-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Reklamasi Ancol: Menguruk Laut dan Mengeduk Janji Kampanye Anies Baswedan

Kata “Janji” dalam demokrasi elektoral, tak ubahnya seperti mata uang. Ia menjadi alat tukar yang kerap dihambur-hamburkan selama masa kampanye oleh para politisi. Tujuannya tentu untuk meraup suara pemilih agar ketika memimpin nanti kepentingan mereka dapat terwujud.
Yang paling baru adalah janji tentang penghentian proyek reklamasi teluk Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan. Saat kampanye dulu, Anies memanfaatkan isu ini untuk menggalang dukungan dari warga Jakarta. Singkatnya kemudian ia terpilih, lantas warga menagih janji.
Polemik muncul, ketika sejumlah suara muncul dan masing-masing mengajukan klaim berseberangan. Pemerintah Anies merasa janji kampanye telah ia laksanakan, ketika pada tahun 2018 ia telah mencabut izin reklamasi 13 pulau.
gbr 1
Akan tetapi proyek tersebut tidak berhenti seratus persen. Tahun 2019 Anies menerbitkan IMB untuk 932 bangunan yang berdiri di lahan reklamasi. Sejumlah respon muncul mulai dari ranah hukum hingga demonstrasi jalanan, meski demikian mega proyek ini terus berlanjut.
Pasang Surut Polemik Reklamasi
Pertengahan tahun 2020 ini, polemik reklamasi kembali mencuat. Pemda DKI Jakarta diketahui menerbitkan izin pelaksanaan dan perluasan kawasan Ancol dan Dunia Fantasi. Proyek tersebut membutuhkan reklamasi kawasan Pantai Ancol yang juga berada di teluk Jakarta.
Bagai sebuah magnet, media massa dan warganet sekejap mata kembali terseret ke dalam wacana ini. Apakah pemerintahan DKI Jakarta di bawah Gubernur Anies Baswedan sekali lagi melanggar janji mereka saat kampanye untuk menghentikan proyek reklamasi.
Tentu saja pro dan kontra merebak memenuhi pembahasan media massa dan publik yang diwakili oleh warganet. Untuk memperjelas peta pembicaraan, kita dapat melihat hasil pantauan Netray atas pemberitaan media massa dan cuitan warganet Twitter. Pantauan tersebut dilakukan selama 30 hari dari tanggal 11 Juni hingga 10 Juli 2020.Pemantuan Netray
Netray meninjau 3 kata kunci yakni Anies Baswedan, janji kampanye Anies, dan reklamasi ancol. Secara agregatif terdapat 3,394 berita yang diterbitkan oleh 84 media massa online. Yang terdistribusikan sebanyak 3,260 berita mengandung kata kunci “Anies Baswedan”, 153 berita memiliki kata kunci “janji kampanye Anies”, dan 585 berita berisi “reklamasi Ancol”.

gbr 2 
gbr 3
Dari ribuan artikel dengan penggabungan kata kunci, pemberitaan tentang Anies Baswedan sebagai pemangku otoritas di DKI Jakarta dinilai baik oleh media massa. Terdapat dua ribu lebih artikel yang menyorot pemerintahannya dengan intonasi positif.
Sentimen negatif hampir tak terasa selama separuh lebih rentang waktu pemantauan Netray. Berita miring baru mulai santer terdengar setelah tanggal 27 Juni hingga akhir jendela pemantauan Netray pada tanggal 10 Juli 2020. Meski dengan kata kunci gabungan, berita yang mengandung kata kunci Anies Baswedan, didominasi sentimen positif.
gbr 4 
gbr 5
Sebagian besar membeberkan prestasi dan kinerja kepemerintahan DKI Jakarta dalam menghadapi sejumlah isu di luar isu reklamasi. Seperti berita pembukaan Stasiun Terpadu Tanah Abang hingga penanganan Covid-19.
Namun jika beralih ke dua kata kunci selanjutnya yakni “janji kampanye Anies” dan “reklamasi Ancol”, pemberitaan terkait Anies mengayun ke sentimen negatif (lih. gbr 7). Meskipun untuk kata kunci “reklamasi Ancol” antara sentimen negatif dan positif masih terlihat berimbang (lih. gbr 8).
gbr 6 
gbr 7 
gbr 8
Di sini peran media massa terasa sangat besar dalam memetakan politik di Jakarta. Keyword “janji kampanye Anies” menempatkan Gubernur Anies Baswedan sebagai entitas paling banyak disebut jika dibandingkan dengan aktor yang lain. Sedangkan keyword “reklamasi Ancol” menghadirkan beberapa entitas politik yang memiliki kepentingan masing-masing terkait isu tersebut.

gbr 9 
gbr 10
“Janji” di Mata Warganet
Meski media massa dalam ranah demokrasi memiliki peran untuk membentuk opini publik, terlepas dari ikatan etika dan moral, warganet ternyata memiliki caranya tersendiri ketika merespon isu reklamasi dan janji kampanye Anies Baswedan. Memanfaatkan keyword “reklamasi ancol” dan “janji kampanye Anies”, Netray menghimpun setidaknya ada 3.459 cuitan yang dilakukan oleh warganet Twitter. Dari sekian banyak cuitan, terdapat 44.4 ribu interaksi yang kemungkinan dijangkau 62 juta akun Twitter.

gbr 11 
gbr 12
Sentimen negatif menguasai pembicaraan tentang reklamasi dan janji kampanye Gubernur. Netray menemukan bahwa selama sebulan pemantauan isu, paruh kedua berisi cuitan yang mendeskreditkan kepemimpinan Anies. Hampir tak ada pembicaraan tentang isu ini sebelum Gubernur mengetuk kebijakan.

gbr 13
Akun seperti @GunRomli dan @MARQUEZ__93 menjadi lead dalam mewarnai perbincangan di sosial media Twitter dengan sentimen negatif. Sebagian besar tentu mempertanyakan komitmen Anies yang pernah disampaikan sebagai janji kampanye.

gbr 14 
gbr 15
Meski begitu, tetap akan ada akun-akun pembela kebijakan Gubernur yang menawarkan narasi berbeda dalam melihat isu tersebut. Mereka melihat kebijakan ini tak hanya ditangan Anies dan ditujukan untuk kemaslahatan bangsa.

gbr 16 
gbr 17
Penutup
Permasalahan reklamasi Teluk Jakarta sekiranya akan menjadi komoditas politik untuk memenangkan kontestasi di Daerah Khusus Ibukota. Pasalnya isu ini memiliki aktor penting dalam demokrasi kontemporer (baca: liberal), yakni rakyat kecil dan sektor bisnis. Rakyat kecil selalu dianggap sebagai modal utama untuk meraup suara kala pemilu, sedangkan sektor bisnis adalah ladang uang untuk membiayai cost politik yang selalu membumbung tinggi. -
Lonjakan Kasus Positif Covid-19 dan Sentimen Terhadap Presiden Jokowi di Twitter

Memasuki tatanan New Normal atau kenormalan baru bukan berarti kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Pantauan Netray melalui covid19.netray.id menunjukkan kasus positif Covid-19 terus menanjak bahkan setelah era new normal diterapkan. Pada awal Juni, kasus positif Covid-19 berada di angka 26.940 sedangkan di awal Juli naik menjadi 57.770 atau bertambah sebanyak 30.830 kasus dalam satu bulan. Sementara data terbaru (13/07/20) kasus positif berada di angka 76.981 atau bertambah sebanyak 19.211 kasus. Hal ini melampaui jauh dari perkembangan kasus Covid-19 di bulan sebelumnya yang mengalami pertambahan 9-16 ribu perbulannya. Tak heran apabila warganet Twitter kembali beramai-ramai menyoroti topik tersebut dalam tagar #Covid__19 yang trending pada 10 Juli kemarin bersama tagar #JokowiMundurSajalah.
Media monitoring Netray kemudian menelusuri pembahasan warganet Twitter terkait kenaikan kasus positif Covid-19 yang berkembang dalam tagar #Covid__19 dan diskusi terkait kasus covid-19 di Indonesia pada bulan ini. Secara khusus, Netray juga ingin melihat opini warganet terhadap Presiden Joko Widodo dalam kaitannya dengan penanganan Covid-19 di Indonesia selama sebulan terakhir, baik melalui tagar #JokowiMundurSajalah maupun dalam diskusi warganet di Twitter terkait Covid-19 dan Jokowi.
Perbincangan Topik Seputar Covid-19 dan Jokowi di Awal Juli
Dengan menggunakan kata kunci covid & jokowi, serta corona & jokowi, Netray menemukan 10 ribu perbincangan terkait topik Covid-19 yang dikaitkan dengan entitas Jokowi. Total akun yang turut terlibat dalam diskusi topik ini selama periode 1-13 Juli 2020 ialah sebanyak 6,3 ribu akun. Intensitas warganet memperbincangkan topik Covid-19 beserta entitas Jokowi melonjak pada 4 Juli dan 10 Juli 2020.

Berdasarkan pantauan Netray, lonjakan perbincangan topik yang terjadi pada 4 Juli didominasi oleh sentimen positif. Hal ini disumbang oleh cuitan akun @berlianidris yang memuji kepemimpinan Presiden Jokowi dalam menyelamatkan dunia dari virus corona.

Dalam cuitannya tersebut, @berlianidris turut membagikan artikel yang dipublikasikan oleh Viva.co.id terkait produksi kalung antivirus corona. Bermula dari cuitan tersebut, diskusi terkait penanganan corona di Indonesia, utamanya di bawah kepemimpinan Jokowi melonjak naik. Sentimen positif memang terpantau mendominasi pembahasan topik tersebut pada 4 Juli. Namun, tanggapan yang kontra justru lebih banyak ditemukan.
Dari penelusuran Netray, hal ini karena impresi cuitan positif akun @berlianidris lebih banyak ketimbang impresi cuitan warganet lain yang membahas topik ini. Lihat Top Account di bawah.

Akun @berlianidris yang membuat cuita pro berada di urutan pertama. Sementara akun @UyokBack dan @mas__piyuuu yang membuat cuitan kontra berada di dua urutan setelahnya.
Lonjakan Kenaikan Kasus Positif Covid-19
Perbincangan topik seputar Covid-19 dan kaitannya dengan entitas Jokowi kembali melonjak pada 10 Juli 2020. Intensitas pembahasan topik ini sudah terlihat mengalami kenaikan sejak dua hari sebelumnya, yaitu pada 8 dan 9 Juli yang berada di angka 1-1,2 ribu cuitan dalam sehari.


Terlihat sentimen negatif mendominasi diskusi warganet Twitter terkait topik Covid-19 dan Jokowi selama periode 9-10 Juli 2020. Dari deretan akun populer di atas juga dapat diamati bahwa akun @jokowi, @UyokBack, @hnurwahid serta sejumlah media berita daring seperti @CNNIndonesia dan @kumparan turut berperan dalam menggiring diskusi warganet terkait topik ini. Lalu, apa yang menjadi perbincangan warganet pada periode tersebut sehingga topik Covid-19 dan entitas Jokowi didominasi sentimen negatif? Amati kumpulan Kosakata Populer berikut.

Melihat tagar #jokowimundursajalah yang berada dalam deretan Kosakata Populer, secara sepintas dapat disimpulkan bahwa sentimen negatif dalam pembahasan topik terkait Covid-19 dan Jokowi dipicu oleh naiknya tagar tersebut. Namun, apa yang menjadi penyebab naiknya tagar provokatif tersebut? Siapa inisiatornya? Berikut selengkapnya.
Sentimen Negatif dan Tagar Provokatif #JokowiMundurSajalah
Dari pantauan Netray, warganet ramai membahas lonjakan kasus positif Covid-19 yang pada 9 Juli tersebut dikabarkan menjadi kenaikan harian tertinggi dalam sejarah perkembangan kasus positif Covid-19 di Indonesia, yaitu mencapai 2,657 jiwa. Presiden Jokowi, dalam akunnya @jokowi pun turut menanggapi hal tersebut dan meminta pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam menerapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Warganet kemudian ramai memperbincangkan topik tersebut, baik dalam diskusi di kolom komentar akun @jokowi maupun di Twitter secara luas. Perbincangan terkait lonjakan kasus positif Covid-19 dan kegagalan penurunan kurva kasus Covid-19 di Jawa Timur kemudian mengarah pada kekecewaan warganet terhadap kepemimpinan Jokowi dalam menangani Covid-19 di Indonesia.
Sejumlah warganet bahkan menawarkan opsi kepada Presiden Jokowi untuk mundur dalam aksi tagar #JokowiMundurSajalah yang trending pada 10 Juli 2020. Netray kemudian menelusuri penggunaan tagar ini di Twitter dan inisiator atau akun yang pertama kali menaikkan tagar. Berikut hasilnya.





Dari pantauan Netray, tagar ini diinisiasi oleh akun oposisi @KingPurwa pada 9 Juli 2020 sekitar pukul delapan malam sebelum akhirnya ramai digunakan keesokan harinya oleh akun-akun populer di deretan Top Account di atas.
Tagar #JokowiMudurSajalah efektif digunakan selama 3 hari dengan total 592 akun yang terlibat. Sentimen negatif mendominasi perbincangan warganet dalam arus tagar #JokowiMundurSajalah yang berisi narasi kegagalan Jokowi sebagai pemimpin dalam menanggulangi Covid-19 dan memanjemen ekonomi Indonesia sehingga opsi mundur pun disarankan.
Namun, tidak sedikit juga warganet yang kemudian tidak setuju dengan opsi mundur yang digaungkan oposisi tersebut. Warganet kemudian turut mengisi tagar ini dengan dukungan kepada Jokowi.
Sebagian warganet juga mempertanyakan soal opsi mundur yang dirasa bukan solusi yang tepat di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Daripada sibuk berkoar-koar meminta pemimpin turun karena situasi kacau yang sedang dihadapi, lebih baik bersama-sama saling mendukung agar situasi segera membaik. Begitu kira-kira pendapat warganet menyikapi naiknya tagar provokatif #JokowiMundurSajalah yang sempat naik mengiringi lonjakan kenaikan kasus positif Covid-19 pada 9 Juli lalu.
-
Polemik Khasiat Kalung Eucalyptus, Antivirus Covid-19?

Polemik terkait kalung Eucalyptus yang digadang dapat menjadi antivirus masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang meragukan penemuan yang telah dipatenkan ini. Lalu, bagaimana pantauan media monitoring Netray terkait topik kalung Eucalyptus di media pemberitaan dan bagaimana tanggapan warganet?
Monitoring News Netray

Netray memantau pembahasan terkait kalung eucalyptus sejak tanggal 01 Juli 2020 s.d 13 Juli 2020. Selama periode tersebut ditemukan setidaknya 1.161 artikel terkait yang berasal dari 84 media pemberitaan online.


Inovasi buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan ini telah mendapatkan hak paten meski terus menjadi perbincangan di masyarakat. Masyarakat meragukan khasiat dari bahan dasar minyak kayu putih dapat menjadi penangkal virus Corona.
Bingkai Pemberitaan
Pengembangan eucalyptus sebagai antivirus dinilai kurang tepat, terlebih izin edar dari produk tersebut masuk dalam kategori jamu. Masyarakat pun diminta untuk tidak serta merta percaya akan khasiat yang dijanjikan oleh kalung eucalyptus tersebut. Keraguan tersebut juga disampaikan oleh sejumlah tokoh, seperti Sherina Munaf hingga Mardani Ali Sera.
Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan pemakaian kalung eucalyptus selama 15 menit dapat membunuh 42% virus. Ia juga mengatakan bahwa kalung ini akan diproduksi masal pada Agustus mendatang. Namun menurut ahli, klaim kalung sebagai antivirus Covid-19 dapat menimbulkan misleading. Hal ini dikarenakan klaim antivirus Covid-19 dapat diperoleh bila telah ada hasil spesifik terhadap strain SARS-CoV-2 bukan hasil uji virus Corona secara umum.
Anggapan bahwa kalung tersebut dapat membunuh Covid-19 dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut. Menghindari terjadinya kesalahpahaman, Kementan juga membantah kalung antivirus Corona dapat membunuh Covid-19.
Tanggapan Warganet
Beredarnya pemberitaan terkait kalung antivirus tersebut langsung menjadi perbincangan warganet Twitter. Dalam periode yang sama ditemukan hampir 9ribu cuitan terkait topik tersebut, dengan perbandingan sentimen yang hampir sama.
Sebagian warganet bertanya-tanya terkait khasiat dan kemampuan kalung antivirus tersebut. Namun, tidak sedikit dari mereka yang meragukan buatan Balitbangtan tersebut. Mereka menilai membuat antivirus tidak semudah itu dan klaim produk tersebut dianggap berlebihan.
Top Kategori
Melalui pantauan Netray terlihat beberapa kategori yang menjadi pembahasan media pemberitaan dan perbicangan warganet. Nama Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian pun menduduki kategori Top People diikuti oleh Kementerian Pertanian yang menjadi Top Organization. Berikut jaringan percakapan terkait topik kalung eucalyptus.

Akun @jokowi menjadi akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Selain itu terlihat beberapa akun lain, seperti @kementan dan @Balitbantan.
Kalung antivirus milik Balitbangtan ramai diperbincangkan oleh warganet dan menjadi pembahasan di media pemberitaan online. Hal tersebut menjadi polemik dikarenakan klaimnya yang dinilai berlebihan. Warganet menilai klaim tersebut setidaknya diikuti dengan penelitian dan penyampaian yang jelas sehingga nantinya tidak menjadi kebijakan yang blunder.
-
Felix Nesi, Dari Kekecewaan Berujung Penahanan.

Nama Felix Nesi beberapa waktu belakangan sempat menjadi perbincangan hangat warganet dan media pemberitaan online. Namanya kian santer setelah dirinya memprotes dan berujung pada penahanan. Lalu bagaimanakah hasil pantauan Netray terkait topik ini?
Pantauan News Netray

Berdasarkan pantauan Netray melalui media pemberitaan online terlihat jumlah pemberitaan tidak begitu banyak, total pemberitaan hanya mencapai 16 artikel yang berasal dari 11 media. Adapun kategori pemberitaan sebesar 100% berbicara mengenai hukum.


Terlihat pemberitaan mulai muncul sejak 04 Juli 2020 dan terus menjadi pembahasan hingga 08 Juli 2020 dengan didominasi pemberitaan bersentimen negatif.
Awalnya Sastrawan pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2018 ini memprotes terkait seorang Pastor untuk dipindahkan karena memiliki masalah dengan perempuan. Permasalahan tersebut berkaitan dengan isu pelecehan seksual. Itulah sebabnya Felix meminta Romo Kepala memindahkan Pastor tersebut. Akan tetapi, selang beberapa lama Pastor tersebut tidak kunjung dipindahkan, hingga akhirnya Felix Nesi kembali memprotes dan berujung digelandangnya ia ke kantor Kepolisian Insana.

Dukungan Dari Warganet
Ditahannya aktivis sekaligus sastrawan tersebut menyebabkan dirinya ramai menjadi pemberitaan. Pasalnya tidak sedikit masyarakat yang justru ikut memberi dukungan padanya, hingga akhirnya ia dibebaskan meskipun proses hukum masih berlanjut.

Dalam rentang waktu seminggu perbincangan warganet di Twitter terkait topik Felix Nesi mencapai 149 cuitan dengan didominasi cuitan negatif. Terlihat, topik ini mendapat 16.3K impresi dan potensi pencarian sebesar 18.8M.
Seperti halnya pada pemberitaan, topik ini menjadi perbincangan di Twitter sejak tanggal yang sama, yaitu 04 Juli 2020 dan terus menjadi perbincangan hingga tanggal 09 Juli 2020.
Melalui Media Populer pantauan Netray terlihat unggahan warganet yang menunjukan kondisi dan tangkapan layar dari media sosial milik Felix Nesi. Dalam unggahannya tersebut terlihat Felix Nesi menyampaikan terkait kondisi terkini dirinya yang berada di dalam sel tahanan dan ia juga menjelaskan kronologis kejadian yang ia alami tersebut. Cuitan dari akun @okkymadasari tersebut setidaknya di-retweet sebanyak 1.116 kali.
Selain itu, terlihat juga akun @asumsico yang mengunggah perkataan Felix Nesi yang menyampaikan kekecewaannya terhadap institusi Gereja. Cuitan tersebut menjadi salah satu cuitan populer yang mendapat retweet sebanyak 2.383 kali.
Meski ditetapkan sebagai tersangka, Sastrawan sekaligus Aktivis tersebut justru mendapat dukungan dari warganet. Dukungan tersebut terus mengalir disebabkan warganet menilai apa yang dilakukan oleh Felix Nesi merupakan hal yang benar. Ia dianggap telah berjuang untuk sebuah kebaikan, sehingga warganet berharap keadilan dapat ditegakkan.
Top Kategori
Berikut beberapa Top Kategori pantauan Netray. Terlihat beberapa organisasi, tokoh, maupun fasilitas yang menjadi perbincangan terkait topik Felix Nesi. Selain itu, terlihat pula beberapa portal pemberitaan online yang menyoroti kasus tersebut dan akun @asumsico menjadi Top Accounts yang paling banyak membicarakan topik tersebut.
Melalui Twitter akun @voaindonesiaJgan menjadi Top Organization diikuti oleh beberapa organisasi atau institusi yang juga menjadi perbincangan warganet.
Demikian hasil pantauan Netray terkait kasus Felix Nesi, seorang sastrawan dan aktivis yang rasa kecewanya justru membuat dirinya harus berurusan dengan pihak berwajib. Meski demikian warganet menyadari yang tengah ia perjuangkan adalah hal baik, itulah sebabnya dukungan untuknya terus mengalir.
-
Ekspor Benih Lobster, Regulasi Susi Pudjiastuti Yang Ditenggelamkan

Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 semakin menggelitik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019, Susi Pudjiastuti setelah 31 eksportir resmi mendapat izin ekspor benih lobster dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Ditjen Tangkap).

Pada eranya, Susi telah mengeluarkan Permen KP No. 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah RI. Lalu, Permen ini mendapat revisi dari Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan dalih regulasi lama tersebut telah menghambat dunia usaha dan keterpihakan kepada nelayan kecil.

Klik gambar untuk melihat lebih jelas SOROTAN MEDIA
Perombakan regulasi bukan hal baru dalam dunia pemerintahan, terlebih saat adanya pergantian jabatan dari pemimpin lama kepada pemimpin baru. Pada lingkup kementerian, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat sorotan dari publik terkait dibukanya ekspor benih lobster.

klik gambar untuk lebih melihat lebih jelas Dalam rentang waktu 1 s.d 11 Juli 2020, media monitoring Netray memantau pemberitaan terkait ekspor benih lobster yang mulai dilegalkan oleh pemerintah. Dalam kurun waktu ini terdapat 61 media berita daring yang menyoroti topik tersebut. Pemerintahan membingkai pemberitaan terkait keyword ‘benih lobster’ dan ‘ekspor benih’ ini. Hal ini tidak terlepas dari adanya perubahan regulasi yang dilakukan oleh KKP sehingga Edhy Prabowo dan kementeriannya menjadi kata kunci yang sering dibahas dalam berita ini.

klik gambar untuk lebih melihat lebih jelas Bukan hanya Edhy, Susi Pudjiastuti juga menjadi Top People dalam pemberitaan ini. Mantan menteri ini masih vokal dalam mengkritisi kebijakan yang terkait dengan sumber daya laut Indonesia. Terlebih saat Permen yang dibuatnya kembali dirombak oleh menteri yang baru.


klik gambar untuk melihat lebih jelas Beberapa peraturan Susi yang direvisi menteri Edhy sempat menjadi polemik karena dianggap sudah sesuai jalurnya. Akan tetapi, Edhy memiliki alasan kuat terkait perubahan ini. Peraturan yang resmi diubah, antara lain:
(1) Permen KP No. 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah RI diubah dengan Permen KP No.12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.
(2) Larangan alat tangkap cantrang tertuang dalam Permen KP Nomor 2 Tahun 2015 dan Permen KP Nomor 71 Tahun 2016 dicabut lewat Keputusan Menteri KP No.B.717/MEN-KP/11/2019 tentang Kajian terhadap Peraturan Bidang Kelautan dan Perikanan.
(3) Penghapusan hukuman penenggelaman kapal yang diubah dengan penghibahan kapal kepada nelayan untuk dimanfaatkan.KERAN EKSPOR BENIH LOBSTER TELAH DIBUKA


6 Juli 2020 pemberitaan terkait hal ini memuncak. Dibukanya pintu ekspor benih mencuri perhatian publik, tak terkecuali Susi sebagai mantan menteri dalam bidang ini. Diizinkannya eksportir dalam ekspor benih lobster dianggap adanya pemberian hak istimewa.

Susi tidak hentinya menyuarakan protesnya terkait kebijakan ini. Susi secara tegas menolak adanya ekspor benih lobster. Dalam keterangannya, ia ingin pemerintah secara gamblang menjelaskan alasan terhadap pemberian hak ekspor tersebut.

EDHY: EKSPOR BENIH LOBSTER DEMI KESEJAHTERAAN

Seperti halnya alasan yang telah diungkapkan oleh Edhy Prabowo, kebijakan yang diubah telah dipertimbangkannya dengan kajian secara matang. Dicabutnya larangan ekspor benih ini dirasa memiliki banyak keuntungan bagi negara dan nelayan Indonesia sehingga pemberitaan terkait topik ini didominasi oleh sentimen positif.

Tanggal 6 Juli pemberitaan ini melonjak dengan berbagai macam pembahasan, mulai dari isu adanya ‘backing‘, penolakan, hingga dukungan terhadap menteri KKP ini.
Adanya informasi terkait salah satu eksportir yang merupakan kader Partai Gerindra menyeret Edhy ke pemberitaan negatif. Edhy dinilai hanya menguntungkan beberapa pihak dan partai yang menaunginya. Akan tetapi, ia tak goyah menghadapi isu yang menyerangnya. Edhy menegaskan bahwa keputusan pemilihan eksportir berdasarkan hasil putusan tim.


Klik gambar untuk melihat lebih jelas Dilain sisi, kebijakan ini juga mendapat dukungan dari beberapa pihak. Di antaranya ialah Fahri Hamzah yang merupakan politikus dan mantan wakil ketua DPR RI. Ia menilai, dilegalkannya ekspor ini akan mengurangi bahkan menghilangkan upaya penyelundupan karena adanya keterbukaan kebijakan ekspor. Selain Fahri Hamzah, Partai Nasdem juga menyuarakan dukungan atas kebijakan ini. Seperti halnya pihak pendukung kebijakan, Nasdem menilai hal ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bahkan, Ketua Fraksi Nasdem, Ahmad Ali mengatakan agar Edhy tidak mendengarkan narasi sumbang dari luar dan fokus terhadap kebijakan yang telah dibuat.


klik gambar untuk lebih melihat lebih jelas SOROTAN TWITTER


klik gambar untuk lebih melihat lebih jelas Berbeda dengan media, pada portal Twitter cuitan terkait hal ini didominasi oleh sentimen negatif. Warganet menilai kebijakan ini merupakan permainan politik yang akan menguntungkan pihak terkait saja.




klik gambar untuk lebih melihat lebih jelas Keberadaan politikus, kader Partai Garindra, hingga mantan terpidana penyelundup benih lobster yang menjadi salah satu pemilik dan pemegang saham eksportir yang diizinkan KKP tak luput menjadi sorotan warganet. Hingga terdapat cuitan yang menginginkan agara Edhy Prabowo segera diganti.

Dari gambar di atas, terlihat dalam kurun waktu 1-11 Juli 2020 sentimen negatif dengan total 2.177 tweets menghiasi perbincangan topik terkait keyword ‘ekspor benih’ dan ‘benih lobster’ ini. Kritik terhadap menteri KKP tidak berhenti disuarakan hingga keinginan warganet untuk menghadirkan kembali sosok Susi Pudjiastuti ramai diperbincangkan sehingga akun @susipudjiastuti ramai ditandai warganet.


Regulasi baru yang telah diresmikan kementerian dalam kegiatan ekspor benih tidak lepas dari perhatian Susi Pudjiastuti yang dahulunya memberikan larangan terhadap hal ini. Dengan dalih mensejahterakan nelayan, KKP menjadi cibiran terkait adanya beberapa nama eksportir yang diduga memiliki kedekatan dengan sang menteri Edhy Prabowo. Dengan demikian, dari hasil pantauan media monitoring Netray topik ini ramai diberitakan dan diperbincangkan terkait adanya kebijakan yang berubah 180 derajat dari kepemimpinan sebelumnya sehingga alasan revisi tersebut sempat menjadi polemik.
-
Tuntutan Keringanan UKT Marak di Twitter; Cara Baru Mahasiswa Sampaikan Aspirasi di Tengah Pandemi?

Kondisi ekonomi yang tidak stabil di tengah pandemi diiringi beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus berjalan menimbulkan sejumlah keresahan bagi mahasiswa. Tuntutan penundaan dan keringanan UKT pun beberapa kali melintas dan menjadi trending di media sosial Twitter. Netray kemudian menelusuri pembahasan topik UKT di media sosial dan media berita daring untuk melihat antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya di tengah pandemi.
Bagaimana mahasiswa mengemas aspirasi dan keresahan mereka di Twitter? Seberapa efektif aksi tuntutan mahasiswa yang dilakukan di media sosial? Lantas, bagaimana peran media berita daring dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa tersebut? Berikut hasil pantauan Netray?
Kuliah Daring dan Permasalahan UKT
Seiring dengan diterapkannya sistem pembelajaran via daring di sejumlah perguruan tinggi pada pertengahan Maret 2020, perbincangan terkait permasalahan kuliah daring pun mulai bermunculan, salah satunya adalah soal pembayaran UKT dan beban kuota data.
Dari pantauan Netray, isu seputar UKT mulai diperbincangkan di media sosial Twitter pada akhir Maret 2020. Kurang lebih satu minggu semenjak sistem pembelajaran daring dilaksanakan, sejumlah mahasiswa mulai menyuarakan opini dan keresahannya soal beban pembayaran UKT seperti berikut.


Mengingat sejumlah fasilitas kampus yang tidak lagi diterima mahasiswa dan anggaran dana tambahan yang harus dikeluarkan secara mandiri untuk menunjang pembelajaran daring, mahasiswa di Twitter pun mulai mempertanyakan transparansi alokasi UKT. Mereka juga menuntut potongan hingga pengembalian UKT.
Pola Penyampaian Aspirasi Mahasiswa Terkait UKT di Twitter
Perbincangan warganet soal UKT di Twitter selama kuliah daring berlangsung didominasi oleh sentimen negatif. Sebanyak 20 ribu warganet turut berpartisipasi menyuarakan keresahannya terkait UKT di Twitter. Sejumlah akun komunitas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terpantau masuk dalam deretan Top Akun yang paling banyak mengulas dan mendiskusikan soal UKT. Beberapa di antaranya adalah @undipmenfess, @collegemenfess, @KabarUNY, @UPIfess, hingga @DraftAnakUnpad.
Sementara isu yang dibahas terkait perbincangan soal UKT dapat diurai menjadi beberapa topik besar seperti berikut.
Warna merah yang melabeli topik-topik di atas menunjukkan bahwa isu UKT secara umum dibahas dengan muatan sentimen negatif. Beberapa hal yang menjadi sorotan adalah soal potongan, peniadaan, pengembalian, dan sejumlah strategi terkait peringanan UKT seperti subsidi kuota data untuk kuliah daring. Pembayaran UKT khususnya bagi mahasiswa yang hanya mengambil skripsi juga banyak dibahas. Berikut beberapa tagar terkait topik di atas.

Topik 4 
Topik 5 
Topik 2 
Topik 9 
Topik 8 
Topik 1
Dapat diamati bahwa kesemua topik utama di atas menempatkan tagar #NadiemManaMahasiswaMerana dan #MendikbudDicariMahasiswa di urutan pertama. Sementara sisanya adalah bermacam tagar seperti #KemenagJagoPHP, #NadiemMendengar, #UNYBergerak, #unilaphp, #BebaskanUKTUNY, #UIBergerak hingga #MahasiswaUPITolakBayarUKT. Pada akhirnya, seluruh topik tersebut berujung pada penantian mahasiswa terhadap kebijakan pihak kampus maupun pemerintah dalam meringankan UKT mahasiswa.
Tagar sebagai Alternatif
Gaungan tuntutan keringanan UKT dari mahasiswa dengan berbagai latar belakang perguruan tinggi dapat diamati dari pergerakan tagar trending dalam topik UKT selama periode pandemi seperti berikut.
#AmarahBrawijaya
Tagar ini ramai digaungkan pada 28 April 2020 dan bertahan selama 4 hari berturut-turut dengan total 3,7 ribu cuitan dari 2 ribu akun inisiator. Dari pantauan Netray, tagar ini diinisiasi oleh akun @amarahbrawijaya yang juga menginisiatori tagar #AliansiMahasiswaBrawijaya yang naik pada periode yang sama. Kedua tagar tersebut berisi tuntutan mahasiswa Brawijaya terkait keringanan UKT berupa subsidi kuota sebagai penunjang kuliah daring yang kepada pihak Universitas Brawijaya.
#KemenagJagoPHP
Tagar ini naik pada periode 28 April-2 Mei 2020 dengan total 8 ribu cuitan dari 3,6 ribu akun yang turut terlibat. Inisiator tagar ini adalah @demafisip_uinws. Tagar ini naik ketika Kemenag membatalkan kebijakan potongan UKT sebesar 10% yang sempat ditawarkan pada bulan Maret. Mahasiswa di sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) merasa kecewa terhadap keputusan Kemenag yang dianggap plin-plan tersebut. Selain #KemenagJagoPHP, #KemenagPrank juga turut meramaikan aksi mahasiswa PTKIN tersebut.
#UNYBergerak
Sekelompok mahasiswa UNY turut menyuarakan tuntutannya dalam aksi tagar #UNYBergerak dan #BebaskanUKTUNY. Kedua tagar tersebut naik pada periode 16-21 Mei 2020 dengan diinisiatori oleh sejumlah akun komunitas mahasiswa UNY seperti @UKTuny, @mahasiswauenyeh, @kabarUNY, dan @bebaskanUKTUNY.
#UNNESMenggugat
Beriringan dengan aksi tuntutan pembebasan UKT dari mahasiswa UNY, Aliansi Mahasiswa UNNES pun turut bergerak menyuarakan keresahannya terkait UKT dengan menaikkan tagar #UNNESBergerak, #UNNESMenggugat, hingga #UNNESNgenes. Ketiga tagar tersebut naik pada periode 19-24 Mei 2020 dengan diinisiatori oleh akun @unnesmenfess.
#MahasiswaUPITolakBayarUKT
Tagar ini naik pada periode 20-23 Mei 2020 dengan diinisiatori oleh akun @UPIfess. Dalam 894 cuitan terkait tagar ini, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyuarakan narasi menolak membayar UKT.
Akun komunitas mahasiswa UNY dan UNNES pun turut menyuarakan aksi tolak bayar UKT dan menaikkan tagar yang diusung sekelompok mahasiswa UPI tersebut.
#MendikbudDicariMahasiswa
Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Juni rupanya dimanfaatkan sejumlah mahasiswa untuk menyuarakan kembali keresahan terkait pendidikan dan beban UKT yang mencekik di tengah pandemi. Tuntutan sekelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkait keringanan UKT yang tak kunjung mendapat jawaban menjadi alasan tagar #MendikbudDicariMahasiswa dan #NadiemManaMahasiswaMerana diserukan. Kedua tagar tersebut diinisiatori oleh akun @aliansebem_si dan sejumlah akun komunitas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain. Tak hanya berfokus pada masalah UKT di satu perguruan tinggi, kedua tagar tersebut diserukan sebagai wadah aspirasi seluruh mahasiswa yang menantikan kebijakan Mendikbud dalam menjawab permasalahan UKT saat ini.
Sedikit berbeda dari pola penyampaian aspirasi dalam tagar tuntutan keringanan UKT sebelumnya yang lebih banyak menyoroti pihak perguruan tinggi, kedua tagar ini lebih fokus menyoroti pemerintah atau dalam hal ini adalah Mendikbud sebagai pihak yang berwenang memberi keputusan. Oleh karena itu, Nadiem Makariem pun banyak disebut dan menjadi pusat perbincangan terkait topik ini di Twitter.
#UINWalisongoMelawan
Mahasiswa UIN Walisongo tak ketinggalan menyuarakan keresahannya terkait beban UKT dalam seruan tagar #UINWalisongoMelawan. Tagar ini naik pada periode 18-20 Juni 2020 dengan total 727 akun terlibat. Inisiator tagar ini adalah @UINWSMelawan.
#AliansiMahasiswaTelkom
Di awal Juli, mahasiswa Telkom turut menyuarakan penundaan pembayaran BPP dalam gerakan tagar #AliansiMahasiswaTelkom, #TelyuHausBPP, #TundaBayarBPP, hingga #TelkomBerdusta menyusul pengumuman pembayaran BPP yang harus disampaikan pada 6 Juli.
#UIBergerak
Tak ketinggalan, sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pun turut terjun dalam aksi #UIBergerak dan #DiamBukanSolusi yang naik pada 6 Juli 2020. Seruan aksi tagar ini diinisiatori oleh sejumlah akun komunitas mahasiswa UI seperti @AkomaUi, @pasca_uigerak, hingga @BEMUI_Official. Dari pantauan Netray, tagar tersebut naik mengiringi kegiatan audiensi UKT dengan rektorat UI yang dilaksanakan melalui Zoom.
Lantas, apakah aksi tagar tuntut keringanan mahasiswa yang bergejolak di Twitter beberapa waktu berturut selama pandemi tersebut tercium media berita daring dan didengar pihak yang bersangkutan?
Peran Media Daring dalam Menyalurkan Tuntutan Mahasiswa di Twitter
Netray menelusuri pemberitaan terkait keringanan UKT di media berita daring untuk melihat seberapa besar media menyoroti topik ini. Apakah deretan aksi tuntutan mahasiswa di Twitter beriringan dengan pemberitaan topik ini di media daring?



Dengan menggunakan kata kunci keringanan ukt, penundaan ukt, dan pembebasan ukt, ditemukan 467 artikel terkait topik selama periode 1 Maret-8 Juli 2020. Dari pantauan Netray, portal media daring Kompas, Tribun, dan Republika merupakan yang paling banyak berkontribusi dalam menyuarakan permasalahan UKT ini. Sementara untuk lembaga yang paling banyak disorot adalah Kemendikbud dan Kemenag, termasuk di dalamnya adalah Nadiem Makariem selaku Mendikbud.

Permasalahan seputar UKT mulai disoroti media pada akhir April 2020. Berbeda dengan pembahasan di media sosial Twitter yang dominan negatif dengan berisi banyak tuntutan, pembahasan UKT di media berita daring lebih banyak dihiasi sentimen positif. Sejumlah kabar baik terkait kebijakan keringanan UKT dari UNHAS, UNS, hingga UNPAD menghiasi pemberitaan pada akhir April.
Pada awal Mei, aksi tagar #UndipKokJahatSih dan #UndipNaikUKTLagi tuntut keringanan UKT dari mahasiswa UNDIP di Twitter tercium oleh media dan mendapat jawaban dari pihak Universitas. Dilansir dari Kumparan, Kasubag Humas Undip, Utami Setyowati menegaskan pihaknya tidak pernah menaikkan UKT bagi mahasiswa lama. Kenaikan UKT hanya untuk mahasiswa baru. Kenaikan itu pun sudah sesuai kesepakatan setelah melalui proses panjang dengan seluruh BEM fakultas.
Kebijakan pembatalan pemotongan UKT dengan besaran 10% yang sempat ramai diprotes sejumlah mahasiswa PTKIN di Twitter pun didengar oleh pihak Kemenag. Meskipun demikian, aksi mahasiswa PTKIN dalam tagar #KemenagJagoPHP dan #KemenagPrank tidak disoroti media. Aksi protes mahasiswa tersebut pun tidak membuahkan hasil, sebab pihak Kemenag tetap membatalkan kebijakan potongan UKT 10%. Sementara media lebih banyak memuat artikel terkait syarat pengajuan keringanan UKT mahasiswa ketimbang membahas pembatalan kebijakan potongan UKT yang sempat ditawarkan Kemenag.
Kebijakan yang Hadir Setelah Tuntutan
Seruan aksi tagar #KemendikbudDicariMahasiswa dan #NadiemManaMahasiswaMerana yang masuk dalam deretan trending topik Twitter pada 2 Juni lalu disoroti oleh sejumlah portal media. Nadiem Makariem selaku pihak yang paling banyak disebut oleh mahasiswa pun turut menanggapi sejumlah pertanyaan terkait permasalahan UKT yang ramai menggema di Twitter.
Perjuangan mahasiswa tidak sia-sia. Tuntutan yang mereka serukan di Twitter akhirnya mendapat jawaban. Nadiem mengeluarkan Permendikbud 25 Th 2020 dengan 4 arahan;
(1) UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi covid-19.
(2) Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil SKS sama sekali.
(3) Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa.
(4) Mahasiswa pada masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil kurang atau sama dengan enam SKS. Dengan ketentuan semester 9 bagi mahasiswa program S-1 dan D-4 serta semester 7 bagi mahasiswa program D-3.
Demikian pantauan Netray terkait beban UKT yang menjadi pokok permasalahan dalam aksi tagar tuntutan yang diserukan mahasiswa selama pandemi. Meskipun tidak selalu berhasil mendapat apa yang menadi tuntutan, aksi tagar menuntut keringan UKT yang diinisiasi oleh sejumlah akun komunitas mahasiswa di Twitter cukup efektif dan mampu menggerakkan pihak-pihak bersangkutan untuk angkat bicara.
-
Netray Diluncurkan Juli 2020: Media Monitoring Terbuka untuk Pengguna Mandiri

Press Release
Juli 2020: Netray (https://netray.id), produk Media Monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan diluncurkan untuk pengguna mandiri pada 9 Juli 2020. Netray yang selama ini mengakomodasi pemantauan media sosial dan media berita daring untuk kepentingan bisnis korporasi, kini ingin menjadi solusi bagi kalangan yang lebih luas yang juga memiliki kebutuhan untuk mengetahui perbincangan netizen di media sosial maupun isu-isu yang sedang hangat di portal media daring. Netray menyadari bahwa kebutuhan itu tidak terbatas hanya pada perusahaan dan institusi tertentu, tetapi juga pengguna perorangan seperti mahasiswa dan para peneliti.
“Dengan diluncurkannya Netray, kami berharap bisa memberi dan menjadi solusi kebutuhan masyarakat mengenai Media Monitoring Service yang dapat diakses oleh kalangan luas dan user-friendly, terutama saat ini Netray terbuka baik untuk bisnis maupun untuk pribadi,” kata Banu Antoro, Chief Operating Officer Netray.
“Kami juga akan selalu bersemangat menghadapi tantangan-tantangan di depannya untuk terus mengembangkan Netray hingga menjadi Media Monitoring Tools yang paling unggul terutama di Indonesia,” tambah Banu.
Bagaimana Netray Bekerja?
Netray merupakan sebuah media monitoring platform tool berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan yang dapat memproses jutaan data dengan sentimen analisis. Data ini mudah terbaca karena dikonversikan ke dalam grafik. Melalui statistik dari data yang dikumpulkan, pengguna pun bisa mendapatkan gambaran mengenai seberapa ramai suatu topik dibicarakan di sosial media maupun portal berita daring. Selain itu, Netray menerapkan metode deep learning untuk menganalisis sentimen dan meningkatkan akurasi dalam analisis big data.
“Teknologi internet yang semakin maju dan akses internet yang semakin mudah berimbas pada semakin banyaknya informasi yang beredar di internet. Netray yang memanfaatkan teknologi terbaru seperti Machine Learning dan Deep Learning, berusaha menguraikan informasi tersebut agar semakin mudah dipahami oleh masyarakat. Harapannya agar masyarakat semakin teredukasi dalam mencerna informasi dan memanfaatkannya pada hal yang positif,” kata Moch Ari Nasichuddin, Machine Learning Engineer Netray.
Dengan Netray kita dapat memantau opini publik terhadap suatu isu. Bagi pemilik usaha, mereka dapat melihat opini publik tentang brand atau trend yang sedang naik saat ini. Netray juga dapat digunakan akademisi untuk mendapatkan analisis sosial media dan pemberitaan daring terkait tugas atau penelitiannya.
Netray menganalisis suatu data dengan menggunakan kata kunci yang dpat berupa isu, kata, atau tagar yang diperoleh melalui media sosial seperti, Twitter, Instagram, Facebook, maupun media berita daring. Selanjutnya, data akan dianalisis dengan analisis sentimen berdasarkan muatan emosi yang terdapat di dalam suatu kalimat. Kemudian grafik mengenai isu atau brand akan tersaji.
Membaca Opini dan Framing Sebuah Isu Melalui Sentimen Analisis
Analisis sentimen merupakan muatan emosi (label emosi) dalam suatu kalimat di media sosial. Netray membaginya menjadi beberapa kategori. Label positif pada suatu kalimat berarti warganet antusias, menyukai, dan senang. Label netral menunjukan suatu ekspresi tidak menyukai ataupun membenci. Sementara label negatif berisi tanggapan warganet yang tidak menyukai, marah, atau benci.
Dalam melihat sebuah isu besar, analisis sentimen menjadi penting karena dapat diketahui secara cepat bagaimana opini yang berkembang di masyarakat terhadap isu tersebut. Bagaimana arah pembahasan dan framing media terhadap suatu isu juga dapat dilihat secara cepat melalui hasil analisis Netray.
Jaringan Percakapan Sebagai Instrumen Analisis
Dengan kecerdasannya, Netray juga mampu menyajikan jaringan percakapan sebagai instrumen analisis. Jaringan percakapan akan memperlihatkan akun-akun yang paling banyak ditandai warganet ketika membahas suatu topik. Melalui jaringan percakapan, pengguna Netray dapat mengetahui seberapa luas sebuah topik dibahas sekaligus melihat siapa akun yang paling berpengaruh dalam topik tersebut.
Membaca Topik Secara Cepat dan User-Friendly
Selain kemampuan-kemampuan di atas, Netray juga menghadirkan sensasi pembacaan data yang sangat user-friendly. Netray memiliki kemampuan membaca topik secara cepat melalui “Top Words”. Selain itu, Netray juga dapat menunjukkan topic traffic melalui “Peak Time”. Dengan Peak Time, pengguna Netray dapat mengetahui intensitas perbincangan topik per waktu. Lainnya, Netray juga dapat memudahkan penggunanya membaca isi topik melalui kicauan dan media populer.
“Bukan hanya korporasi atau politik saja, tetapi dengan adanya paket baru dari Netray, sekarang memungkinkan semua orang bisa memakai Big Data dan Artificial Intelligence untuk sebagai media monitoring dan menganalisa kebutuhannya. Apakah UMKM, influencer ataupun selebgram. Anda cukup mulai mendaftar di Netray.id dengan gratis,” tegas CEO Netray, Moho Setiya dalam keterangannya.
-
Melihat Beberapa Kasus Kekerasan Seksual yang Sempat Menjadi Sorotan Publik

Kasus kekerasan seksual seolah tidak pernah hilang dari permasalahan publik. Hal ini menjadi kian miris ketika melihat beberapa peristiwa muncul dan menghebohkan masyarakat dengan kasus yang beragam. Para pelaku dan korban biasanya pun bukan orang tidak dikenal, melainkan berasal dari orang yang dikenal atau bahkan orang terdekat korban.

