Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • Kontroversi Aksi Sujud Bu Risma, Cerminan Pemimpin Perempuan di Tengah Pandemi?

    Kontroversi Aksi Sujud Bu Risma, Cerminan Pemimpin Perempuan di Tengah Pandemi?

    Sebuah video amatir menunjukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau biasa dipanggil Bu Risma bersujud meminta maaf sembari menangis di hadapan sejumlah dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia meminta maaf setelah salah satu pengurus IDI Surabaya memaparkan penyebab kematian pasien COVID-19 di Surabaya yang tinggi.

    Pantauan Media

    Aksi sujud Bu Risma mendatangkan sejumlah kontroversi yang dibingkai melalui pemberitaan media. Para pencari berita terbagi menjadi dua kubu yakni mereka yang memandang aksi tersebut sebagai hal yang positif. Namun, tak sedikit pula yang melihatnya tak pantas. Dari pantauan Netray atas pemberitaan media massa terkait aksi Wali Kota Surabaya ini, mulai tanggal 28 Juni hingga 4 Juli yang lalu terdapat 155 berita yang dikeluarkan oleh 45 portal media massa.

    Pada hari peristiwa, 29 Juni 2020, terdapat 20 pemberitaan positif dan 28 berita dengan sentimen negatif. Esoknya jumlah negatif meningkat tetapi sentimen positif turun.

    Aksi sujud Risma ini mempengaruhi persepsi media massa secara umum kepadanya. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, sentimen terhadap Wali Kota Surabaya ini cenderung mengarah ke positif. Dari pantauan Netray sejak awal bulan Juni 2020 hingga sehari sebelum peristiwa, pemberitaan dengan sentimen positif sangat mendominasi.

    Hal ini menunjukan bahwa kepemerintahan Tri Rismaharini di Surabaya selama ini mendapat dukungan dari media massa atas prestasi-prestasinya. Namun momentun ini berbalik ketika Surabaya dianggap keteteran mengatasi pandemi virus covid-19.

    Selama sebulan terakhir, pemberitaan terkait penanganan pandemi oleh Pemda terfokus pada dua lokasi titik panas yakni DKI Jakarta dan Jawa Timur

    Secara garis besar pemberitaan di media massa masih mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam menangani pandemi. Hanya saja mendekati akhir bulan, sentimen kembali berubah ke arah negatif dengan banyaknya kasus penanganan covid-19 yang tidak segera menampakkan hasil.

    Terlihat dari grafik di atas bahwa tanggal 29 Juni ketika Presiden Joko Widodo marah terhadap kabinetnya, pemberitaan terkait penanganan pandemi covid-19 berayun ke arah negatif. Berikut adalah contoh-contoh berita yang didapatkan oleh Netray.

    Di tengah memburuknya kinerja pemerintah dalam menangani pandemi ini lah aksi sujud di hadapan dokter IDI Surabaya menyeruak. Seakan menjadi gong bahwa penanganan pandemi yang selama ini dijalankan tak begitu efektif jalannya.

    Warganet Twitter Berbicara
    Lantas bagaimana tanggapan warganet terhadap aksi sujud Bu Risma ini? Dari pantauan Netray, kata kunci Risma sujud menghasilkan 12 ribu cuitan dengan jangkauan hingga 41 juta selama 5 hari pemantauan sejak 29 Juni 2020.

    Warganet pun memiliki pandangan yang sama seperti media massa di Indonesia. Sentimen negatif cenderung mendominasi perbincangan kala melihat aksi sujud tersebut. Salah satu cuitan yang mendapat respon cukup tinggi berasal dari akun @RomitsuT. Ia menduga bahwa apa yang dilakukan Bu Risma ini adalah sebuah drama rekayasa semata.

    Menariknya, Bu Risma sebagai aktor bukanlah satu-satunya yang mendapat kecaman dari publik. Dari data yang dihimpun oleh Netray, latar belakang Tri Rismaharini sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga menjadi sasaran. Warganet melihat ada kesamaan watak dari partai berlambang banteng ini. Sehingga impresi negatif pun mengarah ke kader partai lain seperti Puan Maharani, bahkan hingga Presiden Joko Widodo pun tak luput.

    Meski tak lagi merepresentasi partai ketika seorang politisi menjadi pejabat publik, masyarakat Indonesia melihat partai saat ini seperti sebuah ideologi. Partai bukanlah organisasi politik tempat agregasi kepentingan masyarakat, tetapi sebuah mentalitas yang menaungi kader-kadernya.

    Pemimpin Perempuan
    Dinamika pemimpin perempuan juga menjadi obrolan yang cukup hangat di kalangan warganet karena dipicu aksi sujud Bu Risma. Di tengah berkembangnya berita kesuksesan pemimpin perempuan di luar negeri, mau tidak mau aksi sujud ini ikut mendapat perhatian. Sebagian besar masih memandang bahwa aksi sujud ini adalah contoh bagaimana perempuan siap mencurahkan segala emosinya ketika memimpin. Meski tak sedikit pula yang justru berbalik melihat hal tersebut sebagai kelemahan pemimpin perempuan.

    Berikut tadi dinamika yang berhasil ditangkap Netray terkait aksi sujud Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Baik framing media maupun komentar warganet cenderung melihat hal ini sebagai suatu aksi yang memiliki intonasi negatif. Meski tak sedikit pula yang mengapresiasinya. Netray juga berhasil melihat hubungan antara aktor dengan lingkungan di sekitarnya yang menunjukan tak ada aktor politik yang berdiri sendiri. Latar belakang aktor juga menjadi fokus penilaian dari masyarakat serta media massa.

  • Penolakan RUU HIP Masih Menggema, Warganet: Musuh Terbesar adalah Mereka yang Memeras Pancasila

    Penolakan RUU HIP Masih Menggema, Warganet: Musuh Terbesar adalah Mereka yang Memeras Pancasila

    Pengumuman penundaan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) tidak menghentikan polemik yang beredar di kalangan masyarakat. Keputusan penundaan ini resmi disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD pada Selasa, 16 Juni 2020 melalui akun Twitternya. Selain ingin fokus menangani pandemi Covid-19, alasan pemerintah menunda hal ini ialah meminta DPR agar berdialog dan menampung lebih banyak aspirasi masyarakat terkait hal ini. Lantas seperti apa pemberitaan media dan bagaimana tanggapan warganet terkait RUU ini?

    RUU HIP Resmi Ditunda

    Rapat kabinet terbatas 16 Juni 2o2o yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Negara secara resmi memutuskan penundaan pembahasan RUU HIP. Ratas ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly serta Kepala Badan Intelejen Negara Budi Gunawan. Dalam keputusannya, pemerintah memutuskan tidak mengirimkan surat presiden untuk pembahasan dengan DPR.

    Lantas, keputusan ini tidak meredam polemik publik tentang hal ini. Pemberitaan terkait RUU HIP masih menjadi sorotan hangat media berita daring Indonesia hingga saat ini.

    Berdasarkan pantauan media monitoring Netray selama periode 16 Juni-05 Juli 2020, isu ini masih ramai diperbincangkan media berita daring Indonesia. Terdapat 4.488 artikel dengan total 108 media berita daring yang membahas topik RUU HIP.

    Polemik RUU HIP

    Sejak diusulkan pada tanggal 17 Desember 2019, beberapa pasal dalam RUU HIP mengundang kontroversi dari beberapa kalangan. Tidak dimasukkannya TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 hingga kontroversi Ekasila dan Trisila menjadi alasan RUU ini perlu dikaji ulang sehingga ditunda pembahasannya.

    Penolakan tegas terhadap RUU ini datang dari berbagai kalangan. Beberapa pasal yang dimuat dianggap dapat membahayakan dan hanya menguntungkan salah satu pihak saja, yakni pemerintah. Salah satunya dalam pasal 43 ayat (1) RUU HIP yang berbunyi, “Presiden merupakan pemegang kekuasan dalam pembinaan haluan ideologi Pancasila.” Dengan keberadaan pasal ini, Presiden dianggap sebagai Pancasilais sehingga apabila ada pihak yang bersebrangan dengan Presiden akan dianggap sebagai penentang haluan ideologi pancasila.

    Desakan pembatalan dilayangkan berbagai pihak. Status penundaan dianggap belum cukup meredam keresahan rakyat. RUU HIP dianggap telah mendegradasi nilai Pancasila. Tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 juga meresahkan akan munculnya ajaran komunisme/liberisme.

    Demo dan Pembakaran Bendera

    Dari hasil pantauan Netray, topik ini kembali memuncak pada tanggal 26 Juni 2020 dengan dominasi sentimen negatif. Pemberitaan terkait pembakaran bendera PDIP pada demo penolakan RUU HIP menjadi sorotan media.

    Pada tanggal 24 Juli 2020, sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Anti Komunis (ANAK) melakukan aksi demo penolakan RUU HIP di depan gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat. Aksi ANAK yang dimotori oleh FPI, PA 212, dan GNPF Ulama ini berbuntut panjang. Adanya pembakaran bendera PDIP telah membuat geram sejumlah elite hingga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

    Dalam surat hariannya, Ketum PDIP ini menginstruksikan seluruh jajaran partainya untuk merapatkan barisan dan menempuh jalur hukum.

    Tidak berhenti di sini, pelaporan terhadap Rieke Diah Pitaloka dan Hasto Kristiyanto oleh Anggota Tim Advokasi Anti Komunis (Taktis) pada tanggal 1 Juli 2020 juga menjadi sorotan media. Namun, menurut kuasa hukum Taktis, Aziz menyebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya menolak kasus pelaporan berupa Laporan Polisi dan memutuskan hal tersebut sebagai pengaduan masyarakat.

    RUU HIP di Mata Warganet Twitter

    Dalam rentang waktu yang sama, Netray juga memantau topik ini di media Twitter. Dengan kata kunci ‘ruu hip’, ‘ruuhip’, dan ‘pancasila’, ditemukan cuitan sebanyak 175 ribu tweets dengan dominasi sentimen negatif sebanyak 76 ribu.

    Pada tangal 19 Juni 2020, perbincangan topik ini ramai dicuitkan warganet. Penolakan hingga seruan degradasi nilai Pancasila santer dibicarakan. Hal ini dapat dilihat dari kolom Top Words yang menunjukkan kosakata ‘pancasila’ dan ‘tolak’ berada pada baris utama.

    Seperti halnya pemberitaan di media berita daring, warganet juga mengkritisi substansi dalam RUU tersebut. Salah satunya adalah Pasal 7 yang berisikan tentang ciri pokok Pancasila.

    Pasal ini memuat 3 ayat, yang berbunyi:
    (1) Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/ demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan
    (2) Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.
    (3) Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.

    Pasal ini dianggap telah mereduksi nilai Pancasila yang telah dijadikan dasar negara semenjak kemerdekaan. Konsep Trisila hingga Ekasila yang diusulkan juga dianggap sebagai perbuatan makar tim pengusulnya sehingga santer PDIP dan Megawati menjadi sorotan warganet.

    Tanggal 21 Juni tagar #tangkapmegabubarkanpdip ramai dicuitkan warganet. Bola api terus dilemparkan warganet kepada PDI dan Megawati. Fraksi PDIP yang menjadi ketua tim pengusul RUU ini dianggap sebagai musuh karena telah dianggap memeras Pancasila sehingga serangkaian kritik dilayangkan ribuan warganet. Hingga kejadian pembakaran bendera pada demo (24/06/2020) dianggap sebagai bentuk kekecawaan masyarakat terhadap partai tersebut.

    Jaringan Percakapan dan Top Inisiator

    Pada jaringan percakapan, terlihat akun-akun yang banyak ditandai oleh warganet dalam perbincangan pada topik ini. Selain akun Jokowi, PDI-Perjuangan, dan DPR-RI, akun-akun perorangan yang masuk ke dalam top akun juga banyak mendapat respon dari warganet, seperti @ustadtengkuzul, @geloraco, dan @haikal_hassan.

    Dengan demikian, berdasarkan pantauan media monitoring Netray sampai saat ini pemberitaan RUU HIP tidak berhenti menjadi sorotan media pemberitaan. Penolakan RUU ini terus dilayangkan oleh berbagai kalangan. Status penundaan hingga revisi pasal kontroversi tidak mampu meredamkan keresahan masyarakat. Hingga saat ini masyarakat masih menantikan pembatalan RUU HIP ini.

  • PHK Menghantui Perusahaan Startup Kala Pandemi

    PHK Menghantui  Perusahaan Startup Kala Pandemi

    Pandemi Covid-19 menghantam keras perekonomian Indonesia. Minimnya daya beli masyarakat akibat terbatasnya aktivitas menyebabkan gelombang PHK yang tidak terhindarkan. Terutama bagi perusahaan rintisan atau dikenal dengan startup. Di masa pandemi, perusahaan jenis ini hanya dapat menjalankan sektor inti yang tetap digunakan oleh masyarakat. Lalu bagaimanakah nasib perusahaa startup saat ini? Simak pantauan Netray.

    Pantauan News Netray

    Netray memantau pemberitaan terkait kabar perusahaan startup sejak 18 Juni 2020 s.d 01 Juli 2020. Pada periode tersebut ditemukan sebanyak 1.932 total pemberitaan melalui 113 media dengan didominasi pemberitaan seputar keuangan dan pemerintah.

    Imbas pandemi Covid-19 kali ini harus dirasakan oleh berbagai perusahaan rintisan di Indonesia. Tidak sedikit dari perusahaan tersebut yang harus merumahkan karyawannya tanpa gaji atau bahkan memberhentikan secara paksa.

    Pemberitaan Seputar Gelombang PHK Startup

    PHK masal harus dilakukan oleh sejumlah perusahaan rintisan yang bahkan berstatus unicorn dan decacorn. Merumahkan karyawan tanpa gaji hingga melakukan PHK masal tentu menjadi pilihan terakhir perusahaan di masa sulit saat ini. Beberapa startup yang telah melakukan hal tersebut diantaranya, Traveloka, Uber, Grab, dan Gojek.

    Krisis dan kesulitan membayar gaji karyawan menjadi penyebab terjadinya pengurangan karyawan. Hal tersebut harus menjadi pilihan perusahaan bila ingin tetap bertahan. Selain itu, terjadinya perubahan kebutuhan konsumen dan gaya hidup menyebabkan sejumlah layanan yang dimiliki startup dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi pandemi saat ini.

    Grab dan Gojek menjadi salah satu startup yang harus merumahkan dan memberhentikan masal sejumlah karyawannya. Kondisi yang tidak memungkinkan menyebabkan perusahaan ini harus menghilangkan beberapa layanan yang tidak lagi relevan saat ini. Meski demikian, perusahaan ini akan memenuhi hak-hak para karyawannya untuk membayarkan pesangon setelah diberhentikan.

    Status unicorn yang dimiliki sejumlah perusahaan startup memang tidak menjadikan perusahaan tersebut kebal menghadapi Covid-19. Hal tersebut tidak hanya di Indonesia melainkan juga di seluruh dunia, termasuk Amerika dan India yang telah lebih dulu merumahkan karyawannya untuk meminimalisir pengeluaran perusahaan.

    Akibat Dari Tingginya angka PHK

    Persentase angka pengangguran dan kemiskinan tentu akan meningkat tajam setelah terjadinya gelombang PHK saat ini. Akibatnya pertumbuhan ekonomi akan melambat hingga tidak akan mencapai target pertumbuhan pada tahun ini. Hal ini tentu menjadi kenyataan pahit yang harus diterima.

    Bergabung dengan platform digital seperti Grab dan Gojek menjadi pilihan utama untuk mereka para pekerja lepas yang kehilangan pemasukan. Perusahaan yang memaksimalkan sektor transportasi, dan antar jemput makanan ini masih terus bergeliat meski baru saja menghilangkan beberapa layanannya. Sulitnya mencari pekerjaan saat ini menyebabkan platform digital ini semakin digandrungi.

    Catatan Bagi Pemerintah dalam Upaya Penanganan Pengangguran

    Penanganan pengangguran menjadi PR bagi pemerintah, bila tidak tertangani maka Indonesia akan mengalami ledakan angka pengangguran. Meski tanpa adanya pandemi pun pengangguran telah menjadi permasalahan lama bagi pemerintah.

    Pemerintah telah berupaya mengkampanyekan tatanan kehidupan baru di masa transisi PSBB yang telah berakhir di sejumlah wilayah. Namun, hal tersebut tidak menjadikan pusat perbelanjaan kembali ramai dan masyarakat dapat beraktivitas secara normal kembali. Kenyataannya, pusat perbelanjaan masih saja sepi pengunjung. Meski pemerintah DKI Jakarta telah melarang perusahaan melakukan PHK di masa transisi, tetapi kebijakan tersebut harus tetap dilakukan perusahaan agar dapat bertahan.

    Dalam upaya penanganan jumlah pengangguran pemerintah juga telah meluncurkan kartu pra kerja yang digadang akan mengutamakan para korban PHK. Namun, dalam pelaksanaannya kartu ini masih menuai permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Hal ini yang seharusnya menjadi fokus perhatian pemerintah agar mengevaluasi hal tersebut.

    Untuk dapat bertahan di masa sulit saat ini perusahaan startup dinilai harus mengubah model bisnis. Efisiensi dan evaluasi layanan menjadi fokus utama agar dapat tetap bertahan di masa ini. Pemerintah juga berupaya untuk memaksimalkan peran dengan bekerja sama dengan Gofood salah satu layanan milik Gojek untuk dapat membuat UKM bangkit di masa pandemi.

    Pandemi Covid-19 menjadi kabar buruk bagi sektor ekonomi sosial masyarakat. Imbas berkepanjangan pun harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk pelaku bisnis perusahaan rintisan. Meski demikian masyarakat diharap dapat kembali bangkit dan bersama melewati masa sulit ini.

  • Sentimen dan Pandangan Publik Terhadap LGBT

    Sentimen dan Pandangan Publik Terhadap LGBT

    LGBT yang merupakan akronim dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender masih menjadi isu yang sarat akan perdebatan. Pembahasan terkait topik LGBT seringkali menyasar pada legalitas keberadaan komunitas tersebut, khususnya di Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia menolak dan mencekal segala bentuk dukungan terhadap keberadaan komunitas tersebut. Namun sebagian lain justru meyuarakan dukungan untuk memperjuangkan legalitas keberadaan kaum LGBT. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Unilever resmi mengumumkan dukungannya untuk kaum LGBT. Sontak, isu LGBT pun kembali mencuat dan ramai diperbincangkan di media.

    Sebenarnya, sejauh mana isu LGBT berkembang dan menjadi perbincangan di media sosial? Terlepas dari dukungan Unilever untuk LGBT, bagaimana pandangan publik terhadap LGBT? Seperti apa sentimen dan arah pembahasan media untuk topik ini? Berikut hasil penelusuran Netray.

    Topik LGBT di Media Berita Daring

    Selama periode Januari-Juni 2020, Netray menemukan seribu artikel dari 94 total portal media yang membahas topik LGBT. Pembahasan topik ini menyasar pada sejumlah kategori, seperti Government (16,5%), Entertaintment (17%), Law (15,6), Religion (10,5%), Parenting (8,5%), hingga Helth & Lifestyle (8,1%).

    Pemberitaan topik LGBT yang menyasar pada ranah pemerintahan selama 6 bulan terakhir adalah soal Wacana Razia LGBT (Januari), Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga (Februari), Aturan Terkait ASN LGBT (Maret), dan Dukungan Unilever untuk Komunitas LGBT (Juni). Sementara di ranah Entertainment, media menyoroti sejumlah kartun dan film yang menampilkan karakter maupun simbol terkait LGBT. Netflix dan Disney banyak dibahas dalam hal ini. Sementara menyangkut ranah Hukum, kasus Reynhard Sinaga pada Januari lalu juga turut meramaikan pembahasan topik LGBT.

    Selain banyak dibahas dari segi Pemerintahan, Hiburan, dan Hukum, topik LGBT juga kerap masuk dalam ranah Agama, Pengasuhan Anak, hingga Kesehatan. Sejumlah fatwa dan larangan dari tokoh ataupun lembaga keagamaan terkait komunitas LGBT banyak ditemui. Begitupula dikaitkan dengan Pengasuhan dan Kesehatan. Stigma negatif terhadap LGBT paling banyak ditemui dalam sejumlah kasus tersebut.

    Topik LGBT di Twitter

    Dengan menggunakan kata kunci lgbt, lesbian, gay, biseksual, dan transgender, Netray menemukan 53 ribu cuitan terkait topik ini. Perbincangan topik LGBT didominasi oleh sentimen negatif dengan total 31 ribu akun yang turut terlibat. Diskusi terkait topik LGBT di Twitter mulai signifikan pada bulan April dan mencapai puncaknya pada akhir Juni 2020.

    Pada bulan Juni, topik LGBT ramai diperbincangkan di Twitter dengan isu terkait dukungan Unilever untuk komunitas LGBT. Narasi boikot Unilever pun sempat naik ke Twitter sebelum akhirnya justru diserang oleh warganet yang tidak sependapat dengan ekspresi yang dinilai berlebihan tersebut.

    Dalam perbincangan topik terkait LGBT di Twitter, akun @ianhugen merupakan akun yang paling populer. Dari pantauan Netray, Ian Hugen merupakan salah satu transwoman yang gencar mengomentari isu-isu LGBT. Ia menyuarakan kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan saling menghargai perbedaan pendapat tiap manusia.

    Dari Kumpulan Kosakata di atas, dapat dilihat bahwa kata hadiri, kill, positif, corona, dan lgbt berada dalam baris pertama. Artinya, frekuensi kemunculan kosakata tersebut sangat tinggi dibanging yang lain. Dari penelusuran Netray, kosakata tersebut mengacu pada pembahasan warganet soal pesta gay di Miami, Florida AS yang berujung pada penularan virus corona.

    Kecam LGBT, Boikot Unilever

    Sementara di baris kedua muncul kata virus, festival, double, dukung, unilever, dan lesbi. Ini menyangkut pro kontra perayaan Pride Month atau bulan kebebasan komunitas LGBT untuk menjadi diri sendiri yang jatuh pada bulan Juni. Sejumlah warganet turut merayakan Pride Month dengan bangga menjadi diri sendiri dan menuntut hak untuk dihargai sebagai manusia. Namun, dukungan Unilever terhadap komunitas LGBT justru menimbulkan sejumlah perdebatan hingga muncul narasi boikot Unilever.

    LGBT Juga Manusia

    Meskipun tidak serta merta turut mendukung komunitas LGBT, banyak warganet yang tidak setuju dengan narasi boikot Unilever. Menurut warganet, tidak mendukung bukan berarti harus memboikot produk atau lembaga yang menyuarakan dukungan. Terlebih jika sampai harus membatasi/menghilangkan hak-hak mereka sebagai manusia.

    Terlepas dari dukungan Unilever untuk kaum LGBT dan narasi boikot Unilever, warganet justru lebih banyak membahas kaum LGBT sebagai manusia. Perkara perilaku mereka menyimpang norma atau agama, warganet lebih mengutamakan sikap untuk menghargai hak sebagai manusia.

    Topik LGBT di Instagram

    Pembahasan topik terkait lgbt di Instagram tidak seramai pembahasan di media berita daring maupun media sosial Twitter. Selama periode Januari-Juni 2020, Netray hanya menemukan 2,3 ribu postingan dengan tagar terkait. Sentimen positif mendominasi penggunaan tagar #lgbt di Instagram.

    Di Instagram, penggunaan tagar #lgbt mulai signifikan sejak bulan April dengan kisaran post di bawah angka 100. Sementara puncak penggunaan tagar ini terjadi pada 29-30 Juni 2020 dengan total 200-700 postingan. Hal ini terkait perayaan Pride Month, berkumpulnya komunitas LGBT di dunia untuk merayakan kebebasan menjadi diri mereka sendiri.

    Penggunaan tagar #lgbt didominasi oleh akun luar. Begitupula dengan perayaan Pride Month atau bulan komunitas LGBT yang juga diramaikan oleh akun-akun luar. Beberapa tagar terkait LGBT yang ramai digunakan adalah #gay, #pride, #lgbtq, #love, #pridemonth, #lesbian, #loveislove, #gayboy, #gaypride, #bisexualm #queer, hingga #transgender. Sementara kreativitas warganet dalam menyambut dan merayakan Pride Month tersebut juga dituangkan dalam #webtoon, #anime, #mangam #comic, hingga #digitalart.

    Demikian pantauan Netray terkait pembahasan topik LGBT di media berita daring dan media sosial. Sentimen negatif masih menghiasi pembahasan topik LGBT di media berita daring dan media sosial Twitter. Sementara di Instagram, penggunaan tagar terkait LGBT didominasi sentimen positif, terutama di bulan Juni. Hal ini berkaitan dengan perayaan Pride Month atau bulan kebebasan komunitas LGBT untuk bangga menjadi diri sendiri. Perayaan Pride Month diramaikan oleh akun-akun luar negeri.

    Sentimen negatif yang mendominasi pemberitaan topik LGBT di media daring berhubungan dengan status keberadaan komunitas LGBT di Indonesia yang masih belum dilegalkan hingga saat ini. Di Twitter sedikit berbeda. Meskipun banyak pihak yang menolak dan tidak mengakui keberadaan LGBT, baik dikaitkan dengan norma, agama, maupun legalitas status LGBT di tanah air, Netray juga menemukan sejumlah diskusi yang mulai longgar. Banyak warganet yang mengaku tidak menerima LGBT, namun menerima kemanusiaan kaum LGBT tersebut.

  • Era New Normal, Warganet: Menanti Bioskop Kembali Beroperasi

    Era New Normal, Warganet: Menanti Bioskop Kembali Beroperasi

    Pandemi Covid-19 mengakibatkan ditutupnya tempat hiburan, termasuk bioskop. Sejak pertengahan Maret 2020 seluruh bioskop di Indonesia tidak dapat beroperasi akibat pandemi. Setelah memasuki bulan keempat, pemerintah tengah menerapkan tatanan kehidupan baru atau Era New Normal. Lalu, bagaimanakah nasib bioskop di Era New Normal?

    Pantauan News Netray

    Netray memantau pembahasan terkait bioskop sejak 01 Juni 2020 s.d 29 Juni 2020. Hal tersebut berkaitan dengan wacana New Normal dan dibukanya pusat perbelanjaan di sejumlah daerah. Dengan berakhirnya masa PSBB, pemerintah menerapkan tatanan kehidupan baru sehingga masyarakat dapat beraktivitas di luar rumah kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Pada tanggal 15 Juni 2020 Pemprov DKI membuka kembali pusat perbelanjaan. Namun, pada tanggal tersebut bioskop-bioskop belum diperbolehkan untuk kembali beroperasi.

    Setelah empat bulan tidak dapat beroperasi, salah satu jaringan bioskop Indonesia CGV mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Meski belum dapat beroperasi kembali, pihaknya mengatakan terus mempersiapkan aturan yang akan diterapkan bila nanti bioskop dibuka kembali.

    Bioskop di Sejumlah Negara

    Seperti halnya di Indonesia, bioskop di beberapa negara lain juga terdampak pandemi. Namun, saat ini beberapa negara tersebut tengah menerapkan New Normal, seperti halnya Arab Saudi yang telah lebih dulu mengizinkan tempat hiburan, seperti bioskop untuk kembali beroperasi. Bahkan di Korea Selatan jumlah penonton bioskop mencapai 400 ribu dalam satu minggu, sedangkan di Inggris baru akan kembali beroperasi pada Juli mendatang.

    Bioskop ala New Normal

    Di Indonesia, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah belum mengeluarkan izin bioskop untuk beroperasi kembali. Meski demikian, pemerintah tengah mengkaji terkait izin dan aturan tersebut agar nantinya industri ini dapat kembali berjalan.

    Sementara itu, jaringan bioskop-bioskop di Tanah Air tengah mempersiapkan sejumlah aturan yang akan diterapkan untuk menghadapi New Normal. Adapun aturan tersebut berkaitan dengan protokol kesehatan, seperti cek suhu tubuh, memakai masker, dan menerapkan physical distancing di luar maupun di dalam studio.

    Inovasi Bisnis Di Tengah Pandemi

    Pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak pada multisektor terutama permasalahan sosial ekonomi masyarakat. Hal ini yang kemudian membuat para pengusaha harus berinovasi untuk tetap menjalankan bisnis mereka. Drive-in Cinema memang bukan merupakan hal baru di tengah masyarakat urban. Namun, inovasi ini kini menjadi solusi untuk mereka yang tetap ingin merasakan pengalaman menonton bioskop, meski dari dalam mobil. Meikarta merupakan perusahaan yang menyediakan industri hiburan tersebut.

    Tanggapan dan Sambutan Warganet

    Menonton bioskop biasanya dapat menjadi alternatif hiburan di tengah padatnya aktivitas. Hal tersebut yang menyebabkan sebagian warganet merindukan aktivitas ini. Akibat pandemi sejumlah film bahkan harus mengatur jadwal pemutaran kembali. Saat ini, di tengah wacana New Normal warganet berharap bioskop dapat segera beroperasi kembali.

    Terlihat antusiasme warganet menyambut dibukanya kembali jaringan bioskop di Indonesia. Mereka bahkan telah menunggu jadwal sejumlah film yang akan tayang bila nanti bioskop telah beroperasi.

    Demikian hasil pantauan Netray terkait topik seputar bioskop di masa pandemi. Setelah cukup lama tidak dapat beroperasi terlihat sebagian warganet merindukan hiburan menonton film di bioskop. Warganet menyambut dengan antusias terkait New Normal dan siap beraktivitas kembali dengan catatan memenuhi aturan protokol kesehatan.

  • GoLife Pamit, Warganet Beri Dukungan dan Terima Kasih

    GoLife Pamit, Warganet Beri Dukungan dan Terima Kasih

    Setelah beberapa waktu lalu Grab melakukan PHK kepada sejumlah karyawannya, kini giliran Gojek yang mengambil langkah serupa. Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi akan dihentikan.

    Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik. GoLife dan GoFood Festival dikabarkan telah mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan adanya pandemi Covid-19. Di media berita daring, topik ini mulai ramai dibahas sejak 23 Juni 2020 dengan total 104 artikel terkait PHK 430 karyawan Gojek dan keputusan penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival.

    This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-from-2020-06-25-17-37-36.png

    Sebagai dampak dari penutupan layanan GoLife karena pandemi, Gojek telah mempersiapkan ‘Program Solidaritas Mitra Covid-19’ kepada mitra yang aktif menggunakan platform sebelum adanya pembatasan akibat Covid-19. Hal ini berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan daring yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan

    Karyawan Gojek yang terdampak dengan keputusan ini juga akan tetap mendapat benefit, termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Lalu bagaimana respon warganet menanggapi kabar tersebut? Berikut pantauan Netray.

    Perbincangan Topik Gojek di Twitter

    Di Twitter, topik ini diperbincangkan oleh 5 ribu lebih warganet dengan dominasi sentimen negatif. Perbincangan warganet terkait topik Gojek memuncak pada 24 Juni 2020.

    Dari pantauan Netray, warganet paling banyak memperbincangkan soal PHK 430 karyawan Gojek sebagai dampak dari ditutupnya layanan GoLife dan Gofood Festival. Cuitan akun resmi GoLife pun mendapat banyak tanggapan dari warganet Twitter.

    GoLife Pamit, Warganet Iringi dengan Ucapan Terima Kasih

    Beberapa warganet menyayangkan keputusan tersebut. Rasa kehilangan dan sedih karena tidak bisa lagi menggunakan sejumlah layanan GoLife seperti GoClean dan GoMasssage banyak menghiasi cuitan warganet Twitter. Ucapan terima kasih pun mengiringi langkah pamit Golife, khusunya dari sejumlah warganet yang merasa terbantu dengan adanya layanan tersebut.

    Demikian pantauan Netray terkait pembahasan topik Gojek di media berita daring dan media sosial Twitter. Pemutusan Hubungan Kerja 430 karyawan Gojek serta penutupan layanan GoLife dan GoFood Festival menjadi tren pembahasan utama di minggu ini. Meskipun banyak yang menyayangkan dan merasa kehilangan, keputusan GoLife untuk pamit mendapat dukungan dan ucapan terima kasih.

  • Perbincangan Topik Seputar TVRI: Dari Kritik Hingga Gandeng Netflix

    Perbincangan Topik Seputar TVRI: Dari Kritik Hingga Gandeng Netflix

    Jaringan televisi milik negeri, TVRI terus mendapat sorotan sejak dipecatnya Helmi Yahya, selaku Direktur Utama. Perbincangan seputar Televisi Nasional tersebut berlanjut hingga saat ini. Lalu apa yang menjadi perbincangan warganet?

    Pantauan News Netray

    Netray memantau pemberitaan seputar TVRI sejak tanggal 01 Mei 2020 s.d 22 Juni 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 7,934 artikel pemberitaan dengan didominasi oleh topik seputar pendidikan.

    Selama pandemi, saluran televisi milik negeri ini memaksimalkan perannya sebagai fasilitator program belajar dari rumah. Saluran televisi ini menyiarkan program materi belajar dari Paud hingga SMA. Hal tersebut yang menyebabkan pemberitaan selama masa pandemi didominasi oleh topik seputar pendidikan.

    Berdasarkan pantauan Netray terlihat beberapa pemberitaan seputar penayangan program pendidikan, dari jadwal belajar hingga kunci jawaban soal yang ditayangkan. Selain terkait topik pendidikan, TVRI mendapat kritik terkait pengangkatan Direktur Utama pengganti Helmi Yahya hingga kerja sama dengan Netflix.

    Polemik Pengangkatan Iman Brotoseno

    Dicopotnya jabatan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI membuahkan kritik dari masyarakat. Sebagian masyarakat menyayangkan keputusan tersebut, terlebih saat diketahui pengganti Helmy Yahya yaitu sosok Iman Brotoseno.

    Sosok Iman Brotoseno ramai menjadi perbincangan publik setelah dirinya diangkat menjadi Direktur Utama TVRI. Hal tersebut berkaitan dengan rekam jejak masa lalunya yang pernah bekerja sebagai kontributor majalah Playboy dan cuitannya beberapa tahun silam yang viral kembali.

    Warganet mengkritik terkait pengangkatan tersebut dan menganggap Iman Brotoseno tidak pantas manjadi Dirut TVRI. Rekam jejak tersebut ramai menjadi pembahasan hingga tagar #BoikotTVRI sempat menduduki trending Twitter.

    Warganet menyoroti proses seleksi oleh Direksi TVRI yang dinilai tidak tepat. Rekam jejak tersebut menjadi polemik yang menuai kritik masyarakat. Namun, Komite Penyelamat TVRI menilai polemik rekam jejak tersebut merupakan tanggung jawab Dewas.

    TVRI Gandeng Netflix

    Untuk mendukung program belajar dari rumah yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah, Mendikbud berinisiatif untuk menggandeng penyedia layanan media streaming digital, Netflix.

    Platform penyedia layanan streaming satu ini bukan merupakan hal yang asing bagi masyarakat. Bedanya biasanya platform ini diakses menggunakan internet dan berbayar, tetapi saat ini masyarakat dapat mengakses secara gratis melalui Televisi Nasional, TVRI.

    Bukan tanpa alasan, kebijakan ini dibuat sebagai bentuk dukungan Mendikbud terkait program belajar dari rumah di tengah pandemi saat ini. Adapun film yang menjadi bahan ajar adalah film dokumenter berkualitas milik Netflix. Selain itu, Nadiem juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak dipungut biaya.

    Popular Tweet and Top Account Twitter

    Selama periode tersebut ditemukan cuitan populer terkait topik TVRI. Kedua cuitan tersebut memuat kritik terkait dicopotnya Helmy Yahya dan diganti dengan Iman Brotoseno.

    Terlihat akun @ustadtengkuzul menempati Top Account pantauan Netray. Melalui monitoring account Netray terlihat beberapa cuitannya terkait topik ini.

    Social Network Analysis Report

    Melalui jaringan percakapan Netray terlihat beberapa akun yang paling banyak ditandai warganet terkait arus percakapan topik TVRI di Twitter. Beberapa akun tersebut merupakan akun tokoh yang memiliki kaitan dengan topik pembahasan isu seputar TVRI.

    Dipecatnya Helmy Yahya dan diangkatnya Iman Brotoseno menjadi Dirut menimbulkan kritik dari masyarakat. Melalui media sosial Twitter warganet beramai-ramai melayangkan protes. Meski demikian, selama masa pandemi TVRI memaksimalkan perannya sebagai fasilitator program belajar dari rumah hingga Kemendikbud berhasil menggandeng Netflix sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan proses belajar dari rumah. Hal ini disambut baik oleh masyarakat sehingga tayangan program tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas.

  • Analisis Tagar Topik Novel Baswedan

    Analisis Tagar Topik Novel Baswedan

    Di awal Mei, kasus Novel Baswedan kembali menjadi perbincangan publik. Perkembangan baru terkait tuntutan 1 tahun penjara untuk dua terdakwa penyiram air keras Novel Baswedan menjadi sorotan di berbagai kanal media. Sejumlah kritik atas perlakuan hukum hingga isu kebebasan berpendapat menjadi yang paling kental diangkat dalam topik ini. Sentimen negatif pun menghiasi pembahasan terkait topik Novel Baswedan selama periode 11-17 Juni 2020. Lalu bagaimana perkembangan isu tersebut saat ini?

    Netray kemudian memantau perkembangan topik Novel Baswedan di Twitter untuk melihat apakah topik ini masih ramai dibahas atau sudah mulai tenggelam? dan apakah isu yang berkembang masih seputar perlakuan hukum dalam kasus Novel atau sudah bergeser kepada isu lain? Berikut hasil pantauan Netray.

    Perkembangan Topik Novel Baswedan

    Dari pantauan Netray selama periode 16-22 Juni 2020, topik Novel Baswedan perlahan-lahan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari total 12 ribu cuitan pada 16 Juni 2020, kini perbincangan topik hanya mencapai angka seribu perhari. Berikut tren pembahasan topik Novel Baswedan selama seminggu terakhir.

    Dari kumpulan kosakata populer di atas terlihat bahwa isu keadilan hukum dalam kasus Novel Baswedan masih menjadi yang paling banyak dibahas. Masalah pelaku dan korban juga menjadi sorotan. Yang menjadi menarik, tagar #NovelBaswedan tidak lagi menjadi pusat perbincangan warganet, justru terlihat tagar #SandiwaraNovelJilid2 dan #RekayasaDidzolimi yang masuk dalam deretan trending utama. Oleh karena itu, Netray akan berfokus untuk membahas penggunaan tagar tersebut.

    Penggunaan Tagar Terkait Topik Novel Baswedan

    Dari kurva penggunaan tagar di atas, dapat diamati bahwa tagar #NovelBaswedan yang ramai digunakan sejak awal Mei lalu perlahan-lahan mulai mengalami penurunan di bawah angka seribu. Sementara itu, pada tanggal 16 Juni 2020 tagar #SandiwaraNovelJilid2 melambung tinggi mencapai angka di atas 4 ribu. Tagar ini mengalami penurunan yang cukup drastis di bawah angka seribu dan perlahan menghilang digantikan tagar #RekayasaDidzolimi yang naik pada 20 Juni 2020.

    Tagar #SandiwaraNovelJilid2

    Selama seminggu terakhir, tagar #SandiwaraNovelJilid2 telah digunakan oleh 3,8 ribu warganet Twitter. Tagar ini naik pada 16 Juni 2020 sekitar pukul 11.00-12.00 WIB dengan total mencapai 5,336 cuitan. Pertama kali digunakan oleh akun @LenjelMelah dengan topik seputar penyiraman air keras Novel Baswedan. Kemudian beberapa akun lain, seperti @antakara_86 dan @Robert_Moses turut menggunakan tagar ini.

    Setelah menyoroti soal keadilan hukum yang dipertanyakan banyak pihak dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, akun-akun tersebut kemudian mengangkat kembali isu penegakan hukum dalam kasus pencurian sarang burung walet yang ditangani Novel Baswedan beberapa tahun silam.

    Warganet juga menaikkan isu soal kebohongan pernyataan Novel terkait sakit yang ia derita. Termasuk di dalamnya adalah mempertanyakan kejanggalan kondisi mata Novel Baswedan dan membandingkan efek yang diderita korban luka air keras di beberapa kasus lain. Berikut beberapa Tweets Populer terkait tagar #SandiwaraNovelJilid2.

    Netray kemudian mengamati Top Account dalam tagar #SandiwaraNovelJilid2 untuk melihat ada atau tidaknya pola jaringan/kelompok dalam tagar tersebut. Di sisi kiri merupakan akun yang paling banyak menaikkan tagar, baik itu menyebut dalam cuitan maupun membagikan ulang. Di sisi kanan merupakan akun yang paling banyak mendapat impresi terkait cuitannya yang bertagar #SandiwaraNovelJilid2.

    Setelah ditelusuri, inisiator akun dalam tagar ini sebagian besar berada dalam satu kelompok jaringan. Perhatikan jaringan akun ketiga Top Inisiator berikut.

    Akun @Robert_Moses, @LenjelMelahm dan @mulanbilqis memiliki pola jaringan yang saling berkaitan. Ketika salah satu akun menjadi pusat jaringan, maka kedua akun lainnya pun masuk dalam kelompok jaringannya. Deretan akun populer dalam tagar #SandiwaraNovelJilid2 juga mengangkat isu yang sama, yaitu soal perlakuan hukum dalam kasus pencurian sarang burung walet dan kejanggalan kondisi mata Novel Baswedan.

    Tagar #SandiwaraNovelJilid2 menurun drastis sejak naik pada 16 Juni 2020. Bahkan, pada 21 Juni cuitan terkait tagar ini hanya ditemukan sebanyak 4 cuitan dan sudah tidak digunakan lagi pada 22 Juni 2020. Sementara itu, tagar #RekayasaDidzolimi bergantian naik. Berikut analisisnya.

    Tagar #RekayasaDidzolimi

    Tagar #RekayasaDidzolimi naik pada 20 Juni 2020 dengan keterlibatan akun mencapai 3,3 ribu dalam 5,280 total cuitan. Dari pantauan Netray, tagar ini pertama kali digunakan oleh akun @AryPrasetyo85 pada pukul 12.00-13.00 WIB.

    Dalam cuitannya, ia mengangkat beberapa isu soal rekayasa buzzer dalam tuduhan narkoba Bintang Emon dan kasus penembakan Erwansyah dan Dedi Muryadi oleh Novel Baswedan beberapa tahun silam. Pada pukul 13.00-14.00 WIB, tagar ini kemudian banyak digunakan oleh akun-akun lain dengan mengangkat isu serupa.

    Bagaimana dengan Top Inisiator dan Populer Account. Berikut hasil tangkapan Netray.

    Dari kedua deretan Top Inisiator akun di atas dapat diamati bahwa Populer Account dan Inisiator Akun dalam tagar #RekayasaDidzolimi berada dalam satu pola kelompok atau saling mendukung satu sama lain. Bahkan, terlihat akun @AnakLolina yang merupakan inisiator tagar sebelumnya, yakni #SandiwaraNovelJilid2.

    Selain mengungkap kembali penegakan hukum Novel Baswedan terhadap kasus pencurian sarang burung walet di tahun 20024 lalu, akun-akun tersebut juga menyoroti kejanggalan hasil rekam medis operasi mata Novel Baswedan yang ditayangkan di acara Mata Najwa.

    Jaringan Percakapan Tagar Topik Novel Baswedan

    Dari jaringan percakapan di atas, dapat diamati bahwa tagar #SandiwaraNovelJilid2 (node biru muda) dan #RekayasaDidzolimi (node merah) masih berkaitan. Hal ini terlihat dari akun @AnakLolina dan @Jenkkelin yang turut menggunakan kedua tagar tersebut bersama-sama untuk menaikkan isu serupa. Sementara tagar #NovelBaswedan yang ditandai dengan node putih memiliki jaringan sendiri-sendiri yang terpisah dari kedua tagar tersebut.

    Demikian hasil analisis Netray terkait tagar yang berkembang dalam topik Novel Baswedan selama seminggu terakhir. Apabila sebelumnya isu untuk topik ini seputar peradilan hukum dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, di minggu ini isu yang berkembang sedikit bergesar. Sorotan soal peradilan hukum telah bergeser pada kasus sarang burung walet yang pernah ditangani Novel Baswedan pada beberapa tahun silam. Isu kebohongan rekam medis operasi mata Novel Baswedan juga ramai dibahas di minggu ini.

  • Sentimen dan Arah Pembahasan Topik Novel Baswedan di Media

    Sentimen dan Arah Pembahasan Topik Novel Baswedan di Media

    Teka-teki kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada 2017 silam kembali ramai diperbincangkan. Antusiasme publik terhadap perkembangan kasus ini dapat dikatakan cukup tinggi. Adanya temuan baru dalam penyelidikan kasus ini selalu ramai disorot media pemberitaan dan menjadi perbincangan di media sosial. Meskipun dalam perkembangan terakhir dua tersangka kasus penyiraman air keras berhasil ditangkap, publik tak lantas menganggap kasus ini selesai. Tuntutan 1 tahun yang diajukan kepada 2 terdakwa justru menimbulkan sejumlah pertanyaan; mengapa hanya 1 tahun?

    Netray kemudian menelusuri pembahasan topik terkait Novel Baswedan, baik di media pemberitaan maupun di media sosial. Dari pantauan ini, Netray ingin memberikan gambaran terkait antusiasme publik dalam mengawal kasus ini. Bagaimana kasus ini berkembang di media; seperti apa sentimen dan arah pembahasan media untuk topik ini? Bagaimana sentimen dan arah pembahasan kasus ini di Twitter dan Instagram? Berikut hasil pantauan Netray.

    Perkembangan Kasus

    Aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017 lalu dalam perjalanan dari masjid menuju ke kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada 24 November 2017, polisi berhasil membuat sketsa kedua terduga pelaku berdasarkan pemeriksaan 66 orang saksi. Di tahun 2018, kasus ini tidak menunjukkan sejumlah perkembangan kecuali adanya isu keterlibatan jenderal polisi dalam kasus ini yang sempat menyeruak.

    Januari 2019, Kapolri yang saat itu dijabat oleh Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelidiki kasus dan mencari pelakunya. Tim tersebut diketuai oleh Kapolda Metro Jaya yang saat itu dijabat oleh Irjen Idham Aziz dengan penanggung jawab Tito.

    Desember 2020, pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan ditangkap. Kedua pelaku (Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis) merupakan anggota kepolisian aktif. Keduanya dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dengan alasan tidak adanya unsur kesengajaan untuk melukai Novel dan hanya ingin memberikan pelajaran kepada Novel yang dianggap lupa terhadap institusi Polri.

    Sentimen dan Arah Pembahasan Kasus Novel Baswedan di Media Berita

    Di bulan Juni 2020, kasus Novel Baswedan telah diberitakan oleh 82 portal media daring dengan total lebih dari 2,5 ribu artikel.

    Pemberitaan Novel Baswedan Periode 11-17 Juni 2020

    Pemberitaan topik Novel Baswedan di media selama seminggu terakhir didominasi oleh sentimen negatif. Dari 2 ribu artikel terkait topik ini, 1,6 ribu di antaranya merupakan sentimen negatif. Sementara sisanya adalah sentimen netral dan positif. Apa yang paling banyak disoroti media sehingga sentimen negatif mendominasi pemberitaan terkait topik Novel Baswedan?

    Dari pantauan Netray, kategori Hukum (64%) dan Pemerintahan (16%) menjadi yang paling banyak disoroti oleh media. Sentimen negatif yang mendominasi pembahasan topik Novel Baswedan berkaitan dengan vonis 1 tahun yang menjadi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua terdakwa penyiraman air keras Novel Baswedan. Berikut sejumlah potret pemberitaan Novel Baswedan beserta sentimen yang melingkupinya.

    Sentimen negatif mendominasi pemberitaan topik Novel Baswedan karena banyak media yang menyoroti kejanggalan tuntutan 1 tahun yang diajukan JPU terhadap terdakwa kasus penyiraman air keras. Sebagian besar media menyoroti kekecewaan Novel Baswedan dan sejumlah pihak yang mempertanyakan kejanggalan tersebut. Tuntutan 1 tahun tersebut menimbulkan sejumlah opini yang kemudian diangkat dan turut disoroti oleh media. Di antaranya adalah soal penegakan HAM yang dipertanyakan, sandiwara dan kejahatan hukum yang sistematis, akal sehat yang dipermainkan, kebobrokan hukum yang dipertontonkan hingga komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi yang perlu dipertanyakan kembali.

    This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-from-2020-06-17-16-31-05.png

    Selain Novel Baswedan serta kedua terdakwa kasus penyiraman air keras, media juga ikut menyoroti komedian Bintang Emon. Hal ini terkait komentarnya dalam sebuah video yang mempertanyakan ketidaksengajaan terdakwa dalam kasus Novel Baswedan.

    Sentimen dan Arah Perbincangan Warganet Soal Kasus Novel Baswedan di Media Sosial Twitter dan Instagram

    Topik Novel Baswedan ramai diperbincangkan di media sosial Twitter sejak 11 Juni 2020. Di minggu pertama Juni, topik ini diperbincangkan dalam 293 cuitan. Sementara di minggu kedua, topik ini diperbincangkan dalam 63 ribu cuitan. Tidak berbeda dengan pembahasan topik di media berita daring, topik Novel Baswedan di Twitter juga didominasi oleh sentimen negatif. Apa yang paling banyak diperbincangkan warganet soal topik Novel Baswedan sehingga sentimen negatif mendominasi? Simak kosakata populer berikut.

    Dari kumpulan kosakata di atas terlihat bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan paling banyak disoroti warganet, terutama menyangkut pelaku, jaksa, dan perlakuan hukum di dalamnya. Tagar #gaksengaja dan #novelbaswedan pun turut menghiasi pembahasan topik ini di Twitter.

    Warganet paling banyak menyebut Novel Baswedan dalam cuitannya untuk membahas topik ini secara umum. Sebanyak 23 ribu akun turut memperbincangkan topik ini. Tagar #novelbaswedan turut menyertai sejak topik tersebut naik di Twitter dengan jumlah partisipan sebanyak 6 ribu akun. Tren penggunaan tagar kemudian bergeser menjadi #gaksengaja yang mulai naik sejak 12 Juni 2020 dengan partisipan sebanyak 11,7 ribu akun.

