-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Rapid Test Antigen; Kebijakan ‘Dadakan’ Jelang Perayaan Nataru

Jelang cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah mulai aktif mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk meminimalisir lonjakan kasus positif Covid-19 yang mungkin terjadi. Salah satu yang sedang santer dibicarakan adalah pemberlakuan syarat Rapid Test Antigen bagi mereka yang melakukan perjalanan jauh selama periode 22 Desember-08 Januari 2021. Kebijakan baru ini pun menuai beragam respon dari warganet. Terutama menyangkut pemberlakuan kebijakan ini yang hanya berjeda sehari setelah diumumkan.
Netray kemudian melakukan pemantauan di media pemberitaan selama sepekan terakhir untuk mengetahui apa saja kebijakan yang dikeluarkan pemerintah jelang perayaan Nataru dan seperti apa keriuhan media sosial menanggapi kebijakan baru tersebut? Berikut gambaran hasil pantauan Netray.
Membaca Isu dalam Topik Kebijakan Tahun Baru dan Tes Antigen Melalui Netray
Dengan menggunakan kata kunci kebijakan && tahun baru Netray mencoba menelisik apa saja topik yang dibicarakan media selama periode tersebut. Untuk mengetahui secara spesifik kapan wacana pemberlakuan tes antigen diberitakan, Netray juga memasukkan kata kunci rapid && antigen dan mengamati apa saja isu yang paling banyak disoroti dalam topik ini.
Hasilnya, pemberitaan cukup masif pada periode 14-19 Desember 2020 dengan angka 100-400 artikel per hari. Pembahasan secara umum menyasar pada ranah Kesehatan dan Pemerintahan. Selain itu, kategori Pariwisata, Transportasi, dan Ekonomi juga menjadi perhatian dalam topik ini. Berikut deretan entitas populer yang dapat menjadi analisis awal untuk mengetahui apa saja poin-poin penting yang dibicarakan media terkait topik tersebut.

Hal yang menjadi perhatian utama hingga saat ini tentunya adalah pandemi Virus Corona. Maka menjadi wajar apabila entitas yang Netray kategorikan sebagai disease ini muncul paling banyak dalam pembahasan. Sementara Top Person atau tokoh yang paling banyak disebut dalam topik ini adalah Luhut Binsar Pandjaitan dan Anies Baswedan. Hal ini berhubungan dengan kepentingan Menko Marves Luhut sebagai pemangku kebijakan yang paling banyak dikutip dan disorot oleh media selama beberapa waktu terakhir.
Dari daftar entitas populer di atas, juga dapat dilihat sejumlah lokasi yang paling banyak ditandai seperti DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Demikian pula adanya laporan lonjakan kasus yang menjadi alasan kebijakan pengetatan protokol kesehatan, PSBB, dan Work From Home diterapkan. Dalam hal ini, syarat wajib seperti Rapid Test, PCR, dan Rapid Test Antigen juga banyak dibicarakan. Lebih lengkapnya simak ulasan Netray berikut.
Kebijakan Luhut Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru
Seperti diketahui, pada 14 Desember lalu pemerintah resmi melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum. Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Bali yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan untuk selanjutnya diterapkan pada periode 18 Desember 2020-8 Januari 2021.

Rincian kebijakan tersebut di antaranya adalah; larangan perayaan Tahun Baru di seluruh provinsi; pengetatan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH 75%; pembatasan jam operasional mal, restoran, tempat hiburan (pukul 19:00 untuk Jabodetabek dan pukul 20:00 untuk zona merah di Jabar, Jateng, dan Jatim); keringanan penyewaan/service charge di wilayah DKI Jakarta; dan kewajiban rapid test antigen maksimal H-2 untuk perjalanan jarak jauh. Luhut juga menggarisbawahi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali agar melakukan tes PCR pada H-2 keberangkatan.
Kebijakan tes antigen bagi wisatawan yang secara khusus hendak berkunjung ke Bali kemudian ditanggapi beragam dari berbagai pihak. Ada yang tetap optimis Bali akan tetap menjadi kunjungan favorit bagi wisatawan meski harus mengantongi tes swab untuk menuju ke sana. Namun, ada pula yang khawatir kebijakan ini akan mengurungkan niat para wisatawan yang hendak ke Bali. Portal media CNBC Indonesia bahkan beberapa kali menggarisbawahi istilah ‘luhut effect’ untuk memberitakan kebijakan ini dengan muatan sentimen negatif.
Merespon Kebijakan Rapid Tes Antigen dari Pantauan Media Sosial
Rapid test antigen adalah jenis tes virus Corona dengan metode pengambilan sampel swab. Rapid test antigen ini berbeda dengan rapid test pada umumnya atau yang sering disebut rapid test antibodi. Karena dinilai memiliki akurasi lebih baik dalam mendeteksi virus Corona, biayanya pun lebih mahal. Berdasarkan Surat Edaran No HK 02.02/I/4611/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab, standar harga dalam pemeriksaan rapid test antigen-swab sebesar Rp 250.000 untuk Pulau Jawa dan Rp 275.000 untuk luar Pulau Jawa.
Tak hanya sebagai syarat berkunjung ke Bali saja, kini semua perjalanan jarak jauh baik menggunakan kereta api maupun pesawat diwajibkan mengantongi syarat ini selama periode perayaan Nataru. Lalu bagaimana respon masyarakat menyikapi kebijakan baru ini? Simak pantauan Netray di linimasa Twitter untuk topik terkait selama seminggu terakhir.

Pembahasan soal rapid test antigen di Twitter mulai terlihat sejak 15 Desember, sehari pasca Menko Marves Luhut mengumumkan kebijakan ini untuk kunjungan wisata di Bali. Namun lonjakan perbincangan secara serius terjadi pada 21 Desember 2020 dengan total tweet di atas angka 8 ribu per hari. Hal ini sehubungan dengan kebijakan terbaru soal rapid test antigen yang juga berlaku untuk penumpang KA jarak jauh di Pulau Jawa seperti yang dicuitkan oleh akun resmi @KAI121 berikut.

Beragam respon menghiasi kolom diskusi akun resmi KAI tersebut secara khusus dan terjadi dalam cuitan-cuitan warganet secara terpisah. Selain mengeluhkan harga test rapid antigen yang lebih mahal dari test rapid biasa, warganet juga menggarisbawahi kebijakan yang dinilai mendadak ini. Pasalnya, kebijakan ini diterapkan sehari pasca pengumuman yaitu mulai 22 Desember s.d 8 Januari 2020. Sementara warganet yang sudah telanjur melakukan rapid test antibodi sebagai kelengkapan syarat perjalanan merasa kecewa karena harus melakukan tes ulang.
Sejumlah akun resmi pemerintah dan pihak-pihak terkait memang terlihat masif mensosialisasikan kebijakan ini setelah Menko Luhut memberi arahan kepada sejumlah pimpinan daerah untuk melakukan pengetatan terukur menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Sejumlah poster berisi peraturan dan syarat rinci di masing-masing daerah pun bertebaran.

Namun, melihat dominasi sentimen negatif yang lebih banyak mengisi pembahasan topik ini di Twitter dapat disimpulkan bahwa sosialisasi kebijakan baru ini belum berjalan secara maksimal. Selain soal waktu, narasi buruk lainnya yang juga tak luput dalam menanggapi respon ini adalah kekhawatiran adanya kepentingan bisnis dalam kebijakan ini. Itulah sebabnya sebagian warganet masih kontra dengan kebijakan yang dinilai mendadak ini.
-
Tren Investasi Emas di Masa Pandemi; Emas Antam Menjadi Primadona?

Investasi memang selalu menggiurkan, apalagi yang diinvestasikan emas antam atau emas batangan lainnya. Sebuah logam transisi lunak yang mengkilap dan kebanyakan berwarna kuning ini memang menjanjikan untuk dijadikan investasi masa depan. Sebab harga logam emas ini sedang berada di puncak, apalagi di masa pandemi seperti ini. Netray mencoba memonitoring terkait topik investasi emas logam pada media pemberitaan dan media sosial. Seperti apa media pemberitaan mengawal topik ini? Dan bagaimana antusias warganet membicarakan tren investasi emas ini ya? simak selengkapnya.
News Media Monitoring

Pemantauan dilakukan pada 11 Desember 2020-18 Desember 2020 dengan menggunakan keyword emas antam dan investasi emas, Netray berhasil menghimpun data sebanyak 206 artikel yang diberitakan oleh 43 portal berita. Pemberitaan ini dominasi oleh berita dengan kategori sport dan finance & insurance. Pemberitaan tentang harga emas ini mayoritas masuk ke dalam kategori tersebut, karena kenaikan harga emas berpengaruh pada inflasi ekonomi yang kemudian berdampak pada beberapa kegiatan. Seperti apa ya grafik persebaran topik berita ini.

Pergerakan grafik awal tanggal pemantauan terlihat tinggi dan kemudian menurun hingga mengalami kenaikan kembali di tengah tanggal pemantauan. Intensitas kurva pemberitaan positif lebih tinggi dari negatifnya dengan kecenderungan berita bernada netral. Hal tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan terkait topik investasi emas ini menjanjikan dengan harganya yang terus mengalami kenaikan. Harga kenaikan emas antam yang menjadi primadona masyarakat untuk berinvestasi ini menjadi sorotan pemberitaan.
Pemberitaan di atas menyebutkan bahwa emas antam mengalami kenaikan sekitar Rp972.000,00 per 1 gram hampir mendekati angka satu juta. Emas batangan antam ini memang cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang. Sebab emas buatan PT. Aneka Tambang ini tidak mudah untuk dipalsukan. Selain ramai membicarakan harga emas antam, harga emas batangan lain yang dijual di Pegadaian juga menjadi sorotan.
Hal tersebut karena PT. Pegadaian ini berani memberikan harga tinggi untuk emas batangan yang akan dijual di Pegadaian. Semenjak tanggal 16 Desember 2020 lalu, harga emas batangan atau emas antam masih dikisaran harga Rp970.000,00 di Pegadaian berani membeli emas antam atau emas batangan lain seharga Rp1.000.000,00. Kenaikan harga emas tersebut tidak hanya ramai pada media pemberitaan, namun juga di kalangan warganet Twitter. Seperti apa sih antusias warganet membahas investasi emas ini?
Investasi Emas Antam di Kalangan Warganet
Perkembangan investasi emas tidak hanya menjadi sorotan media pemberitaan. Namun warga Twitter juga tergiur untuk berinvestasi emas batangan.

Selama kurang lebih satu pekan pemantauan, topik terkait tren investasi emas ini memang ramai menjadi perbincangan warga Twitter. Dengan memasukan keyword emas, emas antam, dan investasi emas topik ini diperbincangkan sebanyak 12,005 cuitan oleh 5,342 akun Twitter. Impresi untuk topik ini terhitung tinggi dengan potential reach mencapai 110,5 juta kali. Hal ini menunjukkan warganet sangat tertarik untuk membahas tentang investasi yang bisa dibilang cukup menjanjikan. Grafik pergerakan sentimen positifnya mengungguli sentimen negatifnya dengan kecenderungan isi cuitannya mengarah pada cuitan bersentimen positif. Pada grafik diatas, pada tanggal 18 Desember merupakan puncak data perolehan hasil monitoring. Pembahasan apa sih di tanggal tersebut? yuk simak.
Pada puncak grafik di tanggal 18 Desember 2020, menjadi paling ramai diperbincangkan warganet karena adanya berita kenaikan harga emas Antam. Berita tersebut dituliskan oleh akun Twitter resmi portal berita. Seperti akun @CNNIndonesia yang menuliskan cuitan berupa informasi bahwa mulai tanggal 18 Desember 2020, harga emas Antam mengalami kenaikan menjadi Rp972.000,00. Kemudian terdapat akun portal berita lain seperti @Liputan6dotcom dan @Republikaonline yang menuliskan cuitan yang sama tentang kenaikan harga emas tersebut. Cuitan akun Twitter resmi dari portal berita tersebut mendapat banyak respon dari warganet berupa like dan retweet. Berikut beberapa gambaran tanggapan warganet terkait topik ini.
Akun dari @ceritatehfidy melempar cuitan pada warganet lain tentang ketertarikan investasi emas atau reksadana pasar uang. Kemudian cuitan lain berasal dari akun @Tommy_pounch yang menyebutkan bahwa investasi menabung emas sangatlah bagus karena nilai emas tidak akan mengalami penurunan akibat inflasi. Selanjutnya perbincangan warganet mengarah pada investasi emas Antam yang sedang naik daun.

Perbincangan warganet pada contoh tersebut melempar pertanyaan retoris berupa emas antam yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat karena harganya yang melambung. Sontak hal tersebut memancing pendapat dari warganet lain terkait emas antam. Apalagi pernyataan akun @Rahma_Idza tersebut diperkuat oleh cuitan dari akun resmi emas Antam. Berikut salah satu contoh cuitannya.

Akun resmi @LogamMuliaAntam menyebutkan bahwa emas Antam ini diproduksi dengan kadar kemurnian 99,99% sehingga emas ini memiliki kadar paling tinggi di kalangan emas lainnya.
Respon warganet terlihat antusias dalam membahas topik ini. Banyak warganet yang kemudian memiliki keinginan untuk membeli emas Antam sebagai investasi tabungan. Akan tetapi, untuk membeli emas Antam ini juga diperlukan budget yang lumayan besar sehingga harus menabung terlebih dahulu bagi beberapa orang. Memanglah investasi emas merupakan salah satu bentuk tabungan masa depan yang cukup worth it. Hal itu karena harga emas akan terus mengalami kenaikan, kalaupun terjadi penurunan harga jualnya turun secara signifikan. Sekian analisis media monitoring Netray, terkait tren investasi emas. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.
-
Reaksi Warganet Atas Informasi Vaksin Covid-19 Terkini

Realisasi keberadaan vaksin untuk menyudahi permasalahan pandemi covid-19 sepertinya sudah berada di ambang pintu. Melalui sejumlah jalur, pemerintah berusaha menyediakan vaksin untuk penduduk Indonesia. Antara lain dengan mengimpor dari perusahaan asing dan juga mengembangkan vaksin sendiri dalam negeri.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara masyarakat Indonesia mengakses vaksin tersebut? Bagaimana cara pemerintah mendistribusikannya secara merata untuk 270 juta penduduk Indonesia? Apakah ada persyaratan tertentu untuk mendapatkan layanan ini dan apakah itu akan memberatkan?
Sekelumit pertanyaan di atas mau tak mau menghadirkan sejumlah asumsi di ranah publik. Dan yang paling nyaring terdengar adalah wacana vaksin covid tidak akan didapat secara gratis. Masyarakat harus membayar dalam jumlah tertentu jika ingin mendapatkan vaksin covid-19 untuk menghadirkan imun tubuh terhadap virus.
Melalui pemantauan lini masa sosial media Twitter, Netray Media Monitoring berusaha untuk mencari tahu apakah warganet sudah memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena pada dasarnya media massa telah memberitakan informasi-informasi penting terkait penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah. Pemantauan sendiri dilakukan dari tanggal 13-19 Desember 2020. Simak pemaparannya di bawah ini.
Cuitan Warganet atas Vaksin Covid-19
Salah satu fitur Netray yang dapat digunakan untuk mengungkap perbincangan warganet adalah fitur Top Words. Fitur ini merangkum semua perbincangan warganet dengan menghasilkan sejumlah kata yang paling kerap muncul di lini masa Twitter. Dengan begitu pembaca dapat melihat beberapa kata sentral dalam kata kunci yang sudah berhasil ditemukan.
Nampak bahwa kata ‘gratis’ berada di tengah-tengah grafik yang dapat diartikan sebagai istilah yang paling sering sekali digunakan warganet. Masyarakat Indonesia yang minim informasi akhirnya bernafas lega karena Presiden Joko Widodo telah melakukan pidato yang isinya menghapus kewajiban membayar untuk vaksin covid-19.
Sangat wajar jika sebelum pidato presiden, banyak bermunculan reaksi negatif dari warganet. Salah satunya berupa meme yang dilakukan oleh @shitegoblin. Ia membagikan sebuah foto yang menurutnya dapat menggambarkan keadaan BUMN ketika masyarakat harus membayar vaksin.
Atau akun @FaisalBasri yang menyebutkan bahwa kartel bisnis vaksin merupakan praktik biadab yang dilakukan oleh BUMN dengan restu negara. Sedangkan @yoeskenawas mengatakan bahwa negara tetangga peduli terhadap masyarakatnya, sedangkan negara Indonesia cuma peduli sama cuan dan pencitraan.
Lantas bagaimana tanggapan warganet setelah adanya pengumuman? Tentu saja sangat beragam. Salah satunya malah datang dari anak Presiden sendiri di @kaesangp, ia berkelakar apakah nanti setelah mendapat vaksin juga akan diberi bubur kacang hijau layaknya vaksin pada balita? Cuitan bernada candaan juga dilemparkan oleh @FiersaBesari yang menginginkan nomor WhatsApp seseorang yang baginya sama gratisnya dengan vaksin covid-19.
Suasana guyonan juga masih dipertahankan oleh @AgusMagelangan yang menyebutkan bahwa perjuangan belum selesai meski sekarang vaksin sudah gratis. Menurutnya kita harus tetap berjuang untuk biaya parkir sebesar dua ribu rupiah padahal cuma habis lima ratus rupiah untuk fotokopi.
Meski begitu, wacana vaksin berbayar sudah terlanjur menyebar di masyarakat. Sehingga tetap mendatangkan komentar sinis seperti yang dilakukan oleh @firdzaradiany. Baginya suasana bernegara di Indonesia sangat menyedihkan. Pasalnya rakyat harus berterimakasih kepada presiden yang menggratiskan vaksin covid-19. Padahal seharusnya hal tersebut merupakan hak warga dan kewajiban pemerintah.
Akun @zarazettirazr malah membandingkan diri dengan negara Kamboja yang menolak vaksin sinovac yang rencananya mau dibeli pemerintah RI. Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen yang menyebutkan bahwa negaranya bukan tempat sampah dan tempat uji coba vaksin bagi Tiongkok.
Siapa dengan Siapa dalam Wacana Vaksin Covid-19
Melacak bagaimana persebaran wacana terkait vaksin covid-19 juga tak kalah penting. Di sini kita bisa melihat grouping opini termasuk person yang mendukung opini tersebut. Melalui Social Network Analysis, wacana vaksin covid-19 menempatkan presiden Joko Widodo sebagai sosok yang paling banyak di-mention oleh warganet.
Mendampingi Presiden adalah lembaga kementrian yakni Kemenkes RI di @KemenkesRI dan Kementrian BUMN di @KemenBUMN. Keduanya sering disebut warganet terkait rencana pembelian vaksin dari sejumlah perusahaan internasional. Kebijakan ini menghadirkan pro dan kontra di hadapan warganet, sehingga korelasi antar akun ini masih muncul baik dalam sentimen positif maupun negatif.
Dari luar kepemerintahan, akun @sociotalker juga kerap di-mention oleh warganet bersama dengan akun @Jokowi. Termasuk juga dengan akun @partaiSocmed. Namun ketika warganet menyebut @sociotalker dalam cuitan mereka, beberapa di antaranya juga memunculkan akun @firdzaradiany.
Rencana untuk menggratiskan vaksin covid-19 dari pemerintah memang perlu diapresiasi, meskipun itu sebenarnya merupakan tugas konstitusional. Masyrakat juga tidak bisa mengandalkan begitu saja permasalahan kesehatan kepada negara. Harus ada tetap ada inisiatif untuk menjaga diri dari penularan covid-19 yang semakin hari semakin tak terbendung hingga datangnya vaksin nanti.
-
Proyek DME, Angin Segar untuk Campuran LPG Ramah Lingkungan

Beberapa hari lalu, pemberitaan tentang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menandatangani proyek DME menjadi sorotan media daring. DME (Dimethyl Ether) yang merupakan proyek kerja sama antara PT Pertamina dengan PT Bukit Asam Tbk ini diharapkan dapat menjadi campuran bahan LPG. Tidak butuh waktu lama untuk Pemerintah, melalui Kementerian ESDM untuk menyetujui proyek ini, meskipun pelaksanaan proyek ini masih Februari 2021. Nah seperti apa sih, media pemberitaan mengulas topik ini? Simak selengkapnya.

Netray melakukan monitoring selama satu bulan terakhir untuk melihat keramaian media daring menginformasikan topik ini kepada masyarakat. Melalui kata kunci kementerian esdm dan proyek dme, Netray berhasil menghimpun data sebanyak 655 artikel yang diberitakan oleh 79 portal media. Kemudian, pemberitaan serupa paling banyak didominasi oleh kategori Finance & Insurance serta Government.

Kesepakatan kerja sama proyek DME ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memanfaatkan surplus batubara yang cadangannya diharapkan mencukupi untuk 60 tahun ke depan. Kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Bukit Asam, Direktur Utama PT Pertamina, serta CEO Air Products and Chemical Inc ini disaksikan langsung oleh Menteri ESDM. Kesepakatan tersebut mencakup perjanjian prinsip yang akan ditetapkan berlaku ke semua pihak. Sebelum membahas lebih jauh, mari simak intensitas pergerakan grafik untuk media pemberitaannya.

Grafik pemberitaan tidak terlihat menonjol salah satu lainnya, mulai awal pemantauan hingga akhir media berita terlihat masih terus memberitakan terkait topik tersebut. Pemberitaan proyek DME ini didominasi dengan pemberitaan netral. Selain itu, media juga mengulas pro dan kontra terkait proyek ini. Seperti salah satunya tentang isu mengenai proyek DME yang dinilai akan merugikan negara sebanyak 5 triliun rupiah per tahunnya.
Sebelum penyelenggaraan proyek hilirisasi DME pada November lalu, media juga menyoroti lembaga yang mengkaji tentang proyek ini. Salah satu hasil kajian yang menyebabkan pemberitaan terkait proyek DME menjadi simpang siur adalah kajian dari lembaga Think Tank. Lembaga tersebut menyebutkan bahwa proyek DME tersebut tidak masuk ke dalam skala perekonomian sehingga menghasilkan kerugian tahunan sekitar 5 triliun rupiah. Tidak sepakat dengan hasil kajian dari Lembaga Think Tank, Tim Kajian Hilirisasi Batubara Balitbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan analisis dengan mengkonfirmasi hasil kajian Lembaga Think Tank menggunakan feasibility study (FS). Hasil yang didapat, yakni proyek DME layak dijalankan secara ekonomi. Perbedaan hasil kajian ini dikarenakan asumsi data yang digunakan antar kedua lembaga peneliti. Setelah penyelesaian perbedaan hasil kajian tersebut, ditemui benang merahnya terkait nilai ekonomis yang didapat.
Media juga memberitakan terkait hasil penelitian dari Tim Kajian Hilirisasi Batubara Balitbang Kementerian ESDM yang menunjukkan bahwa proyek DME ini memiliki nilai yang sangat ekonomis. Status terakhir pada kajian tersebut memperlihatkan cadangan batubara sebanyak 38 miliar ton. Selain itu, demi kesuksesan berlangsungnya proyek ini, Pertamina meresmikan Kilang Langit Biru di Cilacap.
Peresmian Kilang Langit Biru ini merupakan wujud Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi impor gasoline. Harapannya akan berdampak pada pengurangan defisit neraca perdagangan Indonesia.
Dimethyl Ether (DME) merupakan produk turunan dari batubara yang telah lulus uji coba sebagai bahan campuran LPG untuk menyalakan kompor. Hasil uji coba ini bisa memberikan nilai tambah baru dari hasil tambang batubara. Balitbang Kementerian ESDM memaparkan bahan campuran untuk kompor LPG dapat dihasilkan dari campuran DME dengan kadar 20% dan LPG 80%.
Top Portal dan Top Organisasi
Berikut portal media dan organisasi yang paling sering menyoroti proyek DME ini.


Organisasi yang paling banyak mendapat sorotan adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT Pertamina. Kemudian pemberitaan proyek DME ini paling sering diberitakan oleh portal media CNBC Indonesia.
Proyek DME dalam Sudut Pandang Twitter
Tidak hanya memantau dalam media pemberitaan, Netray juga memantau keramaian pada media sosial Twitter mengulas proyek DME ini.

Topik keramaian pembahasan warganet tentang proyek ini dapat dilihat pada kumpulan top word. Pada jajaran top word ini ukuran kata yang paling menonjol memperlihatkan seberapa sering warganet mengulas tentang topik tersebut. Kata Proyek, esdm, investasi, dan ekonomis berukuran lebih besar daripada kata lain. Hal ini memperlihatkan bahwa warganet membahas topik proyek DME ini tidak jauh dari nilai ekonomis dan investasinya. Berikut kita simak seperti apa impresi warganet.


Berdasarkan data di atas hasil monitoring Netray pada media sosial Twitter tidak sebanyak pada media pemberitaan. Topik proyek DME ini diperbincangkan sebanyak 40 cuitan yang mayoritas bersentimen netral. Meskipun hanya menghasilkan cuitan sedikit, namun topik ini berpotensi tinggi mencapai 7 juta kali untuk lebih menghasilkan keramain di Twitter. Cuitan sedikit itu, berisi apa saja sih?
Cuitan di atas memang terlihat didominasi dari beberapa akun resmi Twitter portal media berita seperti @Bisniscom, lalu @Liputan6dotcom dan lainnya. Akun portal berita tersebut mencuitkan kembali berita yang telah diterbitkan pada artikel pemberitaan. Selain itu akun resmi dari @KementerianESDM juga menuliskan cuitan sekilas informasi terkait manfaat yang didapat dari proyek DME ini.
Beralih dari akun-akun resmi yang didominasi oleh sentimen netral tersebut, terdapat pula cuitan bersentimen negatif dan positif warganet. Seperti akun @anandamulia yang mecuitkan kembali artikel berita yang berisi proyek DME merugikan negara.
Impresi warganet yang masih sedikit ini karena proyek DME belum mulai penyelenggaraannya. Sehingga belum banyak warganet yang mengetahui tentang rencana proyek ini. Sebab proyek ini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada Februari 2021. Hal itulah mengapa media pemberitaan lebih banyak menghasilkan data daripada tanggapan warganet, karena media pemberitaan menuliskan artikel untuk memberi informasi kepada masyarakat.
Sekian analisis Netray terkait proyek DME ini. Besar harapannya agar nanti hasil dari penyelenggaraan proyek ini dapat menghasilkan bahan campuran LPG yang lebih ramah lingkungan. Semoga dapat menambah informasi dan bermanfaat.
-
Eksistensi Radio Kawula Muda yang Paling Banyak Diperbincangkan Warganet

Beberapa stasiun radio kini keberadaannya sudah mulai jarang terdengar. Hadirnya teknologi visual membuat banyak orang mulai menomorduakan radio. Namun radio tetap memiliki tempat di hati para pecintanya. Netray mencoba melakukan monitoring selama satu bulan terakhir untuk melihat seberapa antusias warganet memperbincangkan radio-radio ini ya? Radio mana sih yang paling sering didengerin warganet? Simak selengkapnya pada infografik berikut.Â
-
Peringatan Hari HAM Internasional 2020 Warganet : Masih Banyak Pelanggaran HAM

Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang diperingati setiap 10 Desember merupakan hari resmi perayaan bagi kaum humanisme. Hari HAM ini diperingati untuk mengenang hari diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 dan diperingati setiap tahunnya oleh banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Hari HAM diperingati sebagai bentuk penegakan keadilan serta menegaskan kembali pentingnya Hak Asasi Manusia.
Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia Internasional, bagaimanakah media daring memberitakan tentang peringatan ini? Apa saja respon netizen mengenai kondisi serta isu mengenai kondisi Hak Asasi Manusia di Indonesia saat ini? Berikut penelusuran Netray selama tanggal 10 Desember 2020!
Peringatan Hari HAM dalam Media Daring

Berdasarkan penelusuran Netray, peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional pada tanggal 10 Desember 2020 dalam media daring mencapai 30 total artikel pemberitaan yang diterbitkan oleh 19 portal berita. Pembahasan mengenai topik ini, Pemerintah menjadi salah satu kategori yang mendominasi dengan total 20 artikel berita.

Puncak pemberitaan mengenai topik ini pada tanggal 10 Desember 2020 terdapat pada sekitar pukul 10.00 dengan sentimen negatif mendominasi yang mencapai 13 artikel pemberitaan.


Kata kunci Korupsi menjadi salah satu kata yang paling banyak disebutkan berdasarkan Word Cloud. Serta dalam Top Organizations, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK paling banyak disebut dalam artikel pemberitaan mengenai peringatan Hari Hak Asasi Manusia. Korupsi yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran HAM, menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu lalu setelah KPK menciduk Menteri KKP dan Menteri Sosial RI yang melakukan dugaan tindak pidana korupsi.



Bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia, selain pembahasan isu korupsi, media daring juga mengangkat isu pelanggaran HAM berupa masalah kebebasan beribadah dalam beberapa tempat di Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidato virtual Hari HAM. Selain itu isu yang menjadi perbincangan adalah penembakan 6 anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan oleh pihak kepolisian dianggap merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM berat. Artikel pemberitaan dalam pembahasan mengenai isu-isu tersebut dalam peringatan Hari HAM didominasi dengan sentimen negatif.



Sentimen positif dalam beberapa artikel pemberitaan terkait peringatan Hari HAM didominasi dengan pembahasan mengenai isi pidato secara virtual oleh Presiden Jokowi dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional yang berkomitmen untuk menegakkan hak asasi manusia yang hingga hari ini masih menjadi masalah di Indonesia. Adapun beberapa artikel pemberitaan yang bersentimen netral banyak membahas mengenai sejarah, tema dan logo Hari Hak Asasi Manusia 2020.
Peringatan Hari HAM menurut Warganet Twitter


Perbincangan warganet Twitter dalam peringatan Hari HAM Internasional pada tanggal 10 Desember 2020 mendapat impresi sebanyak 85,6 ribu dari 668 total cuitan yang didominasi dengan sentimen negatif yang mencapai 273 cuitan. Puncak pemberitaan terkait topik ini terjadi pada sekitar pukul 21.00.


Berdasarkan Top Accounts dalam topik peringatan Hari HAM, akun @HermanEfTanouf mendapatkan sorotan terbanyak. Cuitan di akun pribadi twitter nya berkomentar kritis terkait dugaan isu pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap WNI eks Timor Timur yang berakhir dengan ricuh di tengah peringatan Hari Hak Asasi Manusia.



Cuitan dengan sentimen negatif dari perbincangan warganet Twitter mengenai peringatan Hari HAM cukup beragam, warganet menilai hingga saat ini pelanggaran HAM masih berlangsung dari berbagai isu salah satunya meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan, isu rasisme, korupsi oleh pejabat negara serta isu penembakan oleh oknum kepolisian.



Pembahasan warganet Twitter terkait Peringatan Hari HAM yang bersentimen positif didominasi dengan cuitan ajakan untuk generasi muda untuk selalu mengutamakan Hak Asasi Manusia dan saling mengingatkan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, beberapa cuitan warganet Twitter juga memberikan dukungan kepada pemerintah yang berusaha untuk menuntaskan kasus HAM di Indonesia.
Demikian pantauan Netray terkait peringatan Hari Hak Asasi Manusia yang bertepatan pada tanggal 10 Desember 2020, banyaknya isu pelanggaran HAM yang terjadi Indonesia hingga saat ini mendorong kita untuk selalu mengedepankan hak asasi manusia dengan peduli terhadap sesama dimulai dari diri kita sendiri serta mendukung pemerintah dalam menegakkan keadilan Hak Asasi Manusia.
(sumber gambar sampul: freepik.com)
-
Serba-Serbi Pilkada di Masa Pandemi: Petugas Enggan Rapid hingga Klaim Tak Ada Kaitan Kenaikan Covid dengan Pilkada

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini menjadi berbeda sebab pesta rakyat ini dilaksanakan di masa wabah pandemi Covid-19 yang belum usai hingga sekarang. Keputusan pemerintah yang tetap menyelenggarakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 lalu masih menyisakan keriuhan, baik di media sosial maupun pemberitaan. Keriuhan tersebut disebabkan oleh pemberitaan dan perbincangan netizen menanggapi sikap pemerintah yang tetap mengagendakan Pilkada di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Meskipun menjelang Pilkada, kasus Covid-19 sempat mengkhawatirkan akibat kenaikannya yang cukup drastis, nyatanya hal itu tidak menyurutkan niat pemerintah untuk menjadwalkan Pilkada pada tahun ini. Seperti yang telah diketahui bahwa pada 3 Desember 2020 lalu, kasus penambahan Covid-19 mencapai 8.369 kasus. Akan tetapi, angka tersebut tidak menyebabkan adanya antisipasi untuk menunda pelaksanaa Pilkada.
Berbagai elemen masyarakat dan media massa menyoroti keputusan pemerintah yang cukup nekat. Kira-kira bagaimana topik Pilkada mewarnai pemberitaan di berbagai media massa dan apa saja respon warganet Twitter berkaitan dengan pemberitaan-pemberitaan tersebut?
Pemberitaan Topik Pilkada di Masa Covid-19

Berdasarkan pantauan Netray dalam rentang waktu 1—14 Desember 2020, pemberitaan seputar topik Pilkada di masa pandemi telah dimuat oleh 123 media dengan total 6.338 artikel. Pemberitaan tersebut paling banyak didominasi oleh kategori politik.

Dari rentang waktu 1—14 Desember, pemberitaan paling banyak terjadi pada tanggal 9 Desember bertepatan dengan pelaksanaan Pilkada. Selain itu, berita kenaikan Covid-19 juga menyebabkan pemberitaan seputar Pilkada naik dari 3—5 Desember. Meskipun pelaksanaan Pilkada menuai kontroversi di kalangan masyarakat, namun sentimen positif mendominasi pemberitaan topik ini. Hal ini disebabkan oleh pemberitaan bahwasannya Pilkada berjalan dengan lancar dan klaim pemerintah terkait dengan tidak adanya lonjakan Covid-19 akibat pelaksanaan Pilkada.

Berdasarkan Word Cloud di atas, kata yang paling banyak dimunculkan adalah Pilkada, 2020, covid, suara, serentak, hingga kesehatan. Hal ini berkaitan dengan artikel yang memuat berita tentang pengutamaan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada serentak pada tahun ini sebagai antisipasi penyebaran Covid.
Menjelang Pilkada
Petugas KPPS diwajibkan untuk melakukan rapid test sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Akan tetapi, hal ini ditakutkan oleh sebagian KPPS yang akan bertugas di Kabupaten Gunungkidul. Menurut artikel pemberitaan tersebut, petugas trauma dengan perlakuan warga lain yang dikucilkan akibat positif Covid-19
Penambahan kasus positif Covid-19 juga melonjak drastis pada 3 Desember hingga menimbulkan pertanyaan, akankah pelaksanaan Pilkada tetap dilaksanakan atau tidak. Bawaslu juga sempat mengingatkan beberapa daerah Pilkada yang rawan peningkatan Covid-19 sebab agenda kampanye yang kerap melanggar protokol kesehatan. Meskipun muncul masukan penundaan pelaksanaan Pilkada hingga setidaknya sampai vaksinasi dilakukan, namun pelaksanaan Pilkada tetap diselenggarakan serentak pada 9 Desember lalu.
Usai Pilkada
Protokol kesehatan yang diandalkan tidak cukup menjamin seseorang untuk tidak terpapar Covid-19. Usai pelaksanaan Pilkada, sejumlah petugas KPPS hingga calon kepala daerah diberitakan positif Covid-19.
Selain itu, muncul kritik terhadap regulasi pelaksanaan Pilkada yang tidak dapat menyesuaikan situasi seperti sekarang. Kritik tersebut berkaitan dengan evaluasi dari Direktur Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Ferry Rizkiyansyah. Seperti yang dikutip dalam Tempo.co, Ferry mengatakan pelaksanaan Pilkada 2020 seharusnya bisa adaptif dan inovatif pada masa pandemi. Pemungutan suara misalnya dapat dilakukan melalui early vote atau melalui pos sehingga pemilih tidak perlu berinteraksi secara langsung, termasuk anggota KPPS yang mendatangi pasien positif Covid-19.
Meskipun menimbulkan beragam kontroversi, klaim Mendagri bahwa kepatuhan protokol kesehatan selama proses pelaksanaan Pilkada cukup tinggi dan pernyataan Mahfud MD bahwa tidak ada kaitan kenaikan kasus Covid-19 dengan Pilkada lebih banyak mewarnai pemberitaan di media massa. Lalu bagaimana tanggapan warganet Twitter terhadap isu ini?
Sindiran Warganet Twitter

Topik ini mendapatkan impresi sebanyak 12 juta dengan total akun kategori laki-laki lebih mendominasi dibandingkan akun kategori perempuan.
Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa cuitan paling banyak terjadi pada 9 Desember 2020. Sentimen positif terlihat lebih mendominasi cuitan dibandingkan sentimen negatif.




Cuitan bernada positif memuat imbauan untuk menyukseskan Pilkada serentak dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk memenuhi hak pilih bagi pasien positif Covid-19. Ada juga cuitan yang mengatakan bahwa kepala daerah yang terpilih akan sangat berperan dalam penanganan kasus Covid.




Sedangkan, cuitan bernada negatif baling banyak merupakan retweet dari akun @helmihelmi yang menyindir pemerintah bahwasannya pasien Covid-19 yang seharusnya tidak melakukan interaksi dengan siapapun justru dalam pilkada ini akan difasilitasi dengan pengantaran surat suara oleh panitia pilkada. Sindiran juga datang dari akun lain yaitu @aan__ bahwa kepentingan Pilkada bisa mengalahkan urgensi pasien Covid-19 yang perlu melakukan operasi.
Sindiran-sindiran tersebut merupakan luapan sebagian warganet yang merasa bahwa penyelenggaraan Pilkada terkesan memaksa di tengah situasi ketika tidak diperbolehkan adanya kerumunan dalam bentuk apapun. Demikian merupakan ulasan pemberitaan dan komentar warganet mengenai Pilkada di masa pandemi. Bagaimana menurut pendapat kalian?
(sumber gambar sampul: freepik.com)
-
Ancaman Baru Covid-19 Terhadap Klaster Sekolah, Warganet Risaukan Sekolah Tatap Muka

Covid-19 tidak henti mencari celah bagi mereka yang tengah lalai. Kini, klaster sekolah mulai luput dari ancaman virus yang tidak ada hentinya ini. Pemberitaan terkait siswa hingga guru positif Covid-19 mulai tesiar di beberapa media. Awal bulan ini guru Man 22 Palmerah mencuri perhatian media berita lantaran liburan rombongan guru tersebut berujung fatal, 33 guru dan pertugas TU terkonfirmasi positif Covid-19.

Oktober lalu, Netray sempat memantau percakapan warganet terkait Keluhan Warganet Soal Sekolah Daring. Meski sekolah daring menimbulkan kejenuhan hingga stres pada anak didik, kebijakan sekolah luring patutnya mendapat pengawasan ketat dari otoritas terkait. Salah satu bentuk kelalaian lainnya ialah uji coba sekolah tatap muka di beberapa daerah yang tersiar berdampak negatif. Beberapa siswa terpapar Covid-19 setelah melakukan uji coba sekolah luring. Lantas, bagaimana media menyoroti sektor ini? Berikut ulasan Media Monitoring Netray terkait klaster sekolah ini.
KLASTER SEKOLAH MULAI DIBERITAKAN MEDIA
Di tengah hiruk pikuk kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia, ternyata pandemi juga masih mencari kesempatan untuk selalu diberitakan di media. Kasus siswa dan guru positif yang mulai diberitakan media, mencuri perhatian Netray. Dengan kata kunci guru && positif covid dan siswa && positif covid, Netray berhasil mengumpulkan 339 artikel dari 66 portal media berita yang memberitakan terkait hal ini. Dalam periode pantauan 1-13 Desember 2020, topik klaster sekolah ini ramai dibahas dalam kategori Pendidikan dan Kesehatan.
Di awal bulan ini, berita pandemi pada sektor pendidikan mulai ramai diberitakan media. Puluhan guru dan karyawan salah satu sekolah di DKI Jakarta kecolongan dari ancaman Covid-19. Dengan adanya kejadian tersebut, kata guru, covid, hingga positif mendominasi pemberitaan pada topik ini.

GURU POSITIF COVID-19
Pemberitaan mengenai guru yang terpapar virus hingga meninggal dunia mulai santer diberitakan media. Awal bulan, guru di Kudus dikabarkan meninggal diduga akibat Covid-19. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Harjuna Widada mengonfirmasi kebeneran berita tersebut. Dua guru yang meninggal karena penyakit bawaan serta hasil swab yang menunjukkan positif Covid-19.
Hingga kini, tercatat jumlah guru meninggal positif Covid-19 bertambah menjadi 5 orang. Laporan tambahan, 14 dari 43 guru yang menjalani swab test dinyatakan positif dan masih dalam perawatan intensif serta isolasi mandiri. Menurut Kepala Sekolah SMPN 3 Jekulo, Wiwik Puwati kejadian ini diduga karena guru-guru tersebut masih berkumpul di sekolah bersama guru lainnya meski pembelajaran proses daring.
Media terus memberitakan ancaman virus pada sektor ini hingga memuncak pada tanggal 4 Desember 2020. Berita terkait rombongan guru dan karyawan TU Man 22 Palmerah menjadi bahan utama pemberitaan media. Hal ini disebabkan hasil swab test yang menunjukkan 33 orang dalam rombongan tersebut positif Covid-19.
Klaster guru tersebut terungkap setelah adanya laporan swab test pada tanggal 28 November 2020 yang menunjukkan dua guru dari rombongan tersebut positif terpapar Covid-19. Setelah adanya laporan tersebut, tracing dan tes masal dilakukan. Hasilnya, 33 orang dalam rombongan tersebut positif Covid-19 dan 7 lainnya negatif.
Tak hanya itu, guru di beberapa daerah juga diberitakan telah terpapar virus ini. Kelonggaran dan tingginya mobilitas menjadi faktor besarnya peluang terpapar Covid-19. Seperti halnya yang diberitakan media Kompas, seorang guru di Madiun dinyatakan positif Covid-19 setelah pergi keluar kota kota untuk menghadiri acara pernikahan. Tak berdampak pada dirinya sendiri, seorang siswa yang sempat berkunjung ke rumah guru tersebut juga dikonfirmasi telah positif terpapar virus ini.
SISWA POSITIF COVID-19
Tidak hanya menyasar pada tenaga pendidiknya, virus ini juga menyerang segala lapisan, salah satunya adalah siswa. Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia ternyata masih luput dari bahaya Covid-19. Salah satu diantaranya, seperti yang diberitakan Gatra, 179 siswa SMK di Jawa Tengah positif Covid-19 setelah mengikuti uji coba PTM. Meski simulasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, ancaman virus melalui OTG belum dapat dikendalikan. Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto meminta untuk proses PTM ditunda sampai dengan tersedianya vaksin untuk guru dan siswa.
Dengan adanya penambahan kasus pada sektor ini, beberapa otoritas daerah setempat menghentikan uji coba PTM untuk meminimalisir penularan. Salah satunya adalah kebijakan yang diambil oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara yang memberhentikan uji coba PTM di salah satu sekolah swasta setelah adanya laporan belasan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19
Pemberitaan terkait klaster sekolah ini didominasi oleh sentiment negatif karena adanya berita penambahan kasus Covid-19 yang menyerang guru dan siswa di beberapa daerah di Indonesia. 22o dari 339 artikel berlabel negatif. Portal media berita terus menuliskan artikel terkait topik ini guna menginformasikan bahaya Covid-19 yang masih mengintai. Kompas menjadi Top Portal teratas dalam memberitakan kasus Covid-19 pada sektor ini.
Kasus Klaster Sekolah di Mata Warganet
Dalam periode pemantauan yang sama, Netray berhasil menghimpun 1.324 twit dengan dominasi sentiment negatif sebanyak 657 twit. Dengan kata kunci belajar tatap muka, guru && positif, dan siswa && positif topik tersebut memuncak pada tanggal 6 Desember 2020.

Puncak cuitan terjadi karena banyaknya impresi warganet terhadap twit yang dibuat oleh akun @ismailfahmi. Dalam twitnya, Ismail Fahmi membagikan tautan yang berisikan artikel tentang dampak uji coba sekolah tatap muka yang menjadikan 179 siswa terinfeksi Covid-19. Twit yang sekadar membagikan informasi tersebut ternyata mencuri perhatian warganet hingga mendapat 238 retweet dan 478 like.

Terpaparnya siswa akibat uji coba PTM juga menggelitik warganet untuk turut membagikan tanggapannya. Salah kritik terkait kasus ini diungkapkan oleh akun @Rifqizuhdi_ yang mengatakan uji coba di tengah pandemi ini sepatutnya cukup dilakukan dengan perwakilan 10 siswa dan 1 guru di setiap kelasnya. Dan cuitan lainnya yang juga mengatakan hal tersebut adalah risiko dari uji coba PTM.
Selain itu, warganet juga memberi tanggapan terkait adanya penambahan kasus yang dialami tenaga pendidik. Seperti yang ditwitkan @SmitaDnkrmn, ia memberikan tanggapan dengan emotikon terkejut terkait kasus guru Man 22 Palmerah yang terinfeksi setelah study tour.
Disisi lain, dengan adanya kejadian yang menimpa siswa dan guru tersebut, warganet juga meminta kebijakan terkait sekolah luring atau tatap muka ini untuk ditinjau kembali mengingat vaksin virus belum didistribusikan oleh pemerintah.
Kasus Covid-19 akan terus menyerang siapapun yang lalai akan protokol kesehatan. Kejadian tingginya mobilitas para tenaga pendidik hingga uji coba yang menyebabkan siswa terinfeksi Covid-19 sepatutnya dapat menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tetap menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Kebijakan sekolah luring yang diserahkan kepada pemerintah daerah harus mendapat pengawasan ketat agar tidak kecolongan dari ancaman Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru. Sekian pantauan media monitoring Netray, semoga informasi ini dapat menyadarkan kita bahwa protokol kesehatan masih menjadi kunci utama di masa pandemi ini.
-
Memantau Pemberitaan Quick Count Pilkada 2020

Sejumlah daerah di Indonesia akhirnya menggelar prosesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada tanggal 9 Desember yang lalu. Meskipun diselenggarakan di tengah pandemi covid-19, yang juga mendatangkan gelombang penolakan masyarakat, ternyata tak cukup kuat membendung hasrat politik untuk berkuasa.
Setiap rangkaian acara tetap terlaksana sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh KPU. Meski tak semarak seperti biasanya, suasana tegang dan penuh harap akan kehadiran pemimpin baru masih melekat. Termasuk ketika media massa mulai menampilkan sejumlah perhitungan cepat (quick count) untuk memprediksi siapa saja calon kepala daerah yang unggul dalam pilkada kali ini.
Quick count menjadi hal yang paling ditunggu selama momen Pilkada, tentu saja sedikit di bawah perhitungan nyata (real count). Pasalnya quick count menjadi representasi paling akurat dengan hasil akhir nantinya. Meskipun tidak memiliki dampak yang signifikan dalam perpolitikan demokrasi elektoral.
Untuk melihat bagaimana wacana tentang quick count beredar di publik melalui media massa, Netray Media Monitoring telah memantau pemberitaan media massa saat pilkada serentak 9 Desember yang lalu. Ada sejumlah temuan menarik yang bisa diperbincangkan di sini.
Rupa Quick Count di Media Massa
Berita tentang quick count kerap muncul beberapa saat setelah pemungutan suara terlaksana. Kali ini pun tak berbeda banyak. Seperti yang terlihat dari diagram di bawah ini yang menampilkan persebaran pemberitaan selama periode pemantauan. Terlihat bahwa hampir semua berita yang mengandung kata kunci muncul di saat dan setelah hari pemilihan.
Pada tanggal 9 Desember, berita terkait hitung cepat Pilkada terbagi menjadi sejumlah kelompok sesuai dengan paritas topik yang disajikan. Selain memantau jalannya pemilihan, biasanya berupa berita bagaimana proses pencoblosan yang dilakukan calon pemimpin daerah tertentu, media massa juga memberitakan kapan dan dimana publik bisa melihat hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
Selepas zuhur, topik pemberitaan mulai sedikit mengarah ke hasil quick count. Sejumlah media massa mulai melaporkan perolehan suara meskipun data yang dikumpulkan belum tuntas. Sebagian besar lembaga survei biasanya akan merilis hasil perhitungan cepat mereka setelah pukul tiga sore.
Menjelang sore hari, data yang berhasil dikumpulkan lembaga survei mulai penuh. Dengan kisaran 90% lebih data, biasanya sudah muncul klaim siapa yang unggul dalam pilkada kali ini. Meskipun klaim tersebut tetap saja masih berasal dari quick count. Sedangkan kemenangan definitif hanya bisa ditentukan saat perhitungan real dari KPU.
Dan seperti yang diprediksikan sebelumnya, hasil penuh quick count dari lembaga survei mulia diberitakan setelah pukul tiga sore. Satu persatu hasil perhitungan untuk memprediksikan siapa yang bakal menjadi pemimpin daerah dirilis dan diberitakan oleh media massa.
Semakin malam, pemberitaan terkait siapa yang unggul dalam Pilkada saat ini via quick count semakin ramai. Terlihat dari grafik jumlah berita yang terbit secara online menanjak dengan tinggi saat malam hari.
Siapa Saja yang Unggul Versi Quick Count
Dalam kesempatan kali ini, KPU telah menentukan bahwa dalam Pilkada serentak 2020, terdapat 270 daerah yang mengikuti pesta demokrasi tersebut. Lebih rinci lagi diantaranya terdapat 9 daerah yang melakukan pemilihan gubernur atau tingkat provinsi, 224 daerah yang akan mendapat bupati baru, dan sisanya 37 daerah akan melangsukan pemilihan wali kota.
Dari pemantauan pemberitaan media massa selama dua hari sejak tanggal Pilkada, dapat dilihat siapa saja yang unggul melalui perhitungan dengan model quick count. Tentu saja tidak semua daerah akan dibahas di sini. Hanya beberapa pilkada yang dinilai mendapat sorotan tinggi dari media massa.
Seperti Pilkada Provinsi Kalimantan Utara, pemilihan ini merupakan untuk yang pertama kalinya provinsi muda ini mencari pengganti gubernur secara langsung. Dan hasilnya adalah pasangan calon Gubernur Kalimantan Utara nomor urut 3, Zainal Arifin Paliwang dan Yansen Tipa Padan unggul dengan perolehan suara 45,07%.
Selanjutnya adalah Pilkada Kota Medan yang menempatkan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution sebagai salah satu pesertanya. Bobby, yang berpasangan dengan Aulia Rachman meraih suara 52,6%. Sedangkan petahana yakni Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi mengantongi suara 47,4 persen.
Lantas bagaimana dengan putra Presiden yakni Gibran Rakabuming. Hasil quick count menunjukan angka yang tidak jauh meleset dari prediksi. Gibran menang mutlak dengan perolehan suara sebanyak 87,15%. Sedangkan lawannya, Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) hanya mendapatkan 12,85 persen suara.
Terakhir adalah Kabupaten Sleman yang menempatkan istri bupati petahana Kustini Sri Purnomo dengan nomor urut 3. Ia harus bersaing ketat dengan 2 pasangan calon lainnya. Namun dari hasil quick count, Kustini mengklaim kemenangan sebesar 38,7%. Terdekat yakni pasangan Sri Muslimatun-Amin Purnama 171.306 suara 31,1 persen dan DWS-ACH 166.394 dengan persentase 30,29 persen.
Laporan ini menunjukan bahwa quick count masih menjadi tradisi yang integral dalam demokrasi elektoral Indonesia. Meskipun sekali lagi, pengaruh dari quick count sangat minim dalam proses politik jika dibandingkan dengan, misalnya survei masyarakat sebelum pemilihan. Dan hasil quick count juga tidak memiliki basis legitimasi resmi untuk mengklaim kemenangan. Keberadaanya mungkin lebih sebagai pertunjukan bagi masyarakat yang sedang was-was menunggu pemimpin baru untuk mereka.
-
Teman Bus: Layanan Transportasi Umum Baru di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 belum dinyatakan usai, Kementerian Perhubungan RI mengeluarkan layanan moda transportasi umum baru, yaitu Teman Bus. Teman Bus adalah singkatan dari Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman yang beroperasi di berbagai kota di Indonesia dengan sistem transportasi angkutan cepat bus atau Bus Rapid Transit (BRT) yang berbasis teknologi. Layanan ini bertujuan untuk menghadirkan transportasi umum modern yang mudah serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpangnya. Teman Bus beroperasi secara bertahap mulai pertengahan tahun 2020. Kota Palembang, Medan, Surakarta, Yogyakarta, Denpasar dan Sorong menjadi kota percontohan yang nantinya pada tahun 2021 mulai dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Iklan Teman Bus Selain itu Teman Bus juga menghadirkan aplikasi mobile yang dapat memberikan informasi rute perjalanan, halte, jadwal keberangkatan, serta pemesanan tiket dengan sistem pembayaran non tunai.
Melalui penelusuran Netray selama 6 bulan terakhir, bagaimanakah media daring memberitakan sekaligus mempromosikan layanan transportasi umum Teman Bus? Apa saja tanggapan warganet Twitter terkait moda transportasi umum ini? Simak Selengkapnya!
Teman Bus dalam Media Daring

Berdasarkan pantauan Netray selama 6 bulan topik Teman Bus ini telah diberitakan sebanyak 84 artikel oleh 35 portal media berita. Mayoritas pemberitaan didominasi berita dengan kategori Transportasi.

Terkait moda transportasi Teman Bus di media daring, sentimen positif mendominasi dengan puncak pemberitaan terjadi pada tanggal 4 Juli 2020 dengan topik pembahasan mengenai peluncuran transportasi Teman Bus di Surakarta.
Berdasarkan kumpulan kata-kata dalam Word Cloud, artikel berita banyak membahas sekaligus mempromosikan kepada masyarakat mengenai Teman Bus yang meliputi informasi fasilitas, rute perjalanan, tarif serta cara pemesanan melalui aplikasi. Selain itu, kata covid juga menunjukan bahwa dalam beberapa artikel berita terdapat pembahasan seputar transportasi Teman Bus dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini seperti penerapan protokol kesehatan.

Sentimen negatif juga mewarnai pemberitaan terkait moda transportasi umum baru yang berkonsep Buy The Service (BTS) ini, sebanyak 6 artikel bersentimen negatif. Di antaranya adalah pernyataan Gubernur Bali yang merasa warga Bali kurang berminat terhadap transportasi publik serta di Solo bus BST atau Bus Solo Trans yang masih merupakan bagian dari Teman Bus sering digunakan untuk carteran.


Tagar #LunaNaikTemanBus Viral di Twitter
Pembahasan warganet Twitter terkait moda transportasi umum Teman Bus selama periode monitoring 1 Juni – 1 Desember 2020 mendapatkan sekitar 3,311 kesan yang didominasi dengan sentimen positif sebanyak 678 dari 1.705 total cuitan Twitter.


Topik Teman Bus di Twitter mengalami cuitan yang cukup tinggi pada tanggal 27 November 2020 sekitar pukul 11.00 WIB setelah artis Luna Maya mengunggah fotonya di dalam Moda Transportasi Teman Bus di Bali melalui Instagram Story miliknya. Alhasil, tagar #LunaNaikTemanBus menjadi viral dan mendapat respon positif dalam perbincangan warganet Twitter. Sebelumnya, banyak warganet yang belum mengetahui moda transportasi umum Teman Bus.
Selain itu berdasarkan Top Words topik terkait, Teman Bus mendapatkan respon yang cukup baik dari warganet Twitter. Seperti yang diungkapkan akun @selfmirror_ membahas fasilitas dari Teman Bus yang dinilai aman dan nyaman terutama dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 ditambah dengan tarif uji coba gratis hingga akhir tahun. Postingan foto oleh Luna Maya cukup memberikan sentimen positif terhadap Teman Bus sehingga warganet Twitter tertarik untuk menggunakan moda transportasi tersebut.




Namun, beberapa cuitan warganet Twitter memberikan kritik mengenai moda Transportasi Teman Bus dengan sentimen negatif mencapai 394 cuitan dari total keseluruhan cuitan mengenai topik ini. Beberapa warganet Twitter merasa pelayanan Teman Bus masih kurang baik, seperti tanggapan kritis dari akun @ngurahsaka yang menilai kurangnya sosialisasi Teman Bus sehingga masyarakat kurang siap terhadap transportasi publik baru. Peluncuran moda transportasi Teman Bus di tengah pandemi Covid-19 juga masih menimbulkan pro kontra di perbincangan warganet Twitter.


Sekian pantauan Netray terkait layanan moda transportasi umum baru yang diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan RI bernama Teman Bus. Harapannya dapat selalu mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang dinyatakan belum berakhir sehingga dapat memecahkan permasalahan transportasi di Indonesia serta memberikan dampak positif terhadap masyarakat dari segi teknologi, ekonomi dan juga pariwisata.
Home Home











































































































































































