HomeCurrent ReportKondisi Jalan Rusak di Sumatera Utara, Warganet Keluhkan Melalui Facebook

Kondisi Jalan Rusak di Sumatera Utara, Warganet Keluhkan Melalui Facebook

Published on

Kerusakan ruas jalan di sejumlah wilayah mengganggu aktivitas dan mobilitas warga. Tak hanya itu, kerusakan tersebut bahkan dapat menyebabkan kecelakaan hingga timbulnya korban jiwa. Warganet pun melaporkan kondisi jalan rusak melalui kanal media sosialnya dan berharap mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera mendapat tindakan.

Hal ini dapat diamati melalui berbagai unggahan dan komentar warganet Facebook yang melaporkan kondisi jalan raya rusak di wilayah tempat tinggalnya. Salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur adalah beberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut).

Netray mengamati perbincangan ini di kanal Facebook selama sepekan, yakni sejak 23 Maret 2023 sampai dengan 29 Maret 2023. Dengan menggunakan kata kunci jalan rusak && medan, jalan rusak && sumut, dan jalan rusak && langkat berikut beberapa hasil temuan Netray.

jalan raya
Gambar 1. Statistik pemantauan terkait kata kunci di Facebook

Selama periode pantauan Netray terdapat 79 akun, 1 halaman, dan 28 grup yang terlibat dalam perbincangan terkait kondisi jalan rusak ini. Perbincangan ini pun dibagikan sebanyak 35 kali dengan total impresi sebesar 1.896. Dari berbagai reaksi tampak perbincangan terkait topik ini mendapat antusiasme dengan setidaknya 1.000 kali disukai. Selain itu, terlihat emosi yang paling banyak menjadi reaksi adalah rasa sedih, sebanyak 109 kali.

Terdapat 108 unggahan terkait topik ini dengan 24 di antaranya bersentimen positif, 66 bersentimen netral, dan 18 bersentimen negatif. Sementara total komentar pada topik ini mencapai 390 komentar dengan 259 di antaranya merupakan komentar bersentimen positif, 93 bersentimen netral, dan 38 bersentimen negatif.

Gambar 2. Jumlah unggahan dan jumlah komentar

Kekesalan warganet akan kondisi jalan raya rusak yang tidak kunjung dibenahi oleh pemerintah membuat warganet menumpahkan kekecewaannya melalui laman media sosialnya. Antusiasme dari warganet tersebut pun dapat diamati melalui jumlah unggahan, komentar, maupun reaksi berupa like postingan soal isu ini yang mencapai 1.000.

Secara intensitas, baik pada unggahan atau pun komentar peningkatan terjadi pada 27 Maret 2023. Hal ini dapat diamati melalui grafik pada Gambar 3 dan Gambar 4 di bawah. Berdasarkan gender unggahan terkait kondisi jalan rusak di wilayah Sumut paling banyak diunggah oleh akun bergender laki-laki dan paling banyak dikomentari oleh akun bergender perempuan.

Gambar 3. Intensitas unggahan soal isu jalan rusak di Sumut
Gambar 4. Intesitas komentar warganet atas postingan topik jalan rusak di Sumut

Temuan unggahan terkait jalan rusak di wilayah Sumut pada periode ini terjadi di jalan Medan-Binjai dan Desa Kuala Air Hitam, Kabupaten Langkat. Unggahan tersebut berisi potret Kasat Lantas Polrestabes Medan yang tengah melakukan survey untuk perbaikan jalan rusak di jalan Medan-Binjai. Sementara pada unggahan lainnya berisi surat dari warga Desa Kuala Air Hitam yang meminta kepada pihak pemerintah kabupaten untuk memperbaiki jalan utama di desa yang sudah cukup rusak tersebut.

Gambar 4. Unggahan warganet Facebook

Selain jalan di Medan-Binjai dan Kabupaten Langkat, wilayah lain yang dikeluhkan oleh warganet adalah kerusakan di Jalan Lintas Barat Kota Panyabungan dan di Kabupaten Karo Sumut. Kerusakan ini salah satunya disebabkan oleh beban yang tidak sesuai dari truk pengangkut galian golongan C. Akibatnya jalan mengalami kerusakan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan bahkan dapat membahayakan. Warganet berharap pemerintah dapat segera menangani persoalan ini.

Gambar 5. Unggahan warganet Facebook

Sementara dari wilayah Medan, warganet juga melaporkan kerusakan di ruas jalan protokol yang bahkan berada dekat dengan fasilitas publik lainnya seperti kampus dan perkantoran. Warganet juga tampak memohon kepada Walikota Medan untuk turun tangan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Gambar 6. Unggahan warganet Facebook

Masyarakat di daerah kerap mengeluhkan kondisi jalan raya rusak di wilayah mereka melalui lini media sosial milik mereka. Unggahan tersebut pun mendapat berbagai reaksi. Bahkan mereka turut mempertanyakan apakah harus menunggu turun tangan dari Pemerintah Pusat agar fasilitas masyarakat dapat diperbaiki. Sementara kondisi jalan rusak di daerah seharusnya menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah.

Gambar 7. Komentar warganet

Sebagai infrastruktur utama penopang aktivitas masyarakat, jalan raya diharapkan memiliki kualitas yang memadai. Kerusakan jalan yang telah lama terjadi dan tidak kunjung dibenahi berujung menjadi kekesalan yang dikeluhkan oleh masyarakat melalui akun media sosialnya. Warganet berharap pemerintah dapat merespons dengan cepat kerusakan ruas jalan di berbagai wilayah tersebut untuk segera dibenahi.

Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time.

Editor: Winda Trilatifah

More like this

Berharap Lanjutkan Kesuksesan, Film Siksa Kubur dan Badarawuhi Tuai Sentimen Negatif

Dua film horor kembali rilis tepat di hari kedua lebaran, 11 April 2024. Film...

Polemik Serangan Iran ke Israel, Isu Syiah Memecah Kubu Warganet

Konflik kontemporer di Timur Tengah memasuki babak baru. Pada 14 April lalu, Iran meluncurkan...

Kontroversi Film Kiblat, Kenapa Rumah Produksi Gemar Bikin Film Horor Religi?

Film Kiblat yang baru rilis trailer pada Kamis, 21 Maret 2024 lalu sudah menuai...
%d bloggers like this: