HomeCurrent ReportAnalisis Komentar YouTube 3 Bacapres Bicara Gagasan Mata Najwa

Analisis Komentar YouTube 3 Bacapres Bicara Gagasan Mata Najwa

Published on

Tiga bakal calon presiden, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto menyapa publik dalam acara bertajuk 3 Bacapres Bicara Gagasan pada Selasa, 19 September 2023. Acara kolaborasi Mata Najwa dengan UGM tersebut tidak hanya diselenggarakan secara langsung tetapi juga dapat disaksikan melalui siaran streaming dan dibagikan ulang di kanal YouTube Najwa Shihab sehingga bisa ditonton kapan saja.

Netray mencoba menganalisis respons publik yang terekam dalam keramaian interaksi warganet, baik komentar pada video yang diunggah kanal Najwa Shihab maupun hal menarik yang disoroti publik lewat cuplikan-cuplikan yang dibagikan ulang oleh kanal-kanal lain dengan kata kunci bacapres bicara gagasan selama periode 19-20 September 2023. Berikut ulasannya.

Hingga artikel ini ditulis, video berdurasi 6 jam 36 menit yang diunggah kanal Najwa Shihab telah telah ditonton sebanyak 6,1 juta kali dan mendapat 126,3 ribu likes serta 52,1 ribu lebih komentar. Lantas seperti apa komentar penonton setelah mendengar dan menonton gagasan ketiga capres ini?

3 bacapres bicara gagasan mata najwa netray
Gambar 1. Video dari channel Najwa Shihab

Pasca diunggah oleh Najwa Shihab, video ini mulai mendapat komentar sejak pukul 22.00 WIB. Hingga pukul 00.00 WIB jumlah komentar yang terkumpul di hari tersebut terpantau sebanyak 2.458 komentar. Lalu, di hari berikutnya, komentar penonton memuncak dengan total 31.758 komentar per 20 September 2023. Tren komentar penonton didominasi dengan komentar bersentimen positif dengan total sebanyak 16.567 sedangkan komentar netral sebanyak 7.578, dan komentar bersentimen negatif sebanyak 10.071.

Gambar 2. Grafik intensitas komentar penonton tanggal 19 September
Gambar 3. Grafik intensitas komentar penonton tanggal 20 September

Anies lebih banyak disebut penonton dalam komentar daripada Ganjar dan Prabowo. Dari gambar Comment Top Words atau kosakata yang paling banyak disebut dalam komentar tampak bahwa Anies (ada yang menyebut anies dan ada yang menyebut anies) lebih banyak disebut dengan total sebanyak 14.816 mentions di komentar sedangkan Ganjar sebanyak 9.756 mentions dan Prabowo sebanyak 6.935 mentions.

Gambar 4. Jajaran comment top words

Komentar Penonton terhadap Anies Baswedan

Anies Baswedan mendapat kesempatan pertama untuk berbincang dan menyampaikan gagasannya. Dari apa yang dipaparkan, Anies banyak membicarakan soal keadilan dan kesetaraan bagi rakyat Indonesia. Respons warganet atas gagasan tersebut beragam. Komentar positif datang dari penonton yang menilai Anies adalah sosok yang cerdas, berwawasan luas, dan tidak bertele-tele. Sesi refleksi Anies pun mendapat pujian dari penonton. Anies yang melibatkan ibunya dalam sesi tersebut menyentuh hati penonton.

Gambar 5. Komentar untuk Anies
Gambar 6. Komentar untuk Anies

Gagasan Anies tentang pendidikan juga disambut baik oleh penonton. Anies menyebut bahwa anak Indonesia berhak mendapat pendidikan minimal sampai dengan kelas menengah. Anies merasa miris dengan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini yang kurang bisa dinikmati oleh kalangan ekonomi menengah yang “nanggung” atau tidak misikin tetapi juga tidak kaya. Menurut penonton, gagasan Anies tentang pendidikan ini merupakan hal yang logis dan mudah direalisasikan dan menjadi kabar gembira bagi yang mengalami nasib serupa.

Gambar 7. Komentar untuk Anies
Gambar 8. Komentar untuk Anies

Komentar Penonton terhadap Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo mendapat urutan kedua sebagai bacapres yang dipersilakan untuk menyampaikan gagasannya. Dalam kesempatan tersebut Ganjar mengemukakan tujuh gagasan strategis, yakni (1) membangun SDM yang produktif, (2) stabilisasi harga bahan pokok, (3) mengentas kemiskinan, (4) memperkuat jaringan pengamanan nasional, (5) hirilisasi menuju kelas dunia, (6) meningkatkan infrastruktur, dan (7) mengembalikan alam Indonesia menjadi lebih baik. 

Namun, gagasan yang disampaikan oleh Ganjar tersebut tidak serta merta mendapat pujian dari penonton. Justru sebaliknya, penyampaian Ganjar dinilai terlalu bertele-tele. Bahkan jawaban-jawaban yang disampaikan oleh Ganjar dianggap tidak efektif dan efisien oleh penonton. 

Gambar 9. Komentar untuk Ganjar
Gambar 10. Komentar untuk Ganjar

Komentar negatif lainnya berasal dari komentar penonton yang menyindir gagasan Ganjar tentang keinginannya untuk memperkuat KPK. Untuk mewujudkan hal tersebut Ganjar ingin merevisi regulasi terkait KPK sehingga lembaga tersebut dapat semakin kuat dalam memberantas korupsi. Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian penonton yang menilai partai pengusungnya sebagai partai terkorup dengan isu Megawati yang menginginkan agar KPK dibubarkan. Tak hanya perihal KPK, Ganjar juga dinilai penonton sebagai sosok yang emosional dan anti kritik. 

Gambar 11. Komentar untuk Ganjar
Gambar 12. Komentar untuk Ganjar

Meski demikian, dukungan penonton untuk Ganjar masih tersampaikan dalam komentar. Seperti yang ditemukan Netray dalam beberapa contoh gambar di bawah ini. Ganjar juga dinilai sebagai pemimpin yang memiliki banyak prestasi kerja. 

Gambar 13 Komentar untuk Ganjar
Gambar 14. Komentar untuk Ganjar

Komentar Penonton terhadap Prabowo Subianto

Kandidat terakhir yang menyampaikan gagasan dalam acara ini ialah Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut Prabowo menegaskan terkait 17 program prioritas. Salah satu gagasan yang mencuri perhatian penonton adalah pandangan Prabowo tentang pendidikan dan gizi yang cukup untuk anak Indonesia. Prabowo menyebut bahwa gizi yang baik dapat menumbuhkan mental yang baik sehingga akan mengurangi angka depresi yang terjadi pada generasi muda. 

Hal tersebut mendapat respons positif dari beberapa penonton. Beberapa di antaranya merasa terharu ketika Prabowo memperhatikan tentang kondisi mental dan gizi anak Indonesia. Perbaikan gizi yang disampaikan oleh Prabowo pun disambut baik oleh penonton. 

Gambar 15. Komentar untuk Prabowo
Gambar 16. Komentar untuk Prabowo

Sebagai mantan Panglima AD, Prabowo juga dinilai sebagai sosok yang nasionalis dengan gagasan ekonomi yang pragmatis dan juga progresif. Tak hanya itu, Prabowo juga dianggap telah memenuhi kriteria pemimpin, yakni dikenal secara internasional, mempunyai wibawa dan ketegasan, serta mempunyai pendukung partai yang kuat.

Gambar 17. Komentar untuk Prabowo
Gambar 18. Komentar untuk Prabowo

Konten Lain Terkait Kata Kunci Bacapres Bicara Gagasan: Apa yang Dibahas?

Tidak hanya Najwa Shihab, acara ini juga dibahas oleh 48 channel lain selama 2 hari pemantauan (19-20 September 2023). Dari pantauan Netray menggunakan kata kunci bacapres bicara gagasan ditemukan setidaknya 80 video yang mengangkat topik ini, baik berupa cuplikan maupun dibahas dalam perspektif pengamat. Video-video tersebut menghasilkan 7,8 juta impresi dengan rincian telah ditonton sebanyak 7,5 juta kali dan mendapat 53 ribu lebih komentar dengan dominasi sentimen positif.

Gambar 19. Statistik unggahan topik Tiga Bacapres Bicara Gagasan di kanal Youtube

Gagasan yang disampaikan ketiga bacapres menarik perhatian konten kreator YouTube sehingga berbagai cuplikan video dari acara tersebut kembali diunggah dalam channel masing-masing. Dari jajaran post top words di bawah ini, terlihat beberapa kosakata yang santer digunakan baik dalam judul maupun deskripsi video. Kosakata, seperti jurnalis, rendahkan, blunder, kredit, hingga miskin banyak digunakan dalam topik ini.

Gambar 20. Jajaran post top words

Pernyataan Ganjar Dinilai Rendahkan Pofesi MC dan Jurnalis

Kosakata rendahkan, profesi, dan jurnalis merujuk pada konten terkait pernyataan Ganjar yang menyindir Najwa Shihab. Seperti yang diunggah oleh channel MerdekaDotCom dan Tribun MedanTV di bawah ini. Momen saat Ganjar ditanya perihal lapangan pekerjaan yang malah dijawab dengan pernyataan “10 lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong? masa jadi MC?” sempat membuat Najwa Shihab terdiam dan kembali bertanya “Siapa mas MC? saya jurnalis, bukan MC”.

Hal tersebut sontak menjadi perhatian penonton kala itu dan tidak sedikit yang menilai Ganjar tengah merendahkan profesi. Setidaknya ada 6 video yang memuat cuplikan pernyataan tersebut dengan dominasi sentimen negatif untuk Ganjar Pranowo.

Gambar 21. Video Ganjar sindir Najwa
Gambar 22. Video Ganjar sindir Najwa

Anies, Bacapres Paling Miskin dan Mengaku Masih Kredit Rumah

Selanjutnya adalah kosakata miskin, kredit, dan rumah menjadi konten video untuk Anies yang mengaku masih banyak hutang di saat Najwa membacakan harta kekayaan milik Anies Baswedan. Dalam momen tersebut Najwa menyebut jika Anies merupakan capres paling miskin dibanding kedua kandidat lainnya. Lalu, Anies pun menjawab jika laporan harta kekayaan tersebut sebagian merupakan bentuk hutang, termasuk rumahnya masih dalam tahap kredit.

Momen ini pun menjadi sorotan penonton dan diunggah oleh beberapa channel, seperti kedua channel di bawah ini. Ditemukan setidaknya 5 kanal membahas topik ini yang justru menarik sentimen positif untuk Anies.

Gambar 23. Video tentang Anies mengaku miskin
Gambar 24. Video tentang Anies mengaku miskin

Beragam respons yang dilontarkan oleh penonton tersemat baik dalam konten unggahan kanal Najwa Shihab maupun unggahan kanal lain. Namun, sentimen negatif tampak lebih dominan mengarah kepada Ganjar Pranowo daripada kandidat lainnya. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah pernyataan Ganjar bahwa 10 besar mahasiswa menjadi dosen, bukan MC. Pernyataan ini dinilai telah merendahkan profesi sehingga sentimen negatif tak dapat dihindarkan.

Sementara itu, Anies Baswedan justru mendulang sentimen positif di kolom komentar dengan penyebutan terbanyak. Pengakuannya bahwa ia masih kredit rumah dan ditambah fakta bahwa ia yang paling miskin di antara kandidat lain juga menambah simpati warganet. Prabowo Subianto pun tampak menuai sentimen positif atas gagasan perbaikan gizi anak Indonesia yang ia sampaikan.

Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang sesuai kebutuhan secara real time, Anda dapat berlangganan atau menggunakan percobaan gratis di netray.id.

Editor: Winda Trilatifah

More like this

Berharap Lanjutkan Kesuksesan, Film Siksa Kubur dan Badarawuhi Tuai Sentimen Negatif

Dua film horor kembali rilis tepat di hari kedua lebaran, 11 April 2024. Film...

Polemik Serangan Iran ke Israel, Isu Syiah Memecah Kubu Warganet

Konflik kontemporer di Timur Tengah memasuki babak baru. Pada 14 April lalu, Iran meluncurkan...

Kontroversi Film Kiblat, Kenapa Rumah Produksi Gemar Bikin Film Horor Religi?

Film Kiblat yang baru rilis trailer pada Kamis, 21 Maret 2024 lalu sudah menuai...
%d bloggers like this: