-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Pantauan Gelombang Aksi #Reformasi Dikorupsi

Beberapa waktu belakangan kondisi di Indonesia tengah tidak kondusif. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai persoalan dan penolakan berbagai RUU yang dianggap tidak sesuai dengan asas demokrasi. Terlebih setelah disahkannya RUU KPK yang dianggap justru akan melemahkan KPK. Masyarakat yang kecewa akan pengesahan tersebut lantas kemudian melakukan aksi di depan gedung KPK. Tidak lama setelah pengesahan tersebut lantas muncul Rancangan KUHP dengan pasal-pasal yang dianggap kontroversial. Selain kedua Undang-Undang tersebut terdapat permasalahan lain yang juga begitu mendesak, seperti konflik HAM di Papua dan juga Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang telah berlangsung lama. Berbagai persoalan tersebut akhirnya menyebabkan masyarakat menggugat dengan berbagai aksi, baik bersuara melalui media sosial hingga aksi langsung turun ke jalan. Masyarakat menilai pemerintah tidak mendengar suara rakyat hingga menganggap reformasi telah dikorupsi dan melayangkan pernyataan bahwa Mosi tidak percaya. Berikut pantauan Netray terkait tagar #ReformasiDikorupsi yang sempat menjadi trending beberapa waktu lalu.

Gambar 1. Infografik impression, potencial reach, gender, dan device Melalui pantauan Netray pada tanggal 19 September-01 Oktober 2019 penggunaan tagar tersebut menjangkau sebanyak 848,9 ribu akun dan dilihat sebanyak 85,8 juta kali. Tagar tersebut lebih banyak dicuitkan akun dengan gender laki-laki dibanding perempuan dan penggunaan mobile lebih dominan dibanding penggunaan web.

Gambar 2. Infografik jumlah cuitan dan sentimen Netray menemukan sebanyak 21.581 cuitan terkait tagar tersebut dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif. Tagar tersebut memuncak pada tanggal 24 September 2019, diketahui pada tanggal 23 terjadi aksi mahasiswa di Yogyakarta dengan tagar #GejayanMemanggil yang kemudian disusul aksi di Jakarta depan gedung DPR RI pada tanggal 24 September 2019. Seminggu pasca aksi tersebut kemudian mahasiswa kembali menggelar aksi serupa pada tanggal 30 September 2019.
Aksi Tanggal 19 September 2019

Gambar 3. Pantauan Data Pada Tanggal 19 September 2019 Pada tanggal 19 September 2019 cuitan memuncak pada pukul 10:00-11:00. Terlihat beberapa cuitan penolakan warganet terkait RUU KPK dan RKUHP hingga memunculkan petisi untuk ditandatangani. Melalui word cloud dapat diketahui kata reformasi dikorupsi dan petisi tolak RUU mencuat sedangkan akun yang paling banyak ditandai oleh warganet adalah akun Jokowi.
Pada tanggal tersebut diketahui terjadi aksi oleh sejumlah mahasiswa di depan gedung DPR RI yang menuntut dibatalkannya RUU bermasalah dan tuntutan persoalan lainnya. Hingga akhirnya terjadi pertemuan antara 28 orang perwakilan mahasiswa dengan Indra Iskandar selaku Sekjen DPR RI. Mahasiswa akhirnya sepakat untuk mengawal sidang paripurna yang akan digelar pada 24 September 2019.
Aksi Tanggal 23 September 2019 Gejayan Memanggil

Gambar 4. Pantauan Data Pada Tanggal 23 September 2019 Aksi penolakan dan tuntutan masyarakat kembali disuarakan, kali ini aksi digelar di Yogyakarta. Aksi tersebut sempat menjadi trending di jagat maya Twitter dengan tagar #GejayanMemanggil. Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Universitas di Yogyakarta. Selain itu, keadaan di Jakarta semakin memanas melalui cuitan yang disampaikan oleh BEM UI 2019 bahwa audiensi dengan perwakilan Komisi III DPR RI diketahui bahwa anggota dewan telah mengabaikan aspirasi dan tuntutan yang diajukan. Hal tersebut kemudian menyebabkan aksi mahasiswa kembali turun ke jalan menuju gedung DPR RI pada tanggal 24 September 2019.
Melalui gambar di atas dapat diketahui beberapa kosa kata yang populer pada tanggal 23 September 2019, kata reformasi dikorupsi masih menjadi top word, dan beberapa kata lain seperti gejayan memanggil, gejayan bergerak, mosi tidak percaya, diperkosa negara, mahasiswa bergerak, dan kosa kata lainnya.
Aksi Tanggal 24 September 2019
Pada tanggal 24 September 2019 aksi mahasiswa kembali digelar di depan gedung DPR RI. Menurut pantauan Netray pada tanggal ini tagar #ReformasiDikorupsi memuncak disebabkan terjadi aksi massa mahasiswa yang ramai dan cuitan warganet dengan tagar tersebut.

Gambar 5. Total Cuitan 24 September 2019 Menurut pantauan Netray pada 24 September 2019 terdapat 5.834 cuitan terkait topik tersebut. Adapun puncak cuitan terjadi pada pukul 17:00-18:00 hal tersebut dikarenakan terjadinya kerusuhan dan hingga malam massa belum membubarkan diri. Berikut hasil pantauan Netray.

Gambar 6. Pantauan Data Tanggal 24 September 2019 Aksi yang terjadi di gedung DPR RI sempat berlangsung ricuh. Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk memukul mundur para demonstran. Hal tersebut menyebabkan bentrok antara aparat dan mahasiswa tidak terhindarkan. Sementara di Twitter warganet terus menyuarakan dukungan dan simpati untuk aksi perlawanan yang digelar oleh mahasiswa. Berikut beberapa cuitan warganet.

Gambar 7. Cuitan Warganet Twitter Aksi Tanggal 30 September 2019

Gambar 8. Pantauan Data Tanggal 30 September 2019 Pada tanggal 30 September 2019 Aksi kembali di gelar oleh mahasiswa di depan gedung DPR dan di jalan Gejayan Yogyakarta. Aksi tersebut tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa melainkan juga pelajar Menengah Atas. Aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa di Yogyakarta sama seperti aksi sebelumnya dengan tagar #GejayanMemanggil2 berlangsung aman dan damai. Berbeda dengan aksi yang digelar di depan gedung DPR RI yang kembali mengalami bentrok antara polisi dan massa demonstrans. Hal tersebut diketahui melalui pantauan Netray di media Twitter. Keadaan semakin tidak kondusif akibat tembakan gas air mata hingga gedung Atma Jaya. Diketahui Atma Jaya menjadi lokasi medis saat aksi berlangsung. Massa sangat menyayangkan aparat menembakkan gas air mata ke lokasi posko medis yang membantu para korban pada saat aksi.

Gambar 9. Cuitan Tanggal 30 September 2019 
Gambar 10. Cuitan Tanggal 01 Oktober 2019 Melalui gambar di atas dapat diketahui beberapa cuitan terkait aksi penyerangan ambulance dan tembakan gas air mata di posko Medis. Selain itu, terdapat juga konfirmasi dari pihak Polda Metro Jaya yang mengatakan tidak bermaksud untuk menembakkan gas air mata ke arah Universitas Atma Jaya.

Gambar 11. Cuitan Tanggal 01 Oktober 2019 Berdasarkan pantauan Netray, hingga tanggal 01 Oktober 2019 pukul 12:00-13:00 warganet Twitter masih membicarakan terkait topik Reformasi Dikorupsi. Hal tersebut dapat diamati melalui gambar di atas. Selain itu, pada tanggal tersebut juga merupakan hari pelantikan Anggota Dewan periode 2019-2024 setelah malam sebelumnya terjadi kerusuhan dan bentrok antara aparat dan mahasiswa.
Sekian pantauan Netray terkait #ReformasiDikorupsi dan beberapa gelombang aksi terkait topik tersebut. Aksi yang menjadi pantauan Netray di atas hanya merupakan beberapa aksi dari sekian aksi yang juga dilakukan di berbagai daerah lain dengan tuntutan yang sama. Dengan harapan tuntutan tersebut didengar oleh pemerintah sehingga tidak ada lagi suatu keputusan pemerintah yang justru merugikan kehidupan masyarakat.
-
Bermula Aksi, Berakhir Tragedi: Pilu Wamena Dirasakan Warganet?

Kejadian memilukan yang dialami saudara-saudara kita di Wamena, Papua masih menjadi kesedihan di penjuru negeri. Kejadian yang mengatasnamakan aksi lalu berujung kerusuhan tersebut merupakan tragedi. Banyak korban jiwa berjatuhan, dihabisi tanpa rasa welas asih kemudian segala fasilitas di bakar habis. Netray, melakukan pantauan reaksi warganet pada sosial media Twitter mengenai aksi di Wamena. Tidak sedikit warganet menanyakan apa sebab yang memantik kejadian aksi tersebut. Penyebab pastinya masih simpang siur, namun di blog sebelumnya sempat memperoleh data dari news mengenai berita yang diduga sebagai penyebab terjadinya aksi.
Pantauan dilakukan dalam rentang waktu 18 September 2019 sampai 30 September 2019. Bertepatan dengan aksi mahasiswa yang menolak pengesahan RUU KUHP atas dasar keresahan mahasiswa dengan kinerja DPR. Oleh sebab itu pantauan dilakukan pada rentang waktu tersebut, karena bersamaan aksi seluruh negeri. Berikut gambar data jumlah cuitan, total penanyangan, persebaran perangkat dan jenis kelamin pengguna.

Gambar 1. Jumlah Cuitan, Total Penayangan, dan Persebaran Perangkat Gambar 1 menjelaskan jumlah cuitan untuk topik aksi Wamena dengan rentang waktu pengambilan data dari 18 September 2019 sampai 30 September 2019 sebanyak 187 ribu cuitan. Persebaran perangkat 83% menggunakan mobile phone dan 17% website, jenis kelamin laki-laki mendominasi dengan jumlah 8.590 sedangkan jenis kelamin perempun sebanyak 2.507. Total penanyangan sebanyak 116 juta kali. Berikut gambar data grafik sentimen cuitan warganet mengenai aksi.

Gambar 2. Grafik Cuitan Warganet 
Gambar 3. Grafik Peak Time Cuitan Warganet Gambar 2 dan 3 merupakan grafik cuitan warganet mengenai aksi Wamena. Gambar 2 terlihat pergerakan grafik memuncak pada 28 dan 29 September 2019. Pergerakan grafik sangat jauh dibandingkan awal tanggal pengambilan data. Total cuitan sebanyak 13.200 bersentimen positif. Gambar 3 memperlihatkan grafik puncak tertinggi pada 29 September 2019. Warganet ramai menuliskan cuitan mulai pukul 8.00 pagi stabil dan puncak cuitan warganet tertinggi pukul 20.00 malam. Total cuitan warganet pada puncak grafik (peak time) tertinggi sebanyak 6.052. Berikut kurva pergerakan cuitan warganet yang didominasi sentimen negatif.

Gambar 4. Kurva Cuitan Warganet Gambar 4 memperlihatkan kurva pergerakan sentimen cuitan warganet mengenai aksi di Wamena. Pada 18 September terlihat pergerakan stabil, kemudian pada 22 September kurva mulai naik dengan garis merah negatif. Kemudian garis menurun dan stabil sampai tanggal 26 September. Kurva mengalami kenaikan pesat mulai 27 September dengan puncak kenaikannya pada 29 September dan 30 September kurva mulai menurun. Seperti terlihat pada gambar, kurva berwarna merah atau negatif mendominasi garis. Cuitan bersentimen negatif warganet sebanyak 5.481 dan sentimen positif sebanyak 2.270 cuitan. Berikut contoh cuitan warganet mengenai aksi pilu di Wamena.

Gambar 5. Cuitan Warganet 
Gambar 6. Cuitan Warganet Gambar 5 salah satu contoh cuitan warganet yang menyuarakan kegelishan dan kepiluan mengenai aksi di Wamena. Cuitan akun @IchwanPS berupa sindiran untuk para petinggi dan pemimpin negeri yang belum mau membuka pembicaraan untuk kasus tragedi di Wamena. Warganet merasakan pilu dengan keprihatinan yang mendalam.
Gambar 6 merupakan cuitan aktivis yang namanya sempat menjadi viral lantaran cuitannya mengenai aksi di Wamena. Aktivis @Dandhy_Laksono menuliskan kegelisahannya bahwa permasalahan di Papua mempunyai akar berbeda dan harus melibatkan negara pada diskusi ruang terbuka. Beberapa cuitan @Dandhy_Laksono dianggap menggiring opini kebencian, oleh sebab itu jurnalis yang juga aktivis tersebut ditangkap Polda Metro Jaya pekan lalu. Selang beberapa waktu yang tidak lama, @Dandhy_Laksono dibebaskan dari Polda Metro Jaya. Terlepas dari semua itu, tidak mencari siapa yang salah atau siapa yang benar. Tulisan @Dandhy_Laksono pada sosial media Twitter merupakan ungkapan kegelisahan atas sikap petinggi pemerintah, seakan diam dan menutup kasus yang terjadi di Wamena.

Gambar 7. Cuitan Warganet 
Gambar 8. Cuitan Warganet Gambar cuitan di atas salah beberapa tulisan mengenai kepiluan yang dirasakan warganet untuk Wamena. Media pemberitaan @TirtoID dan @JamanSulit menuliskan cuitan informasi situasi kejadian di Wamena. Kemudian akun @MuhSujarw4 menuliskan cuitannya berupa ucapan belasungkawa atas kejadian tragedi yang menimpa korban kerusuhan di Wamena yang mayoritasnya perantauan Padang. Korban kerusuhan di Wamena mayoritas adalah masyarakat asal Padang yang merantau mencari nafkah di Wamena. Oleh sebab itu, masyarakat Padang merasa bersedih mendalam atas tragedi yang menimpa sanak saudaranya di Wamena. Berikut gambar data akumulasi frekuensi kata dan top inisiator pada topik Wamena.

Gambar 9. Top Word dan Top Inisiator Gambar 9 merupakan top word atau frekuensi kemunculan kata pada setiap cuitan warganet. Pada gambar tersebut, terlihat bahwa kata “wamena” mempunyai ukuran paling besar daripada lainnya. Kemudian diikuti kata “dukawamena” dan kata “korban”. Kata “wamena” memang ujung topik pembicaraan warganet sehingga kata tersebut berukuran paling besar. Top inisiator yang termasuk dalam cuitan warganet posisi pertama yakni ditempati oleh @R4jaPurwa, lalu diikuti oleh @deawawolumaya dan @AzzamIzzulhaq. Berikut jaringan percakapan yang terbentuk.

Gambar 10. Jaringan Percakapan Jaringan percakapan tersebut paling besar dengan pusatnya @Dahnilanzar. Banyak warganet dalam cuitannya menandai akun @Dahnilanzar. Jaringan lain yang juga ditandai pastinya akun @jokowi sekalu orang nomor satu di Negeri ini, terdapat juga akun @aniesbaswedan, @CNNIndonesia, @DivHumas_Polri dan lain-lain.
Berdasarkan ulasan di atas, aksi yang terjadi di Wamena memang menjadi perhatian sekali. Pasalnya banyak korban jiwa akibat aksi tersebut, dan segala fasilitas rusak. Bahkan bisa dikatakan tragedi karena menghilangkan nyawa orang dengan cara keji. Terlepas dari itu semua, Netray hanya mengungkapkan analisis berdasarkan data yang diperoleh di sosial media Twitter. Turut berduka cita mendalam, dan sedih tiada terkira untuk korban juga segenap warga Wamena, Papua. Semoga segera membaik kondisinya, tidak terjadi lagi aksi serupa, dan tidak ada lagi perpecahan bangsa. Mari saling bahu membahu, bantu membantu untuk memperkokoh bangsa Indonesia. Bersatu padu Indonesia, damai selalu menyertai.
-
Wamena yang Cantik Kini Bersedih, Kenapa?

Seperti diketahui, berita yang sedang hangat mengenai demonstrasi massa mulai memuncak pada 19 September 2019. Sejumlah mahasiswa dari berbagai kota melakukan aksi yang ditujukan kepada DPR. Mereka berangkat atas dasar keresahan mahasiswa mengenai makna reformasi. Aksi tersebut serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Terlepas dari kabar mengenai aksi mahasiswa tersebut, bersamaan terdapat pula aksi yang dilakukan massa di Wamena, Papua. Menurut penjelasan Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja, aksi tersebut dipicu oleh kabar hoaks. Namun sampai sekarang belum pasti juga apa penyebab munculnya aksi tersebut.
Menyikapi kabar yang dimuat oleh beberapa media pemberitaan, Netray melakukan pantauan mengenai aksi yang terjadi di Wamena. Netray, menyoroti mengenai news berita yang berkaitan dengan aksi di Wamena. Pantauan ini dilakukan selama 15 September 2019 sampai 30 September 2019. Berikut data news hasil pantauan Netray mengenai aksi di Wamena yang berujung kerusuhan.

Gambar 1. Total Media Pemberitaan Gambar 1 memperlihatkan hasil dari pantauan Netray mengenai Wamena. Sebanyak 187 total news berita dengan 34 media menyoroti berita aksi di Wamena. Berikut grafik dan kurva pemberitaan mengenai aksi yang menuai kerusuhan di Wamena, Papua.

Gambar 2. Sentimen Grafik dan Kurva Grafik pemberitaan aksi di Wamena mulai tanggal 15 September 2019 sampai 30 September 2019. Gambar tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan grafik sangat jauh tertinggal, tepat pada 23 September 2019 grafik mengalami puncak pemberitaan dengan rincian news sentimen negatif sebanyak 151, sentimen neutral sebanyak 18 news, dan sentimen positif 18 news. Sementara itu pergerakan kurva untuk pemberitaan aksi wamena mengalami pelonjakan. Kurva mulai 15 September 2019 terlihat stabil garis pemberitaannya, namun garis kurva mulai meningkat pada 21 September 2019 dengan puncaknya tertinggi pada 23 September 2019. Garis kurva tertinggi didominasi dengan garis berwarna merah atau negatif karena memang berita didominasi dengan sentimen negatif. Berikut gambar data kata-kata yang sering muncul terkait pemberitaan aksi di Wamena.

Gambar 3. Frekuensi Kemunculan Kata Berdasarkan gambar 3 di atas terlihat bahwa kata “wamena” ukurannya lebih besar daripada kata lainnya. Selanjutnya diikuti kata “aksi” dan “papua”. Ketiga kata tersebut merupakan kata yang sering muncul dengan frekuensi penggunaan terkait pemberitaan mengenai aksi di Wamena, Papua. Berikut akan disajikan gambar data mengenai beberapa fasilitas, orang, dan organisasi yang sering muncul dalam pemberitaan terkait aksi di Wamena.

Gambar 4. Top Person, Organisasi, Fasilitas Gambar 4 menunjukkan beberapa tokoh, organisasi, dan fasilitas yang sering muncul dalam pemberitaan terkait aksi. Netray merangkumnya menjadi top person, top organization, dan top facility. Presiden Jokowi menjadi puncak top person, kemudian untuk organisasi Tentara Nasional Indonesia menjadi yang pertama dalam top organization, dan terakhir kantor Bupati Jayawijaya menjadi pertama dalam top facility diikuti RS Bhayangkara. Gambar data di bawah ini merupakan pemberitaan terakhir yang menjadi puncak grafik aksi Wamena pada 23 September 2019.

Gambar 5. Berita Teratas Pada gambar data tersebut terlihat bahwa pemberitaan dari Tribun News dengan judul “Kantor Bupati Jayawijaya Ikut dibakar Massa” menjadi berita terbaru dalam puncak grafik. Pada puncak grafik berita didominasi dengan berita bersentimen negatif. Namun terdapat pula berita bersentimen positif. Salah satu contoh berita mengenai aksi Wamena dengan sentimen positif.

Gambar 6. Berita Pemicu 
Gambar 7. Berita Positif Seperti sudah disebutkan pada bagian awal pemicu aksi karena tersebarnya berita hoaks. Gambar 6 memperlihatkan bahwa berita yang ditulis portal Kompas memberitakan dengan judul “Kapolda Papua Sebut Kerusuhan di Wamena Dipicu Kabar Hoaks”. Penyebab aksi tersebut karena isu rasis hoaks yang tersebar melalui media sosial.
Gambar 7 memperlihatkan bahwa salah satu portal berita Times Indonesia memberitakan bahwa “PDI Perjuangan Tegaskan, Medsos Bukan untuk Memecah Belah Bangsa”. Berita tersebut berisikan himbauan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenai penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan isu kebohongan. Salah satunya mengenai aksi Wamena yang belum pasti penyebabnya apa. Berikut top portal pemberitaan yang meliput aksi Wamena di Papua.

Gambar 8. Portal Media Pemberitaan Berdasarkan gambar 8 terlihat bahwa portal berita CNN Indonesia menempati posisi pertama, diikuti Liputan6, kemudian RMOL, Beritatagar, Tempo dan lain-lain. Top portal hasil pantauan Netray menunjukkan bahwa portal berita Tribun mendominasi portal pemberitaan yang meliput aksi di Wamena.
Demikian pantauan Netray, terkait aksi di Wamena yang berujung kerusuhan. Sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya aksi tersebut. Pemerintah juga belum memberikan klarifikasi mengenai penyebab pasti terjadinya aksi. Terlepas dari semua itu, Netray, berusaha menyajikan analisis sesuai data yang diperoleh dari beberapa portal pemberitaan. Harapannya semua lekas membaik dan segala fasilitas yang rusak karena aksi tersebut segera mendapat perbaikan. Semoga segala aksi apapun yang sedang dialami Indonesia segera mereda, dan damai selalu menyertai semuanya.
-
Aktivis HAM Dandhy Laksono Jadi Tersangka, Warganet: Ditangkap Karena Benar?

Beberapa waktu terakhir, situasi di Indonesia sedang tidak kondusif. Aksi demonstrasi terjadi di berbagai wilayah, baik dilakukan oleh masyarakat sipil maupun kaum pelajar. Tidak hanya terkait isu nasional, demonstrasi di Indonesia juga meliputi konflik yang terjadi Papua. Namun, hal tersebut justru luput dari perhatian nasional. Media dan pemberitaan disibukkan dengan aksi-aksi mahasiswa yang menuntut pemerintah. Di sisi lain, aktivis HAM peduli Papua Dandhy Laksono tetap gencar menyuarakan tentang situasi terkini yang terjadi di Papua. Sayangnya, Jumat 27 September 2019 Dandhy Laksono ditangkap atas dasar dugaan pelanggaran UU ITE menyusul Veronika Koman. Sontak saja pembahasan terkait penangkapan Dandhy menjadi perbincangan hangat di Twitter sehingga muncul tagar #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, hingga tagar #DitangkapKarenaBenar yang kemudian menjadi trending. Berikut pantauan Netray.
Infografik Pembahasan Penangkapan Dhandy Laksono di Twitter

Gambar 1. Infografik Pembahasan Topik Dandhy Laksono di Twitter Dari penelusuran Netray pada 26-29 September 2019, ditemukan bahwa jumlah cuitan yang membahas berita penangkapan Dandhy Laksono ialah sebanyak 14,346 cuitan dengan total jangkauan sebanyak 284,2 ribu akun dan dilihat sebanyak 97,8 juta kali. Pembicaraan terkait topik tersebut lebih banyak memuat sentimen negatif. Kira-kira apa yang dibicarakan warganet terkait topik tersebut sehingga banyak memunculkan respon negatif? Berikut selengkapnya.
Awal Mula
Kabar penangkapan Dandhy Laksono mulai menyebar di Twitter pada 26 September 2019. Mulanya, kabar tersebut dicuitkan oleh @mazzini_giusepe, @YLBHI, @JDAgraria, dan @BukuMojok antara pukul 23:00-00:00 WIB dengan turut mengangkat tagar #BebaskanDandhy.

Gambar 2. Cuitan Terkait Penangkapan Dandhy Seperti dilaporkan akun @JDAgraria, pada hari Kamis 26 September 2019 Dandhy Laksono dibawa ke kantor Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Dandhy ditangkap terkait cuitannya pada 23 September perihal isu Papua seperti berikut.

Gambar 3. Cuitan Dandhy Laksono Terkait Jayapura dan Wamena Dhandy diduga melanggar UU ITE terkait penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian dan menyangkut SARA. Kabar penangkapan Dandhy kemudian ramai diperbincangkan warganet pada esok harinya, Jumat 27 September 2019.
Puncak Cuitan: Bebaskan Kawan Kami, Dandhy dan Ananda Badudu

Gambar 4. Grafik Cuitan 27 September 2019 Ada 12,718 cuitan warganet yang membicarakan kabar penangkapan Dhandy Laksono di Twitter. Dari jumlah tersebut, 5,403 cuitan warganet mengandung sentimen negatif. Berikut beberapa topik yang kerap dibicarakan warganet dalam cuitan mereka.

Gambar 5. Kosakata Populer Dalam Topik Terkait Dandhy Laksono Sebagian besar warganet mempertanyakan soal alasan penangkapan aktivis HAM tersebut. Banyak dari mereka yang menyayangkan kejadian tersebut dan menginginkan pembebasan untuk Dandhy. Warganet kemudian melambungkan tagar #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, dan #BebaskanDandhyLaksono. Selain itu, muncul pula tagar #BebaskanAnandaBadudu dan #BebaskanKawanKami dalam topik pembahasan terkait. Dari penelusuran Netray, Ananda Badudu yang merupakan musisi sekaligus aktivis tersebut juga ditangkap polisi pada hari yang sama. Ananda Badudu ditangkap karena turut menggalang dana untuk aksi mahasiswa.

Gambar 6. Cuitan Warganet Terkait Kabar Penangkapan Dandhy Laksono Isu Wamena Memuncak
Di hari yang sama Netray mencoba mencari tahu pergerakan isu Wamena di Twitter untuk melihat seberapa berpengaruhnya cuitan Dandhy di jagat maya Twitter. Berikut infografik pergerakan isu Wamena di Twitter pada 19-28 september 2019.

Gambar 7. Infografik Pembahasan Isu Wamena di Twitter Dari pantauan Netray, topik terkait Wamena mulai ramai dibahas warganet Twitter pada 23 September 2019, tepat ketika Dandhy gencar membagikan cuitan tentang kondisi kerusuhan yang terjadi di Papua. Jumlah cuitan meningkat dari yang sebelumnya berada di bawah 1,000 cuitan menjadi 4,000 cuitan perhari. Puncak cuitan terkait topik wamena juga terjadi pada 28 September 2019, yaitu berada pada angka 9,000 lebih cuitan dalam sehari. Berikut cuitan terkait topik tersebut pada 23 September 2019.

Gambar 8. Cuitan Terkait Wamena Pada 23 September 2019 Dari Gambar 8 di atas, terlihat bahwa Dandhy Laksono cukup gencar membagikan cuitan terkait peristiwa yang terjadi di Jayapura dan Wamena. Dari penelusuran Netray, Dandhy Laksono juga masuk dalam daftar top inisiator topik wamena di urutan ke-4.

Gambar 9. Kosakata Populer dan Top Inisiator Topik Wamena Jaringan Percakapan
Pembahasan warganet terkait topik penangkapan Dandhy Laksono memperlihatkan jaringan seperti berikut.

Gambar 10. Jaringan Percakapan Terkait Topik Dandhy Laksono Dari peta jaringan di atas terlihat bahwa selain akun @Dandhy_Laksono yang menjadi topik pembicaraan, akun @budimandjatmiko juga memiliki jaringan percakapan yang paling besar dengan garis hijau (sentimen positif) dan biru (sentimen netral) untuk akun @Dandhy_Laksono. Seperti diketahui bahwa @budimandjatmiko juga merupakan rekan sesama aktivis yang pendapatnya kadang berseberangan dengan Dandhy Laksono. Meski begitu, Budiman Sudjatmiko pun turut menolak penangkapan Dandhy Laksono.