Netray memantau pembahasan terkait beberapa kasus kekerasan seksual yang sempat menjadi sorotan publik. Dari pelecehan hingga pemerkosaan menjadi topik utama yang kerap terjadi di masyarakat. Lalu bagaimana hasil pantauan Netray terkait topik seputar kekerasan seksual?
Pantauan News Netray

Netray memantau pemberitaan di media online terkait topik kekerasan seksual yang menjadi sorotan publik selama 09 Juni 2020 s.d 08 Juni 2020. Selama rentang waktu tersebut setidaknya ditemukan sebanyak 2,692 jumlah pemberitaan yang berasal dari 98 media.
Selama rentang waktu tersebut pemberitaan didominasi oleh sentimen negatif dengan kategori terkait permasalahan seputar hukum. Untuk memantau pemberitaan tersebut Netray menggunakan beberapa kata kunci seperti, kekerasan seksual, korban kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan pemerkosaan. Terlihat, dalam periode tersebut terjadi beberapa puncak pemberitaan, dan puncak pemberitaan tertinggi terjadi pada 02 Juli 2020.
Puncak Pemberitaan
Pada tanggal tersebut ditemukan total pemberitaan mencapai 247 artikel. Adapun pembahasan pada tanggal tersebut didominasi oleh topik seputar dikeluarkannya RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020 dan pelecehan seksual yang terjadi di gerai kopi Starbucks.
Kedua topik tersebut mendominasi pembahasan di media pemberitaan online selama beberapa waktu. Tingginya jumlah kasus kekerasan seksual menyebabkan dibutuhkannya intervensi negara. Akan tetapi, RUU yang diharap dapat mewujudkan perlindungan tersebut justru terus mengalami penundaan pembahasan.
Dalam sehari setidaknya terdapat beberapa pemberitaan terkait peristiwa kejahatan seksual yang terungkap atau dilaporkan oleh korban. Namun, tidak sedikit yang memilih untuk bungkam dikarenakan rasa takut atau malu bila diketahui oleh orang lain. Berikut beberapa kasus kekerasan seksual yang sempat menjadi sorotan publik.
Dicekoki Pil Hingga Diperkosa Bergilir
Peristiwa miris ini ramai menjadi di pemberitaan sejak 12 Juni 2020. Seorang gadis berusia 16 Tahun harus meregang nyawa setelah diperkosa secara bergilir oleh lima orang yang salah satunya merupakan kekasih korban. Peristiwa yang terjadi di Tangerang ini masuk dalam kategori kejahatan luar biasa yang dikecam oleh banyak pihak.
Pemerkosaan Gadis Keterbelakangan Mental dan Begal Payudara
Oknum 3 satpam harus diringkus oleh polisi akibat kejahatan yang mereka lakukan terhadap gadis keterbelakangan mental. Perbuatan keji tersebut terjadi setelah mereka menipu daya korban. Selain itu, kekerasan seksual lainnya yaitu aksi ‘begal payudara’. Aksi ini bukan merupakan peristiwa baru, aksi ini kerap terjadi di masyarakat dan terjadi di beberapa wilayah. Korban biasanya tengah mengendarai motor dan secara tiba-tiba payudara milik korban diremas.
Setidaknya dalam sehari ditemukan beragam pemberitaan terkait kekerasan seksual yang terus terjadi di Indonesia. Kejahatan tersebut cukup beragam, dari begal payudara, pemerkosaan, hingga kejahatan pedofilia.
Kekerasan ini menyebabkan gangguan psikis korban dan pemulihan membutuhkan waktu yang panjang. Tidak sedikit dari mereka yang memilih bungkam atau bahkan para korban memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Belum adanya jaminan perlindungan hukum dan kesehatan untuk para korban membuat semakin tidak berdaya dan justru kerap disalahkan, baik dituding mengundang atau berpakaian terbuka. Padahal beberapa penelitian justru menunjukkan mereka yang menjadi korban kekerasan seksual kerap kali bukan yang mengenakan pakaian terbuka atau dalam kondisi yang rentan mengundang hawa nafsu lawan jenis.
Alih-alih mendapat perlindungan para korban kekerasan seksual justru lebih kerap disalahkan dan kasus berakhir dengan pidana tanpa adanya perlindungan kesehatan untuk korban. Tingginya jumlah kasus di Indonesia menyebabkan dibutuhkannya undang-undang yang mengatur dan memberikan perlindungan untuk para korban. Pemerintah diharap fokus dalam memperhatikan perlindungan hukum yang dibutuhkan oleh rakyat. Namun, ditundanya pembahasan RUU PKS dalam Prolegnas Prioritas 2020 seakan mematahkan semangat masyarakat para pendukung RUU ini. Oleh karena itu, masyarakat hanya dapat berharap RUU ini tetap masuk prioritas pembahasan dan segera disahkan.
-
BUMN Ganti Logo, Mengurai Tanggapan dan Harapan Publik

Dalam dunia visual, logo merupakan simbol yang merepresentasi jiwa dari sebuah lembaga, baik pihak swasta, pemerintah, atau organisasi non profit. Logo yang baik biasanya akan melekat dalam benak masyarakat sekaligus menjelaskan karakter lembaga tersebut bila ditampilkan di depan khalayak.
Melalui pemahaman ini, lembaga pemerintah yang memiliki tujuan untuk menguasai dan mengelola hajat hidup orang banyak, yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir kini mengubah logo mereka. Penggantian ini tentu bukan tanpa tujuan. Untuk itu, Netray memantau bagaimana tanggapan dan harapan publik terhadap pembaruan logo tersebut.Logo Baru BUMN
Dilansir dari Tirto.id dalam sebuah wawancara Erick Thohir menyebut logo baru BUMN ini terasa lebih modern dan milenial. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan diri dengan sebagian besar penduduk Indonesia yang saat ini didominasi berusia muda.
Berdasarkan pantauan Netray, sejak tanggal penetapan logo BUMN baru tersebut hingga 5 hari selanjutnya, yakni 1 Juli hingga 6 Juli 2020. Terdapat 369 berita yang membahas kata kunci logo dari 71 media online Indonesia.
Sebagian besar media pemberitaan pada tanggal 1 hingga 3 Juli memberi sentimen positif terhadap langkah mantan bos besar klub Inter Milan tersebut. Media mengapresiasi gagasan dibalik logo baru ini serta menjelaskan pada masyarakat makna dari logo baru tersebut.

Pencarian tentang logo baru BUMN menempatkan pimpinan Kementrian, Erick Thohir sebagai aktor yang paling berpengaruh. Selama dua hari pemberitaan, media kerap mengutip penjelasan Erick terkait logo tersebut. Termasuk alasannya tak lagi menggunakan logo yang lama.


Hal yang berbeda apabila kata kunci diganti dengan frasa ‘logo baru’, Erick Thohir dan Kementrian BUMN masih menjadi Top People dan Top Organizations. Namun muncul beberapa buzzwords baru yang mulai menyinggung desain logo BUMN ini.

Kata yang dimaksud adalah Garuda Pancasila. Kata kunci ini menarik mengingat Menteri Erick membahasnya ketika membandingkan logo baru dengan yang lama. Ia berpendapat bahwa logo lama yang tidak memiliki gambar Garuda Pancasila, mencerminkan sikap BUMN yang mementingkan diri sendiri daripada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ia berharap BUMN dibawah kepemimpinannya bisa bekerja untuk bangsa dan negara. Lambang Garuda Pancasila menjadi begitu penting bagi Erick Thohir dan BUMN selain desain logo yang modern, minimalis dan simpel khas anak muda milenial.
Perubahan logo ini menarik perhatian Damar, desainer grafis milenial yang berdomisili di Jogjakarta. Ia mengapresiasi pendekatan modern minimalis dari logo baru tersebut. Namun penempatan lambang Garuda Pancasila justru dirasa kontraproduktif.
Salah satu elemen pendekatan modern adalah logo tersebut harus versatile, yang artinya logo mudah untuk diaplikasikan di banyak tempat tanpa harus mengubah desain utamanya. Nyatanya logo BUMN memiliki dua model dengan dan tanpa lambang Garuda Pancasila.Pendapat Netizen
Bagaimanapun juga dua pendapat tersebut ada benarnya dengan masing-masing argumentasi. Lantas seperti apa netizen menanggapi langkah pemerintah yang satu ini?
Hasil pemantauan Netray melalui jejaring sosial Twitter, ditemukan lebih dari 11 ribu aktivitas terkait kata kunci logo BUMN dan terpapar sebanyak 5,2 juta kali dalam platform tersebut.
Ingar bingar logo baru BUMN di Twitter ini juga ternyata berpusar pada salah satu akun bernama @_ibaam. Akun tersebut milik seorang ilustrator grafis bernama Mohammad Ibrahim.
Dalam cuitannya ia menulis bahwa membuat logo BUMN yang baru ternyata tidak semudah yang orang pikirkan. Cuitan tersebut juga disertai video tutorial membuat logo BUMN menggunakan salah satu aplikasi ilustrasi.
Warganet Twitter lantas membanjiri cuitan tersebut dengan berbagai macam respon. Mulai dari reply hingga 350 kali, retweet sebanyak 6.748 kali, dan likes sejumlah 2.036 kali.

Dari hiruk-pikuk warganet Twitter ini, Netray membaca sentimen negatif melonjak tinggi sehari setelah pengumuman logo baru pada tanggal 1 Juli. Netray menemukan bahwa sebelum sentimen negatif mendominasi, pembicaraan warganet Twitter terkait logo tersebut masih bernada positif, tepatnya pada hari peluncuran.

Kritik terhadap logo bahkan disandingkan dengan krisis kepemerintahan Joko Widodo, ditandai dengan kemarahan presiden kepada kebinetnya, yang secara unik logo baru ini dianggap warganet sebagai jawaban Erick Thohir atas situasi tersebut.
Dalam pengalaman masyarakat modern, logo adalah branding dari sebuah lembaga. Ia merepresentasi bagaimana visi pimpinan lembaga terkait kerja dan kinerja organisasinya. Untuk itu apa yang Erick Thohir dan lembaganya lakukan pada logo BUMN menjadi penting untuk dibahas. Dengan mengagregasi pendapat masyarakat, kita bisa melihat bagaimana logo tersebut dimaknai bahkan pada level yang paling banal sekalipun. -
RUU PKS Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020, Warganet: Bentuk Abai DPR

Perbincangan terkait RUU bermasalah terus mencuat di masyarakat setelah RUU Minerba, RUU HIP, hingga Omnibus Law terus menjadi polemik di masyarakat. Termasuk diantaranya RUU PKS atau Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang belakangan ramai disuarakan.

Kosa kata populer terkait topik ini pun berkaitan dengan perbincangan seputar Pelecehan Seksual, Korban, Sahkan, hingga tagar #sahkanruupks yang sempat menjadi trending. Lalu bagaimana pembahasan topik ini di media pemberitaan online?
Pantauan News Netray

Netray memantau pembahasan media pemberitaan online dan perbincangan warganet terkait RUU PKS. Selama 23 Juni s.d 05 Juli 2020 ditemukan sebanyak 250 artikel yang berasal dari 45 media. Dengan didominasi kategori pemberitaan terkait hukum dan pemerintah.
Di media pemberitaan, pembahasan terkait RUU PKS kembali memuncak sejak tanggal 30 Juni 2020. Masyarakat telah lama meminta agar RUU ini segera disahkan. Mengingat maraknya kasus kekerasan seksual dan tidak adanya perlindungan hukum yang jelas bagi korban. Akan tetapi, yang terjadi saat ini justru RUU PKS ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020.
Dikeluarkannya RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020
Pada tanggal 30 Juni 2020 pembahasan terkait RUU PKS kembali mencuat di media pemberitaan online. Hal tersebut terkait dikeluarkannya RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020. Komisi VIII DPR RI mengajukan penarikan dengan alasan sulitnya pembahasan terkait Rancangan Undang-Undang tersebut. RUU PKS bukan merupakan RUU baru. Namun, sejak bertahun-tahun pembahasannya tidak kunjung mendapat kemajuan dan mandek di legislasi.
Hal tersebut sontak menimbulkan kecaman dari berbagai pihak yang menilai DPR abai terhadap kepentingan rakyat. Terlebih dengan alasan DPR yang mengeluhkan sulitnya pembahasan RUU PKS. RUU ini telah lama menuai polemik di masyarakat, terlebih tudingan kelompok masyarakat yang kontra dan menilai RUU ini berbahaya dan tidak sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia. Mereka menilai RUU ini akan melegalkan dari aborsi hingga LGBT. Namun di sisi lain, mereka yang pro dengan disahkannya RUU ini merupakan kelompok pembela kaum perempuan yang meminta perlindungan hukum untuk para perempuan dan para korban kekerasan seksual.
Suara dan Kecaman Berbagai Pihak
Berdasarkan pantauan Netray, terlihat bingkai media pemberitaan yang menunjukkan kritik terkait dikeluarkannya RUU PKS. Dari seniman, budayawan, LSM, Komnas HAM, para aktivis, hingga mahasiswa menyindir kinerja DPR yang dinilai tidak serius dalam pembahasan RUU ini.
Selama ini penanganan korban kekerasan seksual hanya mengacu pada KUHP yang dinilai belum mampu memberi payung hukum bagi para korban. Selain tingginya jumlah kasus, tidak semua kasus selesai dengan pidana dan perlindungan untuk korban. Sementara itu, para korban membutuhkan pemulihan yang panjang dan perlindungan kesehatan untuk dapat beraktivitas secara normal kembali. Itulah sebabnya negara seharusnya hadir untuk menjamin dan memberikan perlindungan.
Pantauan Perbincangan Warganet

Di Twitter perbincangan terkait topik tersebut mencapai 462 total cuitan dengan dominasi oleh cuitan bersentimen negatif. Ditariknya RUU PKS dari Prolegnas juga menimbulkan kecaman yang dilayangkan oleh warganet.


Perbincangan memuncak pada 05 Juli 2020 dengan jumlah cuitan mencapai 227 dalam kurun waktu 24 jam. Warganet menganggap DPR tidak peka terhadap kondisi yang dihadapi saat ini. Angka kasus yang tinggi menyebabkan RUU ini memiliki urgensi yang jelas dan harus segera disahkan.
Dalam kurun waktu belakangan, perbincangan terkait berbagai Rancangan Undang-Undang terus menjadi perhatian publik. Sebagian masyarakat resah terkait polemik dan kebijakan yang diterapkan justru tidak berpihak pada masyarakat. Dari Omnibus Law, RUU KUHP, RUU Minerba, RUU HIP, hingga RUU PKS terus mengalami gejolak kontroversial. Artinya, diperlukan adanya kajian yang jelas terhadap berbagai Rancangan Undang-Undang dan pasal-pasal yang akan diterapkan. Pemerintah memiliki kewajiban membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat agar rakyat merasa negara hadir untuk menjamin dan memberikan perlindungan.

Apabila melihat bagaimana pentingnya RUU PKS untuk segera disahkan, bukan tidak mungkin jika terus mengalami penundaan akan berdampak pada semakin tingginya angka kekerasan seksual yang terus terjadi di Indonesia. Lalu bagaimana menurut kamu?
Home Home



















































































































































