BerandaCurrent ReportWabah PMK Merebak Lama, Ramai-Ramai Kemudian

Wabah PMK Merebak Lama, Ramai-Ramai Kemudian

Published on

Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang ternak di Indonesia berkembang dalam senyap. Perhatian publik sangat minim pada awal kasus ini mencuat. Baru beberapa waktu belakangan masyarakat heboh karena dampaknya sudah mulai tak terkira. Netray lantas melakukan pemantauan perkembangan wacana tersebut di media sosial dan juga pemberitaan media massa.

Berita tentang wabah PMK sebenarnya sudah ada sejak awal bulan Mei 2022. Akan tetapi, kala itu wacana wabah PMK pada ternak hanya beredar di pemberitaan media massa nasional. Meskipun frekuensi pemberitaan tidak pernah surut selama sebulan penuh, perbincangan warganet Twitter yang membahas isu ini masih senyap.

Gambar 1. Peak Time pemberitaan media massa daring terkait isu wabah PMK
Gambar 2. Warganet Twitter baru ramai membicarakan isu ini setelah satu bulan berjalan

Dari pemantauan linimasa Twitter untuk periode 1 Mei hingga 13 Juni 2022, eskalasi perbincangan terjadi sejak tanggal 2 Juni 2022 dengan menorehkan catatan 502 twit. Hingga akhir periode pemantauan, terdapat beberapa hari ketika kuantitas perbincangan melambung sangat tinggi.

Seperti pada tanggal 6, 7, dan 12 Juni saat total twit yang mengandung kata kunci “pmk” dan “sapi” mencapai level lebih dari 12.000 twit. Di luar tiga tanggal tersebut, rata-rata jumlah twit dari warganet berkisar di angka 6.000 twit setiap harinya. Hal ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemantauan sebulan sebelumnya yang hanya menghasilkan ratusan twit dalam sehari.

Gambar 3. Statistik pemantauan linimasa Twitter

Total twit yang diunggah warganet selama periode pemantauan tercatat sebanyak 92.742 twit. Jumlah tersebut menghadirkan impresi yang sangat tinggi dalam bentuk reply, retweet, dan favorites yakni sebanyak 90,1 juta kali. Sehingga secara potensial perbincangan ini dapat menjangkau setidaknya 210,5 juta akun. Tentu saja lonjakan perbincangan tersebut terjadi hanya dalam waktu yang singkat saja.

Padahal dari statistik pemberitaan media massa, isu wabah penyakit mulut dan kaki pada hewan ternak sudah tancap gas sejak tanggal 1 Mei. Sangat sedikit hari ketika artikel yang diterbitkan hanya berjumlah di bawah 100 artikel. Bahkan saat peak time, seperti pada tanggal 13 dan 14 Mei 2022, jumlah laporan dari media massa daring Indonesia mencapai lebih dari 500 berita.

Gambar 4. Statistik pemantauan penerbitan berita media massa daring

Catatan pemantauan Netray menemukan 9.988 artikel telah diterbitkan oleh media daring sepanjang bulan lalu hingga tanggal 13 Juni 2022. Sebagian besar berita termasuk ke dalam kategori “Health” mengingat isu ini tergolong masalah kesehatan publik, yakni dengan total 4.965 laporan. Di tempat kedua adalah kategori “Government” karena bagaimanapun juga pemerintah menjadi stakeholder penting guna memberantas masalah wabah PMK. 

Gambar 5. Tren sentimen twit warganet Twitter

Ditambah lagi warganet sudah terlanjur kecewa dengan perkembangan situasi wabah tersebut. Dari hampir seratus ribu twit yang sudah diunggah, 48.719 twit ditulis dengan sentimen negatif. Warganet menyangsikan komitmen pemerintah dalam memproteksi pasar hewan ternak dan peternak dalam negeri. Sementara 17.595 twit lainnya adalah twit bersentimen positif dan sisanya memiliki sentimen netral.

Gambar 6. Contoh twit warganet
Gambar 7. Contoh twit warganet

Isu PMK di Aplikasi BaBe

Pada platform aplikasi berita dan konten BaBe, situasi sedikit berbeda daripada di linimasa Twitter. Di sini warganet bisa langsung merespons berita yang terbit pada periode tertentu. Kapan isu wabah PMK ini mulai berhembus dan beredar di publik tentu saja masih dalam koridor waktu yang sama. Hanya saja dari pemantauan Netray respons publik pada platform ini cukup cepat. Hal ini bisa disimak pada grafik Peak Time News dan Peak Time Post.

Gambar 8. Grafik wacana wabah PMK di aplikasi BaBe

Terlihat apabila setelah isu ini mencapai puncak pemberitaan pada tanggal 10 – 13 Mei 2022, unggahan pemilik akun yang membahas isu ini juga langsung melejit. Berikut adalah contoh komentar dan unggahan di aplikasi BaBe. Aplikasi ini juga terpantau mengumpulkan 1.185 berita dari berbagai macam sumber. Simak statistik lebih lengkapnya di bawah ini.

Gambar 9. Komentar warganet BaBe
Gambar 10. Unggahan di aplikasi BaBe
Gambar 11. Statistik pemantauan di aplikasi BaBe

Wacana wabah penyakit mulut dan kaki yang menyerang ternak di Indonesia mendapat respons yang berbeda-beda di sejumlah platform media. Laman berita daring sudah cukup gencar mengabarkan masalah ini dari awal kemunculan kasus, yakni sejak awal bulan Mei 2022. Respons di aplikasi BaBe juga mengikuti arus deras pemberitaan tersebut. Hanya di media sosial Twitter saja yang baru akhir-akhir ini membicarakan dampak wabah PMK bagi dunia peternakan di Indonesia.

Demikian hasil analisis Netray terkait topik ini, simak analisis lainnya melalui https://analysis.netray.id/ dan analisis mendalam Netray melalui https://medium.com/@netrayID.

Editor: Winda Trilatifah

More like this

Tiga Provinsi Baru di Papua Jadi Bukti Keseriusan Pemerintah (?)

Pemerintah resmi mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) daerah otonom baru (DOB) Papua pada tanggal 30...

Polemik Ma’ruf Amin Soal Fatwa Ganja Untuk Medis

Sikap dukungan yang ditunjukkan Ma'ruf Amin terkait ganja untuk medis menuai polemik di media...

Tutup 12 Gerai Holywings, Anies Baswedan Raih Simpati Publik

Pemprov DKI resmi mencabut izin operasi Holywings dan menutup 12 gerai yang berada di...
%d blogger menyukai ini: