Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • Vaseline vs Nivea

    Vaseline vs Nivea

    Produk perawatan kulit dan wajah rasanya tak pernah surut menjadi perbincangan. Berbagai brand pun menawarkan produk mereka dengan penawaran menarik, salah satunya Vaseline dan Nivea. Kedua brand yang telah dikenal luas oleh masyarakat ini pun tak luput dari perbincangan warganet. Lalu bagaimana respon warganet terhadap kedua brand ini?

  • Kedelai Mahal, Produksi Tahu dan Tempe Terhambat, Warganet: Susah Nyarinya

    Kedelai Mahal, Produksi Tahu dan Tempe Terhambat, Warganet: Susah Nyarinya

    Bahan pangan favorit masyarakat Indonesia, tahu dan tempe sempat menghilang dari pasar. Hal ini berkaitan dengan kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku serta aksi mogok produksi yang dilakukan beberapa pengrajin tempe. Di lain sisi, pemerintah juga tengah mengupayakan langkah-langkah untuk menangani hal tersebut. Akan tetapi, langkah cepat yang diupayakan pemerintah ternyata masih menyisakan cuitan negatif di mata warganet. Apa yang menjadi kegelisahan warganet? Berikut pantauan Media Monitoring Netray.

    Naiknya harga kedelai impor telah dirasakan Indonesia sejak krisis pandemi Covid-19. Pada Desember 2020 harga kedelai impor telah merayap mencapai harga Rp9.300-Rp9.500/kg dari harga Rp7.200/kg. Hal tersebut membuat produsen gusar dan geram hingga memutuskan untuk melakukan aksi mogok produksi.

    Tahu dan Tempe dalam Media Berita

    Berdasarkan fenomena tersebut, Netray memantau pemberitaan terkait kata kunci kedelai && impor, kedelai && mahal, dan tahu && tempe pada tanggal 1-13 Januari 2021. Hasilnya, ditemukan sebanyak 1.491 artikel dari 104 portal media membahas topik terkait dengan menyoroti kategori Ekonomi dan Pemerintahan.

    Awal tahun 2021 ‘dirayakan’ produsen tahu dan tempe dengan aksi mogok kerja. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kedelai yang mencapai angka sembilan ribu per kilogram. Pemberitaan yang mengawal aksi mogok tersebut banyak menyumbang sentimen negatif terhadap topik ini pada tanggal 1-3 Januari 2021. Hal ini terlihat dari grafik sentiment trend yang berhasil dihimpun oleh Netray.

    Di awal pemberitaan, media menyoroti ‘jeritan’ produsen hingga pedagang warung makanan yang ikut merasakan imbas dari kenaikan harga bahan baku tersebut. Berbagai keluhan produsen hingga pedagang makanan menjadi sasaran utama bahan pemberitaan. Hal tersebut menyebabkan topik ini diselimuti pemberitaan bernada negatif hingga 3 Januari 2021.

    Langkah Tegas Pemerintah

    Tak berselang lama, pemberitaan bernada positif mulai disuarakan media. Setelah 3 hari mogok produksi, produsen tahu dan tempe mulai beroperasi kembali. Seperti yang diberitakan oleh Tribun News, salah satu produsen tempe di Jakarta Barat memutuskan untuk kembali produksi meski kebijakan terkait harga belum ditetapkan. Untuk menyelamatkan biaya produksi, beberapa produsen dikabarkan mengurangi ukuran tahu dan tempe. Selain itu, terdapat juga produsen yang memilih menaikkan harga.

    Kejadian ini tentunya berhasil menyentil pemerintah. Media mulai menyoroti langkah-langkah yang diambil pemerintah, terutama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani kelangkaan kedelai. Tak ayal, nama Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian paling sering disorot bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

    Dikutip dari Sindonews, seusai bertemu dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) pada 4 Januari 2021, Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri pada jangka pendek. Selain itu, Kementan juga akan mendorong petani untuk melakukan budi daya kedelai. Langkah tersebut dinilai mampu memecahkan permasalahan ini.

    Selain Kementan, jajaran pemerintah lain yang menjadi sorotan ialah Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menurut Sekjen Kemendag Suhanto, Kemendag sudah berkoordinasi dengan penyedia kedelai untuk menyiapkan bahan baku guna mencukupi kebutuhan kedelai dua bulan sampai tiga bulan mendatang. Di sisi lain, beberapa pihak juga mendesak Kemendag untuk memberikan sikap yang tegas jika menemukan kecurangan seperti adanya penimbunan yang dilakukan para spekulan.

    Jika dilihat dari grafik peak time sebelumnya, topik ini mulai mereda sejak 8 Januari 2021. Akan tetapi, pemberitaan mulai memuncak kembali pada tanggal 11 Januari 2021. Langkah cepat Kementan diapresiasi oleh beberapa pihak, salah satunya ialah Komisi IV DPR-RI. Langkah taktis jangka pendek Kementan dinilai mampu menstabilkan pasokan dan harga kedelai di sejumlah daerah. Hal ini juga dirasakan oleh pengrajin tahu dan tempe di Kawasan Perum Kopti, Semanan, Jakarta Barat yang merasa terayomi dengan langkah yang telah dilakukan Syahrul Yasin Limpo.

    Dikutip dari Detik, tepat pada tanggal 11 Januari 2021 dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 Presiden Joko Widodo meminta kepada jajarannya untuk menyelesaikan persoalan sejumlah komoditas, terutama pada komoditas yang masih impor. Pengelolaan yang berkaitan dengan pangan harus diseriusi secara detail.

    Warganet Kehilangan Tahu dan Tempe

    Media Monitoring Netray juga melakukan pemantauan topik ini pada media Twitter. Pada tanggal dan kata kunci yang sama, Netray menemukan lebih dari 15 ribu twit dengan dominasi sentimen negatif sebanyak 9.105. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan sentimen pada portal media. Lantas apa yang membuat topik ini dibanjiri sentimen negatif?

    Kelangkaan kedelai juga berimbas kepada berbagai kalangan, salah satunya adalah konsumen. Aksi mogok yang sempat dilakukan produsen beberapa waktu lalu justru mengakibatkan konsumen kesulitan mencari bahan makanan tersebut. Cuitan warganet yang berbau keluhan terangkum dalam fitur Top Complaint yang berhasil dihimpun oleh Netray. Diksi komplain yang paling banyak mendapat impresi dari warganet ialah kata kesel. Kata tersebut ditwitkan oleh akun @datukpancilok yang mengkritik impor vaksin dan kedelai dengan raihan impresi sebanyak 63 komentar, 735 like, dan 147 retweet.

    Selain itu, pada jajaran Top Complaint juga terdapat kritikan yang ditemukan dalam diksi susah. Salah satunya adalah soal kelangkaan petani kedelai, seperti yang diungkapan oleh akun @ericwildannu dalam twitnya. Ia menilai, hal ini merupakan imbas dari keran impor kedelai yang terbuka lebar sehingga petani lokal tidak mampu untuk bersaing di pasar.

    Tak hanya kritikan terhadap impor kedelai, keluhan terkait sulitnya mencari tahu dan tempe sebagai makanan sehari-hari juga diungkapkan warganet sehinga diksi susah nyari, susah dicari, susah bgt, dan susah banget menjadi Top Complaint dalam topik ini. Salah satu akun yang mengungkapkan kesulitan mencari bahan makanan ini ialah @abrianabee.

    Berita terkait kelangkaan dan naiknya harga kedelai yang berimbas pada produksi bahan pangan menjadi ajang kritik bagi beberapa akun. Seperti akun @ustadtengkuzul yang mentwitkan sindiran bahwa di negeri ini tidak ada yang bisa menyalahkan pemerintah. Sontak cuitan ini mendapat ribuan like dan ratusan retweet. Oleh karena itu, akun @ustadtengkuzul masuk ke dalam Top Account Netray.

