan Transparansi Riuh di Twitter

dana haji

Di Twitter, perbincangan topik soal pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2021 terus meningkat hingga mengalami puncaknya pada 7-8 Juni 2021. Sentimen negatif mendominasi pembahasan sejak 2 Juni 2021. Meski demikian, kurva sentimen positif sempat mengungguli sentimen negatif pada 6 Juni 2021. Sebanyak 17 ribu akun Twitter tertarik membahas topik ini selama sepekan terakhir sehingga menghasilkan 33,3 juta impresi. Lalu apa saja yang menjadi poin perbincangan?

Dalam rangkuman Top Words di atas dapat kita temukan sejumlah isu atau poin penting yang menjadi sorotan warganet ketika membahas pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji. Yang utama dalam topik ini tentunya adalah soal dana haji. Selain itu terlihat kata hoax, audit, batal, berangkat, dipakai, infrastruktur, aman, transparan, dan lain sebagainya. Ini membuktikan bahwa isu penyalahgunaan dana haji untuk infrastruktur juga kuat behembus di Twitter ketika menanggapi keputusan pembatalan keberangkatan haji tahun ini. Terdapat juga nama Rizal Ramli yang banyak disebut selain Presiden Jokowi dan BPKH sebagai pihak yang dirasa tepat dikaitkan dengan topik ini.

Nama Rizal Ramli banyak disebut lantaran ia turut menanggapi keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Banyak warganet yang kemudian mendukung Rizal Ramli bahkan untuk menerima tantangan debat dengan DPR RI soal misteri dana haji yang tengah memecah belah kepercayaan masyarakat saat ini. Selain itu terlihat sejumlah nama yang dari pantauan Netray memiliki pandangan yang serupa seperti akun media berita @geloraco dan @OposisiCerdas yang memang kerap mengangkat artikel terkait topik ini di Twitter.

Beredarnya isu soal penggunaan dana haji untuk infrastruktur membuat warganet semakin kehilangan rasa kepercayaan terhadap pemerintah. Warganet menjadi ragu terhadap keamanan dana haji yang dikelola BPKH. Pernyataan Menteri Agama dan sejumlah pihak yang mencoba menenangkan masyarakat yang kerap beredar di media terlihat tidak efektif. Isu ini justru semakin memanas dan melebar pada tuduhan-tuduhan negatif mulai dari adanya utang negara kepada Arab Saudi hingga penggunaan dana untuk pembangunan infrastruktur dalam negeri. Meski demikian, Netray juga menemukan sejumlah akun yang tetap menaruh rasa percaya kepada pemerintah dan mengabaikan isu tersebut. Netray bahkan melihat bagaimana akun-akun pro pemerintah dan kontra pemerintah saling sahut menanggapi isu ini.

Jalan tengah yang diajukan warganet pada akhirnya adalah audit dana haji. Melalui tagar #AuditDanaHaji warganet meminta pemerintah menanggapi secara serius polemik ini. Salah satu solusi yang dinilai tepat untuk menepis atau membuktikan kebenaran isu tersebut adalah dengan diadakannya audit dana haji. Dengan demikian, berbagai spekulasi di masyarakat yang terus berkembang dapat segera dipangkas sehingga meminimalisir semakin tingginya krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.