BerandaHukumBupati Langkat dalam Pusaran Perbincangan Kasus Korupsi & Dugaan Perbudakan

Bupati Langkat dalam Pusaran Perbincangan Kasus Korupsi & Dugaan Perbudakan

Published on

Nama Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin kini kian santer menjadi perbincangan warganet. Setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantaran Kosupsi (KPK) pada 18 Januari 2021, ditemukan ruangan serupa kerangkeng yang dihuni puluhan manusia saat rumahnya digledah. Diduga telah terjadi praktik perbudakan.

Netray mengamati laju perbincangan warganet terkait topik ini dengan menggunakan beberapa kata kunci yaitu “bupati langkat dan langkat && perbudakan“. Pemantauan dilakukan sejak 15 Januari 2022 sampai dengan 26 Januari 2022 di media sosial Twitter.

Hasilnya menunjukkan dari total ada 40.146 twit dalam kurun waktu tersebut memiliki impression atau dilihat sebanyak 1,7 miliar kali. Sedangkankan angka keterjangkauannya sebesar 155 juta.

Jika dilihat lebih detail perbincangan mulai meningkat pada 19 Januari 2022, yakni satu hari setelah OTT. Kemudian laju perbincangan warganet kembali meningkat secara signifikan pada 24 Januari 2022 dan puncaknya terjadi pada 25 Januari 2022. Waktu itu bertepatan saat KPK pertama kali mengungkap temuan adanya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat pada 24 Januari 2021.

Gambar 2. Statistik peak time

Gambar 3. Statistik sentiment trend

Penemuan kerangkeng manusia tersebut sontak membuat perbincangan ini hangat di media sosial. Warganet mespons informasi itu dengan sentimen negatif. Berdasarkan pantauan Netray total ada 31.459 twit sentimen negatif berbanding 1.737 sentimen positif.

Pada top isu tampak perbincangan warganet dalam membahas topik seputar Bupati Langkat didominasi oleh kosakata terkait, penjara, dikerangkeng, pekerja, sawit. Hal ini menunjukkan selain populer karena terjerat OTT KPK, Bupati Langkat nonatif ini justru semakin populer karena dugaan human trafficking dan perbudakan yang terjadi di rumahnya.

Kecaman Dugaan Perbudakan

Ditemukannya tempat mirip penjara pribadi di kediaman Bupati Langkat membuat Migrant Care melapor pada Komnas HAM. Dikutip melalui tribunnews.com saat tempat tersebut ditemukan terdapat empat orang laki-laki di dalamnya dan dalam kondisi babak belur. Setelah ditelusuri tempat tersebut telah ada sejak 10 tahun dan telah menahan lebih dari 48 orang.

Namun saat ditemukan hanya tersisa 27 orang dan sedang bekerja di kebun kelapa sawit milik Terbit. Tempat tersebut diklaim sebagai tempat rehabilitas para pecandu narkoba, meski telah 10 tahun dibangun tempat tersebut tidak memiliki izin. Selain itu, Migrant Care juga menduga adanya indikasi perbudakan modern yang dilakukan oleh Terbit Rencana.

Kasus ini kemudian banyak mendapatkan kecaman dari wargnet. Dari pemantauan Netray ada sejumlah akun atau orang yang paling banyak mengetwit mengenai topik ini dan mendapatkan respons yang tinggi dari warganet.

Gambar 4. Statistik top accounts
Gambar 5. Statistik top people

Berdasarkan pantauan Netray akun @mei_peseek tampak menempati urutan teratas kategori Top Account Populer dan Top People. Namanya berhasil menempati kedua kategori tersebut setelah intens mencuitkan kasus yang kini menjerat Bupati Langkat nonaktif. Beberapa opininya tersebut dapat diamati melalui Monitoring Account Netray berikut ini.

Gambar 6. Monitoring account Netray

Bila diamati melalui Monitoring Account Netray pada gambar 6 tampak beberapa cuitan @mei_peseek terkait penjara pribadi yang dimiliki oleh Terbit. Bahkan belum sampai 24 jam postingan tersebut berhasil diretweet lebih dari 26 ribu kali dan disukai oleh lebih dari 71 ribu pengguna Twitter. Tak heran bila kemudian namanya menjadi populer pada topik ini. Lalu bagaimana komentar warganet lainnya terkait persoalan ini?

Gambar 7. Komentar warganet

Akun Twitter Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan @susipudjiastuti turut memberikan komentar soal kasus dugaan perbudakan yang dilakukan Bupati Langkat Nonaktif. Twit Susi mendapatkan respons yang cukup banyak, ia berkomentar bahwa perbudakan modern bukan hal yang dapat tolerir dan merupakan perbuatan yang keji serta tidak berperikemanusiaan.

Untuk menyuarakan topik ini warganet juga mengusung sejumlah tagar seperti #BupatiLangkat untuk memberikan konteks soal kasus dan tangar #PerbudakanModern sebagai kritik atas dugaan perbudakan yang dilakukan Bupati Langkat nonatif itu.

Sementara pada kategori instansi atau organisasi yang paling banyak menyinggung soal kasus Bupati Langkat nonaktif adalah KPK, @CNNIndonesia, @detikcom dan sejumlah media lainnya.

Kemudian melalui Social Network Analysis (SNA) Netray ditemukan beberapa akun yang paling banyak disebut oleh warganet dalam cuitan terkait Bupati Langkat nonaktif yang menjabat sejak Februari 2019 tersebut. Diantara yang disebut adalah akun Kapolri @ListyoSigitP.

Gambar 8. Social network analysis report

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga Terbit Rencana Perangin Angin kini harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Setelah terjerat dugaan suap dan terjaring OTT KPK Ia kini juga dilaporkan atas dugaan perbudakan modern yang terjadi di kediamannya. Meski belum dinyatakan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dan human trafficking ini membuat dirinya menui kecaman publik.

Simak analisis isu terkini lainnya melalui https://analysis.netray.id/ dan deep analysis Netray melalui https://medium.com/@netrayID

Editor: Irwan Syambudi

More like this

Bagaimana Pemberitaan Media Group Setelah Sang Bos Deklarasikan Anies Jadi Capres 2024?

Pada 3 Oktober 2022 bos Media Group yang juga Ketua Umum Partai Nasional Demokrat...

Maraknya Istilah BuzzerRp dalam Pusaran Kritik Warganet Terhadap Pemerintah

Istilah BuzzerRp mungkin tidak begitu asing lagi, terutama di kalangan warganet Twitter. Terlebih di...

Buah Kritik Narasi Wong Cilik Makan di Warung Nasi Pecel Puan Maharani

Menjelang tahun-tahun politik, aktivitas sederhana seperti makan bagi para politisi bisa menjadi materi untuk...
%d blogger menyukai ini: