Home#Membaca2024Menilik Media Massa Online Populer dalam Memberitakan Pemilu-Pilpres 2024

Menilik Media Massa Online Populer dalam Memberitakan Pemilu-Pilpres 2024

Published on

Melalui pemantauan, Netray menilik apa yang disajikan media online populer khususnya dalam isu politik mengenai Pemilu dan Pilpres 2024. Netray memantau pemberitaan dua media paling populer yakni detik.com dan kompas.com soal Pemilu dan Pilpres 2024. Apa yang disajikan dan siapa yang lebih dominan?

Saat ini media massa atau media pemberitaan online di Indonesia masih jadi pilihan sumber informasi. Hal ini terbukti karena media online paling banyak diakses, sehingga pemberitaan media online bisa jadi salah satu representasi konsumsi informasi masyarakat.

Berdasarkan Digital News Report yang diterbitkan Reuters Institute, media online masih menjadi sumber berita yang paling banyak diakses di Indonesia. Meski persentase sumber berita melalui online turun 1% pada 2022, namun presentasenya tetap yang paling tinggi yakni 88% orang mendapatkan berita dari online.

Detik dan Kompas menjadi dua media online yang paling banyak dikonsumsi berdasarkan laporan Digital News Report 2022. Detik menduduki peringkat pertama dengan total persentase pengguna mingguan sebesar 65% dan Kompas di posisi kedua dengan capaian 48%.

Detik salah satu media online yang menjadi pelopor media full berbasis online di antara media yang masih memiliki  basis cetak. Detik berdiri 9 Juli 1998, dan saat ini diakuisisi oleh CT Corp yang dinaungi oleh Chairul Tanjung. Sedangkan Kompas.com beroperasi pada awal 1996 merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group.

Kompas.com Lebih Dominan Dalam Berita Isu Pemilu-Pilpres 2024

Netray kemudian menjadikan sampel dua media paling populer itu memberitakan isu Pilpres 2024. Dengan menggunakan dua kata kunci ‘pilpres && 2024’ dan ‘pemilu && 2024’, Media Monitoring Netray mendapati dominasi Kompas dalam pemberitaan isu Pemilu dan Pilpres 2024 selama periode pemantauan 1-31 Oktober 2022.

Dalam sebulan Kompas memiliki 748 pemberitaan yang menyangkut kata kunci, sedangkan Detik hanya 578 pemberitaan. Terdapat selisih 170 artikel lebih banyak antara Kompas dengan Detik. 

Sedangkan sentimen pemberitaan cenderung berimbang. Kompas menghasilkan berita bersentimen positif dengan total 54%. Sedangkan Detik memiliki berita bersentimen positif sebanyak 57% dari total pemberitaan 578 artikel.

Kemudian jika dilihat berdasarkan orang yang paling banyak diberitakan, kedua media online populer itu sama-sama banyak menyebut Anies Baswedan dalam pemberitaan terkait kata kunci ‘pilpres && 2024’ dan ‘pemilu && 2024’.

Lalu, setelah Anies portal Kompas lebih banyak memberitakan Ganjar sedangkan di portal Detik nomor dua yang banyak disebutkan adalah Jokowi. 

Pada jajaran Top Person, sepuluh entitas yang menjadi sorotan kedua media berita ini memiliki kesamaan hanya saja intensitas dan urutan penyebutan yang membedakannya. Di portal Kompas, Ganjar menduduki peringkat kedua setelah Anies sedangkan di Detik, Ganjar justru menduduki peringkat ke-5 setelah Jokowi dan Surya Paloh. 

Selain entitas person, untuk melihat isu politik seperti apa yang diusung oleh kedua portal berita ini, Netray akan melihat jajaran Top Organizations untuk melihat partai-partai apa yang tengah ramai diberitakan. 

Tiga partai teratas di kedua portal ini ialah Nasdem, PDI-P, dan PKS. Sedangkan untuk urutan selanjutnya, Demokrat dan Golkar menduduki urutan ke empat dan lima di portal Detik. Sedangkan di portal Kompas, justru sebaliknya. Golkar menduduki urutan empat dan Demokrat di urutan lima. 

Untuk melihat lebih rinci, isu berita seperti apa yang mendominasi kedua portal berita ini, dapat dipantau melalui fitur Word Cloud (yang menunjukkan kata yang paling sering digunakan oleh Detik dan Kompas dari ukuran font) berikut ini.

DetikKompas

Dari pantauan Word Cloud di atas, terlihat kumpulan kosakata yang mendominasi pemberitaan kedua portal ini. Pemberitaan terkait Anies Baswedan yang dideklarasikan sebagai Capres 2024 oleh Nasdem menjadi sorotan kedua portal berita. Kumpulan kosakata seperti anies, capres, nasdem, deklarasi, hingga diusung menjadi bukti jika topik pendeklarasian mantan gubernur DKI Jakarta tersebut santer diberitakan. 

Dari sampel pemberitaan di bawah ini terlihat kedua portal ini sama-sama mengunggah pengumuman pendeklarasian tersebut di antara jam 10 dengan 11 pagi. Dengan headline pemberitaan yang sama kedua artikel tersebut memberikan sentimen positif terhadap isu ini. 

Pemberitaan Detik dan Kompas yang menggunakan kedua kata kunci terlihat fluktuatif. Terlihat seperti gambar di bawah ini, kedua portal ini memiliki perbedaan peak time pemberitaan. Detik memiliki dua peak time pemberitaan di tanggal 3 Oktober dan 10 Oktober 2022 dengan total berita masing-masing, yakni 38 dan 32 artikel. Sedangkan Kompas memiliki dua peak time, yakni tanggal 6 Oktober dengan total 41 artikel dan 26 Oktober dengan total 43 artikel. 

detikkompas

Di tanggal 3 Oktober, Detik ramai memberitakan terkait peresmian Nasdem membawa Anies sebagai Capres 2024. Respons berbagai kalangan juga menjadi bahan pemberitaan Detik di hari tersebut. Pengumuman resmi Nasdem yang memboyong Anies dalam pemilu menjadi sorotan beberapa tokoh dan parpol.  

Di tanggal 10 Oktober 2022, Detik ramai memberitakan terkait maraknya istilah ‘nasdrun’ setelah adanya pencapresan Anies Baswedan. Detik menyoroti isu ini dengan memberikan berita yang menyuguhkan opini dari beberapa parpol. Istilah yang merujuk pada Nasdem tersebut tentu memberikan sentimen negatif terhadap entitas Nasdem. 

Sedangkan portal Kompas, peak time di tanggal 7 Oktober 2022 mengusung berita terkait pertemuan Demokrat dengan Anies Baswedan. Kunjungan Anies yang disambut baik oleh Demokrat tersebut disinyalir sebagai bentuk koalisi di bursa Pemilu 2024. 

Di tanggal 26 Oktober 2022, Kompas ramai memberitakan terkait Ganjar yang mendapatkan sanksi dari PDI-P setelah menyatakan dirinya siap untuk menjadi capres di pemilu 2024. Tak hanya Ganjar, ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo juga mendapat panggilan dari PDI-P setelah pernyataannya yang mendukung Ganjar maju menjadi capres. 

Beda Kompas dan Detik dalam Isu Pemilu-Pilpres 2024

Dalam sebulan penuh pemantauan dengan kata kunci pemilu && 2024 dan pilpres && 2024, portal Detik dan Kompas terlihat santer memberitakan isu ini. Pemberitaan terkait majunya Anies sebagai capres sama-sama diusung oleh kedua portal. Hal ini terlihat dari jajaran top entitas yang mana Anies dan Nasdem menduduki urutan teratas. 

Yang memberikan perbedaan apabila dilihat dari peak time pemberitaan, Detik memberikan fokus pemberitaannya terkait Anies Baswedan dan berbagai pemberitaan tentang Nasdem. Sedangkan Kompas tak hanya berfokus kepada Anies dan Nasdem, namun pemberitaan terkait Ganjar juga menjadi sorotan Kompas. 

Simak analisis terkini dan mendalam lainnya di analysis.netray.id. Atau untuk melakukan pemantauan terhadap isu yang sedang berkembang secara real time dapat menggunakan percobaan gratis di netray.id.


Editor: Irwan Syambudi

More like this

Pembahasan Pasca Pemilu di Media Sosial dan Pemberitaan, Isu Kecurangan Jadi Perhatian

Momentum pesta demokrasi yang ditunggu-tunggu alias pemilihan umum (Pemilu) 2024 telah dilaksanakan pada 14...

Popularitas Capres Cawapres di Media Sosial & Media Massa Online Periode Januari 2024

Netray melakukan pemantauan media massa online dan media sosial (media sosial X, TikTok, Instagram,...

Popularitas Partai Politik di Twitter & Media Massa Online Periode Januari 2024

Netray melakukan pemantauan media massa online dan Twitter untuk melihat popularitas partai politik (parpol)...
%d bloggers like this: