Home

  • Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

    Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay. 

    Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.

    Cara Berlangganan Netray

    1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

    3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.

    4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

    7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.

    8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

    9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.

    11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

    Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.

    Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.

  • Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

    Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.

    1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

    2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

    3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.

    5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.

    6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.

    Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.

    7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.

    8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

    Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.

    Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)

    1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

    Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keywordpsbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).

    2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.

    Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?

    Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.

    Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?

    1. Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
    2. Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
    3. Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
    4. Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
    5. Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
    6. Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
    7. Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
    8. Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.

  • Wafer Selamat Jadi Wafer Favorit Warganet, Menggeser Tango dan Nabati

    Wafer Selamat Jadi Wafer Favorit Warganet, Menggeser Tango dan Nabati

    Siapa yang tak mengenal wafer, jajanan yang dapat dinikmati berbagai usia baru-baru ini menjadi perbincangan warganet. Hal ini bermula saat salah satu akun di Twitter memantik obrolan di lini masanya terkait wafer legendaris Tango yang kini eksistensinya mulai memudar seiring semakin banyaknya kompetitor seperti Nabati, Nissin, Selamat dan berbagai brand wafer lain yang mencoba merebut pasar. Warganet kemudian memberikan opini mereka terkait wafer yang menjadi favorit mereka.

    Netray mengamati perbincangan warganet terkait topik ini dengan beberapa kata kunci seperti, wafer, wafer && khong guan, wafer && nabati, wafer && nissin, wafer && selamat , serta wafer && tango. Adapun periode pemantaun ditarik selama periode 04 November 2022 sampai dengan 11 November 2022. Berikut hasilnya.

    wafer
    Gambar 1. Kosa kata populer

    Melalui kosakata populer dapat ditemukan beberapa merk wafer yang paling ramai diperbincangkan oleh warganet. Di antaranya adalah Loacker, Nissin, Tango, Nabati, Khong Guan, hingga Wafello. Pernah menjadi idaman pada masanya Tango menjadi produk yang paling banyak dibandingkan dengan kompetitornya yang semakin menjamur.

    Di Twitter, perbincangan terkait wafer tampak muncul setiap harinya, namun lonjakan perbincangan secara signifikan terlihat pada 09 November 2022 hingga memuncak di hari berikutnya. Bahkan perbincangan soal wafer ini sempat menduduki trending topik di Twitter. Dari pantauan Netray, obrolan ini diketahui dipantik oleh akun @belajarlagiHQ sebagaimana tampak pada Gambar 3.

    Gambar 2. Grafik intensitas perbincangan warganet
    Gambar 3. Cuitan pemantik obrolan warganet

    Melalui akunnya @belajarlagiHQ menyatakan bahwa saat ini dunia wafer telah diambil alih oleh Nabati, sementara Tango sebagai pemain lama dinilai kalah saing dari Nabati. Akun tersebut kemudian memantik obrolan warganet yang setuju dengan pendapatnya tersebut. Cuitan ini pun berhasil memperoleh setidaknya 1,5 ribu komentar, 22 ribu like dan di-retweet sebanyak 4,5 ribu kali.

    Gambar 4. Opini warganet

    Menariknya, bukan hanya Nabati yang disebut mampu mengalahkan Tango. Netray menemukan banyak merk wafer yang menurut warganet juga lebih enak, seperti Selamat, Nissin, Khong Guan, Wafello, hingga Loacker. Alih-alih Nabati, twit positif yang menilai Selamat sebagai wafer nikmat menggantikan Tango saat ini justru lebih banyak ditemukan.

    Wafer Selamat Jadi yang Paling Diminati

    Menurut warganet Tango mengalami penurunan dari segi kualitas dan pamor. Sedangkan Nabati berhasil menguasai pasar dengan harga terjangkau, rasa yang variatif, dan mudah ditemukan. Namun, soal rasa yang dapat menggantikan Tango di hati warganet adalah wafer Selamat.

    Berdasarkan hasil pantauan Netray, Tango dan Nabati menjadi brand wafer yang paling banyak diperbincangkan warganet. Keduanya memiliki perbandingan jumlah yang tidak terlalu signifikan, namun Nabati memiliki jumlah sentimen positif yang lebih banyak dibanding Tango. Sebaliknya, Tango justru memiliki jumlah sentimen negatif yang lebih banyak dibanding Nabati.

    Menariknya di antara keenam brand yang banyak disebut, wafer Selamat menjadi yang paling banyak meraih impresi positif. Dari total sebanyak 620 cuitan tentang wafer Selamat, 531 di antaranya terindeks opini bersentimen positif sedangkan sentimen negatif berjumlah 65 cuitan. Sementara itu, Tango dan Nabati yang paling banyak disebut justru mendapat sentimen positif di angka 248 untuk Tanggo dan 362 untuk Nabati. Untuk Nissin warganet memberikan 149 opini positif, Wafello 90 opini positif dan Khong Guan 50 opini positif.

    Mengapa Wafer Tango Mulai Ditinggalkan?

    Lalu mengapa Tango dianggap sebagai produk wafer yang kini mulai ditinggalkan? Berikut beberapa opini warganet.

    Gambar 5. Opini negatif warganet terhadap Tango

    Opini negatif dari warganet menilai Tango kini memiliki kualitas yang berubah dengan Tango di masa lalu. Tango dinilai terlambat melakukan inovasi dibanding kompetitornya sehingga pasarnya justru kini tersaingi oleh kompetitor wafer lainnya.

    Lantas apa keunggulan Nabati yang sempat diunggulkan dari Tango dan menjadi pemantik perbincangan soal Wafer? Berikut beberapa opini warganet.

    Gambar 6. Opini positif warganet terhadap Nabati

    Harga yang relatif murah, rasa yang variatif, dan pasar yang mudah dijangkau membuat Nabati mendapatkan banyak impresi positif dibanding Tango. Warganet menilai Nabati melakukan iklan dengan sangat baik dan penjualannya merata hingga ke berbagai pelosok negeri dengan harga yang berimbang. Tak heran bila kemudian masyarakat memilih wafer dengan varian rasa baru dan ekonomis tersebut.

    Lain halnya dengan wafer Selamat, warganet yang mengunggulkan wafer Selamat bukan karna harganya yang terbilang murah melainkan cita rasanya yang dinilai lebih nikmat dibanding dengan wafer lainnya.

    Gambar 7. Opini positif warganet terhadap Selamat

    Cita rasa wafer Selamat membuat brand satu ini mendapatkan banyak impresi positif warganet. Menurut warganet rasa coklat milik wafer Selamat otentik dan belum tersaingi oleh coklat milik wafer lainnya.

    Gambar 8. Opini warganet terhadap wafer Nissin
    Gambar 9. Opini terhadap wafer Khong Guan

    Hadir lebih dulu di masyarakat membuat Nissin lebih banyak disukai oleh generasi Milenial. Namun keberadaannya yang sulit dijangku membuat Nissin menjadi wafer yang tidak dapat dengan mudah dinikmati oleh semua kalangan. Demikian halnya dengan wafer milik Khong Guan yang biasanya hanya ditemukan saat di momen-momen tertentu, seperti saat lebaran. Tak heran meski memiliki rasa yang enak wafer ini tidak dapat dijangkau setiap harinya.

    Beda halnya dengan Tango dan Nabati yang pada dasarnya dapat ditemukan dengan mudah di berbagai tempat. Hal ini menunjukkan, cita rasa yang nikmat tidak selalu menjadi pertimbangan utama jika sulit ditemukan, terlebih harga yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor utama sebagai pembanding. Selain itu, keterjangkauan produk, pemerataan market menjadi hal yang utama sebab semakin meluasnya pasar membuat suatu produk lebih populer dan lebih mudah menjadi prototype.

    Simak analisis brand dan isu-isu terkini lainnya melalui https://analysis.netray.id/

    Editor: Winda Trilatifah

  • BRIN Banjir Sentimen Negatif Pasca Enumerator Protes di Twitter Soal Honor Disunat

    BRIN Banjir Sentimen Negatif Pasca Enumerator Protes di Twitter Soal Honor Disunat

    Seorang enumerator Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022 kecewa dengan penyelenggaraan survei oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Kekecewaan tersebut ia ungkapkan melalui sebuah utas di linimasa Twitter yang lantas mendapat respon tinggi dari warganet.

    Media Monitoring Netray memantau kata kunci “brin” dan “sdki2022” di kanal Twitter dan News. Tujuannya adalah untuk melihat secara umum bagaimana eksistensi BRIN di ranah media digital dalam negeri. Terutama setelah wacana kekecewaan enumerator tersebut beredar di internet.

    Pemantauan kata kunci ini dilakukan selama periode 4 November hingga 10 November 2022. Di kanal Twitter, Netray menemukan setidaknya 8.822 twit telah diunggah warganet dengan puncak perbincangan terjadi pada tanggal 9 November 2022. 

    brin
    Gambar 1. Statistik dan jumlah twit pemantauan BRIN

    Impresi atas twit-twit tersebut terpantau berjumlah 61,4 juta kali dalam bentuk reply, retweet, dan favorites. Ada lebih dari 3 juta akun terpantau ikut berpartisipasi dalam perbincangan ini. Secara potensial twit yang mengandung kata kunci tersebut dapat menjangkau setidaknya 69,6 juta akun Twitter berbahasa Indonesia. Adapun perbincangan didominasi oleh sentimen negatif.

    Gambar 2. Statistik dan sentimen pemantauan

    Sebanyak 4.742 twit bersentimen negatif berhasil dihimpun dan sebagian besar terkonsentrasi pada saat peak time. Twit dengan sentimen negatif terpantau mulai merangkak naik sehari sejak tanggal 8 November 2022. Dari pantauan Netray, peningkatan sentimen negatif ini dipicu oleh twit dari enumerator survey BRIN di atas.

    Pemantauan BRIN dan Kekecewaan Enumerator Survei

    Kata kunci ‘brin’ yang memuncak pada tanggal 9 November 2022 cukup menarik perhatian. Pasalnya pada tanggal tersebut perbincangan tentang BRIN yang sebelumnya berkisar di angka ratusan twit per hari melonjak drastis menjadi 5.552 twit dalam satu hari. Lonjakan memang tidak bertahan lama dan langsung mereda keesokan harinya. Sentimen negatif mendominasi perbincangan pada 9 November dengan total 3.225 twit atau sekitar 59% dari total keseluruhan twit.

    Gambar 3. Lonjakan perbincangan pada tanggal 6 November

    Kata ‘brin’, ‘oknum’, dan ‘enumertor’ menjadi kata yang paling banyak disebut pada saat Peak Time. Perbincangan ini bermula dari utas yang dibuat oleh seorang enumerator Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022 dengan akun @sangatedgy. Ia bercerita pengalamannya ketika mengikuti proyek lembaga pemerintah dan merasa terkena penipuan (scam). Twit yang menjadi permulaan utas telah di-like sebanyak 26.988 dan di-retweet sebanyak 8.061 kali.

    Pemilik utas merasa jika honor yang seharusnya ia terima ‘disunat’ oleh pihak BRIN. Bahkan pihak BRIN menyebut jika honor enumerator yang hanya Rp150 ribu tersebut dirasa tidak cukup tidak perlu diambil pun tidak apa-apa. Akun @sangetedgy juga menilai bahwa BRIN tidak siap karena masih ada permasalahan di sejumlah tempat.

    Gambar 4. Utas kekecewaan akun @sangatedgy

    Akun @sangatedgy sebenarnya sudah mulai membuat utas sejak tanggal 7 November. Akan tetapi utas tersebut tidak mendapat impresi yang cukup tinggi dari warganet. Warganet Twitter sendiri sudah sering menyuarakan masalah dan kebobrokan BRIN bahkan sebelum utas tersebut meledak dan viral.

    Gambar 5. Twit akun enumerator survey BRIN
    Gambar 6. Respon negatif warganet atas BRIN

    Karena utas ini, akun @sangetedgy menjadi akun yang meraup impresi tertinggi. Bahkan impresi yang ia kumpulkan jauh melebihi akun-akun lain yang membicarakan BRIN. Hal ini juga terlihat di jajaran Top People yang menempatkan namanya sebagai entitas yang paling banyak disebut sebanyak 2.317 kali dalam perbincangan topik.

    Gambar 9. Grafik Top Accounts dan Top People

    Uniknya, nama Puan Maharani dan peneliti BRIN, Siti Zuhro menjadi person yang paling banyak disebut warganet setelah akun @sangatedgy. Bagaimana kedua nama ini muncul dan apakah mereka menjadi bagian dari kritik kinerja buruk BRIN dalam menjalankan survei?

    Penelusuran lebih lanjut ternyata menunjukan adanya upaya meningkatkan eksistensi Puan Maharani di ruang publik. Yakni dengan penyebaran informasi bahwa peneliti BRIN, Siti Zuhro menilai bahwa Puan adalah sosok yang akan diangkat PDI Perjuangan sebagai capres karena sudah cukup layak.

    Pemantauan Media Massa

    Pemantauan kata kunci BRIN juga dilakukan di media massa daring dengan periode pemantauan yang sama. Akan tetapi, Netray menemukan bahwa apa yang terjadi di sosial media tidak lantas menjadi fokus pemberitaan media massa. Berikut Top Words isu terkait kata kunci “brin” di media pemberitaan online.

    Gambar 10. Isu yang diangkat kantor berita online

    Pemberitaan tentang gerhana bulan pada tanggal 8 November menjadi fokus media massa ketika memberitakan BRIN. Lembaga ini menjadi salah satu rujukan utama dalam menjelaskan fenomena alam ini. Eksistensi BRIN meningkat tinggi sehingga tanggal tersebut menjadi peak time selama sepekan.

    Sebanyak 523 artikel terbit dengan mengandung kata kunci yang diterbitkan oleh 114 media massa daring. Posisi BRIN sebagai sumber rujukan membuat sentimen pemberitaan cenderung didominasi sentimen netral sebanyak 246 artikel. Sedangkan berita dengan sentimen positif terpantau sebanyak 237 dan sentimen negatif sejumlah 50 artikel saja.

    Media masa daring sepertinya tidak tertarik untuk mengangkat isu honor enumerator BRIN yang ramai mengisi ceruk-ceruk perbincangan di linimasa Twitter. Terutama pada periode pemantauan antara tanggal 4 November hingga 10 November 2022. Netray bahkan hanya menemukan 21 artikel saja apabila kata kunci pemantauan dikerucutkan pada kata “brin” dan “enumerator.

    Gambar 11. Statistik, peak time, dan tren sentimen pemberitaan

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Atau untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang secara real time dapat menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Winda Trilatifah

  • Popularitas Partai Politik di Media Massa Online & Twitter Periode 4 – 10 November 2022

    Popularitas Partai Politik di Media Massa Online & Twitter Periode 4 – 10 November 2022

    Netray melakukan pemantauan popularitas partai politik (parpol) berdasarkan penyebutan atau mention nama parpol di media massa online dan Twitter. Terdapat 15 parpol terpopuler selama periode pemantauan sepekan dari 4 – 10 November 2022.

    Berdasarkan pantauan Media Monitoring Netray, Partai Nasdem masih menjadi parpol yang paling banyak disebut sejak mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 pada awal Oktober 2024. Sedangkan posisi 2-5 terjadi pergantian posisi, dimana Partai Demokrat kembali naik ke posisi 2 setelah periode pekan lalu terlempar ke posisi 7.

    Posisi 3 ditempati Partai Gerindra yang untuk pertama kalinya sejak beberapa bulan terakhir mampu menembus posisi 5 besar. Naiknya posisi Gerindra ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan dukungan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2024.

    Kemudian di posisi 4 ditempati PDIP yang turun dari posisi 2 di periode sebelumnya. Di posisi 5 ditempati PKS yang juga turun dari posisi 3 di periode sebelumnya.

    Partai Nasdem sendiri masih banyak diberitakan di media online dan jadi perbincangan di Twitter. Partai yang diketuai Surya Paloh itu menjadi satu-satunya partai yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres yang akan diusung pada Pilpres 2024.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Infografis: Zulfa M./ Editor: Winda Trilatifah

  • Popularitas Tokoh Politik di Media Sosial & Media Massa 4-10 November 2022

    Popularitas Tokoh Politik di Media Sosial & Media Massa 4-10 November 2022

    Berdasarkan pantauan Netray nama Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Puan Maharani mengisi 3 besar tokoh politik populer yang paling banyak disebut di media massa dan media sosial (YouTube, Twitter, dan TikTok) selama periode 4-10 November 2022. Jika dilihat dari periode sebelumnya, minggu ini Puan Maharani naik peringkat di urutan 3 menggantikan Ganjar Pranowo yang minggu lalu sempat eksis di urutan ke-2.

    Anies Baswedan masih tetap konsisten di urutan satu selama beberapa periode berturut. Sedangkan AHY kerap naik turun mengisi peringkat 2 dan 3 bergantian dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir, ataupun Puan Maharani. Untuk minggu ini Erick Thohir dan Ganjar Pranowo turun peringkat mengisi urutan 4 dan 5.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id

    Infografis: Alvito M./Editor: Irwan Syambudi

  • Bagaimana Pemberitaan Media Group Setelah Sang Bos Deklarasikan Anies Jadi Capres 2024?

    Bagaimana Pemberitaan Media Group Setelah Sang Bos Deklarasikan Anies Jadi Capres 2024?

    Pada 3 Oktober 2022 bos Media Group yang juga Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Netray kemudian menilik bagaimana pemberitaan Media Group sepekan sebelum dan sesudah deklarasi.

    Netray melakukan pemantauan terhadap 9 media massa online yang masuk dalam jaringan Media Group pada hari deklarasi, sepekan sebelum deklarasi (26 September – 2 Oktober 2022) dan setelah deklarasi (4-10 Oktober 2022). 9 media online yang kami pantau adalah Medcom; Media Indonesia; MetroTVNews;  Lampung Post; Suma.id; Dadali; Clicks; Inibaru; dan Apakareba.

    Kami menggunakan kata kunci ‘Anies Baswedan’ untuk menilik bagaimana tren pemberitaan terkait mantan Gubernur DKI Jakarta yang dicalonkan Nasdem sebagai Capres 2024 itu. Hasilnya dari 9 media, ada 7 media yang memberitakan soal Anies dengan total mencapai 432 pemberitaan.

    Gambar 1. Statistik pemantauan pemberitaan Media Group soal Anies Baswedan

    Dampak Intensitas Pemberitaan Grup Media Surya Paloh

    Pada saat deklarasi yakni pada 3 Oktober 2022 dari 9 jaringan Media Group, terpantau ada 7 media dengan 78 pemberitaan soal Anies Baswedan yang muncul. Masing-masing adalah Medcom 38 berita; MetroTVNews 30; Media Indonesia 9; Clicks 2; kemudian satu pemberitaan di Lampung Post, Suma.id, dan Inibaru.

    Momen deklarasi dapat dimaknai sebagai peristiwa politik yang memang layak diberitakan. Namun untuk dapat melihat dampak deklarasi terhadap pemberitaan Media Grup dapat ditilik melalui pemberitaan sebelum dan setelah deklarasi.

    Pada periode sepekan sebelum deklarasi, terdapat 123 berita yang mengandung kata kunci Anies Baswedan. Apabila dirata-rata maka terdapat 17,75 artikel setiap harinya.

    Gambar 2. Statistik pemantauan pemberitaan Media Group sebelum Nasdem deklarasikan Anies Baswedan

    Pada periode sebelum deklarasi capres oleh Partai Nasdem, kami hanya menemukan 4 media jaringan Media Group yang membuat berita tentang Anies Baswedan, antara lain laman Medcom, Media Indonesia, MetroTVNews, dan Lampung Post.

    Medcom menjadi laman Media Group yang terpantau paling banyak membuat artikel sebanyak 50 judul. Atau sekitar 7,14 artikel setiap harinya selama sepakan dengan puncak pemberitaan berada pada tanggal 26 September 2022. Media Indonesia menempati posisi kedua terbanyak dengan menerbitkan 39 judul berita, 5,57 artikel perhari, dengan peak pada tanggal 27 September 2022.

    Menyusul di posisi ketiga MetroTVNews yang selama sepekan memuat 32 judul berita atau 4,57 artikel perhari. Peak pemberitaan MetroTVNews terjadi pada tanggal 27 September 2022. Tempat terendah milik media regional Lampung Post yang hanya memuat 2 artikel saja atau 0,28 berita perhari selama sepekan.

    Setelah Deklarasi

    Pada periode setelah deklarasi, yakni antara 4 -10 Oktober 2022, kuantitas pemberitaan media massa daring Media Group meningkat hampir dua kali lipat. Kami menemukan sebanyak 231 berita mengandung kata kunci Anies Baswedan. Apabila dirata-rata maka terdapat 33 artikel setiap harinya dalam sepekan.

    Gambar 3. Statistik pemantauan pemberitaan Media Group setelah Nasdem deklarasikan Anies Baswedan

    Pada periode kali ini, terdapat lima media massa daring dari Media Group yang mengunggah berita soal Anies, antara lain Medcom, Media Indonesia, MetroTVNews, Lampung Post, dan Clicks. Medcom menjadi media yang menerbitkan berita yang mengandung kata kunci terbanyak dengan total 111 artikel.

    Posisi kedua ditempati MetroTVNews dengan 82 artikel. Sedangkan tempat ketiga terdapat laman Media Indonesia yang ternyata hanya menerbitkan 29 artikel. Satu-satunya laman berita dari Media Group yang jumlah pemberitaanya justru berkurang jika dibandingkan dengan periode pra deklarasi. Lampung Post dan Clicks masing-masing menerbitkan 8 dan 1 artikel saja.

    Tanggal 10 Oktober 2022 merupakan puncak pemberitaan dari laman Medcom, MetroTVNews, dan Media Indonesia. Yang menarik di sini adalah meski secara total pemberitaan di laman Media Indonesia meningkat, ternyata tidak semua hari pada periode pemantauan laman ini menerbitkan artikel tentang Anies Baswedan. Terpantau tanggal 6, 7, 8, dan 9 Oktober 2022 Media Indonesia absen dalam pemberitaan soal Anies.

    Dengan meningkatnya kuantitas pemberitaan dari pra deklarasi dan setelah deklarsi, dapat dimaknai bahwa publikasi atas sosok Anies Baswedan digencarkan setelah resmi menjadi bakal capres dari partai yang diketuai bos Media Group.

    Jika dilihat lebih detail lagi, pemberitaan tentang Anies Baswedan di laman Medcom meningkat sekitar 122%. Dari awalnya 50 artikel menjadi 111 artikel. Sedangkan berita di laman MetroTVNews melonjak hampir 156%. Yakni dari yang awalnya hanya 32 artikel menjadi 82 berita.

    Namun salah satu media teratas milik Media Group, Media Indonesia justru mengalami penurunan kuantitas. Pasalnya sebelum deklarasi, laman ini menerbitkan 39 artikel. Akan tetapi pada pekan setelah deklarasi turun menjadi 29 artikel atau sekitar 34%.

    Dua situs dari Media Group Surya Paloh lainnya yang masih melakukan pemberitaan meskipun minim antara lain adalah Lampung Post 8 artikel dan Clicks 1 artikel.

    Dari kecenderungan pemberitaan terhadap Anies Baswedan yang dilakukan Media Group tidak dapat dikesampingkan adanya potensi benturan kepentingan antara Partai Nasdem dengan pemberitaan Media Group karena sama-sama di bawah kendali sosok yang sama yakni Surya Paloh.

    Tingginya pemberitaan terhadap Anies Baswedan dapat dipahami sebagai peristiwa politik yang memang patut diberitakan. Namun jika dibandingkan dengan media yang lain semisal media plat merah antaranews.com, peningkatan pemberitaan tidak lebih tinggi dari salah satu media jaringan Media Group.

    Pemberitaan Antara dalam sepekan sebelum deklarasi dan setelah deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden dari Partai Nasdem total hanya 127 pemberitaan yang mengandung kata kunci Anies Baswedan. Sebelum deklarasi, Antara membuat 46 berita. Sedangkan setelah deklarasi terbit 81 artikel atau meningkat sebanyak 76%.

    Dampak Sentimen Pemberitaan Media Group Surya Paloh

    Dampak kedua berkaitan dengan citra Anies Baswedan yang dapat dibaca melalui tren sentimen pemberitaan. Sebelum deklarasi, Netray menemukan 65 berita dari Media Group ditulis dengan sentimen positif. Terhitung masih cukup banyak jika dibandingkan dengan jumlah berita bersentimen negatif sebanyak 18 berita.

    Pada periode ini wacana Anies sebagai capres Partai NasDem belum banyak diberitakan. Media massa daring yang tergabung dalam Media Group masih melakukan pemberitaan yang bersifat umum. Salah duanya seperti dua berita di bawah ini. Capaian-capaian statistik menjadi bukti kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta merupakan penyumbang utama sentimen positif.

    Gambar 4. Sampel peberitaan

    Selain itu pemberitaan juga diwarnai topik peluang Anies pada Pemilu 2024 dan kinerja pemerintahan provinsi DKI Jakarta selama Anies masih menjabat. Hasil riset dari lembaga survei merupakan informasi utama dari topik peluang. Akan tetapi pemberitaan hasil survei juga bisa menjadi pisau bermata ganda. Ketika hasil survei tidak menempatkan Anies di posisi teratas.

    Gambar 5. Sampel pemberitaan

    Setelah deklarasi, jumlah berita dengan sentimen positif terpantau melonjak drastis yakni mencapai 154 berita. Atau lebih dari 136% jika dibandingkan dengan periode sepekan sebelumnya. Keberpihakan grup media milik Surya Paloh diperkuat dengan kehadiran berita dengan sentimen negatif yang hampir nihil. Netray hanya menemukan 1 berita saja.

    Selain narasi mengapa Surya Paloh bersama partainya memilih Anies Baswedan, kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta juga menjadi berita yang banyak menyumbang sentimen positif. Anies disebut sukses menjalankan tugasnya maka dengan ini ia layak untuk maju sebagai calon presiden.

    Gambar 6. Sampel pemberitaan

    Satu-satunya berita negatif yang diunggah media milik Surya Paloh adalah kabar respons Partai Demokrat mendengar pencalonan Anies Baswedan. Agus Harimurti diberitakan harus mengingatkan kader partainya agar tidak “grasah-grusuh” (tergesa-gesa). Ia mengharap kader Partai Demokrat tetap tenang karena masih banyak waktu untuk membahas soal pencapresan ini.

    Gambar 7. Sampel pemberitaan

    Jumlah Pemberitaan dan Sentimen Positif Meningkat

    Jika dilihat berdasarkan jumlah pemberitaan jaringan Media Group dapat dikatakan cukup intens dalam memberitakan Anies Baswedan sebelum dan setelah deklarasi Anies menjadi bakal calon presiden dari NasDem. Namun dari 9 media jaringan Media Group tidak semua memberitakan secara intens, hanya media-media dengan nama besar seperti Medcom, MetroTVNews, dan Media Indonesia yang cukup genjar memberitakan Anies.

    Meningkatnya pemberitaan soal Anies Baswedan oleh jaringan Media Group juga diikuti meningkatnya sentimen positif pemberitaan soal Anies. Hal ini dapat dilihat bahwa deklarasi yang diumumkan oleh Surya Paloh kemudian mempengaruhi intensitas dan sentimen pemberitaan Media Group.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Irwan Syambudi

  • Respons Warganet Kala Jokowi Dukung Prabowo Nyapres 2024

    Respons Warganet Kala Jokowi Dukung Prabowo Nyapres 2024

    Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto kini bukanlah rival seperti saat Pemilu 2019. Keduanya telah bekerja dalam satu pemerintahan selama 5 tahun ini. Sambutan positif pun baru-baru ini datang dari Jokowi untuk mendukung Prabowo maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Ia mengatakan bahwa sudah selama dua periode ia menang menjadi Presiden Indonesia dan kini saatnya kepemimpinan berganti.

    Jokowi pun berkelakar bahwa selanjutnya menjadi jatah Prabowo untuk menggantikan tampuk kekuasaan. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pidato pada acara HUT Partai Perindo, Senin (7/11/22). Sebelumnya, pada Rabu (2/11) saat menghadiri acara Indodefence Expo di Jakarta bersama Prabowo, ia pun melontarkan hal serupa. Bahwa ia sejak awal telah mendukung dan memberikan restu ke Prabowo. 

    Netray mencoba memantau isu ini di kanal Twitter untuk mengetahui bagaimana respons publik terhadap Jokowi dan Prabowo terkait isu ini dengan menggunakan kata kunci jokowi&&prabowo selama periode 2-8 November 2022. Hasilnya, terdapat 10,4 ribu twit dari 4 ribu lebih warganet yang membicarakan topik ini. Tampak warganet Twitter tertarik memperbincangkan isu ini jika dilihat dari jumlah impresi yang mencapai 3,3 juta reaksi dengan potensi jangkauan hingga 104,5 juta akun.

    Gambar 1. Statistik Perbincangan Twitter Isu Jokowi Dukung Prabowo

    Perbincangan topik ini banyak memperoleh sentimen positif dengan 4.854 twit. Namun tidak sedikit juga yang memberikan respons negatif. Dari pantauan Netray, isu Jokowi mendukung Prabowo mulai muncul saat Jokowi berada di acara Indodefence bersama Prabowo. Meskipun secara tersirat, ucapan Jokowi tersebut mampu menuai reaksi publik dari pengamat hingga Partai Gerindra sendiri.

    Gambar 2. Grafik Intensitas Perbincangan dan Sentimen

    Tampak pada tanggal 2-4 November perbincangan terlihat meningkat sebelum akhirnya kembali turun dan memuncak pada 8 November. Hal ini merupakan imbas dari pernyataan Jokowi di acara HUT Perindo pada 7 November 2022 yang kembali melontarkan dukungan untuk Prabowo. Ragam respons warganet kemudian bermunculan hingga mencapai puncaknya pada 8 November 2022.

    Twit dengan impresi positif terpopuler datang dari akun berita CNNIndonesia yang membagikan artikel soal dukungan Jokowi untuk Prabowo. Tidak hanya satu dua kali, CNN Indonesia tampak cukup sering membagikan berita serupa dan menuai impresi yang masif sejak 2 November.

    Gambar 3. Top Akun Twitter
    Gambar 4. Sampel Twit Akun CNNIndonesia

    Impresi positif lainnya muncul dari akun @BiLLRaY2019. Ia mengutip ucapan Jokowi yang memberi restu dan dukungan untuk Prabowo disertai sematan video Jokowi tersebut saat bertanya jawab dengan wartawan.

    Ferdinand Hutahean politikus Demokrat dengan akunnya @FerdinandHutah5 juga tak ketinggalan turut berkomentar soal dukungan Jokowi terhadap Prabowo itu. Ia yakin bahwa Jokowi tersebut sudah melalui perenungan mendalam. Apalagi keterbelahan politik berbasis identitas antara Anies Baswedan versus Ganjar Pranowo memasuki fase membahayakan keutuhan bangsa. Prabowo menjadi pilihan aman untuk perpanjangan tangan Jokowi.

    Gambar 5. Opini Warganet Twitter
    Gambar 6. Opini Warganet Twitter

    Bahkan akun @kurawa membuat utas terkait ucapan Jokowi tersebut yang panjang hingga mencapai 52 twit. Ia menjabarkan prediksi pribadinya terkait peta politik capres sekaligus membahas Pemilu sebelumnya yang di dalamnya terdapat Prabowo. Ia menyimpulkan bahwa loyalitas Prabowo sudah teruji sehingga mampu meneruskan program-program Jokowi terutama soal pembangunan ibu kota baru.

    Gambar 7. Opini Warganet Twitter

    Di sisi lain, ucapan Jokowi juga menuai respons negatif di jagad Twitter. Akun @oposisicerdas dan CNNIndonesia tampak mencuitkan berita soal Jokowi yang dikritik karena ucapannya. Kata ‘jatah’ menjadi polemik lantaran dapat ditafsirkan sebagai hal yang sudah diatur sebelumnya. Selain itu mendukung menterinya menjadi capres padahal belum mundur sebagai menteri juga dinilai tidak etis.

    Gambar 8. Twit Akun Berita

    Nada nyinyir juga datang dari politisi Golkar Andi Sinulingga. Lewat akunnya @AndiSinulingga ia menilai bahwa pidato Jokowi di acara-acara formal lebih banyak membincangkan hal-hal tak bermutu ketimbang soal kepentingan negara yang menginspirasi bangsa.

    Gambar 9. Opini Warganet

    Jika dilihat melalui kata yang sering banyak muncul, tampak kata gerindra cukup banyak dibicarakan setelah kata prabowo dan jokowi. Hal ini terkait dengan respons partai yang dipimpin Prabowo tersebut menyoal dukungan Jokowi.

    Gambar 10. Top Words
    Gambar 11. Sampel Twit Kata ‘Gerindra’

    Selain itu nama Anies dan Ganjar juga muncul dalam perbincangan isu ini. Kata ‘Anies’ dikaitkan dengan respons partai Nasdem terhadap munculnya dukungan dari sang presiden. Pendukung Anies seolah tak ingin kalah dan menjadikan Prabowo rival kelak dalam Pilpres 2024.

    Sedangkan nama Ganjar muncul terkait dengan kedekatannya dengan Jokowi. Adapula yang memprediksi ia akan dipasangkan dengan Prabowo. Bahkan ada yang mempertanyakan jika Jokowi mendukung Prabowo lalu Ganjar akan di kemanakan.

    Gambar 12. Sampel twit kata ‘anies’
    Gambar 13. Sampel twit kata “ganjar”

    Pantauan Pemberitaan Media Daring Isu Jokowi Dukung Prabowo

    Netray juga memantau isu dukungan Jokowi untuk Prabowo dengan kata kunci dan periode pemantauan yang sama di pemberitaan media online. Topik ini sepanjang periode pemantauan cukup masif diberitakan di media online sebanyak 807 berita dari 82 portal media yang muncul selama pemantauan.

    Gambar 14. Statistik Pemberitaan Media Online Isu Jokowi Dukung Prabowo

    Isu Jokowi memberi dukungan menjadi capres 2024 sudah bergulir sejak 2 November 2022 ketika Jokowi menjawab pertanyaan para wartawan di acara Indofence Expo. Meski jawaban masih tampak tersirat, namun hal ini menuai respons dari berbagai kalangan mulai dari partai hingga pengamat. Prabowo sendiri belum berani memperjelas, ia merasa dukungan tersebut dalam konteks pertahanan saat ditanyai para wartawan seperti yang tampak pada berita dari Tribun News dan Detik.

    Gambar 15. Sampel Berita Respons Prabowo
    Gambar 16. Sampel Berita Respons Prabowo

    Beberapa partai politik pun turut menanggapi. Partai Amanat Nasional (PAN), melalui Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi meyakini, Presiden Jokowi akan mendukung semua paslon dan menjaga agar kontestasi pilpres berlangsung secara luber, jurdil, berintegritas, dan berkualitas. Dukungannya untuk Prabowo dinilai sikap yang bijak dan negarawan dari Jokowi. Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) juga berkata lewat Ketua DPP PDIP Said Abdullah bahwa ucapan Jokowi itu sebagai bentuk sopan santun dan sikap saling menghargai sesama negarawan. Di sisi lain untuk menyemangati Prabowo maju kontestasi.

    Gambar 17. Sampel Berita Dukungan Jokowi untuk Prabowo
    Gambar 18. Sampel Berita Dukungan Jokowi untuk Prabowo

    Partai Gerindra sebagai yang menaungi Prabowo juga banyak diberitakan dalam berita pemantauan. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani pada awalnya tidak ingin kegeeran. Ia menilai restu Jokowi adalah bentuk pernyataan Presiden kepada pembantunya di kabinet. Di sisi lain, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif berharap ucapan tersebut bisa menjadi kenyataan.

    Gambar 19. Sampel Berita Respons Gerindra
    Gambar 20. Sampel Berita Respons Gerindra

    Meski tidak begitu banyak, gelombang negatif juga tampak dari beberapa pengamat. Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti mengatakan bahwa tindakan Jokowi bisa masuk sebagai pelanggaran etik. Perkataan Jokowi dinilai menunjukkan semacam promosi atau endorsement kepada calon presiden berikutnya dan bisa dimaknai sebagai proses negosiasi politik.

    Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie juga menilai jika Jokowi terlalu banyak drama dan sandiwara. Menurutnya, jagoan sebenarnya bukanlah Prabowo, melainkan Ganjar Pranowo. Secara karakteristik kepemimpinan, Jokowi dengan Prabowo tak memiliki kemiripan. Jerry menyimpulkan bahwa Jokowi di acara HUT Partai Perindo hanya basa-basi politik saja.

    Gambar 21. Sampel Berita Dukungan Jokowi untuk Prabowo
    Gambar 22. Sampel Berita Dukungan Jokowi untuk Prabowo

    Seperti diketahui, Jokowi juga pernah memberi sinyal dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lantaran kerap terlihat dekat dalam berbagai kunjungan kerja. Dukungan untuk Prabowo kali ini banyak dinilai sebagai endorsement (promosi) sebagai negarawan semata, bukan dukungan resmi seperti deklarasi. Banyak yang beranggapan bahwa Jokowi pada akhirnya pun akan mendukung calon-calon lainnya juga. Hal ini agar program-program yang telah disusun Jokowi dapat dilanjutkan dengan baik oleh kepemimpinan berikutnya.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Winda Trilatifah

  • Menilik Media Massa Online Populer dalam Memberitakan Pemilu-Pilpres 2024

    Menilik Media Massa Online Populer dalam Memberitakan Pemilu-Pilpres 2024

    Melalui pemantauan, Netray menilik apa yang disajikan media online populer khususnya dalam isu politik mengenai Pemilu dan Pilpres 2024. Netray memantau pemberitaan dua media paling populer yakni detik.com dan kompas.com soal Pemilu dan Pilpres 2024. Apa yang disajikan dan siapa yang lebih dominan?

    Saat ini media massa atau media pemberitaan online di Indonesia masih jadi pilihan sumber informasi. Hal ini terbukti karena media online paling banyak diakses, sehingga pemberitaan media online bisa jadi salah satu representasi konsumsi informasi masyarakat.

    Berdasarkan Digital News Report yang diterbitkan Reuters Institute, media online masih menjadi sumber berita yang paling banyak diakses di Indonesia. Meski persentase sumber berita melalui online turun 1% pada 2022, namun presentasenya tetap yang paling tinggi yakni 88% orang mendapatkan berita dari online.

    Detik dan Kompas menjadi dua media online yang paling banyak dikonsumsi berdasarkan laporan Digital News Report 2022. Detik menduduki peringkat pertama dengan total persentase pengguna mingguan sebesar 65% dan Kompas di posisi kedua dengan capaian 48%.

    Detik salah satu media online yang menjadi pelopor media full berbasis online di antara media yang masih memiliki  basis cetak. Detik berdiri 9 Juli 1998, dan saat ini diakuisisi oleh CT Corp yang dinaungi oleh Chairul Tanjung. Sedangkan Kompas.com beroperasi pada awal 1996 merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group.

    Kompas.com Lebih Dominan Dalam Berita Isu Pemilu-Pilpres 2024

    Netray kemudian menjadikan sampel dua media paling populer itu memberitakan isu Pilpres 2024. Dengan menggunakan dua kata kunci ‘pilpres && 2024’ dan ‘pemilu && 2024’, Media Monitoring Netray mendapati dominasi Kompas dalam pemberitaan isu Pemilu dan Pilpres 2024 selama periode pemantauan 1-31 Oktober 2022.

    Dalam sebulan Kompas memiliki 748 pemberitaan yang menyangkut kata kunci, sedangkan Detik hanya 578 pemberitaan. Terdapat selisih 170 artikel lebih banyak antara Kompas dengan Detik. 

    Sedangkan sentimen pemberitaan cenderung berimbang. Kompas menghasilkan berita bersentimen positif dengan total 54%. Sedangkan Detik memiliki berita bersentimen positif sebanyak 57% dari total pemberitaan 578 artikel.

    Kemudian jika dilihat berdasarkan orang yang paling banyak diberitakan, kedua media online populer itu sama-sama banyak menyebut Anies Baswedan dalam pemberitaan terkait kata kunci ‘pilpres && 2024’ dan ‘pemilu && 2024’.

    Lalu, setelah Anies portal Kompas lebih banyak memberitakan Ganjar sedangkan di portal Detik nomor dua yang banyak disebutkan adalah Jokowi. 

    Pada jajaran Top Person, sepuluh entitas yang menjadi sorotan kedua media berita ini memiliki kesamaan hanya saja intensitas dan urutan penyebutan yang membedakannya. Di portal Kompas, Ganjar menduduki peringkat kedua setelah Anies sedangkan di Detik, Ganjar justru menduduki peringkat ke-5 setelah Jokowi dan Surya Paloh. 

    Selain entitas person, untuk melihat isu politik seperti apa yang diusung oleh kedua portal berita ini, Netray akan melihat jajaran Top Organizations untuk melihat partai-partai apa yang tengah ramai diberitakan. 

    Tiga partai teratas di kedua portal ini ialah Nasdem, PDI-P, dan PKS. Sedangkan untuk urutan selanjutnya, Demokrat dan Golkar menduduki urutan ke empat dan lima di portal Detik. Sedangkan di portal Kompas, justru sebaliknya. Golkar menduduki urutan empat dan Demokrat di urutan lima. 

    Untuk melihat lebih rinci, isu berita seperti apa yang mendominasi kedua portal berita ini, dapat dipantau melalui fitur Word Cloud (yang menunjukkan kata yang paling sering digunakan oleh Detik dan Kompas dari ukuran font) berikut ini.

    DetikKompas

    Dari pantauan Word Cloud di atas, terlihat kumpulan kosakata yang mendominasi pemberitaan kedua portal ini. Pemberitaan terkait Anies Baswedan yang dideklarasikan sebagai Capres 2024 oleh Nasdem menjadi sorotan kedua portal berita. Kumpulan kosakata seperti anies, capres, nasdem, deklarasi, hingga diusung menjadi bukti jika topik pendeklarasian mantan gubernur DKI Jakarta tersebut santer diberitakan. 

    Dari sampel pemberitaan di bawah ini terlihat kedua portal ini sama-sama mengunggah pengumuman pendeklarasian tersebut di antara jam 10 dengan 11 pagi. Dengan headline pemberitaan yang sama kedua artikel tersebut memberikan sentimen positif terhadap isu ini. 

    Pemberitaan Detik dan Kompas yang menggunakan kedua kata kunci terlihat fluktuatif. Terlihat seperti gambar di bawah ini, kedua portal ini memiliki perbedaan peak time pemberitaan. Detik memiliki dua peak time pemberitaan di tanggal 3 Oktober dan 10 Oktober 2022 dengan total berita masing-masing, yakni 38 dan 32 artikel. Sedangkan Kompas memiliki dua peak time, yakni tanggal 6 Oktober dengan total 41 artikel dan 26 Oktober dengan total 43 artikel. 

    detikkompas

    Di tanggal 3 Oktober, Detik ramai memberitakan terkait peresmian Nasdem membawa Anies sebagai Capres 2024. Respons berbagai kalangan juga menjadi bahan pemberitaan Detik di hari tersebut. Pengumuman resmi Nasdem yang memboyong Anies dalam pemilu menjadi sorotan beberapa tokoh dan parpol.  

    Di tanggal 10 Oktober 2022, Detik ramai memberitakan terkait maraknya istilah ‘nasdrun’ setelah adanya pencapresan Anies Baswedan. Detik menyoroti isu ini dengan memberikan berita yang menyuguhkan opini dari beberapa parpol. Istilah yang merujuk pada Nasdem tersebut tentu memberikan sentimen negatif terhadap entitas Nasdem. 

    Sedangkan portal Kompas, peak time di tanggal 7 Oktober 2022 mengusung berita terkait pertemuan Demokrat dengan Anies Baswedan. Kunjungan Anies yang disambut baik oleh Demokrat tersebut disinyalir sebagai bentuk koalisi di bursa Pemilu 2024. 

    Di tanggal 26 Oktober 2022, Kompas ramai memberitakan terkait Ganjar yang mendapatkan sanksi dari PDI-P setelah menyatakan dirinya siap untuk menjadi capres di pemilu 2024. Tak hanya Ganjar, ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo juga mendapat panggilan dari PDI-P setelah pernyataannya yang mendukung Ganjar maju menjadi capres. 

    Beda Kompas dan Detik dalam Isu Pemilu-Pilpres 2024

    Dalam sebulan penuh pemantauan dengan kata kunci pemilu && 2024 dan pilpres && 2024, portal Detik dan Kompas terlihat santer memberitakan isu ini. Pemberitaan terkait majunya Anies sebagai capres sama-sama diusung oleh kedua portal. Hal ini terlihat dari jajaran top entitas yang mana Anies dan Nasdem menduduki urutan teratas. 

    Yang memberikan perbedaan apabila dilihat dari peak time pemberitaan, Detik memberikan fokus pemberitaannya terkait Anies Baswedan dan berbagai pemberitaan tentang Nasdem. Sedangkan Kompas tak hanya berfokus kepada Anies dan Nasdem, namun pemberitaan terkait Ganjar juga menjadi sorotan Kompas. 

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Atau untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang secara real time dapat menggunakan percobaan gratis di netray.id.


    Editor: Irwan Syambudi

  • Fansmeeting Amburadul, Whitelab Banjir Sentimen Negatif

    Fansmeeting Amburadul, Whitelab Banjir Sentimen Negatif

    Whitelab mendapat serangan dari fanbase Sehun EXO setelah fanmeeting yang diselenggarakannya pada Minggu, 6 November 2022 lalu dinilai gagal. Puluhan ribu twit yang mencatut kata kunci whitelab didominasi oleh sentimen negatif. Kritik dan tuntutan permintaan maaf santer disuarakan warganet terutama dari fanbase Sehun kepada pihak Whitelab.

    Media Monitoring Netray memantau ramainya serangan fans Sehun terhadap Whitelab pada kanal Twitter. Menggunakan satu kata kunci, yakni whitelab, Netray menemukan 52,2 ribu twit dalam periode pemantauan 31 Oktober – 8 November 2022. Peak time perbincangan terjadi pada tanggal 7 Novermber 2022, sehari setelah acara tersebut berlangsung. Dalam satu hari tersebut, bahkan ditemukan sebanyak 35.909 twit yang mencatut kata kunci.

    Gambar 1 Peak Time dan Sentiment Trend

    Dari lebih dari 52 ribu twit yang berhasil dihimpun oleh Netray, 72% di antaranya terindentifikasi sebagai twit bersentimen negatif. Sedangkan hanya 14% di antaranya yang memuati twit bersentimen positif.

    Perbincangan terkait ‘carut marutnya’ fansmeeting yang diadakan Whitelab ini menyita perhatian warganet. Terlihat dari jumlah impresi yang didapat dari topik ini yakni mencapai 129,7 juta impresi. Twit yang digaungkan kurang lebih 9 ribu akun ini bahkan mampu mencapai potential reach sebanyak 82,2 juta akun.

    Gambar 2 Statistik Topik Fansmeeting Whitelab

    Mulai dari Giveway Hingga Fansmeeting, Whitelab Dihujani Kritikan

    Pengumuman giveaway ‘golden ticket‘ yang diberikan oleh Whitelab sempat menuai cacian dari warganet yang merupakan peserta giveaway dan juga EXO-L. Hal ini karena pemenang giveaway tersebut bukan datang dari EXO-L, namun dari fanbase lain. Inilah yang menjadi pemantik EXO-L menghujani kritikan terhadap Whitelab.

    Gambar 3 Twit Pengumuman Pemenang Giveaway

    Terlihat dari gambar di bawah ini sentimen negatif mendominasi perbincangan topik di hari tersebut. Grafik perbincangan mulai merangkak naik sejak pukul 12.00 WIB setelah Whitelab memberikan nama pemenang golden ticket tersebut.

    Gambar 4 Peak Time dan Sentiment Trend Tanggal 31 Oktober 2022

    Seruan protes terus disuarakan oleh EXO-L yang juga menjadi konsumen produk Whitelab lantaran idolanya, Sehun menjadi BA Whitelab. Warganet merasa kecewa dengan putusan tersebut. Bahkan tak sedikit warganet yang mengecam keputusan pemenang yang diundi oleh Whitelab tersebut.

    Gambar 5 Sampel Twit
    Gambar 6 Sampel Twit

    Sempat reda menjelang hari H, topik ini kembali mendapat perhatian warganet setelah acara tersebut berjalan tak semulus dugaan fans Sehun. Kemunculan Sehun yang hanya berlangsung 10 menit membuat penggemar kecewa dengan sikap Whitelab. Warganet menilai pihak penyelenggara kurang kompeten dalam membuat sebuah acara dengan artis ternama. ‘Kurang riset’ digemakan beberapa warganet yang turut mengkritik kegagalan event tersebut.

    Gambar 7 Sampel Twit
    Gambar 8 Sampel Twit

    Banjir kritik dan komplain, Whitelab mendulang sentimen negatif lantaran hal ini. Komplain kecewa hingga cacian seperti ‘bego’ dilayangkan warganet yang menilai acara ini gagal dalam penyelenggaraannya. Bahkan, seruan boikot pun juga dilayangkan warganet imbas kejadian tersebut.

    Gambar 9 Jajaran Top Complaints

    Gambar 10 Sampel Twit
    Gambar 11 Sampel Twit

    Kekecawaan tak berhenti pada pengumuman giveaway dan teknis cara, staf Whitelab juga menjadi sasaran warganet terutama EXO-L. Sikap staf Whitelab dinilai kurang beretika lantaran salah satu staf ‘tertangkap basah’ membuat snapgram yang diisi dengan kata-kata yang menyakiti EXO-L. Mengecap fanbase Sehun sebagai ‘fanatik’ memantik sejumlah EXO-L untuk turut mengkritik sikap staf tersebut. Terlebih lagi, setelah membuat snapgram tersebut sang staf justri berfoto menggunakan karangan bunga yang seharusnya untuk Sehun.

    Gambar 12 Unggahan @OhSehunGlobal
    Gambar 13 Sampel Twit

    Akibat kekesalan ini, seruan boikot terhadap brand lokal ini juga membanjiri topik. Bahkan warganet juga mengklaim bahwa produk ini ‘laris manis’ hanya karena mempunyai brand ambassador Sehun sehingga para EXO-L turut membeli produk tersebut. Twit boikot ini mendapat atensi warganet. Bahkan dalam satu twit, seperti twit milik akun @baekyeolpups terdeteksi memperoleh ribuan impresi.

    Gambar 14 Sampel Twit

    Melalui akun resminya, 7 November 2022 pukul 21.59 WIB, Whitelab menggunggah permintaan maaf atas ketidaknyamanan para penonton terutama penggemar Sehun dalam acara tersebut. Dalam permintaan maaf tersebut, Jessica Lin selaku Co Founder juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah menindak tegas oknum-oknum yang dinilai berkomentar ‘tidak berkenan’.

    Meski demikian, masih banyak warganet yang kecewa atas dengan kejadian tersebut. Berharap mendapat impresi positif dengan menggandeng personil boyband Korea ternama, justru hal ini menjadi bumerang setelah event yang digawanginnya dinilai ‘amburadul’ oleh penggemar Sehun yang tak lain juga merupakan konsumen Whitelab.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Winda Trilatifah

  • Mengamati Jaringan Percakapan Warganet Merespon Aksi 411

    Mengamati Jaringan Percakapan Warganet Merespon Aksi 411

    Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi 411 di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada 04/11/2022 lalu. Persaudaraan Alumni (PA) 212 termasuk salah satu anggota dari gerakan ini. Terdapat beberapa tuntutan dari aksi yang dilakukan tersebut, di antaranya adalah meminta harga BBM dan bahan pokok diturunkan hingga mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk mundur terkait isu dugaan ijazah palsu Jokowi yang sempat beredar.

    Tak hanya di lapanagan, aksi 411 juga terlihat mengisi linimasa Twitter. Dengan menggunakan beberapa kata kunci yakni, aksi && 411, jokowi && 411, dan demo 411 Netray memantau perbincangan warganet terkait aksi 411 selama periode 1-7 November 2022. Hasilnya dapat diamati melalui grafik berikut.

    aksi 411
    Gambar 1. Grafik intensitas perbincangan warganet

    Narasi terkait akan digelarnya aksi 411 telah terlihat sejak 01/11/2022. Adapun puncak perbincangan kata kunci ini terjadi selaras dengan aksi di lapangan, yakni pada 4/11/2022 sebagaimana tampak pada Gambar 1. Perbincangan tersebut pun bahkan berlanjut hingga beberapa hari berikutnya hingga pada 07/11/2022. Berikut jaringan percakapan warganet ketika membicarakan aksi 411.

    Gambar 2. Jaringan percakapan warganet

    Berdasarkan Gambar 2 tampak sejumlah akun-akun yang terlibat dalam perbincangan terkait aksi 411. Akun-akun tersebut meliputi akun Twitter milik portal berita, seperti @detikcom,@tvOneNews, @CNNIndonesia, @democrazymedia, dan @geloraco. Namun jika diamati lebih jauh dua dari lima portal berita tersebut, yakni @geloraco dan @democrazymedia terpantau sebagai media yang dominan mendukung narasi aksi 411 dan menyuarakan narasi beroposisi terhadap pemerintah. Hal ini dapat diamati melalui berbagai cuitan berikut.

    Gambar 3. Cuitan akun @geloraco
    Gambar 4. Cuitan akun @democrazymedia

    Sementara dalam jaringan percakapan tersebut juga tampak beberapa akun yang turut terlibat mempopulerkan topik terkait aksi 411 dengan narasi mendukung aksi tersebut, yakni akun dengan nama @alisyarief dan @PutraErlangga95.

    Gambar 5. Cuitan akun @alisyarief
    Gambar 6. Cuitan akun @PutraErlangga95

    Selain akun dengan narasi mendukung aksi 411 terdapat beberapa akun-akun dengan narasi menolak aksi 411. Hal tersebut disuarakan oleh beberapa akun berikut, @ruhutsitompul, @Thalomoan1, @HusinShihab, @MrsRachelIn, @KerjaHasil_id, @deditelaumbanu4.

    Gambar 7. Cuitan akun-akun menolak narasi aksi 411

    Perbincangan terkait aksi 411 turut didongkrak oleh portal berita dan berbagai akun yang mendukung maupun menolak aksi tersebut. Reaksi dari berbagai akun tersebut membentuk jaringan percakapan yang tampak saling berhubungan dalam topik terkait aksi 411. Hal ini kemudian memunculkan beberapa akun yang terlibat dalam jaringan percakapan tersebut turut masuk ke dalam kategori akun dan tokoh populer pada topik 411. Beberapa akun tersebut adalah sebagai berikut.

    Gambar 8.Kategori tokoh dan akun populer

    Pada kategori tampak akun @z4r4n menjadi akun paling populer pada topik ini. Akun tersebut tampak berperan sebagai akun yang banyak menyuarakan dukungannya terkait aksi 411. Selain akun @z4r4n tampak akun milik @geloraco yang juga tampak dalam jaringan percakapan dan berbagai akun-akun lainnya.

    Kemudian pada kategori tokoh populer terlihat nama Joko Widodo menempati urutan teratas. Sebagai Presiden Indonesia namanya menjadi nama yang paling banyak disebut dalam aksi 411. Terlebih tuntutan dari aksi tersebut memang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Selain nama Joko Widodo tampak Anies Baswedan juga masuk dalam kategori tokoh paling populer pada kategori topik ini.

    Gambar 10. Cuitan melibatkan Anies Baswedan

    Dalam membahas aksi 411 warganet tampak turut mempopulerkan Anies Baswedan sebagai capres pada 2024 mendatang. Hal tersebut dapat diamati melalui berbagai akun yang masuk dalam kategori tokoh dan akun populer yang turut melibatkan nama Anies Baswedan.

    Aksi yang menuai pro dan kontra tersebut setidaknya menjaring lebih dari 84,5 juta akun pengguna Twitter dan mendapatkan impresi sebesar 525,2 ribu.

    Gambar 9. Infografik perbincangan warganet

    Adapun jumlah twit selama periode pantauan Netray mencapai 8 ribu dengan didominasi oleh twit bersentimen negatif. Perbandingan jumlah sentimen tersebut dapat diamati melalui jumlah sentimen positif yang hanya sebanyak 1.053 cuitan sedangkan jumlah sentimen negatif mencapai 5.511 cuitan.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Winda Trilatifah

  • TV Analog Migrasi ke Digital, Warganet Keluhkan Susah Sinyal

    TV Analog Migrasi ke Digital, Warganet Keluhkan Susah Sinyal

    Pergantian model siaran TV analog ke digital tidak sepenuhnya dapat diterima dengan baik oleh warganet. Melansir dari laman Kominfo, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti menyatakan bahwa peralihan siaran TV analog ke digital ini merupakan upaya untuk meringankan masyarakat dari biaya TV berlangganan.

    Kominfo secara resmi mematikan siaran analog di beberapa wilayah yang telah siap menerima sinyal digital pada Selasa, November 2022 pukul 24.00 WIB. Terdapat 222 dari 514 wilayah, termasuk Jabodetabek yang akan dihentikan siaran analognya mulai hari tersebut. Meski diklaim lebih menguntungkan masyarakat, namun gema kritikan dari warganet untuk perpindahan siaran analog ke digital ini masih santer diutarakan di platform Twitter.

    Media Monitoring Netray memantau isu ini pada kanal Twitter dengan menggunakan kata kunci tv && analog dan tv && digital untuk melihat seperti apa tanggapan warganet terhadap kebijakan yang baru diresmikan pemerintah ini.

    Hasilnya, ditemukan sebanyak 12.010 twit yang mencatut kata kunci tersebut pada periode pemantauan 1-4 November 2022. Perbincangan terkait topik ini didominasi oleh twit bersentimen negatif sebanyak 4.326 atau 36%. Sementara itu, twit dengan sentimen positif mencapai 1.544 twit atau 12,8%.

    Perbincangan terkait perubahan siaran tv analog menjadi digital dapat dikatakan menarik perhatian warganet. Terlihat dari jumlah impresi yang didapat pada topik perbincangan ini, sebanyak 2,9 juta impresi tercatat dalam pantauan Netray. Bahkan topik perbincangan perubahan sinyal TV ini mampu menjangkau 129,3 juta akun.

    Intensitas perbincangan warganet terlihat memuncak di tanggal 3 Oktober 2022, sehari setelah pergantian sinyal digital diresmikan Kominfo. Terlihat dari gambar Peak Time di bawah ini, puncak perbincangan di tanggal tersebut bahkan menyentuh 8.371 twit dalam sehari.

    Sentimen netral yang banyak mengisi perbincangan ini berasal dari twit-twit yang melempar pertanyaan seputar pendapat terkait perubahan ini. Salah satunya twit dari akun @convomfs yang juga merupakan akun nomor satu di jajaran Top Accounts by Popularity.

    Dalam twitnya, @convomfs menanyakan pendapat warganet menanggapi pemutusan siaran sinyal analog di Indonesia. Seperti mendapat wadah, twit ini mendapat perhatian warganet lainnya dengan perolehan 8.286 impresi dengan rincian 422 komentar dan like yang melebihi tujuh ribu.

    Tak Serentak dan Tak Semua Stasiun Mematikan TV Analog

    Tak serentak diberhentikan di seluruh wilayah Indonesia, tak sedikit pula warganet yang kebingungan karena tv analog mereka masih dapat menerima siaran. Pertanyaan seperti siaran analog mana yang sudah benar-benar dimatikan pun bermunculan. Padahal secara resmi Kominfo menyampaikan bahwa baru sebanyak 222 wilayah yang melakukan migrasi dari siaran analog menjadi digital sedangkan sisanya masih dalam proses. Namun banyak warganet yang melewatkan informasi ini secara lengkap sehingga pertanyaan semacam itu masih kerap ditemukan.

    Akan tetapi, ada pula sejumlah stasiun televisi yang disinyalir masih menggunakan sinyal analog untuk menayangkan acaranya di wilayah yang seharusnya sudah tidak bisa menerima siaran analog. Atas hal ini, Kominfo pun memperingatkan beberapa stasiun TV yang dinilai telah menyalahi peraturan tersebut karena dianggap melakukan siaran secara ilegal.

    Dalam keterangan resminya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan bahwa terdapat 7 stasiun televisi swasta yang masih menyiarkan menggunakan sinyal analog. Ketujuh stasiun TV tersebut ialah RCTI , MNCTV , GlobalTV , iNEWS TV, tvOneNews , ANTV, dan CAHAYA TV. Maka tak heran apabila stasiun TV tersebut masuk ke dalam jajaran Top Organizations pantauan Netray.

    Warganet Keluhkan Migrasi TV Analog Semakin Menyusahkan

    Persebaran sinyal digital yang belum merata di seluruh wilayah membuat warganet mengeluhkan peralihan TV analog. Masih banyak warganet yang mengatakan kesulitan mendapat jaringan siaran tv lantaran sinyal digital belum menjangkau di wilayahnya. Tak heran, jika warganet lebih menyukai sinyal analog.

    Tak hanya masalah susah sinyal, warganet juga menyampaikan kritikannya terkait kebijakan baru ini. Warganet menilai kebijakan perubahan siaran analog ini bukan akan memudahkan atau menguntungkan masyarakat namun justru akan semakin mempersulit beberapa lapisan masyarakat. Penangkapan sinyal digital pada tv analog yang membutuhkan alat khusus menjadi salah satu alasan mengapa kebijakan ini menyulitkan masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah.

    Kebijakan baru yang belum dibarengi dengan pembaharuan keterjangkauan sinyal digital ternyata menciptakan keresahan baru di tengah publik. Terlebih lagi, jumlah penikmat TV di Indonesia menurut BPS masih di kisaran 86,86%. Menurut survey Indikator, 36,1% masyarakat menggunakan TV sebagai media yang dikonsumsi sehari-hari dengan rincian 45,7% menonton hiburan, seperti sinetron dan siaran olahraga.

    Keterjangkauan sinyal yang masih belum maksimal dan tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti kebijakan pembaharuan siaran tv digital ini menyulitkan sebagian masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang akan kehilangan hiburan apabila tidak mengikuti kebijakan baru ini.

    Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

    Editor: Winda Trilatifah