Home Blog Page 124

Problematika Sampah Masker Medis yang Kian Meresahkan

Semenjak Covid-19 mewabah di Indonesia, masker menjadi kebutuhan utama. Masker medis atau masker sekali pakai merupakan salah satu media penghambat penularan virus corona yang dianjurkan oleh WHO. Namun limbah masker sekali pakai ini justru menimbulkan persoalan baru. Pasalnya, sampah masker kini jumlahnya sangat banyak sementara pengelolaanya belum memadai. 

Netray melakukan pemantauan untuk melihat bagaimana peran media dalam memberitakan masalah sampah masker tersebut hingga keluhan warganet tentang persoalan ini. Berikut hasil pantauan Netray. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat limbah masker medis Covid-19 meningkat 30%. Media juga menyebutkan bahwa limbah masker Covid-19 yang terkontaminasi organisme patogen dalam jumlah dan virulensi cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan. Jika tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan akan menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan, dan masyarakat.

Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi limbah medis melalui Surat Edaran yang diterbitkan dengan No. SE.02/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3 dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Coronavirus Disease Covid-19). Surat Edaran tersebut berisi tentang tahapan pengelolaan limbah medis yang di lakukan oleh petugas Dinas Lingkungan mulai dari pembuangan, pengangkutan hingga pemusnahan seperti pembakaran dan pencacahan limbah.

Selama pemantauan Netray pada periode 1-23 Februari 2021, topik sampah masker medis diberitakan sebanyak 124 artikel dari 44 portal media berita. Mayoritas pemberitaan didominasi oleh berita tentang sosialisasi pengelolaan sampah medis. Peran media pemberitaan sebagai platform yang cukup didengar oleh masyarakat membuat beberapa portal media beramai-ramai memberitakan tentang tata cara pengelolaan sampah masker medis tersebut. 

Terlihat pada grafik di atas, mulai awal Februari pemberitaan tentang limbah masker sudah cukup ramai. Pergerakan grafik cukup intens, artinya hampir setiap hari berita mengenai limbah masker terus berangsur diberitakan oleh media dengan puncaknya pada 21 Februari. Ada apa di tanggal puncak, 21 Februari?

Pada tanggal 21 Februari puncak grafik berisi pemberitaan tentang BNI dan Satgas Covid-19 yang melakukan sosialisasi penanganan limbah masker. Pemerintah juga diminta untuk serius menangani limbah medis pandemi Corona agar tidak menimbukan masalah yang lebih serius lagi ke depannya. 

Masker memang memiliki fungsi utama sebagai pelindung diri dari virus. Akan tetapi, masker bekas yang tidak diperhatikan pembuangannya dapat membahayakan. Masker medis ini di samping sampahnya sulit terurai oleh tanah, juga dapat mengganggu ekosistem makhluk hidup lainnya. Media juga menyoroti pentingnya penyediaan tempat sampah khusus masker medis sekali pakai. Serta himbauan kepada masyarakat bahwa pengelolaan limbah masker dimulai dari rumah, dengan memotong tali masker bekas sebelumnya.

Top Lokasi dan Organisasi

Keresahan terkait limbah masker ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Berikut beberapa lokasi yang dihimpun oleh media pemberitaan. 

Beberapa lokasi di atas merupakan lokasi yang paling sering diberitakan oleh media terkait permasalahan sampah masker medis. Diawali oleh Ibu Kota Jakarta, kemudian kota-kota besar di pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. Media mengangkat pemberitaan terkait sampah masker yang mulai menumpuk pada lokasi-lokasi tersebut. Sementara kapasitas pengolahan limbah medis di beberapa daerah terutama di luar Jawa masih terbatas.

Kebijakan tepat guna pengelolaan limbah Covid -19 masih terus dirancang mengingat limbah medis infeksius covid-19 tergolong sampah berbahaya. Berikut organisasi terkait yang merancang kebijakan untuk pengelolaan limbah medis. 

Organisasi di atas merupakan organisasi yang telah dihimpun Netray pada news media monitoring. Pemberitaan terkait problem sampah masker medis menjadi sorotan penting bagi pemerintah melalui organisasi tersebut. Sehingga nantinya kebijakan yang dikeluarkan dapat menjadi tumpuan untuk pengelolaan limbah medis yang tepat.

Pandangan Warganet tentang Sampah Masker Medis

Selain monitoring media daring, Netray juga melakukan pemantauan pada media sosial Twitter. Bagaimana warganet memperbincangkan problematika sampah masker medis tersebut? Simak berikut ini. 

Hasilnya selama periode pemantauan 1-23 Februari 2021, topik sampah masker diperbincangkan warganet dengan dominasi cuitan bersentimen negatif. Puncak perbincangan terjadi pada 22 Februari 2021.

Cuitan yang mendominasi tanggal puncak berisi seputar himbauan tentang pembuangan masker bekas, seperti melakukan proses disinfeksi dengan merendam masker pada detergen dan menggunting talinya. Proses tersebut selain mengurangi penyebaran virus juga untuk menghindari pemanfaatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Seperti salah satu cuitan dari akun @KATADATAcoid yang menuliskan cara mencegah bahaya limbah masker medis.

Sentimen Negatif untuk Sampah Masker

Berikut beberapa ungkapan warganet dengan bersentimen negatif.

Mayoritas cuitan warganet tersebut didominasi dengan ungkapan keresahan tentang dampak sampah masker medis apabila tidak dikelola dengan baik. Warganet juga mengharap adanya tempat sampah khusus untuk masker medis sekali pakai tersebut supaya pengelolaan limbahnya lebih mudah dan tidak tercecer.  

Gambar populer hasil monitoring dari media sosial Twitter didominasi oleh kampanye Satgas Covid-19 yang mengajak masyarakat untuk mengelola limbah masker dengan benar. 

Penutup

Peran media pemberitaan dalam mengawal topik sampah masker medis sangat diperlukan. Media dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah masker medis dengan tepat. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang diwakili oleh warganet merasa bingung bagaimana pengelolaan sampahnya agar tidak berbahaya dan menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Beriringan dengan itu, himbauan pencegahan pembuangan masker medis secara sembarangan juga digaungkan warganet.

Demikian analisis Netray terkait permasalahan sampah masker. Semoga permasalahan ini segera teratasi. Mari bersama-sama mengelola sampah masker medis dengan tepat.

Popularitas Clubhouse dalam Infografik Netray

1

Apa itu Clubhouse? Barangkali sebagian warganet belum mengenal aplikasi yang terbilang baru ini. Popularitas Clubhouse naik dan menjadi perbincangan warganet Indonesia setelah Elon Musk menggunakan aplikasi ini. Bagaimana popularitas Clubhouse yang dipantik oleh penggagas Tesla dapat dicermati dalam artikel Aplikasi Clubhouse dan Popularitas Elon Musk.

Apa itu Clubhouse?

Clubhouse merupakan sebuah aplikasi obrolan berbasis audio yang diluncurkan pada Maret 2020 lalu. Clubhouse memungkinkan pengguna membuat dan bergabung dalam satu ruang virtual untuk mengobrol dengan orang lain dalam panggilan konferensi yang besar. Aplikasi tersebut hanya berbentuk audio, tidak ada gambar, video atau bahkan teks. Selain itu, pengguna juga dapat bergabung dan meninggalkan panggilan kapan saja, mengubah ruangan mana pun menjadi aula rapat umum.

Popularitas Clubhouse dalam Pantauan Netray

Netray melakukan pemantauan terkait perbincangan warganet terhadap aplikasi ini. Berdasarkan pantauan Netray, perbincangan warganet terkait topik ini memuncak pada 11 Februari 2021 dan 15 Februari 2021.

  • apa itu clubhouse
  • popularitas clubhouse
  • clubhouse dan elon musk
  • clubhouse dan vladimir putin
  • tanggapan positif clubhoues
  • tanggapan negatif clubhouse
  • aplikasi clubhouse

Meningkatnya perbincangan terkait Clubhouse pada 11 Februari 2021 dipengaruhi oleh cuitan Bos Tesla Elon Musk. Melalui akun pribadinya ia mengunggah cuitan bahwa ia dan Kanye West akan menggunakan Clubhouse. Hal ini kemudian menyebabkan perbincangan terkait Clubhouse meningkat signifikan.

Sementara itu, keramaian perbincangan warganet pada 15 Februari 2021 juga disebabkan oleh Elon Musk yang mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin bergabung dengannya dalam percakapan di Clubhouse.

Clubhouse di Mata Warganet

Sebagian warganet menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang cukup menarik. Selain karena materi sharing yang dianggap lebih eksklusif dan insightful, Clubhouse juga dapat digunakan saat tengah melakukan aktivitas lain. Hal ini karena aplikasi ini berbasis audio.

Meski dukungan terhadap aplikasi ini terus mengalir tidak sedikit juga warganet yang kurang menyukai dan memberikan respon negatif terhadap aplikasi ini. Warganet menilai Clubhouse akan sulit bersaing dengan aplikasi mainstream lainnya meski dipromosikan oleh orang-orang terkenal. Hal ini karena mereka menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang terlalu eksklusif yang hanya dapat digunakan oleh pengguna Iphone. Bahkan warganet menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang menunjukan gap antara golongan kaya dengan golongan miskin.

Penutup 

Popularitas Elon Musk memang cukup mendongkrak aplikasi yang diluncurkan pada Maret 2020 ini. Hal ini dibuktikan dengan grafik perbincangan warganet yang meningkat tajam setelah Elon Musk membuat sesi obrolan di media sosial berbasis audio ini. Sebagian warganet cukup tertarik dengan kemunculan aplikasi ini namun tidak sedikit dari mereka yang menilai aplikasi ini terlalu eksklusif. 

Demikian hasil pantauan Netray.

Menggali Topik Pelayanan Perizinan di Yogyakarta dalam Berita Daring

Pelayanan perizinan menjadi salah satu jenis pelayanan publik yang paling penting dalam ranah hubungan birokrasi dengan masyarakat. Pemerintah dinilai perlu mengatur aktivitas individu yang berdampak terhadap masyarakat pada skala tertentu. Sehingga dengan adanya sistem administrasi perizinan diharapkan tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antar anggota masyarakat.

Berkaca dari hal ini, isu pelayanan perizinan kerap menjadi topik pemberitaan media massa. Tujuan sederhananya adalah untuk melaporkan bagaimana kualitas pelayanan publik tersebut saat dijalankan oleh pemerintah. Sistem yang sangkil akan memudahkan aktivitas masyarakat.

Sebagai wilayah administratif, Daerah Istimewa Yogyakarta tentu memiliki isu tersendiri terkait pelayanan perizinan. Jejak pemberitaan di media massa bisa menjadi indikator bagaimana wilayah tersebut memberikan pelayanan terhadap masyarakatnya. Pada titik ini Netray Media Monitoring dapat dipergunakan untuk membaca jejak tersebut.

Cakupan Isu Pelayanan Perizinan di Media Massa Yogyakarta

Netray telah melakukan pemantauan pemberitaan terkait pelayanan perizinan di DIY selama periode 1 Agustus 2020 hingga 31 Januari 2021. Pemantauan tersebut dijalankan dengan menggunakan kata kunci pelayanan perizinan, administrasi, dan yogyakarta. Netray berharap bisa menemukan banyak artikel yang membicarakan kondisi pelayanan perizinan.

Namun fakta di lapangan nampaknya berbeda dengan yang diharapkan. Dari pemantauan Netray memang sangat jarang ditemukan pemberitaan media massa yang membahas pelayanan perizinan secara eksplisit. Hanya saja keberadaan isu perizinan kadang tetap menjadi bagian dari narasi pemberitaan.

Sebagai contoh, artikel yang diterbitkan laman Katadata.co.id pada tanggal 18 September 2020 yang berjudul “Mendorong Daya Saing Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan” membicarakan potensi pembangunan daerah melalui instrumen kebijakan dan fiskal. Menurut sebuah studi, Provinsi Yogyakarta berada di posisi kesembilan dari indeks pembangunan masyarakatnya. Pelayanan perizinan sedikit banyak memiliki peran dalam hal ini.

Tentu saja masih ada berita yang secara eksplisit melaporkan kondisi pelayanan perizinan di Yogyakarta, seperti yang diterbitkan oleh Harian Jogja. Laporan tersebut berjudul “Menpan RB Meninjau Pelayanan Keimigrasian di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kulonprogo”. Di dalamnya menyoroti acara peresmian Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Kulonprogo oleh Tjahjo Kumolo. MPP sendiri adalah sistem pelayanan perizinan, termasuk imigrasi, satu atap. Tentu saja ini langkah besar dari Kabupaten Kulonprogo untuk memudahkan aktivitas masyarakatnya.

Dua berita di atas hanyalah contoh kecil dari hasil pemantauan Netray Media Monitoring terhadap topik pelayanan perizinan di Yogyakarta. Akan tetapi, dua berita tersebut merupakan representasi atas keberadaan elemen topik pemantauan dalam pemberitaan media massa. Isu pelayanan perizinan seringnya menjadi subteks atas topik yang lain atau tidak menjadi fokus utama.

Oleh karena itu, bukan berarti topik tersebut lantas bisa diabaikan. Seperti yang telah dijelaskan pada awal tulisan, sebagai bentuk pelayanan publik, pelayanan perizinan memiliki peran yang sangat krusial bagi pembangunan sebuah daerah. Hanya dengan kemampuan kecerdasan buatan dari Netray, dapat diketahui bagaimana persebaran isu pelayanan publik di Yogyakarta. Untuk lebih menguatkan penemuan Netray Media Monitoring, berikut ini adalah contoh berita lain dengan bentuk pemberitaan yang serupa.

Selain pendirian MPP di Kulonprogo, media massa juga menulis beberapa laporan lain terkait pelayanan perizinan secara eksplisit. Isu yang muncul di wilayah Yogyakarta adalah inovasi pelayanan sistem informasi penyuluhan pertanian Kementan, program desa migran dari Kemnaker, dan RUU Cipta Kerja.

Laporan Statistika Wacana Pelayanan Perizinan Yogyakarta

Dalam periode pemantauan yang sudah ditentukan sebelumnya, Netray Media Monitoring mengumpulkan 982 total berita yang mengandung kata kunci pelayanan perizinan, administrasi, dan yogyakarta. Laporan dan pemberitaan ini ditulis oleh 109 media massa daring.

Sedangkan untuk cakupan kategori, yang tertinggi ditempati oleh berita tentang kepemerintahan sebanyak 211 berita. Kedua adalah kategori pendidikan sebanyak 204 laporan. Sisanya dapat dilihat dari grafik di atas ini.

Untuk media massa yang paling banyak menulis topik pemantauan, Netray menemukan Tribun Jogja menempati posisi tertinggi dengan 61 laporan. Posisi selanjutnya diisi Tribun Timur dengan 47 berita, sedangkan posisi ketiga terdapat Kompas dengan 43 laporan terkait pelayanan perizinan di Yogyakarta.

Memantau pemberitaan pelayanan perizinan di media massa membutuhkan kecermatan tersendiri. Tak banyak berita yang secara eksplisit membuat laporan terkait keberadaan layanan terpenting dalam masyarakat. Bantuan Netray Media Monitoring sangat berguna untuk menggali topik ini dalam setiap kerangka pemberitaan yang ditulis oleh media massa.

Shopee Diserang Warganet, Ada Apa Sebenarnya?

Siapa yang tidak mengenal Shopee, market place yang bermarkas di Singapura ini telah dikenal luas oleh masyarakat. Akan tetapi, belum lama ini tagar #ShopeeBunuhUMKM menduduki trending topik Twitter. Aplikasi ini diserang oleh tagar provokatif yang dinilai dapat merugikan citra pihak Shopee. Ada apa sebenarnya? Mengapa warganet beramai-ramai menggunakan tagar ini? Simak hasil analisis Media Monitoring Netray berikut.

Shopee

Netray melakukan pemantauan terkait topik ini sejak 12 Februari 2021 sampai dengan 18 Februari 2021. Selama periode tersebut ditemukan total cuitan dengan tagar tersebut sebanyak 1.035 cuitan dengan didominasi cuitan bersentimen negatif.

Berdasarkan pantauan Netray terlihat grafik #ShopeeBunuhUMKM mulai muncul pada 17 Februari 2021 dan terus memuncak hingga 18 Februari 2021. Hal ini pun kemudian mengundang perhatian, apa yang sebenarnya menjadi persoalan? Mengapa tagar tersebut dapat muncul dan ramai digunakan oleh warganet Twitter?

Dari gambar di atas, dapat dilihat beberapa kosa kata yang muncul dan berkaitan dengan topik ini, seperti UMKM, marketplace, shopeebunuhumkm, sellerasingbunuhumkm, dan lain sebagainya. Kosa kata tersebut mengarah pada satu topik perbincangan warganet, yakni terkait Shopee yang diisukan secara tidak langsung dapat membunuh UMKM. Lalu bagaimanakah duduk persoalannya?

Polemik Shopee, antara UMKM dan Seller Asing

Kesejahteraan UMKM merupakan program yang sering dicanangkan oleh pemerintah. Berbagai langkah pun ditempuh, termasuk melalui dukungan pemanfaatan e-commerce di era digital ini. Sayangnya langkah yang diambil seringkali menimbulkan dilematik. Melalui aplikasinya, e-commerce memang menyediakan lapak yang memudahkan para penjual menjajakan barang dagangan mereka. Namun, kenyataannya jenis pasar ini justru memudahkan pihak asing ikut merambah pasar nasional dengan mudah bahkan tanpa adanya proses importir yang rumit. Hal inilah yang kemudian menjadi polemik.

Sebagai e-Commerce berbasis aplikasi market place, Shopee menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga yang beragam pula. Shopee pun terbilang memiliki popularitas tinggi di Tanah Air. Namun sayangnya, belum lama ini media sosial dihebohkan dengan tagar yang mengandung unsur provokatif seperti #SellerAsingBunuhUMKM dan #ShopeeBunuhUMKM. Hal ini berkaitan dengan munculnya nama seller asing yang diduga dapat merusak UMKM lokal karena tidak mampu bersaing.

Mr. Hu, namanya kian ramai diperbincangkan oleh warganet, diduga ia merupakan seller asing yang menjual barang di Shopee dengan harga yang sangat murah. Barang tersebut berasal dari Tiongkok. Dengan harga yang terbilang murah, konsumen pun masih mendapatkan potongan ongkos kirim hingga Rp 0. Itulah sebabnya banyak konsumen yang tertarik dengan barang yang dijual oleh Mr. Hu. Namun sayangnya, hal ini pun menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya ialah pegiat UMKM, dr Tirta dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang menilai persoalan ini perlu diselesaikan dengan serius. Hal ini dikarenakan eksistensi seller asing tersebut berbahaya bagi UMKM lokal di Tanah Air mengingat harga jual yang ditawarkan di bawah rata-rata.

Sambutan Warganet dan Gaungan Tagar #ShopeeBunuhUMKM

Menanggapi hal ini warganet pun beramai-ramai menggunakan tagar #ShopeeBunuhUMKM guna mendukung terciptanya regulasi yang dapat menyelamatkan UMKM di Tanah Air. Bagaimana tidak, saat ini konsumen hanya perlu menggunakan gadget dan berbelanja melalui e-commerce ini. Barang dari luar negeri pun sampai dengan selamat di depan pintu rumah dengan keuntungan harga yang sangat murah tanpa harus melalui proses importir.

Warganet sangat menyayangkan peristiwa ini, terlebih warganet menilai UMKM memiliki jasa untuk Indonesia. Bahkan warganet menilai hal ini merupakan imbas dari sebuah perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang pada masa itu di tanda tangani oleh SBY pada tahun 2006 terkait pasar bebas Asean.

Dengan adanya fenomena Mr. Hu warganet pun bertanya-tanya terkait regulasi ongkos pengiriman barang dari China yang dinilai lebih murah dibanding dengan pengiriman dalam negeri. Kemudahan akses, rendahnya harga pengiriman, dan barang yang menarik membuat barang dagangan dari luar negeri bersaing semakin ketat dengan produk lokal. Bahkan terdapat warganet yang tidak menyangka jika kebiasaan membeli produk dari luar negeri dapat menggerus eksistensi UMKM lokal.

Mencuatnya Brand Kompetitor; Tokopedia

Ramainya gaungan tagar #ShopeeBunuhUMKM justru memunculkan brand kompetitor yang diandalkan oleh para penggunanya, salah satunya yakni Tokopedia atau disebut juga ‘si hijau’ oleh warganet. Melalui tagar ini warganet pengguna Tokopedia pun mempopulerkan brand lokal yang dinilai lebih berpihak pada UMKM Tanah Air tersebut.

Tidak adanya regulasi yang jelas terkait e-commerce ternyata justru membahayakan pedagang lokal. Alih-alih mendapat keuntungan dengan akses penjualan yang mudah, hal ini justru dapat mematikan omset para pedagang. Itulah sebabnya pemerintah perlu membuat aturan ketat terkait e-commerce, khususnya yang menyediakan barang dagangan dari luar negeri. Hal ini berkaitan dengan harga dan aturan main yang jangan sampai justru akan merugikan pedagang lokal di tanah air.

Top Entities

Nama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun terlihat dalam kategori Top People pantauan Netray. Hal ini berkaitan dengan jabatannya yang mengurus dan mengelola kebijakan terkait UMKM di Tanah Air. Dengan adanya peristiwa ini ia pun memanggil pihak Shopee dan memastikan akan menyelesaikan persoalan ini. Selain itu, terlihat juga nama Mr. Hu yang diduga sebagai seller asing penjual barang dengan harga murah yang barangnya banyak merambah ke Tanah Air dan membahayakan UMKM.

Sementara itu, dalam kategori Top Organizations terlihat Shopee menjadi organisasi yang paling banyak dibicarakan. Hal ini tentu saja karena tagar yang dilayangkan oleh warganet beberapa waktu lalu yang juga mempengaruhi citra dari e-commerce ini. Selain itu, terlihat juga e-commerce milik lokal, yakni Tokopedia yang juga ikut mencuat sebagai brand kompetitor yang namanya banyak disebut warganet sebagai e-commerce yang juga populer di Tanah Air.

Merebaknya pasar online di era digital ini memudahkan masyarakat untuk dapat membeli atau menjual barang tanpa dibatasi oleh jarak. Hal ini pun menjadi bentuk upaya dukungan pemerintah agar bisnis UMKM dapat berkembang pesat. Namun sayangnya, tidak adanya regulasi terkait e-commerce ini justru membuat pedagang asing dengan mudah menjajakkan dagangan mereka. Akibatnya eksistensi UMKM pun menciut dan tergerus akibat persaingan yang sulit dilawan. Itulah sebabnya pemerintah perlu membuat regulasi terkait hal ini yang seharusnya lebih memihak pada produk dagangan milik lokal.

Demikian hasil pantauan Netray, simak analisis lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Aplikasi Clubhouse dan Popularitas Elon Musk

Clubhouse merupakan aplikasi yang belum lama diluncurkan oleh salah satu perusahaan yang berasal dari Amerika. Belum banyak warganet yang mengenal aplikasi yang terbilang baru ini. Clubhouse menjadi cukup populer dan diperbincangkan warganet setelah Elon Musk menggunakan aplikasi ini dan mengunggah cuitan lewat Twitter. Sontak warganet pun mencari tahu dan ikut berpendapat terkait aplikasi ini. Lalu bagaimana perbincangan warganet terkait Clubhouse?

Clubhouse

Media Monitoring Netray melakukan pemantauan terkait perbincangan warganet di media sosial Twitter terhadap aplikasi ini sejak 09 Februari 2021 sampai dengan 15 Februari 2021. Selama periode tersebut terlihat total perbincangan warganet mencapai 9,125 dengan didominasi sentimen negatif.

Clubhouse

Pada Maret 2020 lalu, Clubhouse yang merupakan aplikasi obrolan berbasis audio resmi diluncurkan oleh Alpha Exploration Co. Clubhouse memungkinkan pengguna membuat dan bergabung dalam satu ruang virtual untuk mengobrol dengan orang lain dalam panggilan konferensi yang besar. Aplikasi tersebut hanya berbentuk audio, tidak ada gambar, video atau bahkan teks. Selain itu, pengguna juga dapat bergabung dan meninggalkan panggilan kapan saja, mengubah ruangan mana pun menjadi aula rapat umum.

Netray melakukan pemantauan terkait perbincangan warganet terhadap aplikasi ini. Berdasarkan pantauan Netray terlihat perbincangan warganet memuncak dua kali dalam periode pemantauan, yakni pada 11 Februari 2021 dan 15 Februari 2021.

11 Februari 2021: Elon Musk, Kanye West, dan Clubhouse

Pada 11 Februari 2021 terjadi kenaikan grafik perbincangan warganet terkait Clubhouse hingga mencapai 1.345 total cuitan . Setelah dilakukan penelusuran hal ini berkaitan dengan unggahan Elon Musk melalui akun Twitternya.

Melalui akun Twitternya @elonmusk terlihat akan melakukan perbincangan dengan @kanyewest menggunakan Clubhouse. Hal ini pun membuat Clubhouse semakin dikenal luas oleh masyarakat. Terlebih kedua tokoh tersebut merupakan publik figur yang dikenal oleh berbagai kalangan di mancanegara.

15 Februari 2021: Elon Musk, Vladimir Putin, dan Clubhouse

Setelah dilakukan penelusuran, perbincangan warganet pada 15 Februari 2021 merupakan imbas dari cuitan Elon Musk pada 14 Februari 2021. Dalam unggahannya Elon Musk mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin bergabung dengannya dalam percakapan di Clubhouse. Hal ini mencuri perhatian warganet dan semakin mempopulerkan Clubhouse.

Respon Warganet Terkait Aplikasi Clubhouse

Meski belum terbilang lama, aplikasi Clubhouse kini berhasil mencuri perhatian warganet lewat Elon Musk. Melalui kedua unggahannya tersebut ia berhasil mempopulerkan Clubhouse. Kemunculan aplikasi ini pun mendapat tanggapan yang beragam dari warganet. Berikut beberapa di antaranya.

Sebagian warganet menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang cukup menarik. Selain karena materi sharing yang dianggap lebih eksklusif dan insightful, Clubhouse juga dapat digunakan saat tengah melakukan aktivitas lain. Hal ini karena aplikasi tersebut berbasis audio dan digunakan oleh banyak publik figur.

Sementara itu, meski dukungan terhadap aplikasi ini terus mengalir tidak sedikit juga warganet yang kurang menyukai dan memberikan respon negatif terhadap aplikasi ini. Warganet menilai Clubhouse akan sulit bersaing dengan aplikasi mainstream lainnya meski dipromosikan oleh orang-orang terkenal. Hal ini karena mereka menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang terlalu eksklusif yang hanya dapat digunakan oleh pengguna Iphone. Bahkan warganet menilai Clubhouse merupakan aplikasi yang menunjukan gap antara golongan kaya dengan golongan miskin.

Top Categories

Melalui kategori di atas dapat diamati bagaimana popularitas Elon Musk menjadi akun dan orang yang paling banyak ditandai dalam topik perbincangan warganet seputar Clubhouse. Hal ini juga dapat diamati melalui jaringan percakapan berikut.

Sebagai bos Tesla, namanya tentu kerap menjadi sorotan. Popularitas Elon Musk memang cukup mendongkrak aplikasi yang diluncurkan pada Maret 2020 ini. Hal ini dibuktikan dengan grafik perbincangan warganet yang meningkat tajam setelah Elon Musk membuat sesi obrolan di media sosial berbasis audio ini. Sebagian warganet cukup tertarik dengan kemunculan aplikasi ini, tetapi tidak sedikit dari mereka yang menilai aplikasi ini terlalu eksklusif.

Demikian hasil pantauan Netray, simak analisis topik lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Antara Kritik dan UU ITE, Warganet dan Pemerintah Saling Sembunyi Motif

Sejatinya, kegaduhan yang berhubungan dengan kritik, pemerintah, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan Presiden Joko Widodo ini sudah ada sejak tanggal 8 Februari yang lalu. Saat itu Presiden menyampaikan sebuah pernyataan bahwa “masyarakat harus aktif menyampaikan kritik dan masukan” dalam pidato di acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020.

Mendengar pernyataan ini, tak sedikit warganet yang menjadi sangsi. Pasalnya sejumlah peristiwa memberikan fakta yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Seperti pasal karet dalam UU ITE yang justru malah merugikan pihak yang melakukan kritik. Bukti konkrit tersebut yakni penangkapan sejumlah aktivis semacam Dandhy Laksono hingga Ananda Badudu.

Berkaca pada situasi ini, masyarakat yang diwakili oleh netizen/warganet bereaksi. Pandangan skeptis warganet diwujudkan dengan melambungkan sebuah tagar di platform Twitter. Tagar tersebut berbunyi #maukritiktapitakutuuite. Dapat dipahami bahwa keberadaan UU ITE justru kontra produktif dengan pernyataan Presiden yang mengisyaratkan masyarakat untuk berani mengkritik dan memberi masukan.

Mengapa tagar ini kembali muncul setelah sekian waktu menjadi pernyataan yang ingin dijawab oleh Netray Media Monitoring. Untuk itu, Netray memantau linimassa Twitter guna menjaring perbincangan dan membeberkan peta percakapan. Pemantauan dilakukan selama periode 6 Februari hingga 14 Februari 2021. Kata kunci yang diaplikasikan dalam pemantauan ini antara lain kritik, pemerintah, uu ite, dan jokowi. Hasilnya bisa disimak di bawah ini.

Laporan Statistika Pemantauan Topik UU ITE

Selama periode pemantauan, Netray berhasil mengumpulkan 65.616 total cuitan dari warganet Twitter. Interaksi antar cuitan selanjutnya menghadirkan perbincangan dari warganet. Hal ini bisa dilihat dari respons warganet yang berjumlah sebanyak 73,5 juta kali interaksi. Baik itu dalam bentuk reply, retweet, maupun likes

Sebanyak 167,5 juta profil juga secara potensial dapat menjangkau perbincangan ini. Seperti yang telah dijelaskan di atas, topik perbincangan kritik pemerintah ini mulai menanjak sejak tanggal 8 Februari. Hingga akhir periode pemantauan, gelombang cuitan warganet terus berdatangan dengan peak time terjadi pada tanggal 11 Februari.

Komponen perbincangan yang lain adalah pro dan kontra atau silang pendapat di kalangan pengguna Twitter. Untuk membaca hal ini, Netray menggunakan fitur bobot sentimen yang dikandung dari sebuah unggahan. Dari pemantauan tersebut ditemukan bahwa 16.961 cuitan memiliki sentimen positif, sedangkan cuitan dengan sentimen negatif berkisar di angka 39.378 cuitan. Sehingga cuitan yang bernada netral hanya berjumlah 9.277 postingan saja. Bagaimana bentuk sentimen tersebut akan dijelaskan pada bagian selanjutnya?

Pemerintah Mangkir, Warganet Kocar-kacir

Pada tanggal 11 Oktober, tagar #maukritiktapitakutuuite mulai mencuat. Akun @gaknyerah____ terlihat membagikan tagar ini untuk pertama kalinya. Hubungan antara akun dengan tagar juga terkesan unik. Pasalnya lebih dari satu cuitan dari unggahan akun tersebut yang mengandung tagar, sedangkan tagar #maukritiktapitakutuuite secara efektif hanya bertahan satu hari saja.

Ada kesan bahwa tagar tersebut hanyalah pesanan dari lawan politik pemerintah untuk semakin membuat gaduh di tengah situasi medsos yang memang sedang ramai. Hal ini terlihat dari respons pengguna platform yang menggunakan tagar ini. Sebagian besar akun dalam tagar ini melakukan tindakan yang tergolong pada aksi blasting atau dengan sengaja membuat sebuah topik perbincangan di Twitter untuk mendapatkan exposure yang tinggi.

Pembuktian selanjutnya dapat memanfaatkan fitur Social Network Analysis untuk membaca kedekatan jaringan antara satu profil dengan profil lainnya dalam sebuah perbincangan. Hasilnya adalah tagar #maukritiktapitakutuuite masih berada dalam lingkaran yang sama. Top Account dalam kata kunci ini saling memberikan dorongan melalui fitur retweet dan likes untuk cuitan-cuitan mereka. Kesimpulannya adalah tagar ini bukanlah perbincangan yang organik di Twitter, meski berada dalam lingkup perbincangan yang lebih luas.

Meskipun tagar di atas tidak murni dari warganet, tetapi kegelisahan atas ancaman UU ITE terhadap upaya kritik pemerintah dan pernyataan Presiden tetap nyata adanya. Kegelisahan ini diekspresikan oleh warganet dengan lebih jujur. Tentu profil pengguna Twitter seperti Said Didu, Refly Harun, hingga Ardian Panca bukan akun yang mengejar exposure semata.

Pasalnya tak berselang dengan pernyataan Presiden Joko Widodo, sejumlah pelaporan terhadap upaya kritik di publik pun terjadi. Salah satunya menyasar Novel Baswedan atas dugaan provokasi publik terkait meninggalnya seorang ustadz Maaher ketika berada di dalam tahanan Polisi. Atau penangkapan aktivis Marco Kusumawijaya setelah menyampaikan protes atas pengambilan pasir Pulau Bangka untuk reklamasi PIK 2.

Dari pemantauan Netray kali ini, bisa dilihat sebuah fenomena yang sebenarnya sangat lazim ditemukan dalam perbincangan warganet Twitter jika menyinggung soal politik. Warganet menjadi ragu akan pernyataan Presiden, justru karena terlihat sangat kontradiktif sehingga terkesan ada motif dibaliknya.

Begitu pula tidak selamanya sebuah perbincangan muncul secara alamiah di tengah-tengah warganet tanpa kehadiran kelompok berkepentingan. Contohnya adalah kemunculan tagar #maukritiktapitakutuuite yang mendompleng arus utama kegaduhan di linimassa. Butuh kacamata yang lebih jernih untuk menemukan perbincangan genuine dari sebuah topik yang sedang ramai diperdebatkan.

Dear Prameks; Terima Kasih Telah Menemai Perjalanan Yogya-Solo

Pada 9 Februari lalu kabar tentang purna tugas Kereta Api Prambanan Expres (Prameks) menjadi viral di kalangan warganet. Kabar tersebut memunculkan tagar #prameks di media sosial Twitter hingga menduduki jajaran trending topik.

Seperti kita ketahui, Prameks merupakan kereta api lokal yang melayani rute Yogyakarta-Solo sejak 29 Mei 1994 sampai 9 Februari 2021. Selama 27 tahun menemani perjalanan, bagaimana ungkapan hati warganet pada KA Prameks? 

Media Monitoring Netray melakukan pemantauan selama periode 5 Februari-11 Februari 2021 untuk melihat apresiasi warganet terhadap Kereta Api Prameks. 

Hasilnya, topik Prameks diperbincangkan sebanyak 13 ribu cuitan dengan dominasi sentimen positif. Selama satu minggu pemantauan, terlihat bahwa perbincangan paling ramai terjadi pada 10 Februari dengan total sebanyak 9 ribu cuitan.

Gambaran sekilas tentang perbincangan warganet terkait Prameks dapat dilihat dari kumpulan top words di atas. Selain kata prameks yang mendominasi, terdapat kata sedih, kenangan, beroperasi, matur, suwun, dan berhenti yang juga banyak dicuitkan. Hal ini menunjukkan bahwa perbincangan warganet ialah seputar cerita pengalaman dan ucapan terima kasih kepada Kereta Api Prameks yang telah resmi berhenti beroperasi. Berikut beberapa contoh cuitan warganet. 

Sayonara Prameks 

Beberapa ucapan selamat tinggal kepada Kereta Api Prameks menghiasi jagat maya Twitter. Prameks meninggalkan kenangan bagi warganet sehingga banyak warganet yang merasa sedih ketika Prameks harus berhenti beroperasi.

Di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang baru mengetahui bahwa Prameks telah berhenti beroperasi pada 9 Februari lalu, salah satunya cuitan dari @ikramarki

Terima Kasih untuk 27 Tahunnya

Selain ungkapan kesedihan dan selamat tinggal, topik perbincangan kereta Prameks dibanjiri dengan ucapan terima kasih. 

Warganet menggemakan ucapan terima kasih atas jasa Kereta Api Prameks yang telah mendekatkan Solo-Yogyakarta tanpa lelah. Seperti cuitan dari @Jogja_Uncover dan @KompasTV yang menuliskan penghormatan terakhir pada Prameks untuk tetap menjadi kenangan terindah.

Sumbangan Impresi Negatif

Selain cuitan bernada positif di atas, warganet juga menuliskan kenangan buruknya terkait Kereta Api Prameks, seperti cuaca panas di dalam kereta hingga pembelian tiket yang membutuhkan waktu lama dengan antrean yang cukup panjang.

Sambutan untuk KRL, Si Pengganti Prameks

Setelah Kereta Api Prameks berhenti beroperasi, maka rute perjalanan Solo-Yogyakarta akan digantikan dengan KRL atau (Commuter Line). Dengan KRL ini penumpang tidak lagi menggunakan tiket, penumpang hanya perlu membuat Kartu Multi Trip (KMT) untuk melakukan perjalanan dengan rute Yogyakarta-Solo atau sebaliknya.

Cuitan di atas merupakan beberapa impresi warganet untuk Kereta Rel Listrik yang telah resmi beroperasi pada 10 Februari menggantikan Kereta Prameks. Salah satu impresi disampaikan warganet @Sant_alle yang telah menggunakan layanan KRL. Dalam cuitan tersebut @Sant_alle menyebutkan bahwa KRL Yogya-Solo nyaman, bersih dan telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. 

Top Lokasi dan Top Akun

Berikut adalah gambaran top Akun yang telah dihimpun Netray pada topik perbincangan kali ini. Beberapa akun tersebut merupakan akun populer yang paling banyak melakukan interaksi dengan warganet. Seperti akun @Jogja24jam, @kotasolo_fp, lalu @jawafess menjadi akun dengan intensitas penyebutan paling sering karena Prameks merupakan kereta penghubung Yogya-Solo sehingga akun yang muncul adalah akun-akun dari kedua kota tersebut. 

Sama halnya dengan top akun, pada top lokasi juga menghimpun beberapa daerah yang dilewati oleh rute perjalanan kereta tersebut. Seperti Yogya, Solo, Kutoarjo, dan Klaten. Pada setiap lokasi tersebut warganet juga menuliskan kenangannya selama menggunakan layanan Kereta Prameks. 

Penumpang Prameks dari masing-masing lokasi tersebut merasa terharu karena Prameks telah mempermudah perjalanan antar kota. Warganet yang merupakan penumpang dari beberapa lokasi rute perjalanan Prameks juga merasa bahwa jasa kereta ini sangat berarti dalam mendekatkan lokasi satu dengan lainnya. Ucapan terima kasih menggema di Twitter untuk melepas purna tugas Kereta Prameks, meski tidak sedikit pula warganet yang mengeluh bahwa Prameks panas dan jadul. Sekian analisis Netray, semoga dapat menambah informasi pembaca. 

Tren Sunmori di Kalangan Warganet Twitter, Ada yang Bikin Sedih Juga nih

Siapa sih yang gak kenal dengan istilah sunmori? Sepertinya istilah ini sekarang menjadi tren di kalangan pecinta motor.

Sunmori alias Sunday Morning Riding adalah kegiatan bermotor yang dilakukan oleh beberapa orang atau komunitas pada hari Minggu pagi. Meski istilah riding telah melekat pada pecinta moge, sunmori kali ini ternyata bukan hanya dilakukan oleh pemilik moge saja. Kegiatan ini juga menjadi tren di kalangan pemilik motor 600cc ke bawah. 

Media Monitoring Netray memantau kata kunci sunmori pada kanal Twitter selama periode 30 Januari 2021-05 Februari 2021. Hasilnya, ditemukan 1.614 twit yang mengandung kata sunmori dengan muatan sentimen positif dan negatif yang tidak terpaut jauh. Seperti yang kita tahu bahwa sunmori ini merekatkan kebersamaan, lalu apa yang membuat istilah ini negatif di kalangan warganet? Yuk kita simak infografik berikut!

Elon Musk Borong Bitcoin, Warganet Auto Nyesel

Belum lama ini tagar #Bitcoin menempati trending topik Twitter. Bukan tanpa sebab, Elon Musk seorang milyader asal AS baru saja memborong Bitcoin sebesar Rp 21 Triliun. Dampaknya nilai Bitcoin memuncak ke level tertinggi. Bitcoin pun berhasil menjadi perbincangan publik dan menempati trending topik Twitter hingga menjadi sorotan media pemberitaan daring nasional.

Bagaimanakah pembahasan topik ini di media pemberitaan daring? Sejauh apa warganet mengenal mata uang digital ini? Simak analisis Netray selengkapnya.

Sorotan Media Pemberitaan untuk Elon Musk dan Bitcoin

Bitcoin

Berdasarkan pantauan Netray ditemukan sebanyak 212 artikel pemberitaan terkait topik ini yang berasal dari 45 total media. Adapun Top Categories pada topik ini didominasi oleh pemberitaan berkategori Finance & Insurance dan Technology.

Berdasarkan grafik di atas terlihat puncak pemberitaan terjadi pada tanggal 09 Februari 2021. Hal ini bertepatan dengan trendingnya #Bitcoin di media sosial Twitter. Elon Musk melalui akun Twitternya menyampaikan dukungannya terhadap Bitcoin yang kemudian memicu naiknya nilai tukar cryptocurrency ini. Hal ini dapat diamati melalui beberapa pemberitaan berikut.

Tidak hanya itu, ia bahkan menyatakan bahwa Tesla akan menerima pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Itulah sebabnya Elon Musk membawa pengaruh besar terhadap nilai tukar Bitcoin.

Sisi Negatif Euforia Bitcoin

Di sisi lain, keputusan Elon Musk memborong Bitcoin justru mendapat tanggapan negatif dari beberapa pihak. Hal ini karena memicu euforia masyarakat akan investasi mata uang digital ini secara besar-besaran yang justru berdampak negatif terhadap lingkungan. Seperti dimuat dalam jurnal ilmiah Joule yang mengatakan bahwa produksi Bitcoin diperkirakan akan menghasilkan 22,9 juta metrik ton emisi karbondioksida setiap tahun berdasarkan studi tahun 2019.

Hal serupa juga diungkapkan oleh mantan Anggota Parlemen untuk Grantham dan Stamford, Nick Boles. Melalui koresponden BBC, Boles mengkritik dampak negatif Bitcoin terhadap lingkungan berdasarkan konsumsi energi tahunan Bitcoin di Argentina dari Universitas Cambridge. Melalui akun Twitternya ia mengunggah ulang cuitan Rory Cellan-Jones.

Pada Top Kategori terlihat Tesla menduduki Top Organizations pada topik ini. Hal ini tentu dipengaruhi oleh Elon Musk sebagai pemilik dari perusahaan ini dan dukungannya terhadap Bitcoin. Selain itu, pada kategori Top Portal terlihat ID Investing menduduki portal yang paling banyak menerbitkan artikel terkait topik ini.

Nilai Tukar Bitcoin Melonjak, Warganet Menyesal Tak Investasi Sejak Dulu

Netray turut memantau topik terkait Bitcoin sejak 04 Februari 2021 sampai dengan 10 Februari 2021 di Twitter. Selama periode tersebut ditemukan 6.4K total cuitan dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif. Adapun impresi terkait topik ini mencapai 90.3K.

Seperti halnya pantauan News, di Twitter lonjakan juga terjadi pada tanggal yang sama, yaitu pada 09 Februari 2021. Ramainya perbincangan terkait topik ini turut memicu rasa penasaran masyarakat untuk mengetahui seluk beluk Bitcoin. Hal ini dapat diamati melalui beberapa cuitan berikut.

Nilai tukar yang mencapai lebih dari setengah miliar tentunya membuat euforia terhadap Bitcoin semakin menjadi-jadi. Terlebih pihak Tesla menerima pembelian produk mereka menerima Bitcoin sebagai alat tukar. Inilah sebabnya tidak sedikit warganet yang menyesal tidak berinvestasi pada Bitcoin sejak lama.

Di samping banyaknya rasa penyesalan yang muncul dalam perbincangan terkait topik ini, ternyata terdapat pula sejumlah warganet yang tidak mengetahui apa itu Bitcoin. Mereka meramaikan perbincangan topik ini dengan penuh rasa penasaran seperti berikut.

Minimnya informasi terkait hal ini membuat tidak semua warganet mengetahui berharganya uang digital ini dan memiliki potensi untuk berinvestasi. Namun, nilai tukarnya yang melonjak saat ini justru melahirkan beragam penyesalan dari warganet yang tertarik untuk berinvestasi.

Sementara itu, pada kategori Top People @elonmusk menempati urutan teratas sebagai subjek perbincangan di berbagai media. Demikian pula dengan USA yang menjadi Top Locations pada topik ini karena berkaitan dengan asal dari Elon Musk dan perusahaan yang dimilikinya.

Langkah Elon Musk untuk memborong Bitcoin dinilai menjadi pertanda potensi untuk berinvestasi pada uang digital ini. Hal tersebut memicu naiknya nilai tukar yang menyebabkan perbincangan topik ini di berbagai media. Meski demikian, warganet diharap mengenali dan mempelajari terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut berinvestasi pada uang crypto ini.

Demikian hasil pantauan Netray. Simak analisis lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Isu Pandemi Covid-19 Kuasai Pelayanan Kesehatan Kota Yogyakarta

Untuk menjamin masyarakat dapat berfungsi dengan maksimal, sebuah wilayah wajib memiliki sistem pelayanan kesehatan yang mumpuni. Sistem ini harus bisa mencegah masalah dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui sejumlah sarana dan prasarana publik.

Jika sebuah wilayah gagal menyediakan sistem pelayanan kesehatan yang memadai, tentu saja ada efek buruk yang akan terjadi. Bahkan, efek yang ditimbulkan memiliki sifat berantai. Ketika masyarakat harus berjuang sendiri melawan permasalahan kesehatan, produktivitas mereka akan menurun dan akhirnya pemerintah yang mendapat kerugian.

Maka dari itu, isu atau wacana yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan patut untuk diperhatikan. Salah satunya adalah dengan memantau pemberitaan di media massa. Di sini dapat dilihat bagaimana sebuah wilayah mengelola sistem pelayanan kesehatan mereka. 

Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tentu saja juga memiliki sistem pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya. Sejumlah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit hingga Puskesmas berdiri agar masyarakat bisa memenuhi salah satu kebutuhan dasar mereka. Termasuk juga kehadiran sejumlah regulasi demi menjamin berfungsinya sistem pelayanan kesehatan tersebut.

Netray Media Monitoring telah melakukan pemantauan terhadap wacana ini. Pemantauan dilakukan selama satu semester terhitung sejak 1 Agustus 2020 hingga 31 Januari 2011. Tujuannya adalah agar tersedia cukup waktu untuk memantau perkembangan satu atau lebih tren pemberitaan. Berikut adalah hasil data yang berhasil diakumulasi oleh Netray.

Laporan Data Statistika Pelayanan Kesehatan

Data umum yang didapatkan Netray selama pemantauan adalah data atau informasi statistika. Data ini menunjukkan seberapa banyak wacana pelayanan kesehatan muncul dalam pemberitaan media massa daring. Selama periode pemantauan, topik ini diulas oleh 90 portal berita ke dalam 1.520 artikel. Sebanyak 6.868 entitas person telah berhasil diekstrak oleh Netray.

Sebagian besar berita tergolong di dalam kategori Health & Lifestyle, yakni sebanyak 864 artikel. Kategori mayor selanjutnya adalah Law dengan 218 artikel. Menyusul Transportation dengan 76 artikel. Aksi klithih yang marak terjadi di Yogyakarta beberapa lalu turut menyumbang data karena korban akhirnya harus dirawat di instansi kesehatan. Kategori transportasi juga cukup banyak mengakomodasi topik pelayanan kesehatan setelah sejumlah kasus laka lantas berakhir di rumah sakit.

Data statistik lain memperlihatkan sentimen analisis yakni 407 buah berita merupakan laporan yang bersifat positif. 746 berita memiliki sentimen negatif, sehingga 367 lainnya ditulis dengan intonasi netral. Jumlah ini terhitung masih normal ketika antara sentimen positif dan negatif tak terpisah cukup jauh.

Portal Harian Jogja menjadi media massa daring yang paling banyak menulis laporan tentang topik pelayanan kesehatan di Yogyakarta. Harjo membuat 475 berita selama periode pemantauan. Radar Jogja menempati posisi kedua dengan 161 laporan. Sedangkan Tribun Jogja membuat 138 berita sehingga membuatnya berada di posisi ketiga. 

Menguak Dapur Redaksi Berita Pelayanan Kesehatan Yogyakarta

Isu pandemi covid-19 masih menjadi headliners dari topik pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta. Hampir seluruh sumber daya kesehatan daerah seperti tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dikerahkan sepenuhnya guna menanggulangi masalah ini. Isu ini hampir mendominasi pemberitaan yang akhirnya menenggelamkan wacana kesehatan yang lain. Dari pemantauan Word Cloud tidak ditemukan isu kesehatan lain yang dinilai sangat penting dan secepatnya harus dibahas di dalam laporan pemberitaan oleh media massa daring.

pelayanan kesehatan jogja

1. Harian Jogja

Lantas bagaimana dengan masing-masing media massa? Untuk Harian Jogja, isu paling populer memang masih sama dengan isu pemantauan secara umum. Isu pandemi masih sangat menguasai pemberitaan. Begitu pula dari entity extract yang menempatkan jubir Gugus Penanganan Pandemi wilayah Yogyakarta, Berty Murtiningsih sebagai top person. Ia dianggap sebagai suara yang paling terpercaya dalam memahami situasi kesehatan untuk saat ini. Selain itu nama Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga menjadi sorotan mengingat posisinya sebagai Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

2. Radar Jogja

Ekstrak entitas dari portal Radar Jogja kali ini hanya menempatkan Heroe Poerwadi sebagai figur paling berpengaruh. Sejumlah kebijakan taktis daerah dikeluarkan dari kantornya untuk menanggulangi dampak pandemi. Seperti pemungsian selter khusus untuk tenaga kesehatan dan kebijakan pembatasan sosial.

3. Tribun Jogja

Terakhir adalah portal berita daring Tribun Jogja yang membuat laporan sebanyak 138 berita. Apa yang diberitakan oleh Tribun Jogja tak berbeda jauh dengan dua kantor redaksi sebelumnya. Terdapat pula masalah kesehatan lain di luar pandemi yakni permasalahan wabah Chikungunya yang sempat menambah volume pekerjaan nakes di Jogja. Juga laporan tentang persiapan RS Sardjito dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19 karena musim libur Nataru.

Pandemi Covid-19 sekiranya telah menghabiskan sumber daya pelayanan kesehatan di Yogyakarta selama satu semester ke belakang. Dengan situasi dan tingkat penularan yang masih sangat tinggi, dapat dibayangkan jika wabah global ini masih akan dihadapi Kota Yogyakarta hingga beberapa waktu yang akan datang. Pemerintah diharapkan bekerja lebih ekstra agar pelayanan kesehatan dapat mengakomodasi semua masalah masyarakatnya.