-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Lenovo & Asus Laptops: How Are the Experiences?

Lenovo and Asus; two common brands of laptops that a lot of commoners use. The two brands provide a range of models, giving consumers the ability to have their needs met with their desires. However, how are the experiences in both brands, exactly? The followings are the analysis of the experience observed in Twitter, monitored from November 12, 2020 to December 7, 2020.
The Statistics: Lenovo

Lenovo engagement statistics The numbers above show the statistics of the topic “Lenovo” and “Lenovo && Laptop” in Twitter. There are 1.350 impressions, indicating that there are a certain number of engagements (retweets, replies, likes) making up that 1.350 number. The topic is capable of reaching other 5.8 million Twitter accounts, and it is dominated by male speakers.

Lenovo sentiment graph The graph above shows the sentiment trend of the same topic. It appears that the sentiment is nearly balanced, with only two sentiments gap between positive and negative sentiments. This might indicate that user experience of Lenovo laptop products are a mixed bag with 50% good experience, and 50% the opposite. How are these statistics compared to Asus’?
The Statistics: Asus

Asus engagement statistics The numbers above show the engagement statistics of the topic using the keyword “Asus” and “Asus && Laptop”. It turns out that Asus is more popular than Lenovo, reaching almost the triple of Lenovo’s number of impressions. The brand name Asus is also capable of reaching 9 million more Twitter accounts out there. This might indicate that there are more Asus laptop users out there than Lenovo.

Asus sentiment graph Sentiment wise, Asus is not so balanced like Lenovo. The name is dominated by positive sentiments, and there is a rather large gap between the numbers, beating the negative sentiments by 144 sentiments. This might indicate that the user experience of Asus laptop products is better if compared to Lenovo, since its positive sentiment is bigger than the negative one.
Lenovo User Experience: The Good
Positive comments regarding Lenovo laptops The tweets above are handpicked positive comments regarding the experience of using Lenovo laptop products in general. It appears that Lenovo excels in longevity and reliability, as well as endurance, in several cases. Many have used for years and the products are still performing well. The looks of the products even received a compliment for how pretty they look nowadays. However, as mentioned previously, the positive sentiment of the topic “Lenovo” is almost the same with the negative one.
Lenovo User Experience: The Bad
Negative comments regarding Lenovo laptops Judging from the tweets above, reliability may be a 50/50 case; either your laptop will have a good longevity or not. Some consumers also found their laptops to be flawed in their hinges. The same problem can be found on the webcam cameras, as they are not really that good in term of quality or, sometimes, does not function at all.
Asus User Experience: The Good
Positive comments regarding Asus laptops Asus seems to be competent as well in longevity, seeing that some customers’ laptops are mentioned to live a long life. The looks on the products are also complimented. Asus Vivobook seems to be many’s favourite since it is said to perform well, especially for relatively standard budget.
Asus User Experience: The Bad
Negative comments regarding Asus laptops Meanwhile, on the bad side, Asus seems to make unreliable, or at least, not very durable, keyboards, LCD’s and webcams. Some people find the chargers the same as well. These flaws are often found in the low range models, but not so much on the mid to high range models like Vivobook or RoG.
Image Source: http://www.unsplash.com And that concludes the analysis regarding the user experience of both Asus and Lenovo laptops. It is a mixed bag, though the positive sentiment of Asus’ has a bigger portion than its negative, compared to Lenovo’s sentiments which are almost balanced to one another. Which one are you? A Lenovo or an Asus person?
-
Cukai Rokok Jadi Naik, Warganet Khawatirkan Alternatif Rokok Ilegal

Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% pada Kamis, 10 Desember 2020. Kebijakan ini akan diberlakukan pada Februari 2021 mendatang mengingat waktu penetapan tarif cukai yang sempat mundur dari prediksi. Seperti diketahui sejak Oktober lalu, media masa telah ramai mempertanyakan soal tarif cukai rokok untuk tahun 2021. Pasalnya, penetapan tarif cukai biasanya segera dilakukan pada sekitar bulan Oktober. Namun, hingga 9 Desember publik dibuat penasaran dengan keputusan dari pemerintah tersebut. Simpang siur kabar kenaikan tarif pun sempat menggema di Twitter pada awal Desember dengan mengusung tagar #RokokNaikRakyatPanik.
Netray kemudian mencoba mengulas kembali pemberitaan selama sepekan terakhir untuk mengetahui bagaimana media masa mengikuti perkembangan isu ini. Apa saja topik yang paling banyak dibahas dari sebelum hingga setelah pengumuman ditetapkan? Adakah media-media tertentu yang lebih dahulu mengonfirmasi kenaikan tarif cukai rokok untuk tahun 2021 sebelum diumumkan secara resmi pada 10 Desember sehingga kepanikan warganet sempat menghiasi lini masa Twitter? Simak hasil pantauan Netray berikut.
Kabar Penetapan Tarif Cukai Rokok di Media
Dengan menggunakan kata kunci cukai rokok, Netray mencoba menelusuri pemberitaan terkait isu tersebut di media selama periode 1-10 Desember 2020. Hasilnya, ada 198 artikel dari total 42 portal media yang membahas topik pada periode tersebut. Kategori Ekonomi menjadi ranah yang paling banyak diulas sehubungan dengan topik cukai rokok. Baru kemudian diikuti oleh Pemerintahan dan Kesehatan.

Hingga 9 Desember 2020, Netray belum menemukan artikel yang mengonfirmasi kenaikan cukai rokok untuk tahun 2021. Sebagian besar pembahasan masih berkutat pada pertanyaan seputar naik tidaknya tarif cukai rokok dan sejumlah prediksi serta komentar dari pihak-pihak terkait menanggapi pertanyaan publik tersebut.
Pada 8 Desember, kabar bahwa rokok segmen sigaret kretek batal naik mulai ramai berhembus. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) usai mengadakan pertemuan dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Staf Khusus Menteri Keuangan bidang komunikasi strategis, Yustinus Prastowo bulan lalu. Namun, untuk segmen sigaret kretek mesin (SKM) kemungkinan besar bakal naiik. Ketua APTI Agus Parmuji menaksir kemungkinan kenaikan cukai yang ideal berada di angka 5%. Namun, harapan ini harus pupus setelah Sri Mulyani resmi mengumumkan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5% pada 10 Desember.

Kenaikan ini terdiri dari; industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I (18,4%), sigaret putih mesin golongan II A (16,5%), dan sigaret putih mesin II B (18,1%). Selanjutnya sigaret kretek mesin (SKM) golongan I (16,9%), sigaret kretek mesin II A (13,8%), dan sigaret kretek mesin II B (15,4%). Untuk segmen sigaret kretek tangan (SKT) tidak ada kenaikan tarif cukai.

Seolah tak ingin ketinggalan, 38 portal media beramai-ramai mengabarkan kenaikan tarif cukai ini dalam 166 artikel yang mereka terbitkan pada hari tersebut.

Selain nama Menkeu Sri Mulyani dan Joko Widodo, nama Henry Najoan turut masuk dalam jajaran Top Account yang paling banyak disebut media. Henry Najoan merupakan Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok (GAPRI) yang menyuarakan kritiknya terhadap kenaikan tarif cukai rokok. Sepakat dengan APTI, ia juga berharap kenaikan cukai hanya berkisar di angka 5%.
Menurutnya, kenaikan tarif sebesar 12,5% yang telah ditetapkan tidak sejalan dengan kondisi industri yang tengah lesu akibat pelemahan daya beli karena situasi pandemi dan kenaikan cukai sebesar 23% di tahun 2020 kemarin. Dengan dinaikkannya cukai kembali, Henry khawatir jika peredaran rokok ilegal semakin marak. Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak menaikkan jenis rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan) pada tahun depan.
Dampak Kenaikan Cukai Terhadap Emiten Saham Rokok
Sentimen negatif mendominasi pembahasan terkait kenaikan cukai rokok pada 10 Desember 2020 lalu. Hal yang paling banyak disoroti oleh media adalah emiten saham rokok. Oleh karena itu, PT Gudang Garam Tbk, HMSP (Sampoerna), dan RMBA (Bentoel) masuk dalam jajaran Top Organization yang paling banyak disebut.
Kalangan analis menilai kenaikan tarif cukai rokok akan kembali menekan kinerja keuangan emiten rokok berkapitalisasi besar seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) pada 2021. Kenaikan tarif cukai rokok ini dianggap tidak menguntungkan bagi HMSP dan GGRM karena kedua emiten tersebut mayoritas meraup pendapatan dari segmen SKM. Hal ini diperparah dengan penundaan simplifikasi tarif cukai rokok yang tidak akan dilaksanakan pada tahun depan.
Mayoritas harga saham emiten rokok kompak anjlok pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, mulai dari PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT H M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA). PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) bahkan masuk dalam jajaran saham top loser dengan penurunan di angka 7%. Hanya saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang menunjukkan adanya pergerakan dua arah pada tanggal tersebut dengan ditutup 0 atau tidak naik dan tidak turun.
Obrolan Soal Kenaikan Cukai Rokok di Twitter
Di Twitter, Netray justru melihat pergerakan topik untuk cukai rokok telah mengalami gejolak sejak awal Desember, tepatnya pada 3-4 Desember 2020. Bahkan pembahasan soal kenaikan cukai rokok lebih ramai pada tanggal tersebut ketimbang pada 10 Desember, ketika tarif cukai resmi diumumkan. Mengapa demikian? Apa yang dibahas pada 3-4 Desember? Simak hasil pantauan Netray berikut.

Dari pantauan Netray, keramaian sosial Twitter melonjak pada 3-4 Desember disebabkan oleh naiknya tagar #RokokNaikRakyatPanik yang diinisiasi oleh akun @Do_what_is_wise. Ia menyampaikan kabar soal cukai naik dengan menyertakan meme seperti berikut.


Meskipun pada tanggal tersebut pemerintah belum menetapkan besaran kenaikan cukai rokok secara resmi di hadapan publik, warganet seolah yakin bahwa kenaikan cukai pasti terjadi. Diskusi warganet pun berlanjut pada kekhawatiran dan dampak buruk yang akan terjadi jika cukai rokok terus naik.


Respon Warganet Sikapi Kenaikan Cukai Rokok
Beragam respon bertebaran di jagat maya Twitter menanggapi kenaikan tarif cukai yang diumumkan kemarin. Meski banyak warganet yang kecewa, ada pula beberapa warganet yang menilai kebijakan ini sudah tepat mengingat alasannya untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Warganet yang setuju dengan keputusan Menkeu Sri Mulyani juga berpendapat bahwa dengan naiknya harga rokok, masyarakat miskin akan lebih berpikir untuk memenuhi kebutuhan pokoknya ketimbang membeli rokok.
Sementara respon negatif warganet menyoroti pada petani tembakau dan buruh pabrik rokok yang akan dirugikan apabila daya beli masyarakat menurun karena harga rokok yang semakin mahal. PHK menjadi ancaman yang dikhawatirkan oleh warganet dalam hal ini.
Di samping itu, rokok ilegal tanpa cukai juga menjadi kekhwatiran baru yang paling banyak disuarakan apabila masyarakat tetap ingin menikmati rokok dengan harga yang murah. Hal ini tentu merugikan negara dan tidak sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mengurangi angka perokok.
Demikian pantaun Netray, semoga pemerintah mampu menghalau peredaran rokok ilegal sehingga menutup alternatif buruk yang mungkin terjadi imbas dari kebijakan ini.
-
Spotify Wrapped 2020: Siapa Musisi Setiamu Setahun Ini?

Spotify resmi mengumumkan fitur tahunan yang paling ditunggu, Spotify Wrapped seminggu lalu. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui informasi terkait pemakaian Spotify selama satu tahun ke belakang. Mulai dari lagu yang paling sering didengar, musisi yang paling sering diputar, hingga lama waktu penggunaan aplikasi. Pengguna juga bisa membagikan Spotify Wrapped masing-masing ke media sosialnya. Seperti yang sedang marak kita temui selama beberapa hari terakhir di media sosial Twitter. Kira-kira apa yang menarik dari Spotify Wrapped tahun ini? Siapa saja musisi yang paling banyak ditandai dalam tagar #2020Wrapped tahun ini? Simak infografik Netray berikut.
-
Perang Tagar dalam Drama Korea Start-Up: #TeamJiPyeong atau #TeamDosan?

Series drama korea berjudul Start-Up yang diperankan oleh Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, dan Kim Seon-ho telah sampai pada episode terakhirnya. Drama ini sempat menyita perhatian warganet dan menimbulkan keriuhan di media sosial Twitter. Berikut Netray rangkum keseruan warganet dalam perang tagar #TeamJiPyeong dan #TeamDosan.
-
Grab dan Gojek Mau Merger, Warganet Twitter Ter-trigger

Sebuah selentingan sempat membuat publik dalam negeri heboh akhir minggu lalu. Dua perusahaan jasa transportasi online yang menguasai sebagian besar pasar nasional, yakni Grab dan Gojek dikabarkan akan menggabungkan diri. Isu semacam ini tentu saja mengundang tanggapan dari masyarakat yang diwakilkan oleh warganet Twitter.
Selama ini persaingan dunia transportasi online bisa dibilang cukup keras. Bidang ini pada awalnya merupakan teritori yang tak terpetakan. Sejumlah startup terjun dan berlomba untuk menjadi pioner. Antara lain: Gojek, Grab, Uber, hingga cGO. Namun hanya Grab dan Gojek yang mampu menancapkan gigi, sedangkan startup lainnya mau tak mau harus tersingkir dari persaingan.
Anehnya kedua perusahaan ini bukannya bertahan untuk menjaga persaingan usaha, tetapi malah berencana untuk menyatukan diri atau merger. Dan akhirnya rencana tersebut mencapai telinga warganet yang sebagian besar adalah pelanggan jasa mereka.
Lantas bagaimana rupa perbincangan warganet Twitter menanggapi fenomena tersebut? Untuk itu Netray Media Monitoring sempat melakukan pemantaun lini masa Twitter selama periode sepekan yang lalu. Yakni sejak tanggal 27 November hingga 4 Desember 2020. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Wacana Merger Grab dan Gojek dalam Lini Masa Twitter
Untuk merangkum perbincangan warganet Twitter kala membahas wacana merger Grab dan Gojek, dapat digunakan diagram kata populer (Top Words). Diagram ini berisi kata yang paling sering muncul dari cuitan warganet yang mengandung kata kunci pemantauan. Terdapat sejumlah kata yang menarik perhatian dan tentu saja yang frekuensi kemunculannya paling tinggi.
Yang pertama dari dalam daftar adalah kata merger. Kata ini menjadi predikat paling dasar yang membentuk peristiwa. Merger dalam KBBI berarti penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama. Penyatuan ini membuat banyak netizen bingung. Seperti sejumlah akun di bawah ini yang mempertanyakan nama yang akan digunakan.
Tentu saja akan ada sejumlah konsekuensi ekonomi dan bisnis dari upaya merger ini. Seperti yang diungkapkan akun @TalkinAndy dan @arifmuharram bahwa era bakar duit, yang sangat khas perusahaan startup, akan segera berakhir. Tetapi masyarakat akan tetap menggunakannya karena sudah ketergantungan.
Selanjutnya adalah kata promo. Kata ini memiliki nuansa kekhawatiran karena ketika merger benar-benar terjadi, pelanggan akan kehilangan promo murah. Sudah tidak ada dua pihak yang bersaing kembali, sehingga tak perlu menarik minat pelanggan dengan memberi penawaran yang murah. Perusahaan akan menjadi overpowered seperti tokoh Dragon Ball dan pelanggan akan kehilangan promo untuk mereka.
Dua kata di atas tadi adalah kata yang paling sering muncul dalam perbincangan warganet Twitter selama proses pemantauan. Selain itu terdapat juga kata yang menarik perhatian antara lain adalah monopoli dan brand.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yang paling dikhawatirkan atas merger Grab dan Gojek adalah perusahaan hasil gabungan akan melakukan praktik monopoli karena tidak memiliki pesaing kembali. Padahal menurut Undang-Undang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Sementara itu warganet juga membicarakan bagaimana mengelola brand dari proses merger ini. Ada yang menyebut bahwa brand yang digunakan pasca merger adalah Grab dan perlahan brand Gojek akan menghilang.
Akun Populer dalam Perbincangan Merger Grab dan Gojek
Selain mengamati kata yang paling sering muncul dari cuitan warganet Twitter, pembahasan berlanjut pada siapa saja yang paling berpengaruh dalam wacana ini. Mereka merupakan poin penting dalam peta perbincangan warganet. Akun dengan engagement yang tinggi, dapat memberi corak tertentu dalam sebuah wacana.
Seperti cuitan dari akun @ezash yang membuat lelucon atas upaya merger ini. Jadi ketika seseorang memesan ojek online via Gojek, driver-nya akan datang dengan mengenakan jaket Grab dan helm Uber (jasa ojek online yang sudah menutup usahanya di Indonesia). Ia juga mempertanyakan status resmi dari proses ini.
Begitu juga dengan akun @ojol_ngapak47. Akun ini juga mengunggah video lelucon yakni dua orang pengemudi ojek online berjoget dan salah satu dari mereka dengan sengaja menyenggol yang lain hingga terjatuh.
Bahkan akun @outofcontext_id, yang mendapat interaksi tertinggi dalam pemantauan Netray, juga melempar lelucon berupa foto seorang driver ojek online yang mengenakan jaket gabungan antara Grab dan Gojek.
Keberadaan lelucon dalam menanggapi wacana ini membuktikan warganet tak terlalu ambil pusing dengan rencana merger tersebut. Selama masih menyediakan layanan dan kemudahan seperti dahulu.
Selama periode pemantauan, didapatkan 2.235 buah cuitan dari warganet Twitter. Cuitan ini mendapat interaksi setidaknya 2,2 juta kali dalam bentuk like, reply, maupun retweet. Besarnya interaksi tersebut berdampak pada potensi jangkauan isu yang dapat mencapai 58,9 juta akun.
Isu ini sendiri masih belum mendapat titik terang secara resmi, meski sejumlah pemberitaan menyebutkan antara Grab dan Gojek sudah sangat dekat. Beberapa pihak juga menyangsikan rencana merger ini karena hampir setiap tahun selalu berhembus. Apakah pembaca termasuk yang bersemangat dengan upaya merger ini?
-
HUT OPM Ditindih Isu Propaganda Deklarasi Negara

Awal bulan Desember ini, Organisasi Papua Merdeka (OPM)menjadi sorotan media daring dan media sosial. Pasalnya, pada tanggal 1 Desember 2020 kemarin, OPM baru saja memperingati hari lahirnya organisasi tersebut. Masih tentang tujuan utama dibentuknya organisasi ini, OPM terus menuntut untuk keluar dari NKRI dan berdiri sebagai negara yang independen. Namun, sebuah pemberitaan menyebutkan bahwa Papua Barat telah berdeklamasi resmi sebagai negara, tetapi bukan OPM yang mendeklarasikan. Hal itu menjadi kongsi perpecahan antar organisasi lain yang menunggangi acara ulang tahun OPM tersebut dengan isu deklarasi kemerdekaan Papua Barat.
Nah, seperti apa ya keramaian media mengulas tentang propaganda deklarasi negara ini? Kalau bukan OPM, pihak mana yang mendeklarasikannya? Simak analisisnya dalam monitoring Netray berikut ini.
News Media Monitoring
Pemantauan Netray terkait topik OPM ini dimulai dari media daring. Seberapa ramai media pemberitaan mengangkat topik yang sedang hangat menjadi perbincangan ini.

Selama satu minggu memonitoring topik tersebut, mulai 27 November-3 Desember, Netray berhasil menghimpun ribuan artikel berita. Dengan memasukan kata kunci berupa hut opm, opm papua, dan papua mendapatkan berita sebanyak 1,122 artikel berita oleh 97 portal media. Pemberitaan tersebut paling banyak menyangkut tentang kategori Pemerintahan.

Persebaran topik terkait hari ulang tahun OPM Papua ini apabila direpresentasikan melalui grafik terlihat fluktuatif. Mulai awal minggu media sudah sedikit mengangkat pemberitaan terkait topik OPM Papua, sebab terlihat angka grafiknya yang naik. Kemudian puncaknya terjadi pada 1 Desember tepat hari perayaan ulang tahun OPM Papua dengan total berita sebanyak 224 artikel. Berikut gambaran pemberitaan pada tanggal 1 Desember.

Gambar pemberitaan di atas berisi tentang hari jadi Organisasi Papua Merdeka. Banyak aksi dibeberapa daerah yang ikut merayakan hari ulang tahun OPM ini. Kemudian warganet menggemakan suara di media sosial melalui tagar #PapuaIndonesia.
1 Desember, Perayaan HUT OPM
Seperti telah diketahui bahwa media pemberitaan dan media sosial ramai membicarakan tentang tanggal 1 Desember yang merupakan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka. Hal itu turut diperkuat oleh pemerintah yang menyiagakan anggota TNI-Polri untuk mengawal aksi di tanggal tersebut.
Pada 1 Desember 1961, tepat 59 tahun yang lalu pertama kalinya bendera Bintang Kejora berkibar di Kota Hollandia atau sekarang Jayapura. Kini 1 Desember 2020, kembali mengibarkan bendera tersebut di tanah Papua untuk memperingati hari jadi 1 Desember. Sejumlah organisasi pembebasan Papua menggelar upacara di 33 markas Komando Daerah Pertahanan.
Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat oleh Benny Wenda
Bertepatan pada momen HUT OPM tersebut, Benny Wenda mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat dengan pimpinan dirinya sendiri sebagai Presiden. Sontak, kabar deklarasi tersebut menjadi sorotan media hingga pemerintah.
Siapa sih sosok Benny Wenda ini? Benny Wenda merupakan putra asli kelahiran dari Suku Lani di Lembah Baliem, Papua. Pada tahun 2000, beliau terjerat kasus hukum akibat penyerangan Markas Polsek Abepura hingga sempat dipenjara namun berhasil melarikan diri. Kemudian di tahun 2014, bersama rekan-rekannya, Benny Wenda membentuk organisasi pembebasan Papua Barat yang diberi nama United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Demi mendapatkan dukungan negara lain untuk memerdekakan Papua Barat, beliau melakukan perjalanan keliling dunia pada tahun 2015.
OPM Menolak Deklarasi Kemerdekaan
Pernyataan Benny Wenda terkait deklarasi Papua Barat menjadi negara ini, mendapat kecaman dari OPM. Organisasi yang didirikan pada tahun 1965 dibawah pimpinan Jacob Prai tersebut menolak deklarasi yang disebutkan oleh Benny Wenda.
Penolakan keras disampaikan OPM melalui juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambon. Ketika itu, Sebby menyatakan mosi tidak percaya terhadap deklarasi kemerdekaan Papua Barat. Sekaligus menolak pernyataan Benny Wenda sebagai presiden sementara Papua Barat. Organisasi Papua Merdeka menganggap bahwa kemerdekaan yang digaungkan Benny dapat merusak persatuan rakyat Papua yang sedang berjuang. Selain itu, Sebby menyebutkan pula apabila Benny bekerja untuk kepentingan Uni Eropa yang bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi Papua.
Tagar #PapuaIndonesia Menggema di Twitter
Selain memonitoring pada media pemberitaan, Netray juga melihat keramaian warganet membahas OPM ini.

Pemantauan dilakukan selama satu minggu terakhir, topik OPM Papua ini mendapat impresi sebanyak 86 juta dengan potential reach mencapai 145,5 juta kali. Keramaian warganet memperbincangkan topik ini sebanyak 76,021 twit oleh 21 ribu akun. Puncak grafik Twitter ini, berbeda dengan media pemberitaan, yakni pada 2 Desember 2020 sehari setelah hari jadi OPM. Berikut cuitan warganet di tanggal 2 Desember.

Contoh cuitan tersebut berisi tentang isu kemerdekaan Papua Barat. Kemudian menunggu respon pemerintah dalam menangani isu deklarasi Papua Barat yang ingin keluar dari NKRI. Tidak sedikit warganet yang meminta pemerintah untuk lebih tegas mempertahankan Papua agar tetap bersama Indonesia. Keinginan warganet tersebut yang kemudian memunculkan tagar #PapuaIndonesia.
Kumpulan cuitan dengan tagar #PapuaIndonesia ini berisi dukungan yang positif bahwa Papua adalah mutiara cantiknya Indonesia bahkan Dunia juga sudah mengakuinya. Selama pemerintahan ini, Papua merupakan salah satu daerah yang menjadi titik fokus pembangunan. Perkembangan infrastruktur dihadirkan di tanah Papua oleh Pemerintah sebagai langkah nyata memperkuat perekonomian masyarakat. Selain cuitan berbentuk dukungan, terdapat juga cuitan warganet yang memberikan tanggapannya terkait deklarasi Benny Wenda tentang kemerdekaan Papua Barat.
Seperti pembahasan yang telah diulas pada media pemberitaan di atas bahwa Benny Wenda mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat. Pernyataan tersebut juga ramai menjadi sorotan di kalangan warganet Twitter. Seperti cuitan akun @MCAOps yang menuliskan kembali pernyataan Benny Wenda bahwa berdirinya pemerintahan sementara di Papua Barat maka tidak akan tunduk lagi kepada pemerintah Indonesia.
Penutup
Berdasarkan pemaparan di atas, isu terkait deklrasi kemerdekaan Papua Barat di tengah perayaan hari jadi OPM dapat dikatakan hanya sebuah propaganda. Sebab deklarasi tersebut hanya disampaikan oleh pihak yang memiliki kepentingan dan tidak melibatkan pihak lain . Sekian pemaparan kali ini, sekali lagi Netray hanya menganalisis berdasarkan data, bukan menjawab suatu kebenaran. Semoga semua permasalahanya segera mendapat jalan terang yang terbaik untuk organisasi pembebasan Papua dan pemerintah.
-
Perang Tagar Warganet Dalam Drama Korea Start-Up, #TeamJiPyeong atau #TeamDoSan Yang Paling Banyak Dikawal Warganet?

Drama Korea Start-Up bukan hanya berhasil mencuri perhatian pecinta K-Drama, tetapi juga mampu membelah penggemarnya menjadi dua kubu. Akan tetapi, perpecahan ini tidaklah berkonotasi buruk namun justru membuat serial ini semakin seru untuk diikuti setiap episodenya.

Keseruan ini berawal dari warganet yang ‘berperang’ tagar hingga berdebat di dunia maya hanya karena ingin Soe Dal-mi memilih Nam Do-San atau Han Ji-Pyeong. Oleh karena itu, serial drama ini memberikan impresi berbeda di kalangan penontonnya yang terbelah menjadi Team Do-San dan Team Ji-Pyeong. Seperti apa keseruan drakor ini di dunia maya? Tim manakah yang paling banyak mendapat dukungan warganet untuk memikat Soe Dal-mi? Berikut ulasan pantauan Media Monitoring Netray.
Sinopsis Drama Korea Start-Up

pict by wikipedia Dikutip dari wikipedia, Drama Korea Start-Up adalah serial drama Korea Selatan tahun 2020 yang dibintangi oleh Bae Suzy (Soe Dal-mi), Nam Joo-Hyuk (Nam Do-San), Kim Seon-Ho (Han Ji-Pyeong), dan Kang Han-Na (Wo In-Jae). Serial drama produksi tvN ini menceritakan tentang perjuangan para milenial yang mendirikan perusahaan rintisan atau startup di bawah naungan Sand Box. Dal-Mi, Do-San, dan In-Jae mengikuti kompetisi yang diadakan Sand Box yang pada akhirnya mereka bertiga berhasil masuk dan menjadi anggota Sand Box serta berkesempatan untuk mengembangkan perusahaan rintisan mereka.
Selain kisah perjuangan mereka dalam mendirikan perusahaan rintisan, serial drama yang disutradarai oleh Oh Choong-Hwan ini juga memberikan kisah romansa layaknya Drama Korea pada umumnya. Namun, kisah cinta segitiga yang dihadirkan dalam serial ini ternyata mampu menggelitik warganet karena dua sosok pria yang dihadirkan dalam merebut hati Dal-Mi memiliki karakter yang bertolak belakang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Han Ji-Pyeong

pict by akun @elsyandria Han Ji-Pyeong yang diperankan oleh Kim Seon-Ho dalam Drama Korea Start-Up adalah sosok pria sukses yang mampu menjadi direktur di usianya yang masih 30-an. Ji-Pyeong juga merupakan investor yang dikenal dengan julukan ‘Gordon Ramsay’ karena ketrampilan investasinya yang sangat menakjubkan dan lidahnya yang terkenal tajam. Ji-Pyeong atau yang kerap disapa Pak Han digambarkan sebagai pria yang selalu terlihat rapi dengan gaya hidupnya yang mewah. Pesona dan karisma Pak Han sebagai pebisnis muda ternyata mampu menghanyutkan penonton hingga membelanya dalam tagar #teamjipyeong untuk merebut hati Soe Dal-Mi.
#TeamJiPyeong Dalam Pantauan Netray
Media Monitoring Netray mulai memantau percakapan warganet terkait topik Ji Pyeong dalam sepekan ini. Alhasil, Netray menemukan cuitan sebanyak 74 ribu lebih dengan kata kunci ji pyeong dan jipyeong. Meski didominasi dengan sentimen negatif, pelabelan negatif yang diolah mesin Netray dalam topik ini bukanlah cuitan atau percakapan yang berisi ujaran kebencian, tetapi cuitan-cuitan ini hanyalah berisi opini warganet terkait review lakon yang difavoritkan mereka.
Pada episode 13, penonton terutama Team Jipyeong semakin dibuat ‘gemas’ dengan suguhan cerita yang menceritakan 3 tahun setelah Soe Dal-Mi dan Nam Do-San memutuskan hubungan mereka namun Pak Han tidak mengungkapkan isi hatinya kepada Dal-Mi dalam waktu tersebut. Hal ini terlihat dari peak time pantauan Netray yang memuncak pada tanggal 29 November 2020 yang mana episode 13 tersebut tayang pada 28 November 2020 pukul 19.00 WIB di kanal tvN dan Netflix.
Ragam Respon #TeamJiPyeong
Warganet pendukung Ji-Pyeong merasa kecewa pada alur cerita episode 13 ini. Hal ini disebabkan oleh jalan cerita yang menceritakan tentang Pak Han yang tidak berusaha mendapatkan hati Dal-Mi selama 3 tahun setelah Do-San pergi ke Amerika. Oleh karena itu, dalam kategori Top Complaint yang dihimpun Netray ditemukan kata kecewa, goblok, hingga kesel untuk memberikan tanggapan terhadap tindakan Pak Han.
Salah satu akun yang merasa kecewa dengan sikap Ji-Pyeong adalah @nadiadelima. Dalam cuitannya, ia mengungkapan kekecewaan terhadap Ji-Pyeong dan memberikan tanggapan yang seharusnya dilakukan Ji-Pyeong untuk mendapatkan hati Dal-Mi, seperti mengajak kencan hingga bertemu nenek untuk mengatakan apa yang sesungguhnya ia rasakan.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Tak hanya menggunakan diksi kecewa, warganet juga memakai kata goblok hingga kesal untuk mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Ji-Pyeong pada episode 13 tersebut. Seperti yang ditwitkan oleh akun @gyeouricha, ia menilai orang yang paling bodoh di serial ini adalah Han Ji-Pyeong.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Meski sempat dibuat kecewa, warganet pendukung Ji-Pyeong bahkan masih setia mendukung aktor favoritnya untuk tetap bahagia. Tagar #timjipyeong hingga cuitan kawal Ji-Pyoeng sampai akhir masih terus digemakan penonton dari kubu Team Ji-Pyeong.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Nam Do-San

pict by akun @kdrmvibes Nam Do-San yang diperankan oleh Nam Jo-Hyuk adalah sosok pria lugu pendiri perusahaan teknologi yang diberi nama Samsan Tech. Perusahaan ini dikelola oleh Do-San dengan dua temannya, Kim Yong-san (Kim Do-Wan) dan Lee Chul-san (Yoo Su-Bin). Setelah jatuh bangun, Do-San memutuskan untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Sand Box hingga akhirnya Samsan Tech juga dilirik oleh perusahaan 2STO dan membawa mereka melebarkan sayap di Amerika.
#TeamDoSan dalam Pantauan Netray
Dalam periode yang sama, Netray menemukan cuitan sebanyak 63 ribu dari topik terkait kata kunci do san dan dosan. Hampir sama dengan rivalnya, Han Ji-Pyeong, topik terkait Do-San dalam Drama Korea Start-Up ini juga didominasi oleh sentiment negatif. Kemunculan pertemuan Do-San yang di-setting-kan oleh Ji-Pyeong ternyata justru mampu memikat hati Dal-Mi. Oleh karena itu, banjiran ungkapan kekesalan kubu Ji-Pyeong mendominasi sentiment tersebut.
Ragam Respon #TeamDosan
Meski digambarkan berbeda 180 derajat dengan sosok rivalnya, Do-San dengan gaya sederhanya juga mempu menarik perhatian warganet. Seperti yang diungkapkan oleh akun @Melianggraini29, ia menjadi Team Do San karena karakter Dosan yang polos, cerdas, peka, dan tampan.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Namun, karakter Do-San yang lemah lembut juga menjadi ajang sindiran warganet. Beberapa akun, seperti @BelongsToBungsu dan @twinklettlestar menilai sifat Do-San terlalu lemah jika dibandingkan dengan Ji-Pyeong.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Kritik kubu Team Ji-Pyeong terhadap karakter Do-San, ternyata tak menyurutkan warganet Team Do-San untuk terus memuji dan mendukung tokohnya untuk mendapatkan Soe Dal-Mi. Bahkan, warganet juga mengingatkan untuk tidak saling menjelekkan satu sama lainnya.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Top Account & Meme
Dengan kumpulan kata kunci do san, dosan, ji pyeong, jipyeong, dan dalmi, Netray berhasil mengumpulkan cuitan lebih dari 114 ribu dalam periode 27 November-3 Desember 2020. Selain ditwitkan oleh pecinta K-Drama, ternyata serial ini juga mencuri perhatian dari beberapa akun besar, seperti @FiersaBesari, @andihiyat, @poconggg, hingga @radenrauf sehingga topik ini mendapat banyak impresi dari warganet.
Beragam komentar lucu diungkapkan oleh akun-akun tersebut. Seperti yang diungkapan oleh akun @poconggg yang menyarankan Dal-Mi untuk berpacaran dengan Hulk karena salah satu scene dalam serial ini menjelaskan alasan kenapa alasan Dal-Mi suka dengan Do-San yang memiliki tangan besar.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Beragam meme yang tersaring oleh Netray juga dibagikan warganet yang dijadikan parodi untuk menggambarkan situasi yang terjadi dalam serial ini. Berikut ini beberapa gambar yang terdapat pada dashboard media Netray terkait topik ini.
Demikian hasil pantauan dari Media Monitoring Netray terkait eksistensi Drama Korea Start-Up di mata warganet. Uniknya, kubu ciptaan warganet tersebut bukanlah menjadikan perpecahan namun justru menjadikan serial ini semakin seru untuk diikuti setiap episodenya. Terus pantau tokoh kesayangan kamu. Jangan lupa komentar, kamu Team Ji-Pyeong atau Team Do-San?
-
Luhut Gantikan Menteri KKP, Warganet Ramai Bikin Parodi

Relasi antara komedi dan politik sebenarnya bukanlah barang yang baru. Sejumlah kajian berhasil menarik jalin kelindan dua realitas ini hingga ke masa karnaval di Eropa Abad Pertengahan. Komedi memiliki caranya tersendiri untuk menyusup ke dalam realitas politik yang biasanya dianggap kaku, dingin, dan kadang tak berperasaan.
Ada banyak wajah komedi yang tampil di dalam kenyataan politik dewasa ini. Satir merupakan salah satu bentuk komedi yang paling dekat dengan politik. Cara bercanda ini dianggap berhasil memotret kehidupan politik yang kerap menunjukan ironi antara harapan masyarakat dan kehendak penguasa.
Yang tak kalah populer dari satir adalah parodi. Bentuk komedi yang satu ini biasanya memelesetkan fakta atau situasi tertentu dalam konteks humor. Pembuat parodi yakin jika audiensnya paham bahwa fakta yang disampaikan dalam lelucon tidak mungkin menjadi kenyataan. Satir dan parodi kadang bekerja bersama-sama menghibur masyarakat yang kecewa dengan realitas politik.
Parodi mungkin menjadi wajah yang sangat familiar atas peristiwa terbaru dalam politik Indonesia. Melalui media sosial Twitter, warganet memparodikan pemberhentian Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo karena terjerat kasus korupsi. Untuk sementara posisinya digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai PLT.
Agar lebih jelas lagi bagaimana parodi hadir di tengah perbincangan warganet terkait situasi politik kontemporer, Netray Media Monitoring telah melakukan pemantauan lini masa Twitter. Pemantauan ini dilakukan selama periode 23 November hingga 29 November 2020. Simak pembahasannya di bawah ini.
Menteri Luhut Sebagai Subyek Parodi
Untuk kesekian kalinya Luhut Binsar Panjaitan memegang jabatan yang sebelumnya dipegang oleh orang lain. Padahal di waktu yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia juga masih menjalankan mandat dari Presiden Joko Widodo.
Berbekal alasan ini warganet Twitter segera merespon keputusan tersebut dengan sejumlah lelucon. Sebagian besar lelucon warganet adalah dengan membayangkan Luhut menggantikan posisi orang lain dalam sebuah pekerjaan atau menyamakan sosoknya karena kerap muncul tanpa alternatif. Berikut ini adalah parodi warganet yang berhasil dihimpun Netray.
Dilihat dari daftar Top Accounts, cuitan dari akun @ElokPuput menjadi cuitan yang paling banyak direspon oleh warganet. Cuitan ini menjadi representasi paling purna atas relasi parodi dan politik. @ElokPuput membayangkan bagaimana jika Pak Luhut menggantikan Johnny Deep sebagai pemeran penyihir Gellert Grindelwald dari film Fantastic Beast.
Nuansa parodi masih dipertahankan oleh @ElokPuput dalam beberapa cuitan lainnya. Seperti saat itu menyamakan Pak Luhut dengan artis K-pop seperti Jennie Blackpink dan Mark Lee dari NCT.
Selanjutnya cuitan dari @akticiss yang mempertemukan dua peristiwa politik mutakhir yakni ditangkapnya Walikota Cimahi atas dugaan kasus korupsi. Karena peristiwa ini memiliki tema yang sama dengan berhentinya Menteri KKP, parodi yang terjadi adalah Menteri Luhut akan menggantikan walikota Cimahi tersebut.
Kembali merujuk pada diagram Top Accounts maka ditemukan cuitan dari @Aline_Yoana_Tan yang menyebutkan bahwa Menteri Luhut akan menggantikan Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Bagi kawan penggemar sepakbola, cuitan ini tentu saja sangat menarik perhatian dan mungkin saja lucu. Dan akun terakhir dalam daftar adalah @vctrkmng yang merasa kasihan dengan Pak Luhut karena jobdesk-nya bertambah. Di sini Luhut diparodikan sebagai pegawai kantoran milenial yang kerap mendapat tambahan pekerjaan dari atasannya.
Tak hanya dari diagram cuitan yang mendapat respon terbanyak. Balasan warganet atas cuitan-cuitan tadi juga bermain dalam ranah parodi. Seperti balasan cuit dari akun @akunmacet yang membayangkan juri acara kontes dangdut di televisi, Nassar, kemungkinan diganti oleh Menteri Luhut.
Atau dari akun @apmngks yang menyamakan Pak Luhut sebagai Reza Rahardian jika di dunia perfilman. Penikmat film Indonesia tentu paham betul bahwa kemampuan akting Reza sangatlah tinggi sehingga ia kerap berganti-ganti karakter yang diperankan. Apakah hal ini menyiratkan bahwa Menteri Luhut juga memiliki skill yang tinggi di bidangnya?
Menteri Luhut dalam Cuitan Susi
Dari pemantauan Netray, nama Luhut juga muncul dalam pembicaraan tentang isu pemantik. Yakni aturan pemerintah terkait ekspor benih lobster yang mengantarkan Menteri KKP Edhy Prabowo ke pusaran kasus korupsi. Pembicaraan ini menempatkan Susi Pudjiastuti, mantan menteri kelautan dalam kabinet Joko Widodo periode pertama, sebagai episentrum.
Bu Susi membuat serangkaian cuitan yang memantik perbincangan. Ia menunjukan fakta bahwa kebijakan kontroversial tersebut masih dipertahankan oleh Menteri Luhut selama menjabat sebagai PLT. Padahal kebijakan ini yang membuka peluang korupsi seperti yang telah terjadi.
Buah dari cuitan ini tentu saja adalah banjir respon dari warganet. Mereka memberi pendapat secara subyektif terhadap fenomena yang sedang terjadi. Bisa disimak dari sejumlah cuitan yang dirangkum oleh Netray di bawah ini.
Selama periode pemantauan, Netray menemukan cuitan sebanyak 30.071 kali. Sekian banyak postingan ini mendapat respon dari warganet sebesar 80 juta kali dan menjangkau 113,6 juta pengguna Twitter. Antara sentimen negatif dan positif tak banyak berbeda, yakni antara 8.251 dan 6.581, sisanya netral. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat masih berimbang dalam merespon isu ini.
Netralitas warganet merupakan representasi dari pendekatan parodi dalam membicarakan isu pergantian jabatan ini. Lelucon adalah cara yang paling aman untuk bersuara. Siapapun berhak memberi nilai sentimen dari sebuah obrolan yang bertujuan mendatangkan gelak tawa. Jika ada yang tak suka dengan lelucon, biasanya akan dicap sebagai kaum sumbu pendek. Apakah pembaca yang budiman termasuk di dalamnya?
Home Home






































































































































































































































