HomeNetrayManajemen Krisis Public Relations: Pengertian hingga Strategi Tangani Masa Genting

Manajemen Krisis Public Relations: Pengertian hingga Strategi Tangani Masa Genting

Published on

Dunia bisnis penuh dengan dinamika yang tak terduga. Dari waktu ke waktu tersembunyi  potensi krisis yang dapat menghantam reputasi perusahaan. Perusahaan yang tidak bisa mengelola keadaan genting ini bisa kehilangan salah satu aset berharga perusahaan, yakni kepercayaan dari masyarakat. Maka dari itu dibutuhkan peran praktisi humas (public relations/ PR) guna menjaga aset krusial tersebut.

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya mari kita memahami definisi PR itu sendiri. Menurut W. Emerson Reck, public relations merupakan kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penentuan pelayanan, serta sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan, agar memperoleh kepercayaan dan itikad baik.

Sedangkan kata ata “krisis” berasal dari bahasa Yunani κρίσις, yang berarti “momen penentuan”, “titik balik”, atau “pertikaian”. Dalam bahasa Indonesia, kata “krisis” umumnya merujuk pada situasi yang mengancam atau membahayakan sesuatu, seperti krisis ekonomi, krisis politik, atau krisis lingkungan. 

Kemudian terdapat istilah momen kritis yang merujuk ke dalam suatu peristiwa atau proses, seperti krisis dalam pernikahan atau krisis identitas. Serta kritis dalam arti keadaan yang membutuhkan tindakan segera, seperti krisis kemanusiaan atau krisis kesehatan.

Gambar 1. Ilustrasi krisis (sumber)

Mengapa kemudian praktisi public relations dan manajemen krisis begitu berkaitan erat? Krisis dalam perusahaan kerap menjadi momen yang membahayakan dan menjadi titik balik apakah perusahaan tersebut masih bisa melanjutkan usahanya atau berhenti beroperasi. Perusahaan wajib memberi klarifikasi ke masyarakat terkait masalah ini.

Klarifikasi ini pada akhirnya akan menjadi citra perusahaan, terutama saat perusahaan berhasil melewati krisis, dalam bentuk jaminan bahwa bisnis masih akan terus berlanjut. Maka dari itu peran PR begitu penting agar citra perusahaan di mata publik tak sepenuhnya tercoreng buruk pasca krisis. 

Menurut Yosal Iriantara manajemen krisis PR merupakan salah satu bentuk kerja public relations dalam respons manajemen terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal organisasi. Manajemen krisis PR yang baik memerlukan pendekatan yang terencana, responsif, dan terkoordinasi. 

Langkah Penting Praktisi Public Relations dalam Manajemen Krisis

Berikut beberapa langkah penting yang harus dilakukan praktisi public relations dalam menghadapi krisis:

1. Pencegahan: Tahapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko krisis dan mengembangkan rencana untuk mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisis SWOT, memetakan pemangku kepentingan, dan mengembangkan rencana komunikasi krisis.

2. Identifikasi dan Penilaian: Tim manajemen krisis harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang situasi yang terjadi, dan kemudian menilai potensi dampaknya terhadap organisasi atau individu.

3. Pengendalian: Tahap ini bertujuan untuk mengendalikan situasi krisis dan mencegahnya semakin memburuk. Tim manajemen krisis harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan orang-orang yang terlibat, serta untuk meminimalkan kerusakan properti.

4. Komunikasi: Komunikasi yang efektif sangat penting dalam manajemen krisis public relations. Tim manajemen krisis harus berkomunikasi secara terbuka dan transparan dengan publik, serta dengan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang situasi yang terjadi. Komunikasi dapat dilakukan melalui media massa atau jika ingin lebih cepat dapat menggunakan media sosial.

5. Pemulihan: Tahap ini bertujuan untuk memulihkan reputasi organisasi atau individu yang telah rusak akibat krisis. Tim manajemen krisis harus bekerja untuk membangun kembali kepercayaan publik dan memperbaiki citra organisasi atau individu.

6. Evaluasi: Setelah krisis teratasi, penting untuk mengevaluasi efektivitas manajemen krisis. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali rencana komunikasi krisis dan mengidentifikasi area-area yang dapat diperbaiki.

public relations
Gambar 2. Ilustrasi praktisi PR by Mohamed Hassan from Pixabay

Tips Manajemen Krisis untuk Praktisi PR

Selain itu berikut beberapa tips yang dapat diterapkan PR dalam menangani krisis agar lebih efektif:

Rencanakan Respons Terlebih Dahulu: Buatlah rencana respons krisis yang terperinci sebelumnya. Ini mencakup identifikasi potensi krisis yang mungkin terjadi, alur kerja komunikasi, siapa yang bertanggung jawab atas apa, dan pesan kunci yang harus disampaikan.

Komunikasi Transparan dan Cepat: Penting untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada publik secepat mungkin. Jangan biarkan ruang bagi spekulasi atau rumor. Berikan update secara teratur dan jujur tentang perkembangan situasi.

Tetap Tenang dan Profesional: Meskipun situasinya mungkin tegang, penting untuk tetap tenang dan profesional dalam setiap komunikasi yang dilakukan. Ini membantu dalam mempertahankan kepercayaan dan reputasi perusahaan.

Manfaatkan Media Sosial: Gunakan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi secara langsung dengan audiens Anda. Ini memungkinkan Anda untuk merespons dengan cepat, memberikan pembaruan real-time, dan menangani pertanyaan atau keprihatinan secara langsung.

Latih Tim Anda: Pastikan tim public relations Anda terlatih dengan baik dalam manajemen krisis. Ini mencakup pemahaman tentang rencana respons, keterampilan komunikasi yang efektif, dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan.

Kerja Sama dengan Pihak Terkait: Dalam situasi krisis, seringkali diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk manajemen senior, departemen terkait, dan otoritas terkait. Koordinasi yang baik antara semua pihak penting untuk merespons dengan efektif.

Evaluasi dan Pelajaran yang Didapat: Setelah krisis mereda, lakukan evaluasi menyeluruh tentang bagaimana respons krisis ditangani. Identifikasi apa yang berjalan dengan baik dan di mana ada ruang untuk perbaikan. Gunakan pengalaman tersebut untuk memperbarui dan meningkatkan rencana respons krisis Anda di masa depan.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan penting dan tips dalam manajemen krisis public relations, perusahaan dapat meningkatkan peluang untuk keluar dari situasi krisis. Meminimalisir dampak serta menjaga reputasi. Agar proses manajemen krisis semakin efektif dan efisien, Anda dapat menggunakan bantuan media monitoring Netray. Netray memberi pelayanan dan akurasi data yang tinggi agar perusahaan dapat dengan cepat keluar dari situasi krisis.

Editor: Ananditya Paradhi

More like this

6 Studi yang Bisa Menggunakan Media Monitoring untuk Riset Akademik

Sebagai sebuah tools analisis, media monitoring dapat digunakan dalam berbagai bidang riset. Meski kerap...

Alasan Media Monitoring Bermanfaat untuk Riset Akademik

Media monitoring memiliki banyak manfaat yang penting, terutama dalam konteks bisnis, organisasi, dan riset....

Visualisasi Data: Memahami Data Besar dengan Mudah dan Menarik

Visualisasi data menjadi hal yang penting dalam proses memahami big data. Beberapa contoh bentuk visualisasi data: histogram, scatter plot, heatmap, line chart, bar chart, maps, network graph, word cloud, geospatioal, dan visualitation.
%d bloggers like this: