Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 4 – 10 Maret 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 4 – 10 Maret 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga pada minggu pertama bulan Maret 2019, 4-10 Maret. Topik Jokowi-Ma’ruf mendapatkan pemberitaan lebih banyak, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo-Sandiaga.

    Dalam kontestasi Pilpres 2019, secara umum Joko Widodo masih menjadi media darling utama dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno. Hal ini dapat dilihat dari Top Person, Top Issue, mentions dan  porsi pemberitaan untuk Jokowi yang cukup dominan. Meski demikian, Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres Joko Widodo justru tidak masuk dalam daftar Top Person.

    Dilihat dari sisi Top Media, detik.com, merdeka.com, kompas.com, dan republika.co.id masuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Namun, jawaposnationalnetwork.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi-Ma’ruf dan liputan6.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga.

    Pages: 1 2

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 25 Februari – 3 Maret 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 25 Februari – 3 Maret 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga pada minggu keempat Februari 2019 (25 Februari – 3 Maret 2019). Topik Jokowi-Ma’ruf mendapatkan pemberitaan lebih banyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo-Sandiaga. Dalam kontestasi Pilpres 2019, secara umum Joko Widodo masih merupakan media darling dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno. Hal itu dapat dilihat dari Top Person dan sisi lain seperti Top Media, jumlah porsi pemberitaan, dan lain-lain. Meskipun topik Jokowi-Ma’ruf paling banyak disorot media, Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres Joko Widodo tidak masuk dalam daftar Top Person.

    Keseluruhan berita yang diterbitkan oleh media berita online, porsi pemberitaan positif untuk topik Jokowi-Ma’ruf lebih besar dibandingkan dengan topik Prabowo-Sandiaga, masing-masing yaitu 58.1% dan 49.9%. Pada minggu ini, kedua topik mendominasi media sosial oleh mentions bersentimen negatif, dengan persentase sentimen negatif untuk Prabowo-Sandiaga 38%, lebih tinggi dibanding sentimen negatif Jokowi-Ma’ruf 35,3%.

    Dilihat dari sisi Top Media, detik.com, merdeka.com, kompas.com, dan republika.co.id masuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Namun, antaranews.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi-Ma’ruf dan tempo.co hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga.

    Pages: 1 2

  • Laporan Bulanan Capres – Cawapres Pilpres 2019 Periode Februari 2019

    Laporan Bulanan Capres – Cawapres Pilpres 2019 Periode Februari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” mengenai topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga, pada bulan Januari 2019. Topik Jokowi – Ma’ruf Amin mendapatkan pemberitaan terbanyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo – Sandiaga. Dibandingkan dengan bulan Januari, publikasi kedua topik tersebut di media berita online mengalami penurunan jumlah berita. Namun, di media sosial mentions untuk kedua topik tersebut meningkat 5 kali lipat di bulan Februari.

    Pemberitaan positif untuk Jokowi – Ma’ruf di media berita online lebih besar daripada Prabowo – Sandiaga, masing-masing yaitu 55.3% dan 49%. Sementara mentions di media sosial, keduanya sama-sama didominasi oleh sentimen negatif, total angka mentions negatif topik Jokowi – Ma’ruf Amin lebih tinggi daripada topik Prabowo – Sandiaga. Hal tersebut dipengaruhi oleh jumlah mentions topik Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapat porsi 57% dari keseluruhan total mentions. Total mentions bersentimen negatif Jokowi – Ma’ruf Amin lebih banyak secara kuantitas, tetapi perbandingan persentase sentimen negatif dengan positif untuk Prabowo – Sandiaga lebih tinggi dibandingkan topik Jokowi – Ma’ruf Amin. Presentase perbandingan Prabowo – Sandiaga sentimen positif 37.8% tetapi sentimen negatifnya 31.3% sedangkan presentase Jokowi – Ma’ruf Amin sentimen positif 40.7% dengan sentimen negatifnya 37.2%.

    Pages: 1 2 3

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 18 – 24 Februari 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 18 – 24 Februari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga pada minggu ketiga Februari 2019 (18 –24 Februari 2019). Topik Jokowi-Ma’ruf mendapatkan pemberitaan lebih banyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo-Sandiaga. Dalam kontestasi Pilpres 2019, secara umum, Joko Widodo masih merupakan media darling dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno. Hal itu dapat dilihat dari Top Person dan sisi lain seperti Top Media, jumlah porsi pemberitaan, dan lain-lain. Meskipun topik Jokowi-Ma’ruf paling banyak disorot media, Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres Joko Widodo tidak masuk dalam daftar Top Person.

    Dari keseluruhan berita yang diterbitkan oleh media berita online, porsi pemberitaan positif untuk topik Jokowi-Ma’ruf lebih besar dibandingkan untuk topik Prabowo-Sandiaga, masing-masing yaitu 52,7% dan 47,9%. Pada minggu ini, kedua topik pada media sosial didominasi oleh mentions bersentimen negatif, dengan jumlah topik Prabowo-Sandiaga lebih tinggi dibanding Jokowi-Ma’ruf, yakni 45,8% dan 45,5%.

    Dilihat dari sisi Top Media, detik.com, merdeka.com, kompas.com, dan republika.co.id masuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Namun, republika.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi-Ma’ruf dan cnnindonesia.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga.  

    Pages: 1 2

  • Analisis Debat Kedua Pilpres 2019

    Analisis Debat Kedua Pilpres 2019

    Debat kedua Pilpres 2019 berlanjut dengan mengusu tema “Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup”. Tim Riset Atmatech menganalisis teks yang bersumber dari Twitter dan Media Daring. Analisis ini akan dibagi dalam beberapa runtun waktu, yaitu 18.00-20.00 (sebelum debat), 20.00-21.00, 21.00-22.00, 22.00-24.00 (setelah debat).

    18.00-20.00

    Twitter

    Pada kurun waktu sebelum debat, kubu Jokowi memiliki sentimen twitter positif lebih banyak daripada kubu Prabowo. Sedangkan pada kubu Prabowo lebih banyak sentimen netralnya.

    Posisi jaringan percakapan saling berlawanan antara kluster kubu Jokowi (@erickthohir, @jokowi) dan kluster Prabowo (@Fahrihamzah).

    Masing-masing kubu saling menguatkan hastags yang menguatkan kedua kubu “PrabowoMenangDebat” dan “DebatPintarJokowi”.

    Top Mention dan Top User kedua kubu bisa dilihat gambar di bawah:

    Untuk topik yang sedang dibicarakan bisa dilihat pada gambar di bawah:

    Topik teratas Jokowi-Maruf tentang Jokowi dan Petani. Topik tersebut mempunyai sentimen positif dan negatif sama banyak. Artinya antara pro dan kontra memiliki suara yang hampir sama. Sedangkan topik teratas dari Prabowo-Sandi tentang keikutsertaan Prabowo-Sandi dalam debat. Topik tersebut juga memiliki sentimen positif dan negatif sama banyak.

    Media Daring

    Bagaimana di Media Daring? Gambar 13 dan Gambar 14 menunjukkan Jokowi memiliki banyak sentimen positif dari Prabowo. Sentimen positif dan netral Prabowo hampir memiliki jumlah yang sama.

    Sentimen dari Gambar 13 dan Gambar 14 berisi berbagai topik. Topik Jokowi (Gambar 15) dan Prabowo (Gambar 16) sebagian besar masih berisi tentang penyelenggaraan debat.

    20.00-21.00

    Twitter

    Beranjak pada rentang pukul 20.00-21.00, sentimen Jokowi di Twitter masih didominasi sentimen positif (Gambar 17). Sedangkan sentimen Prabowo didominasi negatif dan netral (Gambar 18).

    Memasuki pukul 20.00-21.00 dimana saat itu debat telah dimulai, intensitas percakapan Twitter mulai. Jika kita lihat peta jaringan percakapan Twitter (Gambar 27) beberapa user baru mulai bermunculan seperti GreenpeaceID. Akun tersebut membentuk kluster tersendiri. Selain itu akun berbasis media seperti narasitv, kompasco, TirtoID, dll juga muncul membentuk kluster di tengah-tengah antar kluster yang sudah ada.

    Media Daring

    Pada sentimen media daring baik Jokowi (Gambar 28) dan Prabowo (Gambar 29) didominasi sentimen positif. Untuk topik kluster mulai berbicara tentang energi, pangan, dan infrastruktur.

    21.00-22.00

    Twitter

    Kurun waktu ini sentimen Prabowo dan Jokowi didominasi sentimen negatif (Gambar 32 dan 33). Jika kita melihat pada topik yang dibicarakan, netizen banyak mengkritik kedua capres. Akun-akun yang sebelumnya belum muncul seperti GreenpeaceID hadir banyak mengkritik konten debat (Gambar 38). Yang menarik kritik-kritik tersebut dimanfaatkan betul oleh akun twitter Gerindra. Jika kita lihat Gambar 42, akun Gerindra dan GreenpeaceID dalam satu kluster melawan kluster lainnya (Gambar 42 kluster bagian bawah).

    Media Daring

    Untuk media daring, banyak berbicara topik tentang infrastruktur (Gambar 43 dan Gambar 44). Sedangkan sentimen dari kedua capres didominasi sentimen positif.

    22.00-24.00

    Twitter

    Pada bagian setelah debat ini, sentimen Jokowi dan Prabowo didominasi sentimen negatif (Gambar 48 dan Gambar 49). Topik yang dibahas kebanyakan tentang pembebasan lahan, kebijakan import pangan, dan unicorn.

    Analisis dan Kesimpulan

    # Debat kedua kali ini lebih menarik dibandingkan debat sebelumnya. Karena kedua capres tidak diberikan kisi-kisi seperti debat sebelumnya, pernyataan yang dilontarkan cenderung spontan. Dari lontaran pernyataan mereka netizen cukup cepat dalam merespon pernyataan mereka. Seperti pada kurun waktu 21.00-22.00, netizen banyak mengkritisi pernyataan Jokowi soal lingkungan hidup. Akun seperti GreenpeaceID yang sebelumnya tidak muncul menjadi aktif menebar cuitan. Tentu hal seperti ini sangat dimanfaatkan oleh pihak oposisi.

    # Sentimen Twitter negatif kedua capres semakin naik mendekati debat usai. Ini berkaitan respon netizen terhadap pernyataan mereka saat debat. Mereka mengkritik pernyataan kedua capres yang tidak sesuai dengan opini pribadi mereka.

    # Hal yang menonjol dari obrolan netizen adalah pernyataan Jokowi banyak dikritik oleh netizen Twitter berkaitan data-data yang ia berikan saat debat dinilai tidak sesuai fakta. Sedangkan Prabowo dikritik karena karena pengetahuannya akan Unicorn dianggap kurang.

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 12 – 17 Februari 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 12 – 17 Februari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga pada minggu kedua Februari, 12–17 Februari 2019. Topik Jokowi-Ma’ruf mendapatkan pemberitaan lebih banyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo-Sandiaga. Dalam kontestasi Pilpres 2019, secara umum Joko Widodo masih menjadi media darling utama dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno. Hal itu dapat dilihat dari Top Person dan sisi lain seperti Top Media, jumlah porsi pemberitaan, dan lain-lain. Meskipun topik Jokowi-Ma’ruf paling banyak disorot media, Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres Joko Widodo tidak masuk dalam daftar Top Person

    Dari keseluruhan berita yang diterbitkan oleh media berita online, porsi pemberitaan positif untuk topik Jokowi-Ma’ruf sedikit lebih besar dibandingkan untuk topik Prabowo-Sandiaga, masing-masing yaitu 57% dan 50,7%. Jumlah sentimen positif di media sosial untuk topik Jokowi-Ma’ruf juga sedikit lebih banyak dibandingkan mentions negatifnya, yaitu 39% kontra 38,4%. Sementara mentions untuk topik Prabowo-Sandiaga lebih didominasi oleh sentimen negatif sebesar 37,6%

    Dilihat dari sisi Top Media, detik.com, merdeka.com, kompas.com, dan republika.co.id masuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Namun, antara.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi-Ma’ruf dan tempo.co hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga.   

    Dilihat dari Peak Date masing-masing topik, baik secara keseluruhan maupun yang bersentimen positif dan negatif. Debat Kedua Capres 2019 menarik perhatian yang sangat besar dari masyarakat dan media peliput. Hal itu dibuktikan dari sentiment trend Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga dengan jumlah pemberitaan, mentionsnya meroket di tanggal 17 Februari 2019. Jumlah publikasi di media daring, jumlah mentions di media sosial dan jumlah komentar berita baik yang bersentimen positif maupun negatif naik secara dratis pada hari dilaksanakannya debat kedua pilpres 2019 tersebut.

    Pages: 1 2

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 28 Januari – 3 Februari 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 28 Januari – 3 Februari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga pada minggu kelima Januari 2019 (28 Januari-03 Februari 2019). Topik Jokowi – Ma’ruf Amin masih mendapatkan pemberitaan lebih banyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan dengan topik Prabowo – Sandiaga.

    Dari keseluruhan berita yang diterbitkan oleh media berita online, porsi pemberitaan positif untuk topik Jokowi – Ma’ruf Amin lebih besar dibandingkan topik Prabowo – Sandiaga, masing-masing yaitu 61% dan 39%. Sementara itu, di media sosial topik Jokowi-Ma’ruf lebih banyak didominasi oleh mentions positif sebesar 41,9% dari total pemberitaan. Sedangkan untuk topik Prabowo-Sandiaga lebih didominasi oleh mentions dengan sentimen negatif sebesar 38,1%.

    Dilihat dari sisi Top Media, detik.com, merdeka.com, kompas.com, dan tempo.co masuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga. Namun, republika.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi – Ma’ruf Amin, sedangkan cnnindonesia.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga.

    Pages: 1 2

  • LAPORAN BULANAN Capres – Cawapres Pilpres 2019 Periode Januari 2019

    LAPORAN BULANAN Capres – Cawapres Pilpres 2019 Periode Januari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” mengenai topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga, pada bulan Januari 2019. Topik Jokowi – Ma’ruf Amin mendapatkan pemberitaan terbanyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo – Sandiaga. Dibandingkan bulan Desember lalu, pemberitan untuk kedua topik tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan, masing-masing yaitu 33,2% dan 65 %.

    Porsi pemberitaan positif untuk Jokowi – Ma’ruf Amindi media berita online lebih besar daripada Prabowo – Sandiaga, masing-masing yaitu 53,1% dan 49%. Sementara mentions di media sosial, meskipun keduanya sama-sama didominasi oleh sentimen negatif, secara total angka mentions negatif topik Jokowi – Ma’ruf Amin lebih tinggi daripada topik Prabowo – Sandiaga. Hal ini juga dipengaruhi oleh jumlah mentions untuk topik Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapat porsi 59,1% dari total keseluruhan mentions. Tetapi apabila dilihat dari porsi mentions bersentimen negatif untuk masing-masing topik, porsi sentimen negatif untuk Prabowo – Sandiaga lebih tinggi dibandingkan Jokowi – Ma’ruf Amin (secara berurutan 40,3% dan 41,9%).

    Pages: 1 2 3

  • Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 21 – 27 Januari 2019

    Laporan Mingguan Capres – Cawapres Pilpres 2019: 21 – 27 Januari 2019

    Hasil pantauan Netray pada Board “Capres & Cawapres Pilpres 2019” untuk topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga pada minggu keempat Januari 2019 yang dimulai dari 21 s.d 27 Januari 2019, topik Jokowi – Ma’ruf Amin mendapatkan pemberitaan lebih banyak di media, baik dari media berita online, media sosial, maupun komentar berita dibandingkan topik Prabowo – Sandiaga.

    Dari keseluruhan berita yang diterbitkan oleh media berita online, porsi pemberitaan positif untuk topik Jokowi – Ma’ruf Amin lebih besar dibandingkan untuk topik Prabowo – Sandiaga, masing-masing yaitu 68.5% dan 31,5%. Sementara itu, di media sosial topik Jokowi-Ma’ruf lebih banyak didominasi oleh mentions positif sebesar 41,9% dari total pemberitaan. Sedangkan untuk topik Prabowo-Sandiaga lebih didominasi oleh mentions  dengan sentimen negatif sebesar 37,7%.

    Dilihat dari Top Media, detik.com, republika.co.id, kompas.com, dan kumparan.com termasuk ke dalam Top 5 media yang memberitakan topik Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga. Namun, merdeka.com hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Jokowi – Ma’ruf Amin, sedangkan tempo.co hanya masuk dalam Top 5 media peliput topik Prabowo-Sandiaga. 

    Pages: 1 2

  • Debat Pertama: Menyimak Atensi Netizen Media Sosial dan Media Daring

    Hingar-bingar Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sampai pada tahap Debat Pertama. Debat kali ini mengusung tema “HAM, Korupsi, dan Terorisme.”. Tim Riset Atmatech dengan mengacu data yang diolah dari aplikasi https://netray.id/capres2019/, mencoba menganalisis Real Time Electabilities kedua capres yakni Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi selama Debat Pertama berlangsung. Analisis berikut akan dipecah menjadi 5 bagian yaitu, Pukul 18.00-20.00 (Pra Debat), Pukul 20.00-21.00 (Segmen I dan II), Pukul 21.00-22.00 (Segmen III, IV, dan V), Pukul 22.00-23.00 (Segmen VI dan Pasca Debat)

    Pukul 18.00-20.00 (Pra Debat)

    Kurun pukul 18.00-19.00 elektabilitas Jokowi cukup tinggi. Netizen Twitter banyak membahas keberhasilkan Jokowi terkait “Pembangunan Desa”. Sehingga sentimen positif Jokowi menjadi naik. Hal ini karena naiknya sentimen positif Jokowi di Twitter.

    Dari sisi Top Twitter Hashtags, keyword “Kemendes2019” mendominasi baik dilihat dari sisi Jokowi maupun Prabowo.

    Sedangkan untuk Top News Keywords, kata “debat” mendominasi baik di sisi Jokowi dan Prabowo.

    Untuk analisis topik yang dibicarakan, 3 kluster tertinggi dan berdekatan menunjukkan Media Daring sedang membicarakan kedatangan 2 capres di lokasi debat.

    Sedangkan pada Media Sosial, dari 7 kluster tertinggi, hampir sebagian besar membicarakan tentang peristiwa debat dan dukungan pendukung terhadap capres pilihannya.

    Namun, yang menarik adalah ada kluster yang cukup besar (kluster 2) yang menjauhi topik debat capres dan malah membahas tentang kinerja Jokowi dalam membangun pedesaan. Meskipun kluster ini menjauh, namun cukup signifikan mengerek sentimen positif terhadap Jokowi.

    Pukul 20.00-21.00

    Pukul 20.00-21.00 elektabilitas Jokowi masih unggul dari Prabowo, meskipun tidak setinggi satu jam sebelumnya. Dalam kurun waktu ini sentimen Media Daring untuk Jokowi dan Prabowo relatif bagus. Namun di Twitter Jokowi lebih unggul daripada Prabowo. Hal ini disebabkan perbincangan netizen Twitter tentang kiprah Jokowi dalam membangun desa pada 1 jam sebelumnya yang ternyata efeknya masih bertahan sampai 1 jam setelahnya. Dari sisi Top Hashtags paling banyak “Kemendes2019” dan “DebatPilpres2019”. Sedangkan untuk Top News Keywords kata “debat” masih menjadi trending.

    Untuk peta topik, Media Daring masih membahas tentang peristiwa debat capres saja (kluster 1, 2, dan 5).

    Kluster lain (3 dan 4) yang cukup besar membahas perbincangan visi misi debat oleh kedua capres tentang penegakkan hukum, ham, dan korupsi.

    Sedangkan untuk Media Sosial, kluster terbesar tetap bahasan tentang peristiwa debat capres (1, 2, 3, dan 4)

    21.00-22.00

    Pukul 21.00-22.00 Elektabilitas Jokowi relatif lebih tinggi dari Prabowo. Ini disebabkan sentimen positif cukup kuat di Media Sosial untuk Jokowi. Sebenarnya Prabowo memiliki sentimen positif jg di media, tapi sentimen utk Jokowi lbih konsisten. Sumber: https://netray.id/capres2019/. #DebatPilpres2019

    Pada kurun waktu ini, Media Daring membahas topik tentang pertukaran ide masing-masing capres tentang bagaimana menangani korupsi (kluster 1 dan 3). Jika kita lihat kedua kluster ini beririsan, ini bisa kita bahwa kata kunci yang digunakan kedua capres sama.

    Kluster 2 dan 4 relatif tidak beririsan dan makin terpisah. Kedua kluster ini sedang membicarakan sikap kedua capres untuk penanganan hukum dan ham.

    Di Media Sosial. Topik perbincangan masih berkutat pada dukung mendukung antar kedua capres (kluster 1, 3, dan 4).

    Kluster 2 yang membicarakan kiprah jokowi untuk pembangunan desa masih bertahan.

    Yang menarik kluster 5 cukup besar menarik membahas posisi Maruf Amin yang relatif pasif ketika debat.

    22.00-23.00

    Pukul 22.00-23.00, elektabilitas Prabowo justruk anjlok. Jika dilihat, tanggapan Prabowo tentang Gerindra yang mencalonkan mantap korupsi membuat netizen Twitter beropini negatif.

    Cukup anjloknya elektabilitas Prabowo membuat Partai Gerindra, ICW, KPK menjadi Top Organization.

    Dan sontak, nama Prabowo pun menjadi Top News Keywords.

    Dari sisi analisis topik Media Daring, perbincangan soal ide-ide kedua capres untuk menyelesaikan masalah Hukum, HAM, dan Korupsi cukup cukup dekat dan tinggi klusternya (kluster 1, 2, 4, dan 5). Karena memang pada kurun waktu ini kedua capres cenderung melontarkan pertanyaan bebas yang tidak masuk dalam kisi-kisi KPU.

    Pernyataan Prabowo ketika menjawab pertanyaan Jokowi soal peran perempuan dan caleg Gerindra yang mantan napi korupsi menjadi kluster tersendiri yang cukup besar (kluster 3).

    Diranah Media Sosial meskipun debat telah usah netizen masih membincangkan dan membahas lagi visi misi kedua capres (kluster 1 dan 2).

    Di kluster lain (3, 4, dan 6) masih-masing kubu melontarkan perang tagar yang seolah ingin menegaskan pasca debat, calon mereka yang lebih baik. Tagar seperti 2019TetapJokowi dan 2019GantiPresiden cukup menjadi kluster yang besar.

    Analisis dan Kesimpulan

    Jika kita simak dalam kurun waktu 18.00-23.00 atau dari sebelum debat sampai selesai debat, kubu Jokowi masih memimpin secara elektabilitas Media Daring dan Media Sosial. Meskipun kubu Prabowo kadang menyaingi elektabilitas Jokowi, namun Jokowi lebih mudah untuk naik. Salah satu penyebabnya adalah perbincangan tentang kiprah Jokowi ketika membangun pedesaan ternyata mampu mempengaruhi peta di Media Sosial.

    Dari data di atas, terlihat grafik elektabilitas kedua capres perubahannya tidak terlalu curam. Tidak ada perang sentimen yang besar selama debat berlangsung. Perubahan grafik yang signifikan terjadi ketika kedua capres masuk pada segmen dimana mereka bisa melontarkan pertanyaan ke lawannya secara bebas. Pertanyaan kejutan seperti ini ternyata mampu membuat lawannya menjawab secara spontan. Seperti apa yang dilakukan Prabowo ketika menjawab pertanyaan Jokowi di atas.

    Dari uraian di atas kita bisa melihat ketika memasuki segmen awal, kedua capres cenderung bermain aman dengan tidak melontarkan pertanyaan yang menyita perhatian publik. Ditambah lagi di segmen awal ini pembahasan masih masuk dalam kisi-kisi yang diberikan KPU. Sehingga grafik Media Daring dan Media Sosial tidak ada perubahan signifikan.

    Permainan mencari aman kedua capres dan kebijakan kisi-kisi dari KPU tersebut membuat Debat Pertama ini terasa biasa karena tidak ada lontaran pemikiran dari kedua capres yang sifatnya kritis, spontan, dan bernas.