Home Blog Page 126

Rumor Aplikasi BiP akan Gantikan WhatsApp; Bagaimana Respons Warganet?

Berita mengenai kebijakan baru WhatsApp masih terus menjadi perbincangan. Berita terbarunya ialah WhatsApp akan menunda kebijakan tersebut sampai beberapa waktu. Hal ini lantaran masyarakat yang mengkhawatirkan tentang keamanan data apabila menyetujui kebijakan baru yang dikeluarkan oleh WhatsApp. Tidak sedikit masyarakat yang sudah mulai mengunduh dan beralih menggunakan aplikasi pesan instan serupa, seperti Telegram, Signal, Line, dan sebagainnya. Selain beberapa aplikasi tersebut, muncul aplikasi baru yang diberitakan akan menyaingi WhatsApp. Aplikasi tersebut adalah BiP. Munculnya aplikasi BiP cukup menjadi sorotan warganet beberapa minggu terakhir. Seperti apa antusias warganet memperbincangkan aplikasi BiP ? Simak selengkapnya.

Media Monitoring Netray melakukan pemantaun selama periode 10-25 Januari 2021 untuk melihat keramaian warganet memperbincangkan aplikasi BiP. Hasilnya topik ini diperbincangkan sebanyak 824 cuitan dengan potential reach mencapai 12,6 M

Pergerakan grafik selama periode pemantauan sangat fluktuatif. Perbincangan seputar aplikasi BiP mulai intens pada 15 Januari 2021. Kemudian perbincangan warganet kembali memuncak pada 19-20 Januari 2021. Sedangkan pada kurva sentimen trend, puncak garis sentimen negatif terlihat lebih unggul daripada sentimen positif. Garis sentimen negatif mengalami puncak cuitannya pada 21 Januari 2021. Apa yang diperbincangkan warganet pada tanggal tersebut?

Gambaran sedikit tentang keramaian warganet dalam perbincangan topik ini dapat dilihat melalui Top Word di atas. Berdasarkan jajaran kata-kata tersebut, kata pengganti, whatsapp, aplikasi, pengguna, buatan, turki, pindah, dan aman menjadi pusat top word dengan ukuran paling menonjol dari kata-kata lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perbincangan warganet tidak jauh dari seputar munculnya aplikasi buatan Turki yang dinilai dapat menggantikan Whatsapp. Berikut contoh gambaran cuitan warganet pada puncak grafik tanggal 15 Januari 2021. 

Pada 15 Januari puncak grafik didominasi oleh intensitas warganet yang membagikan kembali cuitan dari akun @TofaTofa_id. Cuitan yang menyebutkan keunggulan aplikasi BiP sebagai pengganti WhatsApp ini menjadi sorotan warganet. Sontak cuitan tersebut mendapat banyak respon berupa suka, komentar, dan retweet oleh warganet lain. Selain gambaran isi cuitan warganet di puncak 15 Januari, mari kita lihat cuitan warganet di tanggal 19 Januari, apa yang dibicarakan warganet ya?

Pada tanggal 19 Januari 2021, puncak grafik didominasi oleh cuitan dari akun @MSApunya. Akun ini menuliskan sebuah cuitan tentang kelebihan aplikasi BiP dibandingkan aplikasi WhatsApp. Kemudian cuitan akun tersebut banyak mendapat impresi dari warganet lain berupa like, komentar, serta retweet. Berikut contoh cuitan pada puncak kurva sentimen negatif pada 21 Januari 2021.

Cuitan bersentimen negatif bermula dari cuitan akun @SaveMoslem1 yang mengungkapkan WhatsApp menangis karena BiP telah mencapai jutaan pengguna dalam satu hari. Kemudian cuitan tersebut mendapat banyak interaksi dari warganet lain. Cuitan dari akun @SaveMoslem1 yang banyak dibagikan kembali oleh warganet ini menyumbang sentimen negatif pada topik perbincangan aplikasi BiP di Twitter. Selain contoh cuitan di atas, warganet juga memberikan tanggapannya tentang aplikasi BiP ini.

Tanggapan positif dari warganet di atas memperlihatkan bahwa aplikasi BiP ini cukup menarik perhatian warganet pengguna pesan instan. Bahkan beberapa warganet menyebutkan keunggulan menggunakan aplikasi tersebut. Seperti salah satu akun @Yuni_renhoat dalam cuitannya disebutkan manfaat mengunduh aplikasi BiP seperti chatting mulus, suara dan video call jernih, serta kualitas Hi-Tech. Cuitan serupa yang menyebutkan kelebihan aplikasi BiP ini juga datang dari akun @adipatimusadad dan @peeeeeeeeee0. Kedua akun tersebut menuliskan untuk terus mendukung aplikasi buatan muslim. Selain tanggapan dengan cuitan bersentimen positif, terdapat pula tanggapan warganet dengan sentimen negatif. 

Tanggapan negatif warganet menyangkut tentang drama politik di Indonesia. Seperti cuitan dari @yana_udiyatna yang menuliskan bahwa kadrun mengkampanyekan untuk meninggalkan Whatsapp dan beralih pada BiP sebab BiP dibuat oleh Turki. Produk BiP merupakan buatan negara islam, maka muncul pertanyaan dari warganet berupa pemisahan pengguna laki-laki dengan perempuan. Menurut akun @GantarKasalo dalam syari agama Islam, laki-laki dan perempuan harus dipisah karena bukan muhrimnya. Kemudian tanggapan lain datang dari akun @TimurManusia yang mengabarkan bahwa aplikasi BiP tidak aman.

Berdasarkan pemaparan di atas, pada puncak grafik tanggal 15 Januari dan 19 Januari, Netray menemukan bahwa akun @TofaTofa_id, @MSApunya dan akun @SaveMoslem1 menjadi akun populer. Ketiga akun tersebut mendominasi isi cuitan pada puncak grafik. Interaksi untuk ketiga akun tersebut paling sering dilakukan oleh warganet dengan membagikan kembali cuitan yang ditulis oleh ketiga akun tersebut. Hal itu membuat akun tersebut menempati jajaran top akun dengan impresi paling banyak daripada akun lainnya. Berikut gambar populer tentang aplikasi BiP dari unggahan warganet.

Salah satu gambar unggahan warganet memperlihatkan ilustrasi perpindahan dari aplikasi WhatsApp ke aplikasi BiP. Kemudian gambar lainnya yang diunggah warganet yakni logo aplikasi BiP dengan latar belakang warna biru muda dan tulisan BiP warna putih. 

Hadirnya aplikasi BiP mendapat sambutan dari warganet. Tidak sedikit warganet memberikan tanggapan positif dengan menguraikan beberapa fitur keunggulan dan manfaat dari aplikasi ini. Selain itu, tanggapan warganet yang mengaitkan dengan syari Islam yang memisahkan antara pengguna laki-laki dengan perempuan pada aplikasi, menyumbang komentar bernada sindiran dengan kecenderungan kearah sentimen negatif. Demikian analisis Netray terkait aplikasi BiP. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Resep Cantik Perempuan Indonesia; Purbasari, Mustika Ratu, atau Sariayu?

0

Perkembangan tren kecantikan di Indonesia semakin maju. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai brand lokal hingga brand luar negeri di pasar Indonesia. Maraknya fenomena beauty vlogger dan beauty influencer secara tidak langsung juga berdampak pada persaingan produsen kosmetik untuk terus berinovasi dengan produk terbarunya.

Meski terhimpit banyaknya brand kecantikan luar negeri yang kekinian, sejumlah brand lokal Indonesia berikut masih terus melegenda. Sebut saja brand lokal semacam Purbasari, Mustika Ratu, dan Sariayu yang telah menjadi sahabat cantik wanita Indonesia sejak dahulu. Dari pantauan Netray, ketiga brand tersebut masih eksis dan menjadi pilihan favorit warganet. Mengapa demikian? Simak infografik Netray berikut.

Selama periode pemantauan terhadap ketiga brand tersebut ditemukan sejumlah produk yang paling banyak diulas dari masing-masing brand. Perbincangan brand Purbasari diramaikan dengan ulasan lipstik. Kemudian brand Mustika Ratu dengan minyak rambut dan brand Sariayu dengan obat jerawatnya. Jadi pembaca pilih menggunakan brand kecantikan yang mana?

WNA Promosikan ‘Enaknya’ Hidup Di Bali, Berakhir Dideportasi

Bali kembali menjadi sorotan, pulau dewata yang telah lama menjadi tujuan wisata ini memang selalu menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun internasional. Bahkan tidak sedikit dari wisatawan tersebut tertarik untuk tinggal dan menetap di pulau ini. Seperti yang belum lama terjadi dan sempat menghebohkan jagat maya.

Kristen Gray seorang WNA asal Amerika Serikat mengunggah sebuah utas di Twitter pada Sabtu, 16 Januari 2021. Melalui utasnya Kristen Gray tersebut mempromosikan ‘enaknya’ hidup di Bali. Cuitan tersebut pun menjadi ramai diperbincangkan hingga menuai kontroversi. Netray memantau perbincangan warganet terkait topik ini. Apa yang menjadi perbincangan warganet? Mengapa cuitan yang viral ini menuai tanggapan negatif dari warganet Indonesia?

Bali

Netray memantau perbincangan terkait topik ini sejak 14 Januari 2020 sampai dengan 20 Januari 2021. Berdasarkan pantauan Netray ditemukan 35.3K total cuitan dengan didominasi oleh cuitan bersentiman negatif. Topik yang viral dan sempat menempati trending topik ini pun meraih impresi sebesar 327.8M dengan potential reach mencapai 184.9M.

Terlihat melalui grafik di atas, perbincangan terkait topik ini memuncak pada 18 Januari 2021 selang beberapa waktu setelah cuitan tersebut dibuat oleh Gray. Perbincangan tersebut pun terus memuncak hingga pada 19 Januari 2021 total cuitan terkait topik ini mencapai 18K. Hal ini dikarenakan pemberitaan terkait putusan pemerintah yang akhirnya mendeportasi Kristen Gray.

Diketahui Kristen Gray merupakan seorang Warga Negara Asing yang tinggal di Bali sejak 2019 lalu. Semula ia berniat untuk tinggal di Bali selama enam bulan, namun karena pandemi ia tidak dapat kembali ke kampung asalnya dan memilih menetap di Bali bersama pacarnya. Melalui akun Twitternya @kristentootie ia membagikan pengalamannya selama hidup di Bali. Ia menceritakan kesulitan yang ia alami di negara asalnya, sedangkan di Bali dengan biaya yang murah ia mendapat fasilitas hidup yang terbilang mewah. Tidak hanya itu, ia juga membandingkan biaya sewa tempat tinggalnya di Bali yang tidak sampai sepertiga dari biaya sewa tempat tinggalnya di Amerika.

Utas tersebut pun kemudian menjadi topik hangat yang diperbincangkan warganet. Tidak sedikit dari mereka yang mengomentari utas tersebut karena dinilai mengajak para pembacanya khususnya WNA untuk pindah dan menetap di Bali. Melalui utasnya ia seolah mempromosikan lingkungan Bali yang menjamin keuntungan terkait keamanan, kehidupan mewah, lingkungan yang ramah terhadap kelompok Queer, biaya hidup yang murah, dan terdapat komunitas kulit hitam. Lalu bagaimana tanggapan warganet terkait hal ini?

Promosikan Tinggal di Bali Kristen Gray Diserang Warganet dan Berakhir Dideportasi

Tidak sedikit warganet yang geram dengan apa yang telah dilakukan oleh Kristen Gray. Dalam utasnya tersebut ia mengajak pembacanya khususnya WNA untuk melakukan seperti yang ia lakukan. Bahkan ia juga menulis sebuah e-book yang berjudul Our Bali Life Is Yours . E-book tersebut dijual dengan harga 30 dollar AS. Dalam e-book tersebut ia membagikan informasi terkait cara masuk ke Bali di masa pandemi Covid-19 dan beberapa hal lain yang diperlukan untuk dapat tinggal di Bali.

Hal ini membuat warganet geram, selain dikarenakan masa pandemi bukan waktu yang baik untuk melakukan perjalanan terlebih WNA. Hal tersebut juga berpotensi sebagai penyalahgunaan hak tinggal. Selain itu, isu ini juga dianggap sebagai isu yang sejak lama telah meresahkan.

Kedatangan turis mancanegara dengan perbedaan besaran nilai tukar mata uang kerap kali menimbulkan persoalan. Mereka yang berasal dari negara maju dan berpendapatan tinggi dapat dengan mudah menikmati hidup murah di Bali tanpa memperdulikan dampaknya pada masyarakat lokal. Seperti halnya Gray yang memanfaatkan hal ini untuk mengatasi kesusahan yang ia hadapi di negara asalnya. Gray dianggap telah memberikan trik untuk mengakali peraturan yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, Gray juga dianggap telah mempromosikan Bali seolah-olah ramah terhadap LGBT.

Menanggapi hal tersebut pihak imigrasi Bali pun melacak dan mendatangi Gray. Pihak imigrasi memutuskan untuk mendeportasi Gray dan pacarnya. Meski dirinya memiliki izin tinggal yang sah dan tidak overstay namun ia dianggap telah menyalahgunakan hak tinggalnya.

Berdasarkan pantauan Netray terlihat beberapa akun populer dalam topik ini, seperti @nessiejudge dan @debyfloren yang namanya juga masuk dalam daftar kategori Top People. Berikut hasil dari Account Monitoring Netray.

Kedua akun tersebut melalui cuitannya terlihat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Gray. Mereka juga menyampaikan adanya gap antara warga atau wisatawan lokal dengan turis asing. Bahkan, di masa pandemi ini menurut mereka tidak sedikit turis asing di Bali yang tidak taat akan protokol kesehatan.

Nilai tukar mata uang yang lebih tinggi membuat turis dari mancanegara dapat menikmati fasilitas mewah dengan biaya yang mereka anggap murah di Bali. Bahkan permasalahan terkait wisatawan asing yang berkunjung ke Bali dengan finansial yang kurang memadai kerap dijumpai. Tidak jarang dari mereka yang memilih menjadi gelandangan, peminta-minta, hingga melakukan tindak kejahatan. Meski Kristen Gray memiliki izin tinggal yang sah dan tidak overstay ia tetap dideportasi oleh pihak imigrasi Bali. Hal ini dikarenakan apa yang telah ia lakukan termasuk dalam penyalahgunaan hak tinggalnya.

Simak pantauan Netray terkait topik-topik terkini lainnya melalui https://analysis.netray.id/

Laporan Pemantauan Berita atas Sistem Transportasi Kota Yogyakarta

Salah satu aspek penting dari keberadaan sebuah kota adalah sistem transportasi. Fungsi utama transportasi adalah membantu pergerakan manusia dan komoditas sebagai urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi. Sangat mustahil bagi sebuah kota untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan tanpa memiliki sistem transportasi yang memadai.

Dasar yang sama juga berlaku untuk Kota Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan pendidikan dan pariwisata ini memiliki sejumlah moda transportasi untuk mendukung aktivitas warganya. Salah satunya adalah jalan raya. Jalan raya menjadi salah satu moda transportasi yang vital karena paling sering diakses oleh masyarakat setempat. Tak sedikit penelitian yang membicarakan situasi jalan raya di Yogyakarta.

Seperti contoh riset yang dilakukan Firdausi (2013:1) menyebutkan bahwa ruas Jalan Solo dari Ring Road hingga Prambanan memiliki koefisiensi kecepatan yang cukup rendah, yakni hanya 60 km/jam. Solusi yang dibutuhkan agar jalan arteri primer ini berfungsi baik adalah dengan cara pelebaran pada lokasi u-turn. Tentu saja masih banyak studi dari para ahli yang menjabarkan kondisi transportasi di Yogyakarta.

Bercermin pada fenomena ini, Netray Media Monitoring ingin melihat bagaimana kondisi transportasi Kota Yogyakarta dari perspektif pemberitaan di media massa. Media massa memainkan peran penting sebagai pengawas kerja pemerintah dalam mengelola sistem transportasi. Akan muncul sejumlah isu pokok yang kemudian akan menjadi representasi atas kondisi sistem transportasi di Kota Yogyakarta.

Sistem Transportasi Kota Yogyakarta dalam Media Massa

Pemantauan tentang pemberitaan sistem transportasi Kota Yogyakarta oleh media massa daring dilakukan selama satu semester ke belakang, yakni dari 1 Juli 2020 hingga 18 Januari 2021. Netray berhasil mendapatkan 1.612 artikel yang diterbitkan oleh 97 media massa daring.

Hampir keseluruhan pemberitaan dilakukan oleh media massa daring lokal. Antara lain Kedaulatan Rakyat dengan pemberitaan sebanyak 306 laporan, Tribun Jogja membuat laporan sebanyak 290 buah, dan Harian Merapi menulis 128 berita. Sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan pemberitaan dari media massa nasional. Wajar karena ini adalah isu lokal yang hanya dikonsumsi oleh warga Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Karakter lokal dari isu ini juga tercermin dari kehadiran entitas yang paling banyak muncul dalam sejumlah diagram di bawah ini. Dari diagram Top People, muncul beberapa nama tokoh yang memiliki posisi sosial yang tinggi di daerah Yogyakarta. Yang paling atas adalah nama walikota Heroe Poerwadi. Media massa kerap mengambil namanya sebagai subjek pemberitaan mengingat posisinya sebagai pejabat tinggi Kota Yogyakarta. Walikota biasanya mengurus permasalahan internal kota.

Setelah nama wawali, muncul nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bawono X. Beliau merupakan figur reguler yang selalu muncul dalam pemberitaan yang berhubungan dengan pemerintah Yogyakarta. Kekuasaan HB X yang absolut seharusnya menjadi sinyalemen bahwa sebagian besar kebijakan yang ada merupakan tanggung jawabnya.

Selanjutnya beranjak pada entitas yang muncul dalam tabel Top Organizations. Baik Kepolisian RI, Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, dan Satuan Pamong Praja berada di dalam posisi lima besar. Lembaga ini juga sangat umum berkaitan dengan kondisi sistem transportasi. Yang tidak muncul di sini justru organisasi pengelola Trans Jogja yang menurut hemat penulis seharusnya menjadi salah satu Top Organizations.

Dua tabel entitas di atas memang terdengar sangat normatif kala dihubungkan dengan wacana utama. Kejutan baru muncul di dari tabel Top Facilities ketika nama sejumlah jalan di Kota Yogyakarta muncul dalam pemantauan. Nama yang ditemukan Netray antara lain Malioboro dan Tol Yogyakarta-Solo. Lantas apa saja yang diberitakan oleh media tentang kedua jalan tersebut selama periode pemantauan? 

Isu Utama Pemberitaan Sistem Transportasi

Isu terbesar yang muncul dari entitas Malioboro semester ini adalah statusnya selama pandemi Covid-19 dan rencana pemerintah kota untuk menjadikan jalan Malioboro bebas kendaraan. Agar kawasan Malioboro sangat nyaman untuk para wisatawan, sejak tanggal 16 November 2020 kendaraan bermotor sudah tidak bisa melewati jalan ini. Tetapi sistem ini hanya berlangsung dari pukul enam petang hingga pukul sembilan malam. Selanjutnya kendaraan bermotor masih bisa melewati jalan ini seperti biasa.

Sebagai kawasan wisata, pengelolaan Jalan Malioboro harus mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan sosial berskala besar. Tentu saja hal ini untuk menghindari penyebaran virus yang kemudian dapat berkembang menjadi klaster baru. Namun kebijakan setengah hati untuk Jalan Malioboro akhirnya tetap mendatangkan klaster penularan selama musim libur hari raya Natal dan Tahun Baru.

Sedangkan untuk entitas Tol Solo-Yogyakarta isu yang diangkat oleh media massa antara lain terkait dengan rencana pembebasan lahan dan ganti untung serta bagaimana perkembangan proyek tersebut pada waktu tertentu. Dan selama ini hampir tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa upaya pembebasan lahan dari pihak pengembang ditolak oleh warga lokal karena uang ganti untung dinilai terlalu rendah.

Keberadaan jalan tol ini sudah sangat dinantikan masyarakat karena akan membuka akses keluar masuk Kota Yogyakarta lebih mudah lagi. Jalan tol juga akan mengarah ke bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo sehingga akan mempercepat jarak tempuh pengguna pesawat terbang untuk mencapai bandara yang memang sangat jauh dari pusat kota Yogyakarta.

Pemantauan tentang sistem transportasi di Kota Yogyakarta tidak berhenti di sini dan masih akan dilakukan oleh Netray Media Monitoring untuk beberapa periode ke depan. Analisis masih terus dikembangkan agar mendapatkan gambaran yang objektif atas perspektif publik terhadap kebutuhan masyarakat modern sebagai prasyarat pembangunan dan perkembangan kota.

Eksistensi Mobil Listrik di Indonesia dalam Berita dan Kacamata Warganet

Berita mengenai hadirnya mobil listrik di Indonesia menjadi sorotan publik. Eksistensi mobil listrik ini menarik konsumen karena dianggap lebih hemat dan dapat mengurangi emisi gas. Bahkan beberapa merek mobil listrik buatan luar negeri, pada awal tahun ini mulai memasuki pasar Indonesia. Seperti apa antusias masyarakat Indonesia dalam menyambut mobil listrik ini? Simak selengkapnya. 

Netray melakukan pemantauan mulai tanggal 10-19 Januari 2021 untuk melihat keramaian media pemberitaan dan media sosial dalam menyambut hadirnya inovasi pada sektor transportasi ini. 

Melalui kata kunci mobil listrik, Netray menemukan topik ini diberitakan sebanyak 279 artikel oleh 50 portal media. Mayoritas pemberitaan didominasi oleh kategori automotif. Kategori ini dipenuhi oleh pemberitaan berkenaan dengan kendaraan dan permesinan terkait mobil listrik. Selain kategori automotif, pemberitaan topik ini juga menyangkut pada kategori technology.

Kemudian selama pemantauan tersebut grafik pergerakan pemberitaan terlihat menurun. Puncak grafik terjadi pada 11 Januari 2021 yakni dengan sebanyak 84 artikel pemberitaan. Selama pemantauan pemberitaan untuk topik mobil listrik didominasi sentimen positif. Sebab hadirnya mobil listrik ke Indonesia ini mendapat sambutan baik. Berikut pemberitaan yang berada di puncak grafik 11 Januari. 

Topik yang memuncak di 11 Januari ini didominasi dengan berita peluncuran mobil listrik merek Tesla dengan model yang paling murah. Selain itu, berita terkait produsen mobil brand Hyundai yang bekerja sama dengan Perusahaan komunikasi Apple dilaporkan telah menandatangani kontrak untuk mengembangkan  mobil listrik mulai 2024 di Amerika Serikat. Pemberitaan terkait kerjasama kedua perusahaan besar tersebut sontak menjadi sorotan portal media lainnya.

Alasan Apple memilih Hyundai sebagai partner dalam meluncurkan Apple car adalah karena Hyundai merupakan perusahaan yang berpengalaman di Asia, seperti dikutip media Detik di atas. Selain itu, media juga menyebutkan bahwa negara basis perusahaan tersebut ialah China yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia dengan pemegang pusat tertinggi permintaan mobil listrik. Pada contoh berita di atas juga menyebutkan bahwa penjualan mobil listrik terus meningkat seiring tingginya minat konsumen terhadap mobil listrik.  

Seperti yang tengah ramai diperbincangkan, mobil listrik diberitakan mulai memasuki pasar mobil di Indonesia pada awal tahun 2021. Bahkan beberapa orang di Indonesia telah memiliki mobil listrik ini. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia melakukan investasi besar untuk membangun pabrik baterai listrik. Media memberitakan bahwa Pemerintah akan mendirikan pabrik baterai yang berlokasi di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. Melalui Kementerian BUMN, Pemerintah menyatakan bahwa realisasi pabrik ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memiliki industri baterai kendaraan listrik. Berikut gambaran top organisasi dan top portal yang paling menjadi sorotan pemberitaan topik ini.

Berdasarkan hasil pantuan Netray, Tesla, Hyundai, dan Indonesia menjadi tiga Top Organisasi yang menjadi sorotan. Hal itu karena kedua perusahaan, Tesla dan Hyundai merupakan produsen mobil listrik yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian topik ini paling sering diberitakan oleh portal media nasional seperti Suara dan Detik.

Tanggapan Warganet tentang Mobil Listrik 

Melihat keramaian media memberitakan tentang mobil listrik, Netray juga melakukan pemantauan pada rentang waktu yang sama seperti media pemberitaan yakni tanggal 10-19 Januari di media sosial Twitter. Seperti apa antusias warganet menanggapi tren mobil listrik?. Simak hasilnya berikut ini.

Pada jajaran top words di atas, kata mobil, tesla, listrik, ramah, lingkungan, dan Indonesia menjadi kesatuan kata-kata yang cukup merepresentasikan seputar topik perbincangan warganet. Pembahasan warganet tidak jauh dari kehadiran mobil listrik yang secara resmi akan beredar di pasar mobil Indonesia. Kemudian eksistensi mobil listrik dengan merek Tesla juga menjadi topik perbincangan warganet. Tesla mengklaim bahwa mobil listrik produksinya lebih ramah lingkungan mengurangi emisi karbon dioksida. Berikut grafik perolehan cuitan antusiasme warganet membahas topik ini.

Hasilnya selama rentang waktu pemantauan tersebut, topik mobil listrik dibicarakan warganet sebanyak 8,767 cuitan dengan potential reach mencapai 114,5 juta. Kurva sentimen negatif terlihat lebih unggul karena beberapa pendapat warganet yang menyebutkan bahwa Tesla tidak pantas untuk orang miskin. Kemudian cuitan tersebut di-retweet oleh beberapa pengguna lainnya. Lalu pergerakan grafik mengalami kenaikan yang cukup menonjol di akhir tanggal pemantauan, yakni 19 Januari 2021. Apa isi cuitan di tanggal 19 Januari tersebut? 

Gambar grafik di tanggal 19 Januari memperlihatkan bahwa perbincangan warganet  di hari tersebut sebanyak 1,969 dengan dominasi cuitan bersentimen netral. Lalu warganet paling banyak berinteraksi di Twitter pada pukul 08.00-09.00 WIB.  Berikut contoh cuitannya.

Pembahasan warganet di tanggal tersebut ialah seputar program giveaway dari @elonmusk yang menghadiahkan uang sejumlah 1,4 juta rupiah. Seperti diketahui, Elon Musk adalah salah satu tokoh penting dari perusahaan mobil listrik merek Tesla. Elon merupakan seorang CEO dan arsitek dari produksi Tesla. Selain ramai membahas giveaway, warganet juga memberikan tanggapan tentang hadirnya mobil listrik di Indonesia seperti cuitan berikut ini.

Cuitan bermula dari akun pemberitaan yang memberitakan terkait inovasi terbaru mobil listrik di Indonesia. Akun @TirtoID menyebutkan bahwa mobil buatan Hyundai digadang-gadang siap menawarkan teknologi terbaru kendaraan listrik di Indonesia. Kemudian terdapat pula cuitan dari akun @azraeimuhamad yang menuliskan pendapatnya bahwa Tesla memilih Indonesia sebagai tujuan pangsa pasar selanjutnya setelah bekerja sama dengan Malaysia. Selain itu, warganet juga menyoroti keramahan admin Tesla dan pendapatnya selama menggunakan mobil listrik Tesla ini. 

Seperti cuitan dari @ridwanhr yang menuliskan pengisian listrik untuk mobil tersebut dibutuhkan waktu sekitar 25 jam. Tanggapan lain datang dari akun @txtfrombrand dan @lunavtsa yang justru salah fokus pada keramahan admin media sosial Tesla dalam menghadapi konsumen. Tidak hanya itu, warganet juga memberikan komentar jenaka seperti berikut. 

Akun @udahkemaren menuliskan tanggapannya tentang mobil listrik yang terbilang jenaka, sebab dalam cuitannya disebutkan apabila naik mobil listrik Tesla menggunakan sandal jepit, ditakutkan akan terkena setrum. Selain itu, cuitan jenaka lain datang dari akun @adit_insomnia yang menuliskan, mobil Tesla namun tempelan stiker di kaca belakang tetap JungleLand, serta cuitan-cuitan lainnya yang tidak kalah jenaka.

Demikian pantauan Netray terkait eksistensi mobil listrik di Indonesia. Semoga inovasi mobil listrik ini dapat membantu kebersihan udara karena berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak. 

Bencana Alam Guncang Indonesia di Awal Tahun: Dari Banjir Hingga Gunung Meletus

Bencana alam di Indonesia menjadi kabar duka di awal tahun 2021. Terlebih, berbagai bencana ini terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, banjir di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara, gempa di Sulawesi Barat, longsor di Jawa Barat, hingga gunung meletus di Jawa Timur. Hal ini membuat pemerintah Indonesia memiliki PR untuk mengatasi dampak dari berbagai bencana alam ini.

Bencana alam

Netray memantau pemberitaan terkait bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia sejak 09 Januari 2021 sampai dengan 18 Januari 2021. Melalui pantauan Netray terlihat jumlah pemberitaan terkait topik ini mencapai 10.5K artikel yang berasal dari 133 media pemberitaan daring.

Melalui grafik di atas, terlihat pemberitaan terkait topik ini memuncak sejak 09 Januari 2021 bertepatan dengan terjadinya longsor di Sumedang, Jawa Barat. Setelah itu grafik sempat menurun dan kembali memuncak pada 14 Januari 2021 bertepatan dengan terjadinya banjir yang merendam Kalimantan Selatan dan gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat. Setelah itu disusul oleh banjir bandang yang menghanyutkan ribuan rumah di Manado Sulawesi Utara pada 15 Januari 2021. Hingga erupsi gunung Semeru yang terjadi di Probolinggo, Jawa Timur.

bencana alam

Berbagai bencana ini pun menjadi kabar duka di awal tahun 2021. Dampaknya, ribuan masyarakat dari berbagai wilayah tersebut terpaksa tinggal di pengungsian. Para korban dari berbagai bencana ini menjadi fokus utama penanganan, seperti halnya pemenuhan kebutuhan pokok hingga ketersediaan air bersih.

Longsor Di Sumedang

Cuaca ekstrem tengah menyelimuti Indonesia dalam beberapa waktu terakhir sehingga menyebabkan curah hujan yang tinggi dan memicu terjadinya banjir hingga longsor di sejumlah wilayah, salah satunya Sumedang Jawa Barat.

Longsor di Sumedang terjadi pada 09 Januari 2021 tepatnya di desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung. Bencana ini pun mengakibatkan setidaknya 1.020 jiwa harus mengungsi hingga korban tewas yang telah berhasil ditemukan mencapai 36 orang. Tidak hanya itu Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati meminta masyarakat untuk tidak mendekati lokasi terjadinya longsor karena dikhawatirkan terjadinya longsor susulan.

Banjir Rendam Kalimantan Selatan

Hujan lebat yang mengguyur Kalimantan Selatan sejak 12-14 Januari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Berdasarkan laporan BNPB pada 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB tercatat 3.571 rumah terendam banjir.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan terendamnya sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Banjir yang mencapai 3 meter ini mengakibatkan lebih dari 20.000 jiwa terdampak dari bencana ini dan korban tewas mencapai 15 jiwa. Pemerintah pun bergegas mengirim bantuan untuk mengevakuasi para korban hingga mengirim logistik.

Gempa Guncang Sulawesi Barat

Hampir bersamaan dengan banjir yang merendam beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, pada 14 Januari 2021 gempa mengguncang Sulawesi Barat dengan kekuatan 5,9 SR tepatnya di Majene Sulawesi Barat.

Gempa yang menewaskan 81 korban jiwa ini pun kembali terjadi pada 15 Januari 2021 dengan kekuatan yang lebih besar, yakni 6,2 magnetudo. Tidak hanya itu Raditya Jati juga menyampaikan setidaknya terdapat 1.150 unit rumah kini mengalami kerusakan yang cukup parah.

Banjir Mengakibatkan Longsor di Sulawesi Utara

Setelah longsor di Sumedang hingga banjir di Sulawesi Barat, kini Sulawesi Utara harus mengalami bencana serupa. Pada 16 Januari 2021 banjir dan tanah longsor menerjang kota Manado, Sulawesi Utara tepatnya pada pukul 15.09 WITA.

Tingginya curah hujan dan struktur tanah yang labil mengakibatkan setidaknya 500 jiwa mengungsi hingga menewaskan 6 korban jiwa. Tidak hanya itu, intensitas hujan yang tinggi bahkan mengakibatkan air laut naik memasuki kawasan Boulevard Manado hingga berbagai fasilitas publik ikut terendam.

Erupsi Gunung Semeru

Erupsi gunung Semeru yang terjadi pada 16 Januari 2021 seolah menambah daftar panjang bencana alam yang terjadi di awal tahun 2021 ini. Erupsi yang terjadi pada 17.40 WIB-21.08 WIB ini mengakibatkan hujan abu vulkanik di 9 kecamatan kabupaten di Probolinggo.

BNPB pun meminta agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas pada radius 1 Km. Hal ini guna mewaspadai guguran lava, lahar, hingga awan panas yang mengalir di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak gunung Semeru.

Top Entities Dalam Pemberitaan Seputar Bencana Alam

Berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia mengakibatkan terhambatnya aktivitas masyarakat hingga kerugian materiil. Tidak hanya itu, bahkan bencana alam tersebut menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya.

Netray memantau media pemberitaan daring untuk menemukan Top Entities dalam topik ini. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut.

Jokowi selaku Presiden Indonesia menjadi Top People dalam kategori ini. Nama Ridwan Kamil juga terlihat dalam kategori tersebut, hal ini berkaitan dengan kawasan Jawa Barat yang juga tengah mengalami bencana. Selain itu terlihat, Raditya Jati dan Doni Monardo selaku anggota dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Keduanya menjadi sorotan utama media pemberitaan terkait data dan rencana dari Badan Nasional yang menanggulangi bencana ini.

Dalam kategori Top Organisasi terlihat BNPB, TNI, POLRI hingga BMKG menjadi lembaga yang paling banyak diperbincangkan. Hal ini berkaitan dengan topik pemberitaan bencana alam yang terjadi dan melibatkan berbagai organisasi nasional tersebut.

Melalui Top Facilities dapat diketahui berbagai fasilitas publik yang banyak disebutkan dan digunakan oleh publik dalam pemberitaan topik seputar bencana alam. Adapun media yang paling banyak menyoroti topik ini ditempati oleh Detik dan Antara.

Mulai dari banjir, longsor, gempa, hingga gunung meletus menjadi catatan kabar duka di awal tahun 2021. Belum lagi berbagai bencana ini terjadi di tengah masa pandemi. Deretan bencana alam yang belakangan terjadi tentu meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Untuk itu mereka yang terdampak membutuhkan uluran tangan untuk menolong sesama. Demikian pantauan News Netray, semoga bermanfaat.

Kontroversi Penolakan Ribka Tjiptaning terkait Pemberian Vaksin Covid-19

Beberapa waktu lalu nama Ribka Tjiptaning mendadak ramai menjadi perbincangan publik. Namanya juga turut menduduki deretan trending topik Twitter pada 13 Januari. Dalam rapat pembahasan vaksin covid-19 antara Kementerian Kesehatan dengan anggota DPR, Ribka Tjiptaning dengan tegas menolak divaksin. Pernyataan beliau sontak memicu kontroversi dan diskusi di antara masyarakat. Seperti apa media pemberitaan menyoroti pernyataan Ribka? Dan bagaimana tanggapan warganet? Simak selengkapnya. 

Netray melakukan pemantauan terkait pernyataan kontroversi Ribka Tjiptaning pada portal media pemberitaan. Berikut hasilnya.

Selama pemantauan dari 9-15 Januari 2021, topik terkait pernyataan Ribka diberitakan sebanyak 61 artikel oleh 22 portal media. Media mulai mengangkat topik ini pada 13 Januari dengan puncak beritanya pada 13 Januari. Sejak diberitakan pada 13 Januari, topik ini memiliki kecenderungan sentimen negatif seperti apa yang terlihat pada kurva di atas.

Pernyataan Ribka yang menolak untuk disuntik vaksin Covid-19 mendapat tanggapan dari berbagai kalangan termasuk PDIP sebagai partai yang menaunginya selama ini. Anggota DPR, TB Hasanudin turut menegaskan bahwa pernyataan Ribka merupakan pendapat pribadi dan bukan pernyataan fraksi. Menurutnya, semua anggota dewan telah sepakat untuk mendukung serta membantu menyukseskan program vaksinasi yang sedang dilaksanakan pemerintah. 

Selain memberikan pernyataan untuk menolak disuntik vaksin, Ribka juga menyebutkan bahwa vaksin yang diberikan kepada Bapak Jokowi bukanlah vaksin Sinovac. Kekhawatiran tersebut mendasari beliau mengeluarkan pernyataan menolak untuk disuntik vaksin. 

Pro Kontra Warganet Menanggapi Pernyataan Ribka 

Selain menjadi sorotan media, pernyataan kontroversial Ribka juga menggema di media sosial Twitter hingga menduduki jajaran trending dengan tagar #Ribka. Warganet menyoroti pernyataan beliau yang juga berprofesi sebagai dokter ini, ketika menolak untuk diberi vaksin padahal beliau berasal dari fraksi partai adidaya. 

Netray melakukan pemantauan pada media sosial Twitter pada periode yang sama dengan media pemberitaan, yakni 9-15 Januari 2021. Hasilnya pernyataan penolakan untuk disuntik vaksin dari dokter Ribka diperbincangkan warganet sebanyak 6,496 cuitan dengan potential reach mencapai 74,2 juta. Pada awal tanggal pemantauan, terdapat sedikit warganet yang menyinggung terkait pernyataan beliau. Kemudian terus berangsur hingga puncaknya menjadi viral dan trending, yaitu pada 13 Januari 2021. Dilihat dari tabel sentiment trend tanggapan warganet didominasi oleh cuitan bernada sentimen negatif. 

Pada top word di atas terlihat bahwa kata ribka, tjiptaning, vaksin, dan menolak mempunyai ukuran lebih besar daripada kata lainnya. Hal itu memperlihatkan bahwa topik berkenaan dengan keempat kata tersebut merupakan topik yang paling banyak disoroti warganet. Selain itu, terdapat pula kata pemerintah, berbisnis, dan rakyat di sekeliling kata yang berukuran paling besar. Pada pernyataanya dokter Ribka juga menyebutkan bahwa negara tidak diperbolehkan berbisnis pada rakyat. Oleh karena itu, terdapat pula ketiga kata tersebut yang tidak kalah menjadi sorotan topik perbincangan warganet.

Keramaian perbincangan warganet soal pernyataan dokter Ribka memuncak pada tanggal 14 Januari 2021. Nama beliau menjadi trending di Twitter dan banyak mendapat sorotan warganet lainnya. Apa saja yang menjadi perbincangan warganet?

Berdasarkan pantauan Netray, pada tanggal 14 Januari cuitan dari portal media pemberitaan yang menuliskan pernyataan penolakan Ribka terkait vaksin menjadi pusat diskusi warganet soal topik ini. Beberapa twit akun media pemberitaan seperti @detikcom yang mencuitkan anggota DPR, Ribka Tjipaning menolak disuntik vakasin. Kemudian twit tersebut mendapat impresi dari warganet sebanyak 5,8 juta.

Kontra Warganet pada Ribka hingga Tuduhan Buzzer dan Kadrun

Pernyataan beliau yang dianggap kontroversial, menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet. Berikut beberapa tanggapan warganet yang kontra terhadap pernyataan Ribka Tjiptaning. 

Terlihat dari contoh cuitan di atas bahwa warganet meminta untuk tidak mempercayai pernyataan yang dikeluarkan oleh Ribka. Kemudian pendapat lain dari akun @03__nakula menyebutkan apabila menolak untuk disuntik vaksin, Ribka layak dipenjara dengan para penolak vaksin lainnya agar saling menularkan virus. Selain itu, pendapat lainnya dari warganet mengarah pada drama politik. 

Warganet menuliskan cuitannya dengan membawa latar belakang Ribka yang notabene anak PKI. Seperti cuitan dari akun @Namaku_Mei, karena menolak disuntik vaksin lantas nama Ribka dipuja-puja oleh para kadrun. Warganet yang kontra dengan pemerintah, berduyun duyun membagikan ulang cuplikan video pernyataan Ribka yang menolak disuntik vaksin, mereka lupa bahwa Ribka berasal dari fraksi partai yang sama dari partai adidaya seperti bunyi cuitan dari @Ptraarya13

Dukungan Warganet untuk Pernyataan Ribka 

Meski didominasi sentimen negatif, sejumlah dukungan untuk Ribka juga berdatangan. Warganet sependapat dengan dokter Ribka sebab vaksin sinovac belum teruji klinis, seperti cuitan dari @AndreasMarbun_ berikut. 

Pendapat lain dari warganet diperkuat dengan latar belakang pendidikan Ribka Tjiptaning yang merupakan lulusan dokter sehingga beliau paham dengan vaksin. Seperti cuitan dari @is_pelssy dan @Catatan_ali7. Pada pernyataan beliau juga disebutkan apabila ujung dari vaksin ini nantinya diperjualbelikan. Selain itu warganet juga menyebutkan apabila wacana pemberian vaksin gratis kepada rakyat akan diberikan vaksin dengan harga yang paling murah.

Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa pernyataan kontroversial dari Ribka Tjiptaning yang menolak untuk disuntik vaksin Covid-19 menuai pro dan kontra dari warganet. Tanggapan yang kontra dari warganet melibatkan drama politik antara kubu cebong dan kadrun. Kemudian warganet juga menyoroti kehidupan dokter Ribka yang notabene adalah keturunan PKI sehingga banyak warganet tidak menyetujui pernyataan yang disampaikan beliau. Lalu tanggapan dari sisi pro, warganet menyetujui pernyataan Ribka tentang hasil uji klinis vaksin yang belum pasti. Sekian analisis Netray, semoga dapat menambah informasi dan bermanfaat.

Mengukur Wacana Pergantian Kapolri dalam Laporan Media Daring

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis tidak lama lagi akan mencapai akhir masa baktinya atau pensiun. Ia akan pensiun pada tanggal 1 Februari 2021. Agar tidak terjadi kekosongan, pemerintah dengan segera mencari pengganti tampuk kepemimpinan tertinggi pranata umum sipil yang bertugas menjaga ketertiban, keamanan, dan penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia. 

Penggantian ini tentu saja harus melalui proses legal yang tertera di dalam undang-undang. Ada beberapa bagian dari proses suksesi tersebut yang biasanya kerap menarik perhatian publik. Yakni saat presiden mengajukan nama calon melalui Surat Presiden (Surpres) dan saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan uji kepatutan dan kelayakan untuk menentukan sosok Kapolri baru.

Netray Media Monitoring tertarik untuk mencari tahu seberapa besar isu ini berkembang di media massa daring nasional. Hal ini akan menjadi parameter apakah isu pergantian Kapolri mampu menarik perhatian publik secara masif atau tidak? Mengingat memimpin Kepolisian merupakan tanggung jawab yang sangat besar karena lembaga ini mendapat banyak sorotan dari masyarakat terkait kinerja kredibilitas, dan profesionalitas polisi.

Isu Pergantian Kapolri dalam Media Massa

Pemantauan dilakukan selama periode 3 Januari hingga 13 Januari 2021 dengan menggunakan kata kunci nama calon kapolri. Netray berhasil mengumpulkan 1.005 artikel yang diterbitkan oleh 83 media massa daring nasional. Terdapat 4.431 entitas yang muncul dari pemantauan ini. Artinya cukup banyak tokoh atau figur yang dirujuk oleh media kala menulis laporan tersebut. Sebagian besar pemberitaan ditulis dalam sudut pandang politik yakni sebanyak 752 berita. Sisanya merupakan berita yang tergolong dalam kategori pemerintahan (155), hukum (62), dan lainnya.

Beranjak pada analisis diagram peak time yang menunjukan kapan sebuah isu mencapai puncak pemberitaannya. Di sini bisa dilihat bahwa isu pergantian Kapolri selalu muncul tiap hari selama periode pemantauan. Frekuensi kemunculan berita berada di kisaran kurang dari sepuluh artikel hingga lebih dari dua ratus laporan dalam sehari. Berdasarkan fakta ini, bisa disimpulkan bahwa isu pergantian Kapolri saat ini tergolong sebagai newsmaker.

Berita ini ternyata juga menghadirkan polemik dari masyarakat yang kemudian disajikan oleh media massa daring berupa liputan dan pemberitaan. Polemik tersebut menyumbang bobot sentimen ke dalam pemberitaan. Dari sejumlah artikel yang terkumpul, Netray menemukan 414 laporan yang memiliki sentimen positif, sedangkan 335 laporan lainnya memiliki sentimen negatif. Sisanya ditulis dengan sentimen netral.

Akan tetapi analisis sentimen tidak akan banyak menjelaskan mengapa isu pergantian Kapolri menarik untuk dibicarakan. Pasalnya, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa proses suksesi kepemimpinan justru lebih banyak menyedot perhatian publik. Sehingga, analisis bergeser pada diagram Word Cloud yang memberi gambaran terkait subjek-subjek populer. Penyelidikan terkait apa atau siapa yang mencuat di sejumlah besar pemberitaan dapat ditelisik melalui diagram di bawah ini.

Subjek pemberitaan populer pertama adalah wacana bursa nama calon kandidat Kapolri. Publik kerap berspekulasi siapa saja nama yang nanti akan diajukan presiden kepada DPR untuk menjalani tes kelayakan. Sejumlah nama pejabat Kepolisian muncul dalam diagram antara lain Komjen Boy Rafli Amar, Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan Komjen Agus Andrianto. Ketiga nama ini acap kali mengisi pemberitaan media massa hingga akhirnya satu nama yang dipilih oleh presiden.

Membaca Liputan Bakal Kandidat Kapolri Baru

Sebagai contoh adalah nama Komjen Boy Rafli Amar. Beliau sempat dianggap sebagai kandidat yang sangat kuat untuk mengisi jabatan Kapolri. Media massa online mulai membuat berita yang isinya memberi gambaran potensi Komjen Boy Rafli. Profil Boy yang dilaporkan media massa memang terlihat sangat menjanjikan. Hanya saja bukan tokoh ini yang akhirnya dipilih oleh Presiden Joko Widodo.

Kandidat kedua yang diliput oleh media massa adalah Komjen Agus Adrianto. Popularitas Komjen Agus memang tidak sementereng Komjen Boy Rafli, tetapi Komjen Agus pernah menangani sejumlah kasus besar yakni kasus dugaan ujaran kebencian yang menempatkan Basuki Purnama atau Ahok sebagai terpidana.

Sejumlah pemerhati dan peneliti justru malah memprediksi bahwa Komjen Agus akan dipilih sebagai sebagai pengganti Kapolri Idham Aziz di atas calon lain yang mungkin lebih kuat. Lagi pula, Komjen Agus merupakan senior yang lulus pada tahun 1989, sedangkan Komjen Listyo sendiri merupakan lulusan angkatan 91. Sehingga ia dinilai sebagai kandidat yang paling pantas.

Naiknya Nama Listyo Sigit Sebagai Kandidat Kapolri

Segala macam spekulasi tentang siapa calon Kapolri tadi ternyata tidak berbuah hasil. Pemberitaan media massa daring segera bergeser pada subjek pemberitaan populer selanjutnya, yakni subjek pemberitaan tentang isi Supres yang akan diterbitkan oleh Presiden. Di dalamnya tersurat siapa nama calon pengganti Kapolri yang diajukan oleh Presiden.

Banyak spekulasi pula yang beredar terkait keberadaan Supres tersebut. Mulai dari kapan surat tersebut akan disampaikan ke DPR hingga berapa banyak kandidat yang akan diajukan oleh Joko Widodo. Akhirnya pada tanggal 13 yang lalu, Presiden Joko Widodo menguak semua teka-teki dan spekulasi publik dengan mengumumkan siapa calon Kapolri baru.

Nama Listyo Sigit Prabowo akhirnya mengemuka dalam wacana pergantian Kapolri. Pejabat Kepolisian dengan pangkat Komisaris Jenderal ini menjadi calon tunggal yang diajukan Joko Widodo. Sebelum terpilih, Listyo Sigit menjabat posisi Kabareskrim Polri. Ia mengaku tak menyangka bahwa dirinya yang akan diajukan oleh Presiden untuk melakukan tes kecakapan.

Tentu saja keberadaan Kapolri baru selalu dinilai sebagai angin segar yang mampu membawa lembaga Kepolisian Indonesia menjadi lebih baik lagi. Harapan besar, yang direpresentasi oleh pemberitaan media massa, seharusnya tak menjadi beban bagi Listyo Sigit Prabowo. Justru hal ini bisa menjadi pendorong semangatnya memperbaiki kinerja dan kredibilitas polisi Indonesia.

WhatsApp Buat Aturan Baru, Telegram dan Signal Ikut Menjadi Perbincangan

0

Aplikasi pesan WhatsApp Messenger yang dirilis sejak 2009 lalu kini menuai perbincangan publik. Namanya masuk dalam deretan trending topik Twitter setelah pihaknya merilis aturan pembaruan pada pertengahan Januari lalu. Dalam aturan ini, WhatsApp akan dikoneksikan dengan aplikasi pendukung lainnya, seperti Instagram, Facebook Messenger, dan Facebook. Sayangnya, tidak semua pengguna menyetujui kebijakan dari WhatsApp. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk meng-uninstall aplikasi ini dan beralih ke aplikasi berbalas pesan lain, seperti Telegram ataupun Signal.

Netray melakukan pantauan selama periode 7-13 Januari 2020 untuk melihat keramaian publik membahas aturan WhatsApp tersebut hingga meluas pada diskusi soal alternatif aplikasi pesan lain yang ramai ditawwarkan warganet. Seperti apa hasilnya? Simak infografik Netray berikut.

Dari hasil pantauan Netray di atas dapat diketahui bahwa aturan baru WhatsApp yang mengharuskan pengguna menyetujui koneksi otomatis data WhatsApp dengan Facebook direspon secara negatif oleh warganet. Muatan sentimen negatif yang mendominasi hingga nama sejumlah brand aplikasi pesan lain yang muncul dalam diskusi warganet soal aturan baru WhatsApp ini menunjukkan bahwa isu ini memiliki dampak negatif untuk pihak WhatsApp. Keamanan data pribadi menjadi hal yang penting bagi sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, opsi untuk beralih kepada brand aplikasi pesan lain yang menjamin kerahasiaan data pribadi menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Di sisi lain, pihak Telegram, Signal dan aplikasi pesan lain diuntungkan dengan isu ini. Terlebih ketika masyarakat kemudian beralih secara perlahan kepada brand-brand tersebut. Demikian pantauan Netray, semoga dapat menjadi evaluasi.

Vaseline vs Nivea

0

Produk perawatan kulit dan wajah rasanya tak pernah surut menjadi perbincangan. Berbagai brand pun menawarkan produk mereka dengan penawaran menarik, salah satunya Vaseline dan Nivea. Kedua brand yang telah dikenal luas oleh masyarakat ini pun tak luput dari perbincangan warganet. Lalu bagaimana respon warganet terhadap kedua brand ini?