-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Plot Twist Duet Anies-Cak Imin, Kemarahan Demokrat Hingga Tudingan Khianati Prabowo?

Jelang Pemilu 2024, kancah politik Tanah Air kian bergelora setelah Nasdem mendeklarasikan Cak Imin sebagai cawapres yang akan bertarung bersama Anies Baswedan. Deklarasi tersebut pun cukup mengagetkan publik. Pasalnya, diketahui Anies kerap diisukan akan berpasangan dengan AHY sebagai Ketum partai pengusungnya (Demokrat). Sedangkan Cak Imin tampak mesra bersama dalam koalisi pengusung Prabowo (Gerindra). Namun, secara tiba-tiba pada 2 September 2023 Partai Nasdem mengumumkan secara resmi duet Anies-Cak Imin.
Kabar tersebut disambut dengan respons yang beragam dari publik. Sebagaimana hasil pengamatan Netray yang menjaring berbagai impresi dari kanal media pemberitaan online dan media sosial X. Netray mengamati topik ini sejak 30 Agustus 2023 hingga 5 September 2023. Dengan menggunakan kata kunci Anies && Cak Imin berikut hasil pantauan Netray selengkapnya.

Gambar 1. Statistik Report Selama sepekan Netray menemukan 48,1 ribu tweet warganet dengan jumlah sentimen positif dan negatif yang berimbang. Sementara jumlah impresi tampak mencapai 24,6 juta reaksi yang berpotensi menjangkau 145,7 juta akun pengguna sosial media X. Kemudian intensitas perbincangan terkait topik ini dapat diamati melalui grafik berikut.

Gambar 2. Intensitas perbincangan warganet Isu dipasangkannya Anies bersama Cak Imin mulai mencuat pada 31 Agustus 2023 hingga pada 2 September 2023 ketika Nasdem secara resmi mendeklarasikan duet tersebut. Secara intensitas tampak deklarasi ini pun cukup mencuri perhatian jagat maya hingga pada akhir periode pantauan Netray. Berikut ragam kosakata populer dalam topik ini.

Gambar 3. Kosakata populer Tampak sejumlah kata yang kerap disebut warganet dalam membahas topik ini, seperti Demokrat, Nasdem, resmi, keputusan, Anies-Cak Imin. Selain itu, tampak kemunculan kata pengkhianat dan bekhianat yang turut membayangi duet Anies bersama Cak Imin. Berikut beberapa reaksi warganet dengan kosakata tersebut.



Gambar 4. Tweet warganet terkait kata khianat Kata khianat dan berkhianat menjadi kata yang populer dalam popularitas duet Anies-Cak Imin selama sepekan ini. Baik Anies maupun Cak Imin dituding sebagai pengkhianat oleh sebagian warganet. Sejak pencalonannya Anies dinilai telah berkhianat dari Prabowo yang dahulu mencalonkannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kemudian Anies juga dinilai telah mengkhianati AHY dan Partai Demokrat yang telah mengusungnya dengan kesepakatan akan menjadikan AHY sebagai wakil.
Demikian halnya dengan Cak Imin yang dinilai melakukan hal serupa. Cak Imin dituding berkhianat dari Prabowo karena sebelumnya Cak Imin merupakan jajaran koalisi partai pendukung Prabowo. Terlebih Cak Imin juga dinilai pernah mengkhianati Gus Dur isu ini pun kembali mencuat. Warganet menilai keduanya memiliki track record yang sama, hal ini menyumbang sentimen negatif dalam respons warganet usai deklarasi tersebut. Meski demikian, tidak sedikit warganet yang juga menyambut antusias duet Anies-Cak Imin ini. Berikut beberapa impresi warganet.



Gambar 5. Tweet antusiasme warganet Sebagian warganet berpendapat duet Anies-Cak Imin merupakan pilihan terbaik. Pendukung Anies tampak senantiasa memberikan semangatnya kepada siapapun yang mendampingi Anies pada Pilpres mendatang. Hal ini turut mempengaruhi sentimen yang berimbang antara respons positif warganet dengan respons negatif warganet. Tak hanya di Twitter pembahasan terkait pasangan ini juga ramai di media pemberitaan online.

Gambar 6. Statistik report news Berdasarkan hasil monitoring Netray media tampak antusias memuat beragam artikel terkait duet pasangan ini. Dengan menggunakan kata kunci dan periode yang sama Netray menemukan 3.938 artikel terkait yang berasal dari 194 total media. Kategori utama pada topik ini tentunya adalah politik.

Gambar 7. Intensitas pemberitaan Pada grafik dapat diamati intensitas yang pemberitaan yang mencuat pada 1 dan 2 September 2023. Topik ini di media pun tampak didominasi oleh artikel bersentimen positif. Pemberitaan tersebut terus muncul hingga pada akhir periode pantauan Netray. Berikut beberapa artikel terkait.


Gambar 8. Artikel terkait Artikel bersentimen positif pada periode ini didominasi oleh topik seputar antusiasme dan semangat kemenangan yang dicatat oleh berbagai media. Termasuk di antaranya harapan memenangkan suara NU dengan menggaet Cak Imin. Dengan memasangkan Cak Imin dengan Anies, Surya Paloh optimis partainya akan memenangkan Pemilu 2024. Pasalnya Cak Imin dianggap dapat mendulang suara di Jatim dan Jateng dua provinsi dengan tingkat pemilih terbanyak.
Selain artikel bersentimen positif Netray menemukan beragam artikel dengan muatan sentimen negatif dalam topik ini. Berikut beberapa di antaranya.


Gambar 9. Artikel terkait Isu yang cukup menarik lainnya usai deklarasi duet bersama Nasdem dan Anies, adalah isu pemanggilan Cak Imin oleh KPK. Tidak sedikit yang mencurigai pemanggilan ini pun sarat akan kepentingan politik, termasuk Nasdem. Partai NasDem mencurigai langkah KPK yang memanggil Ketua Umum PKB Cak Imin sebagai saksi dalam kasus korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun 2012.
Namun, hal tersebut dibantah oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menilai pemanggilan Cak Imin oleh KPK bukan politisasi hukum. Dia meyakini pemanggilan itu merupakan prosedur hukum biasa untuk melengkapi informasi atas pengusutan kasus korupsi yang ditangani oleh KPK.
Tokoh, Organisasi, Hingga Media Terpopuler Dalam Topik Anies-Cak Imin
Berdasarkan hasil monitoring, Netray menemukan beragam kategori terpopuler dalam arus pembahasan topik ini. Pada kategori Top People tampak nama Anies dan Cak Imin berada pada urutan teratas. Diikuti oleh nama AHY yang disebut merasa terkhianati akan keputusan sepihak Anies dan Surya Paloh. Menariknya, pada kategori Top Organisasi nama Partai Demokrat justru menjadi organisasi yang paling banyak mendapat sorotan media dibanding dengan PKB, PKS, maupun Nasdem.

Gambar 10. Top Categories Sementara pada kategori fasilitas terpopuler Hotel Majapahit dan Nasdem Tower menjadi fasilitas terpopuler. Mengingat Hotel Majapahit menjadi lokasi deklarasi pasangan Anies-Cak Imin yang dilakukan pada 2 September 2023 lalu. Adapun peta wilayah yang dijangkau pada topik ini dapat diamati melalui gambar berikut.

Gambar 11. Top Locations Sebagaimana tampak pada Gambar 11 wilayah dengan intensitas pemberitaan tertinggi dalam jangkauan artikel terkait topik ini adalah wilayah Jawa Timur, diikuti oleh wilayah Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Sebagai wilayah asal Cak Imin tak heran jika Jawa Timur menjadi wilayah dengan intensitas pemberitaan tertinggi. Berikut akun dan media terpopuler pada topik ini.


Gambar 12. Akun dan media terpopuler Di media sosial X akun @CNNIndonesia menjadi akun dengan raihan impresi tertinggi, diikuti oleh akun @OposisiCerdas yang turut populer pada topik ini. Kemudian pada kategori Top Portal Netray menemukan Kompas sebagai media yang paling banyak menerbitkan artikel terkait Anies-Cak Imin yakni sebanyak 376 artikel dalam sepekan dan Fajar.co.id 197 artikel, serta Gelora 193 artikel yang berada di urutan setelahnya.
Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
History Pemilik Mie Gaga Raih Impresi Positif, Sempat Langka di Pasaran

Akhir-akhir ini nama pengusaha Djajadi Djaja mencuat di dunia maya dan menjadi bahan perbincangan warganet Twitter. Djajadi adalah pemilik brand Mie Gaga yang memiliki “history” dengan brand mie instan Indomie. Bahkan imbas dari isu ini, produk Mie Gaga sempat langka lantaran banyak diserbu masyarakat.
Perbincangan tentang Djajadi menjadi viral setelah adanya unggahan dari konten kreator TikTok bernama @hizkiaontiktok. Konten yang diunggah pada 21 Agustus tersebut menampilkan sosok Djajadi tengah berbicara hasil rekayasa teknologi AI. Hizkia memperkenalkan sosok Djajadi yang ternyata merupakan pencetus produk Indomie.
Dalam video tersebut, muncul pernyataan ‘tapi, saya disingkirkan dari produk yang telah saya lahirkan sendiri,’. Pernyataan tersebut memancing perhatian warganet hingga akhirnya mencari tahu siapa sosok Djajadi dan bagaimana sejarahnya dengan Indomie. Ketika tulisan ini terbit, video tersebut telah ditonton sebanyak 27,3 juta kali dan disukai sebanyak 1,6 juta kali.
Melihat isu ini, Netray Media Monitoring turut memantau perbincangan warganet Twitter dengan menggunakan kata kunci Djajadi Djaja, mie gaga, dan mi gaga. Netray ingin melihat seberapa besar atensi warganet Twitter dan seperti apa perbincangannya. Hasilnya dapat disimak pada ulasan berikut.
Mie Gaga Raih Impresi Positif Warganet
Berdasarkan tiga kata kunci tersebut, Netray menemukan sebanyak 7,8 ribu twit dengan total impresi mencapai 5,2 juta reaksi. Topik ini ternyata telah diperbincangkan oleh lebih dari 3 ribu akun dalam sepekan periode pemantauan. Bahkan secara potensial, topik tersebut mampu menjangkau hingga 42,3 juta akun.

Gambar 1. Statistik perbincangan warganet Twitter Ketiga kata kunci ini mulai dicuitkan warganet sejak awal pemantauan, yakni 26 Agustus 2023. Namun, pada hari tersebut hanya ditemukan 2 twit dalam satu hari. Twit tentang topik ini mulai ramai diunggah warganet pada tanggal 29 Agustus 2023 dengan total 53 twit. Selang satu hari, unggahan terkait hal ini melesat hingga 4,5 ribu twit dalam satu hari.

Gambar 2. Grafik intensitas perbincangan warganet 
Gambar 3. Grafik sentimen trend Topik Mie Gaga dan Djajadi in mendapat atensi besar dari warganet. Hal ini terlihat dari jumlah impresi yang terkumpul dari pantauan Netray. Tak hanya itu, topik ini semakin mendapat perhatian setelah diunggah oleh akun-akun yang memiliki jaringan luas pada kanal Twitter.
Akun yang paling banyak mendapat impresi terkait kata kunci di atas ialah akun pribadi milik dr. Tirta. Akun ini mengunggah dua twit yang berkaitan dengan kata kunci. Melalui dua twit tersebut, dr.Tirta mendapat 12,6 ribu reaksi dari warganet. Twit terpopuler dari pemilik akun dengan jumlah followers mencapai 510,4 ribu ini memuji pembuat konten edukasi Mie Gaga yang telah membuat dirinya mencari dan menyetok produk tersebut.

Gambar 4. Jajaran top akun berdasarkan popularitas 
Gambar 5. Kumpulan twit dari dr. Tirta Sedangkan akun kedua yang mendapat impresi tinggi atas topik ini ialah akun bernama @muthiastp. Pada twit terpopulernya, akun ini membagikan dua video tentang Mie Gaga yang tengah viral di TikTok. Pada keterangan twitnya, Muthia menjelaskan jika masyarakat kini beralih ke produk ini lantaran history kelam dari Indomie. Selain itu, Muthia juga menilai produk Mie Gaga varian mie goreng pedas memiliki cita rasa yang enak.

Gambar 6. Twit dari Muthia Senada dengan Muthia, kedua akun di bawah ini juga menilai Mie Gaga memiliki cita rasa yang tak kalah dengan pesaingnya. Akun-akun ini menyampaikan bahwa produk mie milik Djajadi sudah sejak lama memiliki rasa yang enak, jauh sebelum konten-konten tersebut ramai dibahas warganet. Mereka juga senang lantaran publik akhirnya mengetahui kelezatan produk ini.

Gambar 7. Twit dari @awanberiak 
Gambar 8. Twit dari @hendery_huang8 Ramainya topik tentang Mie Gaga membuat warganet lainnya pun lantas penasaran dan tak sedikit yang akhirnya mencoba membeli produk ini. Seperti akun-akun di bawah ini yang awalnya penasaran dengan rasa mi tersebut dan akhirnya memutuskan untuk membelinya. Bahkan salah satu akun menyebut jika dia membeli produk tersebut sebagai bentuk support kepada Djajadi.
Banyaknya peminat Mie Gaga membuat produk ini sempat susah dicari di pasaran. Meski kata ‘susah’ terdeteksi sebagai kategori komplain, twit-twit yang mengandung kosakata tersebut justru terindikasi bersentimen positif. Keluhan warganet didominasi dengan cuitan tentang sulitnya mencari varian Mie Gaga dan harapan agar produk ini tidak mudah didapat setelah viral diperbincangkan warganet. Hal ini tentu saja memberikan impresi positif bagi produk tersebut.

Gambar 9. Jajaran top komplain Terungkapnya kisah pencetus Indomie ini telah berhasil meraih atensi publik, terutama warganet. Tak hanya mendulang simpati, warganet pun berbondong-bondong membagikan pengalamannya sebagai pelanggang Mie Gaga yang dinilai memang lebih enak dibanding pesaingnya tersebut.
Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
Popularitas Tokoh Politik di Media Sosial & Media Massa Online 28 Agustus – 3 September 2023

Berdasarkan pantauan Netray terkait popularitas tokoh politik di media massa dan media sosial (Twitter, Instagram, YouTube dan TikTok), nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengisi 3 besar tokoh politik populer yang paling banyak disebut selama periode 28 Agustus – 3 September 2023. Sementara urutan empat dan lima diisi oleh Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan pekan ini saling bertukar posisi. Sedangkan Prabowo turun di posisi keempat karena posisi ketiga digantikan oleh AHY. Nama Cak Imin naik ke posisi lima setelah pada pekan lalu hanya berada di posisi sembilan. Muncul nama baru dalam grafik popularitas tokoh yaitu Gibran Rakabuming yang langsung bertengger di posisi enam.
Keberadaan Gibran menggeser sejumlah nama tokoh politik seperti Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Puan Maharani yang membuat mereka turun peringkat. Isu penetapan Cak Imin sebagai cawapres Anies Baswedan menjadi topik utama yang mengubah konfigurasi tokoh politik terpopuler pada pekan ini.

Gambar 1. Peningkatan intensitas penyebutan AHY di Twitter 
Gambar 2. Nama Cak Imin menjadi topik perbincangan warganet Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
-
Popularitas Partai Politik di Media Massa Online dan Media Sosial Periode 28 Agustus – 3 September 2023

Netray melakukan pemantauan popularitas partai politik (parpol) berdasarkan penyebutan atau mention nama parpol di media massa online dan media sosial Twitter. Parpol yang dipantau merujuk pada putusan KPU terkait partai-partai yang lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2024.
Terdapat 15 parpol terpopuler selama periode pemantauan sepekan dari 28 Agustus – 3 September 2023. Berdasarkan pantauan Media Monitoring Netray, Partai Demokrat menempati urutan pertama partai politik terpopuler seperti pekan lalu. Kemudian diikuti oleh PKB, PKS, Nasdem, dan PDIP. Konfigurasi 5 besar partai terpopuler pada pekan ini berubah drastis apabila dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Eksistensi Partai Demokrat terdongkrak tinggi lantaran isu cawapres Anies Baswedan. Partai Demokrat merasa dikhianati oleh Anies ketika memilih Cak Imin dari PKB, alih-alih AHY sebagai bagian dari koalisi pendukung Anies. Situasi koalisi parpol mau tak mau juga terpengaruh dengan keputusan ini. Efeknya pemberitaan tentang PKS juga ikut meningkat.

Gambar 1. Intensitas perbincangan Partai Demokrat di Twitter 
Gambar 2. Koalisi parpol pendukung Anies menjadi buah bibir warganet Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis.
-
LRT Jabodebek Beroperasi dan Riuhnya Kritik Warganet

Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang mulai beroperasi pada Senin (28/8/2023) lalu. Peresmian moda transportasi massal ini meraih atensi masyarakat di Jabodebek yang telah lama menantikan fasilitas umum tersebut. Tak hanya sambutan, antusiasme tersebut juga diwarnai oleh berbagai kritik dari pengguna. Kritik pengguna ditemukan di jagat maya media sosial X yang dipantau oleh Netray Media Monitoring.
Netray mengamati isu seputar moda transportasi massal ini di dua kanal media sosial, yakni media sosial X dan YouTube. Monitoring ini dilakukan untuk mengamati impresi warganet terkait fasilitas publik yang baru saja diresmikan oleh pemerintah tersebut. Dengan menggunakan kata kunci LRT dan LRT && Jabodebek berikut hasil pantauan Netray selengkapnya.

Gambar 1. Statistik Report Netray melakukan monitoring terhadap topik ini sejak 24 Agustus 2023 sampai dengan 30 Agustus 2023. Hasilnya tampak jumlah tweet tanpa spam mencapai 6.307 tweet dengan 2.638 di antaranya bersentimen negatif. Kemudian jumlah impresi mencapai 1,9 juta reaksi dan berpotensi menjangkau 142,5 juta akun pengguna. Berdasarkan tren sentimen tampak jumlah sentimen negatif mendominasi impresi warganet terkait moda transportasi massal ini. Adapun intensitas perbincangan warganet dapat diamati melalui grafik berikut.

Gambar 2. Intensitas perbincangan dan sentimen tren Jika diamati melalui grafik, tampak intensitas perbincangan warganet mulai mencuat pada 28 Agustus 2023 bertepatan dengan diresmikannya LRT oleh Presiden Joko Widodo dan meningkat signifikan pada 30 Agustus 2023. Demikian halnya dengan grafik sentimen tren yang pada 28 Agustus 2023 tampak tren sentimen positif sempat mengungguli sentimen negatif.
Namun, pada 29 Agustus dan 30 Agustus tren sentimen negatif tampak melambung jauh mengungguli sentimen positif. Hal ini diduga karena gangguan yang sempat dialami oleh penumpang pada hari ketiga setelah LRT tersebut resmi dioperasikan. Berikut kosakata populer yang kerap disebut warganet.

Gambar 3. Kosakata populer Berdasarkan kosakata populer tampak berbagai kata terkait topik ini yang kerap disebut oleh warganet dalam komentarnya, seperti kata gangguan, mengalami, meresmikan, dan munculnya nama Jokowi. Nama Jokowi tampak mencuat selaku Presiden RI yang meresmikan LRT ini. Sementara kata gangguan tampak memiliki komposisi yang cukup besar yang menandakan kata ini kerap disebut oleh warganet dibanding kata lainnya. Berikut beberapa impresi warganet terkait kata gangguan.

Gambar 4. Impresi warganet Di hari ketiga setelah resmi beroperasi tersebut diketahui LRT Jabodebek ini sempat mengalami sejumlah gangguan, mulai dari kereta yang tiba-tiba berhenti, gangguan pengereman, hingga matinya pendingin atau AC. Akibatnya, bahkan penumpang harus dievakuasi dan berpindah ke kereta selanjutnya. Sejumlah gangguan ini pun menjadi viral di jagat maya diikuti oleh ragam impresi lainnya dari para penumpang. Berikut beberapa tweet terpopuler pada topik ini.



Gambar 5. Impresi warganet Kesan pertama yang dikeluhkan oleh warganet adalah rendahnya pintu LRT yang dinilai tidak nyaman untuk penumpang yang memiliki tinggi di atas 180 cm karena harus merunduk. Sejumlah gangguan yang dialami LRT saat masa uji coba dan ketidaknyamanan penumpang menyumbang tren sentimen negatif yang populer dalam perbincangan warganet terkait LRT Jabodebek.
LRT Jabodebek dan Perbedaan Tren Sentimen
Tak hanya di media sosial X, topik seputar LRT Jabodebek juga menjadi konten yang cukup populer di kanal YouTube. Dengan menggunakan kata kunci dan periode yang serupa, berikut hasil temuan Netray selengkapnya.

Gambar 6. Statistik Report YouTube Di kanal YouTube, Netray menemukan 226 konten video terkait LRT yang telah ditonton sebanyak 2,1 juta kali. Sementara jumlah likes pada konten-konten terkait LRT mencapai 31,5 ribu dengan impresi mencapai 2,2 juta reaksi pengguna YouTube. Adapun jumlah komentar mencapai 9.873 komentar yang 3.666 di antaranya bersentimen positif dan 2.872 bersentimen negatif. Berikut intensitas konten terkait LRT di kanal YouTube.

Gambar 7. Video Peak Time Video-video yang membahas LRT Jabodebek mencuat pada 28 Agustus 2023 bertepatan dengan diresmikannya moda transportasi ini oleh Presiden Jokowi (Gambar 7). Intensitasnya bahkan tampak lebih tinggi dibanding dengan grafik pada tanggal 30 Agustus 2023 ketika sejumlah gangguan mulai ramai disoroti di media sosial X. Berikut beberapa video terpopuler pada topik ini.


Gambar 8. Video details Video peresmian LRT Jabodebek oleh Presiden Jokowi menjadi video yang paling banyak ditonton di kanal YouTube. Selain itu, terlihat bahwa ragam komentar terpopuler dari masing-masing video pun bermuatan positif. Seperti video yang berasal dari kanal Sekretariatan Presiden dan KOMPAS TV tersebut yang kebetulan sama-sama diunggah pada 28 Agustus 2023


Gambar 9. Video details Selain video dengan konten peresmian LRT, konten terpopuler lainnya adalah testimoni, review, atau pengalaman pengguna saat pertama kali menaiki LRT. Yang menarik adalah review terpopuler di YouTubu justru didiminasi komentar dengan sentimen positif. Tidak seperti tren sentimen di media sosial X. Komentar positif tersebut memuat apresiasi atas kinerja dan jasa Jokowi dalam pembangunan LRT Jabodebek. Berikut akun dan channel terpopuler dalam topik ini.

Gambar 10. Akun X terpopuler 
Gambar 11. Channel YouTube terpopuler Di media sosial X akun @Lenny_diary dan @gerbongbagasi menjadi akun dengan raihan impresi tertinggi. Selain itu tampak akun @KAI121 turut muncul sebagai akun yang terpopuler pada topik ini. Kemudian di kanal YouTube kedua channel milik portal pemberitaan menjadi channel terpopuler, yakni channel KOMPASTV dan tvOneNews.
Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
Hary Tanoe Sekeluarga Nyaleg: Respons Warganet Terbelah, Ada yang Mendukung Tak Sedikit yang Sangsi

Setelah lama berkecimpung di dunia politik, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo akhirnya maju sebagai calon legislatif untuk Pemilu 2024. Pria yang namanya kerap disingkat HT atau Hary Tanoe tersebut belum pernah menduduki jabatan publik meskipun sudah aktif di partai sejak tahun 2011. Berkiprah di Senayan mungkin menjadi pilihan yang rasional bagi HT guna mengembangkan karirnya di dunia politik.
Menariknya Hary Tanoe tidak sendiri ketika menginginkan kursi legislatif. Istri dan kelima anaknya diketahui juga turut mendaftar sebagai calon wakil rakyat. Mereka tentu saja tidak akan bertarung dalam satu dapil. Hary Tanoe maju dari Dapil Banten III sedangkan istrinya, Liliana Tanoesoedibjo maju dari Dapil DKI Jakarta II. Kemudian, putri sulung, Angela Tanoesoedibjo maju dari Dapil Jawa Timur I.
Putri kedua, Valencia Tanoesoedibjo maju dari Dapil DKI Jakarta III; putri ketiga, Jessica Tanoesoedibjo akan maju maju dari Dapil NTT II; putri keempat, Clarissa Tanoesoedibjo maju Dapil Jabar I; dan si bungsu Warren Haryputra maju mewakili Dapil Jawa Tengah l. Dan sudah pasti satu keluarga ini menggunakan Perindo sebagai kendaraan politik mereka.
Gambar 1. Twit pemantik isu HT nyaleg sekeluarga Fakta ini ternyata menarik perhatian warganet Twitter. Mereka memperbincangkan fenomena politik yang sering disebut sebagai politik dinasti setelah infografis Katadata (Gambar 1) beredar secara luas. Netray Media Monitoring lantas memantau respons warganet atas keluarga HT yang berlomba jadi wakil rakyat pada dapil yang berbeda-beda.
Dengan menggunakan kata kunci hary tanoe&&caleg, hary tanoe&&keluarga, serta hary tanoe selama periode 22 – 28 Agustus 2023 ditemukan 2.363 cuitan dari 1.410 akun. Intensitas perbincangan pada awal pemantauan masih sangat landai pada tanggal 22 Agustus atau 3 hari setelah KPU mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilu Legislatif 2024. Lalu perbincangan memuncak pada tanggal 26 Agustus sebanyak 1.195 cuitan.
Gambar 2. Statistik perbincangan Twitter topik HT sekeluarga nyaleg 
Gambar 3. intensitas perbincangan warganet Dari ribuan cuitan yang muncul, opini warganet terbelah-belah dari mulai yang mendukung hingga menyangsikan. Dukungan dari warganet seperti yang tampak dicuitkan oleh akun @AnakLolina2 yang memuji taipan berumur 57 tahun ini karena mau berkecimpung di dunia politik untuk membantu membangun bangsa. Cuitan ini mampu memperoleh 26 likes dan 21 repost di jagat Twitter.
Ada pula yang merespons dengan nada bercanda, dari akun @Bangbirong12 memaklumi bahwa tidak masalah sekeluarga ikut nyaleg asal sudah dalam kartu keluarga (KK) yang berbeda. Sedangkan akun @mbenk5 menyambut keikutsertaan HT dengan gembira namun bernada sarkas ia mempersilakan mengutak-atik jalur penyusunan kebijakan publik.


Gambar 4. Opini warganet Sedangkan komentar warganet yang cenderung kritis terhadap pilihan politik keluarga Hary Tanoesudibjo bisa diamati pada Gambar 5. Sejarawan J.J. Rizal melalui akunnya @JJRizal menyebut bahwa fenomena ini sebenarnya sudah jamak terjadi dalam politik Indonesia. Tidak hanya keluarga HT yang memboyong keluarganya ke dunia politik. Hal ini baginya menunjukan munculnya kemerosotan berpolitik di Indonesia.


Gambar 5. Opini negatif warganet Lalu akun @hc_poirot merespon tegas bahwa perbuatan ini bisa merusak demokrasi. DPR akan dikuasai taipan dan koruptor. Ia juga menyarankan agar UU Pemilu terkait pencalegan harus segera direvisi agar boyongan keluarga tak bisa lagi dilakukan. Publik juga sangsi dengan kinerja HT HT sekeluarga apabila terpilih sebagai wakil rakyat seperti yang dicuitkan @wonglicik062. Termasuk akun @hamidah_nadya yang bertanya apakah dengan HT sekeluarga jadi wakil rakyat mampu memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia.


Gambar 6. Opini warganet Di lain pihak, warganet Twitter bisa salfok terhadap umur HT yang belum menginjak kepala 6 namun sudah memiliki anak yang berumur 36 tahun. Warganet seperti akun @icanbunbun dan @oksit0sin menyimpulkan bahwa HT dan istrinya menikah pada usia yang sangat mudah yakni 20 tahun dan 19 tahun.


Gambar 7. Opini warganet Akun @hasyimmah menjadi akun yang paling banyak mendapat reaksi dari warganet Twitter yakni sebanyak 10.950 impresi seperti yang tertera pada Gambar 9. Ia berandai-andai bahwa praktik-praktik seperti ini dilakukan keluarga lain atau bahkan sudah terjadi. Kemudian akun populer selanjutnya yakni akun media online @geloraco dengan 1.822 impresi dan di posisi ketiga terdapat aku @OposisiCerdas dengan 431 impresi.

Gambar 9. Jajajran akun populer 
Gambar 10. Sampel twit akun terpopuler Pantauan Berita Media Daring Isu Hary Tanoe Nyaleg Sekeluarga.
Netray juga memantau soal Hary Tanoe sekeluarga jadi caleg pada kanal News dengan menggunakan kata kunci hary tanoe&&caleg, hary tanoesoedibjo&&dpr, hary tanoesoedibjo&&keluarga. Akan tetapi selama sepekan pemantauan yakni tanggal 22-28 Agustus hanya ditemukan 35 artikel membahas soal ini.

Gambar 11. Statistik pemberitaan isu Hary Tanoe nyaleg Meski minim, selama periode pemantauan dapat diamati bahwa kosakata tanoesodibjo dan dapil mendominasi penggunaan kosakata oleh media massa. Diketahui bahwa anggota keluarga HT yang maju pada dapil yang berbeda. Penggunaan kosakata ini seperti dalam berita yang diterbitkan portal Mojok.

Gambar 12. Jajaran kata yang sering digunakan 
Gambar 13. Sampel berita kata ‘tanoesoedibjo’ Kata selanjutnya yang cukup mendominasi yakni partai dan perindo sebagai partai yang menaungi HT dan kelima anggota keluarganya. Selain itu tampak pula berita soal tanggapan salah satu elite Perindo mengenai fenomena ini. Wakil Ketua Umum Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiansyah, mengatakan bahwa langkah partainya mengusung Hary sekeluarga sebagai bakal caleg DPR tak perlu diperdebatkan. Sebab, tidak ada aturan yang melarang satu keluarga untuk ikut serta mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Ia pun menambahkan yang terpenting, semua anggota keluarga itu telah memenuhi kualifikasi dan mengikuti aturan pendaftaran caleg. Kedua kabar itu seperti yang diterbitkan portal CNN Indonesia dan Waspada Co Id pada Gambar 14.


Gambar 14. Sampel berita kata ‘perindo’ Kemudian kata dinasti juga masuk dalam jajaran kata populer seperti berita tentang pendapat Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia yang tertera pada Gambar 15 dari portal Kompas. Bahwa trah Tanoesodibyo maju menjadi caleg menjadi contoh dinasti politik akan membajak demokrasi padahal situasi politik Indonesia belum membaik.
Praktik politik dinasti juga sudah jamak terjadi. Artikel dari Tirto Id secara panjang lebar memaparkan politik dinasti dalam lingkaran keluarga eks Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, lingkaran keluarga eks Ketua MPR, Amien Rais. Lalu, dua anak mantan Bupati Probolinggo, Hasan Aminudin yang juga akan maju dalam Pileg 2024 serta pasangan suami istri Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani dan istrinya, Himmatul Aliyah.

Gambar 15. Sampel berita kata ‘dinasti’ Jumlah harta yang dimiliki HT juga menjadi sorotan beberapa portal berita seperti Detik dan Gelora. Pendiri MNC Grup ini memiliki total harta sebesar Rp 16,6 triliun. Dengan harta itu, Hary Tanoe mampu menduduki peringkat ke-39 pada daftar 50 Orang Indonesia Terkaya yang diterbitkan majalah Forbes. Sedangkan putri sulungnya, Angela. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara kekayaan periode 2021 menunjukkan jumlah yang cukup fantastis dengan total Rp331 miliar dimiliki wanita yang masih menjabat sebagai Wakil Menteri Parekraf ini.


Gambar 16. Sampel berita Jika dilihat dari media yang sering memberitakan topik ini, portal Kompas, Gelora, dan Fajar menerbitkan artikel masing-masing berjumlah 4 artikel. Urutan selanjutnya terdapat Tempo, Majalah Tempo dan IDN Times masing-masing dengan 2 artikel.
Gambar 17. Jajaran portal populer Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
Jaksa Agung Tunda Penyidikan Kasus Hukum Peserta Pemilu 2024, Minim Tanggapan Publik

Baru-baru ini Jaksa Agung mengeluarkan memorandum yang menginstruksikan anak buahnya agar menunda proses hukum para peserta Pemilu 2024 selama gelaran pesta demokrasi itu berlangsung. Baik untuk para calon anggota legislatif, kepala daerah, hingga calon presiden dan wakilnya, bisa tetap melaksanakan kegiatan politik tanpa ada gangguan karena harus menjalani proses hukum atas sebuah kasus.
Keputusan ini pun disayangkan oleh sejumlah pihak, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui bbc.com yang menilai seharusnya hukum dijadikan panglima bukan justru di bawah ketiak politik. Selain itu, Transparency International Indonesia (TII) menilai keputusan Jaksa Agung berpotensi melanggar UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan juga berimplikasi pada akselerasi kenaikan resiko korupsi.
Keputusan kontroversial ini sayangnya kurang mendapatkan atensi di jagat maya, baik di media pemberitaan online maupun di media sosial. Hal tersebut diamati melalui media monitoring Netray yang turut memantau perkembangan isu ini selama beberapa waktu. Berikut hasil pengamatan Netray selengkapnya.

Gambar 1. Statistic Report News Netray mengamati topik memorandum Jaksa Agung di media pemberitaan online sejak 20-28 Agustus 2023 dengan menggunakan beberapa kata kunci, yakni jaksa agung && tunda, kejagung && tunda, jaksa && korupsi && pemilu. Hasilnya tampak pada Gambar 1 hanya ditemukan 118 artikel yang berasal dari 57 media. Sementara kategori artikel yang mendominasi dalam topik ini adalah politik dan hukum.
Tak hanya di media pemberitaan, isu yang sebetulnya cukup krusial ini juga sepi di jagat media sosial Twitter. Di Twitter, Netray menggunakan beberapa kata kunci, yakni calon && jaksa, jaksa && pemilu, jaksa agung && tunda, serta kejagung && tunda. Periode yang digunakan masih sama. Sepinya respons dapat diamati melalui statistik report pada gambar berikut.

Gambar 2. Statistik Report Twitter Berdasarkan hasil pantauan Netray tampak jumlah tweet selama lebih dari sepekan hanya mencapai 833 tweet yang didominasi oleh sentimen negatif. Adapun impresi pada topik ini hanya mencapai 181,9 ribu reaksi warganet dan berpotensi menjangkau 39,5 juta akun pengguna Twitter. Meskipun potensi jangkauan terlihat cukup tinggi, namun jumlah tweet dan impresi tampak tidak begitu signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa topik ini tidak mendapat cukup atensi dari warganet Twitter.
Sementara itu dari segi intensitas, tampak terjadi perbedaan puncak pembahasan isu ini di dua kanal media pantauan Netray. Sebagaimana dapat diamati melalui grafik berikut ini.

Gambar 3. Intensitas di media pemberitaan 
Gambar 4. Intensitas di Twitter Di media pemberitaan tampak puncak pemberitaan terjadi pada 21 Agustus 2023. Sementara di Twitter meski tampak grafik mengalami lonjakan pada tanggal 21 namun, puncak perbincangan warganet terjadi pada 22 Agustus 2023 atau sehari setelah media ramai menerbitkan artikel terkait isu penundaan penyidikan oleh Kejaksaan Agung.


Gambar 5. Artikel terkait Sebagaimana diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan jajaran untuk hati-hati dan cermat saat menangani laporan dugaan korupsi yang melibatkan calon presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres) hingga calon kepala daerah jelang Pemilu 2024. Burhanuddin bahkan meminta jajarannya untuk menunda pemeriksaan sampai seluruh tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2024 selesai.
Menurut Burhanuddin hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi upaya memanfaatkan penegakan hukum sebagai alat politik praktis oleh pihak tertentu. Namun sayangnya, tak semua pihak menyetujui hal ini termasuk di antaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dimuat dalam artikel berikut.


Gambar 6. Artikel terkait Berbeda sikap dengan Kejaksaan Agung, KPK justru menyatakan tetap mengusut dugaan korupsi yang menyangkut Capres, Cawapres dan Caleg meski saat ini memasuki tahun pemilihan umum. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri ketika dimintai tanggapan terkait langkah Kejaksaan Agung yang berhati-hati memproses kasus yang menyangkut capres. Ali mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus-kasus korupsi sesuai prosedur, secara profesional dan proporsional.
Ketidaksetujuan lainnya turut disuarakan oleh Pusat Studi Anti Korupsi (Pukat) UGM. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menyampaikan bahwa seharusnya proses politik dan hukum dipisahkan dan tak perlu dikaitkan. Adapun prinsip yang seharusnya tidak dilupakan dalam hal ini adalah prinsip equality before the law atau persamaan dihadapan hukum. Sehingga baik itu calon kontestan pemilu maupun masyarakat pada umunya hingga pejabat tidak seharusnya ada perbedaan perlakuan di mata hukum.
Menurut Zaenur, proses hukum itu tetap penting untuk dilanjutkan. Pasalnya hal itu nanti dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih atau tidak memilih sosok yang bersangkutan. Kemudian di Twitter, Netray menemukan beberapa sampel respons warganet sebagai berikut.



Gambar 7. Reaksi warganet Meski tak begitu ramai di media sosial, sebagian warganet menilai tindakan Kejaksaan Agung cukup aneh. Warganet menilai apa yang dilakukan oleh Jaksa Agung merupakan pembangkangan konstitusi karena tidak memperlakukan semua orang sama di hadapan hukum. Warganet juga berpencapat hal ini justru dapat berakibat hadirnya pemimpin yang jauh dari kata bersih secara hukum.
Menariknya, dalam pembahasan topik ini, meski sebagian warganet merasa kesal, sebagian lainnya justru mempopulerkan tagar dengan implikasi bersebrangan dengan reaksi kontra Jaksa Agung. Kemunculan tagar dan suara yang pro akan keputusan Kejaksaan Agung tersebut tampak pada kosakata populer berikut.

Gambar 8. Kosakata populer Twitter Sejumlah tagar yang disinyalir mendukung memorandum kontroversial Jaksa Agung tampak ikut meramaikan perbincangan warganet. Antara lain seperti kemunculan tagar pemiludamai dan edukasimasyarakat yang digunakan oleh sejumlah akun untuk menyuarakan dukungan mereka atas keputusan tersebut. Berikut beberapa tweet yang mempopulerkan tagar dukungan.

Gambar 9. Tweet dengan narasi pro Melalui beberapa sampel tweet tersebut disinyalir bahwa warganet menggunakan sejumlah tagar untuk mempopulerkan narasi pro akan memorandum Jaksa Agung. Narasi tersebut menyetujui bahwa tindakan penundaan diambil agar Pemilu dapat berjalan dengan damai. Narasi yang berseberangan oleh kedua suara pro dan kontra di kanal Twitter juga dapat diamati melalui analisis jaringan percakapan pada gambar berikut.

Gambar 10. Social Network Analysis Pada jaringan percakapan di Twitter dapat diamati bahwa narasi pro dan kontra dengan perbedaan warna yang signifikan. Utas berwarna hijau menunjukkan akun dengan respons positif yang berdekatan dengan akun milik @KejaksaanRI, @ST_Burhanuddin, hingga akun @mohmahfudmd yang diketahui menyetujui memo Jaksa Agung tersebut.
Sementara pada utas yang berseberangan tampak berwarna merah dengan dominasi sentimen negatif yang menunjukkan suara penolakan. Terlihat sejumlah akun berada di lingkaran oposisi, seperti akun @P3n99u94t, @geloraco, dan berbagai akun lainnya yang saling terhubung seperti pada jaringan percakapan di atas. Kemudian, berdasarkan kategori media dan akun terpopuler Netray menemukan sejumlah nama.

Gambar 11. Top Portal 
Gambar 12. Top Akun Di media pemberitaan Kompas dan Majalah Tempo menjadi portal media pemberitaan online yang paling banyak menerbitkan artikel terkait Kejaksaan Agung dan putusannya. Sementara pada kategori akun terpopuler tampak akun @AnthonyBudiawan dan @OposisiCerdas menjadi akun yang paling populer dalam membahas topik ini di Twitter.
Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
Dipecat PDI-P: Manuver Budiman Sudjatmiko Dianggap Gagal Raih Simpati

Budiman Sudjatmiko secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada capres Prabowo Subianto dengan membentuk relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu). Deklarasi yang dilakukan oleh Budiman pada Jumat, 18 Agustus 2023 di Semarang lalu berbuntut naas terkait nasibnya di PDI-P. Budiman akhirnya dipecat dari partai berlambang banteng tersebut.
Budiman mendapat kabar resmi pemecatan melalui surat yang dikirim PDI-P pada Kamis, 24 Agustus 2023. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Mantan aktivis ini menerima pemecatan dirinya dengan lapang. Bahkan kejadian tersebut membuat dirinya banyak diincar oleh parpol lainnya.
Pemecatan ini sontak membuat gaduh publik. Tak hanya media berita, warganet Twitter pun juga santer memperbincangkan hal tersebut. Untuk melihat seberapa besar atensi media dan warganet Twitter, Netray turut memantau topik pemecatan Budiman pada dua kanal, yakni news dan Twitter. Berikut hasilnya.
Pada periode pemantauan 17-28 Agustus 2023, Netray menemukan 827 artikel yang menggunakan kata kunci ‘budiman && pdip’. Artikel-artikel tersebut diterbitkan oleh 103 media berita daring Indonesia. CNN Indonesia menjadi portal media yang paling banyak memberitakan terkait kata kunci ini. Diketahui sebanyak 57 artikel telah diterbitkan CNN Indonesia selama periode pemantauan.

Gambar 1. Statistik pemberitaan media 
Gambar 2. Jajaran top portal media Pemberitaan tentang topik ini mulai terlihat pada tanggal 18 Agustus 2023, tepat di hari pendeklarasian Prabu oleh Budiman Sudjatmiko. Lalu, pemberitaan memuncak di tanggal 25 Agustus 2023 sehari pasca Budiman disurati oleh Ketum Megawati.

Gambar 3. Grafik intensitas pemberitaan media Deklarasi Prabu Berujung Penyuratan dan Sanki Pemecatan
Kata kunci pemantauan mulai ramai diberitakan media sejak pendeklarasian relawan Prabu. Di hari tersebut terdapat 26 artikel terkait topik ini. Pemberitaan media massa daring didominasi dengan kegiatan pendeklarasian. Dilansir dari Detik, Budiman menyebut dirinya sebagai orang yang berani menempuh risiko. Mantan kader PDI-P ini juga mengaku mengagumi Prabowo sejak ia membaca buku Paradoks karya Ketum Gerindra tersebut.

Gambar 4. Berita deklarasi Prabu 
Gambar 5. Isi artikel dari Detik Budiman menyatakan bahwa keputusan tersebut dibuat bukan tanpa pertimbangan. Mantan aktivis 98 ini siap menerima sanksi apapun atas sikap dan tindakan yang ia lakukan. Hal ini memberikan sentimen positif pada sosok Budiman Sudjatmiko. Seperti yang diberitakan oleh Halo Semarang, dirinya menyatakan ‘siap’ mendapat sanksi dan menegaskan jika ia masih bagian dari PDI-P. Ditambahkannya, ia akan bertanggung jawab atas keputusan tersebut dan tidak akan berprasangka buruk pada PDI-P.

Gambar 6. Berita Budiman siap disanksi PDI-P 
Gambar 7. Isi artikel dari Halo Semarang Isu pemecatan ini mulai mencuat sejak acara peresmian Prabu tersebut. Salah satu sosok yang memberikan sindiran atas isu ini ialah Djarot Saiful Hidayat. Ketua DPP PDI-P ini memberikan selamat kepada Budiman karena dinilai akan mendampingi Prabowo sebagai Cawapres di Pilpres 2024. Hal ini pun berdampak negatif untuk sosok Budiman.
Tak hanya Djarot, sosok lain yang menjadi sorotan karena dinilai menyindir Budiman Sudjatmiko ialah Gibran Rakabuming. Putra sulung Presiden Jokowi ini sempat memberikan selamat kepada Budiman saat menghadiri acara Kopdarnas PSI. Kelakar Gibran yang menyebut ‘Loh, gak jadi dipecat ya mas?’ dianggap sebagai sindiran atas manuver Budiman yang mendukung Prabowo.

Gambar 8. Berita tentang Djarot sindir Budiman 
Gambar 9. Berita tentang Gibran sindir Budiman Bukan hanya mendulang berita negatif, artikel bersentimen positif pun hadir untuk Budiman. Tersiar dari beberapa media, peluang Budiman untuk masuk ke parpol lain terbuka lebar. Seperti halnya diberitakan oleh kedua media di bawah ini yang menyebut jika Partai Gerindra dan PKB siap menerima Budiman untuk bergabung ke partai tersebut.

Gambar 10. Berita tentang parpol lain bukakan pintu 
Gambar 11. Berita tentang parpol lain bukakan pintu Warganet Twitter Sebut Budiman Sudjatmiko Playing Victim
Isu pemecatan Budiman Sudjatmiko tak hanya santer diberitakan oleh media, melainkan juga ramai diperbincangkan warganet Twitter. Dengan kata kunci dan periode pemantauan yang sama dengan kanal news, Netray menemukan 11,9 ribu twit dengan total impresi mencapai 4,6 juta reaksi. Isu ini telah mencuri perhatian setidaknya 3,9 ribu akun dengan potential reach yang mencapai 121,2 juta akun.

Gambar 12. Statistik perbincanga warganet Twitter Sama halnya dengan media news, perbincangan warganet sudah terlihat sejak 18 Agustus 2023 dan memuncak di tanggal 25 Agustus 2023. Satu hari pasca pemecatan tersebut, warganet memperbincangkan kata kunci pemantauan melalui 3,8 ribu twit dalam sehari. Sebanyak 57% perbincangan bahkan didominasi dengan twit bersentimen negatif.

Gambar 13. Grafik intensitas perbincangan warganet Twitter Akun yang paling banyak mendapat impresi atas topik ini ialah akun dari portal media CNN Indonesia. Akun ini mendapat impresi sebanyak 7,3 ribu reaksi selama periode pemantauan. Lalu, di urutan kedua terdapat akun bernama @Miduk17 dengan total impresi yang diperoleh sebanyak 4,5 ribu reaksi. Twit terpopuler dari kedua akun ini sama-sama membagikan informasi tentang pemecatan Budiman yang secara resmi ditandatangani oleh Megawati.

Gambar 14. Jajaran top akun Twitter berdasarkan popularitas 
Gambar 15. Twit pemecatan Budiman 
Gambar 16 Twit pemecatan Budiman Apabila dilihat dari data statistik di atas (Gambar 12.) perbincangan warganet didominasi dengan twit bersentimen negatif. Sebanyak 64% perbincangan terdeteksi sebagai twit bersentimen negatif kepada sosok Budiman Sudjatmiko. Salah satu twit yang dengan sentimen negatif dan berimpresi tinggi ialah twit dari akun @KakekHalal. Twit yang diunggah pada 25 Agustus ini menyebut jika Budiman gagal mendapatkan simpati publik akibat isu pemecatan ini. Tak hanya itu, Budiman juga dinilai gagal membawa Gibran untuk turut mendukung Prabowo bersama PSI.

Gambar 17. Twit sindiran untuk Budiman Bukan hanya dinilai gagal ‘mem-Prabowo-kan’ Gibran, sentimen negatif juga datang lantaran Budiman dianggap ‘playing victim’ atas pemecatan tersebut. Seperti yang diunggah oleh kedua akun di bawah ini (Gambar 18 dan 19). Kedua akun ini sama-sama menyebut jika Budiman ‘playing victim’. Bahkan mantan aktivis 1998 tersebut juga diisukan pernah meminta jabatan sebagai menteri jika Ganjar Pranowo menang dalam Pilpres 2024.

Gambar 18. Twit tentang Budiman yang disebut playing victim 
Gambar 19. Twit tentang Budiman yang disebut playing victim Namun, banjir sindiran dan kritikan tersebut tak menyurutkan dukungan beberapa warganet kepada Budiman Sudjatmiko. Bahkan media pun juga menyiarkan jika didepaknya Budiman dari PDI-P membukakan pintu parpol lain untuk menerima mantan kader partai yang diketuai oleh Megawati ini.

Gambar 20. Twit dukungan untuk Budiman 
Gambar 21. Twit dukungan untuk Budiman Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
Editor: Ananditya Paradhi
-
Popularitas Tokoh Politik di Media Sosial & Media Massa Online 21-27 Agustus 2023

Berdasarkan pantauan Netray terkait popularitas tokoh politik di media massa dan media sosial (Twitter, Instagram, YouTube dan TikTok), nama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto mengisi 3 besar tokoh politik populer yang paling banyak disebut selama periode 21-27 Agustus 2023. Sementara urutan empat dan lima diisi oleh Erick Thohir dan AHY.
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan pekan ini saling bertukar posisi. Sedangkan Prabowo masih menempati posisi ketiga seperti pada pekan sebelumnya. sama mendapat penyebutan terbanyak setelah pekan lalu menempati posisi kedua. Ridwan Kamil yang pada pekan lalu berada di posisi sepuluh naik ke posisi enam. Begitu juga dengan Puan Maharani yang saat ini di posisi tujuh ketika pekan sebelumnya di posisi 12. Nama Ridwan Kamil naik karena topik cawapres. Sedangkan Puan ramai disebut karena isu Ganjar akan digantikan Puan sebagai capres PDIP setelah apel siaga PDIP di Semarang.

Gambar 1. Intensitas penyebutan Puan di Twitter selama 2 pekan 
Gambar 2. Perbincangan terkait Puan di Twitter Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.
-
Popularitas Partai Politik di Media Massa Online dan Media Sosial Periode 21-27 Agustus 2023

Netray melakukan pemantauan popularitas partai politik (parpol) berdasarkan penyebutan atau mention nama parpol di media massa online dan media sosial Twitter. Parpol yang dipantau merujuk pada putusan KPU terkait partai-partai yang lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu 2024.
Terdapat 15 parpol terpopuler selama periode pemantauan sepekan dari 7-13 Agustus 2023. Berdasarkan pantauan Media Monitoring Netray, PDIP menempati urutan pertama partai politik terpopuler seperti pekan lalu. Kemudian diikuti oleh Gerindra, PSI, PKB, dan Golkar. Kehadiran PSI menggantikan PAN dalam daftar ini. Sedangkan ketiga partai lainnya hanya bertukar posisi. Pekan ini PAN terlempar ke posisi sembilan.
Eksistensi PSI secara terpantau meningkat pada pekan ini dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Salah satu berita yang mengangkat eksistensi PSI adalah acara Kopdarnas 2023 yang diselenggarakan oleh partai tersebut. Acara Kopdarnas tersebut juga mengangkat nama Gibran Rakabuming dan Budiman Sudjatmiko sebagai tamu undangan. Terutama insiden Gibran yang enggan dikenakan jaket oleh salah satu kader PSI.

Gambar 1. Intensitas perbincangan PSI di Twitter dalam 2 pekan terakhir. 
Gambar 2. Gibran dan Budiman masuk ke dalam perbincangan topik PSI Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis.
Home Home


















