-
Kabar Gembira, Kini Berlangganan Netray Bisa Melalui Gopay

Kemudahan dan kenyamanan pengguna menjadi hal yang penting bagi Netray. Oleh karena itu, Netray terus berupaya memperbaiki dan melakukan pembaharuan fitur secara berkala guna memahami kebutuhan pengguna. Kini Netray telah menyediakan alternatif pembayaran melalui GoPay.
Untuk menikmati fitur-fitur unggulan Netray, kamu hanya perlu membuat akun dan melakukan registrasi. Dengan berlangganan (subscribe), kamu dapat memilih fitur layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu sehingga akan lebih efektif dan ekonomis. Seperti apa langkah-langkahnya? Simak tutorial berikut.
Cara Berlangganan Netray
1.Masuk halaman Netray kemudian klik Register
2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi.

3. Pilih Trial untuk melakukan demo terlebih dahulu atau pilih Subscribe jika ingin langsung berlangganan.
4. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, email, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik persetujuan kebijakan privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Next dan kamu akan dialihkan ke halaman berikut. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu (Add to cart)

7. Pastikan pesananmu sudah sesuai (lihat bagian Order Summary). Kamu dapat mengubah jumlah keyword dan jangka waktu sesuai kebutuhan. Jika tidak, Netray akan otomatis menggunakan pengaturan standar (1 keyword dan 1 bulan). Kemudian klik Subscribe. Dengan mengeklik subscribe kamu dianggap setuju dengan Ketentuan Kebijakan Privasi Netray dan Syarat dan Ketentuan Netray.
8. Kamu akan dialihkan ke halaman faktur yang berisi detail pesananmu dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Lalu klik Payment. Faktur ini juga akan otomatis dikirimkan ke emailmu.

9. Klik Continue dan pilih cara pembayaran melalui GoPay. Klik Pay Now dan akan muncul Order ID beserta QR Code. Buka aplikasi Gojek atau aplikasi dompet digital lain. Scan QR code yang tertera pada layar monitor. Cek detail pembayaran di aplikasi lalu klik Pay. Masukan Pin dan transaksi kamu berhasil.
11. Klik I Already Paid untuk memastikan bahwa kamu telah melakukan pembayaran. Lalu dalam beberapa detik, Netray akan membawamu pada halaman Dashboard.

Selamat, fitur yang kamu beli telah aktif. Klik Create Topic untuk mulai membuat topikmu.
Perlu kamu tahu bahwa setiap satu keyword hanya mengakomodasi satu kali pemrosesan data. Artinya, kamu tidak dapat mengubah atau mengganti keyword setelah mengeklik Create Topik. Jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu dapat beralih ke paket premium Netray. Di paket premium kamu bebas mengubah atau mengganti keywordmu meski hanya memiliki satu slot keyword. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi Kontak Netray.
-
Mau Coba Netray Secara Gratis, Ini Fitur yang Dapat Kamu Cicipi di Paket Trial

Sejak Juli 2020 lalu, Media Monitoring Netray telah dibuka untuk pengguna mandiri. Media monitoring berbasis analisis big data dan kecerdasan buatan ini tak hanya mengakomodasi kepentingan bisnis dan korporasi, tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan perorangan, sebagai sumber penelitian. Netray juga menyediakan paket Trial untuk kamu yang ingin mencoba Netray secara gratis. Agar kamu dapat memanfaatkan fitur Netray Trial secara maksimal simak tutorial berikut ini.
1. Masuk halaman Netray kemudian klik Register

2. Lalu kamu akan dialihkan ke halaman registrasi. Pilih Trial untuk melakukan demo.

3. Isi data diri (nama lengkap, nama pengguna, e-mail, password, dan nomor telepon). Pastikan semua data terisi dengan benar lalu klik Persetujuan Kebijakan Privasi dan konfirmasi bahwa kamu bukanlah bot.
5. Klik Register untuk mendaftarkan akunmu pertama kali. Akun yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa mendaftar kembali. Klik Login untuk masuk jika sudah punya akun.
6. Buka email kamu untuk melihat link aktivasi yang dikirimkan Netray dan lakukan verifikasi akun. Berikut tampilan dashboard-mu setelah berhasil verifikasi.
Untuk paket Trial, kamu hanya bisa mencoba fitur Twitter dan News. Instagram dan Facebook akan aktif apabila kamu telah meng-upgrade akunmu ke premium (Upgrade Membership) atau berlangganan Netray.
7. Klik menu profil di pojok kanan lalu pilih Edit Profil. Lengkapi profilmu terlebih dahulu agar kamu dapat mengaktifkan fitur Twitter dan News. Jika sudah, klik Submit.
8. Fitur monitoring Twitter dan News sudah aktif. Kamu dapat mulai memasukkan topik yang kamu inginkan.

Lalu bagaimana cara membuat topik dan membaca data di dashboard Netray? Simak tips dan triknya berikut.
Membuat Topik di Dashboard Netray (Trial)
1. Klik menu Create Topic. Masukkan judul topikmu pada kolom Name kemudian masukkan keywords topikmu pada kolom Keyword. Kamu punya 2 slot keyword yang dapat kamu maksimalkan.

Tips: Jangan menggunakan keyword yang terlalu umum karena akan menyulitkanmu dalam melakukan analisis (misal; penyakit, pemerintah, pandemi dsb). Gunakanlah keyword yang spesifik (misal; covid-19, psbb, atau nama brand). Akan tetapi, jangan terlalu spesifik (psbb di Bandung) karena data yang akan ditampilkan hanyalah data yang mengandung rangkaian kata tersebut. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan fitur penggabungan. Gunakan tanda && di antara dua kata yang wajib ada dalam data (misal psbb && bandung). Keyword ini akan lebih spesifik dan maksimal daripada keyword ‘psbb di bandung‘ (terlalu spesifik) ataupun ‘psbb’ saja atau ‘bandung‘ saja (akan menyangkut semua topik tentang pssb dan topik tentang bandung).
2. Jika semua sudah lengkap terisi klik Save. Dalam beberapa detik, dashboard Netray akan muncul. Crawling data akan berjalan beberapa menit tergantung frekuensi kemunculan topik. Untuk paket Trial, Netray membatasi jumlah data maksimal hingga 2000 dengan periode seminggu ke belakang. Meskipun topik yang dicari mungkin mengandung banyak data, Netray akan berhenti setelah mengumpulkan jumlah tersebut.
Fitur Apa Saja yang Dapat Diakses Ketika Mencoba Netray Trial?
Kamu dapat mengakses semua fitur yang ada di menu Overview. Selanjutnya, Account Monitoring, Social Network Analysis, Reporting, dan Comparing hanya bisa kamu dapatkan apabila kamu melakukan upgrade ke premium.
Nah, di Overview ini apa saja sih yang bisa ditampilkan Netray untuk kamu?
- Data Statistik : meliputi total Impression, Potential Reach, Account (Male or Female), Persebaran Perangkat, Total Tweets.
- Grafik Peak Time : frekunsi sebuah topik diperbincangkan dalam sebuah periode.
- Sentiment Trend : kurva untuk melihat perbandingan sentimen di tiap periode.
- Tweets : semua tweet yang berhubungan dengan kata kunci. Kamu dapat melihat lebih detail dengan mengeklik View All Tweets. Kamu juga dapat memfilter tweet mana yang ingin kamu lihat berdasarkan sentimen (negative/neutral/positive) atau berdasarkan urutan (paling populer, paling baru, hinga yang paling lawas). Jika ingin melihat tweet mana yang paling mempengaruhi perbincangan topik secara umum lakukan filter berdasarkan yang paling populer. Jika ingin melihat akun yang paling awal memperbincangkan topik gunakan filter Older. Ini akan berguna ketika kamu mencari tahu inisiator sebuah topik atau tagar yang sedang trending.
- Top Words : kosakata populer yang paling banyak muncul dalam tweet warganet. Kamu juga dapat mengeklik masing-masing kata untuk melihat apa saja tweet yang mengandung kata tersebut dalam topik terkait.
- Top Accounts : akun yang paling berpengaruh dalam perbincangan topik, baik berdasarkan pada impresi yang diperoleh (sort by Popular) atau berdasarkan frekuensi kemunculannya (sort by Count).
- Top Entitas : People, Organization, Facilities, Complains, Locations.
- Popular Media : video atau gambar populer yang berhubungan dengan kata kunci topik.
-
Konflik Agraria Hutan Kinipan: Pekik Warganet Kala Senyap Berita

Indonesia kembali diterpa konflik agraria. Sejumlah media massa memberitakan penangkapan seorang aktivis lingkungan bernama Effendi Buhing oleh Polda Kalimantan Tengah. Penangkapan ini diduga berhubungan dengan masalah sengketa lahan di Hutan Adat Kinipan (gbr 1). Kasus ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2018.
Konflik tersebut melibatkan masyarakat adat Laman Kinipan, perusahaan perkebunan sawit PT Sawit Mandiri Lestari (PT SML) dan aparat penegak hukum. PT SML mengklaim bahwa hutan adat yang didiami masyarakat Laman Kinipan termasuk dalam lahan konsesi yang tertuang dalam izin hak guna usaha. Sedangkan masyarakat adat merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan izin tersebut. Akibatnya pada tahun 2018 terjadi penggusuran tanah pemukiman dan pertanian menggunakan alat berat untuk dijadikan lahan sawit.

gbr 1
Sayangnya di Indonesia, kasus semacam ini jarang mendapat perhatian yang memadai oleh khalayak. Padahal, masalah hajat hidup rakyat selayaknya menjadi urusan pokok bagi penyelenggaraan negara. Untuk itu Netray mencoba untuk membaca bagaimana dinamika konflik agraria dengan kasus spesifik di ranah media massa dan sosial media di Indonesia.
Sengketa Hutan Adat Kinipan Perspektif Media Massa
Untuk melihat bagaimana perspektif media massa dalam memberitakan sengketa Hutan Adat Kinipan, Netray menyebar sejumlah kata kunci antara lain hutan adat, hutan kinipan, tokoh adat, dan Effendi Buhing. Dari sini ditemukan beberapa lokus data penting yang merepresentasi kebutuhan riset.
Selama periode pemantauan dari tanggal 22 Agustus, Netray menemukan 30 surat kabar elektronik menerbitkan laporan tentang sengketa tersebut. Dan setidaknya terdapat 114 laporan yang dipublikasikan (gbr 2). Memang tidak bisa dinilai apakah jumlah ini terhitung banyak atau tidak. Namun jika dibandingkan dengan pemberitaan lain pada periode yang sama, kasus yang melibatkan nama jaksa Pinangki Sirna Malasari mendapat liputan hingga 6 kali lebih banter (gbr 3).

gbr 2 
gbr 3
Perbandingan ini jelas tidak bisa dijadikan klaim bahwa kasus hukum yang satu lebih penting daripada yang lainnya secara substansial. Tetapi lebih kepada bagaimana media massa memainkan peran yang sangat signifikan dalam membentuk persepsi publik. Jika satu berita tidak mendapat liputan yang cukup, maka publik tidak akan menghiraukan kasus tersebut lebih jauh lagi.
Temuan selanjutnya terkait pasang surut arus pemberitaan sengketa lahan adat masyarakat Laman Kinipan. Dengan periode pemantauan satu pekan ke belakang, liputan tentang kasus ini muncul pertama kali pada tanggal 26 Agustus 2020 (gbr 4). Hal itu dipicu oleh penangkapan Effendi Buhing, tokoh adat masyarakat Laman Kinipan. Ia ditangkap karena diduga melakukan pencurian dengan kekerasan properti milik PT SML, termasuk membakar pos milik perusahaan (gbr 5).

gbr 4 
gbr 5
Sejak pertama kali muncul pada tahun 2018, kasus sengketa Hutan Adat Kinipan sempat mencuat kembali pada awal tahun ini. Pada saat itu, masyarakat adat Laman Kinipan sempat turun ke jalan guna mendesak Pemkab Lamandau segera menyelesaikan permasalahan mereka dengan PT SML. Tuntutan pada saat itu adalah ganti rugi untuk lahan masyarakat yang sudah terlanjur diubah menjadi kebun sawit dan penghentian proyek pembukaan lahan selanjutnya oleh PT SML.
Dan sepertinya apa yang dituntut oleh warga masyarakat tidak segera membuahkan hasil karena sekarang sengketa ini masuk ke babak baru. Durasi konflik semacam ini sendirinya merupakan karakter dari sengketa agraria. Kuatnya kepentingan ekonomi hingga politik membuat sengketa agraria bisa menguras energi dari masing-masing pihak. Tentu saja pihak dengan power yang lebih besar biasanya yang akan memenangkannya.
Dukungan Warganet untuk Masyarakat Adat Laman Kinipan
Sunyinya media massa dalam melaporkan kasus ini tak terjadi di sosial media khususnya Twitter. Warganet setempat aktif menyuarakan peristiwa yang terjadi di Hutan Adat Laman Kinipan. Sebagian besar berisi cuitan yang bernada memprotes penangkapan aktivis dan ketua adat Effendi Buhing. Hasil pemantauan Netray memberi alasan akan hipotesis ini.
Pertama, dari sekian banyak warganet Twitter yang berbicara, mayoritas akun di top account merupakan akun milik aktivis yang kerap bersuara jika terjadi peristiwa semacam ini. Cuitan dari figur seperti Lini Zurlia, Andreas Harsono, dan Dandhy Laksono mendapat respon yang masif dari warganet. Sedangkan yang lain merupakan akun non-individu seperti @AksiLangsung, @PakatDayak, @walhinasional, hingga @GreenpeaceID (gbr 6).

gbr 6 Akun Lini Zurlia di @Lini_ZQ terhitung menjadi pioner dalam menyuarakan sengketa ini di jagat Twitter (gbr 7). Ia memberitahukan bahwa Pak Buhing yang sudah sejak tahun 2018 menentang pembangunan kebun sawit ditangkap di kediamannya. Lini lantas menawarkan strategi perlawanan dengan mendesak Kapolda Kalimantan Tengah menyelesaikan masalah ini (gbr 8).

gbr 7 
gbr 8 Intonasi yang sama juga disuarakan oleh Andreas Harsono dan Dandhy Laksono di masing-masing akun @andreasharsono dan @Dandhy_Laksono. Cuitan di bawah ini mendapat retweet dan like sebanyak 3000-an dan 5000-an (gbr 9). Dandhy bahkan menjelaskan jika konflik ini sudah berlangsung sejak bulan Maret lalu (gbr 10).
Begitu juga dengan akun non individu seperti @AksiLangsung, dan @PakatDayak (gbr 11). Selain menyerukan tuntutan pembebasan, akun @AksiLangsung juga menunjukan sebuah ironi bahwa tangal 27 Agustus merupakan hari ulang tahun Pak Buhing (gbr 12).

gbr 9 
gbr 10

gbr 11 
gbr 12 Kasus ini semakin mendapat tempat di lini masa Twitter ketika lahir inisiatif untuk membuat petisi pembebasan Pak Buhing. Petisi tersebut dibuat di platform Change.org (gbr 13). Petisi online sendiri hingga sekarang masih menjadi alat yang efektif untuk mendesak pemangku kepentingan agar mengubah kebijakannya.

gbr 13 Terakhir adalah sentimen yang berhasil dihimpun Netray. Selama pemantauan, Netray berhasil menemukan 6,200-an lebih cuitan yang secara potensial mencapai 50 juta lebih pengguna Twitter Indonesia (gbr 14) (gbr 15). Dari grafik (gbr 16) di bawah, Netray menemukan sentimen yang cukup berimbang atas cuitan warganet.

gbr 14 
gbr 15 
gbr 16
Keberimbangan sentimen ini disebabkan lenturnya perspektif memandang sebuah cuitan. Cuitan untuk mendukung pembebasan Pak Buhing bisa menjadi positif dari sudut pandang perjuangan masyarakat dan negatif dari pembangunan kebun sawit. Mesin pintar Netray masih memberi peluang bagi peneliti untuk memberi label sentimen akan data mereka sesuai sudut pandang yang diangkat.
-
Gugat UU Penyiaran ke MK, Warganet Serang RCTI

Sejak mengajukan permohonan uji materi tentang UU Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi, stasiun televisi RCTI menjadi perbincangan panas di kalangan warganet. RCTI dan iNews TV dalam gugatannya menyebut pengaturan penyiaran berbasis internet dalam Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran adalah ambigu dan menyebabkan ketidakpastian hukum. Pemohon meminta agar penyedia layanan siaran melalui internet, seperti Youtube dan Netflix, turut diatur dalam undang-undang tersebut. Sikap kedua stasiun tv di bawah naungan MNC Group ini pun mengundang polemik dan perdebatan di dunia maya karena dianggap merugikan banyak pihak.
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut apabila permohonan pengujian Undang-Undang Penyiaran dikabulkan, masyarakat tidak lagi bebas memanfaatkan fitur siaran dalam platform media sosial. Sebab apabila kegiatan dalam media sosial itu dikategorikan sebagai penyiaran, maka perorangan, badan usaha, ataupun badan hukum akan dipaksa memiliki izin menjadi lembaga penyiaran. Selanjutnya, perorangan atau badan usaha yang tidak dapat memenuhi persyaratan perizinan penyiaran itu menjadi pelaku penyiaran ilegal dan harus ditertibkan oleh aparat penegak hukum karena penyiaran tanpa izin merupakan pelanggaran pidana.
Bagaimana Media Menyoroti Perkara Gugatan RCTI Terhadap UU Penyiaran?
Pemberitaan terkait pengajuan uji materi pertama kali naik ke media berita daring pada 26 Agustus 2020 oleh portal Antara dan Suara. Ada 3 artikel terkait topik tersebut dengan nada suara netral. Kemudian pada 27 Agustus, banyak portal media yang turut memberitakan topik ini. Hingga saat ini, terhitung sebanyak 39 portal media menyoroti masalah ini dalam 91 artikel mereka. Portal Suara, Sindonews, dan CNN Indonesia menjadi yang paling sering bersuara soal masalah ini.



Berdasarkan grafik di atas, dapat diamati bahwa media berita daring mulai banyak menyoroti topik ini pada periode 27-28 Agustus 2020. Muatan sentimen negatif dalam pemberitaan topik ini mendominasi secara umum. Sebagian besar media menyoroti langkah RCTI dan iNews TV dalam perkara ini dengan nada kurang setuju seperti berikut.
Berbeda haluan dengan sejumlah portal media lain yang mengkhawatirkan perkara ini, portal media di bawah naungan MNC Group seperti Sindonews dan Okezone menyoroti hal ini sebagai tindakan yang wajar dan netral.
Lantas, bagaimana dengan Twitter? Seperti apa keramaian sosial media Twitter memperbincangkan perkara gugatan RCTI soal UU Penyiaran kepada MK? Berikut hasil pantauan Netray.
Warganet Serang RCTI di Twitter; RCTI Sudah Tidak Oke?
Dengan menggunakan kata kunci rcti, i news, dan uu penyiaran, Netray menemukan 20 ribu tweets yang membahas topik ini. Sebanyak 12 ribu akun turut terlibat dalam perbincangan topik dengan dominasi sentimen negatif.


Dari grafik di atas, dapat diamati bahwa perbincangan topik terkait mengalami kenaikan sejak 27 Agustus 2020 dan masih terus diperbincangkan hingga saat ini. Berikut kumpulan kosakata populer yang terangkum Netray dalam perbincangan warganet seputar langkah RCTI dan iNews TV dalam memperkarakan UU Penyiaran.


Terlihat nama stasiun televisi RCTI berada di deretan utama di samping kata penyiaran, nonton, live, youtube, dan moral. Meskipun perkara UU Penyiaran ini digugat bersama iNews TV, warganet lebih fokus menyoroti RCTI. Tagar #BoikotRCTI pun masuk dalam deretan kosakata populer dalam topik ini. Ini menunjukkan betapa besar respon negatif warganet terhadap isu ini. Lihat saja kumpulan Tweets Popular yang berhasil terangkum oleh Netray.


Banyak warganet yang kemudian melabeli tagline andalan RCTI, yang aslinya RCTI OKE menjadi RCTI nggak OKE. Tweet akun @FiersaBesari terkait hal ini pun mendapat banyak impresi dari warganet. Sejumlah nada negatif seperti RCTI menyulitkan kreator dalam berkarya, hingga RCTI takut kalah saing dengan platform digital lain bertebaran di jagat maya Twitter. Namun ada sejumlah warganet yang merespon langkah yang diambil RCTI dan iNews ini secara positif.

Warganet yang merespon hal ini secara positif menganggap permohonan pengujian materi UU Penyiaran yang diajukan RCTI sudah tepat dan perlu untuk saat ini. Roy Suryo melalui tweetnya berharap gugatan yang diajukan RCTI ini dapat menjadi pemantik bagi DPR dan Kemkominfo untuk segera memperbaharui undang-undang yang sudah berusia 18 tahun tersebut. Demikian pantauan Netray terkait perbincangan warganet membahas perkara UU Penyiaran dan serangan negatif yang ditujukan kepada RCTI sebagai salah satu pihak yang mengajukan gugatan.
-
Kerugian Pertamina Jadi Momentum Warganet Cecar Ahok

PT Pertamina dilaporkan mengalami kerugian pada 24 Agustus 2020 lalu. Ahok yang saat ini menjabat sebagai komisaris utama Pertamina jadi sasaran utama hujatan warganet. Nama Ahok ramai diperbincangkan dan menjadi trending di Twitter selama beberapa hari terakhir. Media massa pun turut menaikkan nama Ahok sehubungan dengan kasus kerugian yang dialami Pertamina bersama sejumlah sentimen negatif yang mengikutinya. Lantas, bagaimana sebenarnya kasus kerugian PT Pertamina ini sangat mempengaruhi penilaian warganet terhadap Ahok? Siapa saja yang bersuara keras menyalahkan Ahok atas kerugian ini? Berikut hasil pantauan media monitoring Netray selengkapnya.
Laporan Kerugian PT Pertamina
Netray memantau pemberitaan terkait kata kunci ahok && pertamina serta pertamina && rugi dalam rentang waktu 24-27 Agustus 2020. Pemberitaan tentang kerugian Pertamina pertama kali ditemukan pada 24 Agustus 2020 sekira pukul 02:00 dini hari. Dalam artikel yang diterbitkan oleh CNBC Indonesia, media tidak menyoroti Ahok sama sekali. Pemberitaan berfokus pada laporan kerugian senilai 13,4 T yang dialami PT Pertamina.

Dari pantauan Netray, CNBC terus memberikan informasi penyebab kerugian yang dialami Pertamina seperti penurunan penjualan yang signifikan, fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS, dan melemahnya harga minyak dunia. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman tetap optimis mengingat harga minyak mentah dunia yang kini mulai naik dan penjualan BBM, baik industri maupun retail menunjukkan adanya peningkatan. Oleh karenanya, ia optimis akan ada pergerakan positif sehingga ditargetkan laba juga akan positif.
Munculnya Nama Ahok dalam Kerugian PT Pertamina di Media
Pemberitaan seputar kerugian Pertamina tidak dikaitkan dengan nama Ahok hingga pukul 18.00 WIB. Nama Ahok mulai disoroti media berita setelah warganet Twitter ramai memperbincangkannya.
Media yang mulanya melaporkan kerugian Pertamina secara netral tanpa tendensi atau menyudutkan pihak tertentu perlahan-lahan turut terbawa suasana dan menyoroti Ahok dengan sentimen negatif. Dari pantauan Netray, pemberitaan terkait kerugian Pertamina yang dikaitkan dengan nama Ahok mencapai 177 artikel. Kategori yang disorot pun tidak hanya menyangkut soal Finance & Insurance, tapi juga masuk dalam ranah Government dan Politic.


Secara total, sentimen negatif mendominasi pemberitaan untuk topik ini. Hingga saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi tokoh yang paling banyak disebut-sebut di samping nama Fajriyah yang merupakan Corporate Communication Pertamina dan Joko Widodo sebagai Presiden RI sekaligus pihak yang memberi restu atas pengangkatan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina. Portal media yang paling banyak membahas kerugian Pertamina dan kaitannya dengan Ahok adalah Warta Ekonomi, ID Investing dan RMOL. Ketiga portal ini cukup keras menyoroti Ahok dalam kasus ini.
Lantas, sebenarnya bagaimana perbincangan masyarakat Twitter sehingga Ahok seolah menjadi aktor tunggal dalam kerugian PT Pertamina yang sebelumnya dilaporkan dengan netral oleh media? Bagaimana arah perbincangan warganet dalam menggiring topik ini? Apakah kerugian yang dialami PT Pertamina menjadi momen untuk mencecar dan menghujat Ahok? Berikut pantauan selengkapnya.
Perbincangan Warganet Twitter
Netray juga melakukan pemantauan lebih dalam ke media sosial Twitter selama periode 24-26 Agustus 2020. Selain mengulas apa saja yang menjadi perbincangan warganet, Netray juga mengamati jaringan percakapan pada topik ini untuk melihat adakah pola kelompok tertentu yang memanfaatkan momentum ini atau cecaran kepada Ahok bersifat natural?

Netray menemukan 13,8 ribu tweets yang membahas topik ini selama tiga hari terakhir sejak kerugian Pertamina dilaporkan pada 24 Agustus 2020 di media. Sebanyak 10 ribu akun larut dalam topik ini dengan dominasi sentimen negatif. Sentimen negatif terlihat jauh mengungguli dengan perbandingan 10:1.
Sentimen untuk Ahok

Hingga artikel ini ditulis, perbincangan terkait kerugian Pertamina yang dikaitkan dengan Ahok masih ramai. Sentimen negatif tetap mendominasi dengan puncak tertinggi perbincangan terjadi pada 26 Agustus 2020. Dari pembacaan Netray, sentimen negatif diisi oleh argumen-argumen warganet yang menyudutkan Ahok dalam kasus kerugian yang dialami Pertamina. Sejumlah warganet yang memang sejak awal kontra dengan keputusan pengangkatan Ahok sebagai Komut Pertamina kian berapi-api mencecar Ahok dengan tuduhan tidak kompeten hingga nada provokasi untuk mencopotnya.


Sementara suara positif yang hanya sedikit itu berisi ucapan terima kasih kepada Ahok sehingga kerugian yang diderita Pertamina tidak lebih besar lagi. Warganet yang berada di sisi Ahok menganggap kerugian yang dialami Pertamina di tengah pandemi ini sebagai suatu kewajaran sebagaimana kerugian yang juga diderita banyak perusahaan dan BUMN lain.


Siapa yang Paling Banyak Disebut dan Siapa yang Paling Banyak Bersuara?


Tidak berbeda jauh dari media massa, perbincangan terkait kerugian Pertamina di jagat maya Twitter juga paling banyak menyebut dan menyoroti akun @basuki_btp, @jokowi, @eko_kuntadhi, @pertamina, hingga @msaid_didu. Sementara akun populer yang paling banyak mencecar Ahok atas kerugian yang diderita Pertamina adalah @MaspiyuO, @geloraco, @HUkumDan dan sederet akun lain. Dari pantauan Netray, akun-akun ini memberi suara kontra kepada Ahok dan memang sejak awal berada di garis oposisi atau tidak setuju dengan pengangkatan Ahok sebagai Komut Pertamina. Lihat saja kekecewaan dan cecaran yang mereka tujukan kepada Ahok berikut.
Kerugian PT Pertamina yang mencapai lebih dari 11 T nampaknya menjadi momentum akun-akun kontra Ahok untuk menyuarakan kembali apa yang menjadi kekhawatiran mereka ketika dulu Ahok diangkat menjadi komut Pertamina. Perbincangan seputar kerugian Pertamina pun terus menerus mengarah pada nama Ahok sebagai aktor yang wajib bertanggung jawab. Tak hanya menjadi bulan-bulanan di media sosial Twitter, media massa yang mulanya melaporkan kerugian PT Pertamina secara netral kemudian membawa-bawa nama Ahok dalam pemberitaan terkait topik ini secara negatif.
-
Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung Naikkan Kasus Suap Jaksa Pinangki, Warganet: Sabotase?

Peristiwa kebakaran di gedung Kejaksaan Agung RI Sabtu silam tak turut memadamkan isu yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ruang kerja Jaksa Pinangki yang dilaporkan ikut hangus dalam peristiwa ini justru semakin menaikkan nama Pinangki dengan adanya spekulasi kesengajaan atas kasus yang melibatkannya. Kasus suapnya bersama Djoko Tjandra, dugaan sabotase, hingga transaksi pembelian mobil BMW masih menjadi sorotan publik hingga saat ini.

Bagaimana media menyoroti isu terkait Jaksa cantik ini? Seperti apa keramaian warganet Twitter menanggapi hal ini? Dan bagaimana sentimen publik terhadap kasus ini? Berikut pantauan media monitoring Netray.
Kasus Jaksa Pinangki dalam Media

Media monitoring Netray menemukan sebanyak 556 artikel dari 60 media yang memberitakan terkait kata kunci jaksa && pinangki. Dalam rentang waktu 21-27 Agustus, pemberitaan terkait kata kunci ini mendominasi dalam ranah Hukum dan Bencana. Hal ini berkaitan dengan adanya peristiwa kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI yang merupakan tempat bekerja sang jaksa.

Pada topik ini, selain Jaksa Pinangki, nama Djoko Tjandra dan Mahfud MD juga menjadi tokoh yang banyak disebut dalam pemberitaan. Keterkaitan Jaksa Pinangki dalam kasus Djoko Tjandra menimbulkan spekulasi baru setelah adanya peristiwa kebakaran yang melanda Kejagung. Dugaan kesengajaan muncul hingga Mahfud berkali-kali menegaskan bahwa berkas perkara yang ditangani Kejagung dalam keadaan aman, termasuk kasus Djoko Tjandra.
Kilas Balik Kasus Jaksa Pinangki
Jaksa cantik ini tidak henti menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka (Pidsus 18) Nomor : TAP-53/F.2/Fd.2/08/2020 per tanggal 11 Agustus 2020. Pada waktu yang sama, Jaksa Pinangki ditangkap dan menghuni rutan Salemba selama 20 hari, terhitung pada tanggal 11-30 Agustus 2020. Penahanan ini dimaksudkan agar Pinangki tidak melarikan diri hingga menghilangkan barang bukti yang dapat mengganggu penyidikan.
Namanya kian menjadi sorotan media setelah adanya peristiwa kebakaran gedung Kejagung pada Sabtu lalu. Terlihat pada grafik di atas, topik ini memuncak pada tanggal 23 Agustus 2020 sehari setelah kejadian tersebut. Banyak spekulasi adanya dugaan kesengajaan atas peristiwa ini, terlebih kasus yang menimpa Jaksa Pinangki. Ruangan Jaksa Pinangki hingga berkas kasus besar yang ditangani Kejagung mencuri perhatian media berita.
Tak ayal, pemberitaan terkait entitas ini didominasi oleh sentimen negatif. Dugaan keterlibatan Jaksa Pinangki dalam kasus suap hingga sabotase kebakaran gedung Kejagung meluap dan menjadi konsumsi media berita. Hingga pada hari ini, 27 Agustus 2020 Kejaksaan Agung telah menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka suap kepada Jaksa Pinangki. Sebelumnya, Djoko Tjandra dalam kaitannya dengan Jaksa Pinangki menjadi sorotan setelah Pinangki membeli mobil BMW. Transaksi ini diduga merupakan hasil suap dari buronan tersebut.
Warganet Ikut Ramaikan Kasus Jaksa Pinangki

Netray juga menelusuri perbincangan warganet Twitter terkait kata kunci dan rentang waktu yang sama. Dalam kolom Top Words, kata Djoko, Tjandra, Jiwasraya, hingga kebakaran tidak terlepas dari topik yang melibatkan kata kunci ini. Kebakaran gedung Korps Adhyaksa tersebut juga mencuri perhatian warganet Twitter. Warganet menilai kejadian ini memiliki unsur kesengajaan untuk menutupi kasus yang juga melibatkan Jaksa Pinangki.

Dengan kata kunci tersebut, Netray menemukan 1.297 tweets yang dicuitkan sekitar seribu warganet. Sama halnya dengan portal media berita, perbincangan terhadap Jaksa Pinangki ini didominasi oleh sentimen negatif. Ruangan Pinangki yang ikut terbakar menjadi sorotan warganet yang mempertanyakan keamanan berkas kasus yang melibatkan dirinya. Sebagai anggota jaksa agung, kasus suap yang melibatkannya menjadi ajang kritik warganet terkait kasus korupsi di Tanah Air.

Akun @mazzini_gsp menjadi salah satu akun yang paling banyak mendapatkan impresi dan tanggapan dari warganet terkait tweets yang dibuatnya. Salah satu tweets yang banyak mendapat retweet warganet ialah cuitan yang berisi kritik terhadap pemerintah terkait kasus kebakaran yang melalap ruangan Jaksa Pinangki.

Demikian hasil pantauan Netray terkait pemberitaan media dan perbincangan warganet terhadap kasus yang menimpa Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Peristiwa kebakaran di gedung Kejaksaan Agung yang terjadi Sabtu silam memicu spekulasi publik terkait dugaan sabotase. Kasus suap Jaksa Pinangki yang sempat ramai beberapa waktu lalu pun naik bersamaan dengan spekulasi tersebut. Meskipun dari pihak pemerintah telah memastikan keamanan berkas kasus korupsi besar seperti Djoko Tjandra dan Jiwasraya, hangusnya ruang kerja Jaksa Pinangki diklaim warganet sebagai upaya penghilangan bukti.
-
Menggiring Wacana Giring Maju Pilpres 2024

Anak muda dan politik adalah dua entitas yang kerap berhadap-hadapan. Politik biasanya digambarkan berwajah tuah, statis (penuh manuver tapi ujung-ujungnya kekuasaan), bahkan terkesan konservatif. Sedangkan anak muda berdiri di seberang tepi sungai. Mereka adalah harapan, perubahan, masa depan yang mengandung nilai idealis.
Sehingga membayangkan korelasi antara anak muda dan politik tak ubahnya sebuah cerita tentang utopia penuh mimpi. Barangkali hal ini yang ingin didobrak Partai Solidaritas Indonesia ketika mengumumkan salah satu kadernya, yaitu Giring Ganesha, untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2024.
Hanya saja dengan pengalaman Giring yang belum terlalu panjang di dunia politik, banyak pihak menduga bahwa hal ini hanyalah wacana gimik semata. Akan tetapi, sebelum membahas prasangka tersebut, media monitoring Netray akan terlebih dahulu melihat bagaimana kabar ini muncul untuk pertama kali.
Pencalonan Giring; dari Baliho ke Konferensi Pers
Untuk mengetahui kapan berita ini mengemuka, Netray “menyebar jala” hingga tanggal 15 Agustus ke belakang. Sedangkan kata kunci yang digunakan adalah “calon presiden” dan “Giring”. Hasilnya diketahui bahwa pemberitaan di media massa pertama terjadi pada tanggal 16 Agustus pukul 13.00 oleh Jawa Pos (gbr 1).

gbr 1
Dalam liputan tersebut, disebutkan bahwa warganet heboh setelah muncul sebuah baliho besar yang berisikan informasi rencana Giring maju ke Pemilihan Presiden 2024 (gbr 2) . Warganet banyak yang menyangsikan, bukan soal keaslian foto baliho, tetapi niatan Giring maju ke Pilpres (gbr 3).

gbr 2

gbr 3
Sehari kemudian, 17 Agustus, media massa mencoba mencari tahu kebenaran informasi tersebut dengan menghubungi sejumlah narasumber yang dianggap mampu menjelaskan. Yang pertama ditemui adalah istri dari Giring, yakni Cynthia Ganesha. Ia meminta doa restu dari khalayak untuk rencana suaminya tersebut (gbr 4).
Giring sendiri belum bisa dihubungi oleh wartawan pada saat itu. Akan tetapi ia mengunggah postingan di akun Instagram pribadinya yang akhirnya menjadi rujukan atas niatan eks vokalis Nidji tersebut maju ke Pilpres 2024 (gbr 5).

gbr 4

gbr 5
Uniknya, masih di hari yang sama, pemberitaan tentang Giring berubah haluan. Kali ini ia dikabarkan menggantikan posisi Grace Natalie sebagai Ketua Umum PSI dengan status pelaksana tugas (plt). Grace diketahui tidak dapat mengemban posisinya karena harus melanjutkan sekolah di Singapura (gbr 6).

gbr 6
Setelah itu, pemberitaan terus berkutat pada dua wacana ini hingga muncul terakhir pada tanggal 22 Agustus. Tanggal 24 Agustus, wacana majunya Giring pada Pilpres 2024 kembali mencuat ketika pihaknya secara pribadi membuka pembicaraan dengan media massa terkait kemunculan baliho (gbr 1).
Melalui jumpa pers secara virtual, Giring mengaku siap untuk mencalonkan diri dan hal ini merupakan keputusan partai (PSI) agar mengusung anak muda di Pilpres 2024 (gbr 7).

gbr 7
Selama dua hari, termasuk tanggal 25 Agustus, terdapat 182 artikel yang berhasil dihimpun Netray berdasarkan kata kunci. Agregat ini jauh melampaui jumlah liputan keinginan Giring mencalonkan diri sebagai presiden ketika ia belum menyatakan secara pribadi. Padahal dari data yang dihimpun, sejak tanggal 14 Agustus, Netray mendapatkan 248 artikel dari 61 portal berita (gbr 8). Artinya lebih dari 70 persen pemberitaan terkait kata kunci baru ramai setelah acara jumpa pers virtual.

gbr 8
Manuver Giring dibaca sebagai sebuah hal yang positif oleh media meskipun tidak lepas dari kritik. Dari pantauan Netray, 137 artikel terindeks memiliki sentimen positif tak sebanding dengan 41 artikel yang mendapat sentimen negatif (gbr 9).
Apa yang dilakukan PSI terhadap kadernya, dianggap sebagai sebuah langkah politik yang bagus untuk kepentingan partai. Ini bisa menjadi strategi pemasaran untuk mendulang simpati masyarakat pada momen-momen politik ke depan. Minimal masyarakat melihat bahwa partai menginginkan perubahan atas praktik politik yang statis.

gbr 9 
gbr 10
Warganet Menyanggah Giring Mesti Tabah
Apa yang terjadi di media massa kali ini berbeda di media sosial. Dengan metode yang sama, Netray memasuki pergunjingan di laman microblogging Twitter. Setidaknya terdapat 1.571 cuitan dari warganet sejak 15 Agustus lalu yang meramaikan hiruk-pikuk Twitter Indonesia (gbr 11).
Dari sekian banyak, wacana pencalonan Giring mendapat sentimen negatif 764 kali sedangkan suara positif berjumlah 596 buah (gbr 12). Memang tidak terlalu berat sebelah, tetapi besarnya sentimen negatif bisa berdampak signifikan bagi persepsi publik atas sosok Giring dengan rencana pencalonannya.

gbr 11

gbr 12
Mengapa demikian? Cuitan tersebut berpotensi mencapai lebih dari 55 juta akun Twitter. Lebih akurat lagi, impresi warganet Twitter terhadap topik ini mendekati angka 30 ribu reaksi, baik berupa retweet, reply, maupun favorit. Yang artinya lebih 15 ribu interaksi oleh sekian banyak akun, memandang pencalonan Giring sebagai hal yang negatif.

gbr 13
Banyak argumen yang dilemparkan oleh warganet Twitter untuk menyanggah apa yang Giring lakukan bersama partainya. Sebagian besar mempertanyakan pengalaman Giring dalam berpolitik. Sehingga ia dinilai tergesa-gesa untuk mencalonkan diri sebagai presiden (gbr 14 – 16). Warganet juga menyasar kapabilitas PSI, upaya pencalonan sebagai walikota, serta personal Giring (gbr 17-19).

gbr 14 
gbr 15 
gbr 16 
gbr 17 
gbr 18 
gbr 19
Akun Twitter Giring sendiri di @Giring_Ganesha ramai mendapat mention dari warganet untuk menyampaikan pendapat mereka. Namun sayang, akun ini sudah lama tidak aktif bercuap-cuap (gbr 20). Warganet juga ada yang mengingatkan bahwa manuver politik semacam ini sudah sering terjadi, dan biasanya tujuannya tidak sama dengan yang sedang diwacanakan (gbr 21).

gbr 20 
gbr 21
Terlepas dari pro dan kontra yang dimunculkan oleh warganet, dalam menjaga Indonesia, idealisme semacam ini memang perlu dipupuk. Politik membutuhkan akan selalu membutuhkan generasi muda bahkan sejak peristiwa Rengasdengklok. Mungkin pertanyaan justru perlu dikembalikan ke warganet. Apa yang dimaksud dengan berpengalaman dalam bidang politik? Apakah seseorang itu lihai menjegal lawannya, atau mahir mengatur kekuasaan? Atau berpengalaman berarti paham perumusan kebijakan hingga piawai mengatur organisasi birokrasi? Sungguh pengalaman dalam berpolitik tak pernah tuntas sebagai definisi.
-
Dari Twitter Hingga Instagram: Kehebohan Film Tilik dan Gambaran Realitas Masyarakat


Sejak resmi dirilis melalui kanal Youtube Ravacana Films beberapa waktu lalu, film pendek berjudul Tilik terus menjadi perbincangan warganet. Baik di Twitter maupun Instagram keduanya diramaikan dengan dukungan dan perdebatan terkait film pendek yang telah meraih berbagai penghargaan ini. Lalu apa yang menjadi perbincangan warganet? Simak pantauan media monitoring Netray selengkapnya.
Menilik Film Tilik di Twitter

Netray memantau pembahasan topik Film Tilik di Twitter sejak tanggal 16 Agustus 2020 s.d 24 Agustus 2020. Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 7,249 cuitan seputar topik ini dengan didominasi oleh cuitan bersentimen positif. Namun, pada kategori gender perbincangan topik ini justru didominasi oleh warganet laki-laki. Hal tersebut dapat dilihat melalui total perbandingan jumlah yang cukup signifikan.
Grafik cuitan terlihat pertama kali muncul pada tanggal 17 Agustus 2020 dan terus memuncak hingga 24 Agustus 2020. Demikian halnya grafik pada Sentiment Trend yang naik turun dan berimbang antara sentimen negatif dan positif, meski hingga pada tanggal 24 Agustus 2020 topik ini didominasi oleh sentimen positif.
Berdasarkan pantauan Netray, terlihat cuitan terkait film pendek ini pertama kali muncul pada 17 Agustus 2020 tepatnya sekitar pukul 09:00. Cuitan tersebut berasal dari akun Twitter Ravacana Films yang mengumumkan film pendek ‘Tilik’ telah resmi dirilis sebagai persembahan memperingati HUT RI pada 17 Agustus lalu. Selang beberapa waktu, cuitan terkait film tersebut pun langsung mencuat sebagai impresi dari penonton yang melayangkan komentar mereka di media sosial Twitter.
klik gambar untuk melihat lebih jelas Dalam cuitan populer terlihat beberapa akun dengan cuitannya yang disukai maupun dibagikan ulang hingga ribuan kali. Salah satunya cuitan dari sutradara kondang Joko Anwar yang turut mengapresiasi film pendek karya anak bangsa ini.
Film pendek berbahasa Jawa yang berjudul Tilik (Bahasa Indonesia: Menjenguk) ini merupakan film yang diproduksi oleh Ravacana Films bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2018 dan telah memenangkan berbagai penghargaan. Di unggahnya film pendek ini ke kanal Youtube membuat karya dari sutradara Wahyu Agung Prasetyo semakin dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas. Tidak heran kemudian memunculkan apresiasi sekaligus perdebatan dari warganet.
Sebagian warganet mengomentari terkait jalan cerita film pendek ini yang berkisah tentang rombongan ibu-ibu warga desa Kabupaten Bantul yang akan berkunjung ke rumah sakit di wilayah kota Yogyakarta untuk menjenguk lurah mereka yang tengah jatuh sakit. Di tengah perjalanan seorang tokoh bernama Bu Tejo memulai pembicaraan yang mengarah pada seorang warga desa lain yang bernama Dian. Namun, perbincangan tersebut dibantah oleh tokoh lainnya yang bernama Yu Ning, ia menilai pembicaraan Bu Tejo tersebut hanya berasal dari internet dan tidak memiliki sumber yang jelas dan belum tentu kebenarannya.
Sebagian warganet mengkritik jalan cerita tersebut mencerminkan stereotip negatif terhadap perempuan, terutama warga desa yang miskin dan jauh dari pemahaman literasi sehingga dengan mudah mengkonsumsi berita dari internet yang tanpa dasar. Sedangkan sebagian warganet lainnya justru mengapresiasi jalan cerita yang sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini. Terutama tokoh Bu Tejo yang menjadi sangat ikonik pada cerita ini. Warganet yang terhibur dengan karakter tokoh tersebut merasakan kehadirannya cukup menjadi cerminan dari realitas dan menganggap tidak melulu sebuah hiburan harus mendidik dan memuat pesan moral.
Melalui media populer terlihat warganet lain yang mengingatkan kembali karakter Bu Tejo yang sangat dekat dengan realitas. Hal tersebut dapat dilihat dari sebagian warganet yang sibuk mengomentari film pendek ini dengan asumsi dan opininya sehingga mencerminkan karakter Bu Tejo di dunia nyata.
Dalam Top Kategori terlihat akun @jokoanwar dan @whyagungprstyo menjadi Top Account dalam topik ini, diikuti tokoh Bu Tejo dalam karakter film yang juga muncul pada kategori Top People. Selain itu, pada Top Complaints sebagian warganet banyak yang mengeluhkan terkait film yang menurut mereka sulit untuk dipahami dan memiliki alur yang tidak dapat ditebak.
Monitoring Film Tilik di Instagram

Dengan menggunakan kata kunci dan periode pemantauan yang sama, Netray menemukan jumlah postingan dengan #tilik dan #filmtilik sebanyak 2,413 total unggahan dengan didominasi oleh unggahan bersentimen positif.
Berbeda dengan media sosial Twitter, di Instagram unggahan dengan topik ini pertama kali terlihat pada tanggal 19 Agustus 2020 atau selang dua hari setelah terlebih dulu diperbincangkan di Twitter. Sejak tanggal tersebut barulah unggahan dengan tagar tersebut terus memuncak hingga pada 24 Agustus 2020. Berikut unggahan pertama di Instagram berdasarkan pantauan Netray.

Akun @yan.wibisono menjadi akun yang pertama kali mengunggah terkait karakter Bu Tejo yang semakin viral. Dalam caption-nya ia mengapresiasi film pendek ini dengan mengingatkan agar kita tidak mencontoh karakter tersebut. Berikut beberapa unggahan warganet dengan didominasi oleh tokoh ikonik dari film pendek ini, yaitu Bu Tejo.

Terlihat beberapa akun pengguna Instagram mengunggah komentar dan tanggapan mereka terkait tokoh Bu Tejo yang dinilai terlalu nyinyir mengomentari hidup orang lain.
Setelah memantau dua media sosial dengan menggunakan kata kunci dan periode yang sama dapat diketahui topik seputar film pendek “Tilik” lebih dulu berkembang dan menjadi perbincangan di jagat maya Twitter, kemudian merambah pada media sosial Instagram. Hingga saat ini film ini terus menjadi perbincangan, baik melalui jalan ceritanya maupun konflik yang terdapat dalam cerita. Sebagian warganet dapat menerima film tersebut sebagai hiburan dan menerima realitas dari film yang sangat nyata, meski sebagian lainnya juga mengkritik terkait feminisme dan jalan cerita yang kurang memuaskan para pencari amanat dan pesan moral dari sebuah hiburan. Meski tanpa disadari, film ini sebenarnya cukup mampu menggambarkan kehidupan kita sehari-hari, seperti halnya yang dicuitkan oleh beberapa warganet yang dengan lantang menyadari bahwa kita adalah Bu Tejo.
-
Mengurai Spekulasi Publik Tanggapi Peristiwa Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung

Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8/2020) malam. Berdasar informasi dari BPBD Provinsi DKI Jakarta Pusdatin Kebencanaan, Gedung Kejaksaan Agung RI mulai terbakar sekitar pukul 19.10 WIB.
Peristiwa ini menyita perhatian publik selama beberapa hari terakhir. Tak hanya media yang ramai mengabarkan peristiwa tersebut secepat dan selengkap mungkin. Masyarakat Twitter pun banyak berspekulasi terkait kebakaran gedung Kejagung. Apabila media terus berusaha menyajikan kabar terbaru dan menggali fakta-fakta di lapangan, masyarakat Twitter justru banyak menyoroti fenomena yang terjadi di balik fakta kebakaran gedung Kejaksaan Agung tersebut.
Seperti apa keramaian sosial media membahas kebakaran gedung Kejagung yang ramai selama beberapa hari terakhir ini? Bagaimana sentimen publik memandang peristiwa ini? Apa saja spekulasi yang muncul dalam mengulik peristiwa ini? Berikut pantauan Netray selengkapnya.
Berita Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di Media Daring
Dengan menggunakan kata kunci kejagung && kebakaran, media monitoring Netray menemukan 1,627 artikel terkait selama 4 hari terakhir. Puncak pemberitaan terkait topik ini terjadi pada 23 Agustus 2020, sehari pasca kebakaran. Sebanyak 77 media lokal dan nasional memberitakan topik ini dalam ranah Bencana dan Hukum.



Dalam peristiwa ini, Hari Setiyono, Mahfud, dan Djoko Tjandra menjadi tiga tokoh yang paling banyak disebut. Hari Setyono selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung menjadi juru bicara terkait fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Terkait sejumlah spekulasi negatif yang berkembang, Mahfud MD pun berkali-kali menegaskan bahwa berkas-berkas perkara aman dan tidak ada yang hilang. Dalam hal ini termasuk berkas kasus Djoko Tjandra, Jiwasraya dan kasus besar lainnya di Kejagung yang banyak disoroti publik.
Antusiasme Warganet Bahas Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di Twitter
Peristiwa kebakaran yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung RI juga menyita perhatian warganet Twiter. Netray menemukan 19 ribu tweet yang membahas topik ini selama periode 22-24 Agustus 2020. Setidaknya, 14 ribu warganet Twitter turut menanggapi peristiwa ini dengan dominasi sentimen negatif.


Hingga artikel ini ditulis, terlihat bahwa perbincangan terkait topik ini masih cukup ramai. Meskipun puncak perbincangan terjadi pada 22-23 Agustus 2020, perbincangan selama dua hari terakhir masih berada di atas angka 1,000 tweet perhari. Warganet memberikan suara negatif lebih banyak ketimbang suara positif yang berada jauh di bawah angka sentimen negatif. Dari pembacaan Netray, sentimen negatif yang banyak mengisi tweet warganet terkait topik ini berupa kecurigaan dan spekulasi di balik peristiwa kebakaran tersebut. Sementara sentimen positif berasal dari sejumlah doa dan dukungan warganet agar seluruh tim yang bertugas dalam menangani peristiwa tersebut diberi keselamatan.


Mengamati Top Words; Apa yang Paling Banyak Disorot dalam Kebakaran Kejagung?
Berikut adalah Top Word yang terangkum Netray untuk topik kebakaran gedung Kejagung di Twitter selama 4 hari ini.


Terlihat nama Djoko Tjandra masuk dalam barisan Top Words di bawah topik utama; kebakaran gedung kejaksaan agung/ kejagung. Ini berhubungan dengan kekhawatiran warganet soal berkas perkara kasus koruptor besar seperti kasus Djoko Tjandra hingga Jiwasraya yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung. Keamanan berkas tersebut lebih banyak dipertanyakan warganet ketimbang seberapa besar kerugian yang dialami oleh Kejagung akibat peristiwa ini. Tagar #BorokKoruptorHangus pun sempat naik dan menjadi trending beberapa waktu lalu.
Spekulasi terkait dugaan adanya motif penghilangan berkas perkara kasus korupsi besar yang berkembang di Twitter ramai diperbincangkan. Warganet seolah diingatkan kembali pada iklan produk rokok beberapa tahun silam. Dalam video yang dibagikan ulang oleh warganet, kontes jin dalam iklan tersebut menunjukkan aksi penghangusan jejak korupsi dengan menghilangkan setumpuk berkas perkara koruptor. Tak sampai di situ, warganet pecinta drama Korea pun turut membagikan drama politik yang sejalan dengan peristiwa tersebut sehingga spekulasi makin kuat berkembang di Twitter.
Terkait hal ini, Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan turut angkat bicara untuk meyakinkan masyarakat bahwa semua berkas aman. Hal ini juga dilakukan agar spekulasi soal motif terjadinya kebakaran dan isu di balik peristiwa tersebut tidak melebar ke mana-mana.

Melihat Deretan Top Account; Siapa yang Paling Banyak Bersuara?
Untuk mengetahui siapa saja yang paling sering bersuara dan siapa saja yang suaranya paling banyak mendapat tanggapan di Twitter, berikut Netray sajikan 2 model Top Account. Di sebelah kiri Top Account diurutkan berdasarkan akun yang paling banyak membahas topik ini dalam tweet-nya. Sementara di sebelah kanan merupakan deretan akun yang mendapat banyak impresi atau tanggapan terkait tweet yang ia buat soal topik ini.


Soal menyuarakan dan membagikan kabar paling baru terkait peristiwa ini paling banyak dilakukan oleh akun-akun media berita. Sementara akun yang paling banyak mendapat impresi ketika angkat bicara soal peristiwa ini diisi oleh sejumlah akun pribadi dan tokoh seperti @mohmahfudmd, hingga @msaid_didu. Setelah ditelusuri, akun-akun dalam deretan populer tersebut turut andil dalam perkembangan spekulasi di Twitter. Akun @garlic_powder, @mazzini_gsp, hingga @wenzawkk menyoroti keamanan berkas kasus korupsi dan menyuarakan kekhawatirannya apabila peristiwa kebakaran ini akan menyebabkan kesulitan atau bahkan penghentian penyelidikan kasus-kasus korupsi besar nantinya.





Demikian pantauan Netray terkait keramaian sosial media memperbincangkan peristiwa kebakaran gedung Kejaksaan Agung RI selama beberapa hari terakhir. Meskipun pemerintah telah menjamin keamanan berkas perkara kasus korupsi yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung, spekulasi soal adanya ‘motif’ tertentu di balik peristiwa tersebut masih terus menjadi pertanyaan warganet di Twitter. Warganet seolah menandai peristiwa ini sebagai dasar asumsi mereka apabila nanti ada kasus korupsi yang terhambat atau dihentikan karena hilangnya berkas perkara.
-
Mengintip Perbincangan Warganet Membahas Kesakralan Jelang Malam 1 Suro

Malam 1 Suro dipandang memiliki makna mistis dan sakral oleh sebagian masyarakat Jawa dibandingkan dengan malam-malam lain. Ada sejumlah ritual yang dilakukan dalam menyambut keberkahan pada malam 1 Suro. Begitu pula dengan sejumlah pantangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang menganut kepercayaan tersebut agar terhindar dari marabahaya. Apa saja ritual dan pantangan menyambut datangnya bulan Suro yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini? Bagaimana perbincangan warganet membahas dan mempertanyakan kesakralan malam satu suro tersebut? Berikut hasil pantauan media monitoring Netray.


Sejarah Penanggalan Jawa dan Kesakralan Malam 1 Suro
Dari sumber yang beredar, penanggalan Jawa berikut penamaan bulan Suro yang bertepatan dengan tahun baru Islam (1 Muharam) dicetuskan oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645). Sultan Agung menciptakan kalender Jawa-Islam dengan pembauran kalender Saka dari Hindu dan kalender Hijriah dari Islam. Hal ini dilakukan untuk mempersatukan masyarakat Jawa yang kala itu terpecah antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).
Namun, bagaimana dengan sejumlah tradisi dan ritual yang berkembang dalam menyambut bulan yang dianggap sakral dan keramat tersebut?
Menurut pengajar Sastra Jawa UI Prapto Yuwono yang dikutip dari laman Tirto Id, Sultan Agung mencanangkan untuk prihatin, tidak berbuat sesuka hati dan tidak boleh berpesta pada malam permulaan tahun baru tersebut. Masyarakat harus menyepi, tapa, dan memohon kepada Tuhan. Untuk menghormati leluhur dan sebagai bentuk evaluasi, pusaka-pusaka dicuci, dibersihkan, seiring dengan kehidupan spiritual yang disucikan kembali.

Dari sinilah, menurut pengajar Sejarah Jawa UI yang membuat orang Jawa meyakini bahwa malam satu Suro merupakan malam yang sangat sakral. Penyucian pusaka yang dimaknai sebagai pertemuan antara dunia manusia dengan dunia gaib kemudian menimbulkan ketakutan orang-orang terhadap malam satu Suro, baik ketakutan terhadap kehadiran dunia gaib maupun sanksi-sanksi gaib yang akan terjadi jika tidak berbuat kebaikan.
Sejumlah Kepercayaan dan Pantangan yang Berkembang di Masyarakat
Netray menelusuri perbincangan topik seputar malam satu suro selama seminggu terakhir jelang malam 1 Suro yang jatuh pada Rabu, 19 Agustus 2020. Diskusi dan pembahasan warganet di Twitter, baik terkait persiapan maupun pantangan seputar malam 1 Suro secara tidak langsung dapat merepresentasikan tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Berikut hasil pantauan Netray.
Infografik Pembahasan Seputar Malam Suro di Twitter

Selama seminggu terakhir, perbincangan soal kesakralan malam suro diperbincangkan oleh 600 warganet Twitter. Ditemukan 1,2 ribu tweets yang membahas topik ini dengan dominasi sentimen negatif. Apa yang menjadi pembahasan warganet?
Dari Top Words di atas dapat diamati bahwa yang menjadi sorotan warganet dalam topik ini adalah malam satu suro dan juga bulan suro secara umum. Warganet juga terlihat banyak mempertanyakan jatuhnya malam satu suro tersebut, apakah pada hari Rabu atau Kamis. Akun @aldhibastard, @fdkcupcakefzz, dan @lintang_ayoe paling banyak membahas topik ini. Berikut sejumlah tradisi menyambut datangnya bulan Suro beserta perbincangan warganet seputar mitos dan kepercayaan yang berkembang.
Tidak Boleh Bepergian, Banyak Marabahaya
Salah satu kepercayaan yang dianut menjelang bulan Suro adalah tidak boleh bepergian. Banyak alasan yang berkembang terkait larangan ini. Ada yang beranggapan bahwa malam satu suro adalah malam yang keramat, banyak hal-hal ghaib yang berkeliaran dan dapat mendatangkan marabahaya apabila dilanggar. Masyarakat yang percaya pantangan ini beranggapan bahwa kecelakaan yang terjadi ketika malam satu suro atau saat bulan suro merupakan bagian dari permainan setan dan permintaan tumbal.
Namun, adapula yang beranggapan bahwa malam satu suro merupakan malam yang sakral. Pada malam itu petinggi kerajaan selatan dan utara menggelar acara pernikahan dan rakyatnya diminta berdiam diri di rumah untuk menghormati acara tersebut.
Naik Gunung atau Ke Pantai
Terkait naik gunung dan pergi ke pantai ada dua kepercayaan yang melingkupi perbincangan warganet. Masih berhubungan dengan larangan untuk bepergian, naik gunung atau ke pantai pun diurungkan oleh sejumlah warganet. Hal ini karena alasan marabahaya yang mengintai jelan bulan Suro. Namun, bagaimana dengan pendakian di Gunung Lawu yang justru membludak?
Menurut sebagian warganet, ada tradisi yang berkembang di daerah sekitaran Gunung Lawu terkait hal ini. Sudah menjadi budaya masyarakat sekitar Gunung Lawu untuk naik ke gunung setiap 1 suro. Puncak Gunung Lawu menjadi tempat sakral bagi para peziarah yang ingin melakukan ritual menyambut datangnya bulan Suro. Terkait membludaknya pendaki Gunung Lawu beberapa hari terakhir, warganet mengingatkan agar meliburkan rencana mendaki pada bulan Suro untuk memberikan suasana ketenangan bagi para peziarah.
Tidak Disarankan Menggelar Hajatan
Pantangan atau larangan lainnya yang tidak boleh dilanggar adalah menggelar hajatan pada bulan Suro. Terkait hal ini, sejumlah warganet pun menandai banyaknya acara pernikahan yang terjadi menjelang bulan Suro. Hal ini dipercaya warganet sebagai bagian dari mematuhi anjuran untuk tidak menggelar hajatan selama bulan Suro.
Tradisi Mandi Keris, Tirakat, DLL
Sejumlah tradisi menyambut bulan Suro yang diceritakan warganet dalam tweetnya di antaranya adalah mensucikan keris dan barang pusaka lainnya, puasa manggasri, tirakatan, mengelilingi keraton (Yogyakarta), hingga arak-arakan kebo bule (Surakarta).
Namun, karena situasi pandemi saat ini, sejumlah tradisi yang melibatkan perkumpulan orang ditiadakan tahun ini.
Percaya atau Tidak, Kesakralan Malam 1 Suro Tetap Harus Dihormati
Membicarakan seputar tradisi dan kepercayaan hampir selalu menjadi hal yang sensitif. Pasalnya, kepercayaan yang menyangkut tradisi dan spiritualitas penganutnya dapat saja berseberangan dengan kepercayaan yang dianut oleh pengikut lainnya. Oleh karena itu, ketika membicarakan soal kesakralan malam 1 suro, warganet sering memberi keterangan tambahan bahwa hal tersebut merupakan kepercayaan sebagian masyarakat Jawa dan boleh percaya atau tidak. Namun, sebagai masyarakat yang hidup di tengah-tengah keragaman agama dan budaya kita semestinya menghormati kepercayaan tersebut.
Demikian pantauan Netray terkait perbincangan warganet Twitter membahas kesakralan menjelang bulan Suro. Semoga sedikit menambah informasi dan mampu memupuk sikap saling menghormati.
-
Penahanan Jerinx SID dan Kebebasan Berpendapat yang Dipertanyakan

Personel band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx resmi menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian ‘IDI kacung WHO’ yang diunggah di akun Instagram miliknya. Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 12 Agustus 2020 kepolisian Bali langsung melakukan penahanan terhadap Jerinx. Kabar penahanan Jerinx pun ramai diperbincangkan selama dua hari terakhir. Bukan lagi soal ujaran kebencian yang dilayangkan kepadanya atau opini-opini kontroversi yang ia hembuskan ke masyarakat. Kali ini sejumlah pihak justru menyoroti sikap pemerintah, dalam hal ini Polda Bali yang menjerat Jerinx dengan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Gelombang dukungan pun menggema di Twitter dalam pusaran tagar #BebaskanJrxSID dan sejumlah simpati mempertanyakan kebebasan berpendapat dan pasal karet UU ITE.
Pantauan Media Berita Daring
Dengan menggunakan kata kunci jerinx dan lebih khusus lagi pada topik pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE, media monitoring Netray menemukan 480 artikel dari 63 portal media daring yang membahas topik ini. Selama dua hari terakhir (12-13 Agustus 2020) pemberitaan terkait Jerinx di media daring terfokus pada ranah Hukum (65%).



klik gambar untuk melihat lebih jelas Selain Jerinx, media juga menyoroti sikap dan respon Nora Alexandra yang merupakan istri drummer Superman Is Dead ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Polda Bali dengan tokohnya Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, dan World Health Indonesia (WHO) dan Superman Is Dead (SID).
Dari pantauan Netray, pemberitaan terkait topik Jerinx di media berita daring didominiasi oleh sentimen negatif. Hal ini terletak pada fokus sebagian besar media berita yang menyoroti Jerinx sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pelanggaran UU ITE. Pun demikian, ada sejumlah media yang menyoroti pihak-pihak yang berada di sisi Jerinx dan menyuarakan petisi pembebasan Jerinx.
Perbincangan Warganet Membahas Jerinx dan Kebebasan Berpendapat di Twitter
Di media sosial Twitter, kasus penahanan Jerinx ramai menjadi bahan perbincangan warganet. Sentimen negatif jauh mendominasi pembahasan topik ini di Twitter. Sejak penetapannya sebagai tersangka pada 12 Agustus lalu, Jerinx telah disebut dan muncul dalam 6 ribu tweet warganet di Twitter. Lima ribu akun turut menyuarakan opini dan membuka diskusi kasus ini di Twitter selama 2 hari terakhir.


Selain menyita perhatian media berita daring seperti @detikcom, @VICE_ID, @CNNIndonesia, dan @asumsico, penahanan Jerinx SID atas tuduhan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik juga menarik ahli hukum @haris_azhar, penulis @AdibHidayat, hingga politikus Demokrat @jansen_jsp untuk turut berkomentar.
Dari pantauan Netray, warganet Twitter justru mempersoalkan alasan penahanan Jerinx SID yang dianggap berlebihan. Meskipun banyak yang tidak sependapat dengan pernyataan Jerinx soal IDI sebagai kacung WHO, lebih banyak lagi warganet yang tidak sependapat dengan penahanan Jerinx SID lantaran dianggap melanggar UU ITE. Sistem demokrasi yang mewadahi kebebasan berpendapat turut dipertanyakan seiring berjalannya kasus Jerinx tersebut di meja kepolisian.
klik untuk melihat lebih detail Seruan Tagar #BebaskanJrxSID untuk Jerinx

Seruan tagar pembebasan untuk Jerinx pun menggema di Twitter dengan tajuk #bebaskanjrxsid. Tagar ini diserukan oleh lebih dari seribu warganet Twitter dengan sentimen negatif dan positif yang tidak terlampau jauh. Tagar yang diinisiasi oleh akun @smilingdiana naik setelah Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Agustus 2020 lalu. Berikut beberapa tweet populer warganet mendukung Jerinx dan menyuarakan kebebasan berpendapat dalam tagar #bebaskanjrxsid selama dua hari terakhir.
Mempertanyakan Kebebasan Berpendapat
Pernyataan Jerinx SID soal “IDI kacung WHO” di Instagramnya pada Juni lalu berakhir pada penahanan dengan ancaman penjara hingga 6 tahun. Baik media berita daring maupun media sosial pada waktu yang bersamaan ramai membicarakan topik ini. Apabila media berita daring lebih fokus pada penahanan Jerinx SID dan penetapannya sebagai tersangka, jagat maya Twitter lebih cenderung menyoroti kasus ini sebagai bentuk pembungkaman pendapat dan kematian demokrasi. Meskipun tidak serta merta mendukung pernyataan kontroversi Jerinx, warganet menyayangkan penahanan Jerinx SID yang dianggap berlebihan. Oleh karena itu, tidak heran apabila tagar pembebasan untuk Jerinx menggema di Twitter sebagai bentuk partisipasi warganet dalam memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpendapat yang mulai banyak dipertanyakan.
Home Home


















































































































