    Demikian pantauan dari Netray terkait pemberitaan kelangkaan dan naiknya harga kedelai yang berimbas pada produksi tahu dan tempe. Pemerintah telah mengupayakan langkah sigap meski hal ini tidak berdampak pada turunnya harga kedelai. Di lain sisi, dampak sebagai negara importir baru dirasakan Indonesia di masa ini. Tak hanya produsen, imbas dari krisis pangan juga menggusarkan konsumen karena seperti diketahui, tahu dan tempe merupakan salah satu bahan makanan khas Indonesia.

  • Isu Propaganda Menjelang Rilisnya Film Nussa hingga Tuduhan Buzzer Serang Film Kartun Anak

    Isu Propaganda Menjelang Rilisnya Film Nussa hingga Tuduhan Buzzer Serang Film Kartun Anak

    Film animasi kartun Nussa sempat menduduki jajaran trending Twitter pada 12 Januari 2021. Kabar tersebut bersamaan dengan berita rilisnya film perdana Nussa yang akan segera tayang di bioskop. Sebelumnya teaser trailer film ini telah dirilis pada 21 Februari 2020. Kemudian pada 11 Januari 2021, pihak Visinema mengungkapkan bahwa film ini telah selesai digarap dan akan segera dirilis trailer perdananya. Apa yang membuat rilisnya trailer perdana Nussa The Movie ini menjadi trending Twitter? 

    Media Monitoring Netray melakukan pemantauan untuk melihat keramaian warganet membahas rilisnya film Nussa ini. Apa yang memicu keramaian warganet? Simak selengkapnya. 

    Pemantauan dilakukan dari tanggal 9-13 Januari 2021 dengan memasukan kata kunci nussa. Selama tiga hari terakhir, topik Nussa ramai diperbincangkan warganet hingga mencapai 50,810 cuitan dengan raihan impresi sebanyak 312 juta. Total 21 ribu akun turut serta dalam diskusi topik soal Nusa di Twitter. Puncak grafik pembahasan terjadi pada tanggal 12 Januari 2021 dengan garis kurva sentimen negatifnya mengungguli sentimen positifnya. Berikut gambaran sekilas tentang apa yang sebenarnya membuat ramai.

    Berdasarkan jajaran kumpulan kata-kata tersebut, kata nussa lebih menonjol ukurannya daripada kata lainnya. Namun, disekitar kata nussa, terdapat kata denny, animasi, siregar, dan agama. Artinya keramaian film Nussa di Twitter tidak jauh dari isu cuitan Denny Siregar yang menyinggung agama. Hal itu selaras karena memang film Nussa merupakan film kartun anak dengan nuansa islami. 

    Awal Mula Tagar #NussaUntukSemua Menjadi Trending 

    Keramaian animasi kartun anak Nussa melalui tagar #NussaUntukSemua ini bermula dari cuitan Denny Siregar yang menandai akun @anggasasongko produser film Nussa dengan menautkan berita tentang rencana rilisnya trailer perdana Nussa The Movie ini. 

    Pada mulanya, Angga Dwimas Sasongko menyebutkan dalam media pemberitaan bahwa film Nussa telah rampung diproduksi dan akan segera tayang di bioskop Tanah Air. Kemudian akun @dennysiregar7 mengomentari berita tentang rilisnya film tersebut. Ia mempertanyakan soal baju yang digunakan oleh tokoh Nussa yang dianggap tidak mencerminkan anak Muslim Indonesia. Akun @dennysiregar7 juga menyebutkan bahwa film ini dikhawatirkan menjadi jembatan propaganda karena membesarkan film binaan HTI. Cuitan di atas diunggah pada 11 Januari dan sontak memancing reaksi warganet termasuk @anggasasongko selaku produser sehingga menjadi perbincangan yang ramai pada 12 Januari. 

    Menanggapi cuitan dari akun @dennysiregar7, Angga Sasongko menuliskan bahwa film Nussa dikerjakan oleh banyak pihak dan tidak mengaitkan Nussa dengan satu kelompok tertentu. Selain itu, menurut Angga Sasongko selaku produser yang mengerjakan film Nussa bahwa film animasi yang berada di bawah naungan Visinema ini sudah tidak diragukan lagi rekam jejaknya di dunia perfilman. Oleh sebab itu, tidak membutuhkan pembelaan dan pembuktian bahwa film-film produksi Visinema menyajikan gambaran visi, misi dan independensi rumah produksi tersebut.

    Serba-Serbi Warganet Menanggapi Film Nussa yang Dianggap Propaganda

    Adu argumen antara @dennysiregar7 dan @anggasasongko menimbulkan diskusi publik di kalangan warganet. Selain itu, Terdapat pula warganet yang menyebutkan bahwa buzzer sudah mulai menyasar pada tayangan film animasi anak, seperti salah satu cuitan dari akun @HisyamMochtar berikut ini. 

    Komentar warganet lain menyebutkan bahwa Denny Siregar dinobatkan sebagai duta Nussa. Hal tersebut berkaitan dengan cuitannya tentang propaganda sehingga membuat film Nussa menjadi trending.

    Beberapa contoh dari cuitan di atas, terlihat bahwa sebagian akun mempertanyakan letak propaganda yang disebutkan oleh Denny Siregar. Warganet juga merasa aneh dengan penilaian Denny Siregar yang hanya melihat dari ‘baju’ yang dikenakan oleh tokoh Nussa lantas dapat disebut propaganda. Kemudian berdasarkan pada alur cerita film tersebut juga tidak mengarah untuk mendukung HTI atau khilafah islami lainnya. Menurut akun @iqrasahly yang selama satu tahun telah menonton tayangan film Nussa, justru sebaliknya, menurutnya film Nussa ini memberikan contoh yang baik untuk anak-anak. Intisari cerita dari setiap tayangannya selalu mengajarkan nilai-nilai agama Islam dengan sederhana. 

    Contoh cuitan positif di atas merupakan bentuk dukungan kepada tokoh-tokoh penting di balik produksinya film Nussa. Menurut @koalaNamuu animasi ini mengedepankan Indonesia, sebab nama pemeran utama dalam film ini yakni Nussa, Anta, dan Rara apabila digabung menjadi Nusantara. Selain itu, cerita pada setiap tayangannya dibalut ajaran islami penuh edukatif dan mengajarkan hal-hal kebaikan. 

    Top Akun, Top People, dan Jaringan Percakapan

    Film Nussa yang menjadi trending di Twitter tidak terlepas dari banyaknya impresi dan akun berpengaruh yang berada di balik trendingnya topik ini.

    Berdasarkan hasil pantauan Netray, pada jajaran top akun terdapat nama @aggnusehsey sebagai akun yang paling sering berkomentar pada topik ini sehingga menjadi salah satu akun dengan impresi paling tinggi. Kemudian nama @anggasasongko sebagai poduser dari film Nussa juga menjadi akun yang paling banyak interaksinya dengan warganet karena beliau merupakan orang penting dibalik produksi film Nussa. Kemudian pada jajaran top people terdapat nama Denny Siregar yang menjadi sorotan utama di balik trendingnya film Nussa ini. 

    Tidak jauh berbeda dari jajaran top akun dan top people di atas. Pada jaringan percakapan, kedua akun @dennysiregar7 dan @anggasasongko juga menjadi akun yang paling banyak ditandai dan disebut oleh warganet. Kemudian terdapat akun lain pada jaringan percakapan di atas yakni akun @anggiakharisma yang merupakan istri dari Angga Sasongko. Seperti diketahui bahwa Anggia Kharisma juga merupakan salah satu tokoh penting yang terlibat dalam produksi film Nussa ini. Garis berwarna merah diseputaran akun @dennysiregar7 dan akun @anggasasongko terlihat lebih banyak. Hal itu menandakan bahwa cuitan dengan sentimen negatif lebih sering berinteraksi pada kedua akun tersebut. Sedangkan garis cuitan bersentimen positif mengarah keluar dari pusat kedua akun tersebut.

    Demikian hasil pantauan Netray terkait topik film Nussa yang sempat menjadi trending di Twitter. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat.

  • Menyingkap Pembicaraan Warganet Seputar Kebijakan Baru WhatsApp

    Menyingkap Pembicaraan Warganet Seputar Kebijakan Baru WhatsApp

    Berita tentang aturan baru yang dikeluarkan oleh WhatsApp menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan. Kebijakan tersebut meminta pengguna menerima persetujuan privasi data untuk integrasi dengan Facebook. Seperti diketahui WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan milik Facebook Inc. Perubahan privasi pengguna yang dimaksud ialah tentang bagaimana aplikasi memproses data pengguna. Selain itu, akun bisnis dapat menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan serta mengelola obrolan WhatsApp mereka.

    Seperti apa tanggapan warganet tentang kebijakan baru tersebut? Apakah warganet antusias atau justru tidak mendukung? Netray melakukan pemantauan untuk melihat keramaian warganet dalam membahas kebijakan baru Whatsapp ini. Simak selengkapnya.

    Selama satu minggu pemantauan pada 5-11 Januari 2021 melalui #whatsappnewpolicy dan aturan baru whatsapp sebagai kata kunci, Netray berhasil menemukan impresi sebanyak 11,3 K dengan potential reach mencapai 8,1 M

    Hasilnya, kebijakan privasi baru dari WhatsApp telah diperbincangkan sebanyak 370 cuitan. Terlihat dari grafik peak time puncak perbincangan terjadi pada tanggal 8 Januari 2021 sebanyak 146 cuitan. Dengan garis sentimen negatif lebih menonjol daripada sentimen positifnya. Sentimen ini disumbang oleh perbincangan warganet yang menanggapi kebijakan baru dari aplikasi WhatsApp dengan mengungkapkan kekecewaanya. Termasuk di dalamnya adalah narasi untuk pindah menggunakan aplikasi pesan lain yang serupa dengan WhatsApp. 

    Pada kumpulan kata-kata di atas terlihat bahwa kata whatsapp, whatsappnewpolicy, telegram, aturan, data, pengguna, dan pindah memiliki ukuran lebih besar daripada kata lainnya. Hal itu memperlihatkan bahwa perbincangan warganet tidak jauh dari ungkapan rasa kekecewannya atas kebijakan baru yang dikeluarkan oleh WhatsApp.

    Munculnya brand aplikasi pesan Telegram dalam jajaran Word Cloud juga menunjukkan bahwa isu ini melebar pada wacana yang lebih luas lagi, yakni meninggalkan WhatsApp dan beralih menggunakan Telegram. Berikut pembahasan selengkapnya.

    Kecewanya Warganet Atas Kebijakan Baru WhatsApp

    Kebijakan yang dikeluarkan oleh WhatsApp membuat penggunanya merasa kesal. Beberapa tanggapan warganet menuliskan bahwa aplikasi WhatsApp terlalu dominan karena tidak memberi pilihan lainnya. Dengan kata lain, memaksa pengguna untuk menyetujui kebijakan baru ini. Warganet merasa aplikasi WhatsApp menjadi berbeda dan seakan tidak ada privasinya, seperti cuitan dari @charinsela3 berikut ini.

    Selain itu, warganet merasa bingung akan kebijakan baru. Minimnya informasi membuat pengguna semakin takut akan dampak terbaginya data pengguna pada Facebook.

    Beralih ke Aplikasi Pesan Lain

    Munculnya kebijakan tersebut membuat warganet memilih opsi lain untuk meninggalkan WhatsApp dan beralih menggunakan aplikasi pesan instan lainnya. Mulai dari ingin kembali ke LINE, pindah ke aplikasi Signal, lalu mengunduh MiChat hingga menggunakan Telegram.

    Akan Tetapi, banyak warganet yang ingin beralih menggunakan pesan instan Telegram. Tidak sedikit pula cuitan yang membandingkan WhatsApp dengan Telegram. Tindakan berupa ancaman warganet ini membuat aplikasi Telegram menjadi lebih banyak diunduh dan didaftari oleh banyak pengguna baru.

    Seperti cuitan dari @Ryaantz yang menuliskan bahwa semenjak adanya #whatsappnewpolicy di media sosial, membuat pemberitahuan Telegram miliknya ramai dengan pengguna baru. Artinya beberapa pengguna WhatsApp mulai beralih dengan mengunduh dan mendaftarkan diri sebagai pengguna Telegram. Hal itu diperkuat dengan cuitan dari @subhanmhmad yang menuliskan pendapat serupa. Banyaknya cuitan warganet yang ingin beralih pada aplikasi Telegram, disambut oleh CEO Telegram.

    Pavel Durov, pendiri Telegram memberikan tanggapan bahwa jutaan pengguna marah karena perubahan dalam persyaratan layanan WhatsApp terbaru yang mengharuskan pengguna berbagi semua data pribadi ke mesin iklan Facebook. Hal itu membuat pengguna WhatsApp beralih ke Telegram dengan sekitar 500 juta pengguna dan terus berkembang. Telegram telah menjadi masalah utama bagi perusahaan Facebook. Bahkan, Durov mengklaim bahwa Facebook tidak dapat bersaing dengan Telegram terkait kualitas dan privasi yang menyebabkan WhatsApp nampaknya beralih ke pemasaran terselubung, yakni menggunakan bot berbayar. Itulah tanggapan yang disampaikan oleh pendiri Telegram yang disampaikan @CNNIndonesia pada pemberitaan yang diterbitkannya.

    Selain portal CNN Indonesia, pada puncak grafik 8 Januari 2021 juga terdapat beberapa akun media pemberitaan lain yang memberikan informasi seputar kebijakan baru WhatsApp.

    Pada tanggal tersebut, akun media pemberitaan menyebutkan agar warganet lebih memahami dan tidak tergesa-gesa menerima persetujuan kebijakan privasi baru WhatsApp tersebut. Selain itu, media juga memberitakan apabila pengguna tidak menyetujui kebijakan tersebut, secara otomatis akun WhatsApp akan terhapus .

    Berdasarkan cuitan @wartakotalive di atas, apabila pengguna akan menghapus akun WhatsApp atau akunnya terhapus langsung dari aplikasi, itu tidak berarti bahwa data pengguna juga telah terhapus. Itulah salah satu isi  kebijakan yang tertulis pada kebijakan privasi baru WhatsApp. Berikut gambaran media populer dari unggahan warganet.

    Ilustrasi beberapa gambar dari media populer unggahan warganet tersebut juga berisikan ketidaksetujuan, serta ucapan selamat tinggal kepada WhatsApp dan selamat bergabung ke Telegram. Jadi kalian pilih mana? Bertahan pada WhatsApp atau ingin beralih ke media chat lainnya?

    Demikian pantauan Netray terkait tanggapan warganet seputar aturan baru WhatsApp. Semoga dapat menjadikan informasi yang bermanfaat.

  • Menyoal PSBB Jawa Bali dalam Berita dan Media Sosial

    Menyoal PSBB Jawa Bali dalam Berita dan Media Sosial

    Sekali lagi data tidak bisa berbohong. Setelah musim liburan Natal dan Tahun Baru, kasus penularan Covid-19 meningkat signifikan. Penerapan protokol kesehatan tidak akan pernah efektif jika intensitas interaksi sosial tidak pernah diminimalisir melalui pembatasan sosial (social distancing). Agaknya, alasan ini yang membuat pemerintah kembali menjadwalkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai tanggal 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

    Sedikit berbeda dengan PSBB sebelumnya, hanya beberapa wilayah yang dinilai pemerintah memiliki kriteria tertentu yang akan menerapkan aturan tersebut. Seperti namanya, kali ini PSBB Jawa Bali akan dilaksanakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja. Daerah-daerah tersebut dinilai masih memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.

    Berdasarkan fakta tersebut, Netray Media Monitoring ingin memantau pemberitaan di media massa daring selama periode 3-10 Januari 2021. Dari pemantauan ini, Netray akan mencari tahu sejumlah sudut pandang media mengenai isu pokok dan aktor yang paling banyak diliput oleh media.

    Selain itu, Netray juga ingin melihat bagaimana respon warganet Twitter menanggapi penerapan aturan ini. Pemantauan akan dilakukan dengan mencermati agregasi cuitan melalui fitur Issue Report dari Netray. Fitur ini akan mengelompokkan cuitan berdasarkan frekuensi kemunculan kata atau istilah yang sama dari sejumlah cuitan. Jadi bisa dilihat isu apa saja yang menarik bagi warganet untuk dibicarakan.

    Isu PSBB Jawa Bali dalam Pemberitaan Media Massa Daring

    Apa yang akan diberitakan oleh media massa menjelang hingga selama penerapan PSBB kali ini? Pertanyaan ini adalah yang paling tepat untuk menjadi fundamen kala menganalisis laporan atau pemberitaan yang dibuat oleh media massa daring. Alasannya adalah kebijakan PSBB bukanlah hal yang baru dalam penanganan pandemi. Pemerintah seharusnya sudah sejak lama menerapkan kebijakan ini sebelum angka penularan melonjak drastis.

    Kebijakan PSBB bukanlah hal yang baru dalam penanganan pandemi. Pemerintah seharusnya sudah sejak lama menerapkan kebijakan ini sebelum angka penularan melonjak drastis. Sudut pandang ini nampaknya yang sedikit banyak digunakan oleh media massa. Selain memberitakan pendapat sejumlah ahli, media massa juga kerap menulis laporan dengan argumen bahwa penerapan PSBB kali ini adalah buah dari ‘penanganan setengah hati’ dari pemerintah.

    Isu pokok kedua dari pemberitaan media massa adalah respon pemerintah daerah setempat lantaran PSBB kali ini diterapkan di wilayah Jawa dan Bali secara spesifik. Tentu saja setiap kepala daerah menerima kebijakan ini, tetapi dengan penyesuaian masing-masing. Tidak banyak konflik vertikal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang diberitakan oleh media massa. Meskipun konflik semacam ini tetap muncul, minimal tidak menjadi isu yang menyedot perhatian publik.

    Media massa daring juga meliput pendapat sejumlah pihak terkait dampak yang dihasilkan oleh kebijakan PSBB Jawa Bali. Salah satu dampak penerapan PSBB yang paling sering dibicarakan adalah ekonomi. Media massa kerap menyoroti sejumlah indikator perekonomian seperti harga saham dan kebutuhan hidup. Bahkan salah satu berita menulis dampak PSBB pada sektor transportasi dengan menunjukan adanya peningkatan permintaan jet pribadi oleh masyarakat Indonesia.

    Poin pemantauan pemberitaan yang terakhir adalah untuk mencari tahu siapa figur yang paling banyak disebut media massa. Data ini dapat dengan mudah dilihat dari tabel Top Person. Nama Airlangga Hartarto menempati posisi teratas dalam tabel tersebut sehubungan dengan pengumuman tentang rencana PSBB Jawa Bali yang ia buat sebagai ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Setelah Airlangga, terdapat nama Presiden Joko Widodo, Tjahjo Kumolo, dan Ganjar Pranowo.

    Respon Warganet dalam Kerangka Agregasi Cuitan

    Netray Media Monitoring berhasil merangkum cuitan respon warganet terhadap kebijakan PSBB Jawa Bali ke dalam 9 topik perbincangan. Masing-masing topik berisi sejumlah kata yang kerap muncul dengan kesamaan sentimen. Beberapa kata tertentu mungkin masih muncul pada topik yang berbeda, tetapi mereka mengacu pada konteks yang berbeda pula. Kesembilan topik tersebut bisa dilihat dari tabel di bawah ini.

    Sebagai contoh atas proses agregasi cuitan warganet adalah Topik 2, 4, 5, dan 7. Pada Topik 2 terdapat kata Sumatera, Jakarta, dan Madura. Topik ini mengagregasi cuitan yang menyebut kota atau tempat tersebut di dalamnya. Warganet memberikan pendapat mereka tentang situasi tempat mereka di bawah pengaruh PSBB Jawa Bali. Topik 2 memiliki sentimen negatif.

    Topik 4 merangkum kata daerah, dibatasi, dan penerapan dengan sentimen positif sedangkan Topik 5 dengan sentimen negatif memiliki kata kunci antara lain Bali, provinsi, dan diperketat. Terdapat cuitan yang isinya meminta pemprov Bali untuk meninjau ulang kebijakan PSBB mereka.

    Untuk topik contoh terakhir, yakni Topik 7 muncul kata bantu, perjuangan, dan kesehatan. Sejumlah cuitan dengan sentimen positif di topik ini menyuarakan ajakan untuk membantu para tenaga kesehatan dengan terus mematuhi protokol kesehatan.

    Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang kembali dicanangkan oleh pemerintah memang terasa sudah sangat terlambat. Meskipun begitu, segala macam upaya untuk memperbaiki kualitas penanganan pandemi tetap harus dilakukan. Media massa yang kritis dan warganet yang tak hentinya mengajak khalayak untuk tetap menjaga diri dan lingkungannya perlu diapresiasi. Sebelum pandemi ini benar-benar melumpuhkan masyarakat dalam skala yang lebih besar lagi.

  • Menguak Arus Perbincangan #ruuciptaker di Media Sosial Twitter

    Menguak Arus Perbincangan #ruuciptaker di Media Sosial Twitter

    Tagar #ruuciptaker menempati trending topik Twitter dalam beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, pada 05 Oktober 2020 Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang menuai kontroversi ini. Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini pun menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk warganet Twitter. Hal ini kemudian menimbulkan pro dan kontra dari kalangan pendukung dan penolak disahkannya RUU ini hingga perang tagar pun tidak dapat terhindarkan.

    Media Monitoring Netray melakukan pemantauan terkait topik ini, mengapa topik ini kembali ramai diperbincangkan warganet meski telah disahkan?

    #RUUCiptaker

    Pemantauan dilakukan sejak 12 Desember 2020 sampai dengan 10 Januari 2020. Selama periode tersebut ditemukan cuitan sebanyak 21.5K dengan didominasi oleh cuitan bersentimen negatif yang mencapai 10.1K cuitan. Persentase ini menunjukkan bahwa #ruuciptaker masih menjadi perbincangan hangat di Twitter meski RUU tersebut telah disahkah sejak 5 Oktober 2020 lalu.

    Melalui grafik di atas terlihat perbincangan terkait topik ini muncul setiap harinya meski dengan jumlah yang tidak sama banyak. Puncak perbincangan warganet terjadi pada tanggal 22 Desember 2020 dan 09 Januari 2021 lalu. Apa yang menjadi perbincangan warganet pada tanggal tersebut?

    Perbincangan Warganet Pada 22 Desember 2020: #bisnisumkmbangkit

    Pada 22 Desember 2020, perbincangan terkait #ruuciptaker mengalami peningkatan yang signifikan. Untuk dapat mengetahui apa yang menjadi perbincangan warganet simak grafik berikut.

    Berdasarkan pantauan Netray, 22 Desember 2020 menjadi puncak perbincangan warganet terkait #ruuciptaker dengan jumlah cuitan mencapai 1.7K. Melalui word cloud pada tanggal tersebut, terlihat perbincangan warganet berkaitan dengan omnibus, dorong, umkm, hingga tagar #bisnisumkmbangkit.

    Terlihat pada tanggal tersebut cuitan populer warganet didominasi oleh arus tagar #bisnisumkmbangkit. Beberapa cuitan dengan tagar tersebut terlihat menyuarakan dukungan mereka terhadap Rancangan Undang-Undang kontroversi ini yang dinilai dapat membangkitkan UMKM. Adapun akun yang turut menyuarakan dukungan pada tanggal tersebut, di antaranya adalah @BatikRiwa dan @gemilang06. Berikut monitoring account Netray.

    Kedua akun tersebut terlihat menyuarakan dukungan mereka terhadap Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja yang dinilai akan memberikan banyak manfaat kepada para pengusaha atau pebisnis. Dukungan tersebut disuarakan melalui cuitan, retweet, dan arus tagar yang digunakan dalam cuitan mereka.

    Perbincangan Warganet Pada 09 Januari 2021: #OmnibusBeriManfaatBaik

    Belum lama ini, tepatnya pada 09 Januari 2021 perbincangan terkait #ruuciptaker kembali memuncak bahkan sempat menempati trending topik Twitter. Lalu, apa yang menjadi perbincangan warganet?

    Grafik pada 09 Januari 2020 menunjukkan jumlah perbincangan mencapai 1.4K cuitan. Melalui Word Cloud dapat diketahui bahwa perbincangan warganet pada tanggal tersebut berkaitan dengan kosakata demo, omnibus, korelatif, presentasi, aktif, penambahan dan tagar #OmnibusBeriManfaatBaik.

    Beberapa cuitan pada pukul 10:00-11.00 menunjukan suara penolakan terhadap Omnibus Law #ruuciptaker yang berkaitan dengan aksi demo penolakan yang terjadi beberapa waktu lalu di Ibu Kota semasa pandemi. Dalam cuitannya, akun @elisa_jkt mengatakan bahwa demo penolakan Omnibus Law tidak berkorelasi dengan penambahan kasus aktif Covid-19, tetapi yang justru berkorelasi adalah momen libur bersama. Cuitan tersebut setidaknya mendapat total retweet mencapai 2K.

    Menariknya, pada pukul 13.00-14.00 di tanggal yang sama cuitan yang bermuatan dukungan terhadap #ruuciptaker justru mengalami kenaikan. Hal ini dapat diamati melalui gambar di atas, salah satunya oleh akun @AdhyasF. Melalui cuitannya, akun tersebut terlihat menyuarakan dukungannya dengan menggunakan tagar #OmnibusBeriManfaatBaik.

    Terlihat akun @elisa_jkt mencuitkan kaitan demo penolakan Omnibus Law yang tidak berkorelasi dengan kenaikan jumlah kasus Covid-19, sedangkan beberapa waktu berikutnya terlihat terjadi pengusungan tagar #OmnibusBeriManfaatBaik salah satunya disuarakan oleh @AdhyasF yang menilai Omnibus dapat memberikan banyak manfaat.

    Top Categories Dalam Topik #ruuciptaker

    Dalam dua tanggal yang menjadi puncak perbincangan terkait #ruuciptaker ditemukan dua arus tagar yang berhembus, di antaranya adalah #bisnisumkmbangkit dan #OmnibusBeriManfaatBaik. Kedua tagar tersebut menyuarakan dukungan terhadap RUU kontroversi ini.

    Tidak hanya itu, bahkan dalam Word Cloud selama periode pemantauan Netray juga menemukan beberapa tagar lain yang menyuarakan dukungan terhadap RUU ini, seperti halnya tagar #KesejahteraanUntukPekerja, #KesempatanUntukMaju, dan #BarisanProKerja. Ketiga tagar tersebut cukup populer digunakan sehingga dapat terlihat melalui Word Cloud. Selain itu, arus tagar penolakan yang terlihat pada periode ini hanya berjumlah satu, yaitu #BatalkanRUUCiptaKerja. Hal ini menunjukan, setelah RUU tersebut disahkan arus tagar penolakan tidak lagi banyak terdengar digantikan oleh suara dukungan dengan berbagai tagar yang menyuarakan kebaikan yang terkandung dalam Undang Undang tersebut.

    Adapun kategori akun populer dalam topik ini ditempati oleh akun @Dandhy_Laksono dan beberapa akun lainnya, sedangkan dalam urutan berdasarkan jumlah, akun yang paling banyak mencuitkan terkait topik #ruuciptaker ditempati oleh @DonjuanX8.

    Terlihat kedua akun tersebut saling bertolak belakang. Apabila diamati melalui cuitannya, akun @Dandhy_Laksono merupakan salah satu akun yang kontra terhadap RUU ini, sedangkan akun @DonjuanX8 dalam cuitannya bermuatan dukungan terhadap disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

    Dalam kategori Top People, akun @BPrima777, @sulistyo_tantry, dan @Arypasetyo85 terlihat menempati kategori tersebut. Tidak hanya itu, bahkan akun @DonjuanX8 juga terlihat dalam sepuluh urutan teratas kategori Top People. Dalam kategori Top Organisasi terlihat DPR sebagai lembaga yang membuat Rancangan Undang Undang ini masuk dalam jajaran kategori Top Organisasi.

    Beberapa cuitan di atas menunjukkan korelasi antara akun-akun dalam kategori Top People tersebut. Dalam cuitannya, akun-akun tersebut terlihat saling menandai sehingga membuat jumlah cuitan mention dalam cuitan mereka meningkat. Hal inilah yang membuat akun-akun tersebut masuk ke dalam kategori Top People. Terlihat akun-akun tersebut mempopulerkan muatan yang sama, yakni dukungan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja. Tidak hanya itu, akun-akun tersebut juga muncul dalam analisis jaringan percakapan Netray dalam gambar berikut.

    Hal ini semakin menguatkan bahwa selama periode 12 Desember 2020 sampai dengan 10 Januari 2020 perbincangan terkait #ruuciptaker didominasi oleh akun-akun yang mendukung disahkannya RUU ini. Hal ini tidak hanya diamati melalui kemunculan berbagai tagar dukungan, tetapi juga dalam jajaran Top People maupun akun-akun dalam analisis jaringan percakapan yang saling berhubungan.

  • Perbincangan Tentang Tan Malaka di Twitter: Siapa yang Meramaikan?

    Perbincangan Tentang Tan Malaka di Twitter: Siapa yang Meramaikan?

    Nama pahlawan nasional Tan Malaka tiba-tiba menjadi trending topic di linimasa Twitter pada tanggal 6 Januari 2021 lalu. Sementara itu, tak ada momentum apapun yang biasanya menjadi pemantik perbincangan seperti hari kelahiran atau semacamnya. Lantas mengapa warganet ramai membicarakan Tan Malaka? Siapa saja yang terlibat dalam proses naiknya kata kunci ini di Twitter?

    Guna menjawab pertanyaan tersebut, Netray Media Monitoring telah melakukan pemantauan terkait kata kunci dengan menggunakan metode social network analysis (SNA). Netray akan menelisik perkembangan volume perbincangan selama jangka waktu tertentu dan melihat bagaimana perubahan sudut pandang warganet ketika membicarakan subjek pemantauan.

    Analisis SNA Perbincangan Tan Malaka

    Sebelum memulai analisis jejaring sosial, data yang perlu dicermati terlebih dahulu adalah diagram peak time. Di sini terlihat bahwa perbincangan tentang Tan Malaka muncul mulai tanggal 5 Januari 2021 dan mencapai puncaknya pada tanggal 6 Januari 2020. Pemantauan sejak tengah malam hingga pukul 6 pagi menunjukkan bahwa akun @CNNIndonesia menjadi episentrum pembicaraan. Meskipun itu masih dalam skala yang sangat terbatas.

    Laman CNN Indonesia memuat liputan yang berisi permohonan keluarga mendiang Tan Malaka agar perjuangan Tan Malaka dalam menggagas Republik Indonesia dituangkan ke dalam pelajaran sejarah. Karena di luar radar akun yang memiliki pengaruh besar, cuitan tersebut sangat rendah direspon warganet. Akan tetapi, laporan CNN Indonesia yang lain akhirnya menarik banyak perhatian, yakni kala menulis pernyataan Novel Bamukmin, anggota PA 212 yang menolak usulan keluarga Tan Malaka.

    Terlihat dari gambar di atas, cuitan kedua mendapat reply hingga 430 kali. Jumlah ini melesat lebih jauh jika dibandingkan dengan cuitan tentang Tan Malaka sebelumnya yang hanya dibalas sebanyak 4 cuitan saja. Warganet lebih tertarik membaca kontroversi yang dimulai oleh anggota PA 212 daripada pendapat konstruktif dari keluarga Tan Malaka.

    Karena laporan tersebut, sepanjang tanggal 5 Januari akun @CNNIndonesia menjadi simpul perbincangan warganet kala membahas pemberitaan terkait Tan Malaka. Hal itu berlangsung hingga petang hari.

    Baru setelah masuk ke tanggal 6 Januari, episentrum perbincangan warganet mulai bergeser ke sejumlah akun lain. Dalam paruh waktu antara tengah malam hingga pukul 6 pagi, giliran akun @budimanjatmiko yang menjadi pusat pembicaraan.

    Namun, dari diagram peak time di bawah dapat dilihat bahwa baru menjelang tengah hari cuitan yang mengandung kata kunci Tan Malaka meledak.

    Setelah akun milik politisi PDIP tersebut, sudah tidak ada lagi akun tunggal yang menguasai pembicaraan. Akun-akun ini menjadi pusat perbincangan dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni mulai tengah hari hingga malam. Mereka mendapat respon dalam jumlah yang cukup masif dari warganet. Di antaranya adalah @historia_id dan @Sketsa_Rasa. Ada juga beberapa akun yang cuitannya cukup banyak di-retweet oleh warganet, seperti @mazzini_gsp, @sansan_ntrl, dan @DesaKita2.

    Dari kelima akun tersebut, sebenarnya tidak ada akun yang secara diametral terpisah dengan akun yang lain. Warganet terlihat kerap menandai dua atau lebih akun dalam cuitan mereka. Hal ini dibuktikan dengan adanya garis yang saling berpotongan dari diagram tersebut. Situasi ini dapat diartikan bahwa akun-akun tersebut berasal dari lokus audiens yang sama, yakni mereka yang mengenal sejarah Tan Malaka dan berani berpendapat di sosial media.

    Yang Absen dari Pemantauan

    Karena analisis social networking adalah untuk melihat aktor dan kelompok mana saja yang berbicara pada topik tertentu, pemantauan kata kunci Tan Malaka ini menunjukan fakta yang unik. Meski dipicu oleh komentar salah satu anggota PA 212, namun tidak ada cuitan dari kelompok mereka yang ikut terjun dalam arus pembicaraan.

    Sebagai contoh, akun @ustadtengkuzul dan @maspiyu5 yang kerap meramaikan perbincangan di Twitter dari kubu tersebut, di sini malah sama sekali tidak ikut campur. Tidak ada penjelasan apapun terkait hal ini, kecuali komentar Novel Bamukmin di media massa adalah murni inisiatif pribadinya.

    Tan Malaka adalah sosok pahlawan yang sangat kompleks. Meski ia sempat berafiliasi dengan partai yang dianggap paria di negeri ini, sosoknya yang religius dan berasal dari masyarakat agamis tak bisa dinafikan begitu saja. Selain itu gagasannya tentang Republik Indonesia jauh mendahului pemikiran founding father yang lain seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Perlu proses yang besar dan lebih lama lagi untuk menempatkan nama Tan Malaka di tempat yang lebih layak lagi.

  • Kebiri Kimia Pelaku Pelecehan Seksual Anak; Kurang Memberi Efek Jera sampai Biayanya yang Mahal

    Kebiri Kimia Pelaku Pelecehan Seksual Anak; Kurang Memberi Efek Jera sampai Biayanya yang Mahal

    Beberapa waktu lalu berita mengenai hukuman kebiri kimia bagi predator seksual anak ramai menjadi sorotan publik. Peraturan pemerintah tentang tata cara pelaksanaan tindakan hukuman kebiri kimia telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Desember 2020 lalu. Peraturan Pemerintah nomor 70 tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri tersebut juga berisi tentang pemasangan alat deteksi elektronik, rehabilitasi, dan pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual anak. Untuk melihat seperti apa keramaian masyarakat dalam menanggapi hukuman kebiri, Netray melakukan monitoring pada media pemberitaan dan media sosial Twitter. Seperti apa media massa memberitakannya? Dan bagaimana tanggapan masyarakat terkait hukuman kebiri kimia ini? 

    Kebiri Kimia dalam Media Pemberitaan

    Netray melakukan pemantauan dengan menggunakan kata kunci kebiri kimia selama periode 1-7 Januari 2020. Hasilnya, topik ini diberitakan sebanyak 247 artikel oleh 63 portal media dengan mayoritas pemberitaan berkategori Hukum.

    Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa topik terkait hukuman kebiri kimia mulai ramai diberitakan pada 3 Januari 2020. Hal tersebut karena media pemberitaan membuka isi yang tertuang dalam peraturan pemerintah tentang kebiri. Kemudian media massa ramai mengangkat pemberitaan tersebut pada hari setelahnya tanggal 4 Januari hingga menjadi puncak grafik pemberitaan selama satu minggu pemantauan

    Pemberitaan yang diterbitkan oleh media seputar penandatangan peraturan kebiri ini mendapat dukungan dari beberapa lembaga pemerintah. Namun yang menjadi sorotan media sehingga baru ramai menjadi perbincangan di media ialah pemberitaan terkait tata cara pelaksaan hukuman kepada pelaku.

    Presiden menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2020 untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak. Selain untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, media juga menjelaskan isi peraturan tersebut berupa tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik dan rehabilitasi yang dikenakan terhadap pelaku pencabulan berdasar pada putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum. 

    Respon Warganet tentang Kebiri Kimia

    Melihat hukuman kebiri dalam media pemberitaan cukup menyita perhatian publik. Bagaimana dengan tanggapan warganet? Apakah warganet mendukung peraturan pemerintah tentang hukuman kebiri ini? Simak hasil pantauan Netray pada media sosial Twitter berikut ini. 

    Hasil pantauan Netray, kebiri kimia di Twitter diperbincangkan sebanyak 1,981 cuitan dengan potential reach mencapai 90 juta. Pergerakan grafik memuncak di tanggal 6 Januari dengan garis sentimen negatif yang lebih unggul. Hal tersebut disebabkan oleh ramainya perbincangan warganet yang menanggapi pernyataan Komnas HAM yang menyatakan bahwa hukuman kebiri merupakan bentuk penyiksaan dan tidak sesuai prinsip HAM.  

    Pendapat Komnas HAM tersebut diberitakan oleh kompas yang kemudian melalui akun Twitter resminya, @kompascom menuliskan cuitan tersebut pada tanggal 4 Januari dan 5 Januari. Cuitan dari kompas tersebut lantas mendapat banyak komentar dan retweet dari warganet.

    Cuitan di atas merupakan beberapa respon warganet tentang pendapat Komnas HAM. Salah satunya datang dari akun @BersamaSahabat4 yang menuliskan sindiran dengan mempertanyakan apakah perbuatan pelaku sesuai prinsip HAM. Kemudian akun lain, @DiraPrajna juga mempertanyakan apakah pelaku pada saat memperkosa memikirkan HAM korban. Selain itu, @DiraPrajna juga menuliskan pendapatnya apabila kebiri tidak diperbolehkan, menyakiti kelamin pelaku bisa dijadikan pilihan. Tidak hanya cuitan dari akun @DiraPrajna saja yang berpendapat untuk melakukan tindakan menyakiti alat kelamin pelaku pelecehan seksual. Namun warganet lainnya juga menyarankan sejumlah opsi untuk menyakiti kelamin pelaku seperti cuitan di bawah.

    Selain menanggapi pendapat dari Komnas HAM, warganet juga memberikan tanggapannya terhadap hukuman kebiri. Tidak sedikit warganet berpendapat bahwa hukuman kebiri ini dianggap tidak efektif dan kurang memberikan efek jera kepada pelaku. Berikut cuitan ketidaksetujuan warganet. 

    Informasi yang didapat dari media pemberitaan bahwa suntik kebiri ini bertahan selama 2 tahun pada tubuh manusia. Rasanya kurang adil melihat trauma yang dirasakan korban selama bertahun-tahun. Seperti cuitan dari akun @sand_andri yang menuliskan ketidaksetujuannya sebab apabila kebiri tersebut sudah hilang, dikhawatirkan akan lebih menjadi-jadi melakukan tindak pelecehan seksualnya. Sementara itu cuitan dari @kimjongann menyebutkan bahwa kebiri kimia hanya menekan residivisme sebanyak 2%-5% saja. Padahal ekspektasinya dapat menekan residivis sampai 50% sehingga kebiri kimia dianggap kurang efektif posisinya sebagai hukuman atau rehabilitasi pelaku. Selain dianggap tidak mengurangi efek jera kepada pelaku, biaya untuk kebiri kimia ini terbilang mahal. 

    Setelah efek dari suntik kebiri ini hilang, nafsu dan ereksi akan kembali normal. Tidak ada jaminan bahwa pelaku tidak akan melakukan pelecehan seksual lagi. Lalu akun @kimjongann juga menuliskan gambaran mahalnya biaya kebiri kimia, salah satu contohnya kebiri kimia di negara Korea Selatan sebesar 63 juta rupiah per tahun. Selain tanggapan ketidaksetujuan warganet, terdapat pula warganet yang menyetujuinya. Berikut contoh cuitannya.

    Seperti cuitan akun @SahabatSaber yang mendukung peraturan pemerintah ini dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Cuitan lainnya dari @RangkumBeritaa yang menuliskan bahwa Pemerintah memberikan langkah pasti terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak, melalui tindakan kebiri kimia. Tujuannya adalah kebiri kimia ini dapat mengganggu keseimbangan hormon, gairah seksual terganggu, dan beberapa bagian tubuh lainnya juga terpengaruh. 

    Beberapa akun tersebut diatas termasuk pada jajaran top akun dalam hasil pantauan Netray. Akun @kimjongann dan @asumsico menjadi dua akun yang menduduki urutan paling atas sebagai akun yang paling banyak memperoleh retweet atau komentar dari warganet lain.

    Pada jaringan percakapan di atas terlihat akun @KomnasHAM dan @Jokowi menjadi akun yang paling sering ditandai oleh warganet. Akun Komnas HAM menjadi sorotan terkait pendapat komisioner Komnas HAM dalam media pemberitaan tentang kebiri kimia yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip HAM. Kemudian sorotan kepada akun Jokowi terjadi karena beliau pada topik ini menandatangani Peraturan Pemerintah tentang hukuman kebiri tersebut. 

    Demikian analisis Netray terkait Peraturan Pemerintah tentang hukuman kebiri kimia kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Semoga dengan terbitnya aturan ini pelaku mendapat efek jera sehingga kekerasan seksual kepada anak dapat diminimalisir.

  • Belum Genap Sebulan Menjabat, Menteri Sosial Risma Dinyinyiri Warganet

    Belum Genap Sebulan Menjabat, Menteri Sosial Risma Dinyinyiri Warganet

    Belum genap sebulan menjabat sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma kini kembali menjadi sorotan. Namanya masuk dalam jajaran trending topik Twitter bersama kata mensos dan pencitraan pada 06 Januari 2021. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi perbincangan warganet, simak pantauan Netray berikut.

    Seperti diketahui, pada 23 Desember 2020 lalu Presiden Joko Widodo secara resmi merombak susunan kabinet yang dipimpinnya. Salah satunya ialah Tri Rismaharini yang kini tengah menjabat sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari Peter Batubara yang terlibat skandal korupsi Bansos Covid-19 pada 6 Desember 2020 lalu.

    Netray memantau topik terkait Risma sejak 01 Januari 2021 sampai dengan 07 Januari 2021. Selama periode tersebut ditemukan cuitan mencapai 33.5K dengan dominasi cuitan bersentimen negatif. Berikut gambarannya.

    BU Risma

    Sejak dilantik menjadi Menteri Sosial, mantan Wali Kota Surabaya ini terus mendapat perhatian publik. Hal ini dapat diamati melalui grafik di atas, terlihat topik seputar Risma muncul setiap harinya dalam perbincangan warganet dan mengalami kenaikan yang signifikan sejak tanggal 05 Januari 2021 hingga memuncak pada hari berikutnya. Sedangkan melalui grafik sentimen dapat diketahui bahwa topik seputar Risma mendapatkan jumlah sentimen negatif yang mendominasi meski tidak berbanding jauh dengan jumlah sentimen positif yang mendominasi pada beberapa waktu sebelumnya. Mengapa demikian? Apa yang menjadi perbincangan warganet sehingga sentimen negatif berhasil unggul? Berikut hasil analisis Netray.

    Blusukan, Risma Tuai Kritik dan Dinilai Pencitraan

    Setelah resmi diangkat sebagai Menteri Sosial Risma pun mulai melaksanakan kegiatan seperti halnya menyusuri kawasan Sudirman-MH Thamrin dan Pasar Baru untuk menemui sejumlah gelandangan dan pengemis. Namun, bukannya menuai pujian aksinya tersebut justru menuai pro dan kontra dari warganet. Hal ini dapat diamati melalui Top Words pantauan Netray yang menemukan kosa kata populer terkait topik Bu Risma, di antaranya blusukan, pencitraan, kritik, peduli, dan lain sebagainya.

    Tanggapan Negatif Warganet; #RismaRatuDrama

    Melalui beberapa cuitan di atas terlihat tanggapan warganet terkait blusukan yang dilakukan oleh Risma. Sebagian warganet mengomentari aksinya dan menganggap hal tersebut hanya drama dan pencitraan. Tidak hanya itu, bahkan warganet juga mengusung tagar #RismaRatuDrama yang mencuat dan menduduki trending pada 07 Januari 2020.

    Melalui grafik di atas dapat diamati bahwa cuitan dengan tagar #RismaRatuDrama muncul pertama kali pada 06 Januari 2020. Hal ini sesuai dengan Peak Time topik Risma pantauan Netray yang memuncak pada tanggal yang sama. Berikut beberapa cuitan dengan penggunaan tagar tersebut.

    Melalui cuitannya akun-akun tersebut menaikkan tagar #RismaRatuDrama hingga menempati trending topik Twitter. Adapun akun populer dengan penggunaan tagar ini adalah sebagai berikut.

    Dukungan Terhadap Risma; #KamiAdaUntukRisma

    Meski ramai kritik dan tudingan pencitraan terhadap dirinya, tidak sedikit juga warganet yang memberikan dukungan. Sebagian warganet turut mengapresiasi kinerja Risma sebagai Menteri Sosial. Hal ini dapat diamati melalui beberapa cuitan warganet berikut.

    Sebagian warganet menganggap apa yang dilakukan oleh Risma adalah bentuk kinerja. Bahkan akun @AmienRouf11 menyampaikan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa Risma lakukan selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode. Adanya pro dan kontra terhadap kinerja Mensos tersebut memantik terjadinya perang tagar, hingga warganet yang pro terhadap Risma pun mencuatkan tagar #kamiadauntukrisma.

    Meski dengan jumlah yang tidak sebanding dengan cuitan tagar #RismaRatuDrama dukungan melalui cuitan ini pun terus meningkat dengan didominasi oleh cuitan bersentimen positif. Berikut beberapa cuitan warganet dengan tagar #kamiadauntukrisma.

    Media Populer Netray

    Melalui media populer Netray terlihat tudingan pencitraan terhadap dirinya semakin menguat. Hal ini karena dugaan settingan tunawisma yang ditemukan oleh Risma di jalanan hingga Risma disebut tengah berdrama.

    Dalam kategori Top People terlihat beberapa akun terkait topik Risma, salah satunya akun @Cobeh09 dan @Donihendarto. Kedua akun tersebut merupakan akun yang kontra dengan Risma dan banyak mencuitkan opininya terkait Risma di Twitter. Hal ini membuat kedua akun tersebut juga masuk dalam kategori Akun Populer dalam topik ini. Sedangkan dalam kategori Top Facilities terlihat beberapa fasilitas umum yang menjadi sorotan dan mendapat perhatian oleh Risma hingga banyak disebut dalam cuitan warganet.

    Nama kedua akun di atas terlihat dalam beberapa Top Kategori, seperti dalam Top People maupun akun Populer. Berikut beberapa cuitan akun tersebut dan juga mention yang melibatkan akun kontra lainnya.

    Melalui beberapa cuitannya terlihat akun-akun tersebut melayangkan ketidaksetujuannya dengan apa yang dilakukan oleh Risma hingga menilai hal tersebut hanyalah pencitraan. Namun tidak sedikit akun yang merespon cuitan tersebut hingga dalam satu cuitannya akun @Cobeh09 mendapat retweet mencapai 1.96K.

    Dalam jaringan percakapan terlihat akun @aniesbaswedan, @fadlizon , dan @KemensosRI menjadi akun yang paling banyak ditandai oleh warganet. Akun Anies Baswedan mendapat sorotan karena lokasi Risma saat melakukan blusukan merupakan wilayah yang kini tengah dipimpin olehnya. Sedangkan akun Fadli Zon juga menjadi akun yang banyak ditandai karena Fadli Zon juga sempat menanggapi sinis kinerja Risma dan menilai apa yang dilakukan Risma hanyalah pencitraan. Namun sayangnya hal ini justru memantik warganet pendukung Risma dan semakin memperpanjang persoalan.

    Demikian hasil pantauan Netray terkait Menteri Sosial yang belum genap sebulan dilantik ini. Tri Rismaharini memang dikenal kerap melakukan blusukan bahkan sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Surabaya yang terpilih selama dua periode. Namun kini saat ia telah menjabat sebagai Menteri blusukan yang dilakukannya justru menuai kontroversi.

    Pantau Analisis Netray lainnya melalui https://analysis.netray.id/

  • Selayang Pandang Aplikasi PeduliLindungi hingga Isu Hoax yang Melingkupinya

    Selayang Pandang Aplikasi PeduliLindungi hingga Isu Hoax yang Melingkupinya

    PeduliLindungi merupakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi ketika kita berada pada zona merah Covid-19. Sempat diperbincangkan di awal masa pandemi, kini aplikasi buatan Kominfo ini kembali menjadi sorotan setelah adanya pemberitaan terkait vaksin gratis yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi PeduliLindungi masyarakat dapat mengecek daftar calon penerima vaksin Covid-19 gratis tersebut.

    Pemberian vaksin Covid-19 pada tahap pertama ini diutamakan kepada tenaga kesehatan baru kemudian berlanjut pada masyarakat luas secara gratis.

    Untuk mengetahui apakah informasi terkait pengecekan vaksin melalui aplikasi Pedulilindungi diterima baik oleh masyarakat, Netray melakukan pemantauan media pemberitaan dan media sosial. Apa saja yang mendapat perhatian sehingga aplikasi ini kembali menjadi sorotan? Lalu seperti apa tanggapan masyarakat yang diwakili oleh warganet dalam membahas aplikasi ini? Simak selengkapnya. 

    PeduliLindungi dari Pantauan Media Berita Monitoring 

    Netray melakukan pantauan di media daring selama periode 30 Desember 2020-5 Januari 2020. Hasilnya, terdapat 131 artikel dari 56 portal media yang membahas platform PeduliLindungi yang berfokus pada ranah Kesehatan dan Gaya Hidup dan Teknologi.

    Melalui grafik di atas dapat diketahui bahwa topik seputar aplikasi ini mulai ramai disinggung sejak 1 Januari 2020. Hal ini sehubungan dengan informasi pemerintah soal penerima vaksin gratis, termasuk tata cara pengecekan melalui aplikasi PeduliLindungi.

    Seperti diketahui, cara mengecek daftar penerima vaksin Covid-19, ialah dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada laman PeduliLindungi yang kemudian akan muncul keterangan diri sebagai penerima vaksin tahap ini atau belum. Selain mengecek secara mandiri, media juga memberitakan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengirimkan SMS secara serentak kepada penerima vaksin yang terdaftar pada tahap pertama. 

    PeduliLindungi di Mata Warganet dan Isu Hoaks yang Melingkupinya

    Media pemberitaan cukup intens memberitakan tata cara pengecekan vaksin melalui PeduliLindungi. Namun, apakah informasi tersebut sudah diterima dengan baik oleh masyarakat? Untuk mengetahui hal tersebut, Netray juga melakukan pantauan di media sosial Twitter. Berikut hasilnya.

    Topik seputar aplikasi PeduliLindungi diperbincangkan dalam 205 cuitan dengan impresi sebanyak 1,335 dan potential reach mencapai 24,6 juta. Perbincangan warganet terlihat mencapai puncaknya pada 4 Januari 2020 dengan dominasi sentimen negatif. Hal ini karena pada tanggal tersebut banyak warganet meretweet cuitan dari beberapa akun resmi media pemberitaan yang menyebutkan bahwa aplikasi PeduliLindungi ini aman, tidak rawan pencurian data seperti isu yang beredar.

    Melalui Top Words di atas dapat diketahui bahwa perbincangan warganet terkait topik ini ialah seputar pengecekan penerima vaksin melalui platform PeduliLindungi. Oleh karena itulah, kata aplikasi, pedulilindungi, vaksin, dan penerima memiliki ukuran yang lebih menonjol daripada kata lainnya.

    Mayoritas cuitan berisi tentang pemberitaan terkait pengecekan daftar penerima vaksin dari akun resmi portal media dan masyarakat Twitter pada umumnya. Akun @venycellsa juga turut membagikan informasi tata cara pendaftaran tenaga kesehatan sebagai penerima vaksin. Dari pantauan Netray, isu terkait ketidakamanan data pribadi sempat menghiasi perbincangan warganet soal aplikasi PeduliLindungi.

    Menurut akun @mutiara_sy parahnya penyebaran hoaks di Indonesia membuat masyarakat sulit untuk mempercayai berita atau fakta baru sehingga kebenaran suatu berita menjadi kabur dan terus dipertanyakan. Menjadi wajar apabila akun @Ciel_duke masih ragu untuk memasukan NIK pada aplikasi PeduliLindungi seperti berikut.

    Menyikapi hal tersebut, pemerintah yang diwakili oleh Kemkominfo memberikan klarifikasi. Seperti halnya yang dicuitkan oleh akun resmi portal berita @kompascom dan @detiknet berikut. Kementerian Kominfo menegaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi aman dari pencurian data pribadi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 

    Seperti yang dijelaskan oleh @InfoPublikIP bahwa aplikasi PeduliLindungi telah ditetapkan dalam keputusan Menteri Kominfo sebagai aplikasi yang mendukung surveilans kesehatan. Jadi, aplikasi ini dijamin aman karena berada di bawah pengawasan pemerintah sehingga tidak perlu ragu-ragu untuk menggunakan aplikasi tersebut.

    Berikut beberapa contoh gambar unggahan warganet ketika mencoba mengecek apakah terdaftar sebagai penerima vaksin atau belum, pada aplikasi PeduliLindungi.  

    Sekian analisis Netray terkait aplikasi PeduliLindungi yang dikeluarkan untuk surveilans kesehatan selama pandemi sekaligus sebagai sarana untuk mengecek daftar penerima vaksin Covid-19. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.