-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Bansos DKI Jakarta: Anies Dikritik Tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju

DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan di DKI Jakarta sejak 10 April 2020 lalu. Mewabahnya Covid-19 ke berbagai wilayah berimbas pada sektor perekonomian publik. Masyarakat miskin dan masyarakat rentan miskin menjadi kelompok yang sangat terdampak pada situasi seperti saat ini. Itulah sebabnya pemerintah menyalurkan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat tersebut. Namun belakangan terjadi polemik terkait bantuan sosial yang disalurkan oleh DKI dengan bantuan yang disalurkan oleh Pusat.

Netray memantau isu terkait polemik bansos DKI selama 05 Mei 2020 s.d 11 Mei 2020. Selama periode tersebut ditemukan pemberitaan terkait bansos DKI sebanyak 987 pemberitaan dengan total media sebanyak 65 media dan didominasi oleh kategori Government sebesar 91%.

Sehari sebelum diterapkannya aturan PSBB Pemprov DKI berinisitiatif untuk membagikan sembako lebih dulu. Sedangkan Pemerintah Pusat akan membagikan Bansos pada tanggal 20 April 2020. Namun Pemprov DKI kini menjadi sorotan terkait simpang siur permasalahan data penerima bansos tersebut. Bahkan Pemprov DKI mendapat serangan dari 3 Menteri Kabinet Maju diantaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Juliari Batubara dan Menko PMK Muhadjir Effendy. Ketiga Menteri tersebut menyoroti kinerja Anies Baswedan dalam menyalurkan Bansos untuk warga Ibu Kota.


Bansos tersebut didistribusikan pada 09 April 2020 sehari sebelum PSBB diterapkan. Adapun penerima bansos disepakati oleh Kemensos dan Pemprov DKI tidak lagi per jiwa melainkan berdasarkan KK dengan jumlah 1,194 juta KK. Data penerima Bansos tersebut telah diserahkan oleh Pemprov DKI pada Kemensos tanggal 07 April 2020. Namun dalam pelaksanaan penyaluran Bansos tersebut terdapat permasalahan seperti tidak tepat sasaran, penerima telah meninggal dunia, serta adanya double penerimaan setelah dari Pemrov DKI kemudian menerima kembali dari Kemensos. Hal tersebut diungkap oleh Menteri Sosial Juliari Batubara juga menyatakan penyaluran bansos oleh Pemprov DKI tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Pada saat Ratas Pemrov DKI meminta Pusat meng-cover bantuan yang tidak dapat di-cover oleh Pemprov DKI. Namun setelah diperiksa dari 15 titik penyaluran bansos ditemukan double penerima, setelah dari Pemprov DKI kembali menerima dari Kemensos.

Menko PMK Muhadjir Effendy juga menyampaikan kritik untuk Anies, bahkan sempat menegurnya. Ia mengatakan bahwa permasalahan bansos tersebut merupakan permasalahan data.
Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan jika anggaran bansos DKI Jakarta sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Pada saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI Sri Mulyani mengatakan bahwa ia mendapat laporan dari Menko PMK, ternyata DKI yang tadinya cover 1,1 juta warganya tidak memiliki anggaran dan minta Pemerintah Pusat meng-cover terhadap 1,1 juta. Sehingga tadinya 1,1 juta adalah DKI dan sisanya 3,6 juta Pemerintah Pusat, namun sekarang semuanya diminta pemerintah pusat untuk meng-cover.

Menanggapi hal tersebut Netray menemukan sebanyak 5,590 cuitan terkait Bansos DKI dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif. Mendapat kritik dari Tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju Anies Baswedan tidak tinggal diam. Ia mengkonfirmasi dan menanggapi kritik tersebut. Ia menilai sorotan Menteri dan publik terhadap Bansos tersebut hanya sebesar 1,6% persen Margin Error dari 98,4% dari pelaksanaan yang tepat sasaran. Ia juga berpendapat bahwa permasalahan 1,6% tersebut merupakan proporsi yang kecil dan saat ini telah diperbaiki untuk Bansos putaran kedua yang akan segera dilaksanakan.


Isu terkait topik tersebut kemudian menimbulkan pro dan kontra di jagat Twitter. Tidak sedikit warganet yang melayangkan kritik, namun terdapat juga warganet yang membela kinerja Pemprov DKI tersebut.


Berdasarkan pantauan Netray, terlihat nama Anies Baswedan menjadi Top Initiator dalam topik ini selaku Gubernur DKI Jakarta namanya menjadi sorotan utama topik ini. Diikuti oleh Joko Widodo selaku Presiden RI dan beberapa Menteri yang mengkritik Bansos DKI juga masuk dalam kategori Top Initiator. Selanjutnya dalam kolom Top Organization ditemukan Pemprov DKI menjadi sorotan utama topik Bansos DKI.


Selain itu, terlihat pula kolom Top Facility diisi oleh Balai Kota DKI dan beberapa fasilitas lainnya. Adapun Portal pemberitaan yang menjadi Top Portal diduduki oleh Warta Kota dengan jumlah artikel terkait sebesar 74 artikel pemberitaan terkait.

Anies Baswedan kembali menjadi sorotan publik setelah pembagian Bansos DKI Jakarta terlaksana dan memasuki putaran kedua. Permasalahan terkait anggaran dan data penerima menjadi fokus utama sorotan publik. Meski demikian ia menyampaikan bahwa kekurangan dan permasalahan pada Bansos tersebut menjadi perbaikan untuk pelaksanaan Bansos DKI putaran kedua yang akan segera dilaksanakan.
-
Marak Isu Peretasan, Situs Pemerintah Hingga E-Commerce; Apakah Situasi Pandemi Covid-19 Mempengaruhi?

Isu peretasan kembali menimpa sektor digital Indonesia. Setelah pada awal Mei lalu Tokopedia melaporkan adanya upaya peretasan data 91 juta akun miliknya, kini giliran e-commerce Bhinneka.com. Peretas atau hacker menjual data mereka di Dark Web. Meskipun pihak terkait mengklaim bahwa data penting konsumen dapat diselamatkan, isu semacam ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Pasalnya, di masa pandemi seperti saat ini masyarakat mulai banyak menggantungkan aktivitasnya secara digital, baik itu bekerja, belajar, hingga berbelanja. Oleh karena itu jaminan keamanan data ketika bertransaki menjadi penting. Netray menelusuri isu peretasan data digital yang terjadi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini. Apakah situasi pandemi Covid-19 memungkinkan maraknya isu peretasan ini ataukah memang sudah marak terjadi sejak awal tahun 2020? Berikut pantauan Netray.
Topik Peretasan di Media
Netray menemukan 1,7 ribu artikel dari 97 portal media Indonesia yang membahas topik peretasan di tahun 2020 ini.

Apabila mengamati grafik di atas, dapat diketahui bahwa topik peretasan ramai dibahas pada akhir April hingga memasuki bulan Mei. Meskipun tidak sebanyak pada akhir April, pemberitaan untuk topik ini cukup meningkat pertengahan Januari. Frekuensi pemberitaan topik peretasan melandai pada bulan Maret 2020 dan perlahan naik pada bulan April.
Berikut kumpulan kosakata yang kerap muncul dalam pemberitaan terkait topik peretasan selama periode 1 Januari-11 Mei 2020 beserta portal media yang paling banyak membahas topik ini.


Ravio menjadi tokoh yang paling banyak disebut dalam pemberitaan terkait peretasan selama 4 bulan terakhir. Sementara lembaga/organisasi yang paling banyak disebut adalah Tokopedia. Untuk menjawab alasan entitas tokoh dan lembaga tersebut menjadi yang paling banyak dibahas di media, simak uraian Netray selengkapnya.
Kasus Peretasan Situs Resmi Pemerintah
Pada bulan Januari, kasus peretasan banyak terjadi pada situs resmi pemerintah, seperti BKD, Pengadilan Negeri, hingga Pengadilan Agama. Situs PN Jakpus sempat tidak bisa beroperasi selama 7 hari kerja. Pasalnya, setelah berhasil diretas, data-data yang tersimpan dalam Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) PN Jakpus sempat dihapus oleh pelaku. Pelaku mengaku merasa simpati terhadap Lutfi Alfiandi, terdakwa kasus dugaan penghinaan terhadap aparat negara yang tengah melakukan persidangan di PN Jakpus.


Dalam kasus ini, hacker atau peretas hanya mengambil alih sesaat situs resmi pemerintah tersebut. Peretas kemudian menuliskan keresahan dan kritik terhadap pemerintah.


Pada kasus internasional, peretasan terjadi di salah satu situs penting milik Amerika Serikat. Para pengguna yang mengklik Program Perpustakaan Penyimpanan Federal Amerika (FDLP) disambut dengan halaman web yang diretas oleh Republik Islam Iran. Di atasnya ada gambar Donald Trump yang dipukul wajahnya oleh tinju Iran dengan darah mengalir di wajahnya.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Trump mengancam akan menargetkan 52 lokasi di Iran, jika Iran nekat menyerang aset milik AS.
Kasus Peretasan yang Memanfaatkan Situasi Pandemi Covid-19
Situasi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan aksi retas. Di Jepang, ditemukan sejumlah malware yang disebarkan lewat surel dengan teknik phishing (tindakan memperoleh informasi pribadi, seperti username/nama pengguna dan password/kata sandi).

Pelaku menyertakan malware pada file dokumen berupa .txt, .pdf, .exe, dan beberapa extension file dokumen lain. Setelah itu, calon korban diminta membuka dan mengunduh berkas yang telah disisipi malware tersebut. Pelaku berharap malware dalam dokumen tersebut bisa masuk dalam sistem komputer kemudian mengambil alih sistem target.
Tak cukup sampai di situ, isu peretasan dikabarkan mulai menyasar pada lembaga vital seperti WHO hingga Departemen Kesehatan Amerika Serikat.


Peretas menargetkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah pandemi Covid-19. Serangan siber terhadap organisasi tersebut terus meningkat secara eksponensial selama krisis Covid-19. Peretas memiliki modus memperkenalkan situs palsu yang berpura-pura sebagai sistem email WHO. Kepala Petugas Keamanan Informasi WHO, Flavio Aggio mengatakan serangan itu merupakan upaya untuk mencuri kata sandi dari para pekerja WHO. Organisasi lain juga telah menjadi target selama pandemi Covid-19, seperti AP-HP, otoritas rumah sakit Paris hingga Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat.
Kasus Peretasan Data Perseorangan
Topik ‘peretasan’ paling banyak ditemukan pada akhir April 2020 dengan pemberitaan terkait isu peretasan yang menyasar perseorangan, aktivis Ravio Patra. Ravio ditangkap kepolisian pada terkait dugaan provokasi penjarahan yang menyebar melalui akun WhatsApp miliknya. Namun, ia dan sejumlah pihak mengklaim bahwa akun WhatsApp miliknya telah diretas. Pemberitaan terkait topik ini cukup banyak, yaitu mencapai 100 artikel pada 23 April 2020.

Selain itu, hingga Mei 2020 ini, kabar peretasan yang menyangkut individu banyak dilaporkan oleh sejumlah artis hingga petinggi Amazon, Jeff Bezoz pada akhir Januari lalu.

Ponsel bos toko daring Amazon.com, Jeff Bezos, diduga diretas oleh akun Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS). Berdasarkan laporan PBB, peretasan dilakukan melalui pertukaran pesan WhatsApp dengan mengirimkan file video jahat.
Kasus Peretasan E-Commerce
Sepanjang tahun 2020 hingga saat ini, isu peretasan data pengguna e-commerce telah terjadi beberapa kali. Isu ini ramai diberitakan pada awal Mei 2020 ketika situasi pandemi tengah dirasakan masyarakat Indonesia.
Tokopedia
Pada awal Mei, media diramaikan dengan pemberitaan terkait keamanan data pengguna Tokopedia yang diisukan bocor.

Mengutip pemberitaan Kumparan pada 2 Mei 2002, kabar kebocoran 15 juta data pengguna Tokopedia ramai ketika dipublikasi oleh oleh akun Twitter Under the Breach, penyedia layanan pemantauan dan pencegahan kebocoran data asal Israel. Peretasan terjadi pada Maret 2020 dan berimbas pada 15 juta data pengguna. Hacker mengaku memiliki database Tokopedia periode Maret 2020. Data itu berupa user ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor HP, dan password yang masih ter-hash atau tersandi.

Tokopedia pun merespons isu tersebut setelah dimintai konfirmasi. Perusahaan menyatakan pihaknya menemukan adanya upaya pencurian data pengguna. Namun, perusahaan memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil dilindungi. Tokopedia juga masih melakukan investigasi atas laporan yang didapat. Walau demikian, Tokopedia meminta pengguna melakukan penggantian password pada akun mereka.
Bukalapak
Setelah ramai pemberitaan terkait peretasan data pengguna Tokopedia, media turut menyoroti isu kebocoran data yang menimpa Bukalapak.

Isu ini pertama kali diberitakan oleh CNN Indonesia pada 6 Mei sekitar pukul 06:00-07:00. CNN memberitakan kebocoran 13 juta data Bukalapak yang ia ketahui dari RaidForums, situs yang sebelumnya memperjualbelikan data Tokopedia. Penjual dengan nama akun Asian Boy menyebut data yang dijual tertanggal tahun 2017. Data yang ditampilkan mulai dari email, nama pengguna, password, salt, last login, email facebook dengan hash, alamat pengguna, tanggal ulang tahun, hingga nomor telepon.

Pihak Bukalapak pun langsung melakukan investigasi soal kabar yang beredar tersebut. Hasilnya, perusahaan memastikan data penggunanya aman dan tidak ada peretasan atau kebocoran baru. Selain memastikan data pengguna aman, Rachmat juga menyampaikan bahwa Bukalapak sudah maksimal dalam melindungi data pelanggan dan mitra merchant yang tergabung.

Bukalapak mengklaim menggunakan sistem perlindungan berlipat ganda saat menerima, menyimpan, dan mengolah seluruh data pengguna. Soal 13 juta data pengguna yang dijual di Raid Forums, Bukalapak memastikan kumpulan data tersebut merupakan data lama.
Bhinneka.com
Menyusul Tokopedia, Bhinneka.com kini turut dikabarkan tersangkut isu keamanan data.

Kabar peretasan Bhinneka.com naik ke media pada 10 Mei 2020. Kumparan melaporkan adanya pembobolan 1,2 juta data pengguna Bhineka.com yang dijual di Dark Web. Data tersebut dijual oleh ShinyHunters yang sebelumnya juga menjual 91 juta data pengguna Tokopedia di Empire Market.

ShinyHunters mengklaim memiliki data pengguna dari 10 perusahaan bidang internet dengan total data mencapai 73,2 juta, dan dijual senilai 18 ribu dolar AS atau sekitar Rp 269 juta. Data-data tersebut dijual menjadi satu paket, termasuk 1,2 juta data pengguna dari e-commerce Bhinneka.com.
Demikian pantauan Netray terkait topik peretasan di media pemberitaan online sejak Januari hingga 11 Mei 2020. Sejumlah kasus peretasan yang menyasar pada situs resmi pemerintah banyak terjadi pada bulan Januari. Sementara pada bulan Februari-Maret topik peretasan mengarah pada pemanfaatan situasi pandemi, baik dalam bentuk malware yang disisipkan pada informasi tentang Covid-19 hinga percobaan peretasan pada lembaga vital seperti Departemen Kesehatan AS hingga WHO. Pemberitaan terkait topik peretasan mulai melandai pada bulan Maret sebelum kemudian marak menyasar pada e-commerce pada bulan Mei.
-
Menhub Perbolehkan Transportasi Umum Beroperasi Kembali: Boleh Mudik?

Sejak tanggal 07 Mei 2020 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengijinkan moda transportasi umum kembali beroperasi. Setelah sebelumnya pada tanggal 24 April 2020 lalu diterapkan larangan moda transportasi umum untuk beroperasi hingga 1 Juni 2020. Larangan mudik tersebut resmi diterbitkan oleh Kemenhub dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Adanya perubahan terkait aturan tersebut menyebabkan pemberitaan terkait topik mudik 2020 mencuat hingga menuai reaksi pro dan kontra di masyarakat. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menyampaikan relaksasi aturan tersebut. Ia menyampaikan, mulai 07 Mei 2020 Moda transportasi umum dapat kembali beroperasi. Hal ini dilakukan agar perekonomian Nasional tetap berjalan sesuai dengan masukan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.


Adanya peraturan turunan tersebut menyebabkan masyarakat bingung terkait izin mudik 2020. Meski angkutan umum dapat beroperasi kembali tetapi mudik 2020 tetaplah dilarang. Adapun masyarakat yang diperbolehkan melakukan perjalanan harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
1. Orang yang bekerja pada pelayanan bidang pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, fungsi ekonomi, hingga percepatan penanganan Covid-19.
2. Pasien yang membutuhkan penanganan medis.
3. Pemerintah memperbolehkan pemulangan PMI, WNI, dan pelajar dari luar negeri untuk pulang ke daerah asal.
4. Pemerintah memperbolehkan masyarakat dengan kepentingan mendesak untuk pulang kampung.


Pemerintah merelaksasi aturan dengan syarat harus memenuhi protokol kesehatan yang berlaku. Namun menanggapi perubahan tersebut Ketua MPR menilai kebijakan tersebut justru membingungkan. Hal ini juga menyebabkan masyarakat di daerah semakin gusar terkait efek penyebaran Covid-19 yang dikhawatirkan akan semakin menyebar ke berbagai daerah.

Terlihat Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menjadi Top Person dan Kementerian Perhubungan menjadi Top Organization pada topik terkait aturan mudik 2020. Selain Menteri Budi Karya Sumadi, Joko Widodo selaku Presiden RI juga menjadi Top Person.


Melalui pantauan Netray terlihat beberapa fasilitas yang menjadi Top Facility pada topik ini, diantaranya dua nama bandara yang menjadi sorotan terkait topik mudik 2020 Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kesuma. Sedangkan Top Portal pada topik adalah Detik yang menerbitkan pemberitaan terkait topik tersebut sebanyak 89 artikel.
Kemudian menanggapi turunan aturan tersebut, bagaimanakah respon warganet Twitter?

Menanggapi relaksasi aturan yang disampaikan pada tanggal 06 Mei 2020 lalu Pemerintah dibanjiri oleh sentimen negatif. Terlihat melalui gambar di atas jumlah cuitan selama periode 06 Mei 2020 sampai dengan 08 Mei 2020 mencapai 68,8K dengan dominasi cuitan bersentimen negatif.


Melalui cuitan populer pantauan Netray, terlihat kekecewaan warganet terkait adanya perubahan aturan tersebut. Warganet merasa kesal dan khawatir dengan moda transportasi yang kembali dapat beroperasi justru menyebabkan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Selain itu, warganet juga berharap pemerintah dapat bersikap tegas dalam menentukan kebijakan bukan justru malah membingungkan.

Terlihat melalui jaringan percakapan akun @jokowi dan @BudiKaryaS menjadi akun yang paling banyak di tandai oleh warganet pada topik ini. Meski moda transportasi diperbolehkan kembali beroperasi, pemerintah menegaskan mudik 2020 tetap dilarang. Adapun masyarakat yang diperbolehkan melakukan perjalanan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan sesuai dengan protokol kesehatan.
-
Menilik Kembali Langkah Menkes Terawan Hadapi Covid-19 Selama Dua Bulan Terakhir

Sejak Covid-19 menjadi perhatian dunia, masyarakat Indonesia mulai waspada. Menteri Kesehatan menjadi yang paling banyak disorot terkait langkahnya dalam mengantisipasi Covid-19. Pro-kontra tak luput mengikuti setiap langkah dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sejak sebelum Covid-19 menimpa masyarakat Indonesia, Menkes Terawan kerap muncul memberikan nasihat untuk tidak panik. Bahkan, ketika kasus positif Covid-19 dikonfirmasi pada awal Maret lalu, Terawan masih aktif berkomentar di media agar masyarakat tidak panik karena virus yang ia sejajarkan dengan flu dan penyakit biasa lainnya tersebut dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, total 12 ribu kasus yang telah terkonfirmasi (covid19.netray.id) dengan kematian mencapai 895 jiwa saat ini cukup menjadi bukti bahwa Covid-19 perlu penanganan yang serius.
Menkes Terawan di Media Pemberitaan
Netray menelusuri pemberitaan terkait Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di media pemberitaan selama kurun waktu dua bulan terakhir.

Ditemukan 4,062 artikel yang menyebut Menkes Terawan selama dua bulan terakhir. Sebanyak 97 portal media turut menyoroti Menkes Terawan dengan fokus pembahasan terkait masalah Pemerintahan dan Kesehatan. Pemberitaan terkait Menkes Terawan paling banyak diterbitkan oleh Tribunnews, Warta Kota, dan Kompas dengan frekuensi pemberitaan tertinggi pada awal Maret dan awal April.
2 Maret : Kasus Positif Covid-19 Pertama di Indonesia
Nama Menkes Terawan banyak dibicarakan media sejak Indonesia mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama pada 2 Maret 2020 lalu. Kasus positif Covid-19 yang menimpa seorang ibu (64 tahun) dan putrinya (31 tahun) tersebut dikonfirmasi sempat kontak dengan WN Jepang yang positif Covid-19.

Menurut Terawan, dua kasus Corona di Indonesia tersebut cukup menjadi bukti bahwa pemerintah mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19. Sebab, sebelumnya banyak pihak yang meragukan kemampuan pemerintah Indonesia dalam mendeteksi wabah Covid-19.
Terawan Meminta Masyarakat Tidak Panik
Temuan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia di awal Maret menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Menkes Terawan Agus Putranto pun meyakinkan bahwa virus corona bukanlah hal yang menakutkan. Ia mengaku sangat percaya diri dalam menghadapi virus mematikan tersebut. Menurut Terawan, tidak semua orang yang melakukan kontak langsung akan ikut terpapar virus corona selama dalam keadaan sehat. Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga imunitas tubuh untuk melawan Covid-19 ketimbang berpikir paranoid.

