Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • Analisis News Channel Netray: 7 Stafsus Milenial Presiden – Prestasi dan Kontroversi

    Analisis News Channel Netray: 7 Stafsus Milenial Presiden – Prestasi dan Kontroversi

    Tujuh Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo yang berasal dari kalangan milenial secara resmi diperkenalkan di Istana Merdeka, Jakarta pada tanggal 21 November 2019. Ketujuh stafsus milenial ini adalah: Adamas Belva Syah Devara – Founder dan CEO Ruang Guru, Putri Tanjung – Founder dan CEO Creativepreneur, Andi Taufan Garuda Putra – Founder dan CEO Amartha, Ayu Kartika Dewi – Pendiri Gerakan SabangMerauke, Gracia Billy Mambrasar – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia, Angkie Yudistia – Pendiri Thisable Enterprise, dan Aminuddin Maruf – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII). Adapun salah satu alasan Presiden RI memilih milenial ini untuk menjembatani Jokowi dengan para milenial di Indonesia. Presiden juga meyakini para milenial ini memiliki ide-ide kreatif yang diharapkan dapat memajukan bangsa.

    Keputusan Presiden untuk memilih stafsus dari kalangan milenial pada awalnya mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan sebab stafsus milenial yang dipilih Jokowi diyakini akan memberikan masa depan yang cerah di pemerintahan. Netray secara khusus menelusuri rangkaian pemberitaan terkait peran ketujuh stafsus milenial Presiden RI, serta prestasi dan kontroversi yang ramai diperbincangkan di media berita daring dalam rentang waktu dari 21 November 2019 hingga 25 April 2020. Apakah dari rentang waktu sejak dilantik hingga saat ini para staf khusus Presiden RI ini sudah berperan sesuai dengan harapan masyarakat? Berikut pantauan Netray selengkapnya. 

    Menjadi Sorotan Media

    Menurut pantauan Netray, sehari setelah pelantikan ketujuh stafsus milenial Presiden RI yaitu 22 November 2019, frekuensi pemberitaan memuncak dengan total 648 berita dan didominasi oleh sentimen positif.

    Peak Time – November 2019

    Pada tanggal tersebut, selain kosa kata ‘presiden’, ‘jokowi’, ‘staf’, dan ‘khusus’, tampak bahwa  ‘putri’, ‘angkie’, dan ‘tanjung’ menjadi kosa kata yang paling sering disebutkan. Hal ini mengindikasikan bahwa Putri Tanjung dan Angkie Yudistia merupakan dua nama stafsus milenial yang menjadi sorotan di antara ketujuh stafsus milenial Jokowi pada tanggal 22 November 2019.

    Word Cloud – 22 November 2019

    Alasan nama Putri Tanjung menjadi sorotan media ialah karena Putri Tanjung dipercaya menjadi staf khusus Presiden termuda dengan usia 23 tahun. Putri Tanjung dipilih Jokowi dalam kapasitasnya sebagai pendiri Creativepreneur Event Creator. Selain itu, nama Putri Indahsari Tanjung juga dikenal sebagai anak dari pemilik Trans Corp. Chairul Tanjung. ikk

    Nama stafsus Presiden lainnya yang menjadi sorotan adalah Angkie Yudistia. Angkie menarik perhatian publik sebab ia merupakan penyandang tunarungu. Wanita berusia 32 tahun yang aktif di bidang sosiopreneur ini dipercaya Jokowi untuk menjadi juru bicara presiden di bidang sosial. Angkie Yudistia merupakan pendiri Thisable Enterprise, yakni lembaga pusat pemberdayaan ekonomi kreatif bagi penyandang disabilitas yang berhasil menyalurkan penyandang disabilitas bekerja di sejumlah perusahaan termasuk perusahaan milik negara alias BUMN.

    Jokowi menyebut Angkie sebagai sosok muda yang aktif di organisasi, termasuk organisasi internasional dan dikenal oleh masyarakat luas sebagai perempuan muda yang menginspirasi. Angkie mendirikan lembaga Thisable Enterprise dengan tujuan untuk memberdayakan kelompok disabilitas Indonesia agar memiliki kemampuan dan keterampilan, dan menyalurkannya ke dunia kerja. Menurut dia, saat ini kelompok disabilitas masih kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Angkie berharap lewat keberadaan Thisable Enterprise, kalangan disabilitas mampu bersaing dalam dunia kerja sehingga perekonomian mereka dapat terangkat dengan baik.

    Pro-Kontra Pelantikan Stafsus Milenial 

    Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menghadirkan tujuh stafsus dari kalangan milenial dalam lingkaran pemerintahannya menuai dukungan dari berbagai kalangan. Di antaranya, Politisi PDI Perjuangan Mufti Anam mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang mengangkat banyak stafsus dari kalangan milenial, dan membuktikan bahwa Presiden adalah seorang visioner. Kehadiran stafsus milenial, dipercaya akan memperkaya perspektif Presiden Jokowi dalam mengambil kebijakan strategis, mengingat di era teknologi ini perubahannya luar biasa dinamis, dan dasar-dasar kebijakan berbasis inovasi harus digerakkan. Selain itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga mengatakan bahwa fenomena birokrasi di Indonesia saat ini banyak yang menyulitkan masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai bahwa kehadiran tujuh stafsus milenial itu dapat memberikan alternatif solusi kepada presiden agar birokrasi Indonesia dapat berjalan fleksibel dan tak kaku ke depannya.

    Meskipun banyak menerima dukungan serta apresiasi dari banyak tokoh dan politisi, kehadiran tujuh stafsus milenial ini juga menuai kontra terutama dari partai oposisi pemerintah. Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Fathul Bari menilai, penunjukan staf khusus Presiden Joko Widodo masih bernuansa bagi-bagi jatah kekuasaan dan bertentangan dengan komitmen Jokowi sejak 2014 untuk membangun Kabinet Kerja dan tidak bagi-bagi kursi. Selain itu, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera juga menilai bahwa tugas dan fungsi Staf Khusus Presiden ini akan tumpang tindih dengan Kantor Staf Presiden (KSP), sehingga Mardani menanyakan urgensi adanya staf khusus tersebut. 

    Meski punya segudang potensi dan semangat, tujuh stafsus milenial itu tidak luput dari bully para warganet. Salah satu yang kritikannya cukup pedas adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut stafsus milenial Presiden Jokowi hanya pajangan, alasannya para stafsus tersebut tak berwenang menetapkan kebijakan. Salah satu stafsus yang “rajin” menjawab risakan warganet terhadap stafsus adalah Billy Mambrasar. Menanggapi Fadli Zon, Billy mengatakan bahwa mereka bukanlah kosmetik dan kelompok manusia bodoh yang haus jabatan. Mereka menerima tawaran untuk menjadi stafsus karena kecintaan mereka untuk Indonesia bukan karena kekuasaan dan uang. Lantas, apa saja peran yang sudah dijalankan oleh ketujuh Staf Khusus Presiden yang berasal dari kalangan milenial ini?

    Harapan, Prestasi, dan Kontroversi

    Dari tujuh staf khusus presiden dari kalangan milenial, ada 4 stafsus yang menuai polemik dan ramai diperbincangkan belakangan ini. Yang pertama adalah Gracia Billy Mambrasar. Saat dilantik menjadi staf khusus Presiden, Billy mendorong terciptanya pengusaha dari kalangan milenial, khususnya di kawasan Indonesia timur seiring terbangunnya Papua Youth Creative Hub. Ia mengaku ingin membangun Indonesia dari Papua, dan melahirkan 100 entrepreneur setiap tahunnya baik dari Papua maupun Indonesia timur, agar kesejahteraan dapat meningkat.

    Sebagai stafsus, Billy sempat mengungkapkan hasil kerjanya. Ia dan stafsus milenial lainnya mengaku telah berjam-jam menyusun konsep pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila. Melalui kicauan yang diunggah ke Twitter pada 29 November 2019, Billy seakan ingin membuktikan karyanya setelah sempat sebelumnya diremehkan oleh beberapa pihak.

    Namun, belum dua minggu menjabat sebagai Staf Khusus Presiden, pada tanggal 2 Desember 2019 nama Billy Membrasar mencuat dan menjadi topik pemberitaan di media karena kicauan kontroversialnya di media sosial Twitter. Dapat dilihat pada Word Cloud bahwa pada tanggal 2 Desember 2019, ‘billy’ merupakan kosa kata yang paling banyak disebutkan di pemberitaan.

    Word Cloud – 2 Desember 2019

    Cuitan Billy Mambrasar sempat menuai kritik dari warganet karena ada frasa “kubu sebelah”. Dalam kicauannya di akun @kitongbisa, Billy pada Sabtu, 30 Desember 2019 menulis: “Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan.”

    Billy meminta maaf atas cuitannya tentang ‘kubu sebelah’ yang sempat menimbulkan kehebohan di dunia maya. Ia menjelaskan tidak bermaksud tendensius ke masyarakat mana pun. Ia pun telah mengklarifikasi dan menghapus cuitannya tersebut guna menghindari polemik berlanjut. Sejumlah warganet mempertanyakan istilah “kubu sebelah” yang oleh kebanyakan mereka diartikan sebagai kubu Prabowo – Sandi pada zaman Pilpres. Namun, Billy menjelaskan bahwa warganet nampaknya salah mengartikan maksud cuitannya itu. Staf khusus Presiden Jokowi ini mengatakan bahwa yang dimaksud “kubu sebelah” adalah haters dan orang yang pesimistis.

    Kesalahan Billy Mambrasar yang mencuit ‘kubu sebelah’ terkait pembahasan Pancasila pun dimaklumi oleh Anggota Komisi III DPR Habiburokhman,. Menurut Habiburokhman, jiwa muda memang masih sering khilaf. Ketua DPP Partai Gerindra itu justru mengapresiasi langkah Billy yang langsung meminta maaf ketika tahu cuitannya mengundang kontroversi. Anak muda diharapkan tidak gengsi meminta maaf.

    Kemudian, memasuki bulan Maret 2020 masyarakat Indonesia dihebohkan dengan munculnya virus Covid-19. Dalam situasi ini, kinerja Stafsus milenial semakin menjadi sorotan. Pada tanggal 16 Maret 2020 muncul pemberitaan bahwa Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia menyebarkan hoaks soal deteksi corona cuma 10 detik dengan cara tarik napas. Angkie menuliskan di Instagramnya “Di masa inkubasi, virus mungkin belum terdeteksi (ketika check-up). Tunggu sudah bersin-bersin atau batuk. Cek diri yang paling mudah seperti yang di Taiwan. bangun pagi, tarik nafas yang dalam, lalu tahan 10 detik. Kalau batuk, kemungkinan besar segera ada tindakan.” Aksi Angkie Yudistia tersebut dikecam oleh publik mengingat statusnya sebagai staf khusus Presiden. Angkie pun akhirnya menghapus postingan hoaks deteksi corona dengan cara tarik napas tersebut dan meminta maaf kepada publik.

    Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai ketujuh stafsus milenial Presiden Joko Widodo dianggap tidak berguna di tengah situasi wabah virus corona atau Covid-19 yang menyebar di Indonesia. Ia mengatakan para stafsus tersebut juga gagal berperan aktif dalam meredam panic buying akibat isu corona di Indonesia.

    Kemudian, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menyentil para stafsus milenial Presiden Jokowi tersebut dan menanyakan di mana mereka saat Indonesia tengah dalam situasi seperti saat ini. Melalui akun Twitternya, @msaid_didu, Said Didu mencuitkan “Ke mana semua staf khusus milenial Presiden yg digaji puluhan juta saat negara hadapi krisis seperti saat ini? #IndonesianeedLeader”. 

    Menanggapi situasi pandemi Covid-19, stafsus Adamas Belva Syah Devara mengajak anak muda untuk memerangi hoaks terkait virus corona. Ia pun mengatakan “Bukan waktunya saling menjatuhkan atau saling membully. Ayo bertanya pada diri sendiri “apa yang bisa saya lakukan untuk negeri?”. Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan.”  Namun, Ketua DPP Gerindra Iwan Sumule menyoroti pernyataan stafsus milenial Presiden Joko Widodo itu dalam menghadapi pandemi virus Covid-19. Ia menyatakan bahwa apa yang dilakukan Adamas Belva Devara terlalu mudah sebagai seorang pejabat negara sebab kata-kata bijak yang disampaikan Stafsus milenial, juga bisa dilakukan oleh masyarakat yang lain 

    Rakyat pun mulai mempertanyakan dan mengkritik kinerja stafsus milenial Presiden Jokowi. Maksud dari Jokowi mengenalkan staf khusus milenial adalah agar pemerintah dekat dengan kaum milenial, sehingga jarak antara penguasa dan anak-anak muda akan dijembatani oleh para anak muda. Namun, staf khusus milenial Presiden Jokowi dinilai banyak melakukan kesalahan fatal sehingga mencoreng nama baik Presiden.

    Memasuki bulan April 2020 beredar surat bertanda tangan Staf Khusus Presiden RI Andi Taufan Garuda Putra kepada para camat seluruh Indonesia untuk bekerja sama dengan dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19. Dalam surat yang berkop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia itu, Andi mencantumkan PT Amartha Mikro Fintek untuk turut bekerja sama dalam program penanggulangan Covid yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Melalui keterangan dalam surat tersebut, Andi menuliskan bahwa petugas lapangan Amartha akan berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Ketika dilantik, Presiden Joko Widodo meminta Andi Taufan Garuda untuk mengembangkan inovasi di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jokowi mengatakan, Taufan merupakan salah satu putra terbaik bangsa. Ia mendapatkan banyak penghargaan inovasi atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM. Tetapi, akibat perbuatan Andi Taufan yang memakai kop surat berlogo Sekretariat Kabinet dan menunjuk perusahaan sendiri untuk berkoordinasi dengan Camat se-Indonesia, anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi keberadaan para staf khusus milenial presiden karena kerap melakukan blunder. Alvin mengatakan, Presiden Jokowi juga harus meninjau kembali urgensi keberadaan staf khusus presiden. Surat Andi Taufan tersebut dikecam sebagian warganet. Mereka berpendapat, tindakan itu melibatkan perusahaan pribadi, apalagi sampai mengirimkan surat ke camat untuk membantu aktivitas perusahaannya merupakan hal yang tidak pantas.

    Presiden pun didesak untuk segera mengevaluasi kinerja dan memecat stafsus milenial yang mempunyai posisi atau jabatan di tempat lain terutama yang menyalahgunakan jabatannya sebagai staf khusus untuk kepentingan pribadi dan kelompok yang bersangkutan.

    Tak lama setelah skandal Andi Taufan ini mencuat, pada tanggal 16 April 2020 giliran Staf Khusus Adamas Belva Syah Devara yang menjadi sorotan publik karena mendapat proyek aplikasi prakerja senilai Rp 5,6 triliun. Ketika dilantik, Belva Devara mempunyai misi memanfaatkan teknologi untuk memajukan bidang pendidikan dan memaksa perubahan adopsi teknologi untuk kebaikan pendidikan di Indonesia. Dengan tetap menahkodai Ruangguru, dia pun diharapkan dapat terus memberikan masukan inovasi baru yang relevan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Namun, keterlibatan aplikasi Ruangguru yang didirikan oleh Adamas Belva Syah Devara di program kartu prakerja disinggung oleh Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nasidik. Rachland mengatakan pertumbuhan ekonomi dalam pandemi ini diprediksi minus, bisnis terpuruk, PHK di mana-mana. Tapi negara malah menyediakan Rp 5,6 triliun untuk pelatihan online. Kebijakan ini bukan saja tak perlu tapi juga dinilai korup bila mitra yang ditunjuk adalah perusahaan milik stafsus Presiden. Kemudian, menurut ahli filsafat Rocky Gerung, penunjukan Ruangguru sebagai aplikator Program Kartu Prakerja seperti telah membuka tabir adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan conflict of interest di lingkaran Presiden Joko Widodo.

    Pengunduran Diri Belva Devara dan Andi Taufan

    Pada tanggal 21 April 2020, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri dari posisinya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Dia mengaku keputusannya ini karena tidak mau membuat polemik berkepanjangan terkait program Kartu Prakerja dan Ruangguru. Keputusan ini pun sudah disetujui oleh Kepala Negara. Mundurnya Belva Devara dari posisinya pun menuai pujian dari berbagai kalangan. Budayawan Sudjiwo Tedjo dan Pengamat Politik Denni Siregar salut atas keberanian Belva ini. Belva dinilai sebagai sebuah contoh yang baik bagi generasinya. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, yang sebelumnya sempat menantang debat Belva Devara pun mengapresiasi mundurnya Belva Devara dari posisi Stafsus Presiden, sebagai bentuk pertanggungjawaban milenial untuk lebih profesional dalam menjalankan bisnisnya.

    Menyusul Belva Devara, CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, juga mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Pengajuan pengunduran diri tersebut diajukan pada 17 April 2020 dan diklaim telah disetujui Jokowi. Maraknya pemberitaan mengenai mundurnya Andi Taufan rupanya membuat frekuensi pemberitaan memuncak  pada 24 April 2020. Pemberitaan pun didominasi oleh sentimen positif sebab mundurnya Andi Taufan menuai pujian dan apresiasi dari berbagai pihak.

    Peak Time – April 2020

    Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah mempercayakan dirinya untuk menjabat sebagai Stafsus Presiden. Langkah Andi Taufan Garuda Putra yang mengikuti jejak Adamas Belva Syah Devara untuk mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Presiden Jokowi diapresiasi oleh Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade. Andre mengapresiasi langkah kedua stafsus milenial Presiden ini sebab ini menjadi pembelajaran bagi mereka dan kita semua untuk perbaikan bangsa yang lebih baik.

    Pasca mundurnya Belva Devara dan Andi Taufan, Wakil Ketua Komisi II Yaqut Cholil Qoumas menyebut staf khusus milenial tidak banyak memberi manfaat bagi Presiden Joko Widodo. Ia menganggap para stafsus milenial justru mengganggu kerja Presiden Jokowi dengan menimbulkan kegaduhan publik, dan memunculkan persepsi negatif bagi pemerintahan era Jokowi.

    Sementara itu, pengamat politik Satyo Purwanto menilai, sejak awal rencana perekrutan stafsus milenial bukan untuk diberdayakan. Perekrutan stafsus milenial hanya bentuk pencitraan digitalisasi ekonomi nonkonvensional. Ia pun menyarankan sebaiknya para stafsus milenial tersebut dibubarkan sebab pada akhirnya bukan prestasi politik yang didapat oleh Jokowi, justru memperburuk kinerja presiden, khususnya dalam hal penanganan wabah covid-19 akibat konflik kepentingan yang dilakukan oleh para stafsus milenial tersebut.

    Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi staf-staf khusus dan juga pembantunya di tingkat eksekutif. Ia mengatakan, saat ini presiden membutuhkan pikiran dan tenaga ekstra untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Staf-staf khusus presiden dinilai belum bisa berkontribusi secara maksimal dan masyarakat belum merasakan hasil kerja mereka. Padahal, staf khusus presiden semestinya dapat membantu presiden mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah maupun rakyat Indonesia.

    Demikian pantauan Netray terkait prestasi dan kontroversi 7 stafsus milenial Presiden Joko Widodo dari portal media berita daring. Kehadiran stafsus milenial Presiden ini memang masih menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, terutama setelah munculnya skandal yang dilakukan oleh dua orang stafsus presiden Andi Taufan Garuda Putra dan Adamas Belva Devara. Presiden Joko Widodo pun diminta untuk meninjau kembali urgensi keberadaan staf khusus milenial agar tidak semakin memberatkan pekerjaan presiden, mengingat masih ada masalah ekonomi, sosial, pendidikan, pengangguran, dan lain-lain, dan semua itu harus mendapatkan perhatian dengan baik.

  • Kabar Sektor Pertanian Di Tengah Pandemi Covid-19

    Kabar Sektor Pertanian Di Tengah Pandemi Covid-19

    Penyebaran Covid-19 ke berbagai wilayah menyebabkan lumpuhnya aktivitas masyarakat yang berimbas pada multisektor. Berbagai sektor yang terdampak mengakibatkan permasalahan sosial dan ekonomi. Tidak sedikit para pekerja yang harus kehilangan pekerjaan dan pendapatan akibat pandemi ini.

    Netray memantau kabar dari salah satu sektor yang tengah ikut berjuang saat pandemi ini semakin meluas, yaitu sektor pertanian. Bagaimanakah kabar sektor pertanian di tengah pandemi saat ini?

    Berdasarkan pantauan Netray, ditemukan pemberitaan terkait sektor pertanian sebanyak 1,373 artikel dengan didominasi 45% kategori pemerintahan. Topik seputar pertanian tersebut dipantau sejak 17 April 2020 s.d 22 April 2020. Selama periode tersebut terdapat 96 Media yang menerbitkan pemberitaan terkait pertanian.

    Sektor pertanian menjadi salah satu garda depan dalam menangani Covid-19 hal tersebut berkaitan dengan ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan menjadi sumber imunitas bagi masyarakat. Dengan demikian, apabila sektor ini mengalami kelumpuhan maka akan menimbulkan permasalahan sosial ekonomi yang semakin parah.

    Menurunnya jumlah permintaan dirasakan oleh sebagian petani. Mereka meminta kebijakan pemerintah agar BUMN dapat menjadi offtaker. Sehingga hasil panen masih dapat terjual dan pemerintah telah menyetujui hal tersebut. Mengurangi dampak dari Covid-19 pemerintah berencana akan memberikan insentif untuk petani.

    Meski di tengah kondisi pandemi para petani tetap memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat melalui pemberitaan terkait penyuluh dan petani NTT yang diapresiasi oleh Kementan. Hal tersebut menjadi bukti pertanian tidak berhenti meski tengah pandemi Covid-19. Di tengah kondisi saat ini ketersediaan pangan menjadi hal utama yang harus dipastikan oleh pemerintah. Demikian pentingnya peran dari lumbung pangan yang dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat.

    Mengenai hal ini Menko RI menyiapkan kebijakan untuk memberikan stimulus bagi petani. Di tengah pandemi saat ini, pemerintah tidak hanya memastikan produksi untuk pangan melainkan juga keseimbangan supply dan demand bahan pangan. Dalam hal ini, stabilitas harga juga menjadi catatan yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

    Pemberitaan di atas menjadi kabar baik sektor pertanian. Bahkan dalam focus group discussion virtual Duta Petani Milenial Sandi Octa Susila menyampaikan, pandemi ini dapat menjadi kesempatan milenial untuk ikut terlibat menjaga ketahanan pangan dengan ikut mendistribusikan hasil dari sektor pertanian. Sebagai salah satu sektor yang dinilai paling tahan banting milenial dapat memanfaatkan momen ini dengan mengembangkan produktivitas berbasis IT dan e commerce dengan model pengemasan yang menarik dan aman dari Covid-19.

    Terkait topik ini Republika menjadi Top Portal dengan menerbitkan 86 artikel selama periode pemantauan. Selain itu, Menteri Pertanian juga menjadi Top Person pada pantauan Netray terkait Kabar Sektor Pertanian di Tengah Pandemi. Menanggapi hal tersebut bagaimanakah tanggapan warganet Twitter?

    Menanggapi isu tersebut, sentimen cuitan warganet Twitter didominasi oleh sentimen negatif. Melalui pantauan Netray setidaknya ditemukan total cuitan sebanyak 28.1K.

    Terlihat cuitan populer dan cuitan terbaru warganet yang menanggapi isu terkait sektor pertanian. Melalui cuitan tersebut terlihat komentar warganet yang menilai pemerintah lelet dalam menangani sektor pertanian. Warganet juga menilai pemerintah mengabaikan sektor pertanian dan lebih memperhatikan Ojek Online. Namun terdapat juga warganet yang mendukung dan memberikan semangat pada Presiden.

    Ketahanan pangan menjadi salah satu senjata utama dalam melawan Covid-19. Tidak sedikit warganet yang menyampaikan dukungan terhadap petani dan melayangkan tagar #BersatuJagaPangan. Dukungan ini juga disampaikan oleh Jangkung Handoyo Mulyo, sebagai Pengamat Pertanian ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kementan.

    Melalui pantauan Netray, dalam jaringan percakapan Twitter ditemukan akun @jokowi merupakan akun yang paling banyak ditandai oleh warganet terkait topik sektor pertanian.

    Pandemi ini menyebabkan efek pada multisektor yang dapat berimbas pada permasalahan sosial dan ekonomi. Sebagai pembuat kebijakan pemerintah memiliki peran besar dan masyarakat sebagai pelaksana kebijakan tersebut harus dapat mendisiplinkan diri. Hal ini guna memutus rantai penyebaran dan dampak yang dapat berkepanjangan.

  • Polemik Stafsus ‘Milenial’ Jokowi hingga Tantangan Debat Terbuka

    Polemik Stafsus ‘Milenial’ Jokowi hingga Tantangan Debat Terbuka

    Dalam kurun waktu seminggu terakhir ini dari 15-21 April 2020, staf khusus (stafsus) milenial Presiden Joko Widodo sedang hangat diperbincangkan di portal media berita daring dan media sosial Twitter, khususnya tindakan dua Stafsus Jokowi yaitu Andi Taufan Garuda Putra yang menggunakan surat berkop Sekretariat Kabinet yang ditujukan kepada para camat terkait permintaan dukungan kepada perusahaan PT Amartha Mikro Fintek yang dipimpinnya, serta  proyek kerjasama dalam program Kartu Prakerja yang melibatkan Ruangguru, perusahaan milik Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Belva Devara.

    Polemik inipun memicu reaksi dari berbagai kalangan, baik politisi maupun masyarakat pada umumnya. Salah satu yang juga banyak disorot oleh media yaitu tantangan Ekonom muda INDEF Bhima Yudhistira kepada Adamas Belva Syah Devara untuk melakukan debat terbuka. Netray, menelusuri pemberitaan terkait insiden yang melibatkan stafsus milenial Jokowi serta ajakan debat terbuka ini di portal media berita daring. Seperti apakah tanggapan tokoh-tokoh masyarakat mengenai polemik ini dan tantangan debat tersebut? Berikut pantauan Netray selengkapnya.

    Polemik Stafsus Jokowi

    Berdasarkan pantauan Netray, dalam kurun waktu 15-21 April 2020 terdapat 496 artikel terkait polemik Staf Khusus Presiden Joko Widodo  dari 70 portal media berita daring. Sebanyak 331 artikel didominasi berita dengan sentimen positif selama kurun waktu pemantauan terkait topik tersebut.

    Mayoritas artikel yang dipublikasikan menyoroti ranah Pemerintahan sebanyak 72,38% dari keseluruhan pemberitaan, dan ranah Ekonomi sebanyak 20,36%. Frekuensi pemberitaan cenderung landai sejak 15 hingga 20 April 2020, tetapi melonjak secara signifikan sebanyak kurang lebih 4 kali lipat pada tanggal 21 April 2020.

    Sentiment Trend News
    Peak Time News

    Seperti yang diketahui, Presiden Jokowi memiliki 7 Staf Khusus Milenial dan 4 diantaranya pernah melakukan kesalahan dan telah meminta maaf. Keempat stafsus milenial tersebut yaitu Andi Garuda, Billy Membrasar, Angkie Yudistia, dan Belva Devara. Belakangan, publik dihebohkan dengan tindakan Stafsus Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra yang menggunakan surat berkop Sekretariat Kabinet yang ditujukan kepada para camat terkait permintaan dukungan kepada perusahaan PT Amartha Mikro Fintek yang dipimpinnya. Dalam surat tersebut, Andi memperkenalkan dirinya kepada semua camat di Indonesia selaku Staf Khusus Presiden. Surat tersebut dikecam oleh sebagian warganet sebab menurut mereka tindakan itu melibatkan perusahaan pribadi dan tidak pantas. Andi Garuda diketahui telah menarik dan meminta maaf terkait hal tersebut.

    Alan Christian Singkali, Direktur Pendidikan Institute for Action Against Corruption (IAAC), mengapresiasi permohonan maaf Andi Taufan. Namun, ia menyatakan meskipun Andi Taufan mengaku tidak berniat menggunakan APBN/APBD, pengumpulan dana publik (donasi) dengan instruksi kepada camat dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum tindak pidana korupsi (Tipikor). Ia pun menilai ada konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dalam surat itu. Maka dari itu proses evaluasi harus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku bagi pejabat publik.

    Oleh sebab itu, Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Stafsus Jokowi) disarankan melepas jabatan pribadi di perusahaan-perusahaan yang dipimpin mereka. Alasannya, jabatan ini rentan konflik kepentingan dengan status mereka sebagai stafsus. Kemudian, naiknya insiden tersebut pun memicu desakan dari warganet agar Stafsus Andi mundur dari jabatannya. Tak hanya warganet, Peneliti ICW, Egi Primayogha meminta Presiden Jokowi untuk memecat stafsus yang telah melakukan penyimpangan atau menggunakan jabatannya sebagai untuk kepentingan pribadi dan kelompok yang bersangkutan. 

    Tokoh masyarakat seperti Lestantya R. Baskoro, wartawan senior, dosen Etika dan Investigasi Reporting Jurusan Jurnalistik Fakultas Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta berpendapat bahwa publik bisa menduga Andi sengaja menggunakan surat berkop Sekretariat Kabinet justru karena ia paham surat dengan simbol Burung Garuda – lambang negara- ini efektif “menekan” para birokrat di bawah. Yang ia luput sadari – justru sebagai generasi milenial yang melek digital – surat tak lazim semacam itu pasti segera viral ke mana-mana. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie juga berpendapat kasus ini ada indikasi korupsi juga dengan mencari keuntungan di balik wabah virus corona.

    Terkait proyek kerjasama dalam program Kartu Prakerja yang melibatkan Ruangguru, perusahaan milik Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Belva Devara, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno mengaku prihatin sebab ia menilai saat ini masyarakat butuh kepercayaan terhadap pemerintah dalam penanganan wabah virus Covid-19. Oleh karena itu, Sandiaga berpesan kepada stafsus milenial untuk menyampaikan informasi secara transparan sehingga tak ada kecurigaan terkait konflik kepentingan dalam program pemerintah.

    Tantangan Debat Terbuka

    Tantangan Debat Terbuka

    Nama Ekonom Muda INDEF Bhima Yudhistira mencuat serta mulai banyak disebutkan di media berita daring sejak tanggal 19 April 2020, dan memuncak pada tanggal 21 April 2020. Ada 126 artikel yang secara khusus menyebutkan tokoh Ekonom Muda INDEF Bhima Yudhistira dari total keseluruhan 496 artikel yang membahas mengenai polemik stafsus milenial ini.

    Mencuatnya nama Ekonom Bhima Yudhistira dipicu oleh tantangan debat terbuka kepada Stafsus Milenial Presiden Belva Devara yang diajukannya melalui unggahan Instagram miliknya pada Minggu, 19 April 2020. Debat terbuka ini sengaja diajukan oleh Bhima guna membahas Kartu Prakerja dan beberapa permasalahan vital Indonesia lainnya, dengan tujuan untuk memahami gagasan milenial dalam berkontribusi untuk perekonomian negara. Bhima mengkritik konflik kepentingan di tubuh para asisten langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Padahal, menurutnya publik telah memiliki ekspektasi dan harapan yang sangat tinggi terhadap mereka. Namun, adanya konflik kepentingan yang mereka lakukan merusak ekspektasi itu.

    Terkait ajakan debat terbukanya ini, Bhima mengaku sudah berupaya melakukan komunikasi dengan CEO Ruangguru Adamas Belva. Namun hingga pemberitaan tersebut diturunkan belum ada jawaban dari yang bersangkutan. Bhima menegaskan, ajakan debat terbuka ini merupakan inisiatif pribadinya sebagai seorang ekonom tanpa membawa lembaga yang selama ini menaunginya, INDEF.

    Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta (Unas), Saiful Anam mengaku mendukung debat tersebut, sebab itu merupakan kesempatan bagi stafsus milenial untuk menunjukkan kepantasan sebagai stafsus presiden dan publik pun paham kemampuan stafsus milenial dalam memecahkan masalah. Menurutnya, jika Belva Devara tidak menanggapi undangan dari Bhima Yudhistira tersebut, maka publik akan memberi penilaian buruk pada kualitas CEO Ruangguru itu dan para Staf Khusus Milenial Jokowi yang lain. Sementara jika tantangan diterima, maka publik bisa mendapat tontonan menarik dan berkualitas dari kalangan milenial.

    Ahli filsafat, Rocky Gerung juga mendukung langkah Bhima Yudhistira mengajak debat Adamas Belva Syah Devara lantaran penunjukan Ruang Guru sebagai aplikator Program Kartu Prakerja seperti telah membuka tabir adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan conflict of interest di lingkaran Presiden Joko Widodo. Menurutnya, bukan hanya Belva Devara yang harus diajak debat, melainkan semua lingkaran pemerintah, sebab dia menduga kasus Belva seperti sebaran virus corona yang tidak terlihat tapi berbahaya.

    Mundurnya Belva Devara

    Pada tanggal 21 April 2020, pemberitaan mengenai kasus konflik kepentingan dan abuse of power yang dilakukan oleh stafsus milenial Jokowi memuncak ketika CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri dari posisinya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Dia mengaku keputusannya ini karena tidak mau membuat polemik berkepanjangan terkait program Kartu Prakerja dan Ruangguru. Keputusan ini pun sudah disetujui oleh Kepala Negara.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Jokowi memahami alasan pengunduran diri yang disampaikan Belva. Sejak awal, Jokowi ingin anak muda berkontribusi untuk kemajuan Indonesia  dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak-anak muda terkait tata kelola pemerintahan.

    Mundurnya Belva Devara sebagai Stafsus Presiden mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Langkah CEO Ruangguru itu dinilai memberikan tradisi politik dan contoh akhlak yang baik. Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan langkah Belva tersebut patut diapresiasi sebab menjadi spektrum dan energi baru dalam politik Indonesia, bagaimana anak muda memberikan contoh akhlak yang baik, mundur demi kebaikan yang lebih baik lagi, serta memiliki rasa malu. Dia pun menantang para politisi senior untuk belajar dan merenung dari sikap yang dilakukan Belva untuk mundur secara terhormat jika sudah dianggap tidak mampu, menjadi beban dan seterusnya.

    Pengamat Komunikasi Politik Ari Junaedi juga mengungkapkan bahwa pilihan Belva mundur dari Stafsus Jokowi sudah sangat tepat. Mundurnya Belva ikut menyelamatkan citra Jokowi dari tudingan tidak sedap, yakni memanfaatkan posisi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

    Perbincangan di Media Sosial

    Polemik stafsus milenial Jokowi dan tantangan debat terbuka yang diajukan oleh Bhima Yudhistira pun tak luput dari berbagai komentar warganet di Twitter. Kasus ini mulai banyak mendapat sorotan di Twitter mulai tanggal 20 April 2020 dan melonjak pada tanggal 21 April 2020. Sentimen cuitan pada kurun waktu 15-21 April 2020 didominasi sentimen netral. Namun, jumlah sentimen negatifnya lebih tinggi dari sentimen positifnya. Dapat dilihat pada grafik di bawah, dari 4.013 tweets, 1.088 diantaranya bersentimen negatif, dan 690 bersentimen positif.

    Sentiment Trend Twitter
    Peak Time Twitter

    Pada tanggal 20 April 2020, kosa kata seperti ‘milenial’, ‘stafsus’, dan ‘debat’,menjadi Top Words di channel Twitter. Kemudian, pada tanggal 21 April 2020, kosa kata yang menjadi Top Words di channel Twitter yaitu ‘belva’, ‘devara’, ‘stafsus’, dan ‘mengundurkan’.

    Top Words Twitter – 20 April 2020
    Top Words Twitter – 21 April 2020

    Jumlah cuitan pada tanggal 20 April 2020 naik menyusul pemberitaan di portal media berita daring tentang ajakan debat terbuka Ekonom Muda INDEF Bhima Yudhistira kepada Stafsus Jokowi Belva Devara. Mayoritas warganet mengecam tindakan stafsus milenial tersebut dan mendukung Bhima Yudhistira yang menantang debat terbuka. Ada pula yang mendesak agar Andi Taufan dan Belva Devara mengundurkan diri saja dari jabatannya sebagai stafsus Presiden.

    Namun, ada juga beberapa warganet yang memberikan dukungan kepada Belva Devara untuk menjawab tantangan debat tersebut untuk membuktikan integritasnya sebagai Stafsus Presiden Joko Widodo.

    Tanggapan Warganet Perihal Pengunduran Diri Belva Devara

    Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai portal media berita daring, pada tanggal 21 April 2020, Belva Devara mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Pada hari yang sama, frekuensi cuitan mengenai topik ini pun melesat hingga hampir 3 kali lipat dari hari sebelumnya. Gambar di bawah ini merupakan surat terbuka pengunduran diri Belva Devara yang diunggah ulang oleh @ravioputra di akun Twitter-nya, dan menjadi salah satu Popular Media yang terpantau oleh Netray. Gambar ini mendapatkan 18,063 favourites dan di-retweeted sebanyak 8.113 kali oleh warganet. Lantas, bagaimanakah tanggapan warganet Twitter mengenai mundurnya Belva Devara?

    Berdasarkan hasil pantauan Netray, cuitan warganet terkait topik ini pada 21 April 2020 secara keseluruhan jumlah sentimen negatifnya lebih banyak dibandingkan positif. 

    Akan tetapi, jika dilihat dari Social Network Analysis report, akun Twitter Belva Devara @AdamasBelva yang menjadi Top Mentioned User masih banyak menerima mentioned didominasi sentimen netral pada tanggal tersebut.


    Hal itu disebabkan, masih banyak warganet yang mengapresiasi pengunduran diri Belva Devara seperti yang dicuitkan oleh akun Twitter @raviopatra, yang menjadi Top Retweeted User terkait topik ini.

    Demikian pantauan Netray terkait polemik Staf Khusus Presiden Joko Widodo dari portal media berita daring maupun media sosial Twitter. Mundurnya Adamas Belva Syah Devara sebagai staf khusus (stafsus) ‘milenial’ Presiden Joko Widodo (Jokowi), memang membuat banyak pihak melontarkan komentar pro dan kontra. Beberapa tokoh masyarakat berpendapat pengunduran diri CEO Ruangguru itu sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo belum tentu menghilangkan polemik di tengah masyarakat terkait dengan respons terhadap pemilihan Ruangguru yang ditunjuk sebagai mitra pelaksana Kartu Prakerja.

    Akan tetapi, langkah yang diputuskan Belva Devara untuk memilih hengkang dari posisinya sebagai Stafsus Presiden dan fokus menjalankan bisnisnya juga banyak menerima apresiasi dari banyak pihak sebab memberikan contoh bahwa sebagai sosok milenial, sangat penting untuk menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan yang bisa saja muncul saat masuk dalam lingkup pemerintahan.

  • Pantauan Netray: Review Kartu Prakerja di Media Sosial Twitter

    Pantauan Netray: Review Kartu Prakerja di Media Sosial Twitter

    Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar di berbagai sektor kehidupan. Salah satu sektor yang terdampak langsung adalah ekonomi. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa dirumahkan karena sejumlah perusahaan sudah tidak mampu lagi menanggung beban finansial yang terus mencekik. Para pekerja di bidang pariwisata menjadi yang paling terpuruk nasibnya hingga sejauh ini. Ribuan karyawan di-PHK menghiasi media pemberitaan selama bulan April ini. Pemerintah kemudian mencoba menenangkan para buruh dan karyawan yang terdampak dengan menawarkan program Kartu Prakerja. Sejak peluncurannya pada Maret lalu, program Kartu Prakerja terus diperbincangkan warganet. Ada yang merasa mendapat angin segar namun ada pula yang menyoroti ketidakefektifan program tersebut di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

    Netray melakukan pantauan pembahasan topik Kartu Prakerja di media sosial Twitter selama kurun waktu 1-20 April 2020. Dari pantauan ini, dapat diketahui bagaimana masyarakat membahas topik tersebut di Twitter. Apakah Kartu Prakerja merupakan solusi yang tepat atau justru kurang efektif di tengah kondisi pandemi saat ini? Berikut pantauan Netray selengkapnya.

    Infografik Pembahasan Topik Kartu Prakerja di Twitter

    Selama bulan April, topik Kartu Prakerja diperbincangkan sebanyak 42,5 ribu kali oleh 19 ribu akun di Twitter. Topik ini memperoleh impresi sebanyak 1,4 juta dengan potensi jangkauan hingga 172,7 juta akun.

    Dari total 42,5 ribu cuitan yang membahas topik Kartu Prakerja, 17,6 ribu di antaranya memuat sentimen negatif. Bahkan, sentimen negatif terlihat mengungguli sentimen positif selama periode 1-20 April 2020. Puncaknya terjadi pada 14-15 April 2020 dengan total 3-3,5 ribu sentimen negatif dari total 8 ribu cuitan terkait topik ini. Apa yang menjadi bahasan warganet sehingga topik ini ramai diperbincangkan pada 14 April dan banjir sentimen negatif? Berikut selengkapnya.

    Puncak Pembahasan Topik 14 April; Kartu Prakerja, Belva dan Ruangguru

    Topik Kartu Prakerja ramai diperbincangkan pada sore hingga malam hari, kurang lebih sejak pukul 16:00 WIB. Puncaknya terjadi pada pukul 18:00 WIB. Sentimen netral-negatif mengikuti pembahasan topik Kartu Prakerja pada periode tersebut. Berikut kumpulan kosakata yang paling banyak dicuitkan warganet pada 14 April 2020.

    Dari kumpulan kosakata tersebut terlihat bahwa warganet banyak membahas topik Kartu Prakerja, mulai dari pelatihan online, peserta, cara mendaftar, hingga membicarakan program pemerintah secara umum. Namun, dalam pembahasan topik ini muncul kata stafsus atau yang merupakan kependakan dari Staf Khusus. Bahkan muncul nama belva dan salah satu aplikasi bimbel online ruangguru di dalam kumpulan kosakata pantauan Netray. Apa kaitannya dengan topik Kartu Prakerja? Berikut penelusuran Netray.

    Dari penelusuran Netray terkait cuitan populer pada 14 April 2020 dapat diketahui bahwa stafsus yang ramai diperbincangkan dalam kaitannya dengan topik Kartu Prakerja adalah Belva Devara. Belva Devara merupakan pemilik sekaligus CEO Ruang Guru yang dilantik sebagai salah satu staf khusus Presiden pada November 2019 lalu. Keikutsertaan Ruangguru sebagai mitra resmi pemerintah dalam pelatihan online Program Kartu Prakerja dipertanyakan. Akun @RachlanNashidik bahkan berkali-kali mengkritisi program pelatihan online dalam Kartu Prakerja. Ia lebih menginginkan anggara program Kartu Prakerja sebanyak 2o triliun dialihkan untuk bantuan langsung tunai. Terlebih lagi ia juga mempertanyakan masalah anggaran dana pelatihan online sebesar 5,6 triliun yang hanya akan menguntungkan pihak aplikator, termasuk di dalamnya Ruang Guru.

    Review Negatif

    Seperti dibahas di awal, respon negatif paling banyak menghiasi perbincangan topik Kartu Prakerja di Twitter. Berikut beberapa cuitan populer warganet dengan sentimen negatif untuk topik Kartu Prakerja selama periode 1-20 April 2020.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-128.png

    Dari beberapa cuitan populer terkait topik Kartu Prakerja di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar warganet kurang setuju dengan program tersebut. Warganet merasa program pelatihan online yang ditawarkan Kartu Prakerja tidak efektif mengingat pelatihan online yang ditawarkan di Youtube dengan akses gratis saat ini mudah ditemui. Warganet juga menyoroti anggaran yang digelontorkan dalam program Kartu Prakerja sebanyak 2o triliun tersebut sebaiknya disalurkan dalam wujud bantuan tunai kepada warga terampak Covid-19 atau untuk keperluan APD. Selain masalah ketidakefektifan pemanfaatan dana Kartu Prakerja, sentimen negatif topik Kartu Prakerja juga disebabkan oleh adanya isu keterlibatan Belva Devara atas penujukan Ruangguru sebagai aplikator resmi dalam pelatihan online Kartu Prakerja. Selain menginginkan penghapusan program Kartu Prakerja dan pengalihan anggaran dana untuk kepentingan Covid-19, warganet juga meminta pemecatan stafsus yang dinilai korup

    Review Positif

    Meskipun sentimen negatif untuk topik Kartu Prakerja pada periode 1-20 April lebih banyak daripada sentimen positifnya, Netray mencoba menelusuri bagaimana bentuk respon positif warganet menanggapi Kartu Prakerja selama periode tersebut. Dari total 6 ribu cuitan bersentimen positif, berikut adalah cuitan yang paling banyak mendapat impresi dari warganet lain.

    Terlihat bahwa sejumlah warganet masih antusias dan menaruh harapan pada program Kartu Prakerja. Warganet berharap bahwa Pelatihan Ketrampilan, Insentif Uang Saku, dan Sertifikan yang diberikan dalam paket Kartu Prakerja dapat menunjang perekonomian keluarga dan negara pada umumnya. Warganet juga menganggap program Kartu Prakerja sebagai terobosan bagus dan bermanfaat.

    Top Inisiator

    Berikut top inisiator dalam pembahasan topik Kartu Prakerja selama periode 1-20 April 2020. Sebagian besar merupakan akun media berita online. Media berita Kompas menjadi yang paling banyak membahas topik ini dengan total 138 cuitan selama periode tersebut.

    Jaringan Percakapan

    Berikut jaringan percakapan pembahasan topik Kartu Prakerja berdasarkan akun yang paling banyak mendapat impresi.

    Berikut contoh cuitan dari beberapa akun yang banyak mendapat impresi dari warganet dalam pembahasan terkait topik Kartu Prakerja.

    Sementara itu, akun yang paling banyak disebut dalam pembahasan topik ini adalah Presiden RI Joko Widodo.

    Berikut beberapa cuitan warganet yang menyebut akun @jokowi.

    Sentimen negatif membanjiri akun @jokowi. Sebagian besar warganet mempertanyakan urgensi program Kartu Prakerja dibandingkan dengan bantuan langsung yang dapat dirasakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

    Demikian pantauan Netray terkait pembahasan topik Kartu Prakerja di Twitter selama periode 1-20 April. Dari pantaun ini setidaknya dapat diketahui bagaimana masyarakat merespon program tersebut di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sentimen negatif menghiasi pembahasan topik ini di Twitter. Sebagian besar warganet menilai program Kartu Prakerja kurang efektif untuk mengatasi persoalan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. Warganet juga menyarankan anggaran yang cukup besar dalam program ini sebaiknya dialihkan untuk bantuan yang dapat dirasakan langsung oleh warga terdampak Covid-19 bukan dalam bentuk program pelatihan online yang sebenarnya bisa didapatkan secara gratis di kanal Youtube atau semacamnya .

  • Nasib Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

    Nasib Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

    Sejak Januari 2020 dunia dihebohkan dengan menyebarnya Covid-19 ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Mudahnya virus tersebut menyebar mengakibatkan lumpuhnya aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Bagaimana pembahasan media pemberitaan dan warganet terkait pariwisata di tengah kondisi pandemi ini. Simak hasil pantauan Netray.

    Netray memantau perkembangan pemberitaan terkait topik pariwisata selama 30 hari, sejak tanggal 22 Maret s.d 20 April 2020. Selama periode tersebut ditemukan pemberitaan sebanyak 2,388 artikel terkait topik pariwisata dan mendominasi sebanyak 48,24%.

    Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak parah dari Covid-19. Minimnya jumlah wisasatawan mengakibatkan tutupnya sejumlah hotel dibeberapa wilayah di Indonesia. Bahkan dampak ini telah dirasakan sejak Januari. Akibatnya, pemberhentian tenaga kerja tidak dapat terelakkan, hingga beberapa pemandu wisata harus beralih profesi dan memilih kembali ke kampung halaman.

    Terhentinya pemasukan dari UMKM dan sektor pariwisata disejumlah daerah berdampak pada perekonomian. Pemerintah memperkirakan sektor pariwisata akan kembali bangkit pada tahun 2021. Meski hingga saat ini belum diketahui kapan akhir dari penyebaran Covid-19 ini.

    Salah satu pemberitaan terkait sektor pariwisata dimuat oleh Detik.com yang melaporkan lebih dari 1.500 jumlah hotel yang tutup di seluruh Indonesia. Angka jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah dan terjadinya lockdown dibeberapa wilayah juga menyebabkan ditundanya 26 penerbangan Garuda dan hal ini juga berdampak pada perusahaan layanan pariwisata yang menerima tingginya permintaan refund tiket.

    Berdasarkan pantauan Netray terlihat Joko Widodo, Sri Mulyani Indrawati, dan Wishnutama menjadi Top Initiator pada topik ini. Ketiga tokoh tersebut menjadi Tokoh yang paling banyak disebut disetiap artikel media pemberitaan. Selain itu, Detik juga menjadi Top Portal dengan jumlah artikel terkait pariwisata mencapai 187 artikel.

    Perbincangan Warganet Twitter

    Selain memantau melalui media pemberitaan online, Netray juga memantau terkait topik pariwisata di Twitter. Dalam periode yang sama Netray menemukan perbincangan terkait topik Pariwisata lebih dari 39ribu cuitan.

    Selama sebulan terakhir perbincangan terkait sektor pariwisata terus menjadi sorotan dan perbincangan di media sosial. Pasalnya pemerintah tengah membangun sektor ini sebagai salah satu sumber pemasukan negara. Serta tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggantungkan ekonominya pada sektor ini. Terlihat pada 16 April perbincangan terkait topik ini mencapai 5.168 cuitan.

    Untuk dapat mengurangi terjadinya PHK akibat terpukulnya sektor ini pemerintah meminta meminta untuk dapat mengambil langkah mitigasi secepatnya. Mitigasi merupakan tindakan mengurangi dampak bencana. Pemerintah juga mengatakan akan terjadi booming pariwisata pada tahun 2021 dan memprediksi pandemi ini akan berakhir pada akhir tahun ini.

    Penyebaran wabah ini menjadi badai untuk perekonomian pada tahun ini. Terlihat melalui pantauan Netray beberapa wilayah dengan warna yang lebih terang menjadi Top Entities Locations, diantarayanya Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan yang juga terdampak parah kasus Covid-19. Selain itu, melalui word cloud dapat diamati pergerakan isu dan pembahasan warganet melalui kosa kata yang kerap digunakan dalam cuitannya.

    Berdasarkan pantauan Netray beberapa cuitan di atas menjadi cuitan populer topik ini. Sebagian warganet juga mengungkapkan kekesalannya pada pemerintah yang dinilai tidak tegas sejak awal kemunculan wabah ini, dan justru menggenjot pariwisata, khusunya WNA yang berpotensi dapat menyebarkan virus ini. Kekesalan tersebut diungkap oleh beberapa akun, salah satunya akun@rockygerung_rg yang mendapat like 4.834 dan diretweet sebanyak 1740 kali.

    Dalam Media Populer pantauan Netray, terlihat akun @KompasTV memuat pemberitaan terkait upaya pemerintah untuk menggenjot pariwisata dengan mendatangkan turis asing dari China, Korsel dan Jepang. Namun Wisnutama selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengataka belum berniat untuk datangkan turis asing. Ditengah pandemi yang tengah berlangsung hal tersebut tentu hanya akan menuai kontra dan pergolakan masyarakat yang tengah berjuang memutus rantai penyebaran Covid-19, bahkan beberapa negara memilih untuk me-lockdown wilayah mereka.

    Meski belum diketahui kapan pandemi ini akan berakhir ada baiknya untuk masyarakat tetap optimis dan ikut mendisiplinkan diri. Selain kebijakan pemerintah, kesadaran diri masyarakat juga sangat berperan untuk memutus penyebaran wabah Covid-19 ini.

  • Pantauan Netray: Prediksi Ekonomi RI dI Tengah Pandemi Covid-19

    Pantauan Netray: Prediksi Ekonomi RI dI Tengah Pandemi Covid-19

    Memasuki bulan Maret 2020, masyarakat dihebohkan dengan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia. Penyebaran virus ini ke berbagai wilayah berdampak pada berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya di bidang kesehatan, melainkan berimbas pada perekonomian Indonesia.

    Netray, menelusuri pemberitaan terkait dampak pandemi Covid-19 pada perekonomian Indonesia yang diutarakan oleh berbagai tokoh di media berita daring. Bagaimanakah pembahasan terkait perekonomian Indonesia di media pemberitaan? Bagaimana tanggapan warganet terkait hal tersebut? Berikut hasil pantauan Netray.

    Dampak Ekonomi Akibat Corona

    Berdasarkan pantauan Netray, dalam kurun waktu 16 Maret – 14 April 2020 terdapat 5.584 artikel terkait dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dari 115 portal media berita daring. Sebanyak 4.635 artikel merupakan berita dengan sentimen positif selama periode pantauan topik tersebut.

    prediksi ekonomi RI
    Sentiment Trend News

    Mayoritas artikel yang dipublikasikan menyoroti ranah Pemerintahan sebanyak 47,09% dari keseluruhan pemberitaan, dan ranah Ekonomi sebanyak 35,91%. Sedangkan, puncak jumlah pemberitaan topik tersebut paling banyak muncul pada 31 Maret 2020 dan 14 April 2020.

    Peak Time News

    Pada 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menandatangani Perppu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan yang menambah alokasi belanja serta pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani wabah virus corona (Covid-19).

    Jokowi juga mempersiapkan berbagai bantuan untuk masyarakat bawah, salah satunya dengan menggratiskan listrik bagi warga miskin selama 3 bulan untuk menekan dampak dari Covid-19.

    Sementara itu pada tanggal 14 April 2020, para pimpinan negara anggota ASEAN membahas dampak pandemi Covid-19 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dilaksanakan secara virtual. Dari pertemuan tersebut diberitakan bahwa pada konteks sosial ekonomi, para pimpinan ASEAN memberikan perhatian terhadap UMKM dan kelompok rentan lainnya. 


    Salah satu contohnya yaitu pedagang pasar tradisional di Salatiga yang terdampak wabah virus Corona (Covid-19) dikarenakan menurunnya jumlah pengunjung pasar. Selain itu, gelombang PHK juga mulai terjadi di Indonesia, seperti pernyataan Perkumpulan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) yang menyebutkan bahwa 12 hotel di Kota Solo terpaksa tutup dan merumahkan 151 karyawan akibat pandemi ini. 

    Beberapa pihak menyatakan bahwa potensi PHK ini tidak hanya menimpa buruh harian lepas tetapi tidak menutup kemungkinan juga pekerja kantoran akan bernasib serupa jika wabah Covid-19 terus berkepanjangan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun menyebutkan bahwa gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di dunia. Meskipun demikian, pemerintah akan melihat apa yang bisa dilakukan terhadap sektor swasta guna membantu perusahaan agar tidak melakukan PHK. Oleh sebab itu pemerintah harus mempersiapkan strategi yang tepat dalam rangka mengantisipasi banyaknya pekerja yang mengalami PHK terkait pandemi Covid-19 yang telah melanda di Tanah Air.

    Mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, ekonomi Indonesia yang terdampak COVID-19 bisa menambah jumlah pengangguran baru di Indonesia. Dia memperkirakan skenario paling buruk ada tambahan 5,3 juta orang pengangguran baru di Indonesia. Tentunya hal ini memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat sebab diprediksikan bahwa akan ada kenaikan kemiskinan sekitar 1,1 juta orang hingga 3,78 juta orang dalam kondisi paling buruk.

    Lalu seperti apakah prediksi perekonomian Indonesia di tengah wabah Covid-19 ini?

    Prediksi Ekonomi RI

    Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan mengalami perlambatan. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,5%, angka itu turun separuhnya dari tahun 2019 sebesar 5,0%. Selain itu, menurut Asian Development Outlook (ADO) 2020, pandemi Covid-19 bersamaan dengan penurunan harga komoditas dan gejolak pasar keuangan yang berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia tahun ini. Kemudian, Center of Reform on Economics (CORE) juga memprediksikan bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami pertumbuhan negatif sebab ada potensi penyebaran Corona di Indonesia berlangsung lebih dari dua kuartal. 

    Sementara itu, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan. Namun, proyeksi bisa berubah apabila wabah virus corona terjadi secara berkepanjangan. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan skenario terberat pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 akan berada di posisi 0,3 persen hingga minus 2,6 persen akibat virus corona.

    Ia menyebut kuartal kedua 2020 merupakan periode terberat untuk perekonomian Indonesia. Saat ini, pemerintah hanya mampu melakukan mitigasi dengan memberikan stimulus dan kebijakan-kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi dan sistem keuangan dalam negeri. Untuk menahan jatuhnya pertumbuhan ekonomi, Menteri keuangan menuturkan pemerintah akan mengerahkan APBN 2020 pada tiga prioritas, yakni sektor kesehatan, jaring pengaman sosial (social safety net), dan dukungan kepada dunia usaha.

    Respon Warganet

    Para pakar ekonomi dari berbagai lembaga telah menyatakan bahwa ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan negatif karena adanya pandemi ini. Penurunan dalam bidang perekonomian ini mempengaruhi nasib karyawan yang dirumahkan oleh berbagai perusahaan di berbagai industri. Gelombang PHK yang sedang marak terjadi di Indonesia saat ini menjadi salah satu dampak Covid-19 yang santer diperbincangkan di sosial media Twitter. Kemudian, dari 25.999 cuitan yang membahas soal PHK ini, hampir 70% yaitu sebanyak 18.012 cuitan di antaranya bersentimen negatif.

    Sentiment Trend Twitter

    Cuitan pengguna Twitter mengenai isu ini cenderung landai sampai akhir Maret 2020. Namun, mulai April 2020 terjadi kenaikan jumlah cuitan dan melonjak pada tanggal 8 April 2020 dengan total 3.242 cuitan. Jumlah cuitan tersebut mengalami fluktuasi hingga tanggal 14 April 2020, tetapi frekuensinya tetap tinggi.

    Peak Time Twitter

    Kosa kata seperti ‘karyawan’, ‘pekerja’, ‘corona’, ‘ramayana’ dan ‘dirumahkan’ menjadi Top Words pada tanggal 8 April 2020.


    Jumlah cuitan melonjak pada hari itu bersamaan dengan munculnya berita PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, melakukan PHK terhadap 87 karyawan tetapnya di Ramayana City Plaza Depok yang disebabkan oleh anjloknya penjualan akibat pandemi Covid-19. 

    Isu tersebut memantik reaksi warganet yang ikut merasa sedih dan khawatir dengan maraknya gelombang PHK di berbagai sektor industri. Tidak hanya Ramayana yang merumahkan karyawannya, namun sejak 8 April 2020 tercatat lebih dari 1,000 hotel di seluruh Indonesia ditutup karena pandemi ini dan ribuan perusahaan merumahkan karyawannya.

    Berbagai seruan dilontarkan oleh warganet Twitter menanggapi isu ini. Salah satunya, tagar #StopPHKdiTengahCorona mulai digaungkan pada tanggal 14 April 2020. Pada tanggal tersebut, sudah ada jutaan pekerja yang terkena PHK. Meluasnya pandemi ini menyebabkan dilema besar untuk masyarakat pada umumnya. Namun dilema ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan, melainkan para pengusaha atau pelaku bisnis serta pelaku UMKM. Seperti dicuitkan akun @Nadine_Oliv yang kurang setuju dengan tagar #StopPHKdiTengahCorona. Pasalnya para pelaku UMKM yang terdampak corona juga merasakan bisnis mereka tidak dapat berjalan akibat kondisi pasar yang sepi, sementara itu bahan baku yang mahal menyebabkan hilangnya omzet. 

    Jika penyebaran Covid-19 berlangsung lama tentu akan berimbas pada perlambatan ekonomi yang lebih mengkhawatirkan. Seperti halnya prediksi oleh beberapa tokoh terkait kondisi perekonomian di Indonesia.

    Berdasarkan Social Network Analysis Report, akun @jokowi selaku presiden RI menjadi akun yang banyak mendapat mentions dari warganet terkait isu ini. Meski didominasi mentions bersentimen negatif, namun terdapat beberapa cuitan bersentimen positif yang ditujukan untuk Jokowi, seperti tanggapan warganet mengenai bantuan pemerintah untuk 6 juta pekerja yang di-PHK.

    Social Network Analysis

    Demikian pantauan Netray terkait dampak serta prediksi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19 melalui portal media berita daring maupun media sosial Twitter. Pertumbuhan ekonomi negatif diprediksikan oleh pakar ekonomi dari berbagai lembaga, termasuk Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Hal tersebut “didukung” oleh turunnya penghasilan pelaku UMKM dan beberapa perusahaan di berbagai sektor industri. Sehingga berimbas pada merebaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sentimen negatif mendominasi media sosial Twitter terkait topik tersebut. Selama periode 16 Maret – 14 April 2020 mengindikasikan dilema dan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi Indonesia apabila penyebaran Covid-19 terus belangsung. Hal tersebut akan menambah gelombang PHK yang menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

    Saat ini, Pemerintah tengah berupaya dan menyiapkan berbagai kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi dan sistem keuangan dalam negeri. Semoga kebijakan tersebut menjadi solusi untuk masyarakat yang rentan dan telah di-PHK. Adanya bantuan langsung tunai, penggratisan tarif listrik, dan bantuan lainnya yang tepat sasaran sangat membantu warga yang terdampak pandemi ini. Meskipun prediksi perekonomian memiliki kabar buruk namun masyarakat diharap tetap optimis dan mendisipkan diri agar penyebaran rantai Covid-19 ini dapat terputus.

  • Kontroversi Pembahasan Omnibus Law di Tengah Pandemi

    Kontroversi Pembahasan Omnibus Law di Tengah Pandemi

    Desakan sejumlah kelompok masyarakat sipil agar DPR dan Pemerintah menunda pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah pandemi covid-19 tak menyurutkan langkah DPR untuk tetap melanjutkan pembahasan tersebut. Sejak RUU Omnibus Law Cipta Kerja diserahkan kepada Badan Legislasi pada 2 April lalu, media dan masyarakat semakin ramai menyerukan penundaan hingga penolakan pembahasan Omnibus Law di media.

    Netray menelusuri pembahasan Omnibus Law di media pemberitaan online dan media sosial Twitter untuk melihat bagaimana media menyoroti topik tersebut. Lalu, apakah masyarakat sepakat dengan kelanjutan pembahasan Omnibus Law yang kini sudah berada di meja Baleg tersebut? Berikut pantauan Netray selengkapnya.

    Topik Omnibus Law di Media

    Dari pantuan Netray, total teradapat 483 artikel terkait topik Omnibus Law yang diterbitkan oleh 59 portal media berbeda dalam kurun waktu 1-13 April ini. Media menyoroti topik ini dalam ranah Pemerintahan (82%) dan Ekonomi (8%).

    Pembahasan topik Omnibus Law ramai diperbincangkan media pada tanggal 2-3 April 2020 ketika DPR sepakat membawa RUU Omnibus Law Cipta Kerja untuk diserahkan ke Badan Legislasi (Baleg).

    Gelombang Penolakan dari Sejumlah Lembaga

    Sejumlah partai besar seperti PAN, PDIP, hingga PKS menyerukan penundaan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) krusial oleh DPR RI dan lebih mengutamakan sikap terhadap pandemi corona.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-96.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-103.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-112.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-100.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-118.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-121.png

    Meski masa sidang telah dibuka, DPR diharapkan fokus pada penanggulangan wabah covid-19 terlebih dulu. Pasalnya, pembahasannya memerlukan keterlibatan banyak pihak dan rumit. Ada 79 undang-undang yang hendak dikompilasi dengan 11 klaster substansi pembahasan. Sejumlah pihak menilai bahwa pembahasan Omnibus Law di tengah pandemi kurang efektif dan kurang maksimal.

    Berbagai lembaga swadaya masyarakat pun terus menyuarakan penundaan pembahasan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja yang sejak awal mendapat tentangan dari publik. Gelombang penolakan dari berbagai serikat buruh pun kian menggema.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-110.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-101.png

    Sejumlah buruh bahkan mengancam akan melakukan aksi pada akhir April apabila pembahasan omnibus law terus dilanjutkan. Mengingat kondisi yang terjadi saat ini, hal tersebut justru akan mengacaukan kebijakan pemerintah dalam memerangi covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar yang melarang perkumpulan masa akan menjadi kacau apabila sejumlah buruh benar-benar melakukan aksi menolak pembahasan Omnibus Law.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-105.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-119.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-108.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-116.png

    Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun menolak keras sikap DPR RI yang telah menyepakati Omnibus Law RUU Cipta Kerja untuk dibahas di Baleg. Menurutnya, pembahasan RUU tersebut sebaiknya dilakukan setelah pandemi covid-19 berakhir. Presiden KSPI Said Iqbal juga menambahkan bahwa akan ada 50 ribu buruh yang siap turun ke depan gedung DPR RI untuk mendesak pembatalan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Iqbal menyebut para buruh akan tetap melakukan aksi meski di tengah pandemi covid-19.

    Sentimen Negatif Media Untuk Topik Omnibus Law

    Sejalan dengan keinginan berbagai pihak untuk melakukan penundaan dan penolakan terhadap pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja, media pun banyak mengangkat topik ini dengan sentimen negatif.

    Dari 483 artikel terkait pembahasan topik Omnibus Law di media pemberitaan, 191 di antaranya memuat sentimen negatif. Sementara 30 di antaranya adalah berita bersentimen positif. Dari pantauan Netray, sebagian besar media menyoroti penolakan pembahasan Omnibus Law di lingkup DPR dan turut menyampaikan aspirasi sebagian besar masyarakat terkait sikap DPR dalam hal ini.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-99.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-104.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-111.png

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-109.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-113.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-107.png

    Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah situasi pandemi saat ini dinilai tidak punya etika. Media menilai DPR justru memanfaatkan situasi dan bersekongkol dengan pihak yang berkepentingan untuk mencuri kesempatan. Berbagai penilaian negatif, seperti menghianati rakyat, menari di atas penderitaan rakyat, hingga mengamputasi aspirasi rakyat pun terus menggema di jagat pemberitaan pada April ini.

    Gelombang Penolakan di Twitter

    Kontroversi pembahasan Omnibus Law di tengah pandemi juga banyak disuarakan warganet Twitter dalam cuitannya berikut.

    Banyak warganet yang meminta DPR untuk fokus membahas penanganan corona ketimbang melanjutkan Omnibus Law yang kontroversial tersebut. Warganet juga kembali membawa opini pemimpin otoriter dan tidak punya empati.

    Sikap Baleg DPR RI

    Saat ini RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah berada di tangan Badan Legisasi (Baleg) DPR RI. Ancaman buruh untuk melakukan aksi terkait penolakan pembahasan Omnibus Law di tengah pandemi melahirkan sejumlah pertimbangan baru. Seperti yang diberitakan Antara berikut, Baleg akan membahas klaster ketenagakerjaan dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja pada bagian paling akhir pembahasan.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-117.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-120.png
    This image has an empty alt attribute; its file name is image-115.png

    Baleg juga berjanji akan mendengarkan masukan publik dan pembahasan RUU tersebut akan berjalan terbuka serta dilakukan secara hati-hati, cermat, dan mendengarkan masukan masyarakat.

    Demikian pantauan Netray terkait pembahasan Omnibus Law di media. Gelombang penolakan terjadi tidak hanya di Twitter melainkan juga di media pemberitaan online. Sentimen negatif yang cukup banyak menghiasi media pemberitaan terkait topik Omnibus Law pada bulan April ini menunjukkan bahwa media pun ikut menyuarakan aspirasi sebagian besar masyarakat dan mengambil sikap untuk menolak pembahasan Omnibus Law di tengah pandemi.

    Saat ini, Pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR tengah melakukan rapat kerja pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Semoga keputusan yang bijak dan berdampak baik bagi sebagian besar masyarakat dapat tercapai.

  • Monitoring News Netray: Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Monitoring News Netray: Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi pilihan kebijakan pemerintah untuk wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi. Hingga saat ini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui beberapa wilayah dengan status PSBB diantaranya, DKI Jakarta, Banten, Tangerang Raya, Bogor, Depok, Bekasi, dan Kota Pekan Baru Riau. Bagaimanakah pembahasan terkait kebijakan PSBB di media pemberitaan. Berikut hasil monitoring Netray.

    Berdasarkan monitoring Netray ditemukan pemberitaan terkait PSBB sebanyak 9,438 artikel yang dimuat oleh 106 media pemberitaan dengan didominasi topik seputar pemerintahan sebesar 62%.

    Pemberitaan terkait PSBB memuncak pada tanggal 10 April 2020. Pada tanggal tersebut ditemukan sebanyak 1,633 pemberitaan. Pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan PSBB di Ibu Kota. Berikut beberapa pemberitaan pada tanggal 10 April 2020.

    Pada tanggal tersebut pemberitaan terkait PSBB melaporkan mengenai suasana hari pertama penerapan PSBB yang dilaksanakan, bansos, traffic, dan larangan ojek online untuk mengangkut penumpang selama PSBB dilaksanakan. Larangan tersebut yang kemudian menjadi polemik.

    Pemberitaan seputar PSBB berpusat di beberapa wilayah dengan kasus Covid-19 yang tinggi, seperti Jabodetabek yang wilayahnya telah mendapat izin penerapan PSBB. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi. Sementara itu, pelaksaan PSBB di beberapa wilayah di Jabar akan mulai dilaksanakan pada Rabu 15 April 2020.

    Saat penerapan PSBB berlangsung ditemukan peraturan yang kemudian menjadi polemik di lapangan, yaitu terkait ambiguitas Permenhub yang memperbolehkan ojek mengangkut penumpang. Hal tersebut tidak selaras dengan Permenkes yang justru melarang Ojek mengangkut penumpang selama PSBB.

    Dalam melaksanakan PSBB, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Pergub tersebut memiliki 28 pasal yang mengatur seluruh kegiatan di Ibu Kota, baik kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, kegiatan budaya, kegiatan keagamaan, maupun pendidikan.

    Melalui pantauan Netray Kompas menjadi Top Media dalam menerbitkan pemberitaan seputar PSBB diikuti dengan sepuluh portal berita lainnya. Selain itu, dalam topik seputar PSBB, Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi Top Person. Diikuti oleh Joko Widodo selaku Presiden RI, Menkes Terawan Agus Putranto, dan Ridwan Kamil. Keempat Top Person tersebut merupakan nama yang paling banyak disebut dalam topik seputar PSBB.

    Terkait penerapan PSBB tidak hanya dibutuhkan kebijakan dan peraturan dari pemerintah, melainkan juga dibutuhkannya kesadaram dari masyarakat untuk disiplin mengikuti serta melaksanakan himbauan dan peraturan tersebut.

  • Stigma Negatif di Antara Para Pejuang Corona

    Stigma Negatif di Antara Para Pejuang Corona

    Hingga Rabu 8 April 2020, jumlah pasien positif corona telah terkonfirmasi sebanyak 2.956 jiwa dengan 240 di antaranya meninggal dunia dan 222 dinyatakan sembuh (melalui pantauan covid19.netray.id). Pertambahan jumlah pasien positif corona yang hampir mencapai angka 3 ribu jiwa menimbulkan kekhawatiran berlebihan di masyarakat. Stigma negatif pun berkembang bebas seiring meningkatnya jumlah pasien positif corona di Indonesia. Sebagian besar masyarakat memberikan stigma negatif tersebut justru kepada orang-orang yang tengah berjuang menghadapi virus corona. Untuk melihat seberapa gencar stigma negatif berkembang di tengah-tengah masyarakat, Netray menelusuri pemberitaan terkait topik ini di media selama seminggu terakhir. Berikut pantauan Netray.

    Pemberitaan Terkait Stigma Negatif Pejuang Corona di Masyarakat

    Selama seminggu terakhir, setidaknya terdapat 156 artikel dari 50 portal media yang menerbitkan berita terkait stigma negatif sebagian masyarakat terhadap pasien, tenaga medis, hingga jenazah korban covid-19. Dari total tersebut, 47 di antaranya merupakan berita bersentimen negatif, 13 positif dan 96 sisanya bersentimen netral. Berikut grafik pemberitaan terkait stigma negatif masyarakat untuk para pejuang corona di minggu pertama April 2020.

