-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Pengesahan RUU Minerba Di Tengah Pandemi, Warganet: Kekayaan Alam Milik Konglomerat

RUU Minerba merupakan salah satu RUU kontroversial yang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Baik masyarakat maupun aktivis lingkungan banyak menyoroti RUU ini karena dianggap mengutamakan kepentingan pengusaha. RUU ini baru saja disahkan beberapa waktu lalu di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Hal itu pula yang menjadi kritik masyarakat terhadap pemerintah karena dianggap meloloskan RUU bermasalah di tengah kondisi negara yang tidak kondusif karena Covid-19.
Pantauan di Media Daring Nasional

Berdasarkan pantauan Netray ditemukan sebanyak 314 artikel pemberitaan terkait RUU Minerba selama 08 Mei s.d 18 Mei 2020. Government menjadi Top Categories pada topik ini.
Pada tanggal 12 Mei 2020 DPR telah menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009. Revisi UU Minerba tersebut tersebut meliputi kewenangan perizinan, perpanjangan izin, pengaturan terhadap Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan aspek lingkungan, hilirisasi, divestasi, hingga pengaturan yang diklaim untuk memperkuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melalui grafik di atas terlihat pemberitaan memuncak pada tanggal 12 Mei 2020. Pada tanggal tersebut Rapat Paripurna pengesahan RUU tersebut juga berlangsung. Namun Isu terkait pembahasan RUU bermasalah tersebut telah mengisi pemberitaan sejak 10 Mei 2020.

Beberapa pemberitaan di atas menunjukkan pembahasan RUU Minerba yang menjadi polemik dan mendapat banyak protes. Selain pembahasan yang dinilai tidak tepat waktu, revisi Undang-Undang tersebut dianggap ditumpangi oleh penumpang gelap yang memiliki kepentingan tersendiri.

Banyak pihak menilai pengesahan RUU ini terkesan terburu-buru dan memiliki penumpang gelap dalam pasal-pasalnya. Salah satu pasal yang menjadi sorotan yakni terkain izin perpanjangan Pasal 169A tentang perpanjangan tanpa lelang. Pasal ini jelas dianggap menguntungkan pengusaha sebab pengusaha dapat memperpanjang kontrak tanpa adanya proses lelang kembali serta akan membahayakan lingkungan apabila terjadi eksloitasi.

Selain itu, kritik juga disampaikan oleh Refly Harun, seorang Ahli Hukum Tata Negara terkemuka di Indonesia. Ia menyampaikan kekecewaannya terkait disahkannya RUU Minerba yang dinilai ditumpangi oleh banyak penumpang gelap. Selain itu, Refly Harun menilai disahkannya RUU Minerba justru akan berdampak buruk untuk BUMN. Melalui kanal Youtubenya ia menyinggung terkait tujuh perusahaan yang kuat secara ekonomi dan penguasa maupun orang yang dekat dengan penguasa.
Pantauan Twitter

Selama periode yang sama, Netray memantau pergerakan isu terkait disahkannya RUU Minerba. Berdasarkan pantauan Netray ditemukan sebanyak 5,036 total cuitan, impresi sebanyak 72.1K, dan 75.6M Potential Reach.


Cuitan terkait RUU Minerba memuncak pada 13 Mei 2020 dan telah menjadi pembahasan warganet sejak 09 Mei 2020. Disahkannya RUU Minerba di tengah pandemi yang semakin meluas di Indonesia menjadi hal yang disesalkan oleh masyarakat. Pembahasan RUU dinilai tidak tepat waktu, terlebih RUU tersebut mendapat penolakan oleh berbagai pihak.


Sehari setelah disahkannya RUU Minerba menyebabkan pembahasan terkait topik tersebut semakin memuncak. Pada tanggal 13 Mei 2020 ditemukan sebanyak 1.478 cuitan warganet. Warganet menyampaikan kekecewaan mereka dengan melayangkan tagar #TolakRUUMinerba. Warganet juga mengungkapkan kekesalan mereka dengan pemerintah yang tengah berkuasa, warganet menilai pemerintah gagap dalam memberikan kepastian hukum dan jaminan bantuan hidup untuk masyarakat di tengah pandemi, namun malah bergerak cepat memberikan jaminan untuk penguasa tambang lewat disahkannya RUU Minerba.


Melalui pantauan Netray terlihat tagar #gagalkanruuminerba, #tolakruuminerba, #ruuminerba, #reformasidikorupsi, dan #tolakomnibuslaw masuk dalam kategori Top Words pada topik ini. Mengingat Omnibus Law juga mendapat penolakan berbagai pihak. Kini masyarakat khawatir momen pandemi justru dimanfaatkan pemerintah untuk membahas rancangan sejumlah undang-undang bermasalah.
Selain itu, melalui cuitannya Refly Harun juga menyampaikan kritiknya. Ia mengatakan bahwa kekayaan alam bukan lagi milik rakyat, tetapi milik konglomerat. Cuitan tersebut masuk dalam kategori cuitan populer dan mendapat insight yang cukup tinggi.


Adapun Top Initiator dalam topik terkait RUU Minerba diduduki oleh akun @FraksiRakyat_ID diikuti dengan sembilan akun lainnya. Selain itu portal berita CNBC Indonesia terlihat menjadi Top Portal pada topik ini, dengan menerbitkan lebih dari sepuluh artikel terkait disahkannya RUU Minerba.

Meski mendapat penolakan dari masyarakat RUU Minerba tetap disahkan oleh pemerintah. Masyarakat menilai adanya penumpang gelap lewat disahkannya RUU kontroversial tersebut. Selain itu masyarakat juga menyayangkan disahkannya RUU tersebut di tengah kondisi pandemi yang berimbas pada multisektor. Masyarakat berharap seharusnya pemerintah fokus dalam menangani Covid-19 yang terus meluas, bukan malah fokus membahas RUU bermasalah yang membuat masyarakat semakin gusar.
-
Menyimak Pesan dalam Gelombang Tagar #IndonesiaTerserah dan #TerserahIndonesia

Tagar #TerserahIndonesia masuk dalam deretan trending topik menyusul tagar serupa; #IndonesiaTerserah yang terpantau ramai sejak beberapa hari terakhir. Netray mencoba mengamati aktivitas warganet Twitter yang ikut terjun dalam kedua tagar tersebut selama seminggu terakhir untuk melihat bagaimana tagar tersebut berkembang dan menjadi trending selama beberapa hari. Apa yang menjadi pemicu naiknya kedua tagar? Apakah kedua tagar diinisiasi oleh akun yang sama? Lalu, apa pesan yang ingin disampaikan warganet dalam kedua tagar tersebut? Berikut hasil pantauan Netray selengkapnya.
Infografik Penggunaan Kedua Tagar di Twitter

Netray menemukan 71,2 ribu cuitan yang menggunakan kedua tagar tersebut. Sementara akun yang terlibat sebanyak 52,4ribu dengan dominan laki-laki. Kedua tagar tersebut memperoleh 614,3 ribu keterlibatan dengan potensi jangkauan mencapai 106,2 juta akun. Berikut grafik penggunaan tagar selama periode 14-19 Mei 2020.

Tagar #IndonesiaTerserah 
Tagar #TerserahIndonesia Dari kedua grafik di atas terlihat bahwa tagar #IndonesiaTerserah muncul lebih dahulu ketimbang tagar #TerserahIndonesia. Namun kedua tagar tersebut masih tetap eksis hingga sekarang meskipun penggunaan tagar #TerserahIndonesia lebih banyak ketimbang tagar sebelumnya. Secara umum, berikut gambaran isu yang berkembang dalam kedua tagar melalui analisis Kosakata Populer.

Dari kumpulan kosakata populer di atas dapat diamati bahwa tiga elemen pokok yang disorot warganet adalah tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat. Sementara topik yang menjadi persoalan adalah terkait psbb dan pandemi covid-19. Termasuk di dalamnya adalah perilaku egois.
Awal Mula; Tagar #IndonesiaTerserah
Dari pantauan Netray, tagar #IndonesiaTerserah mulai naik ke Twitter pada 14 Mei 2020 sekitar pukul 17:00-18:00 WIB dengan paling banyak dinaikkan oleh @JaveLiN_Jr

#IndonesiaTerserah pada 14 Mei 2020 
Top 3 Inisiator Tagar ini pertama kali digunakan oleh akun @saulatu pada pukul 17.11 WIB. Ia mengunggah gambar seorang petugas medis membawa kertas dengan tulisan “Indonesia??? Terserah!!!” kemudian menandai akun @RachlanNashidik @OssyDermawan @AgusYudhoyono, @jovanamel @DidikMukrianto dan @jansen_jsp.


Pada 15 Mei tagar #IndonesiaTerserah perlahan-lahan mulai melambung naik diikuti penggunaan tagar #TerserahIndonesia yang masih berada di angka 31 cuitan.

#IndonesiaTerserah 
#TerserahIndonesia Netray menemukan dua pola penggunaan tagar tersebut; secara terpisah maupun berdampingan dengan tagar #IndonesiaTerserah. Akun @Pejantang_ pertama kali menggunakan tagar tersebut karena kecewa dengan pelanggaran PSBB di Bandara Soekarno-Hatta.




Puncak Popularitas Tagar
Tagar #IndonesiaTerserah memuncak pada 16 Mei kemudian surut pada 17 Mei dan kembali naik pada 18 Mei. Sementara tagar #TerserahIndonesia terus mengalami kenaikan sejak digunakan pada 15 Mei. Hingga saat ini (19/05) tagar #TerserahIndonesia masih berada di puncak popularitas dengan total mencapai 26,127 cuitan.


Jaringan Percakapan Berdasarkan Akun yang Paling Banyak Disebut
Akun Presiden Joko Widodo, @jokowi menjadi yang paling banyak disebut dalam cuitan warganet menggunakan kedua tagar tersebut. Selain itu, terlihat akun @TheRapUp_ID, Kemenkes dan sejumlah portal media seperti @detikcom dan @CNNIndonesia.

Node hijau untuk jaringan tagar #IndonesiaTerserah.
Node merah muda untuk jaringan tagar #TerserahIndonesia.Akun @TheRapUp_ID paling banyak mendapatkan impresi terkait penggunaan tagar #IndonesiaTerserah. Ia mengunggah sebuah video rapp mengkritisi sejumlah fenomena pelanggaran PSBB dan beberapa kebijakan yang diambil pemerintah selama pandemi, seperti membuka bandara, menaikkan iuran BPJS hingga mengesahkan RUU Minerba.
Isu dan Pesan yang Ingin Disampaikan
Berangkat dari keresahan warganet akan situasi Indonesia saat ini dan kepedulian terhadap tenaga medis, tagar #IndonesiaTerserah dan #TerserahIndonesia naik. Maraknya pelanggaran PSBB dan beberapa kebijakan pemerintah yang sedikit melonggarkan aturan terkait penangan Covid-19 menjadi pemicu tagar tersebut ramai di Twitter. Mulai dari relaksasi aturan mudik yang menyebabkan membludaknya penumpang di Bandara Soekarno-Hatta tanpa menerapkan physical distancing hingga sejumlah perilaku masyarakat yang tidak disiplin dan terkesan menyepelekan Corona menjadi sorotan warganet.




Selain soal penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, antrean jumlah pengunjung mall dan pusat perbelanjaan jelang lebaran juga menjadi sorotan warganet. Pernyataan beauty vlogger Indira Kalista dalam menyikapi protokol kesehatan dalam menangani Covid-19 yang terkesan santai juga turut memantik emosi warganet. Warganet resah karena orang-orang semakin tidak peduli dengan virus mematikan tersebut. Perjuangan tenaga medis dan kedisiplinan sejumlah pihak menajlani karantina berbulan-bulan dan mengikuti protokol kesehatan seolah sia-sia. Warganet kesal, kecewa, sekaligus putus asa. Begitulah setidaknya sebagian besar emosi yang tertuang dalam gelombang tagar #IndonesiaTerserah dan #TerserahIndonesia.
Namun, di tengah kekecewaan dan keputusasaan warganet, pesan untuk tidak egois dan berjuang bersama melawan Corona masih tetap digaungkan oleh beberapa pihak.
Demikian pantauan Netray terkait gelombang tagar #IndonesiaTerserah dan #TerserahIndonesia yang menduduki deretan trending topik Twitter selama 6 hari terakhir. Semoga, melalui kedua tagar tersebut masyarakat semakin menyadari pentingnya bekerja sama, tidak egois, dan saling meringankan perkerjaan, baik itu pemerintah maupun tenaga medis.
-
Iuran BPJS Naik, Warganet Meminta Presiden Patuhi MA

Presiden Joko Widodo kembali mengumumkan terkait kenaikan iuran BPJS di tengah krisis pandemi yang melanda Indonesia setelah Mahkamah Agung (MA) sempat membatalkan kenaikan iuran per 1 April 2020. Keputusan ini didasarkan pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Sontak kebijakan baru ini menuai kontroversi di tengah kondisi ekonomi yang dirasa kurang stabil. Masyarakat merasa kebijakan ini dikeluarkan tidak tepat waktu. Sebab, bukan rahasia umum lagi jika pandemi ini telah berdampak pada segala sektor, tak terkecuali sektor ekonomi. Lantas, bagaimana pemberitaan media daring terkait hal ini? Dan seperti apa ungkapan hati warganet terkait kebijakan ini? Berikut pantauan Netray.
Kenaikan Iuran BPJS di Media Pemberitaan

Netray memantau pemberitaan terkait topik iuran BPJS pada tanggal 13-17 Mei 2020. Pada rentang waktu tersebut terdapat 273 artikel dengan total 54 media berita yang memberitakan terkait naiknya iuran BPJS. Tiga media berita yang paling banyak menerbitkan berita ini antara lain, ID Investing, Tribun News, dan CNN Indonesia.
Kebijakan ini mencuri perhatian masyarakat dan media berita daring karena sebelumnya Mahkamah Agung (MA ) telah membatalkan kenaikan iuran ini per tanggal 1 April 2020. Akan tetapi, kenaikan ini kembali diumumkan di tengah krisis pandemi yang sedang melanda sehingga pengumuman ini membuat masyarakat terkejut.

Dari grafik di atas, diketahui topik ini ramai diperbincangkan pada 14 Mei 2020 dengan total sentimen positif, neutral, dan negatif yang hampir sama. Hal ini dapat dilihat pada grafik sentiment trend yang menunjukkan jumlah sentimen negatif tidak terlalu jauh dibanding jumlah sentimen positif. Perbaikan layanan hingga menjaga keberlanjutan program BPJS menjadi alasan pemerintah menaikan iuran ini.
14 Mei 2020: Puncak Pemberitaan Naiknya Iuran BPJS

Naiknya iuran BPJS di tengah krisis pandemi ini dinilai kurang tepat oleh beberapa pihak. Meski resmi naik per 1 Juli 2020, masyarakat tetap merasa dibebankan dengan pengumuman kenaikan di tengah ekonomi yang kurang stabil akibat pandemi. Tak sedikit pihak yang meminta Presiden Joko Widodo untuk mengkaji ulang kebijakan ini.

Banyak pihak yang merasa dipermainkan dengan kebijakan ini. Pasalnya, pembatalan kenaikan yang baru saja diresmikan MA per tanggal 1 April 2020 diubah kembali dengan keputusan baru yang akan resmi per 1 Juli 2020. Putusan MA Nomor 7/P-HUM/2020 tidak menghendaki problematika keuangan BPJS Kesehatan dibebankan kepada peserta karena BPJS Kesehatan dianggap perlu membenahi manajemen, fraud, dan kecurangan peserta. Dengan ini, apabila Presiden tetap meresmikan kebijakan kenaikan iuran bisa saja dianggap melanggar konstitusi dan menentang keputusan peradilan.
Perbaikan Layanan menjadi Salah Satu Alasan Naiknya Iuran

Di balik pro kontra yang beredar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait alasan naiknya iuran BPJS. Selain untuk melakukan perbaikan layanan hingga membenahi operasional BPJS yang defisit, pemerintah juga menjamin tidak akan adanya penolakan pasien seperti halnya yang terjadi sebelumnya. Pemerintah merasa, saat ini negara juga dalam keadaan sulit di tengah pandemi sehingga naiknya iuran dua dari tiga golongan ini diharapkan menjadi semangat solidaritas.
Kenaikan iuran bagi peserta mandiri segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) diatur dalam Pasal 34. Dengan rincian:
1. Iuran peserta mandiri kelas I naik, dari Rp 80.000 menjadi Rp 150.000.
2. Iuran peserta mandiri kelas II meningkat, dari Rp 51.000 menjadi Rp 100.000.
3. Iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.
Kendati demikian, pada 2021 mendatang, subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan peserta adalah Rp 35.000.Kenaikan Iuran BPJS di Twitter

Selain pemberitaan di media daring, topik ini juga ramai diperbincangkan oleh warganet Twitter di rentang waktu yang sama. Netray memantau topik ini dengan kata kunci ‘iuranbpjs’, ‘bpjs naik’, dan ‘iuran bpjs’. Dalam waktu tersebut, ditemukan sebanyak 41.9k tweets dengan didominasi oleh sentimen negatif.


Terlihat dari grafik di atas, perbincangan topik ini memuncak pada tanggal 14 Mei 2020. Cuitan masyarakat yang merasa dipermainkan hingga dizalimi pemerintah ramai diperbincangkan pada waktu tersebut. Terlihat cuitan @CNNIndonesia, @Amien_Rais, dan @Vivacoid menjadi akun yang banyak dibagikan kembali oleh warganet dalam mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo.


Akun @fadlizon, yang ramai di-retweet, melontarkan kritikannya terhadap kebijakan ini dan meminta Presiden untuk membatalkannya. Selain itu, banyak warganet yang merasa kenaikan ini telah melanggar undang-undang karena kebijakan ini sempat dibatalkan sebelumnya oleh MA.


Seruan untuk mempertimbangkan kembali dan mengkaji ulang kebijakan di tengah pandemi tidak henti disuarakan warganet. Kondisi ekonomi yang semakin parah akibat Covid-19 menjadi alasan keberatannya masyarakat menerima hal ini.


Tagar #iuranbpjs sempat menjadi trending twitter pada 15 Mei 2020. Banyak warganet yang mengeluhkannya. Namun, ada pula warganet yang tidak menyalahkan atas kenaikan iuran ini. Seperti cuitan di atas, pada peak time 15 Mei pukul 9.00 WIB sentimen positif sempat mendominasi dengan cuitan warganet yang mengungkapkan manfaat yang didapat dari BPJS dan dukungan untuk pemerintah dalam subsidi anggota kepesertaan yang aktif.

Pada jaringan percakapan di atas dapat diketahui akun @jokowi dan @BPJSKesehatanRI menjadi akun yang paling banyak ditandai warganet terkait topik ini.
Demikian hasil pantauan media monitoring Netray terkait naiknya iuran BPJS pada portal News dan Twitter selama 13-17 Mei 2020. Kebijakan yang diputuskan di tengah krisis pandemi dirasa kurang pas oleh masyarakat. Keputusan pemerintah dengan menaikkan iuran dua dari tiga golongan dianggap melanggar konstitusi dan menentang peradilan. Masyarakat merasa dipermainkan dengan putusan naiknya iuran di tengah pandemi global ini. Alasan perbaikan layanan hingga jaminan tidak adanya penolakan pasien masih dirasa kurang pas dalam situasi ini. Dengan demikian, sampai saat ini kebijakan ini dirasa masih perlu dipertimbangkan kembali.
Gambar sampul artikel oleh: https://makassar.tribunnews.com -
Penumpukan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Warganet: Sia-sia Sudah PSBB Selama Ini

Sejak seminggu terakhir, portal media pemberitaan ramai memberitakan terkait penumpukan penumpang yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Padahal pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.
Pelanggaran PSBB yang marak belakangan ini seperti yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta menuai komentar dari warganet terutama dari pengguna media sosial Twitter. Netray menelusuri pemberitaan mengenai topik penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di portal media berita daring dan Twitter selama 7 hari terakhir dari 8-14 Mei 2020. Bagaimana tanggapan warganet terkait hal ini? Berikut pantauan Netray.
Salah Paham
Menurut News Channel Monitoring Netray terdapat 1,185 artikel pemberitaan yang dipublikasikan melalui 88 media pemberitaan daring. Pemberitaan tersebut berkaitan dengan penumpukan penumpang yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta selama periode 08 Mei 2020 sampai dengan 14 Mei 2020. Sebanyak 63,54% artikel menyoroti transportasi dan 17,81% membahas melalui sisi pemerintahan.
Statistics Report News Berdasarkan Peak Time frekuensi pemberitaan selama seminggu terakhir memiliki intensitas yang cukup tinggi. Memuncaknya pemberitaan tersebut di mulai sejak 8 Mei 2020. Namun, jumlah pemberitaan memuncak pada 14 Mei 2020.
Peak Time News Sejak 8 Mei 2020, pemberitaan mengenai penumpukan penumpang di tengah aturan PSBB mulai memuncak. Pada tanggal tersebut muncul pemberitaan mengenai calon penumpang yang berbondong-bondong datangi terminal bus. Adanya kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melonggarkan operasional transportasi umum di tengah PSBB ternyata menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Masyarakat mengira pemerintah juga melonggarkan aturan mudik. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan aturan pelarangan mudik 2020.
Kemudian, di hari yang sama muncul pemberitaan mengenai 11 penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang positif Covid-19. Kesebelas penumpang tersebut adalah eks anak ABK kapal pesiar Italia. Selain itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Soekarno-Hatta Anas Maruf mengungkapkan terdapat lebih dari 40 penumpang yang terindikasi positif Virus Corona baru atau COVID-19 sejak April hingga Mei 2020.
Dilihat melalui Peak Time, frekuensi pemberitaan memuncak pada 14 Mei 2020. Memuncaknya jumlah pemberitaan tersebut disebabkan viralnya foto yang menampakkan penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Pihak pengelola Bandara Soekarno Hatta, PT Angkasa Pura II (AP II) mengakui memang ada penumpukan penumpang di Terminal II Bandara Soekarno Hatta pada Kamis pagi (14/5). Penumpukan terjadi karena proses pemeriksaan dokumen penumpang oleh tim gugus tugas udara covid-19.
Peristiwa tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, diantaranya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa menyoroti seharusnya penumpang tetap melakukan physical distancing atau berjaga jarak. Selain itu, Nurhayati juga menyoroti persyaratan yang harus diisi oleh penumpang. Menurutnya, persyaratan seharusnya bisa dilakukan secara online atau daring, sehingga proses administrasi di bandara dapat bergulir dengan cepat tanpa penumpukan penumpang.
Selain itu, Ombudsman RI juga menyesalkan potret penumpang yang membludak tanpa aturan jelas terkait protokol kesehatan maupun physical distancing. Komisioner Ombudsman, Alvin Lie menyatakan bahwa hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi antara Angkasa Pura II selaku pengelola bandara, kemudian otoritas bandara selaku garda terdepan dari Kemenhub Ditjen Perhubungan Udara dengan airline dan dengan satgas penanggulangan COVID-19.
Warganet: Sia-sia Sudah PSBB Selama Ini
Selain monitoring News Channel, Netray juga melakukan monitoring tanggapan warganet Twitter terkait penumpukan penumpang Bandara Soetta. Terkait topik tersebut ditemukan sebanyak 7,083 total cuitan warganet di Twitter yang didominasi oleh sentimen netral. Akan tetapi, jumlah sentimen negatif hampir 2 kali lipat dari jumlah sentimen positif. Tweets tersebut meraih impressions sebanyak 209,4K dan potential reach-nya mencapai lebih dari 131 juta pengguna Twitter.
Statistics Report Twitter Dilihat melalui Peak Time, jumlah tweets yang berhubungan dengan Bandara Soekarno-Hatta meningkat tajam pada 14 Mei 2020. Seperti halnya Peak Time pada media pemberitaan, pada tanggal yang sama Peak Time juga terjadi pada cuitan warganet Twitter.
Peak Time Twitter Pada tanggal tersebut terjadi lonjakan pada sentimen negatif hingga lebih dari 2 kali lipat dari jumlah sentimen positif.
Sentiment Trend Twitter Frekuensi cuitan memuncak pada tanggal tersebut disebabkan oleh warganet yang mengkritisi peristiwa penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara ini menurut Social Network Analysis Report Netray, cuitan akun Twitter @SudahGelappp menjadi cuitan yang paling banyak di-retweeted oleh warganet terkait peristiwa penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.
Social Network Analysis – Retweet Berikut adalah sampel tweets dari @SudahGelappp yang paling banyak menerima retweet dari warganet. Akun tersebut menuliskan bahwa Corona, PSBB, hanya jadi lelucon di negeri ini.
Tweets terpopuler yang mendapatkan banyak replies, favorite, dan retweet pun senada dengan cuitan @SudahGelappp. Warganet juga merasa kecewa dengan pelanggaran physical distancing yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Terlebih sebelumnya relaksasi aturan yang disampaikan Menhub memiliki syarat protokol kesehatan.
Tak hanya itu, sebagian besar warganet meradang karena merasa usaha mereka untuk tetap di rumah saja selama 2 bulan dengan harapan pandemi ini berakhir pun sia-sia setelah melihat kejadian tersebut.
Berikut adalah salah satu media terpopuler yang menampakkan membludaknya penumpang Bandara Soekarno-Hatta yang diunggah oleh akun @AymanAlatas. Dalam caption-nya, akun @AymanAlatas mengungkapkan kekecewaannya karena sia-sialah PSBB yang telah dijalankan selama ini.

Popular Media Twitter Demikianlah pantauan Netray mengenai penumpukan penumpang yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta melalui portal media berita daring dan media sosial Twitter. Melihat, bagaimana kebijakan pemerintah yang kerap berubah-ubah yang membingungkan masyarakat. Serta perilaku tidak disiplin masyarakat yang dengan mudah melanggar physical distancing begitu saja, tentunya menimbulkan pertanyaan. Jika terus begini, kapan pandemi akan berakhir? Lantas, bagaimana dengan warga yang sudah patuh untuk tetap di rumah selama 2 bulan, bahkan harus dirumahkan tanpa digaji? Sia-siakah usaha mereka selama ini?
-
Diskon Tarif Listrik Selama Pandemi: Kok Tagihan Malah Melonjak Naik?

Beberapa waktu lalu warganet ramai memperbincangkan terkait lonjakan tarif listrik yang mereka alami. Sebelumnya pemerintah menerapkan kebijakan untuk menggratiskan tarif listrik pelanggan 450 VA dan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan 900 VA selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni. Namun sebagian masyarakat justru mendapati tarif listrik mereka melonjak naik. Bagaimanakah pantauan News Netray dan tanggapan warganet terkait isu tersebut?

Netray memantau pemberitaan terkait topik tagihan listrik selama 1 Mei 2020 s.d 15 Mei 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 2.277 artikel pemberitaan terkait tarif atau tagihan listrik dengan Total Media sebanyak 105. Naiknya tarif listrik tersebut membuat masyarakat terkejut, terlebih sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk menggratiskan tagihan listrik pelanggan 450 VA dan memberi diskon 50 persen kepada pelanggan 900 VA selama tiga bulan. Kebijakan tersebut diterapkan guna meringankan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19.

Mendapati tagihan mereka melonjak masyarakat menanyakan hal tersebut melalui media sosial hingga isu tersebut semakin ramai diperbincangkan. Tidak hanya itu, sebagian dari masyarakat mengira PT PLN Persero menaikan tarif listrik secara diam-diam hingga berspekulasi adanya subsidi silang yang dilakukan oleh pihak PLN. Namun menghindari terjadinya kesalahpahaman pihak PLN mengklarifikasi hal tersebut.

Pihak PLN menjelaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik selama masa pandemi, terlebih kenaikan diam-diam atau subsidi silang seperti yang diisukan di media sosial. Pihak PLN membantah tuduhan tersebut, dan menjelaskan lonjakan tersebut disebabkan aktivitas di rumah yang meningkat. Hal tersebut sesuai dengan himbauan pemerintah untuk melakukan pekerjaan dan beraktivitas dari rumah. Meningkatnya aktivitas di rumah tersebut menyebabkan terjadinya lonjakan tarif listrik konsumen.

Selama periode yang sama Netray memantau pergerakan isu terkait lonjakan tarif listrik pada media sosial Twitter. Selama periode tersebut ditemukan cuitan warganet sebanyak 18.5K dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif.


Terlihat melalui grafik pantauan Netray, perbincangan warganet terkait isu tersebut memuncak pada tanggal 07 Mei 2020.


Berdasakan pantauan Netray pada tanggal tersebut terlihat warganet justru mencuitkan terkait informasi bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik dengan menggunakan tagar #ListrikGakNaikKok, #ListrikUntukRakyat, dan #ListrikUntukSemua. Setelah sebelumnya banyak warganet yang mengeluhkan kenaikan tarif listrik.

Penjelasan terkait lonjakan tarif listrik disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Communication & CSR PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) I Made Suprateka, ia menjelaskan bahwa sejak berlakunya PSBB, PLN melakukan modifikasi dalam penghitungan tagihan listrik pelanggan. Tidak disampaikannya modifikasi tersebut dengan baik kepada masyarakat akhirnya menyebabkan keluhan konsumen pun melonjak. Terlihat akun @pln_123 menjadi salah satu akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Diikuti oleh akun @KemenBUMN, @erickthohir, serta akun @jokowi selaku Presiden RI.

-
Strategi Bertahan Online Travel Agent Hadapi Covid-19

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak terkait berbagai kebijakan yang diberlakukan saat pandemi Covid-19. Himbauan untuk melakukan aktivitas di rumah, menghindari kerumunan, hingga kebijakan penutupan moda transportasi seperti kereta dan pesawat membuat para pelaku bisnis Online Travel Agent (OTA) kelimpungan. Harapan menjemput momen mudik pun harus terkikis karena pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk tidak mudik mengingat kondisi yang masih belum stabil. Lalu, bagaimana kabar bisnis online travel agent saat ini? Bagaimana mereka bertahan menghadapi krisis ini? Berikut pantauan Netray.
Topik Online Travel Agent di Media
Netray menelusuri pemberitaan terkait topik ‘online travel agent’ di media selama periode 1 April-13 Mei 2020. Berikut hasilnya.

Netray menemukan 738 artikel dari 85 portal media membicarakan online travel agent selama periode 1 April-12 Mei 2020. Sebagian besar pembahasan menyoroti soal Ekonomi (44%) dan Pariwisata (21%).


Traveloka dan Airy menjadi dua entitas yang paling banyak dibahas terkait topik online travel agent selama periode ini. Sementara portal media yang paling banyak menerbitkan artikel terkait adalah Kompas, Detik, dan Republika.
Penjualan Menurun, Pembatalan Pemesanan Meningkat
Grafik penjualan Tiket.com terus menurun sejak wabah Covid-19 pertama kali muncul di China dan berkembang ke negara-negara tetangga pada awal Januari lalu. Masyarakat yang sudah membeli tiket pesawat, tiket konser, hingga paket wisata berbondong-bondong menunda bahkan membatalkan agendanya. Tiket.com mengaku menerima 30 ribu inquiries baik terkait refund maupun reschedule. Hingga saat ini, penurunan penjualan yang terjadi di Tiket.com mencapai 75% sementara permintaan pembatalan pemesanan (refund) mengalami kenaikan 7 kali lipat selama pandemi.

Pihaknya juga terus berupaya untuk dapat membantu semua pengajuan dan pengembalian dana. Namun, karena banyaknya aduan yang harus dilayani Tiket.com meminta pelanggan untuk bersabar dan menghindari pengulangan pembatalan karena dapat menambah panjang antrean. Tiket.com juga telah menyediakan fitur Smart Refund untuk mengatasi permasalahan ini.

Lonjakan penundaan hingga pembatalan pesanan juga meningkat 10 kali lipat di Traveloka. Chief Marketing Officer Traveloka Dionisius Nataiel mengaku lonjakan ini telah terjadi sejak Februari 2020 lalu. Dalam mengambil keputusan ini, Traveloka berpegang pada kebijakan yang dintukan oleh partner.

PHK Karyawan Hingga Gulung Tikar
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Raden Soes Hidharno menyampaikan bahwa perumahan dan pemangkasan karyawan paling banyak terjadi di sektor pariwisata dan perhotelan. PT OYO Indonesia meminta karyawannya mengambil cuti di luar tanggungan selama 60-90 hari dengan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi ke depan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan para karyawan tidak kehilangan pekerjaan dan berharap berdampak positif bagi kinerja perseroan. Mengutip pemberitaan Tempo, karyawan yang dirumahkan mencapai lebih dari separuh total karyawan OYO. Kendati dirumahkan, karyawan masih tetap mendapat insetif sebesar 1,5 juta beserta THR, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan.

Di sisi lain, Traveloka terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 100 karyawan atau 10% dari total karyawan yang dimilikinya. Sementara karyawan yang masih tetap bekerja mendapatkan separuh dari gaji reguler mereka. Keputusan serupa juga diambil oleh Pegipegi. Dari pemberitaan yang disampaikan IDN Times PHK diterima oleh 85 karyawan Pegi-pegi sejak pertengahan April lalu.


Airy mengumumkan akan mengakhiri perjanjian dengan mitranya menyusul keputusan perusahaan untuk menghentikan kegiatan operasionalnya secara permanen pada akhir Mei mendatang. CEO Airy Louis Alfonso Kodoatie sempat mencari cara untuk meningkatkan profitnya demi mengatasi dampak pandemi Coivd-19. Namun pada April lalu, Airy dilaporkan telah menghentikan karyawannya hingga 70%.

Keputusan Airy untuk menghentikan kegiatan operasionalnya secara permanen cukup disesalkan oleh Ekonom Bhima Yudhistira. Ia menilai bisnis Airy yang menawarkan hotel dengan budget minimal tersebut sangat bagus.

Strategi Bertahan Online Travel Agent Hadapi Covid-19
Tiket.com mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal Januari 2020 lalu ketika Covid-19 merebak di China. Pembatalan penerbangan ke Wuhan dan sekitarnya pada awal Januari diprediksi akan terus meluas apabila Covid-19 masuk ke Asia Tenggara.

Tiket.com kemudian mengubah fokus bisnis, dari fokus berjualan menjadi fokus kepada layanan masyarakat. Pemasaran yang sebelumnya digiatkan kini dialihkan kepada layanan pelanggan (customer care). Hal ini mengingat banyaknya penundaan hingga pembatalan pesanan selama periode pandemi. Tiket.com juga membenahi sistem aplikasinya dengan lebih banyak menampilkan informasi terkait cara refund, reschedulu dan informasi terkini negara dan kota tujuan. Tiket.com pun rela melalukan pemotongan terhadap anggaran marketing hingga mencapai 90% untuk menghindari adanya PHK atau pemotongan gaji terhadap karyawannya.

Tiket.com juga telah menyiapkan strategi untuk mempersiapkan diri menyongsong berakhirnya pandemi Covid-19 dengan menyelenggarakan promo diskon early booking hotel hingga mencapai 75%. Tiket.com semakin optimis setelah melihat adanya kenaikan penjualan menyusul keputusan pemerintah melonggarkan moda transportasi pada 7 Mei lalu.

Demikian pantauan Netray terkait kabar Online Travel Agent di masa pandemi Covid-19 selama periode 1 April-13 Mei 2020. Penurunan penjualan dan kenaikan permintaan pembatalan pemesanan yang harus dirasakan oleh para pelaku bisnis travel agent memaksa mereka untuk mengambil beberapa langkah agar dapat terus bertahan. Sebagian besar travel agent memilih memangkas karyawannya untuk tetap bertahan. Namun, sebagian yang lain tetap berupaya mempertahankan jumlah karyawan dengan melakukan pemotongan besar-besaran terhadap anggaran marketing dan anggaran lain yang tidak mendesak. Selain optimis menyiapkan strategi menyambut berakhirnya pandemi Covid-19, Online Travel Agent saat ini terus berfokus pada layanan pelanggan.
-
Warga Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas Kembali, Warganet: Presiden dan Wakil Presiden Bagaimana?

Baru-baru ini pemerintah berencana memperbolehkan masyarakat berusia di bawah 45 tahun untuk beraktivitas seperti biasa. Rencana tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo. Namun, hal tersebut memicu reaksi yang berbeda dari berbagai kalangan. Ada yang berpendapat bahwa kebijakan ini justru semakin membahayakan, tetapi ada pula yang mengatakan hal ini perlu dilakukan untuk menekan angka PHK.
Netray menelusuri pemberitaan mengenai topik ini di portal media berita daring dan media sosial Twitter selama 7 hari terakhir dari 7-13 Mei 2020. Bagaimanakah cuitan warganet Twitter terkait pelonggaran PSBB ini? Berikut pantauan Netray selengkapnya.
Menuai Kritikan
Menurut News Channel Monitoring Netray, terdapat 817 berita yang dipublikasikan oleh 88 media berita daring, yang berkaitan dengan pelonggaran PSBB bagi warga berusia di bawah 45 tahun dari rentang waktu 7-13 Mei 2020. Sebanyak 49,57% artikel berkaitan dengan kesehatan dan gaya hidup, dan 28,27% membahas dari sisi pemerintahan.
Frekuensi pemberitaan mengenai hal ini pun mulai naik pada 11 Mei 2020 dan memuncak pada 12 Mei 2020 dan didominasi oleh sentimen netral.
Disebutkan dalam beberapa artikel berita bahwa masyarakat di bawah 45 tahun diperbolehkan beraktivitas kembali untuk mencegah PHK. Selain itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun masih bisa beraktivitas meski kondisi pandemi Coron belum berakhir karena menurutnya usia tersebut merupakan kelompok muda yang memiliki fisik sehat dan mobilitasnya tinggi.
Sontak, kebijakan tersebut pun menuai berbagai reaksi dari berbagai kalangan. Frekuensi pemberitaan pada 12 Mei 2020 memuncak karena media berita daring mempublikasikan berbagai reaksi berbagai pihak yang sebagian besar merupakan kritik.
Salah satunya datang dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Sohibul Iman yang mengatakan langkah tersebut cukup berisiko menjadi pembawa virus corona bagi orang lain. Sohibul khawatir dengan risiko penularan dari pekerja di bawah 45 tahun yang boleh bekerja kembali. Presiden PKS itu mengamini pekerja dengan umur di bawah 45 tahun punya tingkat kekebalan tubuh yang lebih baik dibanding pekerja usia lebih tua, namun pekerja di bawah 45 tahun ini berisiko menjadi orang tanpa gejala alias OTG.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan warga berusia 45 tahun ke bawah dibolehkan untuk beraktivitas kembali tetapi terbatas pada 11 bidang usaha yang sudah diatur oleh pemerintah. Ke-11 sektor tersebut yakni kesehatan, bahan pangan atau makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, pelayanan dasar pada obyek vital, serta kebutuhan sehari-hari.
Terlebih, Tim Pakar Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Beta Yulianita Gitaharie menyebut, pandemi Covid-19 membawa pengaruh yang kurang menguntungkan dalam kehidupan ekonomi dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Data Kementerian Tenaga Kerja pada 20 April 2020 menyebutkan ada 2 juta pekerja di-PHK. Angka ini sekarang naik ke angka 6 juta orang di-PHK di sektor formal. Terkait adanya usulan usia di bawah 45 tahun tetap bekerja, ia berpandangan berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angkatan kerja usia produktif sebanyak 130 juta dan diharapkan masih bisa berkontribusi kepada perekonomian secara umum.
Warganet: Bagaimana dengan Presiden dan Wakil Presiden?
Sementara itu, di Twitter terdapat 2,591 cuitan warganet terkait usulan pelonggaran PSBB ini. Tweets tersebut meraih impressions sebanyak 28,7K dan sentimen negatifnya melampaui sentimen positif – lebih dari dua kali lipatnya.
Sama seperti di media berita daring, frekuensi cuitan terkait topik ini mencapai puncaknya pada 12 Mei 2020 dan didominasi sentimen negatif.
Dapat dilihat dari Top Words, kosakata ‘pemerintah’ menjadi salah satu kosakata yang paling banyak disebutkan dalam cuitan warganet. Hal ini mengindikasikan warganet pun menyoroti kinerja pemerintah terkait topik usulan pelonggaran PSBB pada warga berusia di bawah 45 tahun.
Sementara ini menurut Social Network Analysis Report Netray, akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo @jokowi menjadi akun yang paing banyak menerima mentions terkait usulan kebijakan tersebut.
Berikut sampel cuitan dari warganet yang me-mention @jokowi. Beberapa dari mereka berpendapat bahwa usulan kebijakan tersebut tetap berisiko terhadap kondisi kesehatan masyarakat nantinya.
Kemudian, akun Twitter Ustadz Tengku Zulkarnain menjadi akun yang paling banyak di-retweeted oleh warganet.
Berikut adalah sampel tweets dari @ustadtengkuzul yang paling banyak menerima retweet dari warganet
Tweets terpopuler yang mendapatkan banyak replies, favourites, dan retweets pun senada dengan cuitan @ustadtengkuzul. Warganet juga mempertanyakan, jika usia 45 tahun ke bawah diizinkan bekerja di tengah wabah covid-19, apakah berarti Presiden, Wakil Presiden, beserta para menteri boleh digantikan posisinya?

Beberapa menyebutkan kebijakan pemerintah membingungkan serta dibuat dengan tergesa-gesa. Sebab, memang warga usia 45 tahun ke bawah memiliki fisik lebih sehat, tetapi berpotensi menjadi carrier dan menyebarkannya ke keluarga yang serumah dengan mereka atau orang lain yang berusia di atas 45 tahun.


Demikianlah pantauan Netray terkait usulan pemerintah untuk mempersilakan warga berusia 45 tahun ke bawah di portal media berita daring dan media sosial Twitter. Memang tujuan dari diusulkannya kebijakan ini adalah untuk menekan angka PHK. Namun, beberapa pihak menyatakan bahwa kebijakan ini dibuat terlalu tergesa-gesa tanpa memikirkan bahwa warga berusia muda walaupun tidak rentan terhadap virus covid-19, mereka sangat berpotensi menjadi carrier virus tersebut apalagi jika serumah dengan keluarga lainnya yang berusia di atas 45 tahun.
Lantas, jika yang diperbolehkan bekerja hanyalah mereka yang berusia di bawah 45 tahun, bagaimana dengan Presiden, Wakil Presiden, serta menteri-menterinya yang berusia di atas 45 tahun? Masih boleh bekerja, atau?
-
Eksistensi E-Commerce di Masa Pandemi Covid-19 Dan Bayang-Bayang Peretasan

Eksistensi e-commerce sebagai alternatif pasar daring yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat kian terasa di masa pandemi saat ini. Kebijakan pembatasan sosial dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara tidak langsung turut menciptakan iklim yang bagus untuk e-commerce. Selain mudah dan praktis, e-commerce juga menerapkan sistem berbelanja dari rumah sehingga hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah. Namun, bagaimana dengan sejumlah isu peretasan yang membayangi e-commerce akhir-akhir ini?
Netray menelusuri pemberitaan terkait topik e-commerce selama periode 1 Maret-12 Mei 2020 untuk melihat perkembangan topik tersebut selama pandemi berlangsung. Bagaimana eksistensi e-commerce di masa pandemi Covid-19? Seperti apa peran serta e-commerce dalam upaya memutus mata rantai Covid-19? Apakah isu peretasan mempengaruhi sentimen pembahasan e-commerce di media sosial? Simak pantauan Netray selengkapnya.
Topik E-Commerce di Media Pemberitaan
Dari pantauan Netray, topik e-commerce di media pemberitaan dibahas dalam 4,4 ribu artikel oleh 112 portal media berbeda. Pembahasan topik e-commerce di media selama periode 1 Maret-12 Mei paling banyak adalah soal Ekonomi dan Teknologi.

Puncak pemberitaan terkait e-commerce terjadi pada 4-5 Mei 2o20 dengan total mencapai angka 120 artikel lebih. Selain itu, pembahasan untuk topik ini mengalami naik turun yang cukup signifikan selama periode terkait. Pemberitaan dengan sentimen netral-positif juga lebih banyak daripada pemberitaan dengan sentimen negatif.


Tokopedia menjadi e-commerce yang paling banyak dibahas selama periode pandemi Covid-19 hingga saat ini. Kemudian disusul Shopee, Bukalapak, Lazada, kemudian Blibli. Apa saja yang menjadi pembahasan media terkait e-commerce tersebut? Berikut ulasan Netray.
Eksistensi E-Commerce di Masa Pandemi
Kebijakan pembatasan sosial (physical distancing) dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara tidak langsung turut mengubah kebiasaan masyarakat. Aktivitas yang melibatkan pertemuan fisik atau mendekati kerumunan perlahan-lahan mulai dihindari. Dalam hal ini, para pelaku di bidang e-commerce menjadi yang paling diuntungkan.




Media memberitakan bahwa transaksi penjualan melalui platform e-commerce, seperti Shopee dan Lazada mengalami kenaikan selama masa pandemi. Anjuran untuk berdiam diri di rumah membuat e-commerce jadi andalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain lebih efektif, berbagai diskon menarik hingga promo gratis ongkir yang ditawarkan juga menjadi pertimbangan masyarakat.

Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengungkapkan bahwa telah terjadi pergerseran permintaan produk yang dicari konsumen, dari keinginan menjadi kebutuhan. Lonjakan pembelian terjadi pada kategori kebutuhan rumah tangga hingga produk kesehatan. Tingginya permintaan konsumen untuk produk kesehatan juga terjadi di Bulakapak, Tokopedia, dan Shoppe.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menyebut transaksi pada platform daring untuk produk pangan hingga perlengkapan olahraga dan outdoor meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dari sejumlah pasar daring (e-commerce) seperti Bukalapak dan Tokopedia, Teten merinci pembelian produk bahan pokok meningkat hingga 350% selama masa pandemi Covid-19.

Selain pada transaksi, lonjakan juga terjadi pada jumlah pedagang yang mendaftarkan usahanya pada pasar daring. Jumlah pembuatan akun baru, khususnya yang menjual produk-produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan vitamin meningkat 250%. Peningkatan juga terjadi pada penjualan produk makanan dan minuman herbal maupun instan sebesar 200%, serta produk indoor/outdoor, game dan perlengkapan olahraga meningkat 7%.


Teten juga mengakui bahwa e-commerce menjadi solusi bagi sejumlah UMKM untuk dapat memasarkan produk dan menjalankan usahanya sesuai protokol pencegahan Covid-19. Oleh karenanya ia menghimbau agar para pelaku koperasi dan UMKM lebih aktif memanfaatkan teknologi digital dalam mengatasi permasalahan pemasaran produk selama masa pandemi.
Peran Serta E-Commerce dalam Mendukung Kebijakan Penanggulangan Covid-19
Pada awal Maret lalu ketika kasus positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia, masyarakat menjadi panik. Kepanikan tersebut menimbulkan sejumlah kekacauan seperti panic buying hingga penimbunan sejumlah produk kesehatan seperti masker hingga hand sanitizer. E-commerce menjadi sarang tempat para penimbun memasarkan produk kesehatan dengan harga yang tinggi. Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate kemudian mengingatkan agar kenaikan harga tidak terjadi lagi. Ia menegaskan bahwa apabila ada akun atau merchant yang mempermainkan harga akan dilakukan pemblokiran dan langkah penertiban.

Sejalan dengan himbauan Menkominfo, sejumlah e-commerce pun mengambil sikap tegas. Pihak Shopee terus berupaya memantau agar barang-barang esensial tersebut dijual dengan harga layak kendati permintaan melonjak. Begitupula dengan Tokopedia dan Bukalapak yang bertindak tegas menutup ribuan toko yang memasarkan produk dengan harga yang tidak masuk akal.


Di sisi lain, pihak Blibli juga menerapkan pembatasan pembelian bahan pokok dan sanitasi. Hal ini terkait fenomena panic buying yang sempat melanda masyarakat di awal kasus pandemi Covid-19 merebak.

Beberapa produk pangan yang dibatasi di antaranya adalah produk beras, minyak goreng, dan mie instan. Pembatasan yang dilakukan sejak 18 Maret tersebut kemudian diperluas ke produk sanitasi seperti hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Blibli telah mengatur secara otomatis pembatasan kuantitas produk yang akan dibeli agar tiap konsumen memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan produk.

Blibli juga menerapkan prosedur contacless shipping atau pengiriman barang tanpa kontak. Tanda tangan di gawai yang sebelumnya menjadi prasyarat serah terima produk dari kurir ke pelanggan, untuk sementara waktu ditiadakan. Sebagai gantinya, tanda bukti menggunakan pengambilan foto konsumen saat menerima barang. Kurir Blibli Expresss Service juga dibekali dengan masker dan sarung tangan untuk menjamin kebersihan dan keamanan produk.
Kerjasama E-Commerce dan Kementerian
Sejumlah lembaga turut menggandeng e-commerce untuk berkerja sama dalam menanggulangi kondisi krisis di masa pandemi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Bukalapak untuk memasarkan produk-produk perikanan nasional. Dikatakan oleh Menteri KKP Edhy Prabowo, dari sekian banyak produk e-commerce hanya Bukalapak yang tertarik dalam penguatan sektor perikanan dan kelautan Indonesia ini.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga menggandeng Blibli untuk memudahkan penyediaan dan distribusi beras ke masyarakat. Upaya kerja sama ini merupakan langkah untuk memastikan keterjangkauan pangan ke masyarakat dalam masa pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menegaskan kerja sama ini merupakan terobosan nyata untuk memudahkan akses konsumen membeli beras melalui jasa aplikasi online sekaligus membantu menyerap gabah petani.

Sejumlah Isu Peretasan yang Menerpa E-Commerce
Iklim yang baik di lingkungan e-commerce pada periode Maret-April 2020 tiba-tiba dikacaukan oleh sejumlah isu peretasan yang naik pada awal Mei. Dari pantauan Netray, isu peretasan untuk e-commerce menghiasi media sejak kasus peretasan Tokopedia naik pada 2 Mei lalu.

Belakangan dikabarkan basis data 91 juta pengguna platform jual beli online tersebut bocor di dunia maya. Namun, Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran dalam upaya pencurian data penggunanya baru-baru ini. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya. Menkominfo Johnny G Plate mengatakan akan menyelidiki kasus kebocoran data pengguna Tokopedia bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan bahwa ekonomi digital, khususnya e-commerce tetap berjalan dengan baik dan lancar serta tidak diganggu oleh para peretas data.

Tak hanya Tokopedia, isu kebocoran data juga menimpa Bukalapak pada 6 Mei 2020. CNN memberitakan kebocoran 13 juta data Bukalapak yang ia ketahui dari RaidForums, situs yang sebelumnya memperjualbelikan data Tokopedia. Namun, pihak Bukalapak segera menepis kabar tersebut. Bukalapak memastikan data penggunanya aman dan tidak ada peretasan atau kebocoran baru setelah tahun 2017 lalu.

Tak cukup sampai Bukalapak, isu peretasan atau kebocoran data kemudian menimpa Bhinneka.com pada 10 Mei 2020. Kumparan melaporkan adanya pembobolan 1,2 juta data pengguna Bhinneka.com yang dijual di Dark Web. Data tersebut dijual oleh ShinyHunters yang sebelumnya juga menjual 91 juta data pengguna Tokopedia di Empire Market.
Citra E-Commerce di Media Sosial Twitter Pasca Isu Peretasan
Netray menelusuri perbincangan warganet terkait e-commerce untuk melihat respon masyarakat terkait isu peretasan sejumlah e-commerce pada awal Mei lalu. Bagaimana sentimen untuk pembahasan e-commerce di media sosial Twitter setelah isu tersebut naik?


Selama periode 1-12 Mei, topik terkait isu e-commerce diperbincangkan sebanyak 32 ribu cuitan oleh 23 ribu akun warganet Twitter. Sentimen untuk topik e-commerce secara keseluruhan didominasi oleh sentimen negatif. Sentimen negatif memuncak pada periode 3 dan 6 Mei 2020. Sementara e-commerce yang paling banyak diperbincangkan adalah Tokopedia dan Bukalapak. Berikut beberapa cuitan populer warganet menanggapi isu peretasan yang sedang menimpa kedua e-commerce.



Demikian pantauan Netray terkait topik e-commerce selama periode 1 Maret-12 Mei 2020. Selain menjadi alternatif berbelanja, e-commerce juga turut berperan dalam mendukung kebijakan penanggulan Covid-19 yang dicanangkan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah soal distribusi kebutuhan pokok hingga menindak pelaku penimbun produk kesehatan atau merchant yang menjual produk dengan harga tinggi. Meskipun demikian, sejumlah kasus peretasan yang menimpa e-commerce di Indonesia beberapa waktu terakhir patut menjadi evaluasi. Hal ini mengingat pentingnya peran e-commerce dalam menjaga kestabilan ekonomi dan ketersediaan bahan pokok di tengah situasi pandemi Covid-19.
Home Home































































