-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Pandemi Belum Berakhir, Sebagian Warganet Bahkan Baru Menyadari Keberadan Covid-19


Pandemi masih belum berakhir, meski saat ini telah memasuki bulan ketujuh Covid-19 mewabah di Indonesia. Setidaknya terhitung sejak Maret, yakni bulan pertama diumumkannya secara resmi kasus pertama ditemukan di Indonesia dan kini per 21 September 2020 telah mencapai 248.852 jumlah kasus yang terkonfirmasi. (Info Covid-19 klik https://covid19.netray.id/ )
Monitoring Netray


Perbincangan terkait topik ini pun terus mencuat, media monitoring Netray memantau perbincangan tersebut melalui media sosial Twitter sejak 15 September 2020 s.d 21 September 2020.

Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 144.1K cuitan warganet seputar Covid-19 dengan Potentetial Reach mencapai 351.6M. Pandemi menjadi salah satu topik yang masih terus menjadi pembahasan warganet, selain karena angkanya yang terus melonjak, juga sikap pemerintah dalam menangani hal ini yang terus menuai perdebatan. Meski kini masyarakat telah memasuki era New Normal.
Peningkatan Jumlah Kasus

Era New Normal menjadi awal penerapan kebiasaan baru, agar masyarakat dapat terus beraktivitas dan bertahan hidup di tengah pandemi dengan penerapan berbagai protokol kesehatan agar tetap terhindar dari Covid-19. Namun masa transisi ini bukan perihal mudah, pasalnya tidak sedikit masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan hingga menyebabkan jumlah kasus yang harus menanjak kembali.
Seperti halnya di Jakarta, Ibu kota menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Bahkan hingga harus menerapkan PSBB kembali agar menekan angka penyebaran. Mobilitas masyarakat memang menjadi jalan pintas penularan yang tidak terhindarkan hingga pemerintah harus kembali menarik tuas rem agar ledakan kasus dapat terkendali.
Tidak hanya di Jakarta, adapun wilayah lain yang juga mengalami peningkatan jumlah kasus yaitu Yogyakarta. Ya, selama New Normal diterapkan tidak sedikit jumlah wisatawan yang kembali mendatangi Kota Wisata ini. Namun sangat disayangkan, hal ini justru memicu kenaikan jumlah kasus di kota ini.
Perlahan tapi pasti, jumlah kasus di kota ini terus meningkat. Hal ini juga dipicu oleh kesadaran masyarakat yang dinilai tidak seawas saat pertama kali Covid-19 mewabah sehingga kesadaran akan bahaya Covid-19 terus menurun dan menyebabkan angka penyebaran semakin meningkat. Dikarenakan mengalami peningkatan, Pemkot Jogja kini bahkan tengah menyiapkan Rusunawa sebagai Shelter untuk pasien Covid-19 dengan status OTG.
Sementara itu, berdasarkan rekaman video yang diunggah oleh warganet terlihat justru masyarakat saat malam hari dengan santai berkumpul dan mengabaikan protokol kesehatan yang semestinya diterapkan. Menanggapi rekor peningkatan jumlah kasus di Jogjakarta Sultan justru dinilai santai dengan mengatakan tidak apa-apa apabila positif akan di rawat di rumah sakit. Sultan juga mengingatkan untuk tidak menakut-nakuti dan menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.
Ragam Tanggapan Warganet
Kicauan warganet terkait pandemi masih terus berlanjut, tidak sedikit warganet yang meminta kontestasi politik 2020 (Pilkada) ditunda dahulu. Hal ini agar pemerintah fokus pada penanganan Covid-19 di tanah air dan menekan angka penyebaran.
Selain perbincangan terkait penundaan Pilkada di masa pandemi, terdapat juga warganet yang bahkan baru percaya akan keberadaan Covid-19 benar nyata setelah orang terdekatnya terinfeksi.
Ragam kritik hingga ajakan warganet untuk menghadapi Covid-19 bersama terpantau melalui monitoring Netray di media sosial Twitter. Pandemi Covid-19 memang belum berakhir, namun masyarakat seharusnya tetap disiplin dan waspada agar penyebaran virus ini dapat terkendali. Tidak hanya pemerintah, kita juga memiliki peran untuk menghentikan penyebaran virus ini.
-
Monitoring Tunda Pilkada: Demi Negara, Demi Keselamatan Warga

Wabah COVID-19 yang menyerang dunia sejak Desember, sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Begitu pula dengan situasi nasional yang secara resmi diakui muncul pertama kali pada bulan Maret 2020. Laporan kasus positif justru semakin bertambah saban harinya.
Sinyal penurunan kasus masih belum nampak, sebaliknya perhelatan Pilkada sebagai peristiwa politik periodik nasional sudah di depan mata. Sejumlah besar daerah di Indonesia akan kembali memilih siapa sosok yang akan memimpin mereka untuk lima tahun ke depan. Hanya saja banyak pihak yang terpaksa harus menghadap-hadapkan dua hal ini.
Perhelatan Pilkada seperti yang selama ini terjadi, melibatkan interaksi sosial seperti kerumunan massa yang masif jumlahnya. Tentu hal ini sangat tidak dianjurkan dalam situasi pandemi seperti ini. Dari pemantauan Media Monitoring Netray, sejumlah surat kabar daring telah bersuara terkait dilema ini.
Protes Ormas di Media Massa
Melalui kata kunci tunda, pilkada, dan covid, Netray menemukan 448 berita yang diterbitkan oleh 78 media massa daring. Sepertinya isu penundaan pilkada tidak menarik untuk diangkat oleh portal berita kecil. Pasalnya dari sekian kantor redaksi yang melaporkan, sebagian besar dilakukan oleh media massa besar seperti Sindonews, CNN Indonesia, Tempo, atau Republika.


Meskipun kekhawatiran ini sudah cukup lama terdengar, sikap atau pernyataan untuk menunda pilkada secara resmi baru disampaikan beberapa waktu yang lalu. Tepatnya pada 4 September 2020. Kala itu aktivis Ray Rangkuti menyarankan kepada pemerintah untuk menghentikan perhelatan pilkada. Pasalnya banyak bakal pasangan calon di berbagai daerah melakukan konvoi bersama pendukungnya tanpa mengindahkan protokol Covid-19.
Media massa daring hampir sepakat jika wacana untuk penundaan pilkada ini merupakan hal yang positif mengingat situasi pandemi yang tidak bisa sepenuhnya diprediksi dan dirawat. Data sentimen yang berhasil dihimpun Netray sejak awal bulan menunjukkan bahwa sentimen positif lebih mendominasi dengan 209 judul dibandingkan sentimen negatif yang hanya menghiasi 80 judul laporan media massa.
Pemantauan Netray juga menunjukan sejumlah tokoh yang paling banyak disinggung terkait pandemi yang sedang dialami Indonesia saat ini. Nama Presiden Joko Widodo menduduki peringkat pertama dalam daftar Top Account. Bagaimanapun juga keputusan penundaan Pilkada berada di tangan Presiden.
Sedangkan pada Top Organization, muncul subyek bernama Perludem. Meski menempati posisi terakhir, peran Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dalam mewacanakan penundaan pilkada cukup monumental. Mereka adalah organisasi massa pertama yang memprotes prosesi pilkada tetap dilaksanakan meskipun masih dalam situasi pandemi.
Kembali melihat grafik distribusi pemberitaan selama bulan ini, laporan surat kabar daring selama beberapa waktu, terbit dengan frekuensi yang hampir sama. Rata-rata setiap hari terbit berita antara belasan hingga 30-an artikel saja. Namun pada tanggal 20 September terjadi lonjakan yang sangat tidak seimbang. Tercatat pada hari itu terbit 107 laporan di semua portal berita daring.
Usut punya usut, lonjakan ini terjadi karena sehari sebelumnya, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan ke wartawan bahwa ia sepakat dengan usulan penundaan pilkada demi keselamatan masyarakat Indonesia. Tentu saja pernyataan JK lantas mendapat respon yang sangat beragam dari banyak elit politik di Indonesia.
Monitoring Sosial Media
Domain sosial media pun tak kalah ramai dalam membahas wacana penundaan pilkada Desember nanti. Selain naiknya tagar #tundapilkada, cuitan yang mengandung kata kunci tunda dan pilkada juga tak kalah riuh sejak awal bulan September ini.
Dari agregasi kata yang paling kerap digunakan, dapat dianalisis topik apa saja yang menjadi pusaran pembicaraan warganet Twitter. Kemunculan kata tunda dan pilkada sepertinya tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang mengundang perhatian adalah kemunculan kata anak dan jokowi.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, kata ini muncul sebagai representasi prasangka publik terkait alasan mengapa Presiden Joko Widodo seperti sangat bersikeras untuk tetap menyelenggarakan pilkada. Publik menilai Presiden memiliki maksud lain, yakni agar anaknya Gibran yang maju di Pilkada Kota Solo dan juga menantunya, Bobby di Pilkada Kota Medan terpilih dalam momen tersebut.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah dua entitas ini, baik tunda pilkada dan anak jokowi akan mempengaruhi sentimen warganet secara umum? Dari data yang ditampilkan dalam grafik, Netray menemukan bahwa cuitan dengan sentimen positif muncul sebanyak 14.743 kali. Sedangkan cuitan dengan sentimen negatif di-posting sebanyak 8.511.
Tentu saja cukup mengherankan. Bagaimana mungkin subjek perbincangan yang memiliki konotasi negatif tetapi justru direspon positif oleh warganet? Mungkin jawabannya bisa ditelisik dari dalam cuitan dengan sentimen positif sendiri. Pernyataan apa yang mengkonstitusi sentimen tersebut?
Cuitan bernada positif diatas sedikit banyak disebabkan karena pengaruh (influence) oleh cuitan yang datang dari sejumlah akun influencer. Menurut pandangan Netray, akun-akun ini adalah akun yang mendapat respon terbanyak dari warganet (Top Account).
Misalnya akun @agusjabo33 yang mengatakan jika anggaran pilkada lebih baik untuk penanggulangan bencana. Ia tak lupa mengirim doa untuk korban pandemi yang sudah mendahului.
Akun @AlifKamal__ mengutip pepatah Yunani bahwa “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi bagi suatu negara.” Sedangkan @ChristWamea menyebutkan jika presiden cinta nyawa rakyatnya, pasti pilkada 2020 akan ditunda. Termasuk akun @Dandhy_Laksono yang memberikan saran kepada oligarki agar mereka berfokus ke pandemi. Ujaran-ujaran yang bernada ajakan, doa, anjuran, dan saran semacam ini membuat perbincangan di Twitter cenderung memiliki sentimen positif, meski secara substantif merupakan kritik.
Hasil pemantauan Netray sejak awal bulan menghasilkan 31.685 cuitan yang mengandung kata kunci. Puluhan ribu cuitan tersebut mendapatkan reaksi warganet dalam bentuk like, reply, dan favorite sebanyak 99,7 ribu kali. Dan menjangkau 53,5 juta pengguna akun Twitter. Nilai-nilai ini tentu akan semakin bertambah mengingat situasi pandemi dan kejelasan pilkada masih kabur di awang-awang.
-
Perbincangan Warganet Terkait KPU Izinkan Konser Saat Pandemi


Kontestasi politik memang tak pernah luput dari perhatian publik. Ajang pemilihan lima tahunan ini pun menjadi salah satu topik yang selalu hangat diperbincangkan. Belum lagi isu yang mencuat pun cukup beragam dan kerap menuai tanggapan berbagai kalangan. Seperti halnya KPU yang memberikan izin mengadakan konser saat kampanye di masa pandemi saat ini. Kebijakan tersebut memang cukup kontroversial hingga menuai kecaman berbagai pihak.

Netray memantau pembahasan topik ini di media pemberitaan daring sejak 12 September 2020 s.d 18 September 2020. Selama periode tersebut Top Kategori didominasi oleh pemberitaan Politik sebesar 92% dengan total artikel terkait sebanyak 255 artikel.


Terlihat pemberitaan topik ini mulai mencuat pada 15 September lalu dan memuncak pada tanggal 17 September 2020. Lalu apa saja yang menjadi pemberitaan?
Kampanye biasanya menjadi salah satu ajang untuk mencari dukungan atau pun media penyampaian visi dan misi pasangan calon elektoral. Metode yang dilakukan beragam, dari mulai berkumpul di satu titik dan bertemu langsung dengan para pendukung hingga menghadirkan beragam panggung hiburan rakyat. Akan tetapi, pada masa pandemi saat ini kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian memang dilarang. Itulah sebabnya saat KPU memberikan izin tersebut menjadi polemik di masyarakat.
Kritik terkait perizinan ini pun datang dari berbagai pihak, mulai dari DPR hingga pengamat yang menganggap aturan ini merupakan aturan yang ‘bodoh’. Kampanye saat ini seharusnya menyesuaikan kondisi pandemi yang masih berlangsung.

Tidak hanya melalui media pemberitaan, topik ini juga menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter. Terlihat, selama periode yang sama Netray menemukan sebanyak 6,634 cuitan dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif.


Perbincangan terkait topik tersebut pun terlihat mencuat dengan grafik yang hampir sama seperti halnya pada grafik News. Dominasi sentimen negatif pada perbincangan topik ini pun agaknya tidak lagi mengejutkan, jelas aturan ini memang menuai polemik.
Terlihat kritik warganet melalui cuitannya yang menyampaikan pendapat mereka terkait aturan ini. Padahal selama masa pandemi para musisi dilarang melaksanakan konser secara langsung, hingga tidak sedikit dari mereka yang harus kehilangan pendapatan. Namun, KPU memperbolehkan para paslon melakukan kampanye dengan mengadakan konser yang pasti akan menimbulkan kerumunan dan membahayakan.


Aturan terkait kegiatan kampanye politik selama pandemi memang seharusnya menyesuaikan dengan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat. Saat ini masyarakat tengah berjuang bersama bertahan di tengah pandemi, itulah sebabnya munculnya izin ini menimbulkan polemik dan perdebatan.
-
Denda Tilang Operasi Yustisi Dikritisi Warganet

Operasi yustisi yang dilaksanakan pemerintah menuai kritik warganet. Kegiatan gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah ini dikritisi karena dalam pelaksanaannya didapati penindakan yang dirasa kurang logis untuk diberikan denda administratif ataupun kerja sosial. Seperti apa warganet menyoroti upaya pemerintah yang satu ini? Apa yang membuat warganet geram dengan kebijakan ini? Dan bagaimana media memberitakan kegiatan ini? Berikut ulasan media monitoring Netray.

Operasi yustisi serentak digelar di beberapa titik wilayah di Indonesia mulai 14 September 2020 lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya penekanan angka Covid-19 yang terus menanjak. Dikutip dari Kompas.com, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Indonesia, Erick Thohir mengatakan bahwa operasi ini ditekankan pada situasi Pilkada yang mana beberapa wilayah di Indonesia akan menggelar rangkaian kegiatan Pilkada. Protokol kesehatan, terutama disiplin menggunakan masker akan digalakkan dalam operasi ini.

Pantauan Media Berita
Dalam rentang waktu 11-17 September 2020, media monitoring Netray memantau pemberitaan terkait kata kunci operasi yustisi pada portal berita daring di Indonesia. Ditemukan sebanyak 1.327 artikel dengan 104 media yang memberitakan topik ini. Kegiatan upaya penekanan Covid-19 ini mendominasi pemberitaan dalam kategori Health & Lifestyle sebanyak 46,19%.
Kegiatan ini melibatkan beberapa institusi, sepeti TNI, Polri, Satpol-PP, Pemda, hingga KPU dan Bawaslu. Sanksi sosial hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha disiapkan pemerintah bagi mereka yang melanggar hal ini. Sanksi ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.




Operasi yustisi ini juga dilaksanakan bertepatan dengan PSBB Jilid II di DKI Jakarta sehingga kata Anies Baswedan (Top People), beberapa fasilitas di Jakarta (Top Facilities) hingga PSBB (Top Policy) menjadi salah satu kosakata yang menempati Top Entitas pantaun Netray. Anies Baswedan menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 dalam pelaksanaan PSBB kali ini. Dengan adanya ini, pelanggar akan ditindak secara tegas berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
Seperti halnya kebijakan-kebijakan sebelumnya, operasi ini juga masih mendapat kritikan dari masyarakat. Penindakan terhadap pengendara mobil yang didapati sendirian dan tidak mengenakan masker menjadi sorotan. Sehingga pemberitaan terkait hal ini tergiring dalam sentimen negatif.
Denda Operasi Yustisi Menggelitik Warganet
Dalam rentang waktu yang sama dengan kata kunci denda && masker, operasi yustisi, dan masker && tilang, Netray menemukan cuitan sebanyak 12 ribu lebih dengan dominasi sentimen negatif. Sedangkan sentimen positif pada perbincangan ini didominasi oleh cuitan akun resmi yang mengajak dan menghimbau serta menginfokan terkait disiplin penggunaan masker.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Sama halnya dengan media berita, jagat maya Twitter juga diramaikan perihal kritikan terhadap penindakan kepada pengendara mobil yang didapati tidak mengenakan masker meski ia sedang sendiri. Salah satu video protes masyarakat ini diunggah pada akun milik @yusuf_dumdum. Warganet menilai tindakan ini berlebihan dan tidak sesuai pertimbangan.
Sama halnya dengan cuitan dari @namrejeznap yang menandai akun milik @AhauwLim yang sebelumnya sempat mengunggah foto seorang dokter yang mendapat hukuman setelah ketahuan tidak memakai masker saat berkendara dalam mobil sendirian. Warganet menilai tindakan ini berlebihan karena dalam kondisi seperti ini penularan akan sangat minim terjadi.
Selain nominal denda administratif, warganet juga mengkritik hal ini dengan membandingkan kegiatan demo dan Pilkada yang mendapat izin berkegiatan di tengah pandemi. Selain itu, pengumpulan pelanggar dalam mengurus tilang juga tidak lepas dari sorotan. Warganet menilai pelanggar yang bergerombol dalam mengurus denda tilang akan memperbesar peluang penularan Covid. Tak hanya itu, sindiran terhadap penegak yang mencari kesempatan dalam memberikan denda administratif juga dilayangkan warganet dalam perbincangan topik ini.
Demikian hasil pantauan media monitoring Netray terkait operasi yustisi dalam media berita dan perbincangan warganet Twitter. Upaya ini merupakan kebijakan kesekian kalinya yang diberlakukan pemerintah dalam penekanan jumlah kasus Covid-19 yang terus menanjak di Indonesia. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya pemerintah pusat menyerahkan penindakan sesuai peraturan daerah setempat yang dirasa masyarakat kurang sesuai dalam pertimbangannya. Meski demikian, disiplin protokol kesehatan sepatutnya kita terapkan dimana pun untuk menjaga diri dan orang sekitar.
-
Mengupas Keramaian Sosial Media Bahas Odading Melalui Mesin Netray

Beberapa waktu belakangan, media sosial diramaikan dengan celotehan warganet membahas dan mengupas video ‘odading mang oleh’ yang sedang viral. Dalam video tersebut, Ade Londok membuat ulasan singkat tentang makanan odading dengan bahasa Sundanya yang khas dan sedikit ngegas. Ikan hiu makan tomat dan odading rasanya anjing banget yang khas dalam video tersebut kemudian banyak dikutip dan dibahas warganet di Twitter dengan berbagai muatan sentimen.
Infografik Pembahasan Odading di Twitter


Keramaian sosial media membahas odading terlihat sejak 11 September 2020. Frekuensi pembahasan topik ini terus meningkat dari hari ke hari hingga memuncak pada 17 September. Sebanyak 70,5 ribu akun di Twitter larut dalam perbincangan topik ini dengan dominasi sentimen negatif. Selama periode 11-17 September, topik ini mendapat 866,7 ribu impresi dengan total Potential Reach di atas 170 juta akun. Bukankah ini luar biasa untuk topik ringan semacam odading, roti goreng manis dari Bandung?
Berangkat dari fenomena ini, Netray melakukan pemantauan untuk mengetahui bagaimana topik ini mendapat banyak perhatian dari warganet dan terus menerus dibahas selama sepekan. Kemudian juga terkait impact yang diterima Ade Londok (influencer) hingga Mang Oleh (penjual odading) pada kenyataannya.
Odading Trending, Apa yang Dibahas?


Dari kumpulan Top Words di atas setidaknya kita dapat mengetahui apa saja yang paling banyak dicuitkan warganet ketika membahas odading. Selain odading, sejumlah kata seperti mang, banget, makan, goblok, rasanya, anjing, dan sejumlah kata lain yang mengacu pada template ulasan Ade Londok banyak dikutip ketika membahas odading.
odading mang oleh euhh rasanya seperti anda menjadi ironman belilah odading mang oleh di dieu karena lamun teu ngadahar odading mang oleh maneh teu gaul jeung aing, lain balad aing goblog ikan hiu makan eu.. tomat Goblog mun teu ka dieu odading mang oleh rasanya anjing banget
https://video.twimg.com/ext_tw_video/1305520765098311681/pu/vid/320×320/pcd7qXhYR5i4ru5C.mp4?tag=10Sementara jika diulik dari nama lokasi yang paling banyak muncul ketika membicarakan odading, didapatkan nama Bandung, DKI, Solo, Medan, Malang, Magelang, hingga Jogja. Bandung banyak muncul dalam cuitan karena odading adalah roti goreng khas Bandung. Sementara sisanya adalah menyangkut pengenalan nama roti tersebut di masing-masing daerah seperti yang dicuitkan @ivanlanin berikut.

Apa saja yang membuat pembahasan odading terus membludak di Twitter? Mari mengamati deretan Popular Tweets berikut.

klik gambar 


Jika dikelompokkan, ada beragam model cuitan yang dapat menaikkan isu ini. Pertama, berhubungan dengan odading itu sendiri “apakah itu odading?” sehingga informasi tentang odading baik bentuk, rasa, maupun asal-usul nama odading menjadi menarik untuk dibahas. Temuan bahwa odading adalah roti goreng yang memiliki julukan berbeda di tiap daerah juga menimbulkan diskusi yang menarik. Kedua, berkaitan dengan ketakjuban warganet terhadap bakat promosi Ade Londok yang berhasil membuat orang-orang mengantre di lokasi untuk membeli odading.

Kreativitas warganet dalam mengedit video odading mang oleh karya Ade Londok dalam berbagai bahasa juga memperlihatkan bahwa warganet tertarik dan menaruh apresiasi terhadap video karya Ade Londok. Meskipun ada sejumlah warganet yang kontra terhadap diksi yang dipilih Ade Londok dalam mengungkapkan ekspresinya, seperti goblok hingga anjing, lebih banyak lagi warganet yang merasa terhibur dengan Ade.
Saking fenomenalnya video tersebut di media sosial, warganet seolah sepakat bahwa di luar nama makanan, odading dapat mengacu pada segala perasaan yang sangat ‘anjing’. Ungkapan ‘anjing’ di sini dapat berarti kacau, berantakan, menyedihkan hingga tak terdefinisikan. Sehingga tak jarang ditemui cuitan warganet yang berisi cuhatan tentang hidup seperti berikut.
Siapa Saja yang Meramaikan?
Suatu topik menjadi populer dan ramai diperbincangkan selain karena menarik pasti juga kerap terjadi karena turut dibahas oleh akun-akun yang berpengaruh. Berikut akun-akun yang punya andil besar dalam menaikkan topik odading.


Di sebelah kiri adalah Top Akun berdasarkan perolehan jumlah impresi terbanyak, baik dari jumlah like, retweet, maupun komentar ketika membahas topik ini. Akun @kegblgmunfaedh membagikan video cuplikan asal muasal nama odading dan potret keramaian pembeli odading setelah viral. Akun @FiersaBesari juga turut meramaikan pembahasan dengan mempuisikan template promosi odading karya Ade Londok.
Sementara Top Akun di sebelah kanan tersusun berdasarkan total cuitan masing-masing akun yang membahas odading. Dalam hal ini akun @MuftiAkmaal paling menggebu-gebu membahas odading selama sepekan hingga mencapai 800 cuitan. Menjadi hal wajar apabila topik odading muncul dalam lebih dari 133 ribu kali selama sepekan karena banyak disumbang oleh deretan akun di atas.
Odading di Media Berita Daring




Selain ramai diperbincangkan dan membuat jagat maya Twitter penasaran dengan odading, media berita daring juga melaporkan sejumlah dampak positif dari viralnya topik ini. Pertama adalah penjualan odading meningkat karena pembeli mendadak berbondong-bondong ke lapak Odading Mang Oleh untuk menuntaskan rasa penasarannya. Kedua, Ade Londok mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan diberi mandat untuk mempromosikan kuliner khas Jawa Barat. Demikian ulasan Netray terkait keramaian sosial media Twitter selama seminggu terakhir. Semoga bermanfaat.
-
Fenomena Balap Lari Liar; Semakin Diberitakan Semakin Buat Warganet Penasaran

Balap lari liar di jalanan menjadi fenomena baru-baru ini. Aksi ini muncul di beberapa wilayah di Jawa dan Sumatera. Balap lari yang digelar biasanya adalah lari sprint dengan jarak 50-100 meter. Sesuai namanya, balap lari liar dilakukan di jalanan dengan penonton berkumpul di pinggir jalan untuk mendukung dan menyoraki pelari. Fenomena balap lari liar semakin ramai diperbincangkan ketika pihak kepolisian mulai melakukan penertiban beberapa aksi balap lari yang menutup arus lalu lintas dan menimbulkan kerumunan masa.

Selama sebulan ke belakang, Netray menemukan 133 artikel dari 37 portal media yang melaporkan aksi balap lari liar. Sentimen pemberitaan untuk topik ini didominasi pandangan negatif dengan paling banyak menyoroti dari sisi Law (49,6%) dan Sport (30,83%). Artinya, aksi balap lari liar di media lebih banyak dilihat dari sisi hukum, boleh-tidak, melanggar peraturan atau tidak daripada sebagai aktivitas olahraga.
Sebelum ramai menjadi perbincangan selama seminggu terakhir, aksi balap lari liar sudah pernah dilaporkan pada 12 Agustus 2020 oleh Tribun Medan di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Kemudian pada 3 September Tribun Bogor melaporkan aksi serupa di Gunungputri, Bogor. Belum ada penertiban dari pihak kepolisian. Baru pada 11 September banyak media yang melaporkan aksi balap lari liar di sejumlah wilayah di Jabodetabek dan aksi penertiban dari pihak kepolisian. Aksi balap lari liar pun ramai menjadi perbincangan di media. Kepolisian dan beberapa pihak yang sepakat menganggap aksi ini perlu dibubarkan karena dinilai mengganggu kepentingan umum. Sementara pihak Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih membuka pandangan positif bahwa aksi ini dapat diarahkan menjadi ajang pembibitan atlet lari.
Lalu bagaimana menurut warganet Twitter?
Semenjak aksi balap lari liar banyak dilaporkan oleh media pemberitaan daring, baik di Sumatera lalu hingga menjalar ke sejumlah wilayah di Jawa warganet Twitter pun beramai-ramai memperbincangkan aksi ini. Twit tentang lari liar mulai ramai dibahas di Twitter pada minggu kedua September. Sama seperti di media daring, sentimen dominan untuk topik ini adalah negatif. Akun @mazzini_gsp, @chairureza dan sejumlah akun media berita seperti @medcom_id, dan @kompascom masuk dalam deretan akun populer yang meramaikan pembahasan balap lari liar di Twitter.
Membicarakan Balap Lari Liar di Twitter
Banyak warganet yang penasaran dengan aksi balap lari liar yang sedang viral ini sehingga kata info banyak dicuitkan warganet ketika membicarakan topik ini. DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang paling banyak ditandai ketika membahas aksi balap lari ini.