    Pemberitaan terkait stigma negatif masyarakat memuncak pada 2 dan 5 April. Begitu pula dengan sentimen negatif tertinggi yang terjadi pada 5 April 2020. Dari penelusuran Netray, pada 5 April banyak media yang memberitakan salah satu keluarga pasien corona yang mengamuk lantaran ingin memandikan jenazah pasien tanpa campur tangan tenaga medis.

    Kosakata Populer

    Beberapa poin yang kerap dibahas media dalam pemberitaan terkait stigma negatif masyarakat dapat diamati dari kumpulan kosakata yang kerap muncul berikut.

    Pasien corona atau covid-19 dan masyarakat menjadi dua subjek yang paling banyak disorot media. Berikut pembahasan selengkapnya.

    Pasian Covid-19 dan Orang Terdekat

    Dari pantauan Netray untuk pemberitaan di media online diketahui bahwa stigma negatif paling banyak menimpa pasien covid-19 dan orang-orang yang ada di dekatnya, entah mereka positif atau masih berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Seperti yang diberitakan oleh portal Ayo Bandung berikut.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-90.png

    Seorang wanita di Jawa Barat yang telah menjalani karantina mandiri di selama 14 hari dikucilkan masyarakat setempat karena masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    Penolakan dari warga setempat terhadap pasien ataupun orang-orang terdekat yang terpapar covid-19 juga terjadi di Jakarta, Lampung, dan Yogyakarta. Sepeti diberitakan oleh IDN Times berikut, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sudah dinyatakan sembuh berikut bingung hendak tinggal di mana karena ditolak oleh pemilik kost.

    Begitu pula dengan salah satu warga Lampung berikut. Setelah suaminya dinyatakan positif corona, ia mulai dikucilkan dan mendapat sejumlah teror dari warga sekitar. Karena kesal, perempuan tersebut mengancam akan membakar rumahnya sendiri lantaran ia dilarang keluar, meski untuk membeli kebutuhan mendesak.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-87.png

    Sementara di Yogyakarta, satu keluarga bahkan ditolak oleh warga lantaran khawatir dianggap membawa virus corona.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-91.png

    Dalam artikel terbitan Harian Jogja tersebut diungkapkan bahwa keluarga mendapat penolakan karena baru saja melakukan perjalanan dari Bandung. Kepulangannya di Bantul membuat khawatir lantaran Bandung termasuk dalam zona merah persebaran virus corona.

    Tenaga Medis

    Selain menimpa pasien dan orang-orang terdekat yang terpapar covid-19, stigma negatif juga menghampiri para pejuang di garis terdepan; tenaga medis. Banyak dukungan dan apresiasi ditujukan kepada seluruh tenaga medis yang telah berjuang semksimal mungkin memberikan perawatan dan pelayannanya kepada pasien covid-19. Namun, di sisi lain fenomena stigma negatif masyarakat terhadap tenaga medis yang bekerja di rumah sakit atau layanan kesehatan tetap bermunculan.

    Dari pantauan Netray, tenaga medis yang mendapat stigma negatif masyarakat cukup banyak. Sebagian besar mereka dikucilkan oleh warga setempat karena dianggap sebagai pembawa virus.

    Banyak tenaga medis yang akhirnya kebingungan harus tinggal di mana karena kepulangan mereka selalu menghawatirkan warga setempat. Di Bandung, persoalan ini akhirnya diselesaikan oleh pemerintah setempat dengan memanfaatkan hotel sebagai tempat istirahat para tenaga medis. Selain untuk istirahat, di hotel tersebut para tenaga medis dan dokter juga mendapatkan fasilitas kesehatan seperti senam pagi serta jamu untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar.

    Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang sedang menyerang saat ini juga menyebabkan masalah psikologis, tidak hanya masyarakat umum, ODP, PDP dan Pasien Virus Corona, namun juga bagi tenaga medis dan dokter yang saat ini sedang berjuang.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-85.png

    Jenazah Korban Covid-19

    Stigma negatif pada jenazah korban covid-19 juga banyak terjadi akhir-akhir ini. Penolakan jenazah covid-19 dari masyarakat setempat terus dilaporkan oleh berbagai portal media berita. Bahkan, dalam artikel yang dimuat Bangka Pos, penolakan jenazah covid-19 juga melibatkan tindakan anarkis. Sekumpulan warga di Jawa Tengah tersebut dikabarkan melempari tenaga medis yang sedang membawa jenazah pasien covid-19 dengan batu.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-88.png

    Peristiwa menunjukkan lunturnya empati masyarakat terhadap korban virus corona kian hari kian bertambah. Dalam artikel Okezone, penolakan jenazah di beberapa daerah terjadi karena banyaknya informasi yang berkembang di media sosial.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-89.png

    Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas), Sigit Rochadi mengatakan fenomena tersebut dapat terjadi karena masyarakat seringkali lebih mempercayai informasi dari media sosial ketimbang dari pemerintah. Banyak informasi yang menonjolkan aspek-aspek negatifnya saja, sehingga terjadi kekhawatiran yang berlebihan karena minim informasi dan pengetahuan.

    Dari pantauan Netray, penolakan jenazah dan stigma negatif masyarakat terhadap para pejuang corona, baik pasien, keluarga pasien, maupun tenaga medis paling banyak terjadi di wilayah Jawa Tengah.

    Perlunya Sosialisasi yang Lebih Massif

    Fenomena penolakan jenazah covid -19 dan stigma negatif terhadap pasien, orang-orang terdekat yang diduga terpapar virus covid-19 baik ODP, PDP, maupun keluarga pasien, hingga tenaga medis dari sebagian masyarakat dapat terjadi karena edukasi dan sosialiasi yang sangat minim tentang virus corona pada sebagian orang.

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-80.png

    DPR RI mendorong Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama tokoh masyarakat agar secara massif mengedukasi masyarakat terkait standard operational procedure (SOP) dan protokol kesehatan pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi.

    Dalam hal ini, relawan memiliki peran penting dalam menghapus stigma-stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Edukasi masyarakat dengan informasi yang benar tentang Covid-19, mulai dari identifikasi Covid-19, cara penularan, hingga cara pencegahannya menjadi penting dalam memutus mata rantai penyebaran stigma negatif di masyarakat. Dengan demikian, kekhawatiran berlebihan dari masyarakat dapat diminimalisir dan empati masyarakat terhadap para pejuang covid-19 dapat dimaksimalkan. Demikian pantauan Netray terkait stigma negatif yang berkembang masyarakat di tengah pandemi corona. Semoga dapat menjadi evaluasi.

  • Bergerak Bersama: Masyarakat Jogja Usung Tagar #JogjaLawanCorona

    Bergerak Bersama: Masyarakat Jogja Usung  Tagar #JogjaLawanCorona

    Ajakan untuk melawan Covid-19 kini disuarakan dari Jogja. Kota Istimewa ini menyuarakan ajakan untuk bersama-sama melawan Covid-19 dengan mengusung tagar #jogjalawancorona. Salah satu bentuk ajakan tersebut adalah membantu menyediakan APD untuk  tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melawan Covid-19. Netray memantau sebaran penggunaan tagar tersebut di media sosial Twitter dan Instagram. Berikut hasil pantauan Netray.

    Monitoring Media Sosial Instagram #jogjalawancorona

    jogjalawancorona

    Melalui pantauan Netray ditemukan sebanyak 465 postingan dengan menggunakan tagar #jogjalawancorona sejak tanggal 28 Maret 2020 s.d 03 April 2020. Selama periode tersebut postingan warganet Instagram di dominasi oleh sentimen positif.

    Sejak meluasnya penyebaran Covid-19 ke berbagai wilayah menyebabkan krisisnya APD untuk tenaga medis. Demikian halnya Yogyakarta, itulah sebabnya masyarakat Yogya menyuarakan tagar tersebut agar mengajak masyarakat lain ikut berpartisipasi memberikan donasi membantu tenaga medis.

    Puncak penggunaan tagar #jogjalawancorona terjadi pada 31 Maret 2020 ditemukan sebanyak 144 postingan dengan menggunakan tagar tersebut. Sebagian besar postingan berisi mengenai produksi APD dan dapur umum untuk membantu masyarakat pekerja upah harian.

    Tagar #jogjalawancorona banyak disuarakan juga oleh para influencer dan publik figur, salah satunya seperti akun @killthedj. Melalui akun pribadinya penggunaan tagar pada salah satu postingannya mendapat like hingga 1,524.

    Melalui pantauan Netray akun Popular Post banyak berasal dari akun yang juga memiliki banyak followers, seperti akun @infocegatan_jogja, @wonderfuljogja, @Erixsoekamti yang mendapat like mencapai 9,425. Berikut Related Hashtags terkait #jogjalawancorona

    Monitoring Media Sosial Twitter #jogjalawancorona

    Selain menggaungkan tagar tersebut di Instagram masyarakat Jogja juga menggaungkan tagar tersebut di Twitter. Dalam periode yang sama jumlah cuitan dengan tagar #jogjalawancorona di Twitter berjumlah lebih sedikit dibanding dengan Instagram dan didominasi oleh sentimen positif.

    Perbincangan warganet Twitter terkait penggunaan tagar tersebut memuncak pada tanggal 03 April 2020. Pada tanggal tersebut ditemukan sebanyak 134 cuitan dengan tagar tersebut. Adapun perbincangan warganet yaitu menyuarakan ajakan untuk membantu produksi APD untuk tenaga medis.

    Terlihat pada Top Words kata jogjalawancorona, produksi, jahit, bantu dan beberapa kosa kata lainnya menjadi kosa kata populer dalam topik ini. Selain itu, terdapat akun @coconusferaa menjadi Top Initiator dengan sepuluh akun lain yang banyak menyuarakan tagar tersebut.

    Dalam cuitan populer pantauan Netray cuitan akun @killthedj kembali menjadi cuitan populer seperti halnya postingan di akun Instagramnya. Cuitan Musisi Rapper asal Jogja tersebut setidaknya mendapat 305 retweet dan menyukai 795.

    Saling bahu membahu dalam kegiatan kemanusiaan menjadi solusi baik dalam menghadapi musibah pandemi ini. Hendaknya gerakan kemanusiaan seperti gagasan #jogjalawancorona juga menjadi contoh bagi daerah lain. Semoga penyebaran Covid-19 dapat segera terputus dan dunia kembali pulih seperti sediakala.