Di awal Maret, pemberitaan terkait Covid-19 menghiasi jagat media hingga mencapai 1,3 ribu artikel dalam sehari. Kehebohan publik terhadap Covid-19 membuat Terawan terheran-heran. Pasalnya, gejala virus semacam ini sudah sering terjadi di Indonesia sehingga ia yakin bahwa kesehatan nasional mampu menghadapi virus yang menurutnya biasa saja dan dapat sembuh sendiri tersebut. Bahkan, ia juga mengatakan bahwa angka kematian flu yang biasa terjadi pada masyarakat Indonesia justru lebih tinggi daripada Covid-19.

Berikut beberapa pernyataan Menkes Terawan menghadapi kepanikan masyarakat di tengah wabah Covid-19.




Menkes Terawan berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik maupun bersikap berlebihan. Ia menenangkan masyarakat bahwa tidak semua yang kontak dengan pasien Covid-19 akan sakit kecuali imunitas tubuhnya rendah. Ia juga mengungkapkan bahwa Covid-19 seperti layaknya penyakit flu biasa saja. Jika tidak ada keluhan yang berarti maka tidak ada masalah. Bahkan, demi menenangkan masyarakat ia juga mengingatkan bahwa Covid-19 merupakan penyakit self limited diseasi atau penyakit yang dapat sembuh sendiri. Angka kematian yang menurutnya hanya mencapai 2 % tersebut kemudian disandingkan dengan penyakit umum lainnya.



Menkes Terawan juga menghimbau masyarakat agar tidak berlaku berlebihan. Ia tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker, kecuali mereka yang sedang sakit. Penggunaan masker pada orang yang tidak sakit justru dinilai sebagai penyebab naiknya harga masker.
Jadi Sorotan Media Internasional
Terkait langkah Kemenkes Indonesia dan sejumlah pernyatan yang dikeluarkan oleh Menkes Terawan dalam mengantisipasi Covid-19 Indonesia menjadi sorotan media internasional.

Di antara media luar yang memberitakan adalah The Guardian. Media ini memberitakan dengan judul “Kasus Coronavirus Pertama Dikonfirmasi di Indonesia di Tengah Kekhawatiran Bangsa Ini Tidak Siap untuk Terjangkit”. The Guardian juga menyoroti komentar Menkes Terawan Agus Putranto. Sebelumnya, Profesor Harvard sempat menyebutkan jika di Indonesia seharusnya sudah ada kasus positif virus corona berdasarkan analisa lalu lintas penerbangan dari dan ke Wuhan, China. Tetapi, Menkes Terawan justru menyebut penelitian dari Profesor Harvard tersebut menghina Indonesia.

Selain mengkritisi jumlah orang yang diuji di Indonesia, The Sydney Morning Herald juga membahas tentang Terawan yang berulangkali menegaskan Indonesia bebas virus corona karena kekuatan doa.

Sejumlah Kritik, Corona Dapat Sembuh Sendiri Hingga Seremonial Pasien Sembuh
Pernyataan Menkes Terawan kembali dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik pernyataan Terawan dalam menenangkan masyarakat agar tidak panik menghadapi virus corona. Menurutnya, Terawan terlalu arogan.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain juga mengkritik penyataan Terawan soal virus corona termasuk penyakit yang bisa sembuh sendiri serta klaim Terawan soal dampak kematian akibat penyakit influenza yang lebih parah daripada virus corona.

Di sisi lain, pengamat politik sekaligus pegiat sosial Yunarto Wijaya menyoroti cara Menkes menyikapi masalah terkait virus corona. Ia mengkritisi siaran pers dan seremonial pemberian jamu oleh Terawan kepada para pasien yang dianggap berlebihan.

Menurut Said Didu, Terawan seharusnya sadar jika Indonesia jadi sorotan dunia terkait penanganan Covid-19 dan meminta berhenti bercanda dalam menghadapi persoalan serius bangsa ini.
Didesak Mundur
Koalisi Masyarakat Sipil, gabungan dari berbagai LSM, mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Terawan dianggap tidak becus mengurusi pandemi Covid-19 di Indonesia. Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) ini terdiri dari Kontras, Lokataru, YLBHI, LBH Masyarakat, WALHI, PKBI, YLKI, P2D, Migrant Care, AJAR, Amnesty International Indonesia, dan PSHK.

Salah satu anggota koalisi, aktivis Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan sejak awal wabah virus corona (Covid-19) muncul, Terawan menunjukkan sikap pongah, menganggap enteng, anti-sains, serta memandang rendah persoalan. Hal ini berakibat pada hilangnya kewaspadaan. Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengganti Menkes Terawan dengan figur yang lebih paham kesehatan publik, punya kepekaan krisis, yang akan memandu masyarakat melewati krisis kesehatan terburuk ini.
KMS mencatat sejumlah kesalahan mendasar yang dilakukan oleh Terawan dalam beberapa pekan terakhir; (1) menyatakan pasien yang sudah sembuh akan imun di saat pengalaman negara lain menunjukkan sebaliknya; (2) gagal mengoordinasikan rumah sakit agar sigap melakukan pemeriksaan dan penanganan Corona; (3) memonopoli pemeriksaan lab di Litbangkes Jakarta yang memperlambat respons tanggap darurat; dan (4) menggelar acara publik dan bukannya turut menerapkan social distancing.
Menkes Terawan di Twitter

Di Twitter, Terawan diperbincangkan oleh 38 ribu warganet selama 2 bulan terakhir. Dari total 49,8 ribu cuitan membahas Terawan, 23,6 ribu di antaranya membahas dengan cuitan bersentimen negatif.

Dari kurva di atas terlihat beberapa puncak sentimen yaitu 18 Maret, 28 Maret, 13 April, dan 22 April 2020. Pada 18 Maret warganet banyak membagikan cuitan @mazzini_gsp soal alat deteksi Corona bernama VereCov Detection Kit yang dapat mendeteksi Covid-19 dalam waktu 2,5 jam. Namun, alat tersebut ditolak Menkes Terawan.

Tak hanya di media pemberitaan, desakan agar Presiden Jokowi segera mencopot Menkes Terawan pun ramai diperbincangkan di Twitter hingga muncul tagar #CopotMenkesTerawan.



Terawan kembali banyak diperbincangkan warganet Twitter terkait keputusannya menolak PSBB di Palangkaraya pada 13 April. Begitu pula ketika Stafsus Terawan menganggap tes PCR Corona 10 ribu/hari sebagai hal yang mustahil pada 22 April.


Sejumlah akun media pemberitaan pun turut membagikan artikel terkait topik Covid-19 dan sejumlah narasi negatif untuk Terawan hingga mempertanyakan keberadaan Terawan yang mulai jarang muncul di media.



Langkah Menkes Terawan dalam menangani Covid-19 kerap menjadi sorotan hingga mendapat kritik dari sejumlah pihak. Sejumlah pernyataan Terawan menenangkan masyarakat agar tidak panik justru dinilai sebagai sikap yang meremehkan virus corona. Oleh karena itu, ketika kasus positif Covid-19 terus menanjak hingga mencapai 12 ribu jiwa, publik kembali mempertanyakan keberadaan Terawan yang sempat percaya diri virus corona dapat sembuh sendiri seperti layaknya flu dan penyakit lainnya.
Demikian pantauan Netray terkait pemberitaan Menkes Terawan di media selama dua bulan terakhir. Gambar oleh https://koranseruya.com/71814.html
-
Peninggalan Didi Kempot – Campursari bagi Anak Muda Kini

Sosok penyanyi campursari Didi Kempot kerap menjadi sorotan karena hampir semua lagunya disukai masyarakat. Lagu-lagunya yang bertema patah hati, membuat Didi Kempot dijuluki The Godfather of Broken Heart. Namun, pada Selasa, 5 Mei 2020, Didi Kempot diberitakan meninggal dunia sekitar pukul 07.45 WIB di RS Kasih Ibu Solo. Meninggalnya sang maestro yang juga sering dipanggil Lord Didi ini membawa duka mendalam bagi banyak orang.
Meskipun sempat redup di era 2000-an, nama Didi Kempot yang memulai jerih payahnya sejak tahun 1980-an kembali melejit di awal 2019 hingga kini. Namun, di puncak ketenarannya, sang maestro wafat.
Lagu-lagu Didi Kempot yang diciptakan puluhan tahun silam ternyata pada tahun 2019 kembali mencuri hati para generasi muda dan membuat Didi Kempot kembali eksis. Konser-konsernya pun dipenuhi para milenial. Secara khusus Netray menelusuri media sosial serta pemberitaan mengenai Didi Kempot sepanjang tahun 2019 serta bagaimana sosok Didi Kempot telah mengubah pandangan anak muda tentang lagu-lagu campursari.
Awal Bersinar Kembali
Melihat dari Twitter Monitoring Channel Netray, ada 259 tweets yang secara spesifik menyebutkan keyword ‘campursari’ sepanjang tahun 2019. Perbincangan soal genre musik campursari mulai muncul pada pertengahan Juni 2019 dan mencapai puncaknya pada tanggal 15 Juli 2019.
Peak Time Twitter – 2019 Saat itu, pada tanggal 18 Juni 2019 ada beberapa cuitan yang mengeluhkan tentang ormas radikal yang membubarkan acara Campursari di Sukoharjo.
Sementara itu, pada tanggal 15 Juli 2019 warganet Twitter banyak mencuitkan soal bagaimana Didi Kempot kembali naik pamor dan telah membuat lagu campursari sebagai genre musik yang banyak disukai anak muda saat ini. Namanya kembali melejit setelah acara Ngobam (Ngobrol Bareng Musisi) Didi Kempot. Ngobam itu sendiri pun merupakan salah satu konten Gofar Hilman di YouTube. Padahal dulunya lagu-lagu campursari dipandang sebelah mata oleh kaum muda. Berikut adalah sampel tweets yang muncul pada tanggal 15 Juli 2019.
Kemudian, kosakata ‘campursari’, ‘didi’, ‘kempot’, dan ‘muda’ merupakan kosakata yang paling banyak disebutkan dalam cuitan warganet di topik ini. Hal ini mengindikasikan bahwa campursari di mata anak muda kini identik dengan Didi Kempot.
Top Words Twitter – 15 Juli 2019 Penumpang Hashtag di Instagram
Berbeda dengan Twitter, jumlah unggahan yang berkaitan dengan topik mengenai campursari ini terbilang sedikit. Terdapat total 38 unggahan yang mendapatkan 1.584 impressions di sepanjang 2019.

Statistics Instagram – 2019 Kemudian, jika dilihat dari hashtag terkait, hashtags seperti #didikempot dan #sobatambyar banyak disebutkan dalam unggahan pada periode 2019. Namun, hashtags yang mendominasi lainnya kebanyakan justru tidak ada kaitannya dengan ‘campursari’.
Related Hashtag Instagram – 2019 Menurut Peak Time, topik mengenai ‘campursari’ di Instagram baru mulai naik di bulan September 2019 – memasuki bulan Oktober 2019.

Peak Time Instagram – 2019 Jumlah unggahan memuncak pada tanggal 4 Oktober 2019. Namun, isi dari unggahan-unggahan tersebut tidak ada kaitannya dengan hashtag yang ditulis. Unggahan yang “numpang hashtag” lebih mendominasi dibandingkan unggahan yang memang menampilkan soal kesenian campursari itu sendiri. Berikut adalah sampel unggahan di Instagram yang menggunakan hashtag #campursari pada tanggal 4 Oktober
Ambyarnya Konangan Concert
Menurut pantauan News Monitoring Channel Netray, jumlah pemberitaan mengenai topik campursari memuncak pada tanggal 20 September 2019.
Peak Time & Sentiment Trend News – 2019 Pada tanggal tersebut, ‘didi’, ‘kempot’, dan ‘lagu’ merupakan kosakata yang paling banyak disebutkan dalam pemberitaan. Hal ini mengindikasikan bahwa kata kunci ‘campursari’ telah identik dengan lagu-lagu Didi Kempot yang pada tahun ini kembali populer, terlebih di kalangan anak muda.
Word Cloud News – 20 September 2019 Kemudian, media berita daring terkait topik tersebut pada 20 September 2019 didominasi pemberitaan soal Didi Kempot yang menggelar konser setaraf musisi internasional bertajuk “Konangan Concert”. Didi Kempot menyanyikan lagu-lagu andalannya dengan sedikit konsep yang berbeda dan tampil dalam balutan sekelas musisi internasional, tetapi tetap bernyanyi dengan aransemen yang original.
Konser tersebut dihadiri oleh penonton yang didominasi generasi milenial dan sebanyak 2500 tiket sudah habis terjual. Diberitakan bahwa banyak anak-anak muda yang hafal dengan lagunya dan mereka yang hadir di konser Didi Kempot juga sangat menghayati lagu-lagu yang dinyanyikan idolanya.
Mengenai hal itu, Didi Kempot mengaku bingung, kenapa baru saat ini karyanya diminati oleh kalangan luas, sehingga banyak tawaran manggung dimana-mana. Terlebih, bukan hanya digemari oleh masyarakat seusianya, Didi Kempot diberitakan telah menjadi idola baru bagi kaum milenial. Banyak anak muda yang saat ini mengelu-elukan Didi Kempot hingga memberikan julukan tersendiri bagi idolanya itu, yaitu the “Godfather of Broken Heart”. Julukan tersebut disematkan pada Didi Kempot lantaran penyanyi tersebut kerap menciptakan lagu-lagu yang mayoritas bertema patah hati dan lagu-lagunya kini digemari anak muda lantaran mewakili perasaan mereka.
Demikianlah pantauan Netray mengenai peninggalan Didi Kempot yang telah membuat lagu-lagu campursari yang dulunya dipandang sebelah mata, menjadi genre musik yang digemari oleh anak muda. Hal ini pun menjadi bukti kalau Indonesia tidak bisa melupakan budayanya. Selamat jalan, Lord Didi, the Godfather of Broken Heart. Karya-karyamu akan selalu dikenang.
-
Tanggapan Warganet: Bagaimana Kinerja DPR Di Masa Pandemi?

Penyebaran pandemi Covid-19 masih terus meluas. Per tanggal 05 Mei 2020 kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 12.071 kasus. Meluasnya pandemi ini menyebabkan permasalahan pada multisektor, baik permasalahan sosial maupun perekonomian. Masyarakat berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang berpihak pada mereka. Itulah sebabnya masyarakat membutuhkan peran DPR sebagai penyambung lidah rakyat pada pemerintah. Bagaimanakah tanggapan warganet terkait kinerja DPR selama pandemi?

Berdasarkan pantauan Netray terkait topik kinerja DPR ditemukan sebanyak 99ribu cuitan selama 06 April 2020 s.d 05 Mei 2020. Cuitan tersebut didominasi oleh sentimen negatif.


Melalui pantauan Netray terlihat terjadi beberapa kali puncak cuitan pada periode pantauan Netray. Seperti pada 15 April 2020, 23 April 2020, 28 April 2020, dan 03 Mei 2020.
15 April 2020


Pada tanggal tersebut warganet membahas terkait isu dilanjutkannya pembahasan terkait Omnibus Law di tengah situasi pandemi. Warganet banyak mencuitkan kekecewaan dan kemarahan mereka terkait isu agenda tersebut. Terlebih Omnibus Law sebelumnya telah mendapatkan penolakan di masyarakat terkait RUU Cipta Lapangan Kerja yang menuai kontroversi. Masyarakat menilai hal tersebut tidak pantas dilakukan, anggota dewan seharusnya fokus dalam menghadapi Covid-19.
23 April 2020


Berdasarkan pantauan Netray, 23 April 2020 menjadi tanggal dengan jumlah cuitan terbanyak terkait topik DPR RI. Terlihat berdasarkan grafik jumlah kenaikan cukup signifikan dengan topik pembahasan terkait Komisi III DPR mengapresiasi Polri yang berhasil menindak pelaku kriminalitas yang meningkat di masa pandemi. Meski cuitan tersebut menanjak secara signifikan namun tidak berlangsung lama dan kembali turun pada jam berikutnya.
28 April 2020


Selanjutnya DPR RI kembali menuai kritik terkait produk jamu tradisional untuk pasien Covid-19. Diketahui jamu tersebut di impor dari China oleh Satgas DPR. Sontak hal tersebut menuai kritik keras dari warganet yang merasa heran terkait kebijakan tersebut. Tidak hanya itu, melalui portalnya tirto.id juga memuat pemberitaan terkait Gabungan Pengusaha Jamu yang memprotes langkah Satgas Covid-19 DPR RI tersebut.


Selanjutnya puncak perbincangan terkait DPR RI kembali memuncak pada tanggal 03 Mei 2020. Perbincangan warganet pada tanggal tersebut berkaitan dengan Najwa Shihab dalam Catatan Najwa yang mengkritik terkait kinerja DPR RI selama masa Pandemi. Ia menilai di tengah pandemi para anggota DPR tidak fokus dalam langkah menghadapi pandemi, tetapi justru bersemangat membahas sejumlah RUU kontroversial. Cuitan tersebut sontak mendapat perhatian warganet dan mendapat like, comment, dan retweet yang cukup banyak.


Beberapa kontroversi yang terdapat pada puncak pemberitaan selama periode pantaun Netray terlihat dalam kosa kata yang kerap digunakan warganet pada Word Cloud. Selain itu, terlihat akun Top Initiator pada topik kinerja DPR RI selama pandemi.

Dalam cuitan populer pantauan Netray ditemukan cuitan terkait isu usulan rapid tes yang akan diselenggarakan untuk 575 Anggota DPR dan keluarga ditolak oleh Jokowi. Selain itu Jokowi juga menyampaikan bahwa pembahasan terkait RUU Cipta Kerja ditunda. Dengan demikian masa pandemi ini dapat dimanfaatkan untuk mendalami subtansi pasal-pasal terkait.

Berikut jaringan percakapan warganet terkait topik kinerja DPR selama pandemi Covid-19. Selama periode pemantauan terlihat beberapa puncak cuitan warganet yang mengkritik kinerja anggota DPR. Masyarakat berharap pada musim pandemi ini DPR dapat fokus menyiapkan strategi dengan langkah yang berpihak pada masyarakat, bukan dengan berbagai langkah yang justru menuai protes dan kritik pedas karena dinilai tidak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
-
Kabar Industri Kuliner Di Tengah Pandemi

Meluasnya pandemi Covid-19 berimbas pada multisektor, termasuk pada industri kuliner yang sebagian besar merupakan UMKM. Hal ini dirasakan oleh para pelaku bisnis sudah lebih dari sebulan sejak pandemi Covid-19 merebak ke berbagai wilayah di Indonesia. Terlebih pemberlakuan PSBB dibeberapa wilayah mengakibatkan semakin sepinya sektor ini. Berikut hasil pantauan Netray.

Netray memantau perkembangan topik pemberitaan terkait industri kuliner selama 05 April s.d 04 Mei 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 2,975 artikel pemberitaan terkait industri kuliner dengan 111 total media pemberitaan.

Untuk industi kuliner di beberapa destinasi wisata telah lebih dulu merasakan dampak dari pandemi ini. Seperti Bali, yang sejak Januari telah merasakan dampak dari Covid-19 karena sepinya wisatawan mancanegara. Sedangkan wilayah lainnya merasakan dampak Covid-19 sejak Maret. Sejak berlakunya himbauan untuk berada #dirumahaja para pelaku industri kuliner telah merasakan imbasnya. Para pelaku industri tersebut memberlakukan take away only atau tidak menyediakan makan di tempat.


Salah satu pelaku industri kuliner yang merasakan imbas tersebut yaitu Zaskia Sungkar. Ia merasakan imbas dari sepinya pembeli dibeberapa gerai makanan miliknya. Selain itu, imbas pandemi ini juga dirasakan oleh pelaku industri kuliner di Bandung. Bahkan dari 226 ekraf hanya 7 yang mampu bertahan dalam situasi saat ini. Terlebih, wilayah Bandung kini telah menerapkan status PSBB guna menekan angka penyebaran Covid-19.

Selain melalui media pemberitaan, Netray juga memantau isu terkait perbincangan industri kuliner melalui media sosial Twitter. Melalui pantauan Netray ditemukan sebanyak 10.2K total perbincangan terkait industri kuliner selama 05 April s.d 04 Mei 2020. Sebagian warganet mengeluhkan terkait imbas Covid-19 yang tengah mereka rasakan. Namun beberapa pelaku industri kuliner juga terlihat memanfaatkan momen ini untuk lebih banyak memasarkan makanan mereka melalui daring.



Sektor pariwisata dan sektor kuliner menjadi salah satu sektor yang memang terdampak parah pada era wabah ini. Tidak sedikit dari mereka yang memilih menutup gerai dan terpaksa merumahkan karyawan mereka. Meski sebagian pelaku industri memilih untuk memanfaatkan momen ini untuk berjualan via daring. Terlihat warganet saling menyemangati dan juga memasarkan produk mereka secara online. Dalam hal ini pemerintah juga berupaya untuk dapat memberikan perlindungan terhadap pelaku UMKM termasuk sektor kuliner.
-
Potensi Usaha Kue Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Terimbaskah?

Kue Lebaran merupakan suguhan yang biasa tersedia di setiap rumah saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tentunya setiap tahun saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tiba, rasanya kurang lengkap jika tak ada sajian aneka kue kering untuk dicicipi para kerabat dan teman. Namun, pandemi virus Covid-19 yang saat ini sedang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia rupanya tak hanya membayangi kesehatan masyarakat, tetapi juga pendapatan usaha kecil dan menengah, seperti bisnis kue kering jelang lebaran. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya lini bisnis ini biasanya menoreh untung ketika Ramadan datang.
Netray menelusuri pemberitaan dan perbincangan netizen di Twitter dan Instagram mengenai potensi usaha kue Lebaran di tengah pandemi virus corona. Apakah lini usaha ini terimbas virus corona atau sebaliknya? Berikut pantauan Netray selengkapnya.
Sempat Pesimis
Di News Monitoring channel Netray, terdapat 31 berita yang membahas soal potensi usaha kue Lebaran sejak hari pertama bulan Ramadan, yaitu 24 April 2020 sampai 3 Mei 2020, dan sebanyak 38,71% dari keseluruhan pemberitaan membahas soal kuliner.

Statistics Report – News Dari keseluruhan pemberitaan, ada 10 artikel bersentimen negatif dan 2 artikel bersentimen negatif. Kedua artikel bersentimen negatif tersebut muncul pada tanggal 24 dan 26 April 2020.
Peak Time & Sentiment Trend – News Pada tanggal tersebut, diberitakan bahwa bisnis usaha kue kering di bulan suci Ramadan 2020 terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya dirasakan oleh pedagang kue kering untuk Lebaran yang setiap Ramadan para penjual raup untung. Namun, tahun ini tampaknya para pengusaha kue kering tersebutharus menghadapi turunnya jumlah permintaan.
Tetapi, pada tanggal 2 Mei 2020 muncul 4 pemberitaan yang kesemuanya positif. Keempat artikel tersebut memberitakan tentang bisnis kue kering menjelang Lebaran yang ternyata tak terimbas virus corona. Dampak pandemi tersebut justru masih berpotensi menjadi ladang cuan bagi sejumlah pebisnis. Budaya dan tradisi masyarakat untuk menyantap kue-kue kering khas Lebaran ternyata tidak terdampak oleh pandemi.
Kue Lebaran di Twitter dan Instagram
Di media sosial Twitter, jumlah tweets mengenai topik potensi usaha kue Lebaran tahun ini pun cukup tinggi dan meraih impressions yang tinggi pula. Dari 1.489 Tweets, 580 di antaranya bersentimen positif.

Statistics Report – Twitter Banyak pengguna Twitter yang mencoba peruntungan menjual kue Lebaran. Kebanyakan warganet menjual kue-kue kering yang biasa disajikan saat Lebaran seperti nastar, kastengel, putri salju, dan lain-lain. Ada yang memang sudah menggeluti lini usaha ini, ada pula yang baru akan mencoba membuka usaha di bidang ini.
Akan tetapi, ada beberapa pengguna Twitter yang ternyata tidak begitu menyambut baik penawaran-penawaran kue Lebaran tahun ini. Ada pula yang sudah berencana menyambut Idul Fitri tahun ini dengan lebih sederhana tanpa membeli kue Lebaran.
Akun Twitter @FOODFESS2 menjadi Top Initiator topik terkait pada periode 24 April – 3 Mei 2020.
Menurut Social Network Analysis Report, akun ini pun juga banyak menerima mentions dari pengguna Twitter lainnya.
Berikut adalah sampel mentions ke akun Twitter tersebut.
Tak hanya di Twitter, pengguna media sosial Instagram pun banyak yang mengunggah foto maupun video terkait kue lebaran. Menurut pantauan Netray, terdapat 3.785 posts atau unggahan yang mencantumkan hashtag #kuelebaran. Unggahan-unggahan tersebut didominasi sentimen positif dan meraih impressions sebanyak 50.6 K pada periode 24 April – 3 Mei 2020. Dapat dilihat pada Peak Time, jumlah unggahan melesat tajam pada tanggal 3 Mei 2020.

Statistics Report – Instagram Hashtag terkait yang paling banyak muncul pada periode 24 April – 3 Mei 2020 adalah #kuekering. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas foto maupun video yang diunggah oleh pengguna Instagram terkait kue lebaran ini merupakan kue-kue kering yang biasa disajikan ketika Hari Raya Idul Fitri.
Berikut adalah sampel unggahan terkait topik ini pada tanggal 3 Mei 2020
Demikian pantauan Netray terkait topik Potensi Kuliner Kue Lebaran di channel News, Twitter dan Instagram. Tampaknya selama periode 24 April – 3 Mei 2020, situasi pandemi Covid-19 yang sudah berimbas ke banyak sektor usaha tidak begitu berpengaruh pada lini bisnis kue lebaran tahun ini. Melihat dari jumlah tweets dan posts di media sosial Twitter dan Instagram yang cukup tinggi dan meraih impressions yang tinggi pula, usaha kue Lebaran masih memiliki potensi cukup tinggi tahun ini meskipun di tengah wabah virus corona. Kemungkinan besar hal ini disebabkan karena budaya dan tradisi masyarakat untuk menyantap kue-kue khas Lebaran ternyata tidak terdampak oleh pandemi.
-
Menjalani Ramadan di Tengah Pandemi

Ramadan menjadi bulan suci penuh berkah, di bulan ini biasanya umat islam menjalankan ibadah puasa serta melaksanakan solat sunah tarawih berjamaah di mesjid. Namun berbeda pada Ramadan tahun ini, di tengah pandemi Covid-19 yang telah meluas ke berbagai wilayah kita dihimbau untuk melaksanakan kegiatan ibadah di rumah. Terlebih beberapa wilayah di Indonesia telah menerapkan aturan PSBB.

Memasuki di hari ketujuh pemberitaan seputar Ramadan mencapai 8,295 artikel dari 114 media dengan didominasi kategori Religion sebesar 38%, diikuti kategori government 12% dan kategori lainnya.

Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah harus mengambil sikap tegas untuk menetapkan PSBB di beberapa wilayah dengan kasus tinggi dan pelarangan mudik. Tidak hanya itu, Ramadan kali ini mengharuskan umat islam untuk menjalankan ibadah di rumah tanpa mengurangi substansi beribadah karena adanya pandemi ini. Himbauan tersebut dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19.

Fachrul Razi selaku Menteri Agama menyampaikan himbauannya agar masyarakat tetap melaksanakan ibadah di rumah. Pasalnya momen Ramadan biasanya selain dimanfaatkan untuk beribadah banyak umat islam yang melakukan kegiatan ngabuburit atau jalan-jalan sore hingga membeli baju lebaran. Namun pada tahun ini semua kegiatan yang memunculkan kerumunan dilarang, termasuk saat mengeluarkan zakat fitrah yang dihimbau untuk dilakukan via daring. Bahkan pemerintah telah melarang mudik sejak awal Ramadan hingga meniadakan moda angkutan umum.

Aturan pemerintah terkait larangan mudik hingga himbauan melaksanakan kegiatan di rumah memiliki tujuan agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat terputus. Meski demikian kita tetap bisa melaksanakan ibadah di rumah bersama keluarga, seperti menjalankan ibadah puasa di rumah, tarawih, hingga menonton khotbah dan banyak melakukan kegiatan via daring, seperti kegiatan berbelanja yang kini telah banyak didigitalisasi.

Menyambut datangnya bulan penuh berkah ini sejak awal Ramadan hingga saat ini 30 April 2020 ditemukan cuitan warganet sebanyak 171.1K. Sebagian besar cuitan tersebut didominasi bersentimen positif. Sebagian besar warganet menyambut dengan suka cita meski tengah berada di kondisi pandemi.

Doa kebaikan dan harapan agar pandemi ini segera berlalu terus dicuitkan oleh warganet. Meski tidak dapat melaksanakan ibadah di mesjid masyarakat diharapkan tetap bersemangat dalam menjalankan puasa dan beribadah di rumah. Dengan mengurangi mobilitas dan tetap menjaga jarak kita ikut mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.
-
Pembebasan Napi dan Kriminalitas di Tengah Pandemi Covid-19

Puluhan ribu napi dibebaskan sejak awal April lalu. Pembebasan ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Hukum dan HAM dalam program asimilasi dan integrasi sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia. Keputusan tersebut menimbulkan sejumlah polemik. Pasalnya, kondisi ekonomi yang terpuruk akibat wabah Covid-19 dinilai dapat membuka peluang maraknya kriminalitas di Indonesia. Sementara pembebasan napi justru menambah kekhawatiran masyarakat akan adanya peningkatan angka kriminalitas karena napi asimilasi atau residivis dimungkinkan dapat berulah lagi mengingat sulitnya kondisi saat ini.
Netray memantau perkembangan terkait topik kriminalitas dan kaitannya dengan pembebasan napi di media pemberitaan selama bulan April 2020. Bagaimana perkembangan angka kriminalitas di tengah pandemi Covid-19? Apakah kebijakan pembebasan napi mempengaruhi tingkat kriminalitas? Berikut pantauan Netray.

Selama periode 1-26 April ini setidaknya terdapat 1,9 ribu artikel dari 98 media berbeda yang menerbitkan berita terkait kriminalitas, pembebasan napi, serta ulah residivis dengan fokus pembahasan pada kategori Hukum dan Pemerintahan. Portal media yang paling banyak membahas topik ini adalah Tribun News, Kompas, dan Detik. Menkumham Yasonna Laoly, Kepolisian Republik Indonesia, dan Lembaga Pemasyarakat menjadi entitas yang paling banyak disoroti dalam topik ini. Sementara Top Location pembahasan topik ini berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Kriminalitas di Tengah Pandemi Covid-19
Pada awal April pemberitaan di media terkait topik kriminalitas cukup positif. Sejumlah daerah mengklaim angka kriminalitas mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Kombes Pol Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa penurunan yang signifikan terhadap angka kejahatan, pelanggaran dan juga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara nasional (Kamtimbnas) tersebut sebanyak 11,03 %.

Social Distancing atau pembatasan jarak fisik yang merupakan upaya pencegahan Covid-19 juga dinilai sebagai salah satu penyebab angka kriminalitas menurun.






Meskipun demikian, sejumlah pengamat dan Polri mengingatkan agar masyarakat tetap waspada sebab pelemahan ekonomi saat pandemi dimungkinkan dapat meningkatkan angka kriminalitas di masyarakat.

Pencurian, Perampokan, Hingga Penjarahan Kebutuhan
Pada pertengahan April, sejumlah wilayah kembali mengklaim adanya kenaikan angka kriminalitas dengan kasus seputar pencuiran. Selain disebabkan oleh semakin banyaknya tempat-tempat yang sepi dan kurang pengawasan, pendapatan yang berkurang dapat memunculkan pelaku-pelaku kejahatan spontan karena desakan ekonomi.




Selain itu, kasus penjarahan dengan sasaran minimarket juga banyak diberitakan pada pertengahan April.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap pergeseran modus operasi tindak pidana perampokan di tengah pandemi Covid-19. Kawanan perampok tidak lagi beraksi di rumah warga, tapi lebih memilih beraksi di minimarket yang sepi atau sudah tutup. Kini, para perampok mengincar minimarket atau toko yang menjual kebutuhan pokok sebagai target operasi.

Oleh karena itu, para pelaku usaha minimarket dihimbau untuk memasang kamera pemantau (CCTV) dan mengetatkan penjagaan melalui satpam toko.
Polemik Pembebasan Napi
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan kebijakan asimilasi dan integrasi kepada ribuan napi secara bertahap sejak akhir Maret lalu. Dengan adanya pengeluaran narapidana dan anak yang ada di dalam lapas dan rutan seluruh Indonesia, diharapkan dapat mencegah dan menanggulangi penyebaran virus corona. Namun, kebijakan tersebut menui sejumlah polemik. Salah satu yang menjadi poin kekhawatiran masyarakat adalah pasca narapidana tersebut bebas sebab tak ada jaminan bahwa mereka tak akan mengulangi tindak kejahatan lagi.


Polri mencatat angka kriminalitas selama pemberlakuan PSBB di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, meningkat hingga 11,8 persen. Kejahatan paling banyak yang terjadi adalah pencurian dengan pemberatan. Pembebasan sekitar 38.822 narapidana dan anak binaan melalui program asimilasi dan integrasi dinilai turut menimbulkan masalah. Kepolisian menyebut setidaknya 28 orang napi kembali melakukan kejahatan.

Namun, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, membantah banyaknya kriminalitas yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan ulah dari mantan narapidana asimilasi corona. Ia menilai, opini negatif masyarakat muncul karena banyaknya cerita kecemasan yang diproduksi seolah seluruh kejahatan terjadi karena napi asimilasi.

Sependapat dengan Yasonna, Trubus juga mengungkapkan bahwa kejahatan yang terjadi tidak bisa serta merta dikaitkan dengan program asimilasi mengingat jumlahnya yang tidak sampai 1 %. Oleh karena itu ia menilai asimilasi harus segera dilanjutkan untuk mengurangi daya tampung di dalam lapas.


Sementara anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto meminta Menkumham melakukan evaluasi kembali dan mereformasi kebijakannya agar lebih selektif mengingat beberapa kasus kriminalitas yang meresahkan masyarakt dilakukan oleh napi asimilasi.
Aksi Sejumlah Napi Eks Asimilasi
Dari pantauan Netray selama 1-26 April ditemukan 800 artikel terkait topik residivis dan napi asimilasi. Sejumlah narapidana yang dibebaskan karena mendapat program asimilasi dari Kemenkumham kembali ditangkap polisi. Pasalnya, setelah bebas dari penjara tersebut mereka bukannya jera, namun justru kembali berulah. Tindak pidana yang dilakukan eks napi setelah bebas dari penjara tersebut bervariasi, mulai dari penodongan, pencurian, hingga perampokan.








Sebaran Pesan Hoaks Aksi Penjarahan
Memanfaatkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan napi asimilasi berulah lagi di tengah pandemi Covid-19, sejumlah hoaks peristiwa kriminalitas seperti pencurian dan perampokan diberitakan masif beredar di media sosial dalam beberapa pekan terakhir.



Mengutip pemberitaan dari Tagar.Id, mulanya sebuah pesan berantai beredar melalui media sosial WhatsApp. Pesan itu ditujukan kepada perangkat desa baik RT maupun RW di DIY dan Jawa Tengah agar waspada terhadap napi yang dibebaskan dari lapas. Dalam pesan berantai itu, bertuliskan narapidana yang dibebaskan didominasi kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Selain itu, pesan berantai yang menginformasikan aksi begal di wilayah Kecamatan Colomadu juga ramai beredar. Sebaran pesan aksi hoaks tersebut mengingatkan pada Kelompok Anarko yang sempat meresahkan masyarakat terkait skenario aksi penjarahan yang akan dilakukan pada peretengahan April lalu.

Sejumlah Langkah Kepolisian dan Pemerintah
Untuk meminimalisasi terjadinya kejahatan selama pandemi virus Covid-19, Polri terus melakukan pemantauan wilayah, membentuk tim-tim khusus seperti Tim Rajawali, melakukan patroli pada titik dan jam-jam yang dianggap rawan seperti sentra-sentra ekonomi, kawasan permukiman, dan daerah rawan kejahatan hingga menambah jumlah personil.


Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya juga telah membuka hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan aksi kriminalitas yang terjadi di sekitarnya.


Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun turut meminta seluruh warga memiliki satu kentungan di rumah dan bergantian menggelar ronda atau siskamling (sistem keamanan keliling) guna mengantisipasi kriminalitas di Solo. Hal itu dilakukan guna mencegah aksi kejahatan karena banyak mendapat laporan pencurian. Pencegahan lain untuk membuat warga waspada dengan kemungkinan terjadinya kriminalitas adalah penutupan portal di gang-gang utama di kawasan Kota Solo.
Demikian pantauan Netray terkait topik kriminalitas dan kaitannya dengan polemik pembebasan napi selama bulan April 2020. Meskipun kasus kriminalitas tak selalu dapat dikaitkan dengan napi asimilasi, setidaknya kebijakan pembebasan napi tersebut turut menjadi penyumbang dari ratusan kasus kriminalitas selama sebulan terakhir. Oleh karena itu, evaluasi dan sejumlah tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas di masa pandemi Covid-19 harus terus dikedepankan.
Home Home