    Terkait perlakuan hukum untuk kasus Novel Baswedan yang dinilai tidak masuk akal, warganet seolah diingatkan kembali dengan kasus Tan Malaka, Wiji Thukul, Munir, dan Marsinah. Ketidakadilan hukum dan pembungkaman terhadap para pelaku kritis banyak diperbincangkan warganet Twitter selama seminggu terakhir. Terlebih ketika Bintang Emon diisukan menggunakan narkoba beberapa hari setelah viral membuat konten berisi komentar kritis terhadap kasus Novel Baswedan.

    Di Twitter, akun yang paling banyak disorot adalah @nazagistsha, @jokowi, @KejaksaanRI, @bintangemon dan @Puspenkum. Namun, dari potret jaringan percakapan di atas dapat diamati bahwa Bintang Emon justru lebih banyak disoroti ketimbang akun terkait lainnya. Hal ini sehubungan dengan adanya isu narkoba yang sempat menerpa Bintang Emon beberapa hari setelah mengkritisi ketidaksengajaan pelaku dalam kasus Novel Baswedan. Dari pantauan Netray, warganet sempat bergeser mendukung dan membela Bintang Emon di Twitter pada 15 Juni 2020 sehingga isu Novel Baswedan sempat tenggelam.

    Topik Novel Baswedan di Instagram

    Di Instagram, kedua tagar juga banyak digunakan. Netray menemukan 7 ribu postingan terkait tagar #novelbaswedan dan#gaksengaja.

    Kedua tagar tersebut digunakan untuk membahas isu seputar Novel Baswedan dan Bintang Emon. Topik ini naik di Instagram pada 12 Juni 2020. Untuk tagar #novelbaswedan, Netray menemukan 4,6 ribu postingan. Sementara tagar #gaksengaja ditemukan sebanyak 3 ribu postingan. Dalam pembahasan topik ini, terlihat pula beberapa tagar yang turut digunakan, seperti #bintangemon, #dirumahaja, #menolaklupa, #beritaterkini, dan #novelbaswedandisiramairkeras. Berikut beberapa postingan populer terkait topik Novel Baswedan.

    Selain berisi postingan terkait pemberitaan kasus Novel Baswedan dari berbagai akun media seperti @kumparan, @narasinewsroom, dan @idntimes, ditemukan berbagai karya kreatif seperti meme, video konten, poster dan berbagai quotes menanggapi kontroversi kasus Novel Baswedan. Akun media berita dan sejumlah komunitas aktivis paling banyak menyuarakan isu ini di Instagram.

    Demikian pantauan dan analisis Netray terkait topik Novel Baswedan di media berita daring dan media sosial. Antusiasme publik mengikuti perkembangan kasus Novel Baswedan terlihat dari ramainya pembahasan topik ini di 3 kanal media; media berita daring, media sosial Twitter, dan Instagram. Sentimen negatif yang mendominasi pembahasan topik di media pemberitaan dan media sosial memperlihatkan adanya kesadaran masyarakat yang cukup tinggi dalam mengawal hukum dan pemerintahan di Indonesia. Perlakuan hukum terhadap kedua terdakwa penyiraman air keras menjadi yang paling banyak disoroti oleh publik. Sentimen negatif yang berkembang di Twitter kemudian tidak hanya berhubungan dengan kekecewaan warganet atas perlakuan hukum terhadap kedua terdakwa, tetapi juga berujung pada opini negatif terhadap pemerintah.

  • Industri Pertelevisian Indonesia: Revisi UU Penyiaran Hingga Dampak Pandemi

    Industri Pertelevisian Indonesia: Revisi UU Penyiaran Hingga Dampak Pandemi

    Di tengah pandemi industri pertelevisian Indonesia harus tetap bersaing dengan layanan streaming dan berbagai kanal yang tersedia melalui media daring. Seiring dengan hal itu pemerintah juga memiliki peran untuk mengawasi dan menyaring informasi agar sesuai dengan kultur dan norma yang berlaku di masyarakat melalui Undang-Undang Penyiaran. Untuk meningkatkan pengawasan tersebut pemerintah berencana untuk menerbitkan Revisi UU Penyiaran agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi. Lalu bagaimanakah kabar industri pertelevisian Indonesia saat ini?

    Monitoring News Netray

    Netray memantau topik seputar pertelevisian sejak 01 Juni 2020 s.d 17 Juni 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 4,853 melalui 113 media pemberitaan daring. Dengan kategori pembahasan didominasi oleh topik seputar hiburan, pendidikan, dan pemerintahan.

    Melalui grafik terlihat frekuensi pemberitaan terkait pertelevisian yang memuncak pada 09 Juni 2020. Pada tanggal tersebut pemberitaan di media daring membahas terkait dampak Covid-19 yang juga dirasakan industri televisi dan pembahasan terkait rancangan revisi UU Penyiaran. Hal tersebut juga dapat diamati melalui Word Cloud yang menyaring beberapa kosa kata yang kerap digunakan selama periode pemantauan Netray, seperti pandemi, pemerintah, pengawasan, dan lain sebagainya.

    Revisi UU Penyiaran dan Dampak Pandemi

    Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) menggelar diskusi daring dengan tajuk RUU Penyiaran dan Prospek Industri Penyiaran Indonesia. Dalam diskusi tersebut membahas terkait UU Penyiaran yang dianggap telah tertinggal dengan kemajuan teknologi. Hal tersebut menyebabkan UU Penyiaran tidak dapat menindak lanjut permasalahan yang terdapat di media baru.

    Selain berfungsi sebagai pengawasan, revisi UU Penyiaran akan memberikan perlindungan, kesempatan dan kepastian hukum yang jelas. Sehingga media mainstream dapat berada di satu wilayah yang sama dengan media digital yang tengah berkembang saat ini. Selain itu, Kominfo juga terus didesak untuk mengatur frekuensi penyiaran agar dapat mengoptimalkan pemasukan untuk negara dan menjamin eksistensi televisi konvensional.

    Industri televisi saat ini menjadi salah satu sektor yang juga terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Syafril Nasution, selaku Ketua Umum Asosiasi Televisi Swasta Indonesia. Kondisi saat ini berdampak langsung pada industri televisi dikarenakan sepinya pengiklan.

    Di tengah pandemi yang masih berlangsung, televisi juga harus dihadapkan dengan tatanan hidup baru atau New Normal yang tengah dikampanyekan oleh pemerintah. Dalam hal ini, media mainstream seperti televisi memiliki peran vital sebagai sarana edukasi dan penyampaian informasi pada masyarakat.

    Top Categories

    Stasiun televisi milik negeri TVRI masuk dalam Top Kategori terkait topik industri televisi Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh peran TVRI yang dimaksimalkan oleh pemerintah selama pandemi sebagai sarana edukasi para siswa yang harus belajar dari rumah. Selain itu, terlihat dalam kategori Top Portal, Tribun News masuk dalam kategori media pemberitaan daring yang paling banyak menerbitkan artikel pemberitaan terkait industri televisi.

    Televisi sebagai media konvensional harus bersaing dengan industri digital yang tengah berkembang. Di tengah pandemi, industri ini juga harus dihadapkan dengan berbagai persoalan, seperti sepinya pengiklan dan persaingan dengan media digital. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya tuntutan agar pemerintah memperbaharui UU Penyiaran agar dapat memberikan pengawasan, perlindungan, dan jaminan hukum yang relevan dengan perkembangan arus media saat ini.