BerandaGaya HidupPengaruh Konten Podcast LGBT Terhadap Citra Deddy Corbuzier

Pengaruh Konten Podcast LGBT Terhadap Citra Deddy Corbuzier

Published on

Publik figur sekaligus konten kreator Youtube Deddy Corbuzier kembali menjadi perbincangan publik. Konten andalannya yaitu podcast Close The Door yang diunggah pada 7 Mei 2022 lalu ramai mendapat kritik dan kecaman karena mengundang pasangan lgbt sebagai bintang tamu.

Seperti diketahui konten podcast Deddy Corbuzier selama ini banyak mengundang narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat, publik figur, selebgram, selebritis hingga orang-orang yang viral. Pada 7 Mei 2022 lalu, Deddy Corbuzier mengunggah sebuah konten podcast yang menghadirkan bintang tamu pasangan gay yang tengah viral di TikTok, yakni Ragil Mahardika dan Frederick Vollert. Podcast tersebut diberi judul “Tutorial Jadi G4y di Indo!! Pindah ke Jerman Ragil dan Fred” dengan durasi 1 Jam 49 detik. 

Tak berselang lama konten podcast pasangan gay tersebut langsung menuai kritik hingga berujung kekecewaan masyarakat kepada Deddy Corbuzier. Hingga saat artikel ini ditulis, rasa kecewa warganet masih dapat diamati dalam jajaran trending topik dengan tagar #UnsubscribePodcastCorbuzier.

Tanggapan Warganet Terkait Podcast LGBT Deddy Corbuzier 

Netray kemudian melakukan pemantauan selama sepekan dengan periode 5-11 Mei 2022. Hasilnya, perbincangan seputar topik Deddy Corbuzier mendulang sebanyak 10,2 ribu twit dengan mayoritas opini bersentimen negatif. Topik ini mendapat impresi sebesar 11 juta dalam bentuk like, comment, dan retweet yang menjangkau hingga 99,5 juta akun Twitter. 

Gambar 1. Statistik Perbincangan Twitter

Seperti terlihat dalam gambar Peak Time dan Sentiment Trend di bawah, perbincangan topik mulai mengalami kenaikan sejak 9 Mei 2022 dengan intensitas tertinggi terjadi pada 10 Mei 2022. Dari pantauan Netray, pada tanggal 10 Mei terdapat sebanyak 4.970 twit dengan 3.195 di antaranya merupakan opini negatif, baik berupa kritik, ungkapan kecewa, hingga umpatan kesal. 

Gambar 2. Peak Time dan Sentiment Trend Topik Podcast Lgbt

Tidak hanya menanggapi podcast pasangan gay Ragil dan Fred, beberapa warganet juga terlihat turut menggunakan kesempatan ini untuk membesarkan isu dengan dalih bahwa Deddy Corbuzier berniat atau sengaja mengkampanyekan lgbt. Hal ini karena sebelum Ragil dan Fred, sudah ada beberapa konten dengan narasumber berlatar belakang serupa.

Sebut saja Jeje dan Nino, pasangan lesbian yang pernah menjadi bintang tamu podcast Close The Door pada Maret 2020. Lalu ada juga pasangan lesbian Chika Kinsky dan Yumi Kwandy yang menjadi bintang tamu pada Maret 2021. Akan tetapi, saat ini semua konten yang berkaitan dengan pasangan lgbt tersebut telah di-take down dari channel Youtube Deddy Corbuzier. 

Argumen kemarahan warganet pun tak terbendung. Seperti beberapa contoh tweet di atas, akun @jmertani mengungkapkan secara terang-terangan bahwa menonton podcast Deddy Corbuzier dinilai merusak aqidah. Selain itu, ungkapan umpatan kemarahan juga mewarnai kalimat dalam opini yang dikeluarkan warganet. 

Pengaruh Konten Topik LGBT Deddy Terhadap Jumlah Subscribe dan Follower Deddy

Tidak hanya menimbulkan citra negatif, kritikan yang dilayangkan oleh warganet ini faktanya juga berpengaruh pada menurunnya jumlah followers akun Instagram dan jumlah subscriber Youtube milik Deddy Corbuzier. Untuk menganalisis pengaruh atau dampak unggahan tersebut terhadap citra Deddy dalam beberapa waktu terakhir, Netray memonitoring kanal Youtube Deddy Corbuzier selama sepekan ke belakang dengan periode 5-11 Mei 2022.

Gambar 4. Penurunan Subscriber Deddy Corbuzier

Ternyata rumor yang beredar terkait penurunan jumlah subscriber pun benar adanya. Berdasarkan hasil monitoring Netray yang dapat diamati pada gambar 1 di atas, jumlah subscriber kanal Youtube Deddy pada 5 Mei 2022 masih 18,7 juta. Penurunan jumlah subsciber terjadi setelah konten podcast pasangan gay Ragil dan Fred dirilis pada 9 Mei, yaitu menjadi 18,6 juta atau terjadi penurunan sekitar 100 ribu subscribe sejak podcast terakhir diunggah.

Selain jumlah subscriber Youtube yang mengalami penurunan, jumlah pengikut akun Instagram Deddy juga mengalami hal serupa. Melansir dari laman Socialblade.com jumlah follower Instagram Deddy Corbuzier melorot drastis. Dari awal jumlah pengikut Instagram sebanyak 19 juta, kini menjadi 11 juta. Artinya sebanyak 8 juta akun Instagram masyarakat Indonesia kecewa terhadap konten tersebut atau jauh lebih tinggi daripada apa yang terjadi pada subriber Youtube, yang meskipun turun tetapi tidak begitu signifikan.

Setelah memuncaknya polemik dan serangan kritik dari berbagai pihak, konten podcast pasangan gay Ragil dan Fred pun di-take down oleh Deddy. Kemudian Deddy dalam unggahan podcastnya bersama Gus Miftah mengklarifikasi dan melayangkan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat.

Gambar 5. Video Klarifikasi dengan Gus Miftah Konten LGBT Deddy

Konten bersama Gus Miftah tersebut mengungkapkan berbagai sudut pandang dan letak permasalahan terkait podcast Ragil dan Fred. Konten dengan Gus Miftah ini mendapat banyak impresi dan komentar positif dari masyarakat. Video berdurasi 42 menit tersebut telah ditonton sebanyak 3,3 juta kali dan mendapat komentar sebanyak 44,6 ribu.

Gambar 6. Komentar Youtube Podcast Klarifikasi dengan Gus Miftah

Terlihat, sejumlah masyarakat memaklumi kesalahan Deddy Corbuzier dan memberi semangat Deddy untuk tidak menyerah menjadi orang Islam. Selain itu kalimat dukungan juga digemakan warganet atas tindakan Deddy yang telah berbesar hati meminta maaf dan mengaku tidak bermaksud mengkampanyekan lgbt melalui konten podcastnya tersebut. 

Diedit oleh Winda Trilatifah

More like this

Menilik Impresi Film KKN di Desa Penari di Twitter

Film horor KKN di Desa Penari akhirnya tayang di bioskop. Meski penayangannya sempat tertunda...

Hepatitis Akut Misterius, Akankah Menjadi Pandemi Kecil?

Belum selesai bergelut dengan permasalahan pandemi virus corona, kini dunia kembali bertarung dengan munculnya...

Memantau Isu #JogjaDaruratSampah dari Media Sosial & Pemberitaan

#JogjaDaruratSampah merupakan salah satu tagar seruan masyarakat yang diwakili oleh warganet Twitter, ketika beberapa...
%d blogger menyukai ini: