HomeNetrayLebih dari Sekedar Data: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungan Bisnis Menggunakan Web...

Lebih dari Sekedar Data: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungan Bisnis Menggunakan Web Crawling

Published on

Apakah Anda ingin meningkatkan efisiensi dan akurasi pengumpulan data untuk keperluan bisnis Anda? Atau ingin mendapatkan informasi terkait pesaing, tren pasar, dan sentimen publik dari ranah internet? Maka web crawling adalah jawabannya!

Web crawling atau pengindeksan web adalah proses menelusuri dan mengindeks konten dari halaman dan situs web secara otomatis yang dilakukan oleh program komputer. Program komputer ini disebut dengan web crawler atau spiderbot.

Web crawler untuk pengambilan data, sering disebut sebagai scraper, bekerja dengan mengikuti beberapa langkah utama untuk mengekstrak informasi yang dibutuhkan dari situs web. Berikut penjelasan mendetail terkait cara kerjanya:

1. Inisialisasi: Langkah pertama adalah dengan menentukan situs web atau halaman yang ingin diambil datanya. URL awal (seed URLs) dipilih berdasarkan data yang diperlukan.

2. Mengirim Permintaan (Request): Web crawler mengirimkan permintaan HTTP ke server web menggunakan URL yang telah ditentukan guna mengambil konten halaman web.

3. Mengambil dan Menyimpan Respons (Response): Server web merespons dengan mengirimkan konten dari halaman web. Konten halaman kemudian disimpan dalam bentuk mentah untuk diproses lebih lanjut.

4. Memahami dan Memproses Konten (Parsing): Crawler menganalisis konten HTML untuk mengekstrak informasi spesifik. Informasi yang dibutuhkan, seperti teks, gambar, tautan, dan lainnya diekstrak dari HTML yang telah diurai.

5. Menyimpan Data: Data yang telah diekstrak diatur dalam struktur yang diinginkan, misal dalam format JSON, CSV. Data tersebut kemudian disimpan ke basis data untuk dianalisis atau penggunaan lebih lanjut.

6. Ekstraksi Tautan Baru: Jika web crawler harus mengumpulkan data dari beberapa halaman, ia akan mengekstrak semua hyperlink dari halaman ini dan menambahkannya ke daftar URL yang akan dikunjungi berikutnya.

7. Penanganan Kesalahan:  Crawler yang baik mampu menangani kesalahan seperti halaman tidak ditemukan (404), kesalahan server (500), atau permintaan yang ditolak (403). Jika permintaan gagal, crawler bisa mencoba mengulang permintaan setelah beberapa waktu atau melanjutkan ke URL berikutnya.

9. Rate Limiting dan Throttling: Untuk menghindari overloading server target, crawler mengatur interval antara permintaan untuk memastikan bahwa server tidak terlalu terbebani.

10. Mengulangi Proses: Proses ini diulangi untuk setiap URL dalam daftar hingga semua halaman yang dibutuhkan telah dikunjungi dan datanya diekstraksi.

Gambar 1. Ilustrasi web crawling by James Osborne from Pixabay

Implementasi dan Keuntungan Web Crawling untuk Bisnis

Setelah mengetahui cara kerjanya ternyata web crawling juga memiliki keuntungan yang begitu penting dalam dunia bisnis semakin beragam dan kompetitif ini. Berikut keuntungan menggunakan web crawling dalam bisnis:

1. Riset Pasar dan Analisis Kompetitor:

Melacak harga dan ketersediaan produk: Pebisnis dapat menggunakan web crawling untuk memantau harga produk pesaing di berbagai situs web e-commerce. Hal ini dapat membantu mereka menentukan harga produk mereka secara kompetitif dan mengoptimalkan keuntungan.

Menganalisis sentimen pelanggan: Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk mengumpulkan ulasan pelanggan dari berbagai sumber online, seperti media sosial, forum online, dan situs web. Analisis sentimen ini dapat membantu identifikasi guna meningkatkan produk atau layanan yang dimiliki, serta mendapatkan wawasan tentang apa yang disukai dan tidak disukai pelanggan.

Melacak tren industri: Pebisnis dapat menggunakan web crawling untuk memantau berita industri terkait, blog, dan situs web media sosial untuk mengidentifikasi tren baru dan peluang pasar. 

2. Pemasaran dan Penjualan:

Mengidentifikasi prospek potensial: Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk mengumpulkan informasi tentang prospek potensial, seperti alamat email, nomor telepon, dan informasi demografis. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk menargetkan prospek dengan kampanye pemasaran yang relevan.

Membuat konten yang ditargetkan: Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk mengidentifikasi topik yang diminati audiens target mereka. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk membuat konten blog, artikel, dan infografis yang relevan yang menarik minat prospek dan pelanggan.

Memantau kinerja media sosial: Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk melacak sebutan (mention) merek mereka di media sosial. Hal ini dapat membantu pebisnis mengidentifikasi sentimen pelanggan, melacak kinerja kampanye media sosial, dan terlibat dengan pelanggan/konsumen.

3. Layanan Pelanggan:

Menjawab pertanyaan yang sering diajukan (FAQ): Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk mengumpulkan pertanyaan umum yang diajukan pelanggan mereka di berbagai sumber online. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk membuat FAQ yang komprehensif di situs web mereka.

Memantau umpan balik pelanggan: Pebisnis dapat menggunakan web crawler untuk memantau respon serta umpan balik (feedback) merek mereka di media sosial dan situs web ulasan. Hal ini dapat membantu mereka mengidentifikasi masalah pelanggan dan menyelesaikannya dengan cepat dan efisien.

Dengan data yang kaya di tangan Anda, tak perlu kesulitan seperti menemukan jarum dalam jerami. Dengan web crawling Anda bisa menentukan secara spesifik informasi atau data apa yang diinginkan dalam waktu yang singkat. Jika ingin mencoba bagaimana web crawler bekerja secara nyata Anda dapat mencoba Netray web crawler. Tak hanya mampu menangkap informasi dari berbagai situs, kelebihannya anda juga dapat memantau opini warganet terkait bisnis dan kompetitor melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram hingga TikTok.

Editor: Ananditya Paradhi

More like this

6 Studi yang Bisa Menggunakan Media Monitoring untuk Riset Akademik

Sebagai sebuah tools analisis, media monitoring dapat digunakan dalam berbagai bidang riset. Meski kerap...

Alasan Media Monitoring Bermanfaat untuk Riset Akademik

Media monitoring memiliki banyak manfaat yang penting, terutama dalam konteks bisnis, organisasi, dan riset....

Visualisasi Data: Memahami Data Besar dengan Mudah dan Menarik

Visualisasi data menjadi hal yang penting dalam proses memahami big data. Beberapa contoh bentuk visualisasi data: histogram, scatter plot, heatmap, line chart, bar chart, maps, network graph, word cloud, geospatioal, dan visualitation.
%d bloggers like this: