Home Blog Page 111

Polemik Penyekatan Suramadu Menuai Penolakan dari Masyarakat Madura

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 21 Juni 2021 media ramai menyoroti isu yang berkembang di tengah regulasi penerapan pos penyekatan untuk tes usap antigen Covid-19 di ruas jembatan Suramadau. Akses yang menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura ini disinyalir sebagai gerbang utama penyebaran virus corona. Oleh sebab itu, pemerintah daerah Surabaya menerapkan penyekatan berupa pos untuk pemeriksaan swab test bagi pengendara yang melintasi jembatan tersebut.

Jembatan Suramadu merupakan jalan utama perputaran roda ekonomi antar kedua kota. Pos penyekatan ini didirikan dengan tujuan sebagai pendeteksi awal orang-orang yang berlalu lalang untuk singgah pada kedua kota. Namun, hadirnya penerapan regulasi yang mengharuskan dilakukan swab test tersebut justru menjadi polemik. Pasalnya masyarakat Madura merasa keberatan dengan adanya pos penyekatan tersebut. Sebagai mayoritas masyarakat yang sering melewati jembatan Suramadu, warga Madura menilai regulasi ini terlalu berbelit-belit. Alhasil masyarakat Madura berbondong-bondong melakukan demo dengan tujuan penolakan pos penyekatan di ruas jembatan Suramadu. 

Seperti apa media pemberitaan mengawal polemik yang terjadi tersebut? Dan bagaimana tanggapan masyarakat yang diwakili oleh warganet Twitter terkait polemik pos penyekatan Suramadu? Berikut ulasan dari Media Monitoring Netray

Monitoring News Media 

Selama sepekan pemantauan, topik polemik penyekatan di jembatan Suramadu telah diberitakan sebanyak 134 artikel dari 33 portal media. Artikel pemberitaan tersebut terbagi atas beberapa kategori seperti kesehatan, hukum, dan pemerintahan. Jika dirunut, ketiga kategori tersebut memang masih selaras dengan isu polemik yang menuai aksi demo tersebut. 

Polemik Penyekatan Suramadu

Penerapan regulasi berupa pendirian pos penyekatan di jembatan Suramadu untuk deteksi awal tes usap antigen Covid-19 menuai aksi demo dari masyarakat Madura. 

Masyarakat Madura melakukan demo penolakan pos penyekatan tersebut karena dinilai menghambat perjalanan yang diburu waktu untuk segera bekerja. Prosedur rapid antigen dan swab test pada pos penyekatan di jembatan Suramadu ini dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 yang belum menurun. Namun ternyata layanan tersebut justru menimbulkan permasalahan baru. Demo masyarakat Madura pun dipenuhi tindakan anarkis hingga kericuhan tak terbendung. 

Pembongkaran Pos Penyekatan Suramadu

Demo yang dilakukan masyarakat Madura berujung pembongkaran. Pihak pemerintah daerah akhirnya membongkar pos penyekatan yang berada di ruas jembatan Suramadu tersebut. Kini pos penyekatan dibagi menjadi 8 titik di daerah Desa Bangkalan, Madura. Dilansir dari Detik, berdasarkan analisa dan evaluasi yang dilakukan Forkopimda Jatim, terjadi penurunan kasus dari warga yang menjalani swab di penyekatan Suramadu. Oleh sebab itu pos layanan akan bergeser pada 8 desa di 5 kecamatan. 

Jajaran Organisasi 

News Media Monitoring merangkum beberapa organisasi yang terlibat dalam isu polemik penyekatan Suramadu. 

Pada gambar di atas, terdapat beberapa organisasi seperti Tentara Nasional Indonesia, Pemkot Surabaya, Polda Jatim hingga Pemkab Bangkalan. Jajaran organisasi tersebut merupakan organisasi yang paling berpengaruh terhadap polemik ini. Selain itu, beberapa organisasi yang tertera di atas juga merupakan organisasi yang bertanggung jawab atas kerusuhan di pos penyekatan. 

Pandangan Warganet terkait Polemik Penyekatan Suramadu 

Selain memantau pada media pemberitaan, Netray juga memantau keramaian warganet di Twitter. Bagaimana impresi warganet tentang polemik yang terjadi di pos penyekatan jembatan Suramadu?

Polemik penyekatan Suramadu yang menuai aksi penolakan dari masyarakat Madura diperbincangkan sebanyak 1,757 tweets. Topik ini mencapai jangkauan yang luas tetapi tidak begitu menarik interaksi murni dari warganet. Hal ini karena topik tersebut lebih banyak berkembang di akun media berita daring.

Selama periode pemantauan pada 18-24 Juni 2021, alur perbincangan seputar topik mengalami kenaikan pada 22 Juni 2021. Secara garis besar perbincangan warganet didominasi oleh tweets bersentimen negatif. Lantas apa yang diperbincangkan warganet seputar topik?

Seperti gambar di atas, Top Words memperlihatkan seputar garis besar apa yang menjadi perbincangan warganet. Pada jajaran kata-kata yang telah terjaring di atas, terdapat kata madura dengan ukuran paling besar daripada kata lainnya. Kemudian terdapat pula kata warga, surabaya, lockdown, dan demo. Artinya perbincangan warganet tidak jauh dari aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat Madura serta rujukan lockdown

Populer Tweet untuk Penyekatan Suramadu 

Perbincangan warganet tentang aksi tersebut terbingkai dari gambaran populer tweetsnya. Pada populer tweets yang disajikan Netray berikut, terlihat bahwa mayoritas tweets adalah pemberitaan yang dituliskan oleh akun portal berita. Artinya meluasnya polemik penyekatan di Suramadu paling banyak dieksplorasi oleh akun media pemberitaan yang mempunyai platform jangkauan luas.

Selain menyoroti isu utama terkait aksi penolakan masyarakat Madura pada pos penyekatan di ruas jembatan Suramadu, ada sejumlah warganet yang menyoroti masyarakat Madura secara khusus. Sorotan tersebut menyeret karakteristik masyarakat suku Madura. Akun @faizaufi berpendapat bahwa masyarakat Madura hanya dapat ditertibkan oleh masyarakat Dayak. Tweet tersebut merupakan salah satu tweet yang menyeret polemik dengan identitas kesukuan. 

Polemik Penyekatan Suramadu Menyeret Suku?

Opini yang mengaitkan dengan suku tersebut, lantas memancing opini warganet lain untuk mengutarakan opini serupa. Tidak sedikit warganet yang kemudian turut berpendapat dengan menyebut karakteristik masyarakat suku Madura.

Beberapa tweet di atas, memperlihatkan bahwa warganet seolah tidak heran apabila pulau Madura termasuk salah satu wilayah dengan jumlah kenaikan kasus Covid yang sangat tinggi. Hal ini karena karakteristik masyarakatnya yang dinilai abai terhadap protokol kesehatan. 

Pro Kontra Warganet Menanggapi Polemik

Selain tanggapan warganet yang membawa identitas suku, terdapat pula tanggapan warganet yang pro dan kontra pada regulasi pemerintah terkait penyekatan. 

Tweets Kontra

Seperti contoh cuitan di atas, gambar bagian sisi kiri memperlihatkan warganet yang mendukung upaya pemerintah untuk memperketat regulasi terutama pada jalur lalu lintas di jembatan Suramadu. Warganet menilai adanya pos penyekatan di jembatan dapat meminimalisir mutasi penyebaran virus corona. 

Kemudian, sisi kanan memperlihatkan komentar warganet yang kontra. Dari tweets tersebut, warganet mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat karena tidak adanya pendekatan secara persuasif kepada masyarakat Madura. Ditambah lagi, masyarakat dari arah Madura yang masuk ke Surabaya mengalami pencegatan sedangkan dari arah sebaliknya tidak dicegat. 

Top Complaints dan Top Accounts

Gambar di atas adalah fitur Top Complaints dan Top Accounts. Gambar bagian kiri merupakan rangkuman komplain yang banyak diperbincangkan warganet. Seperti yang terlihat, kata keluhan yang paling banyak digunakan warganet terkait topik ialah rasis dan ngamuk. Hal ini sesuai dengan isu polemik penyekatan yang merembet pada isu kesukuan. Kemudian pada jajaran Top Akun berdasarkan populer terdapat akun @faizaufi yang menempati urutan pertama. Akun ini merupakan akun yang paling sering disorot warganet terkait isi tweetnya yang cukup menarik perhatian. 

Penutup

Polemik yang terjadi pada pos penyekatan tes usap antigen Covid-19 di ruas jembatan Suramadu tersebut menjadi perhatian publik. Beberapa warganet lainnya mendukung upaya pemerintah untuk menekan penyebaran virus. Sedangkan beberapa warganet lainnya memahami keresahan masyarakat Madura tentang kesejahteraan hidup. Namun, pada akhirnya pos penyekatan pun di bongkar dan di pindah pada 8 titik di desa Bangkalan. Demikian analisis Netray. 

The Conjuring dan Cruella

Bioskop-bioskop di Indonesia kini akhirnya kembali beroperasi setelah ditutup selama beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Kini warganet pun dapat kembali datang ke bioskop untuk menyaksikan film-film yang telah lama mereka nantikan. Netray memantau perbincangan warganet terkait topik ini, lalu film apa sajakah yang menjadi perbincangan warganet?

Berdasarkan pantauan Netray ditemukan sebanyak 134.2K total tweets dengan jumlah sentimen negatif yang mendominasi. Sementara itu, jumlah impresi pada topik ini mencapai 72.3M dengan potensi jangkauan sebesar 291M.

Apabila diamati melalui Top Words di atas terlihat beberapa film yang menjadi perbincangan warganet, seperti Conjuring dan Cruella. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua film ini merupakan film yang paling banyak diperbincangkan oleh warganet.

The Conjuring: The Devil Made Me Do it

The Conjuring: The Devil Made Me Do it menjadi salah satu film yang dibincangkan oleh warganet di media sosial Twitter pekan ini. Film yang dirilis pada 02 Juni 2021 lalu mendapat jumlah tweets sebanyak 24.6K dengan didominasi oleh tweets bersentimen negatif. Film bergenre horor asal Amerika Serikat ini merupakan sekuel dari seri The Conjuring Universe.

Melalui beberapa tweets di atas terlihat sebagian warganet yang memberikan impresi positif terkait film yang seharusnya dirilis pada September 2020 lalu ini. Warganet yang merasa puas akan film ini pun memberikan rating 10/10 bahkan menjamin seramnya film horor yang berkisah tentang pengalaman sepasang cenayang ini.Meski demikian terdapat juga warganet yang tidak puas akan serial Conjuring kali ini. Hal ini dapat diamati melalui beberapa cuitan di atas, sebagian warganet menilai The Conjuring: The Devil Made Me Do This tidak seram dan bahkan membosankan.

Cruella

Sebagai salah satu film Disney yang paling ditunggu Cruella menjadi film yang paling banyak diperbincangkan warganet pada pekan ini. Film bergenre Crime Comedy ini pun mendapat impresi yang cukup baik dengan didominasi oleh tweets bersentimen positif. Film yang mengisahkan tentang asal-usul Cruella de Vil ini pun telah tayang di bioskop tanah air sejak Rabu 26 Mei 2021. Meski telah lama tayang film ini pun tetap ramai menjadi perbincangan warganet.

Melalui tweets di atas terlihat warganet yang puas setelah menyaksikan film garapan Craig Gillespie ini. Warganet pun dibuat kagum dengan gaya fashion yang ditampilkan dalam film yang dibintangi oleh Emma Stone ini dan merasa takjub dengan akting bintang papan atas tersebut.

Meski demikian terdapat juga warganet yang kurang menyukai film ini dan merasa Cruella tidak cukup bagus untuk disaksikan. Tidak hanya itu, terdapat juga warganet yang merasa bosan dan masih ragu untuk menyaksikan film tersebut di bioskop karena takut merasa kecewa.

Penutup

Perbincangan warganet terkait film pada pekan ini didominasi oleh film The Conjuring: The Devil Made Me Do This dan Cruella. Kedua film yang berbeda genre tersebut menjadi film yang paling banyak meraih impresi dari warganet. Meski di tengah pandemi Covid-19 warganet kini sudah dapat kembali menyaksikan film-film yang sempat mengalami pengunduran jadwal tayang di bioskop-bioskop tanah air. Meski demikian warganet yang menyaksikan film-film ini di bioskop diharap untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Monitoring Mola TV yang Sempat Down

Beberapa waktu lalu, Mola TV sempat menjadi viral di Twitter. Hal itu lantaran saluran Mola TV mendadak eror ketika laga pertandingan Inggris vs Kroasia tengah berlangsung. Sontak ungkapan kekesalan warganet tak terbendung hingga berbondong-bondong mengadu pada Mola TV. Seperti apa impresi warganet terkait saluran tersebut? Yuk simak dalam Infografik yang akan Netray ulas berikut.   

  • mola tv

Perbincangan warganet didominasi oleh keluhan yang ditujukan pada pihak saluran Mola TV. Warganet mengeluhkan gangguan yang terjadi pada siaran live laga Inggris melawan Kroasia. Terlihat pada gambar Top Word, selain kata mola, kata eror juga berada dalam jajaran kata dengan ukuran besar. Ungkapan kekesalan warganet mendulang sebanyak 2,631 tweets dengan puncak interaksi pada 13 Juni 2021. Wah, angka tweet yang cukup banyak yaa untuk protes pada Mola TV.

Warganet mengeluh jaringan Mola TV yang tidak stabil. Duh, padahal sudah dibayar penuh lho! Suara keluhan warganet yang terus menggema di Twitter berbuah manis. Akhirnya pihak Mola TV melayangkan permintaan maaf atas gangguan jaringan eror tersebut. Bahkan sebagai bentuk tanggung jawabnya, Mola TV memberikan kompensasi berupa perpanjangan masa aktif selama 3 bulan lho, mantap betul.  

Protes yang dilayangkan warganet menuai respons baik hingga diberikan kompensasi dari pihak Mola TV. Semoga streamingnya lancar jaya tanpa hambatan yaa. Jadi gimana pendapat kalian? Selamat mendukung tim sepak bola kesayangan di laga Euro 2021 🙂 

Lonjakan Covid-19 Kembali Menjadi Berita Utama

Seakan tak ingin dilupakan, kini Covid-19 kembali menjadi tokoh utama media pemberitaan. Ketika beberapa pekan kasus ini mulai tak disoroti, beberapa akhir ini kasus penambahan Covid-19 menunjukkan angka yang begitu fantastis. Hal ini tentu bukan menjadi kebanggaan ataupun berita baik bagi pemerintah dan publik. Bagaimana tidak? Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat seakan tidak memberikan dampak sama sekali. Varian baru yang terus menyelundup di Tanah Air hingga abainya masyarakat terhadap prokes menjadi faktor pemicu lonjakan ini.

Jumlah kasus penambahan hingga 13.688 orang per 24 jam pada 23 Juni 2021, mengisyaratkan bahwa virus ini masih bertahan dan terus berkembang. Data yang terhimpun dari covid19.go.id ini juga menunjukkan lebih dari 2 juta penduduk Indonesia telah terpapar dari virus ini, lebih dari 1,8 juta di antaranya telah dinyatakan sembuh, 55.291 orang meninggal, dan 152.686 sisanya masih dinyatakan dalam keadaan positif. Dengan adanya lonjakan ini, isu lockdown kembali menyeruak dengan dalih dapat menekan angka penambahan kasus.

Mengingat media berita adalah salah satu pusat informasi milik publik, lantas seperti apa media berita menyoroti kembali pandemi di masa ini? Akankah pemberitaan hanya seputar jumlah kasus yang tak kunjung mereda ataukah media menyuguhkan berita bernada baik untuk meredakan keresahan masyarakat? Untuk mengetahui kondisi ini, berikut pantauan Media Monitoring Netray dalam sepekan terakhir.

Covid-19 dalam Berita

Tak dapat dipungkiri, upaya pemerintah dalam menekan kasus hingga dampak dari pandemi ini belum memberikan hasil signifikan. Namun, hal tersebut bukanlah semata-mata kesalahan dari kebijakan ataupun aturan yang telah digelontorkan pemerintah. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam menekan angka kenaikan Covid-19 seperti abai terhadap prokes atau mengundang kerumunan juga menjadi faktor melonjaknya kasus ini. Hingga pada akhirnya topik pemberitaan terkait pelonjakan kasus ini pun kembali menyita perhatian media berita.

Dalam periode pemantauan sepekan terakhir, kata kunci covid telah dituliskan di dalam 9.057 artikel. Kata kunci ini terbilang dalam kategori general dalam pemantauan sebuah isu. Oleh karena itu, pada pemantauan kali ini dapat ditemukan hingga 3 ribuan artikel dalam satu harinya. Hal ini juga dapat kita lihat pada tabel kategori pemberitaan yang mana topik ini menyebar dalam berbagai kategori, mulai dari ranah kesehatan hingga menyasar pada kuliner.

Meski Covid merupakan nama virus yang tentunya identik dengan kesehatan, namun pertahanan dan kekuatan dari virus ini ternyata mampu menembus segala sektor. Ekonomi, pendidikan, bahkan pemerintahan telah dibuat ‘kelimpungan’ oleh virus ini. Dari ribuan artikel yang telah dilayangkan oleh 148 media berita daring Indonesia, apa yang menjadi pokok utama media berita dalam menyiarkan topik ini? Dalam sepekan pemantauan, kita dapat melihat apa yang menjadi garis besar dari pemberitaan media terkait kata kunci ini. Dari fitur Word Cloud, terlihat kumpulan kosakata yang mendominasi perihal topik ini.

Secara garis besar pemberitaan media ialah seputar penambahan atau lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pasca lebaran yang semakin meningkat meski program vaksinasi juga terus digalakkan pemerintah. Dari kumpulan Top Locations dan Top People di atas, terlihat beberapa daerah hingga tokoh di Indonesia yang paling mendapat sorotan media terkait topik. Paling pertama menjadi bahan pemberitaan ialah penambahan kasus di DKI Jakarta yang semakin beringas, terutama kasus pada anak-anak. Hal ini tentu menjadi PR besar bagi pemerintah mengingat wacana sekolah tatap muka yang pernah dicanangkan dalam waktu dekat.

Lonjakan Kasus Menjadi Sorotan

DKI Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan seakan juga menjadi sasaran bagi virus Covid-19. Dilansir dari media Antara, penambahan kasus di Jakarta telah mencapai angka 5.014 kasus per 21 Juni 2021 sehingga kumulasi kasus positif COVID-19 di Jakarta menjadi sebanyak 479.043 kasus, meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 474.029 kasus.

Namun, jumlah yang fantastis ini ternyata ditepis oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dikutip dari Tribun Jakarta, Kombes Pol Hengki Haryadi mengklaim data Covid-19 versi Dinas Kesehatan DKI, terkhusus data yang terdapat pada laman corona.jakarta.go.id milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak selaras dengan jumlah kasus positif Covid-19 di lapangan. Temuan yang dinyatakan oleh Hengki ini didasarkan oleh data riil lapangan, seperti kasus di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir yang saat itu terdapat 18 orang raktif yang terdata di puskesmas. Akan tetapi, pada kenyataanya 10 dari 18 orang telah dinyatakan sembuh dan belum tercatat di laman pemerintahan DKI Jakarta.

Anak-anak Paling Banyak Disasar

Tak hanya lokasi keramaian yang menjadi incaran, anak-anak yang sering ‘luput’ dari pengawasan orang tua dalam penerapan protokol kesehatan juga menjadi sasaran virus yang semakin berkembang ini. Seperti halnya yang diberitakan oleh Tagar.id, Juru Bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana, mengatakan sebanyak 384 anak usia di bawah lima tahun di Kabupaten Karawang telah terpapar Covid-19. Meski demikian belum ditemukan kasus kematian pada anak-anak yang diakibatkan oleh virus ini.

Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Bekasi. Dilansir dari Viva, Bupati Bekasi Eka Supri Atmadja mengatakan bahwa sebanyak 657 anak dan balita berusia di bawah lima tahun terkonfirmasi positif COVID-19 setelah wilayah Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan jumlah angka reaktif. Kasus peningkatan reaktif pada anak-anak ini juga diresahkan oleh Kemenkes setelah adanya varian Delta. Dalam artikel milik Kontan, Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit & Plt. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu mengatakan bahwa ada kecenderungan mutasi Covid-19 varian Delta menyerang anak-anak di bawah 18 tahun. Beberapa faktor yang memungkinkan cepatnya penularan ialah turunnya daya tahan tubuh seorang anak dan siklus penyebaran varian Delta yang terbilang lebih cepat dibanding varian sebelumnya.

Media Memberitakan Hal Baik

Meski kasus lonjakan menjadi berita buruk bagi publik dan pemerintah, lantas media tak ingin menambahkan keresahan bagi masyarakat. Hal ini dapat menjadi kesimpulan mengingat jumlah berita bernada positif lebih mendominasi pada pemantauan topik ini. Terlihat dari tabel Sentiment Trend yang menunjukkan 4 ribu dari 8 ribu berita terlabeli sebagai berita bersentimen positif. Lalu berita baik apa saja yang diunggah media untuk meredakan keresahan atas kasus pandemi ini?

Penundaan Sekolah Tatap Muka

Salah satu upaya yang kembali digaungkan pemerintah ialah penundaan sekolah tatap muka. Sebelumnya, wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diusulkan Kemendikbud akan dimulai per 1 Juli 2021.Namun, dengan kondisi yang tidak menujukkan penurunan angka kasus, tentu saja menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Fenomena ini pun sempat dipantau oleh Netray dalam artikel berjudul Wacana Sekolah Tatap Muka Semasa Pandemi, Memicu Pro dan Kontra.

Tak hanya mendapat desakan dari masyrakat untuk penundaan PTM, beberapa organisasi pun ikut menyuarakan agar pemerintah meninjau kembali terkait wacana tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo dalam berita yang dituliskan oleh Indozone, ia mendesak agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah yang memiliki positivity rate di atas 5%. Tentu saja hal ini dimaksudkan untuk menekan potensi penularan pada pendidik dan terutama anak-anak.

Tak senada dengan desakan publik, Kemendikbud sebagai jajaran tertinggi dalam pendidikan akan tetap melaksanakan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022. Namun begitu, dilansir dari Republika, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri menegaskan situasi ini dinamis dan di satu daerah belum tentu seragam mengingat kondisi di setiap daerah berbeda-beda. Hal ini menjadi pertimbangan besar bagi Kemendikbud yang mana wacana PTM ialah untuk menanggulangi learning loss. Jumeri mengungkapkan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring selama ini tidak ideal. Sebab, tidak semua murid dan guru memiliki perangkat pembelajaran digital. Selain itu, banyak daerah yang masih belum mendapatkan sinyal internet.

Gotong Royong Tangkal Pandemi

Peningkatan kasus yang ‘menggila’ seakan tak ingin dibuat ‘semakin gila’ oleh media sebagai penyalur infomasi. Beberapa media menyempatkan berbagi informasi positif untuk saling mengingatkan bahu-membahu dalam menanggulangi pandemi ini. Seperti artikel yang diunggah oleh Warta Kota yang memberitakan perihal gotong royong Warga Bojongsari, Kota Depok membagikan sembako dari lumbung pangan untuk warga yang menjalankan isolasi mandiri. Hal serupa juga diberitakan oleh Tribun Jateng yang menuliskan berita tentang Pemda Kendal yang menggalakkan program Jogo Tonggo untuk membantu warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Artikel yang terdeteksi positif lainnya tentu saja perihal tips dan panduan tentang isolasi mandiri yang dapat dilakukan masyarakat di rumah. Mengingat saat ini sejumlah tempat, seperti Wisma Atlet telah dikabarkan hampir penuh maka media berita membagikan sejumlah informasi terkait isolasi mandiri yang benar dan tepat. Upaya isoman ini dilakukan tentu saja untuk mencegah terjadinya penularan bagi orang terdekat dan dapat mengurangi beban rumah sakit, sehingga rumah sakit dapat menjadi rujukan bagi pasien yang memiliki riwayat darurat penanganan.

Dengan demikian, informasi terkait mutasi Covid-19 yang semakin ganas dalam penularannya tak sepatutnya menjadi ancaman bagi masyarakat apabila protokol kesehatan juga tetap digalakkan dalam kegiatan sehari-hari. Lonjakan kasus yang tembus angka ribuan per hari dapat menjadi peringatan untuk tetap mematuhi kebijakan dan prokes yang telah dicanangkan pemerintah. Selain menjadi upaya penekanan, tentu saja hal ini juga menjadi upaya penyelamatan diri sendiri dan orang sekitar kita dari sasaran virus Covid-19. Sikap gotong royong dan saling mengingatkan juga menjadi salah satu usaha untuk kita menjaga satu sama lainnya. Patuhi protokol kesehatan! Jaga diri kita, untuk kita dan orang terdekat kita.

Ahok Hapus Kartu Kredit Direksi PT Pertamina, Selami Dukungan dan Cibiran Warganet

Setelah sekian lama tidak muncul sebagai sensasi publik, nama Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama kembali menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Ahok dikabarkan menemukan potensi penyalahgunaan keuangan oleh jajaran direksi PT Pertamina melalui pemberian fasilitas kartu kredit. Pihaknya berencana akan menghapus kebijakan tersebut karena tidak memberi imbas terhadap kemajuan perusahaan.

Isu ini menjadi sensasional setidaknya karena sejumlah alasan. Pertama, publik jarang mengetahui keberadaan fasilitas yang diterima jajaran direksi PT Pertamina semacam ini. Selain menduga-duga bahwa siapapun yang bekerja di posisi tersebut, tentu saja merupakan orang yang tajir melintir. Kedua, Ahok sendiri mengaku bahwa ia juga ditawari kartu kredit yang sama dengan limit hingga Rp 30 miliar. Nilai yang sangat fantastis bagi kebanyakan warga negara +62.

Netray Media Monitoring lantas memantau linimasa Twitter untuk melihat bagaimana rupa perbincangan warganet. Netray ingin mengetahui seberapa besar volume perbincangan ini dan siapa saja yang meramaikannya. Apa saja perspektif populer dalam melihat isu penghapusan fasilitas kartu kredit di kalangan direksi PT Pertamina. Hasil pemantauan tersebut bisa disimak di bawah ini.

Laporan Statistika Perbincangan Penghapusan Fasilitas Kartu Kredit PT Pertamina

Dalam pemantauan topik perbincangan Ahok hapus kartu kredit Pertamina, Netray menggunakan kata kunci “ahok”, “kartu kredit”, dan “pertamina”. Pemantauan linimasa Twitter ini dilakukan selama periode 14 Juni hingga 20 Juni 2021. Proses ini menghasilkan sejumlah data statistika yang kemudian menjadi basis analisis. Semisal untuk melihat seberapa viral kah topik tersebut di media sosial.

Selama periode yang sudah ditetapkan, Netray menemukan setidaknya 4,087 tweet yang mengandung kata kunci telah dikirim warganet ke linimasa Twitter. Ribuan kicauan warganet tersebut mendapat respons dalam wujud impresi sebesar 1,7 juta kali. Perbincangan ini secara potensial juga dapat menjangkau 74,2 juta akun Twitter. Dari data statistik tersebut perbincangan dengan topik penghapusan kartu kredit Pertamina oleh Ahok dapat dikategorikan sebagai perbincangan berskala nasional.

Tweet warganet yang menjadi bagian dari topik perbincangan ini mulai muncul pada tanggal 15 Juni 2021. Volume perbincangan secara sedikit demi sedikit berkembang hingga mencapai puncaknya pada tanggal 19 Juni 2021. Yang unik dari perbincangan ini adalah secara sentimen dikuasai penuh oleh sentimen negatif, yakni dengan jumlah 2,277 kali tweet. Padahal tweet bersentimen positif hanya sebanyak 64 tweet saja. Mengapa bisa seperti ini? Simak segmen analisis berikutnya.

Buah Manuver Ahok, Dukungan dan Cibiran Saling Berebut Pengaruh

Aksi Basuki “Ahok” Purnama menghapus fasilitas kartu kredit yang dinikmati direksi PT Pertamina ternyata masih menghadirkan kontroversi di ranah publik. Warganet Twitter yang menjadi representasi publik memiliki pemikiran tersendiri dalam menanggapi kebijakan komisaris utama BUMN tersebut. Kontroversi tersebut tentu saja berupa dukungan dan cibiran dengan alasan masing-masing.

Lantas siapa saja yang mendukung langkah Ahok dalam membenahi PT Pertamina melalui kebijakan ini dan siapa yang tidak menyukainya? Bagaimana cara pandang mereka dalam menanggapi isu tersebut? Netray akan menggunakan sejumlah fitur antara lain Top Accounts, Top People, Social Network Analysis, dan mencermati tweet dari sejumlah akun dengan impresi tertinggi. Harapannya analisis ini dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perbincangan warganet di linimasa Twitter.

Dari fitur Top Accounts, Netray melihat bahwa akun milik media massa yakni Detikcom dan Geloraco cukup getol membagikan berita tentang keputusan Ahok tersebut. Hanya saja apa yang disampaikan kedua media ini terasa berbeda. Jika Detikcom menulis berita ini dengan sentimen netral, Geloraco cenderung memuat berita dengan intonasi negatif. Bagi mereka yang tidak menyukai tokoh Ahok, tentu akan memilih berita dari media massa yang satu ini.

Setelah dua akun media massa, akun milik influencer mulai mengambil alih grafik Top Accounts. Di peringkat ketiga dan keempat terdapat tweet dari @P3nj3l4j4h_id dan @TeddyGusnaedi. Akun @TeddyGusnaedi menulis tweet informatif yang mengabarkan bahwa Ahok tidak hanya menghapus kartu kredit untuk direksi Pertamina, tetapi juga sejumlah insentif lain seperti fasilitas uang saku dan gaji tambahan. Sedangakan @P3nj3l4j4h_id membuat survei kepada warganet apakah akan mendukung Ahok dengan me-retweet cuitan tersebut atau percaya terhadap perkataan @AryaSinulangga dengan cara memberi like.

Saling Serang Kubu Politik, dari Stafsus hingga Buzzer Oposisi

Nama Arya Sinulingga cukup ramai mendapat mention dari warganet dalam topik perbincangan ini. Meskipun tidak membuat tweet yang mengandung kata kunci, akun @AryaSinulingga masuk ke jajaran Top People. Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir juga menjadi tokoh yang paling banyak disebut oleh warganet. Arya adalah stafsus Kementerian BUMN yang menyangkal keberadaan kartu kredit tersebut. Polemik bahkan merembet ke Erick Thohir sebagai pemimpin kementerian tersebut. Dan tentu saja hingga berujung ke Presiden Joko Widodo yang selama ini dianggap sebagai “orangnya” Ahok.

Perbedaan sudut pandang dalam menanggapi wacana ini ternyata lebih dalam lagi. Dari pemantauan Social Network Analysis ditemukan bahwa terdapat kubu yang sama sekali berbeda meski berbicara satu topik. Bagi mereka yang percaya dengan narasi yang bersifat netral, kuncian jejaring sosial berada di akun @TeddyGusnaedi dan @gwk555. Sedangkan bagi mereka yang tidak suka dengan Ahok cenderung me-retweet twit milik @DonAdam68, @geloraco, @ekowboy2, dan yang lainnya.

Sekiranya Basuki “Ahok” Purnama sadar betul bahwa banyak pihak yang tidak suka pada dirinya. Sehingga setiap kebijakan yang ia lakukan akan mendapat tentangan hingga cibiran publik. Twitter menjadi salah satu ruang yang kerap dijadikan pertarungan antara siapa mendukung siapa. Membaca perbincangan tentang polemik penghapusan kartu kredit direksi PT Pertamina dapat memberi gambaran peta dukungan publik terhadap sosok Ahok.

Kebaruan Windows 11 dari Penyambutan Warganet

Kabar rilisnya Windows 11 telah menjadi topik perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bocoran tampilan interface Windows 11 telah banyak beredar di internet padahal pihak Microsoft belum resmi mengumumkannya. Pada gambar diperlihatkan posisi ikon taskbar Windows 11 berada di posisi tengah. Alih-alih gambar tampilan interface berbeda dengan Windows sebelumnya yakni Windows 10, kebaruan ini membuat masyarakat semakin penasaran hingga terus menggemakan tweets berkenaan dengan Windows 11 pada 17 Juni 2021 kemarin.

sumber: https://cdn.statically.io/img/langgam.id

Windows merupakan sistem operasi hasil pengembangan produk dari perusahaan Microsoft. Perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Washington, Amerika Serikat ini didirikan sejak 1975 oleh Bill Gates dan Paul Allen. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang pembuatan, pengembangan produk dan jasa komputer. Produk sistem operasi pertama pengembangan dari perusahaan ini adalah Microsoft Windows. Kemudian seiring berjalannya waktu, sistem operasi Microsoft Windows terus mengalami perkembangan hingga sampai pada titik sekarang yakni hadirnya Windows 11. 

Penasaran dengan sambutan masyarakat yang diwakili oleh warganet Twitter, Media Monitoring Netray tertarik melakukan pemantauan terhadap topik ini. Seperti apa tanggapan warganet terkait kabar rilisnya Windows 11? 

Wacana rilisnya Windows 11 diperbincangkan sebanyak 1,759 tweets. Persebaran topik ini mencapai jangkauan yang luas, namun sedikit menarik interaksi murni dari warganet. Hal ini terlihat dari angka potential reach yang didapat oleh topik ini lebih tinggi daripada angka impresinya.

Selama sepekan pemantauan pada 15-21 Juni 2021, alur perbincangan terkait topik cukup fluktuatif. Persebaran grafik memperlihatkan awal lonjakan perbincangan terjadi pada 17 Juni hingga puncak keramaiannya terjadi pada 18 Juni. Kemudian, rendahnya intensitas ketertarikan warganet dalam memperbincangkan Windows 11, dapat terlihat dari gambar grafik di atas, dimana mayoritas pembahasan didominasi oleh tweets bersentimen netral. Seperti apa garis besar perbincangan tersebut? 

Berdasarkan gambar Top Words di atas, secara garis besar perbincangan warganet ialah seputar rasa penasaran terkait tampilan pembaruan Windows 11. Hal itu terlihat dari jajaran utama kata dengan ukuran besar didominasi oleh kata windows, laptop, update, dan tampilan.

Tweet Populer dan Oldest

Untuk mengetahui seperti apa antusias warganet dalam memperbincangkan topik, dapat dilihat melalui fitur tweet populer dan tweet oldest berikut ini.

Ramainya pembahasan Windows 11 di Twitter bermula dari tweets akun @XavierNaxa. Akun tersebut menuliskan tweet berupa informasi seputar Windows 11 yang dirancang dapat support update windows 7, dan 8 yang berlinsensi. Melalui akun Twitternya, @XavierNaxa juga menuliskan beberapa bocoran terkait tampilan Windows 11 yang menyerupai tampilan sistem operasi Mac Os. Sontak hal tersebut memicu rasa penasaran netizen lainnya hingga turut serta bereksplorasi terkait bocoran tampilan Windows 11 tersebut. 

Pembahasan tersebut semakin ramai menjadi sorotan hingga banyak menuai interaksi dari warganet. Hal itu dapat terlihat dari sisi gambar bagian kanan yakni tweets by populer. Pada tweet populer, cuitan yang paling banyak disorot berasal dari akun yang sama yakni @XavierNaxa. Selain cuitan dari Xavier, terdapat pula cuitan dari akun penggiat teknologi seperti @tech_lagi. Beberapa akun tersebut menuliskan impresi tentang tampilan Windows 11 yang dinilai memiliki banyak perubahan daripada Windows pendahulunya. 

Desain User Interface Windows 11, Seperti Mac Os milik Apple? 

Impresi yang paling banyak diperbincangkan ialah seputar tampilan antarmuka Windows 11. Salah satu tanda yang disebutkan warganet memiliki kesamaan dengan sistem operasi Mac Os Apple yakni dilihat dari segi penempatan ikon taskbar

Seperti kita ketahui bahwa tampilan awal Windows mayoritas ikon taskbarnya berada di rata kiri. Namun, pada tampilan Windows 11 kini ikon taskbar berada pada rata tengah. Windows 11 membawa kebaruan dari segi desain antarmuka tampilannya, namun kebaruan tersebut justru dinilai oleh warganet menyerupai sistem operasi Mac Os. Hal itu dapat dilihat dari pernyataan warganet bahwa pada ujungnya semua akan mengacu pada Mac Os Apple. 

Sambutan Positif Warganet untuk Windows 11

Selain menanggapi tentang tampilan awalnya, warganet juga menyambut baik hadirnya Windows 11 ini. Rasa penasaran terkait fitur kebaruan apa yang dihadirkan oleh Windows 11, membuat komentar warganet menggema dengan cuitan bersentimen positif. 

Sambutan positif warganet datang dari rasa ketertarikan dan penasaran terkait fitur sistem operasi kebaruan dari Windows 11. Beberapa warganet mengungkapkan rasa ketidaksabaran untuk update karena tampilan Windows 11 dirasa lebih fresh. Lalu, sebagian lain berpendapat untuk melakukan update setelah Microsoft resmi mengumumkan perilisannya.

Sentimen Negatif Windows 11 

Kabar kemunculan Windows 11 selain mendapat sambutan positif juga memperoleh sambutan negatif dari warganet. 

Sumbangan negatif datang dari kekhawatiran warganet yang merasa perangkat komputernya tidak mampu menerima pembaharuan sistem. Ukuran sistem operasi Windows 11 yang dinilai besar takut tidak dapat dijangkau oleh perangkat komputer dengan seri lama. 

Top Akun Topik Windows 11

Akun by Populer
Akun by Count

Dalam gambar jajaran Top Akun di atas, terlihat beberapa akun dengan platform yang mencapai jangkauan luas seperti akun @XavierNaxa dan @tech_lagi. Akun tersebut merupakan akun yang paling sering menyoroti topik rilisnya Windows 11. Gambar bagian sisi kiri merupakan susunan akun berdasarkan popularitas yakni akun-akun yang paling sering menarik interaksi warganet. Sedangkan gambar bagian kanan merupakan akun-akun yang paling sering menuliskan tweet seputar topik. 

Penutup 

Kemunculan Windows 11 sebelum perilisan resminya membuat penasaran warganet. Mulai dari tampilan user interface yang dinilai lebih fresh dan menyerupai Mac Os hingga simpang siur ukuran sistem operasinya. Tidak sedikit warganet yang tertarik dengan tampilan yang ditawarkan oleh Microsoft pada Windows 11 kali ini. Tetapi sebagian lainnya, merasa ukuran Windows 11 terlalu besar sehingga ditakutkan akan mempengaruhi kinerja perangkat komputer. Namun warganet tetap menunggu perilisan resmi dari pihak Microsoft.  Demikian analisis Netray.  

Pungli Tak Hanya Identik dengan Premanisme

Praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme sepertinya telah mengakar menjadi bagian dari budaya negatif bangsa Indonesia. Fenomena ini semacam penyakit yang ada dalam masyarakat, di mana kekuasaan dan dominasi disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. Apabila merunut ke belakang, praktik pungli sejatinya telah berlaku sejak masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, pemerintah Belanda meminta upeti kepada petani dan rakyat pribumi. Dari tahun ke tahun, pemerintah Indonesia tengah berupaya membasmi praktik pungli dan premanisme. Pada Oktober 2016 Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli demi melancarkan upaya tersebut. Namun, praktik ini diam-diam masih melenggang di tengah-tengah masyarakat. Bahkan baru-baru ini pungli kembali menjadi sorotan usai Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri untuk memberantas para pemalak di pelabuhanTanjung Priok, Jakarta.

Kunjungan Jokowi ke pelabuhan Tanjung Priok merupakan respons atas viralnya video aduan sopir truk kontainer terkait kemacetan yang terjadi di depo Fortune, New Priok Container Terminal One (NCPT 1) dan Dwipa akibat adanya pungli di wilayah tersebut. Jokowi mencoba membuka diskusi kepada sopir truk untuk mengetahui duduk persoalan secara jelas pada 10 Juni 2021 sebelum akhirnya memutuskan untuk memerintahkan Kapolri menyelesaikan masalah ini. Tindakan spontan dan tegas Jokowi tersebut mendapat sambutan positif di masyarakat. Meskipun demikian, bukan berarti permasalahan pungli selesai begitu Kapolri mengiyakan perintah presiden. Pungli dan premanisme tetap bergulir di sejumlah daerah dengan beragam modus.

Media dalam Mengawal Praktik Pungli dan Premanisme

Untuk mengetahui apa saja yang terangkum dalam pemberitaan media selama sepekan setelah ramainya kasus pungli di Tanjung Priok, Netray memantau pemberitaan terkait topik pungli dan premanisme di media berita daring dan media sosial. Berikut hasil pantauannya.

Selama sepekan terakhir, terhitung dari tanggal 14-20 Juni 2021, Netray menemukan 408 artikel dari 91 portal media yang membahas topik seputar pungli dan premanisme. Dengan dominasi sentimen negatif, pemberitaan topik ini dibahas paling banyak dari segi Hukum dan Pemerintahan. Nama Joko Widodo dan jajaran petinggi kepolisian masuk dalam deretan Top Person. Sementara di bagian Top Facilities, dapat kita lihat Pelabuhan Tanjung Priok menempati urutan pertama sebagai tempat yang paling banyak disoroti dalam kejadian pungli dan premanisme sepekan ke belakang.

Selain wilayah DKI Jakarta khususnya Tanjung Priok, Jakarta Utara yang tengah hangat disorot, praktik pungli dan premanisme juga banyak ditemukan di Banten, Jawa Timur, Sulawei Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan beberapa wilayah lain yang dapat dilihat dari daftar Top Location di atas. Ini membuktikan bahwa setiap harinya media tak pernah surut memberitakan sejumlah kejadian pungli dan premanisme di berbagai wilayah di Indonesia.

Adapun beragam modus operandi yang kerap dijalankan oleh para pelaku di antaranya mulai dari memungut uang parkir, menjual air mineral, jasa pengamanan, pemalsuan tiket online di pelabuhan, menaikkan harga tiket wisata, hingga terang-terangan melakukan pemungutan baik di pasar, pelabuhan, maupun di tempat-tempat tertentu yang diorganisir oleh sekelompok preman.

Bahkan, praktik pungutan ilegal juga dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kuasa lebih tinggi secara jabatan sehingga memanfaatkan wewenang dengan kesempatan yang ada. Seperti yang dilakukan oleh oknum pns yang mengambil pungli pada bantuan UMKM atau mantan Kadis Pendidikan Samosir yang diduga pungli dengan dalih uang cinderamata dalam artikel di atas.

Pungli Tak Hanya Identik dengan Premanisme, Warganet Soroti Aparat Penegak Hukum dan Pejabat Publik

Tak hanya itu, Media Monitoring Netray juga kerap menemukan laporan warganet atas peristiwa-peristiwa pungli yang melibatkan oknum kepolisian atau pejabat publik. Perbincangan seputar topik pungli di Twitter mencapai angka 9 ribu tweet selama sepekan terakhir dengan dominasi sentimen negatif. Intensitas perbincangan terlihat fluktuatif dengan adanya lonjakan pada 17 hingga 18 Juni 2021.

Apabila pekan sebelumnya (8-14 Juni) pungli menjadi sorotan lantaran mencuatnya praktik tersebut di pelabuhan Tanjung Priok yang kemudian ditindaklanjuti oleh Jokowi dan Kapolri, pada pekan ini warganet menyoroti sosok Benny Eduward. Benny merupakan salah satu pengkritik praktik pungli dan sempat gencar mendokumentasikan praktik-praktik pungutan ilegal yang dilakukan oleh sejumlah oknum aparat di YouTube. Namun, karena salah satu videonya tersebut, ia harus mendekam di penjara selama 8 bulan dengan menyandang vonis pelanggar UU ITE.

This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-from-2021-06-21-23-42-29.png

Di tengah tingginya antusias publik terhadap pemberantasan praktik pungutan liar yang digalakkan oleh Jokowi, warganet justru dibuat heran. Bertajuk MataNajwaSerbaPungli, warganet seolah diajak membuka mata bahwa praktik pungli yang telah mengakar di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh preman atau mereka yang memiliki kuasa secara fisik. Oknum-oknum aparat yang merupakan penegak hukum pun tak luput dari praktik tersebut. Berikut sejumlah cerita yang dibagikan warganet ketika menanggapi kasus pungli di lingkungan aparat dan pejabat pelayanan publik.

Berdasarkan apa yang ditemukan Netray baik dari media pemberitaan maupun media sosial Twitter, praktik pungli tak hanya identik dengan premanisme yang memungut uang ribuan hingga puluhan ribu dengan kuasa fisik yang dimilikinya. Praktik pungutan ilegal nyatanya juga kerap ditemui di wilayah pemerintahan, mulai dari oknum pejabat pelayanan publik, ASN, bahkan pihak penegak hukum dengan dalih kuasa jabatan yang dimilikinya. Dampak buruk pungli yang dilakukan premanisme setidaknya adalah ancaman keamanan fisik, sementara dampak yang sering diperoleh masyarakat ketika menghadapi pungli di lingkungan pelayanan publik adalah dipersulit atau tidak dilayani sama sekali.

Demikian pantauan Netray, semoga penyakit sosial masyarakat ini perlahan-lahan dapat disembuhkan. Dengan adanya alur birokrasi yang pendek dan jelas, penegakan hukum yang tegas, dan integritas yang tinggi dari tiap-tiap pimpinan bukan tidak mungkin hal tersebut dapat tercapai.

Warganet Heboh Ronaldo Geser Coca-Cola Sebabkan Kerugian Rp 57 Triliun

Belum lama ini media sosial dihebohkan dengan Critiano Ronaldo yang menggeser dua botol Coca-Cola saat press conference jelang laga timnya melawan Hongaria, Senin 14 Juni 2021. Bintang sepak bola tersebut mengganti dua botol minuman berkarbonasi tersebut dengan air mineral. Tindakan CR7 tersebut pun terekam jelas oleh para wartawan yang kemudian beredar luas di masyarakat. Sontak, hal tersebut menjadi perbincangan hangat di jagat maya, termasuk Twitter. Lalu, seperti apakah tanggapan warganet Indonesia terkait insiden tersebut? Simak hasil pantauan Media Monitoring Netray berikut ini.

Coca-cola

Netray memantau perbincangan terkait topik ini di media sosial Twitter sejak 13 Juni 2021 sampai dengan 18 Juni 2021. Selama periode tersebut ditemukan 1,673 tweets dengan didominasi oleh tweet bersentimen negatif. Adapun jumlah impresi pada topik ini mencapai 1.2 juta dengan potensi jangkauan sebesar 30.5 juta. Jumlah tersebut menunjukkan topik ini cukup meraih perhatian dari warganet.

Melalui grafik di atas dapat diamati intensitas perbincangan warganet yang memuncak sejak 16 Juni 2021 dan terus meningkat hingga 18 Juni 2021. Aksi yang terekam dalam video yang beredar menunjukkan bintang lapangan hijau tersebut tiba dan mengamati sekitar sambil membenahi kursi yang akan ditempatinya. Kemudian sorotan matanya teralih melihat dua botol Coca-Cola yang ada di hadapannya. Ronaldo pun menggeser dua botol minuman tersebut dan mengangkat botol minuman air mineral. Padahal Coca-Cola merupakan sponsor dari pelaksanaan Euro 2020 tersebut.

Melalui Top Words di atas terlihat beberapa kosakata terkait topik ini, seperti menyingkirkan, saham, anjlok, geser, rugi, dan beberapa kosakata lainnya. Sebagai pesepak bola yang memiliki ketenaran, aksinya tersebut langsung mengakibatkan anjloknya saham Coca-Cola.

Ronaldo Geser Botol Coca-Cola, Wargnet: Bangrut dah Coca-Cola

Tak main-main aksi pesepak bola 36 tahun tersebut pun menyebabkan turunnya saham Coca-Cola sebesar 57 Triliun. Dalam aksinya tersebut seolah Ronaldo mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi air mineral bukan minuman bersoda, seperti Coca-Cola dan sejenisnya. Lalu seperti apa impresi warganet terkait topik ini?

Beragam tanggapan pun didapatkan dari aksinya tersebut, tidak sedikit warganet yang guyon Coca-Cola merugi akibat aksi tersebut dan menilai Coca-Cola tidak akan lagi memberikan sponsor. Bukan tanpa sebab, aksi dari bintang dunia sepak bola tersebut juga merupakan edukasi untuk masyarakat. Sebagai pesepak bola Ronaldo pun harus menjalani gaya hidup yang sehat untuk menjaga stamina dan fisik yang bugar. Baginya mengkonsumsi minuman berkarbonasi dan bersoda tersebut bukanlah gaya hidup yang sehat. Menariknya, aksinya tersebut juga diikuti oleh pemain lainnya seperti Manuel Locatelli yang melakukan aksi serupa.

Dari Ronaldo Hingga Andriy Yarmolenko Geser Minuman Jadi Tren

Dimulai dari Ronaldo yang sebabkan kehebohan dari aksinya menggeser dua botol Coca-Cola aksi serupa juga datang dari pemain lainnya, seperti Manuel Locatelli hingga Kapten timnas Ukraina Andriy Yarmolenko. Kini tak hanya Coca-Cola, Kapten timnas Ukrainda tersebut juga menggeser Heineken. Tak main-main kedua brand tersebut merupakan sponsor utama pelaksaan Euro 2020 yang justru mendapat penolakan dari para pemain yang berasal dari berbagai negara. Mereka yang melakukan aksi tersebut seolah memberikan pesan kepada masyarakat untuk menjalani gaya hidup yang sehat, salah satunya dengan tidak mengkonsumsi minuman yang memiliki kandungan gula yang tinggi.

Minuman yang telah beredar luas dan dikonsumsi masyarakat dari berbagai belahan dunia tersebut agaknya cukup sulit dijauhkan dari gaya hidup masyarakat. Bagaimana tidak, minuman bersoda satu ini bahkan telah diperkenalkan sejak tahun1886. Mudah didapatkan dan rasanya yang enak menjadi salah satu alasan masyarakat untuk mengkonsumsi minuman berkarbonasi ini. Bahkan salah satu warganet mengaku meminum minuman bersoda ini setiap hari.

Pada kategori Top Accounts terlihat akun @SiaranBolaLive menempati urutan teratas kategori tersebut diikuti oleh beberapa akun lainnya seperti @FaktaSepakbola yang juga turut memperbincangkan topik ini. Sementara pada kategori Top People terlihat nama Presiden Joko Widodo justru menempati urutan teratas topik ini. Mengapa namanya Presiden RI justru menempati urutan teratas? Seperti terlihat pada gambar berikutnya, nama Joko Widodo turut dikaitkan oleh warganet dengan topik Coca-Cola yang merugi akibat aksi Ronaldo dan mendapatkan impresi yang tinggi dari warganet lainnya yang turut me-retweet, menyukai, dan juga mengomentari tweet tersebut.

Aksi CR7 dan rekan-rekannya yang turut menggeser botol minuman bersoda dan beer di ajang Euro 2020 seolah menjadi pengingat untuk masyarakat agar menjalankan gaya hidup yang sehat. Sebagai ajang turnamen keolahragaan dunia mereka seolah memberi pesan bahwa minuman tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi. Meski akhirnya aksi tersebut berbuntut panjang dan mendapat berbagai tanggapan dari warganet bahkan anjloknya saham Coca-Cola disebut sebagai Ronaldo efek.

Demikian hasil pantauan Netray, simak informasi lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Layanan Makanan Pesan-Antar Shopee Food Mulai Dilirik

Hei sobat food lovers, sudah tau dong sekarang ada mitra layanan makanan pesan antar terbaru?! Yaps, Shopee Food dari si jaket orange. Ternyata, e-commerce Shopee Indonesia kini telah resmi merekrut mitra driver untuk layanan ini lho. Waahh, pasti banyak promo menarik yang ditawarkan nih. Penasaran dengan antusias warganet terkait layanan makanan pesan antar terbaru ini, Netray mencoba memantaunya dalam periode sepekan ini. Yuk simak hasil infografiknya!

Peresmian driver ShopeeFood ini ternyata turut mencuri perhatian pecinta kuliner layanan antar jemput. Dari hasil pantauan Media Monitoring Netray, dalam sepekan terakhir dengan kata kunci shopee && food ditemukan lebih dari seribu tweet dengan impresi mencapai 111 ribu. Seperti apa sih perbincangan warganet tentang layanan baru ini.

Shopee Food Banjir Promo

Meski telah resmi dikenalkan lewat akun YouTube Shopee Indonesia sejak 10 Januari 2021, namun baru akhir-akhir ini ShopeeFood mendapat perhatian dari warganet Twitter hingga mendulang sebanyak 700 ribu lebih tweet per hari. Promo besar-besaran yang ditawarkan ShopeeFood ternyata menjadi incaran para food lovers. 

Promo BTS Meal Jadi Incaran

Menu kolaborasi antara McDonald’s Indonesia dan BTS yang dirilis hari Rabu, 9 Juni 2021 tengah menjadi incaran food lovers. Hal ini terbukti dari beberapa cuitan warganet yang merasa beruntung mendapatkan menu spesial ini dari mitra ShopeeFood. Selain mendapatkan pelayanan yang memuaskan, warganet merasa gembira karena telah mendapatkan diskon besar-besaran.

Ada pujian maka ada pula kritikan. Di balik hebohnya promo yang digaungkan oleh ShopeeFood terdapat beberapa keluhan yang dirasakan customer terhadap layanan ini. Mulai dari sulitnya mendapatkan driver hingga susahnya akses layanan tersebut. 

Wah, layanan makanan pesan-antar dewasa ini makin banyak aja yaa gais! Gimana nih, kamu udah mencoba layanan ShopeeFood ini atau masih bermitra dengan si jaket hijau?

Masa Tahanan Pinangki Dipotong, Warganet Heran dengan Nalar Penegak Hukum

0

Menjelang akhir tahun 2020 lalu, publik dalam negeri dihebohkan dengan kasus suap yang menyeret sosok jaksa bernama Pinangki Sirna Malasari sebagai terpidana. Pinangki akhirnya mendapat vonis kurungan selama 10 tahun karena menerima suap dari terpidana Djoko Tjandra ketika masih menjadi buronan kepolisian Republik Indonesia. Kasus ini menjadi semakin runyam ketika terjadi kebakaran di gedung Kejaksaan Agung karena banyak barang bukti dan dokumen yang tersimpan di dalamnya.

Kali ini nama Pinangki kembali menjadi sorotan publik karena mendapat potongan masa hukuman sebanyak 6 tahun penjara. Dengan begitu masa tahanan yang harus dijalani oleh Pinangki tersisa 4 tahun saja. Alasan majelis hakim adalah karena Pinangki merupakan seorang perempuan dan saat ini sedang merawat anak balita. Publik tentu dibuat heran dengan keputusan ini. Mereka lantas meramaikan percakapan di linimasa Twitter.

Netray Media Monitoring ingin melihat bagaimana berjalannya perbincangan tersebut. Seperti apa pendapat umum warganet Twitter menanggapi keputusan pengurangan masa tahanan Pinangki? Pendapat siapa yang paling banyak direspons oleh warganet? Apakah ada sudut pandang spesifik dalam melihat kasus ini? Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, Media Monitoring Netray melakukan pemantauan dan hasilnya bisa disimak di bawah ini.

Statistik Pemantauan Topik Perbincangan Pemotongan Masa Tahanan Pinangki

Untuk memantau wajah perbincangan warganet di linimasa, Netray menggunakan kata kunci pinangki dan penegak hukum. Pemantauan dilakukan selama sepekan ke belakang, yakni pada periode 10 Juni hingga 16 Juni 2021. Dari sana didapatkan sejumlah data statistik dengan rincian sebagai berikut.

Kata kunci pinangki tentu saja untuk mengumpulkan perbincangan warganet yang menyebut nama jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam tweet mereka. Dari sini dapat terlihat bagaimana sosok tersebut di mata warganet. Sedangkan kata kunci penegak hukum adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap lembaga yang bersangkutan. Pengurangan masa tahanan untuk terpidana kasus suap tentu menjadi preseden buruk bagi citra penegak hukum di Indonesia.

Hingga pukul empat sore di tanggal 16 Juni kemarin, tweet yang diunggah warganet Twitter terpantau pada hari itu sebanyak 16.088 kali. Ada kemungkinan masih akan bertambah lagi menjelang pukul 12 tengah malam. Perbincangan seputar masa tahanan Pinangki oleh warganet di linimasa Twitter mulai meningkat pada tanggal 14 Juni pukul 10 pagi WIB. Hanya saja topik pembicaraan warganet belum mengarah ke keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 

Warganet masih menyoroti masalah penegakan hukum di Indonesia setelah kasus pemecatan sejumlah komisioner KPK melalui instrumen Tes Wawasan Kebangsaan. Topik perbincangan ini memunculkan nama ketua KPK Firli Bahuri sebagai tokoh sentral yang dibicarakan. Baru pukul 1 siang informasi keputusan pengadilan terhadap Pinangki mulai beredar di ranah publik.

Secara keseluruhan, pemantauan topik perbincangan ini menghasilkan 18,4 juta kali interaksi dalam bentuk reply, retweet, dan favorites. Dengan angka sebesar ini, isu pengurangan masa tahanan terpidana Pinangki bisa digolongkan sebagai isu nasional. Ditambah lagi kata kunci tersebut secara potensial dapat menjangkau 110,8 juta akun Twitter berbahasa Indonesia.

Sama sekali bukan hal yang mengejutkan apabila sentimen terhadap topik pemantauan dikuasai sentimen negatif. 10.507 tweet warganet terindeks ditulis dengan sentimen negatif. Sedangkan tweet dengan sentimen positif hanya berjumlah 1.140 tweet saja. Dibutuhkan penelusuran lebih dalam lagi guna melihat seperti apa intensi dan sudut pandang tweet dari masing-masing sentimen.

Menelusuri Komplain Warganet atas Keputusan Pengurangan Masa Tahanan Pinangki

Dari pemaparan data statistik di bab sebelumnya, terlihat sebuah fakta bahwa sentimen negatif mendominasi perbincangan. Sebagian besar tweet bersentimen negatif biasanya akan mengandung sebuah elemen spesifik yakni komplain. Netray memiliki fitur yang merangkum kata-kata komplain ke dalam satu tabel. Fitur ini sangat membantu dalam menelusuri maksud dan sudut pandang warganet.

Kata atau frase seperti “tdk (tidak) adil”, “Merusak akal”,  “melanggar hukum”, hingga “dihukum lebih berat” berseliweran di linimasa selama pemantauan. Setiap kata atau frase tersebut mewakili konteks tertentu dalam topik perbincangan. Melalui cuitan yang mengandung kata atau frase “tdk adil”, akun @PutraWadapi menyumbang banyak impresi terhadap komplain tersebut.

Bentuk komplain selanjutnya adalah frase “merusak akal”. Akun @maspiyuaja dan @rosunWONG merupakan akun yang mendapat impresi tertinggi untuk komplain ini. Bagi mereka, pengurangan masa hukuman Jaksa Pinangki hingga enam tahun sudah merusak akal sehat. Justru ia harus dihukum berat karena notabene merupakan seorang penegak hukum.

Contoh komplain terakhir dari pemantauan ini yaitu “melanggar hukum”. Komplain ini merupakan bentuk rasa kecewa mengapa seseorang yang mengerti hukum justru melanggar hukum. Seharusnya mereka mendapat hukuman yang lebih bukan malah dikurangi seperti masa tahanan Pinangki. Akun yang memiliki tweet dengan sudut pandang seperti ini antara lain @yusuf_dumdum dan @HukumDan. Tentu saja masih ada bentuk komplain lain yang tidak dijadikan sampel di sini.

SNA Aduan Komplain Melalui Sentimen Negatif

Lantas kemana komplain tersebut dialamatkan? Agar mendapat gambaran ini, Netray menggunakan fitur Social Network Analysis. Fitur tersebut dapat digunakan untuk melihat siapa saja sosok yang paling banyak mendapat interaksi dari warganet. Interaksi yang dimaksud dalam pemantauan topik perbincangan kali ini adalah penggunaan mention kala membuat tweet.

pinangki

Bisa disimak dari grafik diatas bahwa akun milik Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di @momahfudmd merupakan akun yang paling banyak mendapat mention dengan sentimen negatif. Komplain melalui sentimen negatif juga dialamatkan ke akun resmi Mahkamah Agung di @MahkamahAgung. Sedangkan kantor tempat Mahfud bekerja di @Kemenkumham_RI mendapat mention yang cukup berimbang antara sentimen negatif dan netral. Termasuk akun Presiden Joko Widodo di @jokowi.

Episentrum Perbincangan, Mereka yang Paling Didengar dalam Kasus Pinangki

Yang belum terjawab dari analisis sebelumnya adalah pertanyaan siapa saja akun yang mendapat impresi tertinggi, atau akun mana yang menjadi episentrum perbincangan tentang keputusan pengurangan masa tahanan pinangki. Fitur Netray untuk mencari jawaban atas pertanyaan ini adalah Top Accounts. Dari grafik tersebut akan terlihat ranking 10 besar akun dengan interaksi tertinggi dengan warganet.

Menempati puncak interaksi adalah akun @fullmoonfolks milik Bhagavad Sambadha. Dalam kicauannya, ia juga sepakat seharusnya hukuman untuk Pinangki diperberat. Keputusan untuk mengurangi masa tahanan justru seperti meledek nalar publik. Apalagi dengan alasan Pinangki adalah seorang perempuan. Penambahan hukuman seharusnya lebih masuk akal mengingat sosoknya sebagai penegak hukum.

Akun kedua tertinggi dalam grafik ini adalah @HukumDan yang menyebutkan latar belakang Pinangki dan mengapa ia diberikan keringanan hukuman. Jika memang konsisten, mengapa pada saat kasus korupsi yang menimpa Siti Fadilah tidak diberikan keringan yang sama. Padahal mungkin sama-sama seorang ibu. Lantas apakah jaksa penuntut Pinangki juga akan melakukan banding atas putusan ini seperti pada persidangan Rizieq Shihab? Jika memang tujuannya menegakkan keadilan seharusnya langkah-langkah hukum semacam ini yang dipertunjukkan.

Sebagai sampel terakhir akun dengan interaksi tertinggi adalah akun @SiAndi_. Meskipun akun ini tidak menempati Top Accounts, @SiAndi_ justru berada di posisi teratas grafik Top People. Yang artinya akun ini menjadi figur yang paling banyak mendapat mention dari warganet. Akun ini membandingkan sejumlah vonis hakim untuk beberapa kasus terbaru, termasuk pengurangan masa tahanan Pinangki. Lantas dengan sarkas ia menyebutkan bahwa kasus semacam ini hanya terjadi di NKRI yang berlandaskan Pancasila.

Bersambung ke grafik Top People, Netray melihat ada sejumlah nama orang yang sama sekali baru muncul di sini. Antara lain adalah “Muhammad Yusuf Hakim” dan “HRS” yang merujuk kepada sosok Rizieq Shihab. Setelah ditelisik Muhammad Yusuf Hakim adalah hakim yang memberi vonis pemotongan masa tahanan untuk terpidana Pinangki. Warganet bergerak untuk memberi informasi ke publik siapa gerangan hakim tersebut.

Nama Rizieq Shihab juga disebut-sebut dalam kasus ini, meski tidak ada kasus suap atau korupsi yang menimpanya. Rizieq juga tidak memiliki hubungan khusus dengan Pinangki. Warganet hanya membanding-bandingkan proses pengadilan Rizieq Shihab dengan Pinangki. Dan merasa apa yang didapatkan Rizieq tidak adil dengan apa yang didapatkan Pinangki. Kebetulan saja saat ini proses pengadilan Rizieq sedang berjalan pula.

Mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari, seperti terpidana hukum lainnya, memang layak mendapat keringanan atau pemotongan masa tahanan. Terutama apabila terpidana terbukti berkooperasi dengan proses persidangan sehingga keadilan dapat ditemukan. Kondisi sosial juga kerap menjadi faktor penentu vonis masa hukuman. Tetapi rasa adil dan akal sehat tetap harus menjadi pedoman pemberian vonis. Dan kasus ini sama sekali di luar nalar sehat insan hukum Indonesia.