Sejumlah video aksi balap lari dan informasi seputar profil para calon pelari menyebar luas di Twitter. Banyak warganet yang kemudian penasaran ingin melihat dan tertantang untuk ikut bertanding atau sekadar menonton saja.
Warganet Twitter juga terhibur dengan profil para pelari yang sangat kreatif. Selain berat badan dan tinggi badan yang memang wajar menjadi bagian dari data diri, para joki pelari ini juga memberi informasi kondisi fisik pelari, mulai dari dengkul, betis, hingga nafas dan paru-paru. Merk-merk rokok dan asupan gizi yang dikonsumsi pun turut masuk dalam profil pelari yang sedang mencari lawan.
Meskipun secara umum angka sentimen negatif cukup tinggi di Twitter, perbincangan warganet untuk topik lari liar ini cukup menarik. Antusiasme warganet, terutama yang baru pertama kali mendengar dan tidak pernah menonton aksi ini terlihat dari bagaimana mereka penasaran dan mencari-cari informasi di mana balap lari ini diselenggarakan. Bahkan, sejumlah warganet yang menganggap ide balap lari ini luar biasa kerap berpikir untuk turut mengadakan lomba lari ini di daerahnya.
Sementara sentimen negatif selain disumbang dari sejumlah kabar pembubaran dan penangkapan pelaku lari liar juga diisi keresahan warganet pada urgensi lari liar ini. Menurut warganet, apabila balap lari ini benar-benar bertujuan untuk mengusir kejenuhan dan menjadi ajang pembibitan atlet maka tempatnya pun harus di tempat yang benar, bukan di jalanan yang mungkin dapat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kerumunan masa. Terlebih lagi mengingat kondisi pandemi yang sedang terjadi saat ini.
-
Memantau PSBB Jilid 2 dari Sudut Pandang Pers dan Sosial Media

DKI Jakarta kembali menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah sebelumnya sempat menjalankan aturan PSBB Transisi selama satu bulan lebih. Namun, sepertinya penyebaran Covid-19 sudah tak lagi dapat dibendung. Agar situasi tidak semakin memburuk, Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta memilih untuk melaksanakan PSBB jilid 2 yang akan berlangsung selama dua minggu, dimulai sejak tanggal 14 September 2020 kemarin.
Memantau Pemberitaan Media Massa
Agar masyarakat tidak gagap jika kebijakan ini tiba-tiba ditegakkan, wacana penerapan ini tentu saja telah diumumkan sebelumnya. Dan media massa mulai memberitakannya sejak sebelum tanggal pelaksanaan. Tepatnya pada tanggal 9 September petang.
Pernyataan Gubernur Anies Baswedan terkait alasan penerapan PSBB Jilid 2 kali ini adalah antisipasi penuhnya Rumah Sakit untuk merawat pasien Covid-19 bulan Oktober nanti. Sehingga saat ini persebarannya harus ditekan sedemikian rupa.
Dan hingga waktu pelaksanaan setidaknya sudah ada 12 ribu artikel yang sudah tayang. Sebagian besar pemberitaan ini bersentimen positif dengan nilai 5.608 berita. Wajar karena kebijakan ini sudah diharapkan keberadaanya sejak lama. Sedangkan laporan bersentimen negatif hanya muncul sebanyak 2.015 berita saja.


Temuan ini tidak jauh berbeda dengan apa yang Netray berhasil himpun pada penerapan PSBB pertama kali di DKI Jakarta sejak pandemi Covid-19 terjadi. Memang terjadi peningkatan berita dengan sentimen negatif. Tetapi hal itu tidak cukup signifikan jika dibandingkan dengan apresiasi media massa terhadap kebijakan Anies Baswedan. Pembaca bisa menengok kembali hasil pemantauan Netray di awal pandemi di sini.
Sejumlah isu menjadi fokus dalam pemberitaan dengan sentimen negatif. Antara lain menyoroti kepemimpinan Anies Baswedan hingga penolakan sejumlah pelaku usaha terkait kebijakan ini.
Pendapat Warganet yang Harus Lockdown Lagi
Melihat derasnya arus pemberitaan media massa melaporkan kebijakan PSBB Jilid 2, tentu akan berimbas pada animo masyarakat luas. Netray lantas memantau perbincangan di sosial media Twitter untuk melihat bagaimana reaksi publik terhadap kebijakan ini. Melalui kata kunci psbb, anies, dan jakarta, Netray melakukan pemantauan sejak awal bulan September.
Hasilnya sangat besar sekali, yakni terdapat 450-an ribu cuitan warganet Twitter yang merespon kebijakan Anies Baswedan. Nilai-nilai berikut bahkan tak kalah besarnya ketika impresi, atau interaksi terhadap cuitan antar pengguna Twitter, hampir menembus angka 2 juta interaksi. Dan perbincangan tersebut menjangkau hampir ke 498 juta akun Twitter.
Tentu saja sebuah kebijakan tak akan bisa lepas dari pro dan kontra. Hal ini dibuktikan dengan melihat besaran sentimen atas cuitan yang berhubungan dengan penerapan PSBB jilid 2 ini. Hasilnya warganet hampir terbelah menjadi dua. 158.050 cuitan memiliki sentimen negatif, sedangkan 101.499 cuitan lainnya memiliki sentimen positif. Sisanya memilih berada di posisi netral.
Mereka yang setuju dengan kebijakan, atau yang terindeks secara positif oleh Netray, memiliki sejumlah statement. Berikut adalah contoh sentimen positif dari warganet yang mendukung penerapan PSBB.
Sedangkan di bawah ini adalah contoh pendapat warganet Twitter yang mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan. Sentimen negatif juga dapat diekstraksi lagi menjadi top complaint atau kata keluhan terbanyak.
Kebijakan PSBB jilid 2 tentu menjadi pil pahit yang harus ditelan warga Jakarta dan kemungkinan kota-kota lain jika permasalahan pandemi ini tidak segera dapat diatasi. Untuk analisis isu nasional lainnya tetap pantau Netray.
-
Media dalam Rumor Penyebaran Video Tank TNI AD Serta Isu UU ITE

Masih ingat dengan video berdurasi 19 detik yang berisi tank TNI menabrak sepeda motor dan gerobak penjual gorengan ketika gagal belok beberapa waktu lalu? Meski tidak ada korban dalam kejadian tersebut dan sudah selesai ditangani, publik ramai memperbincangkan peristiwa ini. Bukan lagi soal kegagalan belok yang menyebabkan kerugian pada pemilik motor dan gerobak tersebut. Akan tetapi, melebar pada rumor di balik penyebaran video tersebut. Isu adanya pihak yang memburu penyebar video tersebut hingga bayang-bayang ancaman UU ITE sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu.


Netray menelusuri pembahasan topik ini di media daring dan sosial sejak peristiwa kecelakaan tank TNI terjadi, video menyebar, hingga naiknya isu UU ITE dan framing negatif yang kemudian diarahkan kepada TNI.
Peristiwa Tank TNI Gagal Belok (Kamis,10/09/20)
Kamis, 10 September 2002, sekitar pukul 11.30. Sebuah tank milik TNI AD dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Raya Cipatat, tepatnya depan Polsek Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Jagat media sosial pun diramaikan dengan video terjadinya kecelakaan tersebut berdurasi 19 detik yang berhasil diabadikan oleh warga. Dalam video itu, terdapat dua unit tank yang keluar dari Jalan Saguling, area PLTA Saguling, menuju Jalan Raya Cipatat. Saat melaju, tank pertama berhasil berbelok dengan mulus. Sementara tank kedua justru hilang kendali, lalu menghantam sepeda motor dan gerobak penjual gorengan yang ada di sisi jalan.
Penyebaran Isu di Media Massa (Berita Daring)


Di media berita daring, ada 13 portal media dengan 17 artikelnya yang turut membahas rumor penyebar video diburu UU ITE. Dari pantauan Netray, rumor yang mulanya menyebar di jagat sosial Twitter ini mulai tercium media menjelang sore hari. Isu ini pertama kali disinggung oleh portal Vice Indonesia. Kemudian diikuti oleh portal media lain yang turut mengangkat isu ini.
Isu ini naik ke media hingga 11 September 2020. Namun, menjelang siang sejumlah media mulai mengklarifikasi isu ini dengan mengangkat judul dari sudut pandang TNI.
Mengutip artikel dari Antar, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Infanteri F.X. Sri Wellyanto Kasih menegaskan bahwa tidak benar bila penyebar video tank yang menabrak motor dan gerobak di Cipatat kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan diburu dan dilaporkan karena dianggap melanggar UU ITE. Persoalan tersebut telah diselesaikan oleh Batalyon Kavaleri 4/Tank Kodam III/Siliwangi dengan pemilik kendaraan dan pemilik gerobak.
Namun, bagaimana dengan persebaran isu ini di Twitter?
Penyebaran Isu di Media Sosial (Twitter)
Di media sosial Twitter, topik ini didominasi oleh sentimen negatif. Video tank TNI dan rumor penyebar video dicari TNI menjadi perbincangan hangat di jagat maya Twitter selama tiga hari (10-12 September). Puncaknya terjadi pada 11 September 2020 dengan total 1,7 tweets dari seribu akun lebih warganet yang terlibat.


Rumor soal penyebar video diburu dan hendak dipermasalahkan dengan pasal-pasal UU ITE berkembang pesat di Twitter. Dari Kosakata Populer di atas terlihat dominasi penggunaan kata tank, video, motor, bandung, tabrak, kena, gerobak, pasal, dan melanggar dalam tweet warganet ketika membahas topik ini.
Awal Mula Isu Menyebar
Warganet ramai memperbincangkan video tank TNI menabrak kendaraan dan gerobak sejak siang hari, sekira pukul 14:00. Dari pantauan Netry, perbincangan warganet soal topik ini muncul sebagai tanggapan dari video gagal belok tank TNI yang dibagikan oleh akun @WallnerAndi pada 10 September pukul 11:54 di Twitter.


Namun pembahasan topik ini kemudian melebar pada isu pelanggaran UU ITE. Melihat waktu persebaran isu ini, yang paling banyak ditandai pada mulanya adalah akun @fullmoonfolks dan @mahasiswaYUJIEM. Dengan kata lain, kedua akun tersebut dapat dikatakan sebagai pemantik awal mula isu pelanggaran UU ITE dan rumor penyebar video tank TNI diburu naik ke Twitter.


Siapa Saja Aktor yang Turut Meramaikan Isu?
Berbicara soal aktor-aktor yang paling berperan dalam kenaikan sebuah isu atau rumor, Netray dapat merangkum deretan Akun Populer sehubungan topik yang diperbincangkan di Twitter pada sebuah periode seperti berikut.




Dari pembacaan Netray, akun @txtdrberseragam terpantau sebagai akun yang paling berpengaruh dalam persebaran isu ini. Ia mengunggah sebuah tangkapan layar, yang sebelumnya telah diunggah oleh akun @mahasiswaYUJIEM, dengan menyoroti pernyataan “Melanggar UU ITE” pada pukul 15:23. Tweet ini mendapat banyak impresi dan tanggapan dari warganet lain seperti @amiicuw dan @bintangemon. Akun @FiersaBesari pun kemudian turut membagikan sebuah tweet tentang ini. Sementara portal media yang menaikkan rumor ini adalah @ViceIndonesia.


Setelah pihak TNI memberi klarifikasi lewat media bahwa pihaknya tidak memburu penyebar video tank TNI tersebut, pembahasan isu ini di Twitter pun mulai surut pada 12 September 2020. Bahkan sudah tidak lagi diperbincangkan pada hari setelahnya.

Demikian pantauan Netray terkait rumor soal penyebaran video gagal belok tank TNI dan isu UU ITE yang sempat memanas di jagat media Twitter hingga menimbulkan keresahan di media berita daring. Sentimen negatif untuk TNI pun terus dilemparkan oleh warganet. Bahkan, sejumlah portal media turut mengangkat isu ini dengan bersandar pada keramaian sosial media. Namun, rumor ini akhirnya mereda setelah pihak TNI memberikan klarifikasi.
-
Menakar Persepsi Publik Terhadap Komentar Pak Menag

Komentar pejabat publik adalah sebuah kebijakan. Meski tidak selamanya menjadi aturan positif, apa yang pejabat sampaikan dalam sebuah kesempatan menjadi cerminan sikap dalam melihat isu publik. Bijaknya, mereka harus ekstra hati-hati ketika mengomentari segala sesuatu.
Seperti yang saat ini dialami oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Beliau diketahui sempat membuat komentar yang berujung kontroversi publik. Saat itu Menag berpendapat bahwa radikalisme di masjid masuk lewat anak-anak yang dinilai good looking, pandai bahasa Arab, dan hafal Al Quran (gbr 1).

gbr 1
Menag Fachrul Razi menyampaikan pernyataan ini di depan peserta seminar yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB. Ia mensinyalir bahwa di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat sudah mulai disusupi gagasan radikal melalui modus yang tidak diperhitungkan sebelumnya.
Sayangnya banyak pihak yang tidak sepakat dengan pernyataan Menag. Melalui sejumlah media komunikasi modern, mereka menyampaikan pendapatnya, termasuk yang sepaham. Di sini Netray ingin menelusuri bagaimana pendapat publik atas pernyataan kontroversial tersebut. Analisis big data kali ini ingin menakar seberapa besar dukungan publik terhadapnya.
Celoteh Warganet Soal Kontroversi Pernyataan Menag
Riset Netray terhadap topik ini dilakukan selama periode 2-11 September 2020. Rentang waktu ini menunjukkan kemunculan dan tenggelamnya kata kunci dari sosial media Twitter. Sebelum dan sesudah periode tersebut sama sekali tidak ditemukan kehadiran data yang signifikan (gbr 2).

gbr 2
Isu ini sepertinya memaut perhatian sangat besar bagi warganet. Terbukti Netray mencatat dari periode pemantauan, ditemukan 20.236 cuitan berdasarkan kata kunci seperti yang terlihat pada diagram di atas. Puncak pembicaraan, atau kapan warganet paling banyak berkomentar, terjadi pada tanggal 10 September dengan 4.494 total cuitan yang terekam (gbr 3). Bahkan bisa dikategorikan sebagai isu nasional ketika fokus pembicaraan ini menjangkau 100 juta akun lebih (gbr 4).

gbr 3 
gbr 4
Pemantauan tersebut memunculkan sejumlah kata yang dapat ditelaah untuk menemukan apa saja yang dibicarakan oleh warganet. Cermati himpunan di bawah. Di dalam terdapat sejumlah kata yang menjadi petunjuk terkait isu apa saja yang bersangkutan dengan sosok Menag Fachrul Razi (gbr 5).
“Radikalisme” sudah dapat dipastikan menjadi kata yang paling sering disebut mengingat kasus ini berangkat dari pernyataan Menag. Termasuk kata good looking, penceramah dan masjid(gbr 6, 7). Dari himpunan tersebut muncul kata sertifikasi yang merepresentasi upaya Kementerian Agama menangkal radikalisme melalui lisensi khusus bagi penceramah (gbr 8,9).

gbr 6 
gbr 7

gbr 8 
gbr 9
Perbincangan semakin riuh setelah muncul fokus pembicaraan baru yakni dugaan pemotongan dana BOS oleh kementrian. Hal ini yang membuat perbincangan dengan kata kunci mencapai puncaknya pada tanggal 10 September. Dirjen Pendidikan Islam, yang menaungi institusi pendidikan Islam seperti sekolah hingga universitas, diduga menyunat dana BOS selama pandemi (gbr 10).

gbr 10
Banyaknya sangkaan terhadap Kementerian Agama termasuk Menteri Agama sendiri membuat sentimen terhadapnya mendapat rapor merah. Dari 20 ribu lebih cuitan yang berhasil dikumpulkan, 12.282 cuitan terindeks memiliki sentimen negatif. Sedangkan sentimen positif hanya muncul ke dalam 2.543 cuitan saja. Perbandingan yang sangat timpang tentu saja (gbr 11).

gbr 11
Sejumlah nama besar di jagad Twitter Indonesia meramaikan pembicaraan ini. Dari yang dirangkum oleh Netray, mereka yang meramaikan antara lain @msaid_didu, @ChristWamea, @MaspiyO, @fadlizon, hingga @zarazetirrazr (gbr 12). Pemantauan Netray, akun pribadi yang mendapat impresi tertinggi datang dari mantan komisaris BUMN Muhammad Said Didu. Selain membagikan ulang cuitan Fadli Zon, sejumlah cuitannya juga mendapat banyak respons (gbr 13).
Kritik juga datang dari sosok politikus bernama Christ Wamea. Ia menilai bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh Menteri Agama selain mengurusi isu radikalisme. Christ melihat Menag telah mendiskreditkan suatu agama sebagai sarang radikalisme. Padahal Menag ditugaskan konstitusi sebagai pengawal rohani bangsa (gbr 14).

gbr 12

gbr 13 
gbr 14
Sentimen buruk dari netizen ini tak bisa dianggap enteng. Citra negatif atas Menteri Agama Fachrul Razi tentu tak dialami sendiri olehnya. Sebagai bagian dari sebuah kabinet, apa yang dilakukan oleh seorang menteri pada akhirnya akan menjadi pertanggungjawaban presiden. Tak sedikit suara masyarakat yang meminta Joko Widodo mengawasi dengan seksama kinerja menterinya tersebut.
Home Home




































































































































































