Gambar 11. Cuitan Budiman Sudjatmiko Terkait Topik Dandhy Laksono Selain @budimandjatmiko, terdapat akun-akun lain yang terlibat dan atau dilibatkan dalam pembahasan terkait penangkapan Dandhy Laksono. Di antaranya adalah @mazzini_giusepe, @VeronicaKoman, @YLBHI, @jokowi, @ChangeOrg_ID, dan @R4jaPurwa yang juga memiliki garis jaringan hijau dan biru. Sementara itu, terdapat pula @anandabadudu, @Dennysiregar7 dengan garis jaringan berwarna merah, hijau, dan biru.
Top Inisiator
Berikut adalah top inisiator atau akun-akun yang paling banyak membahas topik terkait penangkapan Dandhy Laksono, termasuk juga yang paling sering mengangkat tagat #BebaskanDandhy, #SaveDandhyLaksono, #BebaskanKawanKami, dan #BerpendapatMasukBui.

Gambar 12. Top Inisiator Topik Dandhy Laksono Berdasarkan pantauan Netray akun @R4jaPurwa merupakan akun yang paling banyak membahas terkait topik bebaskan Dandhy Laksono. Dalam akunnya @R4jaPurwa juga banyak mencuitkan terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena. Berikut beberapa cuitannya.

Gambar 13. Cuitan @R4jaPurwa
Terkait Topik Dandhy Laksono

Melalui cuitannya akun @R4jaPurwa menyerukan agar warganet melambungkan tagar #DukaWamena. Selain itu, ia juga banyak menyuarakan dukungan kepada Dandhy Laksono agar segera dibebaskan.
Cuitan dan Media Populer
Berikut adalah beberapa cuitan warganet terkait topik Dandhy Laksono yang paling banyak mendapat tanggapan dari warganet lain, baik dikomentari, disukai, maupun dibagikan ulang.

Gambar 14. Cuitan Populer 
Di urutan pertama adalah @TirtoID. Akun media berita tersebut menjadi populer karena cukup update membagikan kabar penangkapan Dandhy Laksono. Kemudian terdapat cuitan @fathuurr_ dan @mazzini_giusepe yang juga turut melambungkan tagar #BebaskanDandhy

Gambar 15. Media Populer Sementara itu, dari kumpulan top media populer yang dibagikan warganet, terdapat poster Dandhy Laksono dengan tagar #BebaskanDandhy diikuti kalimat Ditangkap Karena Benar di urutan pertama dan ketiga. Berikut selengkapnya.

Dari penelusuran Netray, media tersebut dibagikan oleh @fathuurr_ dengan cuitan bertagar #BebaskanDandhy. Cuitan tersebut dikomentari sebanyak 223 kali, disukai 12,084 kali dan dibagikan ulang sebanyak 7,671 kali. Tidak hanya @fathuurr_ yang membagikan cuitan dengan poster tersebut, beberapa akun dibawah juga ikut membagikan poster Dandhy Laksono berikut pendapatnya terkait penangkapan Dandhy.






Dari pengamatan Netray, diketahui bahwa banyak warganet yang tidak setuju dengan penangkapan Dandhy Laksono sehingga muncul tagar #BebaskanDandhy dan #SaveDandhyLaksono. Warganet juga ramai membagikan poster-poster Dandhy Laksono yang bertajuk Ditangkap Karena Benar dengan menuliskan keresahan mereka terkait kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dirasa mulai terancam setelah penangkapan akivis HAM ini. Hingga kini status Dandhy Laksono masih sebagai tersangka meskipun sudah dipulangkan sejak 27 September lalu. Semoga kasus ini segera diselesaikan dengan adil dan bijaksana sehingga kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia tidak menjadi ancaman bagi masyarakat secara luas.
-
#GejayanMemanggil Kembali

Merespon aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPR RI, Kamis 19 September lalu terkait pengesahan Revisi UU KPK, penetapan pimpinan komisi antikorupsi, serta pembahasan RKUHP, sejumlah mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya turut melakukan aksi bertajuk Gejayan Memanggil. Seolah mengingatkan kembali pada aksi bersejarah di tahun 1998, aksi damai yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Bergerak tersebut juga bertumpah di Jalan Gejayan atau Jalan Afffandi Yogyakarta. Isu #GejayanMemanggil sempat menjadi trending topic dan dibicarakan selama beberapa hari di Twitter. Bahkan, hingga kini tagar #GejayanMemanggil masih bertahan di Twitter dengan membawa isu akan adanya aksi kembali. Berikut pantauan Netray terkait topik #GejayanMemanggil.
Infografik Pembahasan #GejayanMemanggil di Twitter

Gambar 1. Infografik Pembahasan #GejayanMemanggil di Twitter Dari penelusuran Netray pada 21-27 September 2019, ditemukan bahwa jumlah cuitan yang membahas dan atau menggunakan tagar #GejayanMemanggil ialah sebanyak 36,367 cuitan dengan total jangkauan sebanyak 419,4 ribu akun dan dilihat sebanyak 100,9 juta kali. Meskipun tidak memiliki perbandingan yang kontras, pembicaraan terkait topik tersebut lebih banyak memuat sentimen negatif. Dilihat dari persebaran jenis kelamin pengguna, akun dengan nama laki-laki lebih banyak daripada akun dengan nama perempuan.
Pergerakan Isu #GejayanMemanggil di Twitter
Pembahasan terkait topik #GejayanMemanggil memuncak pada 23 September 2019 dengan total mencapai angka lebih dari 20 ribu cuitan dalam sehari. Namun, isu tersebut sebenarnya sudah samar-samar muncul sejak 21 September 2019 dari akun @ilhamiz_. Ia membeberkan beberapa isu yang akan diangkat dalam aksi damai 23 September 2019 di Gejayan seperti berikut.

Gambar 2. Cuitan @ilhamiz_ terkait isu aksi damai di Gejayan Pada 22 September 2019, isu akan adanya aksi damai di Gejayan mulai naik ke Twitter beserta tagar #GejayanMemanggil yang kemudian menjadi trending. Dari penelusuran Netray, terdapat 5 ribu cuitan lebih yang membahas isu tersebut dengan turut serta mengangkat tagar-tagar terkait, seperti #SemuaBisaKena, #KosongkanKampus, #seninkampuskosong, #KPKDijadikanBoneka, dan #DiperkosaNegara. Berikut pantauan Netray terkait isu Gejayan Memanggil pada 22 September 2019 pukul 00:00-01:00.

Gambar 3. Cuitan dan Topik yang Dibahas Warganet Sejak pukul 00:00-01:00 isu #GejayanMemanggil mulai dinaikkan oleh beberapa akun seperti @disinfectionist, @hanief_01, dan
@mahasiswaYUJIEM. Dalam cuitannya, mereka mengajak teman-teman warganet untuk ikut merapat dalam aksi damai 23 September di Gejayan. Setelah itu, banyak akun-akun lain yang juga membicarakan isu ini.
Gambar 4. Poster Terkait Isu #GejayanMemanggil Perlahan tapi pasti, isu ini kemudian naik pada pukul 14:00 hingga memuncak pada pukul 21:00 dengan total sebanyak 200-1,200 cuitan perjam. Isu ini juga mendapat tanggapan positif dari warganet di Twitter. Berikut grafik cuitan dan pergerakan sentimen terkait topik #GejayanMemanggil pada 22 September 2019.

Gambar 5. Grafik Cuitan dan Pergerakan Sentimen 22 September Total cuitan terkait topik
#GejayanMemanggil pada 22 September mencapai 7,811. Berikut adalah isu-isu yang dibicarakan dalam pembahasan terkait topik tersebut di Twitter.
Gambar 6. Topik Populer dan Top Inisiator Tagar
#GejayanMemanggil naik dan menjadi trending topic di Twitter. Selain itu, warganet juga mengangkat tagar#DiperkosaNegara, #RakyatBergerak, #SemuaBisaKena, #KosongkanKampus dan #MahasiswaBergerak. Netray juga menemukan sepuluh top inisiator yang paling gencar menaikkan isu#GejayanMemanggil di Twitter. Di antaranya adalah @JDAgraria, @panjipnjk, @mahasiswaYUJIEM, @mojokdotco, dan lain-lain.Puncak Cuitan 23 September 2019: Aksi Damai di Gejayan
Senin, 23 September 2019 sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta dan sekitarnya melakukan aksi damai di Jalan Gejayan. Aksi ini diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Bergerak yang merupakan gerakan kolektif mahasiswa dari berbagai universitas di Yogayakarta atas dasar keresahan terhadap berbagai isu nasional yang muncul saat ini. Berikut pantauan Netray terkait pembahasan
#GejayanMemanggil di Twitter pada 23 September 2019.
Gambar 7. Grafik Cuitan dan Pergerakan Sentimen 23 September Total terdapat 21,539 cuitan yang membahas topik
#GejayanMemanggil di Twitter sehingga menjadi trending dan ramai dibahas. Aktivitas warganet dalam membicarakan topik ini terlihat ramai sejak pukul 05:00 WIB dan terus mengalami kenaikan hingga memuncak pada pukul 12:00-14:00. Hal ini berkaitan dengan agenda aksi tersebut yang mulai dilangsungkan pada pukul 12:00 di pertigaan Jalan Gejayan setelah rombongan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat melakukan long march sejak pukul 11:00 dari tiga titik kumpul pertama.Selama aksi berlangsung banyak akun yang turut melaporkan jalannya aksi damai tersebut. Beberapa di antaranya adalah akun @JDAgraria, @ugmtoday, dan @merapi_news seperti berikut.

Gambar 8. Cuitan dan Topik yang Dibahas Warganet 
Gambar 9. Cuitan dan Topik yang Dibahas Warganet Selain tagar-tagar yang diusung sejak 22 September lalu, muncul beberapa tagar baru mendampingi
#GejayanMemanggil pada 23 September ini. Di antaranya adalah #SaatnyaPeoplePower, #MosiTidakPercaya, dan #ReformasiDikorupsi.Dari penelusuran Netray, ditemukan bahwa banyaknya tagar yang turut serta dalam topik
#GejayanMemanggil tidak selalu berkaitan dengan aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya. Tagar #SaatnyaPeoplePower dan #MosiTidakPercaya misalnya, membicarakan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa di Jakarta, tepatnya di depan gedung DPR RI.
Gambar 10. Cuitan dan Topik yang Dibahas Warganet Jaringan Percakapan
Pembahasan warganet terkait topik
#GejayanMemanggil memperlihatkan jaringan seperti berikut.
Gambar 11. Jaringan Percakapan #GejayanMemanggilDari Gambar 11 di atas dapat diamati bahwa topik
#GejayanMemanggil ramai dibicarakan di Twitter. Cuitan-cuitan warganet terkait topik tersebut banyak menandai beberapa akun penting, seperti Presiden RI Joko Widodo dan DPR RI. Selain itu, akun @Sentotprawirod3, @JDAgraria, @ismailfahmi, @mazzini_geusepe, @mahasiswaYUJIEM, hingga akun media berita @mojokdotco dan @merapi_news yang kerap melaporkan berita terkait aksi tersebut.Top Inisiator
Berikut adalah top inisiator dalam pembahasan terkait
#GejayanMemanggil di Twitter.
Gambar 12. Top Inisiator #GejayanMemanggilSetelah Aksi
#GejayanMemanggil: Pujian Damai dan Tuduhan DitunggangiTagar
#GejayanMemanggil masih ramai dibahas warganet Twitter. Pada 24 September 2019, ada sekitar 4,000 lebih cuitan warganet yang membahas dan mengangkat tagar#GejayanMemanggil. Berikut pantauan Netray.
Selain membahas soal aksi damai yang terjadi pada 23 September lalu, warganet juga membahas isu -isu yang bergulir dalam aksi tersebut. Salah satunya adalah terkait isu bahwa aksi
#GejayanMemanggil tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu sebab pada saat yang sama sempat muncul tagar #TurunkanJokowi.
#GejayanMemanggil KembaliTagar
#GejayanMemanggil masih bertahan di Twitter hingga 27 September 2019. Meskipun jumlahnya jauh menurun dari puncaknya pada 23 dan 24 September lalu, tagar#GejayanMemanggil masih berada di angka 1,000 cuitan perhari. Dari pantauan Netray, pada 26 September beberapa warganet kembali menaikkan tagar#GejayanMemanggil sekaligus mengajak warganet untuk kembali ikut dalam aksi yang sedianya akan dilaksanakan pada 30 September mendatang.

Demikian pantauan Netray terkait
#GejayanMemanggil di Twitter. Semoga aksi yang rencananya akan digelar pada 30 September mendatang kembali berjalan damai dan lancar sebagaimana sebelumnya. -
Rancangan KUHP, Warganet: Semua Bisa Kena

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan segera dirampungkan oleh DPR RI. Setelah sebelumnya RUU KPK menuai kontroversi kali ini giliran RKUHP yang justru menuai kontra dari masyarakat. Dalam rancangan tersebut terdapat sejumlah pasal yang dinilai tidak selaras dengan asas demokrasi dan justru mengancam masyarakat dapat dijerat oleh pasal-pasal kontroversial tersebut.
Masyarakat Indonesia berharap RKHUP yang baru dapat menggantikan hukum warisan kolonial yang selama ini masih digunakan. Akan tetapi, justru pasal-pasal yang baru dirancang dianggap lebih represif, bahkan mengancam pembangunan terkait program kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan. Terkait hal tersebut, masyarakat merespon melalui berbagai media, salah satunya Twitter. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa taggar yang sempat menjadi trending beberapa waktu lalu, seperti #semuabisakena #rkuhp #rkuhpngawur. Berikut hasil pantauan Netray.
Infografik Pembahasan Topik RKUHP

Gambar 1. Infografik Pembahasan RKUHP di Twitter Melalui pantauan Netray sejak tanggal 13 September 2019 hingga 25 September 2019 terdapat 52.902 cuitan terkait topik RKUHP dan menjangkau sebanyak 415,8K akun Twitter. Dalam cuitan tersebut ditemukan sebanyak 28,136 cuitan bersentimen positif dan 16,192 cuitan bersentimen negatif. Selain itu, melalui grafik di atas dapat diketahui persentase cuitan yang mengalami lonjakan pada tanggal 19 September 2019.

Gambar 2. Persentase Cuitan Tanggal 19 September 2019 Pada tanggal tersebut cuitan mengenai pembahasan RKUHP memuncak. Berdasarkan pantauan Netray, ditemukan sebanyak 16,010 total cuitan. Pada tanggal tersebut terjadi aksi mahasiswa di depan gedung DPR RI terkait permasalahan RUU KPK dan RKUHP yang kontroversi dan megalami penolakan dari masyarakat.
Kosakata Populer dan Cuitan Populer

Gambar 3. Kosakata dan Cuitan Populer
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui sejumlah kosakata populer terkait topik RKUHP yang menuai kontroversi. Beberapa kosakata tersebut seperti rkuhp, presiden, menolak, mahasiswa, semua bisa kena, tolakrkuhp, tundarkuhp, dan lain sebagainya. Kosakata tersebut berkaitan dengan topik RKUHP yang beberapa pasalnya dianggap tidak sesuai dengan asas demokrasi dan justru mengancam privasi masyarakat. Hal tersebut direspon oleh berbagai kalangan yang kemudian menimbulkan aksi demo oleh mahasiswa diberbagai wilayah.
Aksi Gejayan Memanggil

Gambar 4. Persentase Cuitan Tanggal 23 September 2019 Aksi yang terjadi pada tanggal 23 September 2019 bertempat di jalan Gejayan Yogyakarta sempat menjadi trending di Twitter dengan hashtag #gejayanmemanggil. Aksi damai tersebut digelar oleh mahasiswa berbagai universitas yang terdapat di Yogyakarta. Melalui pantauan Netray ditemukan sebanyak 4,295 cuitan pada tanggal tersebut. Adapun pembicaraan dalam cuitan tersebut berkaitan dengan tuntutan mahasiswa, salah satu diantaranya mengenai penolakan RKUHP. Berikut beberapa cuitan warganet terkait aksi dengan hashtag #gejayanmemanggil.


Reformasi Dikorupsi
Pada tanggal 24 September 2019 aksi mahasiswa kembali digelar di depan gedung DPR RI dengan jumlah yang lebih besar. Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas yang terdapat di Jakarta. Aksi yang digelar masih dengan tuntutan yang sama, yakni RUU KPK, RKUHP, dan permasalahan lainnya yang belakangan terjadi di Indonesia hingga memunculkan gerakan dengan hashtag #reformasidikorupsi.

Gambar 4. Persentase Cuitan Tanggal 24 September 2019 Melalui pantauan Netray ditemukan sebanyak 6,068 cuitan warganet pada tanggal tersebut terkait topik RKUHP. Aksi digelar hingga malam hari dan sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan polisi yang bertugas. Berikut beberapa cuitan terkait aksi tanggal 24 September 2019.


Jaringan Percakapan Warganet
Berikut adalah jaringan percakapan warganet Twitter terkait topik RKUHP selama 13-25 September 2019. Pada gambar tersebut terdapat garis percakapan dengan warna merah menunjukkan arah pembicaraan bersentimen negatif. Garis hijau menunjukkan arah pembicaraan bersentimen positif. Sementara garis biru menunjukkan arah pembicaraan bersentimen netral.

Gambar 5. Jaringan Percakapan Terkait Topik RKUHP Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui jaringan percakapan dan akun yang paling banyak ditandai oleh warganet terkait topik RKUHP. Adapun beberapa akun tersebut diantaranya, @Jokowi, @DPR_RI, @ChangeOrg_ID, @budimanjatmiko, @ernestprakasa, @rockygerung, dan beberapa akun media seperti @CNNIndonesia dan @TirtoID.
Top Initiator

Gambar 6. Akun Top Initiator Terkait Topik RKUHP Gambar di atas menunjukan 10 akun Top Intiator berdasarkan pantauan Netray dalam topik RKUHP. Selain itu, terdapat beberapa cuitan warganet yang berpendapat mengenai RKUHP sebagai berikut.


Beberapa cuitan di atas menunjukan ketidaksetujuan warganet terhadap beberapa pasal RKUHP yang dianggap tidak sesuai dengan reformasi dan demokrasi serta RUU KPK yang dianggap justru akan melemahkan KPK.
Demikian hasil pantauan Netray terkait topik RKUHP yang menjadi trending dalam beberapa waktu. Dalam hal ini, masyarakat berharap sebagai dewan yang dipilih oleh masyarakat seharusnya DPR mampu mendengar dan menyampaikan aspirasi masyarakat dengan baik.
-
Kontroversi RUU KPK, Warganet: Pelemahan atau Penguatan?

Revisi undang-undang KPK menjadi perbincangan hangat di Twitter. Pemberitaan tersebut menuai pro dan kontra. Banyak warganet yang tidak setuju dengan perubahan undang-undang KPK tersebut. Warganet menganggap reivisi tersebut sebagai bentuk pelemahan KPK. Oleh karena itu, warganet berharap agar Presiden RI Joko Widodo tidak menyetujui revisi tersebut. Demo dan petisi pun tersebar di mana-mana untuk menolak revisi tersebut. Akan tetapi, pada 17 September lalu revisi UU KPK tersebut akhirnya disahkan. Berikut pantauan Netray terkait pembahasan revisi UU KPK di Twitter selama 1-19 September 2019.
Infografik Pembahasan Topik Terkait Revisi UU KPK

Gambar 1. Infografik Pembahasan RUU KPK di Twitter Pembahasan topik terkait revisi UU KPK selama 1-19 September mencapai 151,058 yang menjangkau 1,4 ribu akun dan dilihat sebanyak 262,8 juta kali. Setidaknya, terdapat 129,6 ribu akun yang ikut terlibat membicarakan isu RUU KPK, dengan perkiraan 98,6 ribu akun tergolong laki-laki dan 31 ribu akun tergolong perempuan. Dari kurva di atas, terlihat bahwa sentimen negatif lebih banyak mewarnai pembahasan warganet terkait topik ini. Pembahasan RUU KPK mengalami naik-turun yang cukup signifikan pada 1-11 September 2019 dengan total cuitan berkisar di bawah angka 10 ribu. Puncak cuitan terjadi pada 13 dan 17 September 2019 dengan kisaran angka di atas 20 ribu cuitan perhari.
Kosakata dan Cuitan Populer
Netray menangkap beberapa istilah atau kosakata yang sering digunakan warganet Twitter ketika membahas revisi UU KPK dalam cuitan mereka. Beberapa di antaranya adalah revisi, presiden, jokowi, korupsi, melemahkan, tagar tolakrevisiuukpk, savekpk, dan lain-lain. Frekuensi kemunculan kosakata tersebut lebih banyak dibanding kosakata yang lain. Hal tersebut berkaitan dengan tanggapan warganet Twitter tentang revisi UU KPK yang dinilai justru melemahkan. Presiden Jokowi pun menjadi tokoh yang diharapkan dapat bertanggung jawab dalam permasalahan ini karena memiliki andil dalam memutuskan dan mengesahkan revisi UU KPK.

Gambar 2. Kosakata Populer 13 September: Revisi UU KPK dan Pengangkatan Firli sebagai Ketua KPK
Pada 13 September 2019, terjadi lonjakan jumlah cuitan warganet yang membahas topik terkait revisi UU KPK. Jika sebelumnya cuitan berada di kisaran 5 ribu perhari, cuitan pada periode ini berada di atas angka 20 ribu, yaitu mencapai 21,617 cuitan. Berikut grafik cuitan pada 13 September 2019.

Gambar 3. Grafik Cuitan Warganet Terkait RUU KPK (13 September) Pembahasan terkait revisi kpk mulai ramai pada pukul 09:00-21:00 dengan jumlah cuitan mencapai 1,000-1,500 cuitan. Puncak cuitan terjadi pada pukul 11:00-12:00 dengan total 1,556 cuitan. Warganet membahas tanggapan Jokowi terkait revisi UU KPK dan polemik pengangkatan Firli Bahuri sebagai ketua KPK. Pasalnya, Saut Sitomorang kemudian juga memutuskan mundur sebagai penasihat KPK di saat yang sama.

Gambar 4. Cuitan Populer Warganet (13 September) 
Gambar 5. Cuitan Warganet Pukul 10:00-11:00 17 September 2019: Revisi UU KPK Disahkan

Gambar 6. Grafik Cuitan Warganet Terkait RUU KPK (13 September) Pembahasan terkait revisi kpk mulai ramai pada pukul 10:00-21:00 dengan jumlah cuitan mencapai 1,000-2,600 cuitan. Puncak cuitan terjadi pada pukul 10:00-11:00 dengan total 2,622 cuitan. Warganet membahas revisi UU KPK yang akhirnya disahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Gambar 7. Cuitan Warganet Pukul 10:00-11:00 Jaringan Percakapan
Berikut adalah jaringan percakapan warganet Twitter terkait pembahasan topik revisi UU KPK selama 1-18 September 2019. Garis merah menunjukkan arah pembicaraan bersentimen negatif. Garis hijau menunjukkan arah pembicaraan bersentimen positif. Sementara garis biru menunjukkan arah pembicaraan bersentimen netral.

Gambar 8. Jaringan Percakapan Terkait Pembahasan RUU KPK Pusat jaringan terbesar berada di akun @jokowi dengan sentimen positif, negatif, dan netral serta akun @KPK_RI dengan sentimen positif dan negatif. Akun @jokowi terkait langsung dengan akun @ChangeOrg_ID yang juga memiliki jaringan cukup besar. Hal ini terkait petisi yang digulirkan oleh @ChangeORG_ID dalam menolak revisi UU KPK.
Top Inisiator
Berikut adalah beberapa top inisiator yang paling banyak terlibat dalam pembahasan terkait topik UU KPK pada periode ini.

Gambar 9. Top Inisiator Dari kesepuluh top inisiator di atas, tiga di antaranya merupakan akun media berita (@TirtoID, @CNNIndonesia, dan @kumparan), wakil ketua DPR @Fahrihamzah, @KPK_RI dan beberapa akun pribadi seperti @KuIngatKamu, @ernestprakasa, @ReflyHZ, dan akun komunitas @antikorupsi yang menolak revisi UU KPK.
Top Tweets dan Popular Media
Berikut adalah cuitan populer dari warganet Twitter yang paling banyak mendapat tanggapan dari warganet lain.


Gambar 10. Cuitan Populer Terkait RUU KPK 
Gambar 11. Popular Media Salah satu cover majalah Tempo terbaru yang mengangkat isu revisi KPK dan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo menjadi pembahasan hangat di Twitter. Banyak warganet yang mengunggah sampul majalah Tempo yang berisi karikatur Presiden Joko Widodo disertai bayangan yang mewujud hidung panjang dan diberi judul “Janji Tinggal Janji”. Warganet pun langsung teringat pada salah satu tokoh kartun Pinokio yang memiliki karakter hidung panjang. Pembahasan terkait sampul majalah tersebut ramai diikuti trending tagar #pinokio di Twitter. Video Imam Nahrawi pamit dari jabatan Menpora juga menjadi popular media setelah dikabarkan terjerat kasus korupsi oleh KPK.
-
Anies Baswedan di Pusaran Bully dan Puji

Pembahasan terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pernah sepi di media sosial dan pemberitaan. Semenjak terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu, pemberitaan terkait Anies Baswedan seringkali menuai kontroversi. Beberapa kebijakan dan keputusan yang diambil Anies kerapkali salah sasaran dan menimbulkan kritik pedas dari warganet yang kontra terhadapnya. Bahkan, sempat ramai petisi pencopotan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta hingga muncul tagar #ILCAniesdiBully yang sempat trending di Twitter. Meskipun demikian, banyak juga warganet yang tetap setia mendukung dan memuji kebijakan-kebijakannya.
Untuk mengetahui bagaimana Anies Baswedan di mata warganet, sosial media monitoring Netray menelusuri pembahasan terkait Anies Baswedan di Twitter. Kira-kira bagaimana respon warganet terhadap Anies? Lalu apa saja topik yang dibahas warganet ketika membicarakan Anies Baswedan? Bersama Netray, mari kita simak selengkapnya.
Infografik Cuitan Warganet Soal Anies Baswedan

Gambar 1. Total Jangkauan, Sebaran Jenis Kelamin dan Perangkat Pengguna Dari penelusuran Netray pada 1-15 Agustus 2019, ditemukan bahwa jumlah cuitan yang membahas Anies Baswedan ialah sebanyak 7,368 cuitan dengan total jangkauan sebanyak 98,1 ribu akun dan dilihat sebanyak 100,4 juta kali. Dilihat dari persebaran jenis kelamin pengguna, akun dengan nama laki-laki lebih banyak daripada akun dengan nama perempuan. Berikut grafik jumlah cuitan warganet selama periode tersebut.

Total cuitan warganet yang membahas Anies Baswedan selama dua minggu, 1-15 Agustus 2019 ialah sebanyak 7,368 cuitan. Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa pembahasan Anies Baswedan tidak pernah surut di Twitter. Selalu ada setidaknya 100 hingga 500 cuitan perhari. Bahkan pada 13 Agustus 2019, cuitan mengalami kenaikan jumlah menjadi 992 cuitan. Puncak cuitan terjadi pada 14 Agustus 2019 dengan total mencapai 1,483 cuitan sebelum akhirnya meredam kembali menjadi 703 cuitan pada 15 Agustus 2019. Kira-kira apa yang menjadi penyebab cuitan memuncak pada tanggal tersebut? Apa yang dibahas warganet sehingga cuitan terkait Anies Baswedan mendadak ramai pada tanggal tersebut? Berikut hasil penelusuran sosial media monitoring Netray.
Puncak Cuitan: 13-14 Agustus Warganet Bahas Apa?

Gambar 3. Grafik Cuitan 13 Agustus 
Gambar 4. Grafik Cuitan 14 Agustus Pembahasan terkait Anies Baswedan ramai di Twitter pada 13-14 Agustus 2019 dengan total 992-1,483 cuitan perhari. Pada 13 Agustus pembahasan terkait topik ini mulai mengalami kenaikan jumlah pada pukul 20.00 dan terus meningkat hingga mencapai puncak pada pukul 24:00 dengan total 216 cuitan. Pembahasan ini masih terus berlanjut hingga keesokan harinya. Dari Gambar 4 di atas terlihat bahwa puncak cuitan justru terjadi pada pukul 0:00-01:00 dini hari dengan total 248 cuitan sebelum akhirnya turun kembali dengan jumlah tidak lebih dari 100 cuitan. Berikut adalah gambaran jaringan percakapan di Twitter ketika terjadi puncak cuitan pada periode tersebut.

Gambar 5. Jaringan Sosial 13 Agustus (23:00-24:00) 
Gambar 5. Jaringan Sosial 14 Agustus (0:00-01:00) Dari ilustrasi jaringan percakapan di atas dapat diketahui bahwa @ILCtv1, @aniesbaswedan, @rockygerung, @karniilyas menjadi salah satu pemicu memuncaknya jumlah cuitan terkait Anies Baswedan pada tanggal dan jam-jam tersebut. Dari penelusuran Netray, diketahui bahwa pada 13 Agustus acara bertajuk Indonesia Lawyers Club yang dibawakan oleh Karni Ilyas tersbut membahas topik #ILCAniesdiBully dan menghadirkan beberapa narasumber. Salah satu di antaranya adalah Rocky Gerung. Pada acara tersebut, Anies Baswedan pun turut hadir dan memberikan tanggapannya terkait topik yang dibahas mengenai dirinya. Kemudian banyak warganet yang meramaikan tagar #ILCAniesdiBully di Twitter dengan berbagai komentar dan pendapat tentang Anies Baswedan maupun acara tersebut. Berikut beberapa di antaranya.



Dari beberapa cuitan di atas dapat diketahui betapa antusiasnya warganet mengikuti acara yang dimeriahkan dengan tagar #ILCAniesdiBully tersebut hingga menjadi pembahasan yang hangat di Twitter. Selanjutnya, Netray akan membahas bagaimana Anies Baswedan di Twitter secara umum selama dua pekan berikut.
Anies Baswedan di Twitter

Gambar 6. Kurva Sentimen Cuitan Warganet Soal Anies Baswedan Gambar 6 menunjukkan kurva sentimen cuitan warganet ketika membicarakan Anies Baswedan di Twitter pada 1-15 Agustus 2019. Dari kurva di atas dapat diamati bahwa sentimen terkait pembahasan Anies Baswedan di Twitter didominasi oleh sentimen negatif. Namun, ada kalanya sentimen positif unggul, yaitu pada periode 8-11 Agustus 2019. Selain dari itu, cuitan didominasi oleh sentimen negatif. Cuitan dengan sentimen negatif terbanyak terjadi pada 14 Agustus 2019, yaitu mencapai 616 cuitan. Hal ini sejalan dengan memuncaknya jumlah cuitan pada tanggal tersebut karena banyak warganet yang membahas acara #ILCAniesdiBully dan saling berkomentar di Twitter. Berikut adalah beberapa top inisiator yang ikut berperan dalam pembahasan terkait Anies Baswedan.

Gambar 7. Top Inisiator Pembahasan Anies Baswedan Kesepuluh top inisiator di atas merupakan akun-akun yang paling banyak membahas dan membicarakan topik Anies Baswedan di Twitter selama periode 1-15 Agustus 2019. Di urutan pertama adalah @ILCtv1 yang merupakan akun resmi dari program Indonesia Lawyers Club. Akun tersebut menjadi inisiasi munculnya tagar #ILCAniesdiBully sekaligus yang membahas topik tersebut dalam acaranya di stasiun televisi mereka. Tagar tersebut sempat menjadi trending di Twitter dan banyak akun yang membagikan ulang, mengomentari, menyukai, ataupun menyebut akun tersebut selama periode 12-15 Agustus 2019. Kemudian ada @detikcom, @tempodotco, dan @tvOneNews yang merupakan akun media berita. Ketiganya juga cukup banyak memberitakan Anies Baswedan dalam artikel-artikel yang mereka bagikan di Twitter. Sementara itu, sisanya adalah akun-akun pribadi yang juga kerap membahas Anies Baswedan dalam cuitannya. Berikut beberapa cuitan mereka.






Dari penelusuran Netray, keempat akun di atas banyak membahas Anies Baswedan dengan sentimen positif. Dalam hal ini, akun-akun tersebut kerap memberikan dukungan dan semangat positif di setiap cuitannya. Akan tetapi, dua akun terakhir membahas Anies Baswedan dengan sentimen negatif. Dengan demikian, kesepuluh top inisiator di atas memiliki peran dalam menciptakan sentimen positif dan negatif untuk Anies Baswedan di Twitter dan terhitung paling rajin membuat cuitan terkait daripada akun-akun lain.
Panggilan Untuk Anies Baswedan: Gabener, Gaberner, Hingga Goodbener
Bermacam istilah yang digunakan warganet untuk menjuluki Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di antaranya ialah gabener, gaberner, dan goodbener. Warganet yang cenderung kontra dengan Anies biasanya menggunakan istilah gabener ataupun gaberner seperti berikut.


Sementara itu, warganet pendukung Anies akan memilih istilah goodbener untuk menunjukkan betapa bagusnya kinerja Anies Baswedan sebagai gubernur.


Ingin Dilengserkan dan Ingin Dicalonkan Sebagai Presiden 2024
Pro kontra Anies Baswedan terlihat jelas di Twitter. Sebagian kelompok yang kontra dengan Anies dengan gamblang menunjukkan ketidaksukaannya dengan Gubernur DKI Jakarta ini. Mereka mencuitkan beberapa kebijakan Anies yang dinilai kurang tepat dan sering salah mengambil keputusan. Bahkan, sempat ramai petisi pencopotan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI disertai tagar #SaveJakarta pada awal Agustus lalu.


Petisi pencopotan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta mendapat tanggapan dari warganet yang kontra dengan Anies. Dalam cuitannya mereka menginginkan pelengseran Anies sebagai gubernur.


Meskipun demikian, tidak sedikit pula warganet yang mengakui kinerja Anies Baswedan dan mendukungnya untuk maju sebagai presiden dalam Pilpres 2024 nanti.


Dari beberapa cuitan yang diambil Netray di Twitter tersebut dapat diketahui bahwa pro dan kontra sangat kental menghiasi pembahasan terkait Anies Baswedan. Banyak warganet yang berapi-api menginginkan pelengseran atau pencopotan Anies Baswedan sebagai gubernur. Dengan gamblang mereka mencaci kebijakan Anies yang dinilai kerap keliru dan tidak tepat. Namun, warganet yang mendukung dan mengakui kinerjanya sebagai gubernur yang bagus atau sering mereka sebut sebagai ‘goodbener’ pun tidak sedikit. Pada akhirnya, bagaimana pun Anies Baswedan di mata warganet, semoga tidak menyurutkan langkahnya agar terus berbenah untuk Jakarta yang lebih baik.
-
Oh GoFood, Oh GrabFood . . . Pilih Mana Ya?

Era moderinisasi seperti sekarang memang membuat dilema. Generasi milenial serba gawai ditambah pelayanan online seperti kesatuan paket lengkap. Bisnis digital yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, ialah GoJek dan Grab. Perusahaan online yang bergerak di bidang transportasi ini semakin mengembangkan layanannya pada bidang makanan. Semula mengantarkan orang lalu berkembang pada mengantarkan makanan. Layanan pesan antar makanan dari GoJek yakni GoFood sedangkan layanan makanan dari Grab bernama GrabFood.
Layanan pesan antar makanan online ini memang memudahkan manusia. Namun terkadang membuat rasa malas untuk bergerak. Sedikit-sedikit pesan makan online, karena malas untuk keluar membeli makan. Hal itu yang membuat layanan GoFood dan GrabFood menjadi kecintaan warganet di Twitter. Apalagi tidak dipungkiri bahwa kedua layanan tersebut sering menawarkan promo, potongan harga hingga gratis ongkos kirim. Netray, menelusuri selama bulan Juli 2019 aktifitas warganet dengan topik GoFood dan GrabFood. Yuk simak ulasan di bawah ini.
Infografik Cuitan Warganet Tentang GoFood dan GrabFood

Gambar 1. Total Jangkauan, Persebaran Jenis Kelamin dan Perangkat Pengguna Gambar 1 menunjukkan jumlah total perkiraan pengguna Twitter yang menuliskan cuitan terkait GoFood dan GrabFood. Selama Juli 2019, menghasilkan 71,8 ribu akun menuliskan cuitannya dengan total penayangan sebanyak 67,5 juta kali. Persebaran pengguna dengan jenis kelamin laki-laki mendominasi jumlahnya daripada pengguna perempuan. Perangkat yang digunakan didominasi mobile phone 91% daripada website. Berikut grafik cuitan warganet berkenaan kedua brand tersebut.

Gambar 2. Grafik Cuitan Warganet Tentang GoFood dan GrabFood Gambar 2 memperlihatkan bahwa selama satu bulan aktifitas warganet Twitter sangat intens untuk bahasan GoFood dan GrabFood. Total cuitan warganet untuk kedua brand GoFood dan GrabFood ini bisa dikatakan hampir penuh setiap harinya. Cuitannya hampir menyentuh 1000 cuitan per harinya. Keseluruhan jumlah selama Juli 2019 sebanyak 37.472 cuitan. Berikut kurva persebaran sentimen negatif dan positif berdasarkan cuitan warganet Twitter.

Gambar 3. Kurva Sentimen Warganet Terkait GoFood dan GrabFood Gambar 3 merupakan kurva sentimen terkait GoFood dan GrabFood selama Juli 2019. Pergerakan garis kurvanya sangat konstan dari hari ke hari. Sentimen positif lebih unggul daripada sentimen negatifnya. Jumlah sentimen positif sebanyak 12.086 cuitan dan sentimen negatif sebanyak 11.109 cuitan. Nah, brand mana nih yang paling sering dibicarakan warganet? Topik perbincangan apa yang sering dibahas? Berikut kosakata yang paling sering disebut warganet dalam cuitannya, terkait kedua brand tersebut.

Gambar 4. Kosakata Populer Gambar 4 memperlihatkan bahwa kata ‘gofood’ dengan ukuran paling besar sering diperbincangkan, diikuti oleh ‘grabfood’. Setelah itu terdapat pula kata ‘order’, ‘promo’, dan ‘diskon’. Kira-kira apa sih yang membuat GoFood lebih sering diperbincangkan daripada GrabFood? Apakah kosakata populer yang sering muncul di atas mempengaruhi topik pembicaraan kedua brand tersebut? Berikut ini, Netray akan mengulasnya satu persatu.
1. GO-FOOD

GoFood merupakan layanan pemesanan makanan pengembangan dari aplikasi GoJek. Layanan pengembangan dari GoJek sudah sangat beragam. GoJek merupakan aplikasi online yang menawarkan jasa transportasi. Berada di bawah naungan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa yang resmi berdiri pada 2010. Kini GoJek semakin berkembang pesat sampai ke Asia Tenggara. Berikut infografik cuitan warganet mengenai GoFood.
Infografik Cuitan GoFood Bulan Juli 2019

Gambar 5. Grafik Cuitan Tentang GoFood Selama Juli 2019 cuitan warganet yang memabahs GoFood sebanyak 23.001 cuitan. Hampir setiap harinya grafik cuitan penuh dengan jumlah cuitan di atas angka 500. Puncak cuitan dengan total 900 cuitan terjadi pada 29 Juli 2019. Pada puncak cuitan tersebut, Netray menemukan bahwa warganet membahas mengenai promo restoran baru yang bekerja sama dengan GoFood. Promo meliputi pembelian melalui GoFood mendapat potongan harga.

Gambar 6. Grafik Cuitan 29 Juli 2019 Cuitan 29 Juli membahas mengenai promo yang diberikan GoFood untuk pembelian ‘roasted chicken thigh poyam’. Pada puncak tersebut cuitan warganet sebanyak 898 dengan intensitas cuitan pukul 19.00 WIB. Berikut cuitan warganet pada saat 29 Juli 2019.

Gambar 7. Cuitan 29 Juli 2019 Gambar 7 cuitan warganet akun @krdrhrdn mengenai promo pembelian ‘roasted chicken thigh’ pada tanggal tersebut. Seperti diketahui bahwa masyarakat memang menyukai hal-hal bersangkutan dengan promo. Oleh sebab itu cuitan warganet memuncak ketika membahas promo makanan.
Jaringan Percakapan Terkait GoFood

Gambar 8. Jaringan Percakapan GoFood Gambar 8 menunjukan jaringan aktifitas warganet di Twitter berkenaan dengan topik GoFood. Jaringan yang mendominasi justru bukanlah akun @gofoodindonesia ataupun @gojekindonesia, tetapi @GrabID. Hal itu disebabkan akun @GrabID sering ditandai warganet ketika membahas GoFood. Namun akun @gojekindonesia dan @gofoodindonesia juga membentuk jairngan percakapan yang lumayan besar.
Pergerakan Sentimen GoFood Bulan Juli 2019

Gambar 9. Kurva Sentimen GoFood Gambar 9 memperlihatkan bahwa pergerakan garis sentimen terkait GoFood lumayan fluktuatif. Garis sentimen postifnya lebih banyak daripada negatifnya. Bahkan dapat dikatan hampir sebulan selalu garis positifnya lebih tinggi daripada negatifnya. Jumlah sentimen positinya sebanyak 7.866 cuitan sedangkan sentimen negatifnya 5.561 cuitan.
2. GRAB-FOOD

GrabFood merupakan layanan antar makanan. Pengembangan jasa antar Grab yang berasal dari Singapura ini berhasil melaju dengan pesat. Grab resmi berdiri 2012 dengan nama awal Grab Taxi. Kini jasa layanan Grab sudah menyebar ke Asia Tenggara dan Indonesia. Perkembanganya sangat cepat hingga kini GrabFood bersanding dengan GoFood dan sama-sama menjadi pilihan hati masyarakat.
Infografik Cuitan GrabFood Bulan Juli 2019

Gambar 10. Grafik Cuitan Tentang GrabFood Pada bulan Juli 2019 cuitan warganet mengenai GrabFood sebanyak 16.426 cuitan. Puncak cuitan terjadi pada 4 Juli 2019. Seperti gambar di atas terlihat bahwa warganet sangat sering membahas GrabFood di Twitter. Bahkan hampir setiap harinya cuitan selalu banyak dengan menembus angka 400 lebih cuitan. Berdasarkan penelusuran Netray, puncak cuitan 4 Juli diketahui bahwa warganet membahas mengenai promo yang diberikan GrabFood.

Gambar 11. Grafik Cuitan 4 Juli 2019 Puncak cuitan 4 Juli 2019 membahas mengenai promo yang ditawarkan oleh GrabFood. Menurut warganet, GrabFood sering sekali memberi promo pada makanan. Hal itu yang membuat warganet sering membahas GrabFood pada setiap cuitannya. Tidak hanya promo yang dibahas oleh warganet, tetapi juga keluh kesah karena kesalahan pengiriman. Berikut contoh cuitan warganet sentimen positif dan negatif.

Gambar 12. Cuitan Positif Gambar 12 merupakan cuitan positif warganet yang membahas mengenai promo GrabFood yang banyak sekali.

Gambar 13. Cuitan Negatif Gambar 13 merupakan cuitan negatif warganet yang mengungkapkan bahwa pesanannya belum terkirim tetapi sudah dikonfirmasi.
Kurva Sentimen Terkait GrabFood Juli 2019

Gambar 14. Kurva Sentimen GrabFood Gambar 14 menunjukkan pergerakan kurva sentimen GrabFood selama bulan Juli 2019. Garis sentimen negatif mulai 1 Juli 2019 sampai 22 Juli 2019 lebih tinggi dari garis sentimen positifnya. Kemudian tanggal 25 Juli sentimen positifnya lebih unggul, namun tidak belangsung lama. Jumlah sentimen negatifnya sebanyak 6.030 cuitan, sedangkan sentimen positifnya sebanyak 4.975 cuitan. Dominasi cuitan netral sebanyak 5.421 cuitan.
Jaringan Percakapan Terkait GrabFood

Gambar 15. Jaringan Percakapan GrabFood Gambar 15 merupakan jaringan percakapan yang terbentuk dari aktifitas warganet dengan topik GrabFood. Terlihat bahwa akun @GrabID membentuk jaringan paling besar dan nyambung dengan akun @grabfoodid dan @GrabMY. Namun akun-akun tersebut membentuk jaringan kecil di samping jaringan @GrabID tersebut.
Jadi, Pilih GoFood apa GrabFood Nih?
Hasil penelusuran Netray, memperlihatkan bahwa GoFood lebih sering diperbincangkan warganet sebanyak 23.001 cuitan. Sedangkan intensitas perbincangan warganet terkait GrabFood sebanyak 16.426 cuitan. Rincian sentimen kedua brand tersebut yakni GoFood sentimen positif sebanyak 7.866 sedangkan sentimen negatifnya 5.561 cuitan. Kemudian GrabFood lebih banyak sentimen negatifnya sebanyak 6.030 sedangkan sentimen positifnya sebanyak 4.975 cuitan. Artinya sentimen positif kedua brand tersebut lebih banyak GoFood daripada GrabFood.
Terlepas dari semua ulasan di atas, mau GoFood lebih unggul ataupun GrabFood lebih unggul, semua memiliki porsi dan pangsa masing-masing. Kedua brand tersebut sudah pasti menjadi pilihan hati masyarakat. Hal itu terlihat dari pemerolehan grafik yang hampir penuh setiap harinya. Membuktikan satu hal bahwa masyarakat Indonesia sangat bergantung dengan layanan online. Netray hanya berusaha menyajikan dan mengemasnya kembali berdasarkan data. Mau pilihanya GoFood atau GrabFood? Mari terus mendukung perusahaan online agar terus maju dan sukses ya.
Home Home



























